PENDAHULUAN
Pertanyaan Penelitian
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Wawancara akan diarahkan kepada guru-guru (SD) di SD Negeri 9 Metro Tengah, mengenai peran guru dalam membentuk kedisiplinan siswa (SD) di SD Negeri 9 Metro Tengah. Cara pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di SD Negeri 9 Metro Pusat menyenangkan dan membentuk kedisiplinan bagi siswa.
Penelitian Relevan
LANDASAN TEORI
Pengertian Pendidikan Kepramukaan
Dalam undang-undang no. 12 Tahun 2010 dijelaskan bahwa; Pramuka adalah sebuah organisasi yang terdiri dari pramuka. Semua itu tertuang dalam Peraturan Perundang-undangan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 dan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.
Prinsip Dasar Kepramukaan
Penggolongan Anggota Pramuka
Nama Siaga diambil dari sejarah “Kebangkitan Nasional” yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1980 yang artinya mempersiapkan bangsa Indonesia untuk merdeka. Nama Penegak diambil dari sejarah “Hari Kemerdekaan” yang ditetapkan pada tanggal 17 Agustus 1945, yang artinya adalah menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Proklamasi.
Kode Kehormatan Pramuka
Kode kehormatan Pramuka Penegak sama dengan kode kehormatan Pramuka Penggalang, bedanya terletak pada janji (Trisatya).
Tujuan dan Manfaat Pendidikan Kepramukaan
Maka dengan ini dapat dipahami bahwa pembinaan kepramukaan memiliki tujuan untuk membentuk pribadi-pribadi yang memiliki kedisiplinan atau kecakapan hidup serta berakhlak mulia. Sesuai dengan tujuan di atas, pendidikan Pramuka diharapkan dapat memberikan manfaat bagi seluruh anggota Pramuka atau orang lain.
Kedisiplinan Siswa
- Pengertian Kedisiplinan
- Bentuk-bentuk Kedisiplinan di Sekolah
- Fungsi Kedisiplinan
20 Haryono, “Pengaruh Disiplin Siswa dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa” 264. 21 Umar Wirantasa, “Dampak Disiplin Siswa Terhadap Prestasi Belajar Matematika,” Formatif: Jurnal Ilmiah MIPA Pendidikan 7, no. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa kedisiplinan siswa adalah tingkah laku siswa yang sesuai dengan tata tertib atau peraturan yang berlaku baik secara sadar maupun paksaan.
Oleh karena itu, diperlukan tata tertib sekolah yang akan membimbing dan mengatur siswa dalam membentuk sikap disiplin dalam belajar di sekolah dan kehidupan sehari-hari. Lingkungan sekolah diartikan sebagai lingkungan tempat siswa menjadi akrab dengan nilai-nilai tata tertib sekolah dan nilai-nilai kegiatan pembelajaran di berbagai bidang studi. 24 Fani Julia Fiana, Daharnis Daharnis, dan Mursyid Ridha, “Disiplin Siswa di Sekolah dan Implikasinya dalam Layanan Bimbingan dan Konseling,” Konsultan 2, no.
26 Haryono, “Pengaruh Disiplin Siswa dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Ekonomi,” 265. 28 Haryono, “Pengaruh Disiplin Siswa dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Ekonomi,” 266.
Jenis dan Sifat Penelitian
Sifat penelitian yang digunakan peneliti adalah deskriptif kualitatif, karena penelitian ini berupa pengungkapan fakta-fakta yang ada, yaitu penelitian yang menitikberatkan pada upaya mengungkapkan suatu masalah atau fenomena sebagaimana yang sebenarnya diteliti dan dipelajari tanpa rekayasa. . Metode penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang dilakukan untuk menentukan nilai variabel bebas atau lebih tanpa membuat perbandingan atau menggabungkan satu variabel dengan variabel lainnya. Metode deskriptif dapat dirangkum sebagai suatu metode yang bertujuan untuk menggambarkan dan menggambarkan keadaan di lapangan secara sistematis dengan fakta-fakta yang tepat.32.
Penelitian ini juga menggambarkan lingkungan observasi, tindakan dan percakapan yang terekam tentang sesuatu yang mungkin berbeda.
Sumber Data
Teknik Pengumpulan Data
Metode ini digunakan untuk memperoleh data secara lisan berupa pernyataan langsung dari guru kelas untuk memperoleh data dan informasi tentang peran pembinaan pramuka sebagai media untuk membentuk kedisiplinan siswa di SD Negeri 9 Metro Pusat. Menurut Darlington dalam Albi dan Johan berpendapat bahwa observasi adalah cara yang sangat efektif untuk mengetahui apa yang dilakukan orang dalam konteks tertentu, pola rutin dan pola interaksi dari kehidupan sehari-hari mereka.36 Dengan menyerap makna di atas, seorang peneliti dapat mencapai melalui informasi observasi secara konkrit. yaitu melalui kegiatan, tindakan dan juga peristiwa atau kejadian secara langsung. Observasi sering dipilih dalam penelitian kualitatif karena peneliti dapat melihat, mendengar dan merasakan informasi secara langsung.
Oleh karena itu observasi akan memudahkan peneliti untuk mengolah informasi yang ada atau bahkan informasi yang muncul secara tiba-tiba tanpa dapat diramalkan sebelumnya. Sedangkan peran peneliti adalah mengamati aktor dan artinya subjek penelitian secara umum mengetahui keberadaan peneliti. Peneliti mengamati langsung aktivitas siswa di sekolah untuk mengetahui peran Pramuka sebagai media untuk membentuk kedisiplinan siswa di SD Negeri 9 Metro Pusat.
Untuk mengetahui kedisiplinan siswa di kelas dan di sekolah, dokumentasi biasanya berupa catatan, transkrip agenda, foto, dan lain-lain. Misalnya ketidakhadiran guru dan siswa, serta hasil karya siswa yang dipajang di kelas.
Teknik Penjamin Keabsahan Data
Sedangkan triangulasi sumber berarti memperoleh data dari sumber yang berbeda dengan menggunakan teknik yang sama40. Triangulasi sumber yang peneliti lakukan adalah dengan mewawancarai berbagai sumber seperti semua guru di SD Negeri 9 Metro Pusat.
Teknik Analisis Data
Tentunya ketika peneliti melakukan penelitian, mereka mendapatkan data yang sangat banyak dan sangat beragam bahkan sangat rumit. Mereduksi data berarti meringkas, memilih hal-hal yang paling penting, memfokuskan pada hal-hal yang penting, mencari tema dan pola. Dengan cara ini peneliti mencari data yang diperlukan secara akurat dan sesuai dengan apa yang peneliti butuhkan.
Selain itu, data diolah dengan memfokuskan pada apa yang dipelajari, kemudian meringkasnya dan mencari tema dan pola mekanisme primingnya. Dalam penelitian kualitatif, data dapat disajikan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori dan sejenisnya.43 Penyajian dalam bentuk ini bertujuan untuk memudahkan peneliti memahami apa yang sedang terjadi. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif berupa deskripsi atau deskripsi yang sebelumnya sulit dipahami, tetapi kemudian disimpulkan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Dari permasalahan yang ditemukan di lapangan ditarik kesimpulan, berdasarkan hal tersebut akan tercipta suatu sinkronisitas atau hubungan yang selaras dengan permasalahan dan akhir dari kesimpulan Kegiatan penalaran berarti proses atau usaha untuk memahami makna yang masih gelap. Penarikan kesimpulan atau pengecekan disini adalah usaha untuk menemukan atau memahami makna atau makna, keteraturan, pola atau hubungan.
HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN
Identitas SD Negeri Metro Pusat
Visi dan Misi SD Negeri Metro Pusat
Tata Tertib SD Negeri 9 Metro Pusat
Data Guru dan Siawa SD Negeri Metro Pusat
Sarana dan Prasarana SD Negeri Metro Pusat
Deskripsi Data Hasil Penelitian
- Pelaksanaan Kegiatan Pramuka di SD Negeri Metro
- Peran Kegiatan Ekstrakurukuler Pramuka dalam
- Faktor Penghambat dan Pendukung Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pramuka dalam pembentukan kedisiplinan siswa di SD Negeri 9 Metro Pusat ini rutin dilakukan setiap hari sabtu, dari pukul 11.00 sampai dengan 12.00 WIB, dimana pelaksanaannya sendiri dibagi per kelas, untuk kelas 1 sampai dengan kelas III pelatihan langsung dari masing-masing kelas. kelas. guru. Peranan kegiatan ekstrakurikuler pramuka untuk membentuk kedisiplinan siswa di SD Negeri 9 Metro Pusat sangat besar, kegiatan ekstrakurikuler pramuka termasuk kegiatan yang menunjang dengan baik. Untuk membentuk kedisiplinan siswa banyak upaya yang dilakukan baik oleh kepala sekolah, guru, pengawas maupun pembina kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SD Negeri 9 Metro Pusat.
Dari penelitian yang terekam, penulis peroleh berdasarkan observasi selama pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pramuka dan dari hasil wawancara dengan pembina pramuka untuk membentuk kedisiplinan siswa di SD Negeri 9 Metro Pusat dilaksanakan dengan berbagai tata tertib di sekolah. Siswa di SD Negeri 9 Metro Pusat kurang disiplin sebelum mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka, hal ini terlihat dari sikap siswa sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka berdasarkan laporan di buku panduan siswa, presensi siswa. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa peranan kegiatan ekstrakurikuler pramuka dalam membentuk kedisiplinan siswa di SD Negeri 9 Metro Pusat.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Pembina Pramuka selalu bekerja keras dan bekerja sama dengan guru atau orang tua siswa untuk selalu aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka. Faktor pendukung pelaksanaan kegiatan pramuka di luar sekolah. Faktor pendukung pelaksanaan kegiatan kepramukaan dalam perancangan disiplin siswa di SD Negeri 9 Metro Pusat adalah.
Pembahasan
Analisis penulis menunjukkan bahwa selain guru dan pembina pramuka seharusnya memiliki pemahaman disiplin yang luas, yaitu adanya tata tertib yang diberlakukan untuk membentuk kedisiplinan siswa beserta tata tertib yang harus dipatuhi oleh siswa SD Negeri 9 Metro Pusat. Dalam membentuk kedisiplinan dalam kegiatan pramuka terdapat berbagai jenis kegiatan dalam pramuka di SD Negeri 9 Metro Pusat, dari kegiatan tersebut banyak kegiatan yang menerapkan kedisiplinan pada siswa hal ini dapat dilihat dari segi kedisiplinan dalam bersikap, kedisiplinan dalam hal waktu, disiplin dalam berpakaian dan disiplin dalam hal belajar. Faktor pendukung kegiatan pramuka di SD Negeri 9 Metro Pusat adalah pengelolaan sekolah yang baik terhadap kegiatan.
Pramuka, potensi sumber daya manusia yang terlibat dalam kepramukaan, semangat siswa yang mengikuti pramuka, peran orang tua yang selalu mendukung kepramukaan dan banyaknya prestasi yang diraih melalui kepramukaan di SD Negeri 9 Metro Pusat, sedangkan faktor penghambatnya adalah mereka masih absen di kelas, ketidakhadiran siswa pada pelatihan reguler, keterbatasan dana untuk mendukung kegiatan pramuka sehingga mempengaruhi penyerapan dana, dan kurikulum yang padat sehingga pada akhirnya mempengaruhi minat siswa pada kegiatan ekstrakurikuler. aktivitas menurun. 63 Tahun 2014, kegiatan kepramukaan tetap dapat dilakukan oleh seluruh siswa di SD Negeri 9 Metro Pusat. Guru dan seluruh staf di SD Negeri 9 Metro Pusat dapat memberikan informasi bagaimana menjaga akhlak yang baik terhadap diri sendiri dan siswa serta tetap konsisten dalam mendisiplinkan siswa.
Baik pembina maupun pembina dapat memberikan masukan bagaimana mengembangkan kreativitas dan inovasi dengan menerapkan berbagai metode kegiatan kepramukaan yang dapat digunakan dalam kegiatan kepramukaan untuk membentuk kedisiplinan siswa di SD Negeri 9 Metro Pusat. Bagi anggota Pramuka di SD Negeri 9 Metro Center agar selalu semangat dan tetap aktif dalam kegiatan Pramuka.
PENUTUP
Saran
Wawancara dalam penelitian ini dilakukan dengan mewawancarai guru kelas IV untuk memperoleh informasi terkait peran ekstrakurikuler pramuka dalam membentuk kedisiplinan siswa kelas IV di SD Negeri 9 Metro Pusat. Apa saja permasalahan yang dihadapi guru kelas dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pramuka di kelas IV. Permasalahan atau kendala yang dihadapi guru pembinaan dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler pramuka di kelas IV.
Upaya atau solusi guru pembimbing untuk mengatasi permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan kegiatan kepramukaan di kelas IV. 5 Masalah apa yang dialami guru kelas dalam melaksanakan kegiatan santai pramuka di kelas IV. Nah untuk masalah yang kita alami pasti ada bentrok jadwal, karena waktu kelas IV ada jadwal pramuka, kebetulan saya mengajar bahasa inggris kelas III, jadi jadwalnya sering direvisi kemarin.
Dokumentasi kegiatan tanya jawab terkait materi Pramuka, dengan siswa kelas IV SD Negeri 9 Metro Pusat. Dokumentasi kegiatan tanya jawab terkait materi Pramuka Siaga, dengan siswa kelas IV SD Negeri 9. Dokumentasi kegiatan pelatihan PBB oleh seluruh siswa dan pembina pramuka di SD Negeri 9 Metro Pusat.
Dokumentasi kegiatan bermain di kelas siswa kelas IV SD Negeri 9 Metro Pusat.