MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA
“Memahami Arti Nilai-Nilai Pancasila Dalam Sejarah Ke Indonesiaan Dalam Peristiwa Sumpah Palapa, Budi Oetomo Dan
Sumpah Pemuda”
Di Susun Oleh Kelompok 2:
Nirmayani
Nia Ramadani
Nur Apriani Manalu
Dosen Pembimbing: Evi Kasyulita, M.Pd Pasir pangaraian university
English Department
TP 2022/2023
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI...3
KATA PENGANTAR...3
BAB I...4
PENDAHULUAN...4
1.1 Latar Belakang...4
1.2 Rumusan Masalah...4
1.3 Tujuan...4
BAB II...5
PEMBAHASAN...5
2.1 Peristiwa Sumpah Palapa...5
2.2 Nilai- Nilai Pancasila Yang Terkandung Dalam Peristiwa Sumpah Palapa...6
2.3 Peristiwa Budi Oetomo...6
2.4 Nilai-Nilai Pancasila Yang Terkandung Dalam Peristiwa Budi Oetomo Nilai-nilai pancasila yang dapat dipetik dari peristiwa budi oetomo adalah:...7
2.5 peristiwa sumpah pemuda...8
2.6 Nilai-Nilai Pancasila Yang Terkandung Dalam Sumpah Pemuda...8
BAB III...9
PENUTUP...9
3.1 Kesimpulan...9
3.2 Saran...9
DAFTAR PUSTAKA...10
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, senantiasa kita ucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang hingga saat ini masih memberikan kita nikmat iman dan kesehatan, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah tentang “Memahami Arti Nilai-Nilai Pancasila Dalam Sejarah Ke Indonesiaan Dalam Peristiwa Sumpah Palapa, Budi Oetomo Dan Sumpah Pemuda”. Makalah ini ditulis untuk memenuhi syarat nilai mata kuliah pendidikan pancasila. Tidak lupa penulis juga mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada setiap pihak yang telah mendukung serta membantu penulis selama proses penyelesaian tugas akhir ini hingga selesainya makalah ini. Ucapan terima kasih penulis sampaikan pada Mam Evi Kasyulita M.pd selaku dosen mata kuliah pendidikan pancasila.
Pada makalah ini akan dibahas mengenai pentingnya memahami arti nilai- nilai pancasila dalam sejarah ke indonesiaan dalam peristiwa sumpah palapa, budi oetomo dan sumpah pemuda. Pendidikan pancasila memiliki peran yang signifikan dalam membangun masyarakat yang cinta tanah air. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan karya tulis ini masih jauh dari sempurna serta kesalahan yang penulis yakini diluar batas kemampuan penulis. Maka dari itu penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang membangun dari para pembaca. Penulis berharap karya tulis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.
Pasir Pangaraian, 21 September 2022
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia yang terlahir dari kebudayaan dan sejarah masyarakat Indonesia yang telah ada jauh sebelum bangsa Indonesia merdeka. Para pendiri bangsa berhasil menggali nilai-nilai luhur dan kemudian merumuskan menjadi sebuah pedoman atau ideologi yakni Pancasila. Pancasila yang notabenya merupakan kebudayaan yang telah ada di tengah-tengah Pancasila seiring berjalanya waktu mengalami cobaan ketika terjadi pemberontakan dan krisis moneter di Indonesia. Peristiwa ini dapat menjadi acuan bagaimana Pancasila tetap berdiri. Hal ini juga membuktikan bahwa Pancasila memang bukan hanya ideologi yang muncul secara tibatiba, namun merupakan nilai-nilai yang telah melekat dalam diri bangsa Indonesia.
Sebagai ideologi bangsa pancasila mengandung lima sila yang dapat dipetik dari berbagai peristiwa sejarah. Contoh peristiwa yang dimaksud adalah peristiwa sumpah palapa, peristiwa budi oetomo dan peristiwa sumpah pemuda. Melalui peristiwa-peristiwa ini diharapkan pemuda indonesia dapat memahami apa saja kandungan serta arti dari nilai-nilai pancasila.
1.2Rumusan Masalah
1. apa saja nila-nilai pancasila yang terkandung dalam peristiwa sumpah palapa?
2. Apa saja nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam peristiwa budi oetomo?
3. Apa saja nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam peristiwa sumpah pemuda?
1.3Tujuan
1. Untuk mengetahui apa saja nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam peristiwa sumpah palapa.
2. Untuk mengetahui apa saja nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam peristiwa budi oetomo.
3. Untuk mengetahui apa saja nila-nilai pancasila yang yerkandung dalam peristiwa sumpah pemuda.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Peristiwa Sumpah Palapa
Sumpah Palapa adalah suatu pernyataan atau sumpah yang dikemukakan Gajah Mada pada upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Majapahit, pada 1336 M. Gajah Mada merupakan seorang panglima perang dan tokoh yang sangat berpengaruh pada zaman kerajaan Majapahit.Pada saat remaja, Gajah Mada merupakan seorang pemuda yang mempunyai keahlian bela diri yang sangat hebat serta berilmu tinggi. Saat usia 19 tahun, Gajah Mada berhasil menyelamatkan rajanya yang bernama Prabu Jayanegara. Oleh karena kecakapannya, pada 1319, iadiangkat sebagai Patih Kahuripan. Pada 1329, Patih Majapahit, yang bernama Aryo Tadah, menunjuk Gajah Mada untuk menggantikan dirinya. Gajah Mada menolak penunjukan itu karena ingin membuktikan pengabdiannya terlebih dahulu kepada Kerajaan Majapahit, yaitu dengan menghentikan pemberontakan Keta dan Sadeng.
Gajah Mada akhirnya diangkat sebagai Patih Majapahit pada 1334, setelah berhasil menaklukkan Keta dan Sadeng. Pada 1336, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yaitu janji ia tidak akan memakan buah palapa, sejenis rempah- rempah, bila belum berhasil menguasai pulau-pulau di Nusantara. Pada saat pengangkatan, Gajah Mada mengucapkan sumpah Amukti Palapa yang berbunyi,
“Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah Gurun, ring Seram, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”. Artinya, setelah tunduk Nusantara, aku akan beristirahat, Setelah tunduk Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, barulah aku beristirahat. Dari isi naskah ini dapat diketahui bahwa pada masa diangkatnya Gajah Mada, sebagian wilayah Nusantara yang disebutkan pada sumpahnya belum dikuasai Majapahit. Sumpah Palapa Gajah Mada mencapai keberhasilannya semasa pemerintahan Hayam Wuruk. Hal itu dibuktikan dengan Majapahit, pada waktu itu, mampu menguasai wilayah-wilayah Nusantara yang meliputi Melayu (Sumatra), Tanjungpura (Kalimantan), dan Semenanjung Melayu (Malaka).
Begitu juga dengan wilayah sebelah Timur Jawa dan Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Irian Barat, dan Jawa kecuali Kerajaan Sunda Galuh dan Sunda Pakuan.
Berkat keberhasilannya itu, pengaruh Gajah Mada di Majapahit semakin besar.
Pengaruhnya juga bisa dikatakan telah melampaui Hayam Wuruk dan anggota saptaprabhu yaitu semacam Dewan Pertimbangan Agung yang beranggotakan
keluarga Kerajaan Majapahit. Perjuangan Gajah Mada sampai saat ini tetap dikenang.
2.2 Nilai- Nilai Pancasila Yang Terkandung Dalam Peristiwa Sumpah Palapa Berdasarkan peristiwa sumpah palapa, nilai-nilai pancasila yang dapat dipetik adalah nilai sila ketiga yaitu nilai kesatuan dan persatuan pada zaman majapahit. Hal ini terdapat pada isi dari sumpah palapa itu sendiri yakni patih gajah mada tidak akan memakan buah palapa sebelum menyatukan nusantara.
Selain sila ketiga, nilai sila pertama dalam pancasila juga tertuang didalam peristiwa sumpah palapa. Hal ini dikarenakan dizaman majapahit sudah menganut agama buddha. Sehingga dalam proses mempersatukan nusantara sudah dilandasi iman kepada yang maha kuasa.
2.3 Peristiwa Budi Oetomo
Budi Utomo (Boedi Oetomo) ialah organisasi yang didirikan tanggal 20 Mei 1908 oleh Dr. Soetomo dan para mahasiswa Stovia. Mereka ialah Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji. Wahidin Sudirohusodo merupakan penggagas Budi Utomo dan namanya selalu dikaitkan dengan sejarah berdirinya Budi Utomo. Budi Utomo dipelopori oleh para pemuda dari Stovia, Sekolah Guru Bandung, Sekolah Pamong Praja Magelang, Sekolah Peternakan dan Pertanian Bogor, dan Sekolah Sore untuk Orang Dewasa di Surabaya. Para pelajar tersebut terdiri dari Soeradji, Muhammad Saleh, Soewarno A, Goenawan Mangoenkoesoemo, Suwarno B., R. Gumbreg, R. Angka, dan Soetomo. Nama organisasi Budi Utomo diusulkan oleh Soeradji dan semboyan yang dikumandangkan ialah Indie Vooruit (Hindia Maju) dan bukan Java Vooruit (Jawa Maju). Budi Utomo terdiri atas kata budi yang berarti perangai atau tabiat dan utomo yang berarti baik atau luhur. Jadi perkumpulan Budi Utomo dapat dimaknai sebagai perkumpulan yang akan mencapai sesuatu berdasarkan keluhuran budi dan kebaikan perangai atau tabiat.
Tujuan Budi Utomo yakni memperoleh kemajuan yang harmonis bagi nusa dan bangsa Jawa dan Madura. Pada awalnya Budi Utomo hanya mengendaki perbaikan sosial yang meliputi Jawa dan Madura, sehingga kata kemerdekaan belum disebut. Beberapa usaha ditempuh untuk mewujudkan tujuan tersebut yakni memajukan pengajaran sesuai dengan yang dicita-citakan oleh dr. Wahidin, yaitu peternakan, pertanian, perdagangan, teknik, industri, dan menghidupkan kembali kebudayaan. Budi Utomo kembali bangkit pada masa Perang Dunia I di 1914.
Kemungkinan intervensi asing menyebabkan Budi Utomo menggagas kegiatan wajib militer bagi pribumi. Hal ini menyebabkan dikirimlah misi ke Belanda oleh Komite Indie Weerbaer untuk pertahanan India pada 1916-1917 yang merupakan
pertanda masa yang amat besar bagi organisasi Budi Utomo. Pada misi tersebut, wakil Budi Utomo yang bernama Dwidjosoemoyo berhasil mengadakan pendekatan dengan pemimpin Belanda dalam hal pembentukan Volksraad (Dewan Rakyat) yang saat itu dibahas dalam Dewan Perwakilan Rakyat Belanda.
Undang-undang mengenai kewajiban militer pun gagal disahkan dan sebaliknya undang-undang tentang pembentukan Volksraad disahkan pada November 1914.
Baca juga: Niat Puasa Sembilan Hari sebelum Idul Adha: Arab, Latin, dan Artinya Budi Utomo akhirnya berkembang menjadi organisasi yang punya tujuan dan cita-cita nasional, yaitu Indonesia merdeka. Demi mewujudkannya, pada 1935 Budi Utomo meleburkan diri dengan PBI (Perhimpunan Bangsa Indonesia) yang didirikan oleh Soetomo. Peleburan dua organisasi tersebut melahirkan Parindra.
Pengamat sejarah menilai Budi Utomo merupakan wakil dari perjuangan nasionalisme. Orang-orang Indonesia mengajarkan pada bangsa ini bahwa nasionalisme Indonesia bukan milik orang-orang Jawa dan Madura saja.
Nasionalisme milik semua rakyat Indonesia. Nasionalisme tidak bersifat kultural, tetapi bersifat politik. Berakhirnya Budi Utomo Budi Utomo terpaksa kembali kehilangan kewibawaannya setelah berbagai kebijakan politik yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda. Muncul perpecahan di dalam tubuh Budi Utomo serta ada sekelompok radikal dan moderat di tubuh organisasi ini. Budi Utomo pun kurang mendapat dukungan masyarakat karena keberadaannya dalam arena politik tidak terlalu penting. Organisasi ini pun resmi dibubarkan pada 1935.
2.4 Nilai-Nilai Pancasila Yang Terkandung Dalam Peristiwa Budi Oetomo
Nilai-nilai pancasila yang dapat dipetik dari peristiwa budi oetomo adalah:
1. Nilai sila pertama
Organisasi budi oetomo menganut agama islam dimana semua anggotanya melaksanakan organisasi berlandaskan iman dan takwa
2. Nilai sila kedua
Tujuan organisasi budi ortomo adalah tidak lain terlepas dri penjajahan Belanda yakni menciptakan kemanusiaan yang adil dan beradap.
3. Nilai sila ketiga
Nilai persatuan yang dimaksud dalam organisasi Budi Utomo adalah tentang bersatunya para pelajar Indonesia untuk lepas dari jajahan Belanda.
4. Nilai sila keempat
Melalui terbentuknya organisasi Budi Oetomo adalah menciptakan suatu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
5. Nilai sila yang kelima
Nilai keadilan sosial tentang biaya pendidikan bagi yang tidak mampu.
2.5 peristiwa sumpah pemuda
Sumpah pemuda adalah suatu ikrar para pemuda-pemudi Indonesia yang mengaku bertumpah darah satu, tanah Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.Dirangkum dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ikrar tersebut merupakan hasil putusan Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II yang digelar pada 27-28 Oktober 1928.
Sejarah lahirnya Sumpah Pemuda bermula dari Kongres Pemuda I yang digelar mulai tanggal 30 April hingga 2 Mei 1926 di Batavia (Jakarta). Namun, Kongres Pemuda I berakhir tanpa hasil yang memuaskan. Selanjutnya digelarlah Kongres Pemuda II yang digagas oleh Persatuan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI).
Kongres tersebut dihadiri oleh organisasi pemuda seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Bataks Bond, Pemoeda Indonesia, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, Sekar Rukun, Jong Ambon, dan Pemuda Kaum Betawi. Kongres Pemuda II berlangsung di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.
2.6 Nilai-Nilai Pancasila Yang Terkandung Dalam Sumpah Pemuda
Nilai-nilai yang dapat dipetik dari peristiwa sumpah pemuda adalah:
1. Persatuan: Persatuan dapat kita rasakan dan dimaknai dikarenakan salah satu peran dari Sumpah Pemuda.
2. Cinta Bangsa dan Tanah Air: Berbuat baik dengan memajukan bangsa dan tanah merupakan salah satu wujud cinta bangsa dan tanah air.
3. Mengutamakan Kepentingan Bangsa: Salah satu nilai penting dalam Sumpah Pemuda adalah mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.
4. Semangat Persaudaraan: Kekeluargaan merupakan sikap dan perbuatan yang mengutamakan kebersamaan dalam bergaul.
5. Sikap Rela Berkorban: Rela berkorban merupakan nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda. Sikap tersebut menunjukkan sebagai suatu perbuatan yang enggak mengharapkan imbalan. Sehingga segala sesuatu yang dilakukannya merupakan wujud dari sikap ikhlas.
6. Dapat Menerima dan Menghargai Perbedaan: Sumpah Pemuda mengajarkan untuk dapat menerima dan menghargai perbedaan. Hal tersebut seperti yang tercermin pada semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan dari peristiwa-peristiwa sejarah sumpah palapa, budi oetomo
dan sumpah pemuda dapat
diambil kesimpulan bahwa Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai pemersatu, yakni lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.
3.2Saran
Meskipun penulis menginginkan kesempurnaan dalam penyusunan makalah ini, akan tetapi pada kenyataannya masih banyak kekurangan yang perlu penulis perbaiki. Hal ini dikarenakan masih minimnya pengetahuan penulis. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat diharapkan sebagai bahan evaluasi untuk ke depannya. Sehingga bisa terus menghasilkan penelitian dan karya tulis yang bermanfaat bagi banyak orang
DAFTAR PUSTAKA
https://mediaindonesia.com/humaniora/442473/ini-isi-dan-tujuan-gajah-mada- mengucapkan-sumpah-palapa
https://mediaindonesia.com/humaniora/493224/harkitnas-sejarah-budi-utomo