Perancangan boardgame sebagai media edukasi konservasi satwa pada usia pelajar di taman margasatwa ragunan
+ luaran tetep boardgame + gausah ganti bab 2 & 3
- harus wawancara lagi ke taman ragunan (buat surat izin penelitian baru?) - bab 1 revisi penuh
- gameplay boardgame diganti lagi
Perancangan gamifikasi sebagai alternatif pemandu wisata di taman margasatwa ragunan
+ bab 1 revisi dikit
+ gausah wawancara ragunan lagi - stakeholder ahli harus cari yang baru - bab 2 revisi penuh bagian boardgamenyua - bab 3 revisi sedikit
- luarannya bingung mau gimana
Kenapa harus adanya interaksi : dapat memerankan kegiatan konservasi/pelestarian secara tidak langsung
Poin2 penting :
- Konservasi itu penting karena kejahatan satwa no 4 di dunia - Meningkatkan kesadaran konservasi satwa di indonesia
- Pihak ragunan tidak memiliki tempat khusus untuk sosialisasi konservasi satwa secara berkala
- Apa yang boleh & tidak boleh dilakukan ketika bertemu satwa liar - Jenis2 satwa yang dilindungi oleh pemerintah
- Sanksi jika melakukan kejahatan kepada satwa Kenapa boardgame?
Kenapa tidak kampanye :
- user sample 7-17 tahun belum mengerti kampanye
- melatih komunikasi, pengendalian emosi, dan sebagai media bersosialisasi secara langsung
kenapa tidak buku :
- biaya akan lebih mahal
- butuh waktu untuk baca dan menguasai - anak2 bosen/males
Kenapa tidak digital :
- kurang proses pemecahan masalah + adanya kerjasama langsung
- tidak semua pengunjung membawa handphone (mengurangi hal berbau teknis)
gimana cara memberikan solusi tanpa membeberkan gameplay?
Kenapa gak digital?
Kenapa gak promosi? Ragunan tidak perlu promosi karena sudah dikenal seluruh masyarakat dan stigmanya sudah terbentuk kecuali
Permasalahan ragunan
1. persepsi di masyarakat tidak menimbulkan kesan revisit intention
2. alur dan sarana yang diberikan tidak memadai -> membuat pusing pengunjung 3. banyak hewan yang berada di ujung taman tidak dikunjungi karena terlalu luas dan kurangnya petunjuk arah termasuk denah objek wisata
4. pemandu wisata terbatas untuk kalangan pelajar dan harus memesan hari sebelum berkunjung
5. souvenir atau merchandise tidak berasal dari Unit Pelayanan melainkan dari vendor luar
6. eksisting desain (EGD dan poster) yang tidak memberi kesan unitas satu sama lain
7. ragunan sudah berfokus pada konservasi satwa dan tidak menanggapi permintaan atraksi lagi
Perancangan ... bertema konservasi satwa dalam bentuk denah sebagai panduan wisata
Boardgame Gamifikasi Kampanye EGD
Bab 1 revsi Bab 2 revisi Bab 3 revisi Wawancara ulang Kuesioner ulang
User interview di hapus Observasi
Bab 1
Pengenalan ragunan sebagai objek wisata yang sudah tertanam di benak masyarakat jakarta
Stigma masyarakat sudah bagus terhadap ragunan tetapi menurut kuesioner masih berharap sarana dan alur diperbaiki kembali
Kurangnya sarana yang menunjang alur dan peta lokasi membuat pengunjung terutama orang yang pertama datang kebingungan dan tidak menemukan satwa yang ingin dilihat
Media yang bisa memberikan solusi fenomena di atas adalah perancangan desain lingkungan yang terintegrasi dengan fokus ragunan yakni konservasi satwa
kesimpulan