• Tidak ada hasil yang ditemukan

obat all

N/A
N/A
Alfi Tria Galuh

Academic year: 2025

Membagikan "obat all"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

1. Celecoxib 100 mg

Mengandung Celecoxib 100 mg, obat golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS).

Meredakan tanda2 & gejala2 OA, RA & Ankilosing Spondilitis pada orang dewasa.

2. Methylprednisolon 16 mg

Mengandung Methylprednisolon, gol kortikosteroid, golongan glukokortikoid turunan prednisolon. obat ini diindikasikan untuk keadaan alergi dan mengurangi peradangan atau supresi inflamasi.

3. Gabapentin 300 mg

Mengandung gabapenyin, golongan antikonvulsan atau anti kejang, untuk anti kejang 4. Rebamipide

Mengandung rebamide untuk tukak lambung dan gastritis, gol. Antasida 5. Betahistine

Mengandung betahistin golongan antihistamin H3, untuk keluhan vertigo, gangguan pendengaran tinusitis

6. Glauseta

Acetazolamide adalah obat untuk glaukoma, mabuk ketinggian, pembengkakan, dan epilepsi.

Golongan obat: miotik dan antiglaukoma.

7. Ursodeoxycholic acid (UDCA)

Mengandung Ursodeoxycholic acid sebagai Pelarut batu empedu, golongan obat kolagoga berupa sistesis asam empedu sekunder

8. Guafenesin

Guafenesin/ glyceril guaiacolat gol. Ekspetoran, meredakan dan melancarkan pengeluaran dahak

9. Citicoline

Mengandung citicoline, merupakan suplemen otak yang digunakan pada terapi penyakit alzheimer dan jenis demensia, trauma kepala, penyakit serebrovaskular seperti stroke, penurunan kemampuan berpikir yang berkaitan dengan usia seperti pikun, penyakit

parkinson, attention deficit-hiperactive disorder (ADHD) dan glaukoma. Golongan vitamin jrene

10. Lamivudine

Mengandung lamivudine, antivirus 11. Pregabalin

Mengandung pregabalin, untuk nyeri neuropatik perifer, dugunakan juga untuk obat anti kejang, fibromylgia golongan antikonvulsan

12. Donepezil

Mengandung donepezil untuk mengendalikan gejala dimensia pada penyakit Alzheimer, golongan acetylcholinesterase inhibitor

13. Kejibeling

Obat herbal, kandungan ekstrak daun keji beling, Membantu meluruhkan batu oksalat di ginjal dan saluran kemih; membantu melancarkan buang air kecil

14. Claneksi

Amoxicilin ( gol beta lactam) dan asam klavunalat (penghambat enzim beta-laktamase) yang disebut coamoxiclav), antibiotic

15. Elkana syrup

Suplemen makanan Tiap 5 ml mengandung : Vitamin A 2400 iu, Vitamin B1 4 mg, Vitamin B2 1.2 mg, Vitamin B6 1.2 mg, Vitamin B12 4 mcg, Vitamin C 60 mg, Vitamin D 400 IU, Nicotinamide 16 mg, Choline 12 mg, Inositol 12 mg, Ca 33.1 mg, Na 5.2 mg, L-Lysine HCl 200 mg.

16. Adalat oros

(2)

Mengandung Nifedipine GITS (Gastro Intestial Therapeutic System), Hipertensi, angina pektoris kronik stabil, angina pektoris pasca infark (kecuali 8 hari pertama pasca infark miokard akut). CCB

17. Ciprofloxacin

Ciprofloxacin termasuk dalam obat antibiotik golongan quinolone 18. Bralifex ED

Tobramycin, Infeksi eksternal bola mata dan struktur yang terkait yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif.  antibiotik golongan aminoglikosida

19. Canderin

Candesartan cilexitil, ARB,  Hipertensi - Pengobatan pada pasien dengan gagal jantung dan gangguan fungsi sistolik ventrikel kiri ketika obat penghambat ACE tidak ditoleransi.

20. Tilidon

Domperidone, antiemetik 21. FDC ARV

(endak eruh, mosok kombinasi fixed Dose Combination) 22. pil KB, Medroxyprogresteron

Levonorgestrel 0.15 mg, ethinylestradiol 0.03 mg(merk andalan) 23. Ranitidin

Ranitidin, gol antagonis reseptor histamin H2, Tukak lambung dan tukak duodenum, refluks esofagitis, dispepsia episodik kronis, tukak akibat AINS, tukak duodenum karena H.pylori, sindrom Zollinger-Ellison, kondisi lain dimana pengurangan asam lambung

24. Dexamethasone

Dexamethasone adalah obat anti inflamasi golongan glukokortikoid, Mengobati supresi inflamasi dan gangguan alergi, Cushing's disease, hyperplasia adrenal, dan sebagainya.

25. Ondansentron

Ondansentron, antiemetik 26. Prednisone

Prednisone, gol kortikosteroid, rtritis reumatoid, asma bronkhial, lupus eritematosus sistemik, demam reumatik yang berhubungan dengan karditis

27. CTM

Chlorphenamine maleate, antihistamin generasi 1 28. Cetirizine

Cetirizine, antihitamin generasi kedua 29. Furosemide

Furosemide, loop diuretic, Edema akibat gangguan jantung, hati,dan ginjal, serta hipertensi.

30. Streptomycin

Streptomycin, antibiotic aminoglikoksida, tbc 31. Amadiab

Glimepiride, Antidiabet gol sulfonylurea 32. Glibenclamid

Glibenclamid, antidiabel gol sulfonylurea 33. Glucodex

Gliclazide, antidiabet gol sulfonylurea 34. Glimepiride

Glimepiride, antidiabet gol sulfonylurea 35. Fonylin

Gliclazide, antidiabet gol sulfonylurea 36. Ataroc

Procaterol HCl, bronkodilator, Dispnea akibat Asma Bronkhial, Bronkhitis akut dan kronik, Emfisema Paru.

37. Triamcolon

(3)

Triamcolon, kortikosteroid, antihistamin dan antialergi, asma bronkial, rinitis alergi, AR, urtikaria, dermatitis atopik, dan dermatitis kontak

38. Loratadine

Loratadine, antihistamin non sedative generasi kedua, meredakan gejala alergi seperti hay fever, urtikaria.

39. Flunarizine

Flunarizine, CCB, Profilaksis migren, vertigo dan gangguan vestibular.

40. Asam traneksamat

Asam traneksamat,, bat generik golongan anti-fibrinolitik, Fibrinolisis lokal, Menorrhagia, Haemorrhage, prostatectomy, cervical conisation, angioneuretic edema herediter, abnormal perdarahan setelah operasi, perdarahan pada ekstraksi gigi pada pasien hemofilia..

41. Plasminex

Mengandung asam traneksamat

Referensi

Dokumen terkait

Obat yang paling banyak digunakan untuk menyembuhkan atau mengurangi demam, sakit kepala dan nyeri adalah golongan analgetik-antipiretik Penelitian ini dilakukan untuk menilai

Pemilihan obat golongan opoid untuk penatalaksanaan nyeri pada pasien kanker berdasarkan National Comprehensive Cancer Network (NCCN)

Penelitian ini merupakan suatu studi deskriptif dengan desain penelitian cross sectional untuk mengetahui gambaran penggunaan obat anti nyeri pada penderita

Diazepam merupakan obat golongan benzodiazepin yang digunakan untuk mengatasi gejala Diazepam merupakan obat golongan benzodiazepin yang digunakan untuk mengatasi gejala

Obat yang paling banyak digunakan untuk menyembuhkan atau mengurangi demam, sakit kepala dan nyeri adalah golongan analgetik-antipiretik Penelitian ini dilakukan untuk menilai

Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati kejang Obat Jenis epilepsi Efek samping yg mungkin terjadi.. Karbamazepin Generalisata, parsial Jumlah sel darah putih & sel darah

Pregabalin, salah satu first drug yang telah diakui FDA untuk nyeri neuropatik, telah dibuktikan melalui beberapa studi mengenai efektivitasnya dalam mengatasi nyeri neuropatik

Gambaran penggunaan obat anti epilepsi berdasarkan tipe kejang adalah tiap jenis bangkitan epilepsi ini diterapi dengan beberapa macam obat, dapat monoterapi ataupun politerapi sesuai