• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh: Milkhatun Fadhilah (14210590)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Oleh: Milkhatun Fadhilah (14210590)"

Copied!
112
0
0

Teks penuh

Program Studi Ilmiah Al-Quran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian dengan fokus penelitian etika komunikasi di media sosial yang berlandaskan Al-Quran. Hal ini tertuang dalam tesis yang berjudul “Perspektif Al-Qur’an Tentang Etika Komunikasi di Media Sosial (Studi Interpretasi Tematik)”.

Latar Belakang Masalah

Dalam konteks ayat ini Al-Qur'an menyatakan bahwa komunikasi yang bersangkutan menggunakan alat komunikasi berupa bahasa. Misalnya saja ayat-ayat Al-Qur’an yang menyebutkan landasan kejujuran yang biasa disebut amânah (ناة ا م). Jika Al-Qur'an sudah menjelaskan hal tersebut, pasti ada hikmah yang ingin disampaikan oleh Allah SWT.

Identifikasi Masalah

Pembatasan Masalah

Perumusan Masalah

Menjelaskan ayat mana yang merujuk pada etika dan komunikasi media sosial, serta menjelaskan penafsiran para ahli tafsir terhadap ayat-ayat tentang etika dan komunikasi media sosial. Mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir khususnya pada kajian tafsir tematik. Kami berharap tesis ini dapat mempertemukan kedua sudut pandang yang berbeda tersebut, sehingga ilmu pengetahuan, teknologi, dan Al-Qur’an dapat diperbandingkan dalam satu kesatuan kajian.

Tinjauan Pustaka

Disertasi Ummi Tanzila dengan judul skripsi Berita dalam Perspektif Al-Qur'an (Kajian Tematik), 2014 no. Dalam kesimpulan tesis ini disebutkan bahwa peribahasa atau perumpamaan merupakan salah satu cara Al-Qur'an menyampaikan pesan. Ucapan Al-Qur'an disampaikan dengan bahasa yang komunikatif (mudah), jelas, menarik dan nyata.

Data utama yang menunjang proses penulisan skripsi adalah Al-Quran, buku tafsir, buku bacaan yang berkaitan dengan etika komunikasi dan media sosial. Penelitian ini bersifat deskriptif-analitis yaitu berupaya mengungkap dan menjelaskan komunikasi khususnya etika komunikasi seseorang dalam menyampaikan informasi melalui media sosial. 33 Ditha Prasanti dan Sri Seti Indriani, “Etika Komunikasi di Media Sosial pada Ibu-ibu PKK di Desa Mekar Mukti Kab.

Teknik dan Sistematika Penulisan

Berdasarkan teori-teori yang dikembangkan oleh berbagai tokoh sosial di atas, dapat disimpulkan bahwa media sosial dapat berasal dari perkembangan cara individu berhubungan dengan perangkat media. Boyd (2009) menjelaskan media sosial sebagai kumpulan perangkat lunak yang memungkinkan individu dan komunitas untuk berkumpul, berbagi, berkomunikasi, dan dalam beberapa kasus berkolaborasi atau bermain satu sama lain. Media sosial memiliki kekuatan konten pengguna umum (UGC), dimana konten diproduksi oleh pengguna, bukan editor seperti di lembaga media massa.

Menurut Van Dijk (2013), media sosial adalah platform media yang berfokus pada keberadaan pengguna yang memfasilitasi mereka dalam aktivitas dan kolaborasinya. Oleh karena itu, media sosial dapat dilihat sebagai media online (fasilitasi) yang memperkuat hubungan antar pengguna serta ikatan sosial. Media sosial secara sederhana dapat dijelaskan sebagai media yang digunakan untuk berinteraksi dengan orang-orang yang terhubung dalam suatu jaringan.

Dari berbagai definisi di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa pengertian media sosial adalah suatu perangkat pendukung berupa aplikasi di Internet yang digunakan untuk melakukan interaksi sosial, baik itu komunikasi, pertukaran (pertukaran informasi) atau hal lainnya. yang berkaitan erat dengan komunikasi, pesan, berita. 28 Nawiroh Vera, “Media Sosial dan Runtuhnya Etika Komunikasi (Studi Kasus pada Akun Facebook Quraish Shihab dan Anies Sandy)”, dalam Prosiding Seminar Nasional, hal. 29 Novia Ika Setyani, “Pengguna media sosial sebagai alat komunikasi masyarakat (Studi deskriptif kualitatif pemanfaatan media sosial Twitter, Facebook dan Blog sebagai alat komunikasi masyarakat Akademi Berbagi Surakarta)”, dalam Jurnal Komunikasi, 2013, hal.

Lebih lanjut dari ketiga definisi di atas dapat disimpulkan bahwa etika komunikasi di media sosial adalah suatu moralitas atau perilaku yang dilakukan oleh seorang individu dalam berinteraksi dengan individu atau kelompok lain dengan menggunakan alat bantu yang berfungsi sebagai media penghubung interaksi kedua belah pihak. ..

Unsur Komunikasi

Fungsi Media Sosial

Selain sebagai media untuk berkomunikasi, media sosial juga mempunyai fungsi yang cukup berpengaruh dalam kehidupan sosial dan interaksi sosial, antara lain: 46. Sedangkan pada media yang bersahabat, terlihat banyak pengguna (pengguna jejaring sosial) yang dapat saling bertemu melalui media sosial. jejaring sosial dan berkomunikasi kembali dengan kerabatnya yang telah lama berpisah. Hal ini menunjukkan fungsi media sosial sebagai media pertemanan. Fungsi media sosial sebagai alat untuk menjalin silaturahmi, secara langsung dan tidak langsung berbanding lurus dengan perintah dalam Al-Quran yang memerintahkan manusia untuk saling mengenal dan berhubungan.

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Dengan media sosial, para pebisnis bisa menjangkau pelanggan secara gratis, biayanya hanya tenaga dan waktu. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta benda yang lain dengan cara yang batil, kecuali dengan cara jual beli yang sah di antara kamu.

Pengguna media sosial dapat meningkatkan keterlibatan dan komunikasi kita dengan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. 34;Berdirilah,” Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (mereka) untuk Allah dengan bukti yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.” (QS. Yusuf [12]: 108).

Saking pentingnya dakwah, apalagi di zaman modern ini, salah satu perkembangan terkini dalam media dakwah adalah dakwah melalui media sosial.

Dampak Media Sosial

Fenomena media sosial juga menawarkan sisi lain, sebagaimana dijelaskan Turkle (2011) bahwa kemajuan teknologi dan perangkat membuat komunikasi dan hubungan dengan orang lain semakin banyak dan luas. Tidak ada keintiman dan kedekatan antara orang-orang yang terhubung seperti di dunia nyata. Contoh lain dari hadirnya media sosial adalah, selain menimbulkan kecanduan, akses terhadap media sosial juga menyebabkan kaburnya ruang privat dan ruang publik.48 Selain itu, banyak juga contoh negatif yang ditimbulkan oleh media sosial, antara lain: digunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian (ujaran panas). ), mengintimidasi seseorang, memprovokasi dan membuat atau menyebarkan berita bohong (hoax).49.

Terlepas dari berbagai contoh di atas, Anang Sugeng Cahyono mengelompokkan dampak media sosial menjadi dua bagian, yaitu dampak positif dan dampak negatif. 49 Iftitah Jafar, “Konsep Berita dalam Al-Quran (Implikasinya Terhadap Sistem Pemberitaan Media Sosial),” dalam Jurnalisa, Vol. Dengan adanya media sosial sudah pasti banyak sekali informasi yang tersaji, dan jenis media sosial itu sendiri mempunyai fungsi sebagai penghubung pertemanan, sehingga memudahkan penyebaran informasi melalui jaringan pertemanan dan pesan-pesan yang dikirimkan melalui media tersebut terdistribusi. .

Karena media sosial ini ada di dunia maya atau di internet maka biaya yang dikeluarkan biasanya lebih murah karena tidak diperlukan lagi biaya transportasi atau media pendukung lainnya untuk berkomunikasi satu sama lain, karena cukup mengakses media sosial menggunakan media sosial. telepon genggam yang dilengkapi dengan fungsi internet, maka Anda cukup membeli pulsa untuk biaya yang diperlukan untuk mengakses informasi yang ingin Anda peroleh. AYAT AL-QUR'AN, HADITS DAN HUKUM ETIKA KOMUNIKASI DI MEDIA SOSIAL A. Kata hiwâr muncul tiga kali dalam Al-Qur'an, pertama pada surat al-Kahfi ayat 34 dan 37 dan pada surat al-Mujâdilah ayat 12.

Sedangkan menurut istilah bayân berarti menjelaskan maksud dengan pilihan kata yang paling tepat.4 Kata bayân banyak ditulis dalam berbagai bentuk di dalam Al-Qur'an.

Hadis Etika Komunikasi di Media Sosial

Suleiman bin Harbi memberitahu kami, Syubah memberitahu kami, dari Amr, dari Khaitsamah, dari Adij bin Hatimi, sesungguhnya Nabi melihatnya. Diceritakan kepada kami oleh Hujjain, diceritakan kepada kami oleh “Abdul Aziz, dari Manshur bin Udzain, dari Mekhuli, dari Abi Huraira, katanya, Rasulullah saw.

يراخبلا للهادبع وبأ ليعاسمإ نب دممح 6

يفعلجا لوسر رومأ نم رصتخلما حيحصلا دنسلما عمالجا

ةاجنلا قوط راد :قشمد(،يراخبلا حيحص = ومايأو وننسو ملسو ويلع للها ىلص للها٢٢١١

ى ءازلجا

بيشلا دسأ نب للاى نب لبنح نب دممح نب دحمأ للها دبع وبأ 7

نيا

لبنح نب دحمأ ماملْا دنسم

Telah diceritakan kepada kami, Muhammad bin Rafi', dia berkata: Telah diceritakan kepada kami daripada Abu 'Amir al'Aqadiy, daripada Hammad bin Salamah, daripada Humaid, daripada Anas bin Malik, sesungguhnya Nabi telah melihatnya. Dia memberitahu kami Yahya bin Ghailan, dia berkata, dia memberitahu kami Risydin, dia memberitahu saya Bakr bin 'Amr, daripada 'Amr bin Abi Na'imah, daripada Abi 'Uthman, sahabat Abu Hurairah, Rasulullah saw. pada dia.

ىسيع وبأ ،يذمترلا ،كاحضلا نب ىسوم نب ةرْوَس نب ىسيع نب دممح 8

يْبكلا عمالجا-

ننس

يذمترلا ،يملاسلْا برغلا راد :تويْب(

سأ نب للاى نب لبنح نب دممح نب دحمأ للها دبع وبأ 9

نيابيشلا د ،لبنح نب دحمأ ماملْا دنسم

Etika Komunikasi di Media Sosial dalam Perspektif Al- Qur’an Pengertian etika, komunikasi, dan media sosial telah dibahas pada bab

Sedangkan dalam buku “Al-Quran dan Tafsirnya” terbitan Kementerian Agama disebutkan pada ayat tersebut bahwa Allah SWT. 9 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Etika Dalam Keluarga, Masyarakat dan Politik (Tafsir Tematik), (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, 2011), hal. Sejalan dengan etika komunikasi dalam Al-Qur'an adalah contoh netiket dalam komunikasi one to one 23 tidak membicarakan orang lain atau pihak lain, apalagi membicarakan hal buruknya.

Pergerakan tidak boleh langsung memasuki area diskusi atau ruang pribadi sebagaimana tercantum dalam QS Al-Qur'an. Dalam buku “Al-Qur'an dan Tafsirnya” terbitan Kementerian Agama disebutkan bahwa dalam ayat tersebut Allah SWT. Adapun dalam perlindungan hak-hak tersebut, ayat Al-Qur'an menyatakan larangan plagiarisme dalam QS.

41 Nurul Aini Mukarromah, “Tabayyun dalam Al-Qur'an Menurut Pandangan Para Mufassirin", Institut Ilmu Al-Qur'an Jakarta, 2014, hal. Quraish Shihab, Pesan Tafsir al-Misbah, Kesan dan Harmoni dalam Al-Qur'an , (Ciputat: Lentera Hati, 2002), vol.Setelah membahas tentang etika komunikasi di media sosial dalam sudut pandang Al-Qur'an, sudah sepatutnya seseorang yang ingin berkomunikasi menggunakan media sosial harus mengetahui prinsip-prinsip komunikasi. yang telah disebutkan.

45 Nurul Aini Mukarromah, “Tabayyun dalam Al-Qur'an menurut pandangan Mufassirin,” Institut Ilmu Al-Qur'an Jakarta, 2014, hal. 33 agar tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran yang bertentangan dengan aturan undang-undang atau Al-Qur'an, karena pada prinsipnya peraturan perundang-undangan dan Al-Qur'an berlaku langsung untuk mengatur segala jenis aktivitas setiap individu, termasuk etika komunikasi. yang melakukan itu. di media sosial. Al-Hujurat [49]: 6 Apalagi bukti bahwa Al-Qur'an dan hukum berjalan beriringan dapat dilihat pada hukumnya.

Saran

Undang-Undang Republik Indonesia No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), khususnya Bab VII (UU Larangan), Pasal 27 s/d. 33 atau Undang-undang Republik Indonesia no. 19 tentang Perubahan Undang-Undang Republik Indonesia No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Kemudian pada Bab XI UU ITE (Ketentuan Pidana), Pasal 45 hingga. 49 menjelaskan sanksi hukum yang akan diterima oleh pihak yang melanggar etika berkomunikasi di dunia maya, undang-undang ini menjelaskan hal-hal yang dilarang ketika berkomunikasi di jejaring sosial, serta Alquran yang mengatur etika berkomunikasi sedemikian rupa. . sehingga dimungkinkan tercapainya komunikasi yang baik antar individu maupun kelompok.

Jadi dapat disimpulkan bahwa al-Qur’an, hukum dan ilmu pengetahuan modern dapat berjalan beriringan selama pemirsa media itu sendiri dapat mempelajari dan mengamalkan apa yang sebaiknya digunakan ketika berkomunikasi. atau memberikan informasi di dunia maya, tidak berdasarkan kebohongan, namun seorang muslim tetap mengedepankan kebenaran, kedamaian dan keamanan untuk mencapai komunikasi yang lebih berkualitas.

نيابيشلا دسأ نب للاه نب لبنح نب دممح نب دحمأ للها دبع وبأ

ماملإا دنسم

لبنح نب دحمأ. tt

لىولأا ،ةلاسرلا ةسسؤم :١٢٢١

للهادبع وبأ ليعاسمإ نب دممح يفجعا ياابلا

حيحصلا دنسلما عماجعا

ياابلا حيحص = همايأو هننسو ملسو هيلع للها ىلص للها لوسي يومأ نم رصتالما

ةاجنلا قوط ياد :قشمد١٢٢٢

كاحضلا نب ىسوم نب ةيْوَس نب ىسيع نب دممح

ىسيع وبأ ، ذمترلا

يربكلا عماجعا-

ذمترلا ننس

لاسلإا برغلا ياد :تويرب ، م

Konsonan

Vocal

شلا

Referensi

Dokumen terkait

Di dalam e-Commerce terdapat pembuktian, yaitu dengan lahirnya Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yaitu

hal tersebut yang mendasari pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang

Berdasarkan pertimbangan tersebut, perlu membentuk Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU

Sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang selanjutnya disebut UU ITE, korban dari pelaku tindak pidana

Transaksi Elektronik, penanganan mengenai kejahatan dunia maya e-commerce sulit untuk diselidiki karena kurangnya unsur-unsur pengaturan kejahatan ini diatur dalam

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 pasal 5 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang selanjutnya disebut Undang-Undang ITE dikemukakan

Kekuatan Pembuktian Transaksi Elektronik Dalam Tindak Pidana Perjudian Online Dari Perspektif Undang-Untang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik Putusan Nomor

Kemudian dalam Undang-Undang ITE atau Informasi Transaksi dan Elektronik tidak mengatur secara khusus terkait dengan praktik tindak pidana prostitusi online, dalam Pasal 27 ayat 1