PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Jika hanya memberikan beasiswa atau membangun fasilitas fisik, bank konvensional lebih mampu dibandingkan bank syariah. Pada awal berdirinya bank syariah seperti Mat Ghamir di Mesir, kegiatannya terfokus pada pemberian pelayanan kepada masyarakat miskin pedesaan. Berdasarkan penjelasan latar belakang masalah diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : “Optimalisasi Penghimpunan dan Penyaluran Dana Zakat pada Bank Syariah (Studi Kasus Bank Tabungan Syariah Negara KCP Ciputat Kota Tangerang Selatan) " .
Fokus dan Subfokus
Fokus mereka adalah pembangunan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan pembelajaran hidup ekonomi di kalangan masyarakat miskin. Pada akhirnya, gerakan perbankan Islam hanya dapat memberikan layanan kepada orang-orang kaya atau yang memiliki keamanan tinggi.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Sebagai masukan yang berguna bagi bank syariah untuk menghimpun dan menyalurkan dana zakat agar lebih optimal dalam meningkatkan kesejahteraan para mustahik khususnya yang dekat dengan bank tabungan negara syariah dan sejalan dengan ajaran Islam. Penulis berharap hasil penelitian ini dapat bermanfaat sebagai bahan bacaan dan literatur untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan penelitian ini.
Sistematika Penulisan
TINJAUAN PUSTAKA
Deskripsi konseptual fokus dan subfokus
- Pengertian Zakat
- Sejarah Zakat
- Ketentuan Umum Tentang Zakat
- Zakat Berdasarkan Sifatnya
- Jenis-jenis Zakat
- Landasan Hukum Tentang Zakat
- Pihak Yang Berhak Menerima Zakat
- Tujuan dan Hikmah Zakat
- Pengertian Penghimpunan
- Pengertian Pendistribusian
BTN Syariah mendirikan Unit Usaha Syariah (UUS) pada tanggal 14 Februari 2005 yang bertepatan dengan tanggal 5 Muharram 1426 H dengan Kantor Cabang Syariah di Jakarta (Jakarta Harmoni) yang merupakan kantor cabang syariah pertama bagi Bank BTN. Mengutamakan kolaborasi dalam menjalankan tugas untuk mencapai tujuan Bank BTN Syariah dengan kinerja terbaik. Sumber dana zakat di Bank BTN Syariah berasal dari tiga sumber dana yaitu zakat perusahaan/bank, zakat dari pegawai dan zakat dari nasabah.
Zakat pengurus dan pegawai adalah zakat yang berasal dari seluruh pengurus dan pegawai Bank BTN Syariah KCP Ciputat yang terikat dengan surat keputusan untuk membayar zakat kepada Bank BTN Syariah. Penghimpunan dana zakat di Bank BTN Syariah KCP Ciputat berbeda dengan lembaga amil zakat karena tidak bisa menerima zakat langsung dari masyarakat. Zakat nasabah merupakan zakat yang disetorkan secara langsung atau melalui transfer melalui rekening Bank BTN Syariah KCP Ciputat atau diserahkan melalui ATM.
Penyaluran zakat merupakan suatu metode penyaluran zakat yang dilakukan oleh Bank BTN Syariah KCP Ciputat kepada mustahik. Penyaluran dana zakat di Bank BTN Syariah KCP Ciputat yang bekerjasama dengan BAZIS BAZIS dilakukan dalam dua bentuk yaitu konsumsi dan produktif. Dalam menghimpun dan menyalurkan dana zakat, Bank BTN Syariah KCP Ciputat tidak lepas dari berbagai kendala yang harus dihadapi, antara lain: 19.
Kendala yang dihadapi Bank BTN Syariah KCP Ciputat dalam menghimpun dana zakat antara lain sebagai berikut. Kendala dalam pencairan dana zakat pada Bank BTN Syariah KCP Ciputat sendiri antara lain sebagai berikut. Bank BTN Syariah KCP Ciputat terus melakukan inovasi dalam penyaluran dana zakat untuk program pembangunan ekonomi.
Hasil Penelitian yang Relevan
Latar Penelitian
Banyak orang kaya yang semakin kaya dan banyak orang miskin yang semakin terpuruk karena kemiskinannya. Zakat mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam Islam, bahkan di negara Islam sekalipun, karena Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang selalu disejajarkan dengan shalat. Salah satu manfaat atau fungsi zakat adalah membantu, mendampingi dan membina para mustahik, khususnya fakir miskin dan dhuafa, menuju kehidupan yang lebih baik dan sejahtera, sehingga mampu mencukupi kebutuhan hidupnya dan beribadah kepada Allah.
Menurut undang-undang nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat, ada dua badan yang berhak mengelola zakat, yaitu yang pertama adalah Badan Amil Zakat yang dikelola oleh pemerintah dan yang kedua adalah Lembaga Amil Zakat yang dikelola oleh pemerintah. dikelola oleh Komunitas. Dalam konteks kehidupan berbangsa, kedua pimpinan lembaga zakat ini mempunyai peranan penting dalam melakukan pengelolaan dana zakat, keduanya merupakan lembaga penting yang akan menentukan keberhasilan pengelolaan potensi perekonomian masyarakat Indonesia dan berperan penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. visi agama Islam. Mengingat lembaga amil zakat merupakan perantara yang mengikat para muzakki dalam pendistribusian hartanya, maka diperlukan kepercayaan untuk mengelola zakat yang merupakan dana perwalian dengan baik, agar dana zakat dapat disalurkan kepada pihak-pihak yang berhak menerima. mereka sesuai dengan ketentuan syariah.
Dengan adanya fenomena tersebut, agar manfaat zakat dapat dirasakan secara maksimal oleh para mustahik, maka perlu memperhatikan upaya pengumpulan dan pendistribusian zakat yang dikelola oleh lembaga amil zakat dengan mempertimbangkan kondisi nyata masyarakat kita. adalah dari sudut pandang ekonomi. masih belum mampu hidup secara baik dan lestari, serta masih banyak masyarakat yang hidup dalam kesulitan.
Metode dan Prosedur Penelitian
Data dan Sumber Data
Metode ini digunakan untuk memperoleh data yang meliputi letak geografis, sejarah awal, visi dan misi, tujuan, data perkembangan beberapa tahun terakhir serta struktur organisasi di Bank BTN Syariah KCP Ciputat Kota Tangsel. Penyajian data dalam penelitian ini berupa tabel, gambar dan deskripsi dengan teks naratif yang dapat menjelaskan optimalisasi penghimpunan dan penyaluran dana zakat di Bank BTN Syariah KCP Ciputat Kota Tangsel. BTN Syariah Tbk (Persero) sebagai bagian integral dari Bank BTN merupakan bank milik negara yang menjalankan fungsi intermediasi dengan menawarkan berbagai produk seperti pembiayaan dan pembiayaan serta jasa lainnya.2.
Selalu berusaha menimba ilmu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan demi kemajuan Bank BTN Syariah. Senantiasa memberikan pelayanan terbaik dengan keikhlasan kepada Bank BTN Syariah dan seluruh pemangku kepentingan sebagai perwujudan ketaqwaan kepada Allah SWT. Namun meski tidak memungut zakat langsung dari masyarakat, Bank BTN Syariah melakukan pemanggilan secara individu sebagai staf meja kerja kepada nasabah agar bisa mengumpulkan zakat langsung dari masyarakat.
Selain itu Bank BTN Syariah KCP Ciputat tidak bekerjasama dengan pihak lain dalam pengumpulan uang zakatnya, karena Bank BTN Syariah KCP Ciputat bukanlah lembaga amil zakat yang menghimpun uang zakat dari pihak luar seperti dari masyarakat luas, melainkan Bank BTN Syariah hanya menerima zakat dari nasabahnya saja. Dengan banyaknya bencana alam, Bank BTN Syariah mempunyai program bantuan kemanusiaan yaitu membantu anggota keluarga yang terkena bencana antara lain tanah longsor, banjir, gunung meletus dan kebakaran. Model pengumpulan dana zakat di Bank BTN Syariah KCP Ciputat terbagi menjadi dua cara yaitu: a) melalui pemotongan gaji, b) pengiriman langsung ke Bank BTN Syariah KCP Ciputat atau transfer ke rekening Bank BTN Syariah KCP Ciputat.
Sementara itu, Bank BTN Syariah KCP Ciputat menghadapi kendala dalam penyaluran dana zakat, antara lain: a) belum adanya spesifikasi untuk menentukan kriteria mustahik yang akurat, b) belum adanya SDI dalam upaya meningkatkan ketepatan sasaran zakat, c) belum akuratnya sasaran zakat. data mustahik.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
Setelah data-data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan terkumpul, maka informasi dan informasi yang ditemukan dalam penelitian ini akan menjadi data yang selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif yaitu suatu teknik analisis data dimana penulis menjelaskan semuanya. data yang diperoleh dari temuan secara rinci dan sistematis, kemudian dijelaskan kemudian dianalisis sesuai rumusan masalah dan tujuan penelitian untuk disajikan lebih lanjut. Merupakan suatu proses yang berlangsung sepanjang penelitian, dengan menggunakan seperangkat alat yang telah disiapkan, untuk memperoleh informasi data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi literatur. Alat utama dalam penelitian ini adalah penelitian sendiri, dalam proses pengumpulan data peneliti dapat langsung melakukan analisis, sesuai dengan informasi data yang diperoleh di lapangan.
Reduksi data berarti membuat daftar permasalahan pokok, memusatkan perhatian pada permasalahan yang penting, dengan mencari pola dan tema dari apa yang ditemukan peneliti di lapangan. Karena jumlah data yang dikumpulkan peneliti cukup besar, maka reduksi data akan membantu agar lebih detail. Penyajian data dalam penelitian kualitatif dapat berupa deskripsi singkat, grafik, bagan, matriks, atau teks naratif.
Penyajian data merupakan kumpulan informasi terstruktur yang dimiliki peneliti yang berguna untuk memudahkan peneliti dalam memahami suatu gambaran dan memberikan informasi.
Validitas Data
Teknik ini menjamin laporan hasil fokus penelitian dilakukan secara menyeluruh dan seakurat mungkin, mencerminkan konteks di mana penelitian dilakukan.Teknik tidak dapat dilaksanakan jika tidak disertai dengan catatan pelaksanaan penelitian. keseluruhan proses penelitian dan hasilnya.12.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambara Umum PT. Bank Tabungan Negara Syariah Tbk
- Profil Bank Tabungan Negara Syariah KCP Ciputat
- Visi dan Misi dari Bank BTN Syariah KCP Ciputat
- Struktur Organisasi Bank BTN Syariah KCP Ciputat
- Landasan Operasional Bank BTN Syariah KCP Ciputat
- Nilai-nilai dasar Bank BTN Syariah KCP Ciputat
- Etika Bank BTN Syariah KCP Ciputat
- Pedoman Pegawai Bank BTN Syariah KCP Ciputat
Temuan Penelitian
- Penghimpunan dan Pendistribusian Dana Zakat di Bank BTN
BTN Syariah beroperasi, selain sebagai lembaga perantara yang menghimpun dan menyalurkan dana dan jasa, berdasarkan Undang-undang No. penyaluran dana yang bersumber dari zakat. Zakat perusahaan wajib dikeluarkan oleh bank sebagai bentuk kepatuhan terhadap hukum Islam. Selain itu zakat yang dikeluarkan oleh bank syariah juga berbeda dengan bank konvensional dimana pada bank konvensional tidak ada kewajiban bagi perusahaan/bank untuk mengeluarkan zakat. Besarnya zakat yang dikeluarkan didasarkan pada pendapatan masing-masing karyawan dan dipotong sesuai perhitungan syariah.
Untuk zakat yang dipungutnya dari bagi hasil yaitu 2,5% dari laba sebelum pajak (bagi hasil), 2,5% diambil dari bagi hasil, (misalnya bagi hasil yang diterima nasabah adalah 10.000, maka 2,5% adalah dipotong sebesar Rp. Untuk mencerdaskan umat, Bank BTN meluncurkan Beasiswa Dhuafa Berprestasi yaitu bantuan pendidikan atau beasiswa bagi masyarakat dhuafa, mulai tingkat SD hingga Perguruan Tinggi, beasiswa juga diberikan kepada pelajar penghafal Al Quran. Semangat Bank BTN adalah membantu membangun keagamaan fasilitas dan membangun pesantren agar masyarakat mempunyai sarana untuk beribadah dan beribadah serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Untuk program kesehatan, Bank BTN memberikan layanan gratis kepada warga kurang mampu dan anak yatim piatu. Bank BTN Syariah memanfaatkan dana HIS untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin, mengentaskan kemiskinan dengan memajukan keimanan dan mencerdaskan umat, serta menciptakan usaha produktif dan bantuan kemanusiaan. Upaya untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan meningkatkan SDI untuk menyalurkan zakat agar zakat yang disalurkan tepat sasaran.
Menurut pandangan peneliti mengenai penghimpunan dan penyaluran dana zakat pada Bank BTN Syariah KCP Ciputat masih belum maksimal karena penyaluran dana zakat itu sendiri masih hanya... sebatas membantu dan mendampingi mereka dalam memenuhi kebutuhan mendesak dan mempunyai belum mencapai taraf mencapai kehidupan yang lebih baik dan sejahtera yang memungkinkan mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan baik dan mencapai kemandirian finansial. Model penyaluran dana zakat sebenarnya dilakukan dalam 2 bentuk yaitu konsumtif dan produktif.