PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sedangkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sulawesi Selatan berhasil mengumpulkan dana Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) sebesar 13 Miliar (Tsarina Maharani, 2020). BAZNAS Sinjai sebagai salah satu lembaga Amil Zakat yang ikut serta dalam pengelolaan Zakat tentunya berperan dalam upaya mengefektifkan pengelolaan Zakat.
Rumusan Masalah
Tantangan utamanya adalah apakah zakat online dapat menjadi salah satu cara untuk mengoptimalkan potensi zakat di Kabupaten Sinjai. Hal inilah yang menjadi ketertarikan peneliti untuk melakukan penelitian dengan judul “OPTIMALISASI BAZNAS ZAKAT ONLINE BAGI MUZAKI DI KABUPATEN SINJAI”.
Tujuan Penelitian
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan badan resmi dan satu-satunya yang dibentuk oleh pemerintah berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 105 Tahun 2001 tentang Badan Amil Zakat Nasional yang mempunyai tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan. Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) tingkat nasional. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan badan resmi dan satu-satunya yang dibentuk oleh pemerintah berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 105 Tahun 2001 tentang Badan Amil Zakat Nasional yang mempunyai tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan. Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) tingkat nasional.
Manfaat Penelitan
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Teori
Organisasi Pengelola Zakat di Indonesia terdiri dari Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Di Indonesia, pengelolaan lembaga amil zakat diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat menggantikan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999.
Tinjauan Empiris
Nurkholish Majid (2020) tentang “Optimalisasi Kinerja Lembaga Amil Zakat Dengan Standar Mutu Iso 9001” Kesimpulan dari hasil penelitian adalah penerapan manajemen mutu pada lembaga zakat berperan penting dalam meningkatkan kinerja, hal ini terlihat dari aspek keuangan, proses dan indeks zakat secara keseluruhan, yang mencakup sumber daya manusia, kesejahteraan akhir. Agar zakat dapat menjadi sumber dana yang dapat digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya untuk menyelamatkan masyarakat dari kemiskinan dan menghilangkan kesenjangan sosial, maka zakat harus dikelola secara profesional dan bertanggung jawab. Ramadhita (2017) tentang “Optimalisasi Peran Lembaga Amil Zakat Dalam Kehidupan Sosial” menyimpulkan bahwa zakat, infaq, shadaqah sebagai sumber pembiayaan sosial tidak dapat menyelesaikan permasalahan sosial ekonomi yang dihadapi masyarakat muslim di Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi zakat LAZIS Wahdah berhasil memberikan bantuan pada program kemandirian. Erma Novitasari, (2018) Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis tentang “Analisis Transparansi, Optimalisasi Pengelolaan Zakat dan Efisiensi Lembaga Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (LAZISMU) Kabupaten Ponorogo” Menemukan Penyaluran Zakat, Infaq dan Shodaqoh masih berpihak pada masyarakat miskin. kepada orang miskin, fi sabilillah. Nunung Nurlaela (2019) Jurnal Ekonomi Islam STEI Hamfara Yogyakarta tentang “Optimalisasi Pengelolaan Zakat Untuk Kesejahteraan Masyarakat (Studi Kasus Amil Badan Amil Zakat Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta)”.
Rizkiyah Audina (2019) Jurnal Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung tentang “Strategi Pengelolaan Zakat Rumah Yatim Dalam Upaya Mengoptimalkan Pemberdayaan Masyarakat” Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan zakat di panti asuhan dalam upaya optimalisasi pemberdayaan masyarakat meliputi pembuatan strategi yang mendukung kemajuan panti asuhan dalam mengembangkan visi dan misi lembaga, mengidentifikasi peluang dan ancaman, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, menentukan tujuan jangka panjang, dan mengidentifikasi alternatif strategis. Penerapan strategi terkoordinasi dengan sangat baik, hal ini terlihat dari pengembangan strategi yang sesuai dengan budaya institusi, arahan di bidang pemasaran serta penerapan aspek pengelolaan zakat yang baik dan matang.
Kerangka Konsep
Dengan menggunakan sistem online, zakat kini telah berubah dari pembayaran konvensional menjadi pembayaran online melalui wire transfer. Menggunakan Internet sehingga pembayaran dan informasi Zakat dapat diakses dan dilakukan dimana saja dan kapan saja.Pembayaran yang berperan sebagai saluran pembayaran Zakat menggunakan metode perdagangan dan pembayaran elektronik. Kemajuan zakat online mulai terkenal pada tahun 2015, namun BAZNAS memulai sistem informasi online pada tahun 2013.
Saat ini BAZNAS telah memiliki website masing-masing dengan alamat http://www.baznas.go.id atau http://tengah.baznas.go.id dan sejak tahun 2013 telah terdapat sistem zakat online untuk muzak, layanan yang diberikan secara online. kepada muzak. Cara Pembayaran Zakat BAZNAS Online, Dalam melakukan pembayaran zakat melalui BAZNAS, muzak dapat melakukan transfer atau kliring melalui counter bank ke rekening BAZNAS. Login Muzaki (Pojok Muzaki), Login Muzaki digunakan bagi muzaki jika ingin masuk ke sistem zakat online BAZNAS.
Konfirmasi Pembayaran Zakat Konfirmasi pembayaran Zakat dapat dilakukan dengan mengklik menu Konfirmasi Pembayaran pada menu Layanan Muzaki. Riwayat Pembayaran Zakat Riwayat Pembayaran Zakat merupakan hasil laporan pembayaran zakat yang telah diterima oleh BAZNAS.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Fokus Penelitian
Pemilihan Lokasi dan Situs Penelitian
Populasi dan Sampel
Instrumen penelitian ini adalah angket tertutup karena jawaban diberikan sedemikian rupa sehingga responden hanya memilih satu alternatif jawaban yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden berupa laporan tentang kepribadiannya atau hal-hal yang diketahuinya. Data yang terkumpul kemudian dianalisis berdasarkan teori sehingga hasilnya berguna untuk membuat hipotesis atau mengambil keputusan.Teknik pengumpulan data untuk memperoleh informasi dari berbagai sumber menggunakan kuesioner (kuesioner). Pertanyaan tertutup diukur dengan menggunakan skala interval 1-5, dari sangat setuju hingga sangat tidak setuju.
Pengumpulan Data
Berdasarkan analisis statistik yang digunakan yaitu analisis penyajian yang bertujuan untuk mengetahui Optimasi Zakat Baznas Online bagi Muzaki di Kabupaten Sinjai dengan klasifikasi tinggi atau rendah. Jadi dapat disimpulkan pengelolaan zakat online di Baznas muzak di kabupaten Sinjai sudah berjalan maksimal. Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah pengelolaan zakat online untuk muzak Bazna sudah berfungsi maksimal.
Koefisien determinasi® dilakukan untuk melihat betapa hebatnya sajian optimalisasi zakat online Bazna bagi muzaki di Kabupaten Sinjai. Zakat online merupakan suatu proses pembayaran zakat yang dilakukan dengan menggunakan sistem digital atau online dimana muzaki tidak bertemu langsung dengan amil zakat dengan melakukan pembayaran zakat. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan terhadap optimalisasi Baznas zakat online muzaki di kabupaten Sinjai, pengelolaan dan peran zakat online terhadap Baznas muzaki sangat optimal dan signifikan.
Hasil linear sederhana yang diperoleh adalah Y optimal. 9 Layanan zakat online menawarkan berbagai pilihan untuk membayar zakat. zakat profesi, zakat fitrah, dan zakat harta/mal).
Instrumen Penelitian
Metode Analisis Data
- Struktur BAZNAS
- Visi, Misi dan Nilai
- Bentuk Kegiatan
Hasil Penelitian
- Gambaran Umum Responden
- Analisis Korelasi Data
- Analisis Data
Responden yang akan mengisi kuesioner adalah pengurus badan amil zakat nasional kabupaten Sinjai yang berjumlah 17 orang.Data yang disajikan dalam identitas responden bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai keadaan responden. Pada tabel 4.1 diatas dapat dilihat jumlah, nama dan jabatan responden, sehingga dapat disimpulkan bahwa total jumlah, nama dan jabatan responden yang diteliti adalah 17 responden pengurus BAZNAS Kabupaten Sinjai. Pada tabel 4.2 diatas terlihat jumlah responden laki-laki sebanyak 12 orang dan jumlah responden perempuan sebanyak 5 orang, sehingga dapat disimpulkan bahwa jumlah responden yang diteliti adalah 17 responden.
Dari tabel 4.4 diatas terlihat dimana variabel (X) diukur, terlihat bahwa total setiap pertanyaan dari pengukuran ini diambil dari 17 responden dengan 12 pertanyaan, sehingga item-itemnya benar-benar dapat mengukur variabel tersebut. Berdasarkan tabel 4.5 diatas terlihat terdapat 12 pertanyaan tentang variabel Berdasarkan tabel 4.6 diatas pertanyaan mempunyai variabel Y sebanyak 12 yang diberikan kepada responden hasil alat ukur sebesar 0,893 yang sesuai dengan reliabilitas tes dilakukan.
Dari hasil pengolahan data zakat online (X) ke basis (Y), maka diperoleh hasil koefisien regresi dari pengolahan data sebagai berikut. Dari tabel 4.5 diatas hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa zakat online mempunyai nilai signifikan sebesar 0,003 kurang dari 0,05 dan koefisien.
Pembahasan
Lembaga Amil Zakat Berbasis Online Badan Amil Zakat Nasional dan beberapa lembaga Amil Zakat telah menerapkan sistem zakat berbasis online melalui website, bahkan banyak lembaga Amil Zakat yang bermitra dengan perusahaan lain untuk menerapkan sistem pengelolaan zakat online. Sistem pembayaran zakat online mungkin memerlukan penjangkauan masyarakat yang tidak memahami teknologi, dan perlunya keamanan untuk mengamankan sistem pembayaran zakat online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan zakat yang efektif akan membuat kontribusi zakat terhadap perekonomian menjadi lebih optimal.
Kesimpulan dari penelitian adalah sistem zakat online sangat membantu para muzaka dalam menyalurkan zakat khususnya bagi mereka yang berada jauh dari kantor BAZNAS dan perjalanan, sedangkan laporan zakatnya dapat dimanfaatkan oleh para muzaka. Optimalisasi Potensi Dana Zakat, Infaq, Sadaqah dalam Modal Ekonomi di Kabupaten Sukoharjo (Studi Kasus Badan Amil Zakat Kabupaten Sukoharjo). Analisis Transparansi, Optimalisasi Pengelolaan Zakat dan Efisiensi Lembaga Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (LAZISMU) Kabupaten Ponorogo.
Optimalisasi Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan Umat (Studi Kasus pada Badan Amil Zakat Nasional Daerah Khusus Yogyakarta). 11 Pihak yang dapat memberikan data atau mengakses aplikasi zakat online adalah pihak yang mempunyai izin akses atau merupakan pemilik yang sah.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Sepky Mardian, https://sepkymardian.wordpress.comsistem-zakat-diindonesia-perspeksi-wisata-dan-regular/, diakses 4 Februari 2021. Kesimpulan hasil penelitian adalah penerapan manajemen mutu pada lembaga zakat merupakan Peran penting dalam peningkatan kinerja dapat diperoleh dari aspek keuangan, proses dan indeks zakat secara keseluruhan, termasuk sumber daya manusia dan kesejahteraan saat ini. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Zakat Infaq dan Sadaqah, khususnya ibadah Zakat sebagai rukun Islam, merupakan kewajiban setiap muslim yang mampu mengeluarkan Zakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa zakat, infaq, shadaqah sebagai sumber pembiayaan sosial tidak dapat menyelesaikan permasalahan sosial ekonomi yang dihadapi masyarakat muslim di Indonesia. Hasil penelitian ilmiah, kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi acuan masyarakat berkembang untuk membangun kesadaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan zakat di panti asuhan dalam upaya optimalisasi pemberdayaan masyarakat meliputi rumusan.
3 Pembayaran Zakat Online dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun 4 Pembayaran Zakat Online tidak. akan dapat melakukan transaksi jika terjadi kegagalan sistem. 5 Website yang digunakan untuk pembayaran zakat online harus menggunakan tanda tangan digital dalam melakukan transaksi. 6 Website yang digunakan untuk membayar zakat secara online tidak akan ada lagi. menjual informasi kepada perusahaan lain.
8 Pembayaran Zakat Online Muzaki Corner memiliki fitur kalkulator Zakat untuk memudahkan jumlah Zakat yang harus dibayarkan.