• Tidak ada hasil yang ditemukan

P ST PRD 053 R0 83445 Prosedur pengelolaan Energi

N/A
N/A
Nadilah

Academic year: 2025

Membagikan "P ST PRD 053 R0 83445 Prosedur pengelolaan Energi"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR ISI

I. TUJUAN... 1

II. RUANG LINGKUP...1

III. DEFINISI...1

IV. KEBIJAKAN...1

V. FUNGSI DAN ORGANISASI...2

VI. RISIKO DAN PENGENDALIAN RISIKO...3

VII. TATA CARA MEKANISME PROSES...3

VIII. PENGECUALIAN...8

IX. KRITERIA KEBERHASILAN...8

X. DOKUMEN TERKAIT...8

XI. RECORD / FORM TERKAIT...8

(2)

I. TUJUAN

Prosedur ini dibuat untuk sebagai panduan dalam melakukan pengelolaan energi thermal dan listrik di PT. Semen Tonasa.

II. RUANG LINGKUP

Prosedur ini di terapkan di seluruh unit pengendali Critical Operating Parameter (COP), Critical Maintenance Parameter (CMP) dan tim energi PT.Semen Tonasa

III. DEFINISI Energi

Sumber daya yang dapat di manfaatkan untuk melakukan berbagai proses kegiatan seperti Energi bahan bakar, Energi listrik, energy mekanik dan energy panas.

Sebagian besar energy di hasilkan dari sumber daya alam yang meliputi minyak dan gas bumi, air, batu bara, panas bumi, gambut, biomassa dan sebagainya, baik di hasilkan secara langsung maupun secara tidak langsung sehingga dapat di manfaatkan sebagai energi.

Konservasi Energi:

Upaya sistematis, terencana, dan terpadu guna melestarikan sumber daya energi dalam negeri serta meningkatkan efisiensi pemanfaatannya.

Kegiatan pemanfaatan energi secara efisien dan rasional tanpa mengurangi penggunaan energi yang memang benar-benar diperlukan untuk menunjang kelancaran operasi.

Pengelolaan Energi

Kegiatan terpadu untuk mengendalikan konsumsi energi agar tercapai pemanfaatan energy yang efektif dan efisien untuk menghasilkan keluaran yang maksimal melalui tindakan teknis secara terstruktur dan ekonomis untuk meminimalisasi pemanfaatan energy termasuk energy untuk proses produksi dan meminimalisasi konsumsi bahan baku dan bahan pendukung.

Audit Energi

Proses evaluasi pemanfaatan energy dan identifikasi peluang penghematan energy serta rekomendasi peningkatan efisiensi pada pengguna sumber energy dan pengguna energy dalam rangka konservasi energi.

Tim Energi

Tim yang melakukan pengelolaan energy dan monitoring hal yang bersangkut paut dengan energi untuk meningkatkan efisiensi

Manager Energi

Anggota Tim Energi yang sudah mengikuti Setifikasi Manager Energi dan di nyatakan lulus sebagai manager Energi dan di tunjuk untuk melaksanakan manajemen energi.

(3)

IV. KEBIJAKAN

PT Semen Tonasa sebagai perusahaan yang memproduksi dan memperdagangkan Klinker dan Semen mempunyai komitmen untuk:

1. Memenuhi harapan pelanggan agar seluruh produk yang dihasilkan dan dipasarkan melalui pemenuhan persyaratan mutu, pelayanan terbaik serta keabsahan hasil uji yang didukung oleh sistem manajemen yang terintegrasi dengan mengacu pada pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Standar Internasional.

2. Meningkatkan nilai dan pertumbuhan perusahaan secara berkesinambunganmelalui prioritas pemasaran pada pasar utama, peningkatan produktivitas dan program efisiensi di segala bidang.

3. Meningkatkan tanggungjawab dan kepedulian terhadap Stakeholder dengan cara:

a. Selalu menaati peraturan dan perundang-undangan serta persyaratan lainnya yang berlaku, untuk mutu, lingkungan, K3 dan energi

b. Pengelolaan sumber daya alam secara efektif dan efisien untuk mengantisipasi dampak pemanasan global termasuk upaya efisiensi energi, pengurangan dan pemanfaatan limbah B3 & Non-B3, pengurangan pencemar udara, konservasi air, perlindungan keanekaragaman hayati, serta berusaha mencegah terjadinya pencemaran dan pengendalian dampak lingkungan.

c. Perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja dengan menjaga lingkungan kerja yang sehat, aman, mencegah dan mengendalikan kecelakaan kerja serta kejadian berbahaya pada kegiatan operasional perusahaan meliputi operasi pertambangan, pabrik semen, pembangkit listrik tenaga uap dan pelabuhan khusus.

d. Pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai wujud komitmen terhadap Masyarakat sekitar.

4. Melaksanakan Good Corporate Governance (GCG) dan selalu memperhatikan aspek risiko dalam mewujudkan perusahaan bertaraf internasional.

5. Mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional untuk mendukung pelaksanaan seluruh komitmen perusahaan.

6. Menyediakan sumber daya dan informasi untuk pengelolaan energi

7. Mendukung pembelian dan desain yang mempertimbangkan kinerja energi Kebijakan ini merupakan kerangka dasar dalam penyusunan sasaran dan tujuan pengelolaan Sistem Manajemen perusahaan serta untuk diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh Karyawan. Kebijakan ini akan selalu dikaji, dikembangkan dan disempurnakan untuk peningkatan secara berkelanjutan.

Kebijakan energi ditetapkan dan ditandatangani oleh Direktur Utama pada 1 November 2018.

Kebijakan ini telah disosialisasikan ke seluruh Karyawan dan Kontraktor melalui Training Sosialisasi, Spanduk, Intranet, Email dan Media lainnya. Kebijakan juga telah diinformasikan kepada pemasok penting yang dapat mempengaruhi kinerja energi perusahaan melalui email.

Kebijakan tersedia untuk umum dalam bentuk informasi yang ditempel di Pos Keamanan, Lobi, Ruang Rapat dan Lokasi lain yang memungkinkan terbaca oleh Tamu dan umum.

Isi kebijakan akan ditinjau kesesuaiannya setahun sekali dalam Management Review Meeting.

(4)

V. FUNGSI DAN ORGANISASI

NO FUNGSI UNIT KERJA PENANGGUNG JAWAB

1. Melakukan pengelolaan energi di PT. Semen Tonasa

Managemen PT. Semen Tonasa 2. Mengumpulkan data-data terkait

energi baik thermal maupun listrik

Tim Energi & Manager Energi 3 Melakukan peninjauan energi dan

memverifikasi

Manager Energi & Auditor Energi 4. Mengidentifikasi dan menganalisa

data-data energi

Tim Energi 5. menetapkan Significant Energy

Uses (SEUs)

Tim Energi

6. Membuat data Energy

Performance Indicator, Baseline dan Baseload.

Tim ENergi

7. Membuat laporan terkait kinerja energi thermal dan listrik bulanan/

tahunan

Biro perencanaan dan pengendalian Produksi

8. Melaporkan hasil kegiatan ke managemen

Tim Energi

VI. RISIKO DAN PENGENDALIAN RISIKO KOD

E RISIKO PENGENDALIAN RISIKO

R1 Target penghematan energi tidak tercapai

Melakukan kalibrasi alat ukur energy dan evaluasi parameter Critical Operating Parameter (COP)

VII. TATA CARA MEKANISME PROSES Flow Chart Team Energi

DIREKTUR OPERASI ENERGI MANAGER

(5)

Uraian Kegiatan

1. Perusahaan membentuk tim manajemen energy untuk melakukan pengelolaan energi di PT. Semen Tonasa. Anggota tim energy di pilih berdasarkan ruang lingkup pekerjaan dan kompetensi (sertifikasi). Legalitas tim di sahkan dalam surat keputusan Direksi.

2. Tim energy bersama manager energy melakukan identifikasi, analisa dan evaluasi data-data energi yang di gunakan baik thermal maupun listrik dan kemudian memastikan data energy tersebut valid dan dapat di gunakan.

MANAGER ENERGI

PENGAMBILAN DATA ENERGI

MENENTUKAN SEUs

MEMBUAT DATA BASELINE DAN

BASELOAD MENGANALISA

DATA ENERGI

MEMBUAT LAPORAN BULANAN DAN

TAHUNAN

MELAPORKAN HASIL KEGIATAN

KE MANAJEMEN SELESAI

MULAI

AUDIT INTERNAL, EXTERNAL

YES PEMBENTUKAN TIM

ENERGI

NO

(6)

Data energy di identifikasi berdasarkan: jenis sumber energi, jumlah konsumsi per jenis dan per periode di mana energy tersebut di gunakan. Hasil identifikasi, analisa dan evaluasi di tuangkan ke Form Energy Diagram/tabel.

3. Manajer Energi meninjau Energi Diagram dan memberikan masukan. Dalam proses iniverifikasi data harus memastikan bahwa data dapat di telusuri dan terukur. Metode verifikasi dapat menggunakan Audit Teknis. Audit Teknis harus di lakukan oleh auditor bersertifikat sesuai dengan PerMen ESDM No.14 Tahun 2012.

4. Hasil dari peninjauan energy oleh manager energy dan verifikasi oleh Auditor Energi, di tetapkanlah Significant Energy Uses (SEUs) yang di identifikasi secara berjenjang. Mulai dari lingkup perusahaan (Level 1) dan di lanjutkan per proses (Level 2) menggunakan Form Energy Diagram. Di tetapkan bahwa SEU adalah pengguna energy terbesar (sampai dengan 80%) atau yang memiliki peluang peningkatan terbesar.

5. SEU level 1 mengacu pada besaran konsumsi energi primer dalam satuan kJ (Kilo Joule) untuk thermal energi yang dimaksud adalah konsumsi batubara, untuk listrik mengacu pada listrik impor dari PLN.

SEU level 2 thermal adalah pengguna energi thermal yang terdiri atas powerplant dan cement plant

SEU level 2 listrik menggunakan data listrik impor PLN seperti SEU level 1 ditambah dengan energi listrik yang dihasilkan internal. Agar dapat diketahui siapa SEU untuk seluruh energi listrik yang digunakan di perusahaan.

SEU level 3 thermal terdiri atas SEU level 3 thermal power plant yang terdiri atas power plant AB dan CD. SEU level 3 thermal cement plant yang terdiri atas cement plant tonasa 2, tonasa 3, tonasa 4 dan tonasa 5.

SEU level 3 listrik terdiri atas SEU level 3 listrik tonasa 2, tonasa 3, tonasa 4 dan tonasa 5.

SEU level 4 listrik terdiri atas SEU level 4 listrik Klinker Plant 4, Klinker Plant 5, Semen Plant 4, Semen Plant 5.

SEU level 5 listrik terdiri dari Listrik raw mill 411, raw mill 412. Coal Mill Atox Tonasa 4, Kiln Tonasa 4, Semen Mill 419, Semen Mill 420, raw mill 5, coal mill 5, kiln 5, semen mill 5.1

Penetapan SEU di dokumentasikan di dokumen penetapan SEU form No.

36.3.0/03/R/01.

6. Apabila di identifikasi sebagai SEUs, maka Tim Energi harus menentukan driver dari masing-masing SEUs. Apabila bukan SEU, maka pengguna energy tersebut

(7)

dikendalikan sesuai pengendalian operasional yang sudah ditetapkan. Data driver dituangkan ke dalam form Energy Performance Indicators (EnPIs).

7. Tim Energi menetapkan Energy Performance Indicator, Baseline dan Baseload.

Hasil identifikasi, perhitungan, dan pemantauan dituangkan ke dalam form EnPIs

& Form Laporan kinerja Energi Thermal dan listrik.

8. Baseline akan disesuaikan ketika terjadi perubahan yang signifikan yang berpengaruh terhadap kinerja energi. Perubahan signifikan yang dimaksud termasuk perubahan yang menyebabkan konsumsi energi naik minimal 5% untuk produksi yang sama, perubahan bahan bakar, perubahan tekonologi. Jika dirasa perubahan siginifikan tersebut masih bisa dinormalisasi maka perubahan baseline tidak perlu dilakukan.

9. Dari hasil analisis data sebelumnya dan dari hasil audit energy teknis, Tim Energi mengidentifikasi peluang-peluang peningkatan kinerja energi yang dapat di lakukan.

10. Peluang peningkatan efisiensi energy dapat berupa usaha mengendalikan parameter operasi atau hal-hal yang mempengaruhi efisiensi konsumsi energi.

11. Peluang peningkatan efisiensi energy atau perbaikan yang terkait dengan perubahan teknologi atau rekayasa teknis dilakukan dengan menggunakan pertimbangan operasional dan kondisi financial perusahaan.

12. Tim energy menyusun semua aktivitas peluang peningkatan efisiensi energy dalam Energy Conservation Opportunity (ECO) list. ECO list berisiaktivitas- aktivitas penghematan energi, perhitungan peluang efisiensi energy, dan penghematan financial.

Peluang peningkatan efisiensi energy harus bias mengestimasi berapa peluang penghematan energi yang bias dicapai termasuk pengehematan financial.

13. Dari ECO list, dipilih kegiatan penghematan energy menggunakan matrix untuk menentukan skala prioritas yang dituangkan ke dalam sebuah action plan.

14. Action plan masing-masing SEU berisi rencana penghematan energi detail meliputi rencana kerja, target, timeline, penanggung jawab yang dibuat oleh pimpinan proyek dan pengawas proyek dan disahkan oleh Ketua Tim energi, Manager Energi, dan MR.

15. Action plan list penurunan konsumsi energy pertahun berisi action plan masing- masing SEUs dan jumlah saving pertahun dalam rupiah, dan disahkan oleh Top Management.

16. Eksekusi rencana peningkatan efisiensi energi (action plan) dimasukkan ke dalam program kerja masing-masing departemen yang di monitoring pencapaiannya setiap bulan.

(8)

17. Laporan kinerja energi thermal dan listrik bulanan akan dibuat dan dilaporkan oleh Biro perencanaan dan pengendalian Produksi.

18. Realisasi COP/CMP masing-masing SEUs akan dicatat dalam form masing- masing, penyimpangan dalam COP/CMP (di atas nilai maksimal atau di bawah nilai minimal) akan di investigasi, dievaluasi dan di tanggapi oleh penanggung jawab SEUs. Investigasi dilakukan pada interval waktu sesuai dengan dokumen COP/CMP form no. 36.3.0/03/R/07.

19. Tim Energi melakukan rapat bulanan untuk melakukan review dan evaluasi pencapaian kinerja energi. Perubahan signifikan atas kinerja energi (berbeda minimal 50% dibanding bulan sebelumnya) akan diinvestigasi, dievaluasi dan ditanggapi oleh tim energi. Jika kinerja bulan berjalan boros akan diinvestigasi, dievaluasi dan ditanggapi oleh tim energi.

20. Tim energy akan membuat dan melaporkan kinerja energy tahunan pada rapat tinjauan manajemen

VIII. PENGECUALIAN

Tim energi menetapkan Energy Performance Indicator Baseline kecuali terjadi perubahan signifikan yang berpengaruh terhadap kinerja energi seperti naiknya komsumsi pemakaian energi minimal 5%, maka akan di lakukan penyesuaian.

IX. KRITERIA KEBERHASILAN

Peningkatan efisiensi dan efektifitas penggunaan energi di segala bidang Memiliki Setifikat ISO 50001 management Energi

X. DOKUMEN TERKAIT

1. Standar Sistem Manajemen Terintegrasi dan Sistem Manajemen lainnya (ISO 9001, ISO 14001, ISO 17025, SMK3, ISO 45001 dan ISO 50001).

XI. RECORD / FORM TERKAIT 1. Form SEU

2. Form Energi Baseline & EnPI 3. Form ECO List

4. Form ECO List Matrix 5. Form Action Plan List 6. Form Action Plan Detail 7. Form COP/CMP

8. Form Laporan Kinerja Bulanan 9. Form Notulen Manajemen Review 10. Form Annual Activity Plan

Referensi

Dokumen terkait