PRA RENCANA PABRIK
PABRIK ASAM OKSALAT DIHIDRAT DARI MOLASSES DENGAN PROSES OKSIDASI ASAM NITRAT
Disusun Oleh :
A.FANI DWIYULIANTY FARIADI 17031010063
PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
JAWA TIMUR
2021
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat Dari Molasses Dengan Proses Oksidasi Asam Nitrat
LEMBAR PENGESAHAN
PRA RENCANA PABRIK
PABRIK ASAM OKSALAT DIHIDRAT DARI MOLASSES DENGAN PROSES OKSIDASI ASAM NITRAT KAPASITAS 35.000 TON/TAHUN
Disusun oleh :
A.FANI DWIYULIANTY FARIADI NPM. 17031010063
Telah disetujui dan disahkan oleh Dosen Pembimbing sebagai Persyaratan Untuk mengikuti Ujian Lisan
Pada tanggal : 10 September 2021
Surabaya, 15 September 2021 Menyetujui,
Dosen Pembimbing Pra Rencana Pabrik
Ir. Bambang Wahyudi, MS NIP. 19580711 198503 1 001
Program Studi Teknik Kimia
Fakultas Teknik
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR FAKULTAS TEKNIK
KETERANGAN REVISI
Mahasiswa di bawah ini:
Nama : A.Fani Dwiyulianty Fariadi NPM : 17031010063
Program Studi : Teknik Kimia / Teknik Industri / Teknologi Pangan /Teknik Lingkungan / Teknik Sipil
Telah mengerjakan revisi / tidak ada revisi *) PRA RENCANA (DESAIN) / SKRIPSI / TUGAS AKHIR Ujian Lisan Periode I, TA. 2021/2022
Dengan judul : PABRIK ASAM OKSALAT DIHIDRAT DARI MOLASSES DENGAN PROSES OKSIDASI ASAM NITRAT KAPASITAS 35.000 TON/TAHUN
Dosen Penguji yang memerintahkan revisi
1. Dr. Ir. Srie Muljani, MT ( )
2. Ir. Sani, MT ( )
3. Dr. Ir. Novel Karaman, MT ( )
Surabaya, 11 September 2021 Menyetujui,
Dosen Pembimbing
Ir. Bambang Wahyudi, MS
NIP. 19580711 198503 1 001
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, nikmat serta karunia-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan Tugas Akhir Pra Rencana Pabrik dengan judul “Pabrik Asam Oksalat Dihidrat dari Molasses dengan Proses Oksidasi Asam Nitrat 35.000 ton/tahun”.
Adapun penyusunan tugas akhir ini merupakan salah satu syarat yang harus ditempuh dalam kurikulum program studi S-1 Teknik Kimia dan untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik Kimia di Fakultas Teknik UPN “Veteran” Jawa Timur, Surabaya. Tugas akhir yang kami dapat tersusun atas kerjasama dan berkat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada:
1. Ibu Dr. Dra. Jariyah, M.P., selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
2. Ibu Dr. Ir. Sintha Soraya Santi, M.T., selaku Koordinator Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
3. Bapak Ir. Bambang Wahyudi, M.S selaku Dosen Pembimbing dalam Tugas Akhir.
4. Ibu Dr. Ir. Srie Muljani, M.T., selaku Dosen Penguji dalam Tugas Akhir.
5. Ibu Ir. Sani, M.T., selaku Dosen Penguji dalam Tugas Akhir.
6. Bapak Dr. Ir. Novel Karaman, M.T., selaku Dosen Penguji Dalam Tugas Akhir.
7. Kedua orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan moril serta material dalam pelaksanaan dan penyusunan laporan Tugas Akhir.
8. Seluruh teman-teman yang telah memberikan dorongan semangat dalam pelaksanaan dan penyusunan laporan Tugas Akhir.
Adapun penyusunan tugas akhir ini masih jauh dari kata sempurna.Untuk itu, penyusun menghaturkan permohonan maaf apabila terdapat kesalahan.Akhir kata, penyusun ucapkan terima kasih kepada segala pihak yang tidak bias disebutkan satu-persatu atas bantuannya dalam penyusunan laporan ini.
Surabaya, 15 September 2021 Penyusun
Program Studi Teknik Kimia
PRA RANCANGAN PABRIK
“Pabrik Asam Oksalat Dihidrat dari Molasses dengan Proses Oksidasi Asam Nitrat
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat dari Molasses dengan Proses Oksidasi Asam Nitrat
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI... iii
DAFTAR GAMBAR ... v
DAFTAR TABEL... vi
INTISARI ... vii
BAB I PENDAUHULUAN... I-1
I.1 Latar Belakang... I-1
I.2 Manfaat... I-2
I.3 Aspek Ekonomi... I-2
I.4 Sifat Bahan Baku dan Produk... I-4
I.5 Pemilihan Lokasi dan Tata Letak... I-6
BAB II SELEKSI DAN URAIAN PROSES... II-1
II.1 Macam-Macam Proses... II-1
II.2 Seleksi Proses... II-5
II.3 Uraian Proses... II-5
BAB III NERACA MASSA... III-1
BAB IV NERACA PANAS... IV-1
BAB V SPESIFIKASI ALAT... V-1
BAB VI INSTRUMEN DAN KESELAMATAN KERJA... VI-1
VI.1 Instrumen... VI-1
VI.2 Keselamatan Kerja... VI-4
BAB VII UTILITAS... VII-1
VII.1 Unit Penyediaan Steam... VII-1
VII.2 Unit Penyediaan Air... VII-4
VII.3 Unit Pengolahan Air... VII-11
VII.4 Unit Pengembangan Tenaga Listrik... VII-106
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat dari Molasses dengan Proses Oksidasi Asam Nitrat
BAB VIII STRUKTUR ORGANISASI... VIII-1 VIII.1 Umum... VIII-1 VIII.2 Bentuk Perusahaan... VIII-1 VIII.3 Struktur Organisasi... VIII-1 VIII.4 Pembagian Tugas Dan Tanggung Jawab... VIII-2 VIII.5 Jam Kerja... VIII-7 VIII.6 Jaminan Sosial... VIII-10 BAB IX ANALISA EKONOMI... IX-1 IX.1 Modal (Total Capital Investment)... IX-1 IX.2 Biaya Produksi (Total Production Cost)... IX-2 IX.3 Penentuan TCI (Total Capital Invesment)... IX-4 IX.4 Analisa Ekonomi... IX-5 IX.4.1 Return Of Investment (ROI)... IX-7 IX.4.2 Pay Back Periode (PBP)... IX-7 IX.4.3 Laju Pengembalian Modal (IRR)... IX-8 IX.4.4 Break Event Point (BEP)... IX-9 BAB X DISKUSI DAN KESIMPULAN... X-1 X.1 Diskusi... X-1 X.2 Kesimpulan... X-2 DAFTAR PUSTAKA
APPENDIX A
APPENDIX B
APPENDIX C
APPENDIX D
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat dari Molasses dengan Proses Oksidasi Asam Nitrat
DAFTAR GAMBAR
Gambar I.1 Grafik Kapasitas Produksi... I-3 Gambar I.2 Peta Lokasi Pabrik... I-10 Gambar I.3 Lay Out Pabrik... I-14 Gambar II.1 Diagram Alir Pembuatan Asam Oksalat Dengan Proses Sintesis
Natrium Format... II-2 Gambar II.2 Diagram Alir Pembuatan Asam Oksalat Dengan Proses Fermentasi
Glukosa... II-3 Gambar II.1 Diagram Alir Pembuatan Asam Oksalat Dengan Proses Peleburan
Alkali... II-3 Gambar II.1 Diagram Alir Pembuatan Asam Oksalat Dengan Proses Oksidasi
Asam Nitrat... II-4
Gambar IX.1 Grafik BEP... IX-9
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat dari Molasses dengan Proses Oksidasi Asam Nitrat
DAFTAR TABEL
Tabel I.1 Data Impor Asam Oksalat... I-2
Tabel I.2 Spesifikasi Luas Area Pabrik... I-13
Tabel II.1 Perbandingan Proses... II-5
Tabel VI.1. Instrumentasi pada pabrik ... VI-4
Tabel VIII.1. Jadwal Kerja Karyawan Proses ... VIII-7
Tabel VIII.2. Jumlah Operator BerdasarkanJenisAlat ... VIII-8
Tabel VIII.3. Jumlah Operator Utilitas Berdasarkan Jenis Alat ... VIII-8
Tabel VIII.4. Perincian Jumlah Tenaga Kerja... VIII-9
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat dari Molasses dengan Proses Oksidasi Asam Nitrat
INTISARI
Pabrik Asam Okaslata dengan kapasitas 35.000 ton/tahun akan dibangun di kawasan industri Rangkah kidul, Kec. Sidoarjo, Jawa Timur.
Sidoarjo Rangkah Industrial Estate (SiRIE) adalah sebuah kawasan industri dan pergudangan yang strategis. Pabrik ini beroperasi 24 jam selama 330 hari dalam setahun dengan bahan baku yang digunakan yaitu Molasses dan Asam Nitrat 65%. Asam Oksalat sangat diperlukan oleh beberapa industri kimia di Indonesia seperti industri detergen, asam oksalat dapat digunakan sebagai pelindung warna pada kain, sebagai bahan pada pembuatan zat-zat warna. Selain itu pada industri logam asam oksalat digunakan sebagai pengolahan logam yaitu untuk membuat lapisan pelindung pada logam untuk mencegah korosi.
Uraian singkat proses Asam Oksalat dengan proses Oksidasi Asam Nitrat. Bahan baku molasses sebelum direaksikan, molasses terlebih dahulu dimasukkan dalam tangki clarifier untuk menghilangkan impuritis agar tidak menganggu proses selanjutnya, selanjutnya molasses dihidrolisis dalam hidrolizer untuk mendapatkan glukosa (C
6H
12O
6) dengan suhu 55
oC pada tekanan 1 atm dengan penambahan katalis HCl. Produk hidrolisa berupa larutan glukosa, kemudian diumpankan pada netralizer untuk proses penghilangan kandungan HCl atau proses menetralkan larutan glukosa dengan penambahan larutan NaOH. Kemudia larutan glukosa akan diumpankan pada reaktor oksidasi. Larutan glukosa direaksikan dengan HNO
365% dan bantuan katalis Fe
2(SO
4)
3menjadi larutan asam oksalat.
Kemudia asam oksalat diumpankan menuju centrifuge I untuk proses
pemisahan cake yang akan dialirkan menuju pengolahan limbah sedangkan
untuk filtratnya berupa asam oksalat akan diumpankan pada evaporator
vakum untuk proses pemekatan, larutan tepat jenuh kemudian diumpankan
menuju crystallizer untuk proses kristalisasi asam oksalat menjadi asam
oksalat dihidrat pada suhu 30
oC. Kristal asam oksalat dihidrat kemudian
diumpankan pada centrifuge II untuk proses pemisahan kristal dan mother
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat dari Molasses dengan Proses Oksidasi Asam Nitrat
liquor, untuk mother liquor akan diumpankan kembali menuju hidrolizer sedangkan untuk kristal akan diumpankan menuju rotary dryer. Produk yang telah dikeringkan kemudian diseragamkan ukurannya menggunakan ball mill (100 mesh). Produk asam oksalat dihidrat yang telah memiliki ukuran yang sama akan ditampung pada silo sebagai produk akhir. Ketentuan pendirian pabrik asam oksalat yang telah direncanakan dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Kapasitas Produksi : 35.000 ton / tahun 2. Bentuk Perusahaan : Perseroan Terbatas (PT) 3. Sistem Organisasi : Garis dan Staff
4. Lokasi Pabrik : kawasan industri Rangkah kidul 5. Luas tanah : 15.600 m
26. Sistem Operasi : Kontinyu
7. Waktu Operasi : 330 hari / tahun; 24 jam/hari 8. Jumlah Karyawan : 175
Analisa Ekonomi
a. Masa Konstruksi : 2 Tahun b. Umur Pabrik : 10 Tahun
c. Fixed Capital Investment (FCI) : Rp 494.941.531.926 d. Working Capital Investment (WCI) : Rp 272.346.221.999 e. Total Capital Investment (TCI) : Rp 767.287.753.925 f. Biaya Bahan Baku (1 tahun) : Rp 628.584.335.981 g. Biaya Utilitas (1 tahun) : Rp 148.741.450.900 h. Biaya Produksi Total (TPC) : Rp 1.089.384.887.997
i. Hasil Penjualan Produk (Sale Income) : Rp 1.319.990.528.685 j. Bunga Bank (Kredit Investasi Citibank) : 6,00 %
k. Return of Investment Before Tax : 24,91 % l. Return of Investment After Tax : 18,69 % m. Internal Rate of Return : 24,10 %
n. Pay Back Periode : 4 tahun 9 bulan
o. Break Even Point (BEP) : 33,9141
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat Dari Molasses Dengan Proses Oksidasi
Asam Nitrat
BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Perkembangan dan pertumbuhan industri merupakan bagian dari usaha dalam rangka memasuki pembangunan jangka panjang yang ditunjukan untuk menciptakan struktur ekonomi yang kuat dan seimbang, yaitu struktur dan titik berat pada industri maju yang didukung dengan sektor pertanian yang tangguh. Sedangkan Indonesia sendiri merupakan Negara yang masih ketergantungan terhadap produk–produk impor dari luar negeri. Indonesia masih banyak mengimpor bahan baku maupun produk kimia dari pada memproduksi sendiri untuk kebutuhan dalam negeri untuk ekspor ke luar negeri. Dari besarnya impor bahan kimia tersebut mengakibatkan pengeluaran (output) negara semakin besar. Oleh karena itu, perlu dilakukan usaha untuk mencukupi produksi bahan kimia dalam negeri dan untuk mengurangi konsumsi bahan kimia dari luar negeri (impor). Salah satu dari produk tersebut adalah asam okasalat.
Asam oksalat termasuk ke dalam asam dikarboksilat yang paling sederhana
dengan rumus molekul C
2H
2O
4. Asam oksalat yang terletak pada ujung-ujung rantai
karbon mempunyai sifat fisis dan kimia yaitu tidak berbau, hidroskopis, berwarna
putih, berbentuk kristal. Secara komersial asam oksalat dikenal dalam bentuk
padatan dihidrat yang mempunyai rumus molekul C
2H
2O
4.2H
2O Asam oksalat
merupakan bahan kimia intermediat (bahan antara) dalam bahan pencampuran zat
warna dalam industri tekstil dan cat,menetralkan kelebihan alkali pada pencucian
dan sebagai bleaching. Asam oksalat pada industri logam digunakan sebagai bahan
pelapis logam dari kerak. Sedangkan dalam pabrik polimer dipakai sebagai
inisiator. Kebutuhan Asam oksalat (C
2H
2O
4) di Indonesia ini diperkirakan akan
terus meningkat sesuai dengan banyaknya industri yang menggunakannya, oleh
karena itu pendirian pabrik Asam oksalat (C
2H
2O
4dalam negeri dan diharapkan
juga dapat membuka lapangan kerja baru.
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat Dari Molasses Dengan Proses Oksidasi
Asam Nitrat
BAB I PENDAHULUAN I.2 Manfaat
Asam Oksalat sangat diperlukan oleh beberapa industri kimia di Indonesia seperti industri detergen, asam oksalat dapat digunakan sebagai pelindung warna pada kain, sebagai bahan pada pembuatan zat-zat warna. Selain itu pada industri logam asam oksalat digunakan sebagai pengolahan logam yaitu untuk membuat lapisan pelindung pada logam untuk mencegah korosi.
I.3. Aspek Ekonomi
Mengingat pentingnya Asam Oksalat sebagai bahan baku untuk industri- industri lainnya, sehingga kebutuhan Asam Oksalat terus meningkat tiap tahun, maka tujuan didirikan pabrik Asam Oksalat ini adalah untuk mengekspor Asam Oksalat dan mencukupi kebutuhan di negara kita serta menekan laju impor akan Asam Oksalat tersebut. Data Import Asam Oksalat dari tahun 2015 – 2019 dapat dilihat di Tabel I.1.
Tabel I.1. Data Import Asam Oksalat di Indonesia NO. TAHUN KAPASITAS (TON/TAHUN)
1 2015 15436,04
2 2016 16619,3
3 2017 19226,46
4 2018 21452,23
5 2019 21297,86
10085 94031,89
Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS)
Berdasarkan tabel I.1, untuk mendapatkan kebutuhan pada tahun 2025
digunakan program Microsoft Excel. Sehingga didapatkan grafik dan persamaan
sebagai berikut :
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat Dari Molasses Dengan Proses Oksidasi
Asam Nitrat
BAB I PENDAHULUAN
Gambar I.1 Grafik Data Impor Asam Oksalat
Persamaan linier: y = ax + b
y = 1.655,6570x - 3.320.653,7910
Kebutuhan pada tahun 2025, sehingga didapat kebutuhan pada tahun 2025 y = 1.655,6570x - 3.320.653,7910
y = 1.655,6570(2025) - 3.320.653,7910
=
32746,00 ton/tahun
Berdasarkan perhitungan dengan metode grafik (regresi linier) didapatkan kebutuhan Asam Oksalat pada tahun 2025 sebanyak 32746 ton/tahun. Pada prarancangan pabrik asam oksalat ini direncanakan berdiri pada tahun 2025, berkapasitas 30000 ton/tahun, dengan pertimbangan sebagai berikut :
1. Pemenuhan kebutuhan dalam negeri sehingga industri pemakai asam oksalat tidak perlu impor dari luar negeri yang berarti menghemat devisa negara,
2.
Kelebihan kebutuhan dalam negeri akan digunakan untuk kebutuhan ekspor di kawasan Asia.y = 1.655,6570x - 3.320.653,7910 R² = 0,9284
0 5000 10000 15000 20000 25000
2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020
KAPASITAS (TON/TAHUN)
TAHUN
KAPASITAS (TON/TAHUN)
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat Dari Molasses Dengan Proses Oksidasi
Asam Nitrat
BAB I PENDAHULUAN 1.4. Sifat Produk dan Bahan Baku
1.4.1. Bahan Baku 1. Molasses
Warna : Berwarna kuning kecoklatan
Bentuk : Cair
Bau : Berbau karamel, tidak menyengat
Titik didih : >100
oC
Densitas : 1,4-1,44 kg/l
Viskositas : 5000-20000 cps
(Premier molasses, 2013) Komposisi molasses
Komponen % Berat Sukrosa 53,77
Air 10,95
Abu 12
N2 4,39
Fruktosa 10
Glukosa 8
Ca(OH)
20,89
Total 100
2. Asam Nitrat (HNO
3)
Rumus Molekul : HNO
3Berat Molekul : 63,02 gr/mol
Warna : Tidak Berwarna
Bentuk : Liquid
Spesific Gravity : 1,502 gr/cm
3Melting Point : - 42
0C Boiling Point : 86
0C
Viskositas : 1,4 cps
Berbau menyengat
(Perry 8
ed,table 2-1)
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat Dari Molasses Dengan Proses Oksidasi
Asam Nitrat
BAB I PENDAHULUAN
I.4.2. Sifat Bahan Pembantu 1. Asam Klorida (HCl)
Rumus Molekul : HCl
Berat Molekul : 36,4609 gr/mol
Warna : Tidak Berwarna
Bentuk : Liquid
Spesific Gravity : 1,268 gr/cm
3Melting Point : 111
0C Boiling Point : -85
0C
(Perry 8
ed,table 2-1) 2. Ferric sulfat (Fe
2(SO
4)
3)
Rumus Molekul : Fe
2(SO
4)
3Berat Molekul : 399,88 gr/mol
Warna : Putih keabu-abuan
Bentuk : Solid
Spesific Gravity : 3,097gr/cm
3Melting Point : 480
0C Boiling Point : -
(Perry 8
ed,table 2-1)
3. Air (H
2O)
Rumus Molekul : H
2O
Berat Molekul : 18,016 gr/mol
Warna : Tidak Berwarna
Bentuk : Liquid
Spesific Gravity : 1,00 gr/cm
3Melting Point : -
Boiling Point :100
0C Tidak berbau
(Perry 8
ed,table 2-1)
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat Dari Molasses Dengan Proses Oksidasi
Asam Nitrat
BAB I PENDAHULUAN 4. Natrium Hidroksida (NaOH)
Rumus Molekul : NaOH
Berat Molekul : 40 gr/mol
Warna : Putih
Bentuk : Solid
Spesific Gravity : 2,130 gr/cm
3Melting Point : 318,4
0C Boiling Point : 1390
0C Tidak berbau
Bersifat korosif
(Perry 8
ed,table 2-1)
I.4.3. Sifat Produk
Produk yang di hasilkan adalah Asam oksalat dihidrat / (COOH)
2.2 H
2O Rumus Molekul : C
2H
2O
4.2H
2O
Berat Molekul : 126,07 gr/mol
Bentuk : Kristal
Warna : Putih
Spesific Gravity : 1.653
19/4gr/cm
3Melting Point : 101,5
0C Boiling Point : 149
0C Larut dalam air
(Perry 8
ed,table 2-2)
I.5 Pemilihan Lokasi dan Tata Letak Pabrik I.5.1. Lokasi Pabrik
Perencanaan suatu pabrik, penentuan lokasi suatu pabrik merupakan salah
satu faktor utama dalam menentukan keberhasilan suatu pabrik. Penentuan ini juga
ditinjau dari segi ekonomis yaitu berdasarkan pada
Return On Investment, yangmerupakan persentase pengembalian modal tiap tahun.
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat Dari Molasses Dengan Proses Oksidasi
Asam Nitrat
BAB I PENDAHULUAN Daerah operasi ditentukan oleh faktor utama, sedangkan tepatnya lokasi pabrik yang dipilih ditentukan oleh faktor-faktor khusus. Setelah mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan lokasi tersebut, maka lokasi yang dipilih untuk pendirian Pabrik Asam Oksalat Dihidrat ini adalah di kawasan industri Rangkah kidul, Kec. Sidoarjo, Jawa Timur. Sidoarjo Rangkah Industrial Estate (SiRIE) adalah sebuah kawasan industri dan pergudangan yang strategis.
Adapun alasan pemilihan lokasi tersebut karena dengan mempertimbangkan faktor-faktor utama dan faktor-faktor khusus, yaitu :
I.5.1.1 Faktor Utama a. Bahan Baku
Persediaan bahan baku dalam suatu pabrik adalah merupakan salah satu faktor penentuan dalam memilih lokasi pabrik yang tepat. Bahan baku yang digunakan berasal dari produk lokal dalam negeri. Bahan baku yang digunakan yaitu molasses dapat diperoleh di PG. Gempolkrep yang berlokasi di Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia sedangkan asam nitrat dapat diperolah di PT Pancasakti Mitra Prima yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia.
b. Pemasaran
Suatu pabrik atau industri didirikan karena adanya permintaan akan barang yang dihasilkan oleh karena itu hasil produksi pabrik memerlukan daerah pemasaran, hal ini menyebakan daerah pemasaran merupakan salah satu faktor utama dalam penentuan lokasi dari suatu pabrik. Ada banyak keuntungan apabila lokasi pabrik dekat dengan daerah pemasaran, diantaranya : keamanan transportasi, biaya pengiriman dan yang terpenting adalah perkembangan hasil produksi pabrik akan dapat meningkat pesat dan diminati oleh konsumen.
Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam masalah pemasaran : 1. Kebutuhan konsumen akan produk
2. Daerah pemasaran produk
3. Jarak pemasaran dari lokasi pabrik
4. Berapa banyak produk yang beredar dipasaran dan bagaimana
perkembangan dimasa – masa yang akan dating
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat Dari Molasses Dengan Proses Oksidasi
Asam Nitrat
BAB I PENDAHULUAN 5. Bagaimana system pemasaran yang dipakai
6. Direncanakan system penjualan untuk daerah – daerah yang jauh
Dekatnya letak pabrik dari konsumen menyebabkan biaya pengangkutan produk pada konsumen akan lebih rendah, sehingga harga dapat ditekan menjadi lebih rendah, dan pada akhirnya diperoleh hasil penjualan yang maksimal. Proses Distribusi di Kawasan Industri di Sidoarjo yaitu akses tol langsung dari Kota Surabaya dan Bandara Internasional Juanda.
c. Tenaga Listrik dan Bahan Bakar
Penyediaan kebutuhan listrik direncanakan akan disuplai secara eksternal dan internal. Penyediaan listrik secara eksternal dari PLN, sedangkan secara internal dengan cara menggunakan generator listrik yg digerakan oleh turbin uap.
Produksi dari pabrik ini tidak bergantung pada supply listrik dari PLN dan untuk menghemat biaya, maka didirikan unit-unit pembangkit listrik sendiri, sehingga PLN digunakan apabila pabrik tidak beroperasi dan apabila generator ada kerusakan. Pabrik diharapkan dapat berjalan dengan lancar. Bahan bakar untuk pabrik ini mudah diperoleh dari Pertamina.
d. Persediaan Air
Air merupakan bagian yang sangat penting dalam suatu Industri Kimia. Air ini digunakan sebagai sanitasi, pencegahan bahaya kebakaran, media pendingin, steam, serta untuk air proses. Pada saat pabrik beroperasi, kebutuhan air relatif cukup banyak, maka untuk memenuhi kebutuhan air tersebut diambil air sungai yang letaknya tidak jauh dari lokasi pabrik yaitu air dari sungai brantas, air kawasan dan air PDAM.
e. Iklim dan Cuaca
Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan menyangkut hubungan antara pemilihan lokasi pabrik dengan iklim dan letak geografis dari suatu daerah.
1. Keadaan alamnya, alam yang menyulitkan konstruksi akan mempengaruhi
spesifikasi peralatan.
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat Dari Molasses Dengan Proses Oksidasi
Asam Nitrat
BAB I PENDAHULUAN 2. Keadaan angin (kecepatan dan arahnya), pada suatu situasi terburuk yang
pernah terjadi pada tempat itu, dan bagaimana akibatnya pada daerah itu.
3. Gempa bumi yang pernah terjadi.
I.5.1.2. Faktor Khusus a. Transportasi
Faktor khusus yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pabrik adalah faktor Transportasi, baik untuk bahan baku maupun untuk produk-produk yang dihasilkan. Masalah transportasi tidak mengalami kesulitan karena tersedianya sarana perhubungan yang baik. Fasilitas pengangkutan darat dapat dipenuhi dengan adanya jalan raya (jalan tol Surabaya - Manyar) yang dilalui oleh kendaraan yang bermuatan berat dan fasilitas pengangkutan laut dapat dipenuhi dengan tersedianya pelabuhan-pelabuhan baik di sekitar Surabaya. Transportasi udara dapat dipenuhi melalui akses tol langsung dari Kota Surabaya dan Bandara Internasional Juanda.
b. Buangan Pabrik
Dalam hal ini, buangan pabrik tidak menimbulkan persoalan yang penting, karena pabrik ini tidak membuang sisa-sisa proses produksi yang mengandung bahan yang berbahaya karena air buangan pabrik telah mengalami pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan penerima air buangan.
c. Tenaga Kerja
Tenaga kerja merupakan sumber daya manusia untuk melaksnakan pekerjaan. Pengertian umum tersebut sesuai dengan pengertian tenaga kerja yang tercantun dalam Undang-Undang Pokok Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, yaitu setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.
Pendirian pabrik pada suatu lokasi mempertimbangkan tersedianya tenaga
kerja dalam jumlah dan skill yang diperlukan, dengan mempertimbangkan
kemajuan pabrik karena ditangani oleh tenaga kerja non ahli ataupun tenaga ahli
berkualitas. Pendirian pabrik asam oksalat dihidrat, dapat menyerap tenaga kerja di
Indonesia terutama disekitar lokasi pendirian pabrik. Tenaga kerja yang digunakan
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat Dari Molasses Dengan Proses Oksidasi
Asam Nitrat
BAB I PENDAHULUAN terdiri dari dua golongan yaitu golongan lokal non skill dan golongan tenaga kerja ahli. Golongan lokal non skill yang belum memiliki perkerjaan bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar baik tenaga kerja yang terdidik dan belum terdidik. Tenaga kerja yang belum terdidik, akan diberikan training terlebih dahulu, sedangkan untuk tenaga ahli bertujuan untuk mengoperasikan proses utama pada pabrik.
d. Peraturan Pemerintah dan Peraturan Daerah
Menurut Peraturan Pemerintah dan Peraturan Daerah, daerah lokasi pabrik merupakan daerah kawasan industri. Pemerintah sebagai fasilitator telah memberikan kemudahan-kemudahan dalam perizinan pabrik, pajak, dan lain-lain yang menyangkut teknis pelaksanaan pendirian suatu pabrik.
e. Karakteristik dari lokasi
Karakteristik lokasi yang memiliki kondisi sosial dam sikap masyarakat yang mendukung bagi kawasan industri tersebut. Struktur tanah cukup baik dan juga daya dukung terhadap pondasi bangunan pabrik dan pondasi jalan.
f. Faktor lingkungan sekitar pabrik
Penduduk sekitar tidak ada yang menentang dalam pendirian pabrik baru mengingat daerah tersebut merupakan daerah industri. Fasilitas perumahan, pendidikan, kesehatan dan tempat peribadatan sudah tersedia di daerah tersebut.
Peta Lokasi via satelit (Google-earth) :
Gambar I.2. Peta Lokasi Pabrik
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat Dari Molasses Dengan Proses Oksidasi
Asam Nitrat
BAB I PENDAHULUAN I.5.2 Tata Letak Pabrik
Dasar perencanaan tata letak pabrik harus diatur sehingga didapatkan:
a. Konstruksi yang efisien b. Pemeliharaan yang ekonomis c. Operasi yang baik
d. Dapat menimbulkan kegairahan kerja dan menjamin keselamatan kerja yang tinggi
Untuk mendapatkan tata letak pabrik yang baik, harus dipertimbangkan beberapa faktor:
a. tiap-tiap alat diberikan ruang yang cukup luas agar memudahkan pemeliharaan
b. setiap alat disusun berurutan menurut fungsi masing-masing sehingga tidak menyulitkan aliran proses
c. untuk daerah yang mudah menimbulkan kebakaran, ditempatkan alat pemadam kebakaran
d. alat control ditempatkan pada posisi yang mudah diawasi oleh operator e. tersedianya tanah atau areal untuk perluasan pabrik
Dalam pertimbangan pada prinsipnya perlu dipikirkan mengenai biaya instalasi yang rendah dan sistem manajemen yang efisien. Tata letak pabrik dibagi dalam beberapa daerah utama, yaitu:
1. Daerah Proses
Daerah ini merupakan tempat proses. Penyusunan perencanaan tata
letak peralatan berdasarkan aliran proses. Daerah proses diletakkan di
tengah-tengah pabrik sehingga memudahkan supply bahan baku dari
gudang persediaan dan pengiriman produk ke daerah penyimpanan, serta
memudahkan pengawasan dan perbaikan alat-alat.
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat Dari Molasses Dengan Proses Oksidasi
Asam Nitrat
BAB I PENDAHULUAN 2. Daerah Penyimpanan (Storage Area)
Daerah ini merupakan tempat penyimpanan hasil produksi yang pada umumnya dimasukkan ke dalam tangki atau drum yang sudah siap dipasarkan.
3. Daerah Pemeliharaan Pabrik dan Bangunan
Daerah ini merupakan tempat melakukan kegiatan perbaikan dan perawatan peralatan, terdiri dari beberapa bengkel untuk melayani permintaan perbaikan dari pabrik atau bangunan.
4. Daerah Utilitas
Derah ini merupakan tempat penyediaam keperluan pabrik yang berhubungan dengan utilitas, yaitu air, steam, brine, dan listrik.
5. Daerah Administrasi
Merupakan pusat dari semua kegiatan administrasi pabrik dalam mengatur operasi pabrik serta kegiatan-kegiatan lainnya.
6. Daerah Perluasan
Digunakan untuk persiapan jika pabrik mengadakan perluasan di masa yang akan datang. Daerah perluasan ini terletak di daerah belakang pabrik.
7. Plant Service
Plant service meliputi bengkel, kantin umum dan fasilitas kesehatan atau poliklinik. Bangunan-bangunan ini harus ditempatkan sebaik mungkin sehingga memungkinkan terjadinya efisiensi yang maksimum.
8. Jalan Raya
Untuk memudahkan pengangkutan bahan baku maupun hasil
produksi, maka perlu diperhatikan masalah transportasi. Salah satu
sarana transportasi yang utama adalah jalan raya.
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat Dari Molasses Dengan Proses Oksidasi
Asam Nitrat
BAB I PENDAHULUAN
Lay Out / Perincian Luas Daerah Pabrik (m2)
Setelah memperhatikan faktor-faktor diatas, maka disediakan tanah seluas 15600 m
2. Pembagian areal tanah masing-masing bangunan/
peralatan pada pabrik asam asetat ini, direncanakan sebagai berikut : Tabel I.4 Rencana Pembagian Areal Tanah
Lokasi Luas (m
2)
Jalan 2000
Pos Keamanan 100
Parkir 1000
Taman 400
Timbangan Truk 100
Pemadam Kebakaran 200
Bengkel 200
Kantor 900
Perpustakaan 200
Kantin 200
Poliklinik 100
Mushola 400
Ruang Proses 3600
Ruang Kontrol 100
Laboratorium 300
Storage Produk 200
Storage Bahan Baku 300
Gudang 625
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat Dari Molasses Dengan Proses Oksidasi
Asam Nitrat
BAB I PENDAHULUAN
Utilitas 2000
Daerah Perluasan 3000
Total 15600
Adapun lay out pembagian luas pabrik adalah sebagai berikut :
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat Dari Molasses Dengan Proses Oksidasi
Asam Nitrat
BAB I PENDAHULUAN
27
6 6
4a
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat Dari Molasses Dengan Proses Oksidasi Asam Nitrat
BAB II URAIAN DAN SELEKSI PROSES
BAB II
URAIAN DAN SELEKSI PROSES
II.1 Macam – Macam Proses
Secara umum, ada 4 macam proses pembuatan asam oksalat dengan bahan dasar yang berbeda, yaitu:
1. Sintesis dari Natrium Format 2. Fermentasi glukosa
3. Peleburan alkali
4. Oksidasi karbohidrat dengan HNO
3II.1.1. Sintesis Dari Natrium Format
Pada proses pembuatan asam oksalat dari natrium format ini, bahan yang dipakai adalah CO, Ca(OH)
2, H
2SO
4, dan NaOH. Proses utama pembuatan asam oksalat meliputi:
▪ Pembuatan, pemurnian dan pengempaan gas
Udara panas direaksikan dengan kokas membentuk gas batubara, yang memiliki komponen utama CO, N
2, CO
2, debu dan limbah gas lainnya.
Kokas + udara panas CO + N
2+CO
2+ debu + limbah gas Selanjutnya gas batubara dimurnikan (CO dan N
2), dikeringkan dan dikempa.
▪ Proses sintesa
Gas CO bertekanan direaksikan dengan larutan NaOH pada suhu 200
oC menjadi natrium formiat HCOONa.
NaOH + CO HCOONa
▪ Proses Dehidrogenasi
HCOONa diurai menjadi Na
2C
2O
4dan gas hidrogen dengan reaksi sebagai berikut:
2 HCOONa (COONa)
2+ H
2▪ Proses pengolahan plumbite
Timbal sulfat (PbSO
4) bereaksi dengan Na2C2O4 menghasilkan natrium sulfat (Na
2SO
4) dan timbal oksalat (PbC
2O
4) yang tidak larut.
(COONa)
2+ PbSO
4Na2SO4 + PbC
2O
4PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat Dari Molasses Dengan Proses Oksidasi Asam Nitrat
BAB II URAIAN DAN SELEKSI PROSES Melalui pencucian dengan air, maka Na
2SO
4dan PbC
2O
4akan terpisahkan.
▪ Proses pengasaman
Dalam proses pengasaman, PbC
2O
4bereaksi dengan asam sulfat membentuk asam oksalat H
2C
2O
4dan PbSO
4yang tidak larut.
PbC
2O
4+ H
2SO
4(COOH)
2+ PbSO
4▪ Pengkristalan dan pengeringan H
2C
2O
4Larutan asam oksalat dipanaskan, diuapkan dan diembunkan untuk menghasilkan kristal asam oksalat.
II.1.2. Fermentasi Glukosa
Proses ini menggunakan jamur untuk menguraikan glukosa menjadi asam
oksalat. Jamur yang digunakan pada proses ini adalah
Aspergillus nigeryang
beroperasi optimum pada pH 4,5. Produk yang diperoleh kemudian disaring,
diasamkan, dan dihilangkan warnanya. Setelah itu, produk dinaikkan
konsentrasinya dengan evaporator dan hasilnya dikristalkan. Hasil dari
pengkristalan dikeringkan untuk meminimalkan kadar air dalam produk. Yield
asam oksalat tergantung dari nutrient (nitrogen) yang ditambahkan.
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat Dari Molasses Dengan Proses Oksidasi Asam Nitrat
BAB II URAIAN DAN SELEKSI PROSES
II.1.3. Peleburan Alkali
Proses ini menggunakan bahan baku berupa bahan yang mengandung selulosa tinggi, misal serbuk gergaji, sekam, tongkol jagung, dan lain-lain. Bahan ini dilebur dengan sodium hidroksida dan/atau potasium hidroksida pada suhu 240 – 285
0C. Produk yang diperoleh direaksikan dengan kapur untuk mengikat oksalat dengan kalsium. Produk ini kemudian direaksikan dengan asam sulfat untuk membentuk asam oksalat. Reaksi-reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
Selulosa + NaOH Na
2C
2O
4+ zat lain Na
2C
2O
4+ Ca(OH)
2CaC
2O
4+ 2 NaOH CaC
2O
4+ H
2SO
4CaSO
4+ H
2C
2O
4Konversi yang diperoleh dari proses ini kurang dari 45 % dengan kemurnian produk
sebesar 60 %.
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat Dari Molasses Dengan Proses Oksidasi Asam Nitrat
BAB II URAIAN DAN SELEKSI PROSES II.1.4. Oksidasi Karbohidrat Dengan HNO3
Cara ini ditemukan oleh Scheele pada tahun 1776. Karbohidrat yang dapat digunakan pada proses ini antara lain : gula, glukosa, fruktosa, maizena, pati gandum, pati kentang, tapioka, molasses, dan lain-lain. Karbohidrat dihidrolisis terlebih dahulu untuk mendapatkan glukosa dengan reaksi:
Reaksi 1
C
12H
22O
11(l)+ n H
2O
(l)C
6H
12O
6(l)+ C
6H
12O
6 (l)Sukrosa Air Glukosa Fruktosa Glukosa yang diperoleh kemudian dicampurkan dengan larutan induk asam oksalat yang mengandung ± 50 % H
2C
2O
4dan kemudian direaksikan dengan HNO
3menggunakan katalis (Fe
2(SO
4)
3. Reaksi yang terjadi pada tahap ini adalah : Reaksi 2
C
6H
12O
6(l)+ 6 HNO
3(l)3H
2C
2O
4.2H
2O
(s)+ 4H
2O
(l)+ 6NO
(g)Glukosa Asam Oksalat Dihidrat
Dalam pembuatan asam oksalat dengan proses ini, bahan dasar yang digunakan mengandung pati ± 50 %. Setelah didapatkan produk asam oksalat dihydrate, dilakukan penyaringan, pemisahan, dan pengkristalan. Konsentrasi asam oksalat dihydrate yang dihasilkan sebagai produk mencapai 99 % sedangkan yield dapat mencapai 95 - 97%. Proses pembuatan asam oksalat dengan metode ini dapat dilakukan secara batch maupun kontinyu (Kirk-Othmer, hal 621).
CLARIFIER HIDROLIZER NETRALIZER EVAPORATOR CRYSTALLIZER CENTRIFUGE ROTARY DRYER
Molasess
Produk REAKTOR
OKSIDASI
Mother Liquor
Fe2(SO4)3(s)
HCl(l)
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat Dari Molasses Dengan Proses Oksidasi Asam Nitrat
BAB II URAIAN DAN SELEKSI PROSES II.2. Seleksi Proses
Tabel 2.1. Perbandingan Proses
Parameter Macam Proses
Sintesis Dari Natrium Format
Fermentasi Glukosa
Peleburan Alkali
Oksidasi Karbohidrat Dengan HNO3
Bahan Baku HCOONa Gula Selulosa Glukosa
Katalis - - - Fe
2(SO
4)
3Suhu Reaktor 380
oC - 285
oC 75
oC
Tekanan Reaktor 1 atm 1 atm 1 atm 1 atm
Kemurnian 50% - 60% 99%
Yield - - < 45% 95-97%
Berdasarkan aspek-aspek di atas, maka pada pembuatan asam oksalat ini dipilih proses oksidasi dengan asam nitrat berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:
a. Teknik proses pembuatan paling ekonomis. (Kirk Othmer, hal 621)
b. Suhu operasi yang digunakan relatif rendah sehingga tidak diperlukan kalor yang tinggi.
c. Yield dan kemurnian produk yang dihasilkan relatif tinggi.
II. 3 Uraian Proses
Bahan baku molasses disimpan ditangki penyimpanan pada kondisi operasi pada suhu kamar. Sebelum direaksikan, molasses terlebih dahulu dimasukkan dalam tangki clarifier untuk menghilangkan impuritis agar tidak menganggu proses selanjutnya, molasses dihidrolisis dalam hidrolizer untuk mendapatkan glukosa (C
6H
12O
6) dengan suhu 55
oC pada tekanan 1 atm. Adapun reaksinya adalah sebagai berikut:
C
12H
22O
11(l)+ n H
2O
(l)C
6H
12O
6(l)+ C
6H
12O
6 (l)Sukrosa Air Glukosa Fruktosa
HCl(l)
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat Dari Molasses Dengan Proses Oksidasi Asam Nitrat
BAB II URAIAN DAN SELEKSI PROSES Hidrolisa karbohidrat berlanggsung pada kondisi asam dengan penambahan HCl dari tangki penyimpanan yang berfungsi sebagai katalis. Produk hidrolisa berupa larutan glukosa, kemudian diumpankan pada netralizer untuk proses penghilangan kandungan HCl atau proses menetralkan larutan glukosa dengan penambahan NaOH dari tangki penyimpanan. Kemudia larutan glukosa akan diumpankan pada reaktor.
Glukosa dan katalis Fe
2(SO
4)
3direaksikan di dalam reaktor untuk proses oksidasi karbohidrat (glukosa) menjadi asam oksalat dengan penambahan HNO
3dari tangki penyimpanan sebagai media pengoksidasi. Suhu operasi reaktor oksidasi ini adalah dengan suhu 75
oC dan tekanan 1 atm(Kirk Othmer, hal 457) Adapun reaksi oksidasi yang terjadi adalah sebagai berikut:
C
6H
12O
6(l)+ 6 HNO
3(l)3H
2C
2O
4.2H
2O
(s)+ 4H
2O
(l)+ 6NO
(g)Glukosa Asam Oksalat Dihidrat
Reaksi berlangsung pada kondisi asam dengan penambahan HNO
3dengan bantuan katalis Fe
2(SO
4)
3. Untuk produk atas reaktor berupa gas NO (nitric oxide) akan dilewatkan pada kolom absorber untuk penyerapan dengan air proses, sedangkan untuk produk bawah reaktor berupa asam oksalat yang akan diumpankan menuju centrifuge I untuk proses pemisahan cake, yang filtratnya berupa asam oksalat akan diumpankan pada evaporator vakum untuk proses pemekatan, larutan pekat kemudian diumpankan menuju crystallizer untuk proses kristalisasi asam oksalat menjadi asam oksalat dihidrat dengan bantuan pendingin pada suhu 30
oC.
Kristal asam oksalat dihidrat kemudian diumpankan pada centrifuge II untuk proses pemisahan kristal dan mother liquor, untuk mother liquoe akan diumpankan kembali menuju hidrolizer sedangkan untuk kristal akan diumpankan menuju rotary dryer.
Pada rotary dryer, kristal akan dikeringkan pada suhu 120
oC dengan bantuan udara panas secara counter-current (berlawanan arahan). Udara panas dihembuskan secara berlawanan arah, dimana udara panas dihembuskan melalui blower dan dipanaskan pada burner. Udara panas dan padatan yang terikut kemudian diumpankan ke cyclone, dimana udara panas dibuang ke udara bebas, sedangkan
Fe2(SO4)3(s)
PRA RENCANA PABRIK
Pabrik Asam Oksalat Dihidrat Dari Molasses Dengan Proses Oksidasi Asam Nitrat
BAB II URAIAN DAN SELEKSI PROSES padatan (kristal) tertangkap diumpankan secara bersamaan dengan produk kristal kering menju cooling conveyor untuk proses pendinginan sampai pada suhu kamar 30
oC dengan bantuan air pendingin yang dilewatkan melalui jaket pendingin pada screw conveyor.
Produk yang telah dikeringkan kemudian diseragamkan ukurannya
menggunakan ball mill (100 mesh). Produk asam oksalat dihidrat yang telah
memiliki ukuran yang sama akan ditampung pada silo sebagai produk akhir.
Kapasitas Produksi = ton/tahun
= kg/jam
Waktu Operasi = 1 Tahun = Hari
= 1 Hari = Jam
Satuan Massa = Kilo gram/Jam 1. CLARIFIER (H-120)
*Produk Underflow
= =
= =
= =
=
=
= *Produk Overerflow
= =
=
=
=
= =
35000 4419,191919
330 24
H
2O 487,2726 Abu 533,9974
BAB III NERACA MASSA
Abu 533,9974 N
2195,3541
Feed Masuk (Kg/Jam) Feed Keluar (Kg/Jam) Masuk Clarifier Produk ke Tanki Penampung
C
12H
22O
112392,7534 Ca(OH)
239,6048
Glukosa 355,9983
Ca(OH)
239,6048 C
12H
22O
112392,7534
N
2195,3541
Fruktosa 444,9978 Produk Masuk hidroliser
Total 4449,9784 Total 4449,9784
Glukosa 355,9983
Fruktosa 444,9978
H
2O 487,2726
2. REAKTOR HIDROLISIS (R-210)
= =
= =
= =
= =
= =
=
*Katalis HCl
=
=
= =
3. REAKTOR NETRALISASI (R-220)
= =
= =
= =
= =
= =
=
*Katalis NaOH
=
=
=
= =
Masuk Reaktor Hidrolisis Produk ke Reaktor Netralisasi
HCl 119,6377
C
12H
22O
112392,7534 Glukosa 1715,9523
Glukosa 456,6092 Fruktosa 1704,3409
Total Total 6280,4200
Feed Masuk (Kg/Jam) Feed Keluar (Kg/Jam)
HCl 119,6377
H
2O dalam HCl = 195,1983
Total 314,8360
C
2H
2O4 435,5683 C
2H
2O
4435,5683
Total 5965,5841
Fruktosa 444,9978 H
2O 2304,9209
H
2O 2235,6553
Fruktosa 1704,3409 Fruktosa 1704,3409
H
2O 2304,9209 H
2O 2506,2136
Masuk Reaktor Netralisasi Produk ke Reaktor Oksidasi
Glukosa 1715,9523 Glukosa 1715,9523
Feed Masuk (Kg/Jam) Feed Keluar (Kg/Jam)
Total 273,4213
Total 6553,8413 Total 6553,8413
Total 6280,4200
NaOH 131,2422
H
2O pada NaOH 142,1791
HCl 119,6377 NaCl 191,7662
C
2H
2O
4435,5683 C
2H
2O
4435,5683
6280,4200
4. REAKTOR OKSIDASI (R-230)
= =
= =
= =
= =
= =
= =
=
*HNO3 dari tanki penampung
= *uap ke absorber
=
= =
*Penambahan katalis
=
= =
5. ABSORBER (D-236)
= =
= =
= =
=
= =
= =
=
=
= =
Feed Masuk (Kg/Jam) Feed Keluar (Kg/Jam)
Fruktosa H
2O 8348,8973
H
2O Fe
2(SO
4)
317,1015
1704,3409 2506,2136
Glukosa 1715,9523 C
6H
12O
6124,2110
HNO
37177,9659
H
2O pada HNO
3= 3865,0586 NO
Fe
2(SO
4)
317,10147
Masuk Reaktor Oksidasi Produk ke Centrifuge
Total 6553,8413
Total
NaCl 191,7662
14320,0366
NaCl C
2H
2O
45377,3863
C
2H
2O
4435,5683 HNO
3260,6743
191,7662
3293,9306
Total 11043,0244 Total 3293,9306
Total 17613,9672 Total 17613,9672
O
21756,3656 NO
N
26607,2801 N
2Feed Masuk (Kg/Jam) Masuk Absorber
NO 3293,9306 NO
2*H
2O dari air proses
H
2O 5165,8484 HNO
3O
2Total 11657,5763 Total
4519,7583 H
2O
Total
Total 16823,425 Total
4519,7583 9039,5166 16823,425 Feed Keluar (Kg/Jam)
Ke Udara bebas
49,9979
1109,0664
6607,2801
17,5637
7783,9082
Produk ke Tanki penampung
6.CENTRIFUGE I (H-310)
= =
= =
= =
= =
= =
Cake ke Tanki penampung
=
=
=
=
=
=
= =
7. EVAPORATOR (V-320)
= =
= =
= =
= =
=
=
=
= =
Feed Masuk (Kg/Jam) Feed Keluar (Kg/Jam)
Masuk Centrifuge IFiltrat ke Evaporator
C
6H
12O
6124,2110 C
6H
12O
6111,7899
C
2H
2O
45377,3863 HNO
3234,6069
HNO
3260,6743 Total 12700,0521
H2O
8348,8973
H2O7514,0076
Fe
2(SO
4)
317,1015 C
2H
2O
44839,6477
HNO
326,0674
Fe
2(SO
4)
317,1015 C
2H
2O
4537,7386 C
6H
12O
612,4211
H20
834,8897
Feed Masuk (Kg/Jam) Feed Keluar (Kg/Jam)
Masuk ke EvaporatorProduk ke Crytallizer
C
6H
12O
6111,7899 C
6H
12O
6111,7899
Total 1428,2184
Total 14128,2704 Total 14128,2704
HNO
3234,6069 Total 6894,0850
*Uap ke kondensor
H
2O 5571,3602
H
2O 7514,0076 H
2O 1942,6474
C
2H
2O
44839,6477 C
2H
2O
44839,6477
HNO
3234,6069
Total 5805,9671
Total 12700,0521 Total 12700,0521
8. CRYSTALLIZER (S-330)
= =
= =
= =
=
= =
9. CENTRIFUGE II (H-340)
= =
= =
= =
= =
=
Mother liquor ke Hidroliser
=
=
=
=
= =
Feed Keluar (Kg/Jam)
111,790 1942,647
483,965 6894,0850 Feed Masuk (Kg/Jam)
Masuk ke Crystallizer
C
6H
12O
6111,7899 C
2H
2O
4.2H
2O
Produk ke Centrifuge II 4355,683
C
2H
2O
4Total 6894,0850 Total
H
2O 1942,6474 C
6H
12O
6C
2H
2O
44839,6477 H
2O
H
2O 1942,6474 H
2O
C
2H
2O
4.2H
2O 4355,6829 C
2H
2O
4.2H
2O Feed Masuk (Kg/Jam)
Masuk ke Centrifuge II
C
6H
12O
6111,7899 C
6H
12O
6Feed Keluar (Kg/Jam) Produk ke Rotary Dryer
11,1790 194,2647 4355,6829
C
6H
12O
6H
2O C
2H
2O
4C
2H
2O
4483,9648 C
2H
2O
4Total
48,3965 4609,5231
100,6109 1748,3827
435,5683 Total
Total 6894,0850 Total
2284,5619
6894,0850
10. ROTARY DRYER (B-350)
= =
= =
= =
= =
=
=
=
=
=
=
= =
11. CYCLONE (H-351)
= =
= =
= =
= =
=
=
=
=
=
= Total =
Feed Keluar (Kg/Jam) Produk ke Cooling Conveyer
11,0672 4,3755 4312,1261
47,9125 4375,4813 Feed Masuk (Kg/Jam)
Masuk ke Rotary Dryer
C
6H
12O
611,1790 C
6H
12O
6C
2H
2O
448,3965 C
2H
2O
4Total
H
2O 194,2647 H
2O
C
2H
2O
4.2H
2O 4355,6829 C
2H
2O
4.2H
2O
C
6H
12O
6H
2O C
2H
2O
4.2H
2O
*padatan kristal ke cyclone 0,1118 189,8893
43,5568 0,4840 234,0418
C
6H
12O
6Feed Keluar (Kg/Jam) Produk atas ke udara bebas
0,0011 C
2H
2O
4Total
Total 4609,5231 Total 4609,5231
C
2H
2O
40,4840 C
2H
2O
4Total
H
2O 189,8893 H
2O
C
2H
2O
4.2H
2O 43,5568 C
2H
2O
4.2H
2O
Total
Total 234,0418
43,7111 234,0418 189,8893 0,4356 0,0048 190,3308
Produk bawah ke cooling conveyer0,1107 43,1213
0,4791 C
6H
12O
6C
2H
2O
4.2H
2O C
2H
2O
4Feed Masuk (Kg/Jam)
Masuk ke Cyclone
C
6H
12O
60,1118
12. COOLING CONVEYOR (J-354)
= =
= =
= =
= =
=
=
=
=
=
= =
13. BALL MILL (C-355)
= =
= =
= =
= =
= =
Feed Masuk (Kg/Jam)
Masuk ke Cooling ConveyerC
6H
12O
611,0672 C
6H
12O
6Feed Keluar (Kg/Jam) Produk ke Ball Mill
11,1779
H
2O 4,3755 H
2O
C
2H
2O
4.2H
2O 4312,1261 C
2H
2O
4.2H
2O
Produk dari Rotary Dryer
4,3755 4355,2473
48,3916 C
2H
2O
4C
6H
12O
60,1107
C
2H
2O
4.2H
2O 43,1213
C
2H
2O
40,4791
C
2H
2O
447,9125
Total 4375,4813
Total
4419,1923
Feed Keluar (Kg/Jam) Produk ke Silo Asam Oksalat
11,1779 43,7111
4419,1923 Total
Total
4,3755 4355,2473
48,3916 4419,1923 Feed Masuk (Kg/Jam)
Masuk ke Ball Mill
C
6H
12O
611,1779 C
6H
12O
6C
2H
2O
448,3916 C
2H
2O
4Total 4419,1923
Total
H
2O 4,3755 H
2O
C
2H
2O
4.2H
2O 4355,2473 C
2H
2O
4.2H
2O
Kapasitas Produksi = ton/tahun
= kg/jam
Waktu Operasi = 1 Tahun = Hari
= 1 Hari = Jam
Satuan Massa = Kilo gram/Jam Satuan Panas = Kilo kalori/Jam
1. HEATER ASAM KLORIDA (E-213)
2. HEATER FEER KE CLARIFIER (E-122)
3. REAKTOR HIDROLISIS (R-210)
Total 395012,7796 395012,7796
C2H2O4 23191,8401 2517,079919
HCl 2517,079919 23191,8401
Fruktosa 32367,57534 123967,7547
H2O 66991,40624 69066,94775
Qserap --- 51456,83509
Qloss 2572,841755 ---
H2O pada HCl 5849,116661 ---
ΔHR 57923,53852 ---
C12H22O11 170387,2384 ---
Glukosa 33212,14267 124812,322
Total 340453,4091 340453,4091
Komponen Panas masuk (kkal/jam) Panas keluar (kkal/jam)
Qsupply 286064,1286 ----
Qloss --- 14303,2064
H2O 11196,1478 66991,4062
C2H2O4 3865,3067 23191,8401
Fruktosa 5394,5959 32367,5753
Komponen Panas masuk (kkal/jam) Panas keluar (kkal/jam)
C12H22O11 28397,8731 170387,2384
H2O (l) 977,5519 5849,1167
Qsupply 7365,9774 ---
Glukosa 5535,3571 33212,1427
BAB IV NERACA PANAS
Komponen Panas masuk (kkal/jam) Panas keluar (kkal/jam)
HCl (l) 390,9662 2517,0799
35000 4419,191919
330 24
Qloss --- 368,2989
Total 8734,4954 8734,4954
4. REAKTOR NETRALISASI (R-220)
5. HEATER FEED KE REAKTOR OKSIDASI (E-224)
6. HEATER HNO3 (E-233)
7.REAKTOR OKSIDASI (R-230)
Fe2(SO4)3 684,6850768 684,6850768
NaCl 1984,772303 ----
H2O pada HNO3 192831,6493 ---
NO --- 39315,00351
C2H2O4 38653,06683 53681,01358
HNO3 153556,233 5576,533124
Fruktosa 206612,9245 ---
H2O 125037,5118 416534,8639
Komponen Panas masuk (kkal/jam) Panas keluar (kkal/jam)
Glukosa 208020,5367 15057,78818
Total 362806,2404 362806,2404
H₂O 19356,1888 192831,6493
Qsupply 328367,1620 ---
Komponen Panas masuk (kkal/jam) Panas keluar (kkal/jam)
HNO3 15082,8896 153556,2330
Qloss --- 16418,3581
NaCl 1185,143132 1984,772303
Qsupply 244266,3873 ----
H2O 75098,68432 125037,5118
C2H2O4 23191,8401 38653,06683
Glukosa 124812,322 208020,5367
Fruktosa 123967,7547 206612,9245
Total 890659,4642 890659,4642
Komponen Panas masuk (kkal/jam) Panas keluar (kkal/jam)
Qserap --- 542403,72
Qloss 27120,186 ---
NaCl --- 1185,143132
ΔHR 518627,5761 ---
HCl 23191,8401 ---
NaOH 1355,757699 ---
H2O 69066,94775 75098,68432
C2H2O4 2517,079919 23191,8401
Glukosa 124812,322 124812,322
Fruktosa 123967,7547 123967,7547
Komponen Panas masuk (kkal/jam) Panas keluar (kkal/jam)
Qloss --- 12213,31936
Total 592522,1315 592522,1315
8.HEATER UDARA I (E-239)
9. ABSORBER (D-236)
10. EVAPORATOR (V-320)
Total 7261806,9653 7261806,9653
Qsupply 6438876,188 ---
Qloss --- 321943,81
H2O (g) --- 3142685,70
HNO3 (g) --- 3203239,28
C2H2O4 (aq) 429478,5108 472426,36
HNO3 (l) 5018,879811 ---
C6H12O6(aq) 13552,00936 14907,21