KATA PENGANTAR (Cetakan Pertama)
engan mengucapkan Alhamdulillahirabbil ‘alamin penulis senantiasa ucapkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan karunia dan rahmat- Nya penulisan buku ini dapat diselesaikan. Buku-buku yang berkenaan dengan perencanaan wilayah yang dikaitkan dengan perspektif otonomi dan desentralisasi fiskal relatif sedikit dalam kancah perpustakaan pada saat ini, sehingga penulis berkeinginan menambah literatur perpustakaan dalam bidang ilmu perencanaan wilayah, sesuai dengan kapasitas penulis, yang telah menyelesaikan bidang studi ini pada tahun 2007 di Program Studi Doktor Ilmu Perencanaan Wilayah Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
Perencanaan wilayah merupakan cara dalam mengetahui dan menganalisis suatu kondisi, meramalkan perkembangan berbagai faktor noncontrollable yang relevan, memperkirakan faktor-faktor pembatas, menetapkan tujuan dan sasaran yang diperkirakan dapat dicapai, menetapkan langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut, serta menetapkan lokasi dari berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan atau sasaran, sehingga apabila perencanaan yang baik diharapkan akan memberikan dampak positif dalam rangka mendukung penyelenggaraan program perencanaan pembangunan dalam pelaksanaan otonomi daerah dan keberhasilan implementasi kebijakan desentralisasi fiskal di Indonesia.
Pada kesempatan ini dengan hati yang tulus dan penuh kerendahan hati, penulis sampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berperan serta dalam penyelesaian penulisan buku ini terutama kepada Prof. Dr. Sutyastie Soemitro Remi, SE., MS (Guru Besar Universitas Pajajaran Bandung) yang telah memberikan pengarahan, saran, kritik dan dorongan moril serta motivasi dengan penuh kesabaran dan pengabdian, sampai selesainya penulisan buku ini.
Buku yang berjudul “Perencanaan Wilayah (Perspektif Otonomi dan Desentralisasi Fiskal di Indonesia)” semoga bermanfaat bagi para pengambil kebijakan, stakeholder dan para akademisi yang sedang mempelajari Ilmu
D
Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih perlu adanya perbaikan di setiap waktu demi kesempurnaannya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan masukan dan saran konstruktif dari para pembaca demi terciptanya sebuah karya tulis yang lebih baik.
Medan, Februari 2011
Dr. Abdul Kadir, M.Si
KATA PENGANTAR (Cetakan Kedua)
engan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, Buku yang berjudul “Perencanaan Wilayah (Perspektif Otonomi dan Desentralisasi Fiskal)”, dapat digandakan kembali (cetakan kedua) sebagai wujud atas permintaan dan kebutuhan terhadap buku-buku kepustakaan yang terkait dengan fenomena pembangunan dan aspek-aspeknya terutama yang berwawasan perencanaan pembangunan dan pengembangan wilayah di era otonomi di Indonesia.
Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi kalangan birokrasi, mahasiswa maupun bagi pemerhati pembangunan dan masyarakat pembaca lainnya. Terima Kasih dan selamat membaca.
Medan, Oktober 2016 Penulis,
Dr. Abdul Kadir, M.Si
D
DAFTAR ISI
Halaman KATA PENGANTAR (Cetakan Pertama)...
KATA PENGANTAR (Cetakan Kedua)...
DAFTAR ISI...
DAFTAR TABEL...
DAFTAR GAMBAR...
iiii ivvii viii BAB I PENDAHULUAN... 1
1.1. Perencanaan……….
1.1.1. Pentingnya Perencanaan………
1.1.2. Definisi dan Fungsi Perencanaan……….………
1.1.3. Jenis-jenis Perencanaan………..
1.1.4. Teori Perencanaan……….
1.2. Otonomi Daerah………
1.2.1. Pengertian Otonomi Daerah………
1.2.2. Sejarah Otonomi Daerah……….
1.3. Desentralisasi Fiskal………
1.3.1. Pengertian Desentralisasi Fiskal………
1.3.2. Variasi Desentralisasi Fiskal………..
1.3.3. Perkembangan Desentralisasi Fiskal di Negara-negara Berkembang……….
1.3.4. Desentralisasi Fiskal dan Aspek-aspeknya……….
16 918 2831 3134 4848 51 5455
BAB II KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN... 61 2.1. Model dan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional...
2.2. Perencanaan Pembangunan Wilayah...
2.2.1. Revolusi Pola Pikir dalam Pembangunan...
2.2.2. Proses Perencanaan Pembangunan...
2.2.3. Unsur-unsur Pokok dalam Perencanaan Pembangunan...
2.3. Perencanaan Pembangunan Nasional...
2.4. Perencanaan Pembangunan Daerah...
6170 73102 105108 110
2.5. Perencanaan Wilayah Pendekatan Pertumbuhan Potensi
Daerah………...
2.6. Hambatan-hambatan dalam Perencanaan Pembangunan
Daerah...
115 119
BAB III OTONOMI DAERAH... 125 3.1. Strategi Penyelenggaraan Otonomi Daerah...
3.2. Kewenangan Daerah...
3.3. Implikasi Pelaksanaan Pembangunan di Daerah...
3.4. Perspektif Perencanaan Pembangunan Wilayah dalam Era Otonomi Daerah...
3.4.1. Pemberdayaan Daerah dengan Desentralisasi (Otonomi Daerah)...
3.4.2. Perspektif Perencanaan Pembangunan Daerah
dalam Sistem Otonomi Daerah...
3.4.3. Otonomi Daerah di Indonesia: Das Sollen and Das Sein...
127132 157 162 162 167170
BAB IV DESENTRALISASI FISKAL DI INDONESIA... 180 4.1. Latar Belakang Lahirnya Desentralisasi...
4.2. Dasar Pemikiran Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah...
4.3. Prinsip Kebijakan Perimbangan Keuangan...
4.4. Dasar Pendanaan Pemerintahan Daerah...
4.5. Sumber Penerimaan Daerah...
4.5.1. Pendapatan Asli Daerah (PAD)...
4.5.2. Dana Perimbangan...
4.5.3. Lain-lain Pendapatan...
4.6. Pinjaman Daerah...
4.6.1. Batasan Pinjaman...
4.6.2. Sumber Pinjaman...
4.6.3. Jenis dan Jangka Waktu Pinjaman...
4.6.4. Penggunaan Pinjaman...
4.6.5. Persyaratan Pinjaman...
4.6.6. Prosedur Pinjaman Daerah...
4.6.7. Obligasi Daerah...
4.6.8. Pelaporan Pinjaman………
181185 194195 195196 204214 215215 216216 217217 217218 219
4.7. Peran APBD dalam Pembiayaan Pembangunan Daerah...
4.7.1. Asas Umum APBD...
4.7.2. Penyusunan Rancangan APBD...
220224 226 BAB V PENUTUP.... 228 DAFTAR PUSTAKA... 230
DAFTAR TABEL
Nomor Judul Halaman
2.1. Perkembangan Paradigma Pembangunan dan Paradigma
Perencanaan di Indonesia... 63 2.2. Analisis Permasalahan Kegagalan... 76 4.1. Perbedaan Sistem Pemungutan Undang-Undang Nomor 34
Tahun 2000 dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009... 200 4.2. Perbedaan Kenaikan Tarif Maksimum Pajak Provinsi antara
Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 dengan Undang-
Undang Nomor 28 Tahun 2009... 202 4.3. Perbedaan Kenaikan Tarif Maksimum Pajak Kabupaten/Kota
antara Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 dengan Undang-
Undang Nomor 28 Tahun 2009... 203 4.4. Perbedaan Diskresi Penetapan Tarif antara Undang-Undang
Nomor 34 Tahun 2000 dengan Undang-Undang Nomor 28
Tahun 2009... 203
DAFTAR GAMBAR
Nomor Judul Halaman
2.1. Empat Pilar Penopang Ilmu Pembangunan... 70 2.2. Enam Pilar Penopang Ilmu Pembangunan... 71 2.3. Perbedaan Pembangunan Daerah, Pembangunan Kawasan dan
Pembangunan Nasional... 114