PENGERTIAN DASAR PENELITIAN
Pengantar
Dalam suatu proses penelitian terdapat tiga komponen utama yang menyatu secara integral dan tidak dapat ditinggalkan, yaitu peneliti, objek yang diteliti, dan penelitian itu sendiri. Begitu pula dengan proses penelitian, antara peneliti, objek yang diteliti, dan penelitian itu sendiri harus terpadu secara terpadu.
Arti Penelitian
Penelitian adalah suatu metode penelitian yang dilakukan oleh seseorang melalui penyelidikan yang cermat dan sempurna terhadap suatu masalah hingga diperoleh solusi yang tepat terhadap masalah tersebut (Hillway, 1956, Pengantar Penelitian, Hougton Mifflin Co). Penelitian adalah pencarian fakta menurut metode obyektif yang jelas untuk menemukan hubungan antar fakta dan menghasilkan proposisi, aturan atau hukum (John dalam Whitney 1960).
Penelitian Suatu Proses Sistematis
Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui klasifikasi, identifikasi, kodifikasi dan interpretasi. Penelitian ilmiah adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sistematis, terkendali, empiris dan berdasarkan penalaran tentang berbagai hal di antara fenomena alam.
Tujuan Penelitian
Oleh karena itu, hubungan antara sains dan penelitian sangat erat, begitu pula hasil dan proses (Almack). Sedangkan Whitney berpendapat bahwa sains dan penelitian adalah proses, sehingga sains dan penelitian adalah proses yang sama.
Asas Dasar Penelitian
Validitas ada dua jenis, yaitu (1) validitas internal yaitu ketepatan pemahaman hasil penelitian, dan (2) validitas eksternal yaitu kemampuan generalisasi hasil penelitian. b) Dapat dipercaya (kata sifat) artinya 'dapat dipercaya atau diandalkan kebenarannya'. Penelitian ini dapat menunjukkan tingkat konsistensi (consistency) dan replicability (kemampuan menjawab pertanyaan) metode, kondisi dan hasil penelitian.
Penggolongan Penelitian
Almack (1939) menyatakan dalam bukunya Penelitian dan Penulisan Tesis bahwa metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis pada penemuan, validasi, dan penjelasan kebenaran. Oleh karena itu, metode ilmiah dalam penelitian mempunyai kriteria dan langkah-langkah tertentu sebagai standar operasional prosedur.
METODE ILMIAH DAN
- Pengantar
- Kriteria Metode Ilmiah
- Langkah-Langkah Metode Ilmiah
- Metode Penelitian
- Jenis-jenis Metode Penelitian
Pengelompokan metode penelitian didasarkan pada lima hal, yaitu (1) sifat masalah yang ingin dipecahkan, (2) teknik dan alat yang digunakan, (3) tempat dilakukannya penelitian, (4) jangka waktu. penelitiannya, dan (5) wilayah atau bidang ilmu yang mendukung penelitian tersebut. Metode penelitian grounded adalah metode penelitian yang didasarkan pada fakta dan penerapan.
PROPOSAL PENELITIAN SASTRA
Pengantar
Sastra yang dijadikan bahan penelitian dapat berupa sastra lisan (sastra rakyat), sastra tulis (naskah), dan sastra modern (cetak). Sedangkan jika perlu melakukan penelitian sastra dengan benda-benda sastra modern yang berbentuk cetakan, misalnya sastra Indonesia modern yang berhuruf latin, tentu akan lebih mudah dilakukan dari itu.
Istilah, Manfaat, dan Masalah Penelitian
Begitu juga, hasil penyelidikan yang dijalankan tidak boleh dipertanggungjawabkan atas dasar perancangan yang matang. Melalui rancangan penyelidikan, seorang perunding (pakar penyelidikan dalam bidangnya) boleh memutuskan sama ada sesuatu penyelidikan yang dirancang itu layak dilakukan atau tidak.
Peta Masalah Penelitian Sastra
Dalam penelitian kajian sastra, bidang pendukung karya sastra ini dapat mengarah pada penelitian yang menggunakan pendekatan sosiologi sastra, Marxisme, dan mimesis. Kritik sastra adalah suatu bidang studi sastra yang berupaya mengkaji, mendeskripsikan, menganalisis, menafsirkan, mengomentari, dan menilai karya sastra secara langsung.
Komponen Proposal Penelitian
Bagaimana penerimaan masyarakat sepuluh kota di Indonesia (Padang, Medan, Yogyakarta, Semarang, Banjarmasin, Samarinda, Denpasar, Mataram, Manado dan Gorontalo) terhadap makna dan pesan 30 puisi modern Indonesia bertema promosi pariwisata Indonesia ? panggilan. Populasi diambil dari seluruh puisi modern Indonesia bertema pariwisata Indonesia (500 puisi karya 214 penyair) dan informan dari 10 kota di Indonesia.
PROPOSAL PENELITIAN PROMOSI
Abstrak
Pendahuluan
Terdapat perbedaan yang jelas antara dua jenis bahasa yang ditulis oleh para pakar pariwisata dan yang ditulis oleh para sastrawan atau penyair. Meskipun terdapat perbedaan antara kedua jenis bahasa promosi pariwisata tersebut, namun melalui penelitian ini Tim Peneliti akan mencoba mengetahui bagaimana sebenarnya promosi pariwisata di Indonesia berbentuk puisi.
Perumusan Masalah
Bagaimana konteks sosial pembaca yang berada di sepuluh kota di Indonesia (Padang, Medan, Yogyakarta, Semarang, Banjarmasin, Samarinda, Denpasar, Mataram, Manado dan Gorontalo) dengan permasalahan pariwisata Indonesia khususnya mengenai wisata daerah, wisata alam, wisata budaya? dan wisata kuliner. Observasi lapangan dilakukan oleh perpustakaan di Jakarta dan terjun langsung ke lapangan di wilayah penelitian masyarakat di 10 kota di Indonesia.
Tujuan/Hasil yang Diharapkan
Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah masyarakat mempunyai pemahaman dan wawasan yang luas terhadap obyek-obyek wisata sejarah, budaya dan keindahan alam yang ada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercermin dalam puisi-puisi yang bertemakan pariwisata Indonesia. Selain itu, dalam waktu enam bulan penelitian ini, data diperoleh dari pengisian kuesioner dan wawancara di sepuluh kota provinsi di Indonesia (300 responden, sepuluh narasumber, dan sepuluh pembaca ahli) mengenai tingkat penerimaan makna dan pesan utama teks. . 30 puisi tentang pariwisata indonesia.
Tinjauan Pustaka
Selain itu, ilmu pengenalan pariwisata ditulis sekaligus sebagai penolakan terhadap ilmu pariwisata sekuler yang menjadikan “5-S” sebagai salah satu unsur pariwisata, yaitu (1) Sex yang berarti daya tarik prostitusi; (2) Senyum, artinya daya tarik kebaikan; (3) Pasir, artinya daya tarik pasir pantai; (4) Matahari, artinya daya tarik pemandangan matahari sore atau pagi hari; Daya tarik sejarah merupakan daya tarik terhadap suatu tempat karena mempunyai nilai sejarah dalam perjuangan manusia.
Landasan Teori
Dengan demikian, analisis isi atau content analysis merupakan suatu strategi untuk menangkap makna dan pesan pokok karya sastra (Endraswara, 2011: 161). Dengan demikian, estetika resepsi merupakan suatu metode kritik sastra yang menitikberatkan pada peran pembaca yang memberikan perhatian terhadap karya sastra sebagai suatu struktur.
Metodologi
Hasil analisis isi 30 puisi bertema promosi pariwisata Indonesia oleh 30 penyair sastra Indonesia kemudian disebarluaskan makna dan pesan pokoknya kepada 300 pembaca (responden) di 10 kota di Indonesia. Dari 500 puisi pariwisata, diambil 30 puisi (6%) sebagai sampel utama untuk dianalisis kandungan makna dan pesan utamanya, serta bahan pembuatan alat (kuesioner 50 pertanyaan), dan sejumlah informan (300). responden, termasuk 10 orang pembaca ahli dan 10 narasumber) di 10 kota di wilayah Republik Indonesia.
Rancangan Riset
Selanjutnya yang kelima adalah Bab Hasil dan Pembahasan yang berisi tentang penjelasan data yang diperoleh beserta analisis hasil dan temuannya. Terakhir, bagian keenam adalah Bab Kesimpulan dan Saran yang menyimpulkan keseluruhan rangkaian penelitian ini dan merekomendasikan sesuatu yang dapat diambil dan ditindaklanjuti dari penelitian “Promosi Pariwisata Indonesia dalam Puisi Modern Indonesia”.
Personal Pelaksana Penelitian
Jadwal Penelitian
Pendanaan
Persetujuan
Apa makna dan pesan pokok dari 18 puisi modern Indonesia bertema lingkungan hidup yang ditulis oleh 8 penyair sastra modern Indonesia. Bagaimana masyarakat enam kota di Indonesia menerima makna dan pesan dari 18 puisi modern Indonesia bertema lingkungan?
PELAPORAN KEMAJUAN PENELITIAN
Pengantar
Selain itu, ada juga promosi pariwisata di Indonesia yang ditulis dalam bahasa sastra, misalnya ditulis dalam bentuk puisi. Promosi pariwisata Indonesia dalam bentuk puisi ditulis oleh para sastrawan atau penyair yang tidak ahli dalam bidang pariwisata.
Pokok Permasalahan
Mataram, Manado dan Gorontalo) tentang Makna dan Pesan Pokok 30 Puisi Indonesia Modern yang Temanya Mempromosikan Pariwisata Indonesia. Data dari kuesioner yang telah diisi dan hasil wawancara kemudian diolah di beberapa tempat di Jakarta dan sekitarnya melalui pengkodean, penyuntingan, tabulasi, interpretasi dan perumusan kesimpulan tentang tingkat penerimaan masyarakat terhadap makna dan pesan utama.
Metodologi Pelaksanaan
Observasi lapangan dilakukan oleh perpustakaan-perpustakaan di Jakarta untuk mengumpulkan data puisi pariwisata Indonesia, yaitu (1) Perpustakaan Badan Pengembangan dan Pengembangan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, (2) Perpustakaan Nasional, (3) Perpustakaan Pusat H.B. Dokumentasi Sastra Di Jakarta juga dilakukan uji coba dan penyebaran 30 kuesioner kepada 30 responden (7 PNS, 7 anggota komunitas sastra, 7 mahasiswa, 7 pelaku/pekerja pariwisata, seorang narasumber dan seorang pembaca berpengetahuan) yang wawancara telah selesai. dengan pembaca, ahli dan nara sumber.
Pengelolaan Administrasi Manajerial
TIM PENELITI KEHORMATAN 2 BULAN (satu orang peneliti utama/kelas IV-D dan 4 orang peneliti madya/kelompok IV-A dan IV-B). TIM PENELITI KEHORMATAN 1 BULAN (satu orang peneliti utama/kelas IV-D, dan 4 orang peneliti madya/kelompok IV-A dan IV-B).
Metode Proses Pencapaian Target Kinerja
Instrumen penelitian yang disusun berupa: (1) angket konteks sosial pembaca pariwisata Indonesia di 10 kota, (2) angket tingkat penerimaan pesan dan makna pariwisata Indonesia dalam puisi, dan (3) pedoman wawancara terhadap informan dari 11 kota di Indonesia, secara tepat waktu dan sesuai jadwal. Hasil uji coba instrumen/kuisioner terhadap 30 responden di Jakarta direvisi tepat waktu dan sesuai jadwal.
Sinergi Koordinasi Kelembagaan-Program
Hasil penyebaran kuesioner kepada 300 responden di 10 kota dapat dikirimkan, disampaikan atau dikumpulkan oleh tim peneliti. Pengembangan Sinergi Koordinasi Program Kelembagaan Pada awalnya penilaian dilakukan melalui komunikasi SMS, telepon dan internet (facebook dan email), secara informal antara tim peneliti dengan koordinator yang ditunjuk oleh tim peneliti di 10 provinsi lokus penelitian.
Kerangka Pemanfaatan Hasil Litbangyasa
Dari hasil pengamatan kami di lapangan yaitu dengan mengunjungi dan mengamati objek-objek wisata yang menjadi fokus penelitian ini, masyarakat belum memiliki apa yang disebut dengan “kesadaran wisata”. Dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan sebagian besar masyarakat mempunyai rasa “sadar wisata” dan turut serta menjaga, memelihara, melestarikan dan mempromosikan obyek-obyek wisata yang menjadi unggulan di daerahnya masing-masing.
Tindak Lanjut Program Kerja
Hasil penelitian ke depan hendaknya mampu menjadi salah satu arah kebijakan pengembangan pariwisata dan industri kreatif di seluruh wilayah Indonesia. Tim peneliti “Promosi Pariwisata Indonesia dalam Puisi Indonesia Modern” telah melaksanakan tahapan penelitian mulai dari penyusunan penelitian, pembuatan proposal, revisi proposal dan RAB, perancangan ulang langkah kerja, pengumpulan data puisi pariwisata Indonesia (500 puisi), seleksi dan penentuan 30 puisi promosi pariwisata Indonesia sebagai panitia penelitian, penyusunan instrumen/kuesioner, pengujian instrumen/angket pada 30 responden di Jakarta, revisi instrumen tes, penyebaran angket/pengumpulan data kepada 300 responden, dan tim melakukan wawancara terhadap 11 narasumber. dan 11 pembaca ahli di 11 kota di Indonesia (Jakarta, Medan, Padang, Semarang, Yogyakarta, Banjarmasin, Palangkaraya, Denpasar, Mataram, Gorontalo dan Manado) sesuai jadwal yang ditargetkan.
Pengantar
Manan, Dorothea Rosa Herliany, Iwan Nurdaya Djafar dan Ataswarin Kamariah Moewardi Bambang Sarah sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga, melestarikan dan memelihara lingkungan hidup yang bersih dan sehat. Bagaimana reaksi, pesan, dan harapan masyarakat terhadap keberadaan puisi bertema lingkungan hidup sebagai sarana sosialisasi atau kampanye “sadar lingkungan”?
Landasan Teori
Mengenai persoalan tema dan pesan karya sastra, tema adalah gagasan, gagasan atau pokok pikiran dalam karya sastra (Sudjiman, 1990:78). Oleh karena itu pesan suatu karya sastra berkaitan dengan makna (makna) suatu karya sastra yang bersifat kiasan, subyektif, dan umum.
Metodologi
Teknik ini bertujuan untuk memperoleh data primer maupun data sekunder yang selengkap-lengkapnya mengenai puisi bertema lingkungan bersih dan sehat. Teknik penyebaran angket, wawancara dan observasi bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan masyarakat terhadap makna dan pesan pokok 18 puisi tentang isu lingkungan bersih dan sehat.
Pembahasan
Mereka yang mayoritas respondennya mengetahui, memahami dan memahami isu lingkungan hidup yang bersih dan sehat, sehingga memudahkan mereka dalam memahami makna dan pesannya. Sebagian besar responden mengetahui, memahami dan memahami permasalahan lingkungan hidup yang bersih dan sehat, sehingga memudahkan mereka dalam memahami makna dan pesan utama puisi bertemakan lingkungan hidup dalam penelitian ini.
Simpulan
Kesadaran manusia dan lingkungan hidup harus dibangkitkan dan digerakkan dengan tindakan nyata agar terwujud lingkungan hidup yang bersih dan sehat dengan baik dan nyaman untuk ditinggali. Masyarakat dan swasta tentu saja diharapkan bersedia mematuhi peraturan pemerintah dan seruan untuk selalu menjaga, melestarikan, dan menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.
KEARIFAN BUDAYA DAN FUNGSI
Pengantar
Sastra lisan Kafoa merupakan salah satu genre sastra yang menggunakan bahasa non-Austronesia (Trans-New Gunea) yang terdapat di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sedangkan bidang sastra lisan Kafoa dikerjakan oleh Puji Santosa yang hasilnya terangkum dalam artikel ini.
Landasan Teori
Sedangkan buku pedoman teori metodologi penelitian sastra lisan dalam bahasa Indonesia juga sangat terbatas, misalnya hanya ada buku :. Dari kelima permasalahan pokok yang berkaitan dengan manusia tersebut, masyarakat memaparkannya dalam karya-karya yang dihasilkannya, salah satunya dalam bentuk karya sastra lisan.
Metodologi
Jadi kearifan budaya adalah ciri-ciri dan nilai-nilai kebudayaan yang menonjol dan mempunyai kemampuan kecerdasan (daya tarik) yang luar biasa untuk memecahkan permasalahan kehidupan. Kemudian peneliti mentransfer media tersebut ke dalam bahasa tulis, diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan menganalisis ciri-ciri dan nilai budayanya.
Pembahasan
Fungsi yang tidak kalah pentingnya dalam sastra lisan masyarakat Kafoa adalah fungsi menambah wawasan. Sportivitas dan persatuan merupakan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Kafoa yang ditampilkan dalam dongeng sastra lisan “Lomba Lari Rusa dan Siput”.
Simpulan
Nilai-nilai budaya sebagai bagian dari kearifan budaya masyarakat Kafoa yang diungkapkan melalui bahasa dan sastra lisannya juga mempunyai kontribusi yang berharga dalam membentuk karakter bangsa. Kearifan budaya masyarakat Kafoa yang diungkapkan dalam sastra lisannya dapat menentukan arah kearifan hidup yang luhur, luhur, dan bermartabat.
PEMAHAMAN LINTAS-BUDAYA NOVEL
- Pengantar
- Landasan Teori
- Metodologi
- Pembahasan
- Simpulan
Rumah panjang di Eudoxus Vivipar terbakar habis oleh kobaran api kemarahan para pemuda rumah panjang itu sendiri. Di akhir novel Mahogany Rhapsody karya Rosli Abidin Yahya, terjadi migrasi besar-besaran penduduk desa Eudoxus Vivipar ke berbagai tempat.
DUA KIDUNG DALAM PERBANDINGAN
Pengantar
Landasan Teori
Metodologi
Pembahasan
Simpulan
Pengantar
Landasan Teori
Metodologi
Pembahasan
Simpulan
KRITIK MITOS SAJAK “HANG TUAH”
Pengantar
LandasanTeori
Metodologi
Pembahasan
Simpulan
HISTORIS KOMPARATIF CERITA
Pengantar
Landasan Teori
Metodologi Penelitian
Pembahasan
Simpulan