• Tidak ada hasil yang ditemukan

Parasut untuk Daerah Bencana Terisolasi

N/A
N/A
Burhan Yusuf

Academic year: 2023

Membagikan "Parasut untuk Daerah Bencana Terisolasi"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

Bahan ajar ini merupakan upaya untuk mendorong dan merangsang guru matematika dalam persiapan dan pelaksanaan pendekatan pembelajaran yang efektif. Namun antusiasme guru dalam menerapkan pembelajaran STEM di kelas belum didukung dengan tersedianya bahan ajar yang memadai khususnya bagi guru matematika. SEAMEO Regional Center for QITEP in Mathematics (SEAQiM) memahami pentingnya menyediakan materi pembelajaran STEM yang dapat digunakan atau dijadikan acuan oleh para guru matematika di Indonesia dalam melaksanakan pembelajaran STEM di kelas.

Produk yang dihasilkan berupa bahan ajar yang terdiri atas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (LPP) beserta LKS dan penilaian. Dengan adanya bahan ajar ini diharapkan dapat membantu dan meringankan kendala yang dihadapi guru dalam penerapan STEM dalam Pembelajaran Matematika. Kami berharap bahan ajar STEM ini dapat meningkatkan semangat guru dalam menerapkan pembelajaran STEM di kelas.

Dalam bahan ajar ini, siswa tidak diharapkan mempelajari ilmu baru; mereka diharapkan menerapkan pengetahuan yang telah mereka pelajari pada situasi baru. Oleh karena itu, permasalahan yang digunakan dalam bahan ajar ini sedapat mungkin mengambil inspirasi dari dunia nyata.

Bagaimana menggunakan buku ini?

Selain itu bahan ajar ini juga dilengkapi dengan berbagai fitur yang dimaksudkan untuk membantu guru dalam pelaksanaan pembelajaran, yaitu sebagai berikut. Technology Bits Corner memberikan panduan kepada guru untuk menciptakan diskusi produktif tentang teknologi sehingga siswa dapat belajar tentang teknologi, perannya dalam kehidupan sehari-hari, dan hubungannya dengan bidang STEM lainnya.

Pembelajaran Integratif STEM

Selayang Pandang

STEM

Seperti apa Engineering dan Teknologi akan terlihat di kelas Anda?

Siswa menggunakan penalaran matematis dan prinsip ilmiah untuk membantunya menentukan solusi yang tepat, terutama pada fase Bayangkan dan Rencana. Selain konsep matematika dan sains serta teknik, siswa juga akan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan solusi suatu permasalahan, mulai dari teknologi sederhana seperti gunting dan waterpas, hingga teknologi canggih seperti kalkulator dan internet. Solusi yang diciptakan siswa dengan menggunakan teknologi juga dapat berupa bentuk tersendiri dari teknologi yang lebih besar dan kompleks.

Mengenal Computational Thinking

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Parasut untuk Daerah Bencana Terisolasi

RINGKASAN

KELAS: 7

ALOKASI WAKTU

PERKIRAAN BIAYA

Rencana Pelaksanaan PembelajaranRencana Pelaksanaan Pembelajaran

  • PERTANYAAN PEMANDU
  • TUJUAN PEMBELAJARAN
  • STANDAR KURIKULUM
  • KONEKSI ENGINEERING
  • KONEKSI TEKNOLOGI
  • PENGETAHUAN PRASYARAT
  • ALAT DAN BAHAN
  • PERSIAPAN GURU DAN SISWA
  • PENDAHULUAN
  • LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN
  • KOSA KATA PENTING

Pada kegiatan ini siswa akan mengidentifikasi berbagai teknologi yang ada disekitarnya, baik yang canggih seperti stopwatch maupun yang sederhana seperti gunting, serta membangun pemahaman tentang teknologi yaitu pemanfaatannya dapat memudahkan pekerjaan dan menciptakan teknologi yang lebih kompleks, misalnya parasut yang dapat digunakan untuk mengangkut. bantuan ke daerah bencana terpencil. Pada kegiatan ini siswa akan mengetahui keefektifan kanopi dengan cara mengeksplorasi bentuk dan luas kanopi serta panjang tali gantung. Siswa akan mengeksplorasi parasut dengan berbagai bentuk dan lebar kanopi serta panjang tali gantung yang berbeda-beda.

Parasut yang dapat mendarat dengan baik, tidak merusak beban dan mendarat pada tempat yang diinginkan merupakan parasut dengan desain terbaik. Karena keterbatasan alat dan bahan, maka dalam kegiatan kelas siswa tidak merancang parasut sebenarnya, melainkan miniatur parasut dengan menggunakan alat dan bahan yang mudah ditemukan. Hari ini, Anda akan merancang parasut yang aman digunakan untuk mengirimkan bantuan ke daerah bencana yang terisolasi.

Bagaimana desain parasut yang ideal untuk membawa dan mendaratkan bantuan dengan aman di daerah bencana? Bagaimana caranya agar parasut yang Anda desain berhasil sesuai dengan kriteria yang Anda tetapkan. Siswa akan merancang parasut dengan luas yang berbeda-beda namun dengan panjang tali gantung yang sama.

Kegiatan ini akan menggunakan beban berupa 1 buah penjepit kertas yang digantungkan pada ujung tali gantung yang telah diikat menjadi satu. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menentukan pengaruh panjang tali gantung pada parasut yang akan dirancang siswa. Siswa akan merancang parasut dengan luas yang sama tetapi panjang tali gantungnya berbeda.

Dari kegiatan ini diharapkan siswa dapat mengambil kesimpulan bahwa dimensi parasut dan panjang tali gantung berpengaruh terhadap kinerja parasut. Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah luas kanopi parasut dan panjang tali gantung harus proporsional. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan perancangan parasut yang akan digunakan untuk membawa bantuan ke daerah terpencil bencana sesuai dengan tujuan kegiatan ini.

Dalam kelompoknya, siswa berdiskusi dan menentukan bentuk persegi panjang mana yang akan mereka pilih yang akan menghasilkan parasut yang ideal. Bagaimana kita dapat menggunakan pengetahuan sains dan matematika serta proses desain teknik untuk menciptakan teknologi yang dapat membantu merancang parasut yang dapat digunakan untuk mendistribusikan bantuan seperti makanan dan obat-obatan ke daerah-daerah terpencil yang terkena bencana.

Gambar 1 Contoh gedung bertingkat sebagai lokasi percobaan.
Gambar 1 Contoh gedung bertingkat sebagai lokasi percobaan.

Lembar Kerja Siswa: Aktivitas 1

INSTRUKSI

ALAT DAN BAHAN

Lembar Kerja Siswa: Aktivitas 2

Lembar Kerja Siswa: Aktivitas 3

KRITERIA DESAIN SUKSES BATASAN

MASALAH

AYO DISKUSI

AYO RENCANAKAN

AYO BUAT DAN UJI COBA

AYO PERBAIKI

Panduan Penilaian Siswa

Siswa mengidentifikasi kelemahan atau kelebihan desainnya, meskipun identifikasinya masih belum lengkap atau tidak akurat, atau siswa memerlukan bantuan guru. Dengan bantuan guru, siswa mengidentifikasi cara untuk meningkatkan desain mereka dan menjelaskan alasannya (mengapa metode ini dapat ditingkatkan). Siswa tidak hanya mengidentifikasi cara untuk memperbaiki desain dan menjelaskan alasannya, tetapi juga memberikan penjelasan dari sudut pandang ilmiah.

MATEMATIKA

TEKNOLOGI (opsional)

ENJINIRING (opsional)

Hypothetical Learning Trajectory

Apa yang mungkin terjadi di kelas Anda?

Ayo meren- canakan

Pilihlah bentuk persegi panjang yang sama, misalnya semua persegi, semua persegi panjang, tetapi dengan tiga ukuran dan luas yang berbeda. Guru mengajak siswa berpikir kritis dan tidak asal memilih bentuk persegi panjang yang diinginkan. Jika siswa cukup menjawab dan memilih parasut yang diinginkan, guru dapat mengajak siswa untuk mengidentifikasi kembali parasut berbentuk persegi panjang mana yang umum ditemukan atau dapat digunakan.

Jika guru merasa siswa perlu penguatan lagi tentang segi empat, maka pengertian segi empat dan cara menentukan luasnya dapat dijadikan sebagai bahan perseptual. Sebaliknya, karena kegiatan STEM merupakan pemecahan masalah yang lebih menekankan penyelesaian masalah dibandingkan menghafal materi, maka guru dapat meminta siswa untuk mengecek buku atau internet untuk referensi cara menentukan luas persegi panjang. Bagaimana jika orang lain melihat sketsa Anda, apakah orang tersebut akan melihat dengan jelas parasut yang akan Anda buat?

Siswa kesulitan membuat sketsa desain yang secara akurat menggambarkan desain yang mereka inginkan karena kurangnya kemampuan mereka menggambar bentuk persegi panjang. Siswa menyebutkan alasan pemilihan bentuk persegi panjang sebagai desain kanopi dan panjang tali gantung. Pemilihan desain kanopi dan panjang tali gantung dengan mempertimbangkan bentuk kanopi dan panjang tali gantung dari Kegiatan 1 dan Kegiatan 2 sebelumnya.

Saya tertarik dengan beberapa bentuk persegi panjang dan ingin mencoba membuat parasut dengan bentuk persegi panjang tersebut. Guru hendaknya memastikan bentuk kubah parasut yang akan dipilih siswa dan alasan memilih bentuk tersebut, baik bentuk kubah maupun panjang tali gantung yang diinginkan. Pilihlah ukuran kanopi sebesar mungkin, ingatlah bahwa semakin lebar kanopi, semakin lama berada di udara dan semakin banyak beban yang dibawanya.

Pilihlah tali yang lebih panjang, perlu diingat bahwa semakin panjang tali maka semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk mendarat. Pilihlah ukuran kanopi yang setengah dari ukuran kegiatan sebelumnya karena lebih mudah dibuat/dipotong dari bahan sebelumnya. Guru harus memastikan ukuran kanopi parasut yang akan dipilih siswa, serta alasan mereka memilih desain tersebut, baik ukuran kanopi maupun panjang tali gantung yang diinginkan.

Ayo mem- buat dan mengujicoba

Memberikan apresiasi kepada siswa dalam menggunakan data untuk mengambil keputusan, namun mendorong siswa untuk juga mempertimbangkan konteks dan situasi, bukan sekedar data eksperimen. Namun menurut Anda apa yang akan terjadi jika Anda menggunakan parasut dengan ukuran sisi 2m x 2m untuk mengeluarkan satu butir telur saja?” Untuk menekankan prinsip-prinsip teknologi tersebut, guru memperlihatkan gunting, gunting, dan selotip di depan kelas.

Siswa mungkin berpikir bahwa gunting, pisau, dan selotip hanya ditemukan oleh ilmuwan atau orang-orang dengan profesi tertentu. Jelaskan bahwa penemuan-penemuan seperti ini dapat dilakukan oleh siapa saja yang pandai dalam memecahkan masalah, tidak harus seseorang dengan profesi tertentu atau ilmuwan. Siswa berpikir bahwa alat-alat seperti gunting dan selotip dibuat hanya untuk tujuan komersial.

Guru dapat membuat siswa berpikir bahwa teknologi muncul karena adanya permasalahan dan keinginan manusia untuk mempermudah pekerjaannya. Guru dapat mencoba hal yang sama dengan selotip dan pemotong, yaitu meminta siswa membayangkan benda-benda dengan tujuan yang sama, namun lebih primitif dan pertama kali diciptakan (seperti selotip yang diawali dengan lem dan dipotong dengan pisau). Tujuannya agar siswa memahami bahwa teknologi tercipta karena adanya permasalahan dan muncul dari keinginan manusia untuk mempermudah pekerjaan.

Pada soal ini, guru dapat memberikan contoh teknologi yang sangat primitif dan sederhana, kemudian menghubungkannya dengan teknologi yang lebih besar dan kompleks. Tujuannya agar siswa dapat menyimpulkan bahwa teknologi yang lebih sederhana membantu membangun inovasi yang lebih besar dan kompleks. Siswa langsung mengerjakan kegiatan yang ada di LKS tanpa memahami kegiatan tersebut, sehingga siswa terlihat bingung dan tidak mengerti apa yang harus dilakukan.

Pada awal pembelajaran, guru dapat mengajak siswa untuk membaca dan memahami setiap kegiatan yang disajikan pada LKS. Guru dapat meminta beberapa siswa mengulangi apa yang akan dilakukan untuk memeriksa pemahaman siswa.

Daftar Pustaka

Gambar

Tabel 1 Definisi Engineering dan Teknologi
Tabel 2 menjelaskan fase-fase Proses Desain Engineering, beserta contohnya, yang  mengambil konteks ketapel.
Gambar 1 Fase-fase proses desain engineering (Cunningham, 2018)
Tabel 4 Aktivitas berpikir komputasi dalam pembelajaran sains dan matematika
+7

Referensi

Dokumen terkait

jumlah 5100 buah. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa semua kriteria desain pada debit rencana dapat terpenuhi pada bak dengan diameter 1,6 m dan diameter