• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF Daya Dukung Lahan dan Air di Provinsi Bali

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2025

Membagikan "PDF Daya Dukung Lahan dan Air di Provinsi Bali"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Daya Dukung Lahan dan Air di Provinsi Bali

Oleh : Prof. Ir. I WayanArthana, MS., Ph.D KepalaPusat Penelitian Lingkungan Hidup

Universitas Udayana Denpasar

Materi disampaikan pada Media Briefing “Daya Dukung dan Daya Tampung Pulau Bali” di Ruang Rapat Lt.3, Pusat Pengelolaan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara-Kementerian Lingkungan Hidup, Jl. Ir. Djuanda Nomor 2, Niti Mandala, Renon Denpasar, Kamis 2 April 2015

Pendahuluan

Pulau Bali yang telahtumbuhmenjadisalahsatudestinasiwisataterkemuka di duniaakanmemberikonsekwensi yang semakinkompleksterhadapkondisipulauini.

Pembangunan semakinpesat, penduduksemakinbanyakbaikituolehnatalitas (kelahiran) maupunolehimigrasi (masuknyadariluarpulau Bali) sertawisatawan yang

berkunjung.SementaraluasanPulau Bali

secarakeseluruhantidakbertambah.LuaswilayahProvinsi Bali adalah 5636,66 km2, yang terdiridariPulau Bali, PulauMenjangan, Nusa Penida, Nusa Ceningan, Nusa Lembongan, danPulauSerangan. Secarakeruangan, Bali terbagimenjadi 8 kabupatendansatukota yang mana di dalamnyaada 56 kecamatan, 703 desa/kelurahan. Di sampingitu, ruangterbagiatas

1433 desapekraman yang di dalamnyaada 3945 Banjar

(Adat).Akhirnyasumberdayaalamdanlingkunganhidupnyaterusmengalamidegradasi yang cukupmengkhawatirkan.Sumberdaya air semakinberkurang, baik air permukaanmaupun

air tanah.Kebutuhanlahanjugaterusmeningkat yang

berartilahanproduktifakankianmenyempit.

Sejalandenganitu, berbagaipermasalahanikutannyabermunculan yang antara lain kerusakanhutan, penurunankeanekaragamanhayati, lahankritis, kerusakanlahanakibatpenambangangalian C, erosidantanahlongsor, lahankitis, kerusakandaerahaliransungai, permasalahan air bersih, banjirdankekeringan, intrusi air laut, pencemaran air, pencemaranudara, abrasi/erosipantai, kerusakanterumbukarang, kerusakanhutan mangrove, permasalahansampahdanlimbahsertasanitasilingkungan.

Secara lebih spesifik, Provinsi Bali beberapa tahun belakangan kondisi sumber daya alam dan lingkungan hidupnya sudah mengalami degradasi yang cukup mengkhawatirkan.

Penurunan jumlah lahan produktif akan terus menerus terjadi seiring dengan semakin pesatnya ekspansi investasi yang boros lahan dan ketiadaan perlindungan terhadap sektor pertanian di Bali. Beberapa faktor yang menjadi pendorong semakin maraknya alih fungsi lahan produktif yaitu tidak terkontrolnya perluasan investasi lahan dan sumber daya alam dengan tidak mempertimbangkan daya dukung serta daya tampung Bali, seperti hotel, villa, lapangan golf, bisnis property, dan lain sebagainya. Luas lahan persawahan tahun 2005 jika dibandingkan dengan tahun 2OO4 mengalami penurunan sebesar 1,08 persen atau 885 hektar. Tahun 2006, luas sawah di Bali yakni 80.997 hektar mengalami penurunan sekitar 213 hektar yang memicumasalah kerawanan pangan.

Bali juga mengalami krisis air. Berdasarkan laporan dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia sejak tahun 1995, Bali mengalami defisit air sebanyak 1,5 miliar m3/tahun. Defisit terus meningkat hingga 7,5 miliar m3/tahun pada tahun 2000.

Diperkirakan pada tahun 2015 defisit air di Bali akan menjadi sebanyak 27,6 miliar m3/tahun. Ditambah lagi dengan menurunnya kualitas dan kuantitas kawasan hutan, danau, daerah resapan maupun daerah aliran sungai sehingga menurunkan ketersediaan air.

(2)

Secara umum, terjadinya permasalahan lingkungan tersebut antara lain disebabkan oleh pemanfaatan ruang dan pelaksanaan pembangunan yang belum didasarkan atas daya dukung lingkungan (carrying capacity) yang tertuang dalam undang-undang Nomor 26 Tahun 2007, yang mana daya dukung sudah menjadi aspek yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan pembangunan. Oleh karena itu untuk menghindarkan kemerosotan sumber daya alam lebih lanjut, maka perlu terus diperingatkan bahwa daya dukung lingkungan di Bali sudah sangat mengkhawatirkan.

DayaDukungLahan

PerhitungandayadukunglahanberdasarkanPermenLingkunganHidup No. 17 Tahun 2009, mengamanatkanperimbanganantaraketersediaan (suplay) dankebutuhan

(demand).Dalamhalinidiasumsikanbahwa Bali

tidakmenerimatambahanatausuplaydariluarPulau BalisepertidariPulauJawa, Pulau Lombok dansebagainya.SesuaiPermen, dalamperhitunganketersediaan (supplay) lahandiperlukan parameter produktivitasaktualtiapjeniskomoditibesertaharganya (Rp/satuan), produktivitasberas (kg/ha), danhargaberas (Rp/kg) yang berlakupadasaatdilakukanperhitungan.

Sedangkanperhitungankebutuhan (demand) lahanmembutuhkan parameter jumlahpenduduk (jiwa), kebutuhanhiduplayak per penduduksetaraberas yang diasumsikan 1000 kg beras/kapita/tahun.Dalamhasilperhitunganberikutjumlahseluruhkomuditi yang digunakandalamperhitunganadalah 110 jeniskomoditidenganproduktivitasberas 3.474,21 kg/ha, hargaberasRp 5.167, jumlahpenduduk 3.372.880 jiwa, kebutuhanlayak per penduduksetaraberas 1000 kg/kapita/tahun. Kalaudihitungdengannilaisekarang (2015) yang manahargaberas rata-rata di Bali mencapaiRp. 12.000, makaperhitungankebutuhanhiduplayakdiasumsikansebesarRp. 12.000.000 per orang per tahunatausetaradenganRp. 1.000.000 per orang per bulan. Dalamhalinidipukul rata antarakebutuhanbayi, anak-anak, orang dewasamaupun orang tua.

HasilPerhitunganDayaDukungLahanProvinsi Bali 2007

(berdasarkanPermenLingkunganHidup No. 17 Tahun 2009)denganasumsikebutuhanlayak per penduduksetaraberas 1000 kg/kapita/tahunadalahsesuaidenganTabel 1 berikut.

Tabel 1.PerhitunganDayaDukungLahanProvinsi Bali 2007

No Kabupaten/Kota JumlahPenduduk Lahan DayaDukungLahan Kebutuhan Ketersediaan Nilai Status

1 Badung 337.480 83.725,32 38.170;80 0,456 Defisit

2 Denpasar 608.595 153.313,94 9.169;15 0,060 Defisit 3 Gianyar 421.067 115.881,49 52.708;68 0,455 Defisit 4 Tabanan 414.220 118.317,81 105.141;86 0,889 Defisit 5 Jembrana 264.865 71.221,52 34.471;55 0,484 Defisit

6 Bangli 106.762 34,951.22 79,439.90 2.273 Surplus

7 Klungkung 175.430 47.161,79 51.316;52 1,088 Surplus 8 Buleleng 643.274 175.622,61 93.124;96 0,530 Defisit 9 Karangasem 427.481 116.839,56 124.274;18 1,064 Surplus

Bali 3.372.880 970.833,03 604.926,81 0,623 Defisit

Sumber :Bappeda Bali, 2009

(3)

Dalamhalini, Bali telahmengalamidefisitlahanproduktifseluas 365.906,22 Ha, meskipunkalaudilihat per kabupaten, Bangli, KlungkungdanKarangasemmasih surplus.

DayaDukung Air

Dayadukung air

jugadilihatdariperimbanganantaraketersediaandankebutuhan.Hinggasaatinihampirsemuake butuhan Bali akan air memangdiperolehdariPulau Bali sendiri. Sekalipuntambahan air

kemasan yang didatangkandariluarpulau yang

bolehdikatakanprosentasenyakecildibandingkandengankebutuhan air secarakeseluruhan.

Hasilperhitungantahun 2009 sajatelahmenunjukkanbahwa Bali secarakeseluruhansudahdefisit airsebanyak 743.881.412,87 m3. Kalaudirincisetiapkabupaten, Jembrana, Tabanan, BanglidanKarangasemmasih surplus.

Tabel 2.Nilai dan status daya dukung air Provinsi Bali (2009)

No Kabupaten/Kota

Total

Kebutuhan Air (m3/thn)

Ketersediaan Air (m3/thn)

Nilai daya Dukung Air

Status Daya Dukung Air

1 2 3 4 5 = (3/4) 6

1 Kab. Jembrana 423784000.00 494448492.06 1.17 Surplus 2 Kab. Tabanan 662752000.00 1074297028.48 1.62 Surplus 3 Kab. Badung 603968000.00 410540200.58 0.68 Defisit 4 Kab. Gianyar 625116800.00 444322259.01 0.71 Defisit 5 Kab. Klungkung 280688000.00 192007832.32 0.68 Defisit 6 Kab. Bangli 339993600.00 506196749.85 1.49 Surplus 7 Kab. Karangasam 684395200.00 700777901.76 1.02 Surplus 8 Kab. Buleleng 1029238400.00 845738552.11 0.82 Defisit 9 Kota Denpasar 746672000.00 125780596.02 0.17 Defisit 10 Prov. Bali 5396608000.00 4710888187.13 0.87 Defisit 11 Prov. Bali

Wisatawan 5454769600.00 4710888187.13 0.86 Defisit Sumber :Bappeda Bali, 2009

DayaTampungPenduduk

Untukmelihatdayatampungpenduduk di Bali ada standard danpendekatannyayaitu :

 Berdasarkanatasluaslahan yang dapatdimanfaatkan

 Berdasarkanataskeseluruhanluaslahan yang ada di wilayahProvinsi Bali.

Mangenai standarnya, daya tampung lingkungan berdasarkan standar WHO yaitu 2,4 orang/ha yang dianggap layak atau setara dengan 0,4167 ha/orang. Sedangkan daya tampung lingkungan berdasarkan standar nasional yaitu 0,4162 ha/orang yang dianggap layak. Setelah dihitung berbasis data lahan yang dapat dimanfaatkan pada tahun 2007 maka Bali hanya mampu menampung penduduk sebanyak satu juta orang saja. Lagi-lagi asumsinya bahwa Pulau Bali tidak mendapatkan tambahan suplay dari luar pulau dan murni hanya mengandalkan yang ada di Bali saja.

(4)
(5)

Tabel3. Hasilanalisisdayatampungberdasarkanstandar WHO untukluaspenggunaanlahantanpahutannegaradanrawa-rawaProvinsi Bali 2007

KABUPATEN/KOTA LAHAN 2007 (ha)

Standar WHO (ha/org)

DayaTampung (orang)

Penduduk 2007 (orang)

Jembrana 42299 0,4167 101.517 264.285 Tabanan 73141 0,4167 175.538 414.220 Badung 40362 0,4167 96.868 377.480 Gianyar 36800 0,4167 88.320 390.689 Klungkung 31297 0,4167 75.112 175.430 Bangli 42740 0,4167 102.576 212.496 Karangasem 69378 0,4167 166.507 427.747 Buleleng 91908 0,4167 220.579 643.274 Denpasar 12240 0,4167 29.376 466.670 Jumlah 440165 0,4167 1.056.396 3.372.880 Sumber :Bappeda Bali, 2009

PerubahanKondisi di Bali Antara 2007-2013

KondisiluasSawahproduktifdi Bali di tahun 2013

jauhberkurangbiladibandingkandenganpadatahun

2007.Alihfungsilahansangatmudahdilihatdiberbagaitempat, meskipun data riilnyamasihtidakkonsistenantarasatulaporandenganlaporan lain. Kalaudilihatdari data BPS, luassawahberdasarkandata tahun2007 adalah 81.235 Ha, tahun2008 adalah 81.482

Hadantahun2013 adalah 81.165 Ha.

KabupatenBadungmemangtelahmelakukanpencetakansawahbaru di Badung Utara namundipercayabahwatambahaninikalahjauhdenganlajumengurangannyamelaluifenomena alihfungsilahan.

Di sisilain, pendudukdi Baliterusmengalamipeningkatan. Data Tahun 2007, jumlahpenduduk Baliadalah 3.372.880 jiwa, tahun2008 adalah 3.409.845 jiwadantahun2013 adalah 4.056.300 jiwa. Dalamhalinipeningkatanpenduduk (2007-2013)

mencapai20,26 %yang

manahanyadalamkurunwaktuenamtahunpenduduktelahmeningkatseperlimanya.

Kemudianditambahlagidenganpeningkatankedatanganwisatawanke Bali yang manapadatahun2007 adalahsebanyak2.723.382 orangwisatawan, tahun2008 sebanyak 2.638.351 orang wisatawandantahun2013 mencapai 3.278.598 orang wisatawan.

Iniartinyadalamkurunwaktuenamtahun, peningkatanjumlahwisatawan yang dating mencapaiangka20,38 %.Jadikalauperhitungantahun 2009 sajasudahmenunjukkanbahwa Bali sudahterlampauidayadukungnyaterhadapkebutuhanlahandan air maka di tahun 2015 ini, dayadukungtersebuttelahsemakinjauhterlalui yang denganbahasa lain bahwaProvinsi

Bali kian deficit akanlahandan air.

Imbaslebihlanjutadalahakansemakinbergantungterhadapsuplaydarisumber-sumber yang berasaldariluarPulau Bali.

Penutup

 Selamakurunwaktu 2007 hingga 2013, lahansawahmenurun, potensi air relatifsama (asumsi), hargaberasnaik 84,61 %, penduduknaik 30,26 % danwisatawannaik 20,38

% maka status dayadukunglahandan air Provinsi Bali akansemakindefisit.

(6)

 Diperlukanupaya-upayasepertimenekanalihfungsilahan,

meningkatkanproduktivitaspertanian, membanguninfrastrukturpenahan air permukaandanmengendalikanjumlahpenduduk.

Pustaka :

Bappeda Bali. 2009. DayaDukungLingkungan Daerah Bali.KerjasamaBadanPerencanaan Dan Pembangunan Daerah Provinsi Bali DenganPusatPenelitianLingkunganHidup, UniversitasUdayanaDenpasar Tahun2009.

BPS 2008. Bali dalamAngka BPS 2009.Bali dalamAngka BPS 2014.Bali dalamAngka

Referensi

Dokumen terkait

Bahkan indeks keparahan kemiskinan di Kabupaten / Kota masih memiliki gap cukup besar bahkan terdapat beberapa kabupaten yang kondisinya berada di bawah rata-rata indeks Provinsi

Dapat dilihat pada Gambar 10 pada saat kejadian El Niño lemah tahun 2004, Provinsi Bali mengalami kekeringan dengan tingkat kekeringan normal sampai dengan sangat

Dari tabel di atas diketahui bahwa persentase pengangguran mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun di masing-masing kabupaten/kota di provinsi Bali dan pada tahun 2016

Modifikasi metode tersebut telah digunakan dalam penelitian yang bertujuan untuk mengetahui daya dukung kawasan pertambakan di sekitar Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru,

Dapat dilihat pada Gambar 7, 8, 9 dan 10, bahwa pada saat kejadian El Ñino, provinsi Bali mengalami kekeringan dengan tingkat kekeringan “normal” sampai dengan

Rehabilitasi hutan dan lahan diarahkan/difokuskan pada DAS yang mengalami peningkatan degradasi hutan dan lahan sehingga dapat diharapkan dapat memulihkan daya

Maksud dan Tujuan diadakannya Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Provinsi Bali adalah dalam rangka melihat secara langsung kegiatan operasional pembangkit

dengan tingkat pengaruh yaitu ada pengaruh tetapi cukup berarti, mutasi pegawai pada Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi