• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF Dr Pustaka Aksara PENDIDIKAN ISLAM A & MULTIKULTURAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PDF Dr Pustaka Aksara PENDIDIKAN ISLAM A & MULTIKULTURAL"

Copied!
391
0
0

Teks penuh

Buku ini menguraikan pendidikan Islam dan pendidikan multikultural dari tinjauan teoritis dan praktis di lingkungan pendidikan. Penetapan model dasar pendidikan Islam harus menentukan nilai-nilai dasar agama yang memberikan ruang bagi berkembangnya proses pendidikan Islam untuk mencapai tujuan.

Konsep Pendidikan Islam tentang Manusia

يبَل

ػبَع

ؼْغَرَأبَٙ١ِف

ءبَِِّذٌا

يبَل َ ۖ

ضْسَ ْلا

ىىٰرٰا

ةبَمِؼٌْا

Berbeda dengan Julian Offrey de Lammetrie, seorang materialis Perancis yang mengatakan bahwa tidak ada perbedaan antara manusia dan hewan sehingga manusia adalah mesin.31 Definisi yang dikemukakan oleh para ahli. Namun Al-Qur'an menekankan bahwa manusia adalah makhluk yang bertanggung jawab, diciptakan dengan sifat-sifat Ilahi.

بَغأِ الا

خَف اطـُّٔ

ـَ ـ اغُزـٌَ

اللّ

حَذِحاَّٚ

ؼَر Artinya: “Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia

داَئُفٌْاَٚ

يبَِ

Pola Dasar dan Tujuan Pendidikan Islam a. Pola Dasar Pendidikan Islam

50 Hasan Langgulung, Transisi Paradigma Pendidikan Islam dan Ilmu Pengetahuan Sosial, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2002), hal. Jalannya proses tersebut hanya akan konsisten dan konstan (tetap) jika didasarkan pada pola dasar pendidikan yang diselenggarakan yang mampu menjamin terwujudnya tujuan pendidikan Islam.

دبَجِػ

ىىٰمْرَا

Tujuan Pendidikan Islam

Tujuan proses pendidikan Islam merupakan cita-cita (cita-cita) yang mengandung nilai-nilai Islam yang ingin dicapai dalam suatu proses pendidikan yang berdasarkan ajaran Islam. Oleh karena itu, menurut Daradjat, pendidikan Islam berlaku sepanjang hayat untuk menumbuhkan, membina, mengembangkan, menjaga dan mempertahankan tujuan pendidikan yang telah dicapai.60.

زىٰمُر

Tujuan pendidikan Islam atau tujuan pendidikan lainnya mengandung nilai-nilai tertentu sesuai dengan pandangan dasar setiap individu, yang harus diwujudkan melalui proses yang terarah dan konsisten dengan menggunakan berbagai cara baik fisik maupun non fisik yang sesuai dengan nilai-nilai tersebut. Selain itu firman Allah lainnya mengungkapkan tujuan pendidikan Islam dalam surat Al-Mujjadi Ayat 11 yang berbunyi:.

اللَّٚ

Pendidikan Islam dan Era Globalisasi

Kedua, yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana dunia pendidikan mampu menyiapkan manusia yang berakhlak mulia. Mereka tidak memungkiri bahwa pendidikan merupakan sarana pembentukan karakter yang dilandasi nilai-nilai budaya yang luhur.

PERANAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN KELUARGA KELUARGA

Jadi, tugas dan peran tersebut lebih merupakan kewajiban yang dilakukan kedua orang tua terhadap keturunannya. Salah satu faktor yang paling menentukan keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran pada anak adalah orang tua di rumah.

ثبَِ

فبَ١ُّْٔذٌا

ةبََٔا

Orang tua tidak pernah memikirkan gaji dan imbalan dalam mendidik anaknya.120. Oleh karena itu, menurut Aly dan Munzier, orang tua tidak boleh menyia-nyiakan atau menyiksa anaknya.

اللَّٚ ۖ

Untuk itu, proses pendidikan Islam memerlukan suatu sistem pendekatan yang dapat disikapi secara strategis dari perspektif pedagogi. Berkaitan dengan hal tersebut, pendidikan Islam memerlukan berbagai ilmu pengetahuan yang relevan dengan tugasnya, termasuk pendekatan sistem. Pendidikan Islam menggunakan sarana-sarana yang sesuai dengan nilai dan tujuan akhlak yang baik, yang menduduki kedudukan tertinggi dalam sistem pendidikan Islam.124.

Prinsip umum dalam hal ini dirumuskan dalam Al-Qur'an ketika Allah SWT

اُٛغَزْثاَٚ

Dengan demikian, perilaku yang hendaknya diterapkan dalam konsep pendidikan Islam adalah mencakup seluruh aspek dan seluruh bidang kehidupan manusia. Jadi, pendidikan Islam harus mampu membentuk manusia berakhlak mulia yang sesuai dengan nilai-nilai agama Islam, yang tidak hanya mengetahui dan mampu berperan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan, namun juga harus dihiasi dengan kearifan lokal. moralitas. Dengan demikian, sistem pendidikan Islam erat kaitannya dengan nilai-nilai kebaikan yang menjadi tujuannya, sehingga pendidikan dan perilaku Islam sangat erat hubungannya dan tidak bisa diabaikan begitu saja.

Pendidikan Islam hendaklah berlandaskan wahyu Allah. dan dalam tuntunan Nabi Muhammad saw dan juga dalam peninggalan para ulama.

للبِث

Jika ada teladan yang baik, maka nasehat tersebut akan mempunyai pengaruh yang besar terhadap jiwa dan akan menjadi hal yang sangat penting dalam bimbingan anak. Dalam hal ini diperlukan nasehat yang dapat membimbing anak, nasehat yang lembut, lemah lembut namun kekal, yang biasanya membuat anak menjadi baik kembali dan tetap berakhlak mulia. Namun yang dimaksud di sini adalah keteladanan yang dapat dijadikan sebagai alat pendidikan akhlak anak menurut Islam, yaitu keteladanan yang baik, sesuai dengan pengertian uswah (teladan teladan)132.

Jika kita mencermati sejarah pendidikan pada masa Rasulullah (SAW), kita dapat memahami bahwa salah satu faktor terpenting yang membawa kesuksesan beliau adalah keteladanan.

شِخٰ ْلا

رِاا ٌُْٛبَل

ىِثاَذَثَٚ

Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa Allah mengutus Rasul ke bumi ini sebagai teladan atau teladan yang baik bagi umat-Nya. Metode keteladanan digunakan dalam bimbingan anak yaitu mewujudkan tujuan bimbingan dengan memberikan contoh yang baik agar anak mempunyai akhlak yang baik. Salah satu cara untuk mengembangkan potensi dasar tersebut adalah melalui kebiasaan-kebiasaan yang baik.135.

Namun pendekatan ini tidak akan berhasil jika tidak dibarengi dengan teladan yang baik dari orang tua.

كِلبَؾُّ٠

Dengan demikian, metode membesarkan anak dalam Islam yang diinginkan pada hakikatnya adalah metode pendidikan melalui nilai-nilai Islam sehingga dapat dijadikan landasan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan akhlak anak dalam Islam tidak menggunakan prinsip bahwa “tujuan menghalalkan segala cara”. Pendidikan akhlak dalam Islam menggunakan alat-alat yang sesuai dengan nilai-nilai tujuan akhlak yang menduduki kedudukan tertinggi dalam sistem pendidikan Islam.

Prinsip umum dalam hal ini tertuang dalam Al-Qur'an ketika Allah menghimbau penggunaan instrumen yang sesuai dengannya.

دبَعَٚ

Jadi metode pendidikan dalam dunia pendidikan sebenarnya bukanlah suatu istilah yang baru, hanya saja ada anggapan bahwa kecerdasan cemerlang seorang pendidik, pengetahuannya yang luas dan pendidikannya yang tinggi dianggap lebih penting dan penting dibandingkan dengan metode pendidikan yang mereka gunakan. Firman Allah di atas secara langsung mengungkapkan bahwa berbagai metode pendidikan akhlak digunakan seiring dengan turunnya ayat ini untuk mengubah perilaku beragama, yaitu hikmah (hikmah), hikmah yang baik, dan dalil yang baik. Tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa metode mendidik anak memegang peranan penting dalam proses pendidikan, karena berhasil tidaknya seorang pendidik dalam melaksanakan proses pendidikan sangat ditentukan oleh ketepatannya dalam memilih dan menggunakan metode pengajaran. , yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari guna melahirkan peserta didik yang berbudi luhur, berakhlak mulia (berakhlak mulia), serta terampil beramal shaleh atau berbuat sesuatu untuk orang lain.

Namun dianggap lebih bersifat mutlak sebagai manusia, karena anak merupakan manusia yang mempunyai potensi untuk menggunakan kecerdasan sebagai kekuatan untuk menjadi manusia yang bermoral.

اًسبَٔ

Atas dasar inilah keluarga terutama ibu bapa dengan penuh kasih sayang membesarkan dan mendidik anak-anak. Ibu bapa, sebagai ketua dan pemimpin dalam keluarga mereka, mempunyai tanggungjawab dan kewajipan untuk melindungi keluarga mereka daripada api neraka.

طبٌَّٕا

داَذِؽ

Oleh karena itu, orang tua (ayah dan ibu) mempunyai pengaruh yang kuat terhadap tumbuh kembang anak di kemudian hari. Oleh karena itu, tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anaknya tidak dapat dialihkan kepada orang lain, misalnya guru. Orang tua dan pendidik tidak boleh melakukan kesalahan karena akibatnya akan mempengaruhi pemikiran anak.147.

Oleh karena itu, perhatian orang tua sangat penting untuk kelangsungan hidup anak di masa depan.

ػاَزٰ٘

Perubahan profil tindakan korektif oleh orang tua, perubahan bentuk hubungan orang tua sebagian dikendalikan oleh anak. Bagi orang tua, anak adalah objek hubungan, sedangkan bagi anak, orang tua adalah objek hubungan. 170 Syaiful Bahri Djmarah, Pola komunikasi orang tua dan anak dalam keluarga, perspektif pendidikan dalam Islam).

Shochib, Pola Asuh Orang Tua untuk Membantu Anak Mengembangkan Disiplin Diri, (Jakarta: Rineka Cipta, 1998), hal. Dari pendapat di atas dapat dikatakan bahwa orang tua merupakan pihak yang paling bertanggung jawab terhadap perkembangan kepribadian anaknya. Hal ini disebabkan oleh kenyataan yang bersyarat bahwa wajar jika yang menyayangi, menyayangi dan paling setia kepada anaknya adalah orang tua.

يبٌََّْا

Artinya: “Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan harta anak-anakmu hanyalah cobaan, dan di sisi Allah ada pahala yang besar.”230.

شُخبَفَرَّٚ

شُصبَىَرَٚ

سبَّفُىٌْا

ربَجَٔ

حَشِخٰ ْلا

ةاَزَػ

عبَزَِ

Kesatuan jiwa orang tua dan anak tidak dapat dipisahkan oleh dimensi ruang, jarak dan waktu. Memperhatikan tumbuh kembang anak Kewajiban orang tua yang telah dijelaskan sebelumnya berkaitan dengan pembentukan spiritual seorang anak. Setiap orang tua harus menyadari bahwa mengajarkan Al-Quran kepada anaknya adalah suatu kewajiban yang mutlak dan hal ini harus dilakukan sejak dini agar ruh Al-Quran dapat membekas dalam jiwa mereka.

Dengan syarat wajibnya shalat, maka mutlak wajib bagi orang tua untuk memberikan pendidikan al-Qur’an kepada anaknya.

شِجَطْصاَٚ

Atas dasar itu, dalam penyelenggaraan pendidikan Islam bagi orang dewasa, khususnya bagi anak-anak usia dini, maka pendidikan melalui pelatihan dan praktik merupakan suatu metode yang dipandang penting untuk diterapkan. Sesuai dengan pertumbuhannya, anak kecil sangat senang memainkan berbagai permainan yang menarik baginya. Berkaitan dengan hal tersebut, pendidikan melalui permainan merupakan metode yang menarik untuk diterapkan dalam pendidikan anak usia dini.

Wajar saja jika kemasan cerita Alquran yang bisa diterapkan dalam pendidikan anak usia dini adalah cerita yang dikemas dengan indah dan menarik untuk anak usia dini.

عُّشٌابَِ

نَداَئُف

Itulah berbagai metode pendidikan yang menurut penulis cocok diterapkan dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Dalam pendidikan Islam, termasuk pendidikan anak usia dini, evaluasi merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan Islam yang harus dilaksanakan. Seluruh kegiatan evaluasi yang dilakukan dalam pendidikan anak usia dini adalah untuk mengetahui perkembangan peserta didik yang meliputi dua aspek utama yaitu aspek refraksi dan kemampuan dasar.

296 Boediono, ed., Standar Kompetensi Pendidikan Anak Usia Dini di TK dan Raudhatul Athfal.., hal.

بَغْحِ ْلاَٚ

Pendidikan karakter dalam Islam diperuntukkan bagi manusia yang mendambakan kebahagiaan dalam arti sebenarnya, bukan kebahagiaan palsu. Dengan kata lain, pendidikan karakter yang baik hendaknya tidak hanya menyangkut aspek “pengetahuan yang baik (moral knowledge)”, tetapi juga “merasa baik atau mencintai dengan baik (moral feeling), dan perilaku yang baik (moral action). Tujuan sesungguhnya dari pendidikan budi pekerti atau akhlak adalah agar manusia menjadi baik dan terbiasa dengan hal yang baik itu.

Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan karakter dalam perspektif pendidikan agama Islam di Indonesia adalah: pertama, agar seseorang terbiasa beramal shaleh.

Referensi

Dokumen terkait

Pendidikan Agama Islam diberikan dengan mengikuti tuntunan bahwa agama diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertakwa kepada Allah SWT dan

Pendidikan Agama Islam diberikan dengan mengikuti tuntunan bahwa agama diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertakwa kepada Allah SWT

Pendidikan Agama Islam diberikan dengan mengikuti tuntunan bahwa agama diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertakwa kepada Allah SWT

Pendidikan Agama Islam diberikan dengan mengikuti tuntunan bahwa agama diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertakwa kepada Allah

Pendidikan Agama Islam diberikan dengan mengikuti tuntunan bahwa agama diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertakwa kepada Allah SWT

Keenam, ketentuan pada pasal 3 yang menyatakan bahwa salah satu tujuan pendidikan nasional adalah, “untuk berkembangnya potensi agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa

Pendidikan Agama Islam diberikan dengan mengikuti tuntunan bahwa agama diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertakwa kepada Allah SWT dan

nasional adalah, “untuk berkembangnya potensi agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,