• Tidak ada hasil yang ditemukan

pdf iis nur afifah 081 sirosis hepatis compress

N/A
N/A
Muhammad Obet

Academic year: 2025

Membagikan "pdf iis nur afifah 081 sirosis hepatis compress"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN LAPORAN ASUHAN KEPER

ASUHAN KEPERAWATAN (KASUAWATAN (KASUS LP-ASKEP) SIROSIS LP-ASKEP) SIROSIS HEPATISS HEPATIS DI RUANG 14 RSSA

DI RUANG 14 RSSA

DEPARTEMEN DEPARTEMEN

KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

OLEH : OLEH :

(IIS NUR AFIFAH) (IIS NUR AFIFAH) (201910461011081) (201910461011081)

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS

FAKULTAS ILMU KESEHATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2020 2020

(2)

LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PENGESAHAN

ASUHAN KEPERAWATAN (KASUS LP-ASKEP) ASUHAN KEPERAWATAN (KASUS LP-ASKEP)

DI RUANG 14 RSSA DI RUANG 14 RSSA

DEPARTEMEN DEPARTEMEN

KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

KELOMPOK 14 KELOMPOK 14

 NAMA:

 NAMA:IIS NUIIS NUR AFIFR AFIFAHAH  NIM: 20191

 NIM: 2019104610110810461011081

TGL PRAKTEK/MINGGU KE : 18-23 MEI 2020 / MINGGU 6 TGL PRAKTEK/MINGGU KE : 18-23 MEI 2020 / MINGGU 6

Malang, ___________________ 

Malang, ___________________ 

M

Maahhaassiisswwaa,, PPeemmbbiimmbbiinngg,,

((IIIIS S NNUUR R AAFFIIFFAAHH)) ((ZZaaqqqqi i UUbbaayyddiillllaahh))

(3)

LEMBAR PENILAIAN LEMBAR PENILAIAN

 NAMA MAHASISWA

 NAMA MAHASISWA : IIS NUR AFIFAH: IIS NUR AFIFAH  NIM

 NIM : 20191046101108: 2019104610110811 T

TGGL L PPRRAAKKTTEEKK : : 1188--223 3 MMEEI I 22002200 MINGGU

MINGGU KE KE : : 66 N

Noo KKoommppeetteennssii NNiillaaii 1

1.. PPRREESSUUS : S : SSIIRROOSSIIS HS HEEPPAATTIISS 2.

2. DODOPSPS: M: Melelakakukukan an pepenynykakajijian an awawal al teterdrdiriri di darari,i, alasan masuk RS, alergi, riwayat kesehatan alasan masuk RS, alergi, riwayat kesehatan (genogram)

(genogram) 3.

3. DDOPOPS:S:MeMelalakukukakan n pepememerrikiksasaan an fifisisikk 4

4.. DDOPOPS:S:MMeellaakkukukaan n sskrkriinniing ng ggiizzii 5.

5. DODOPSPS:M:Melelakakukukan an momoninitotor r kekeseseimimbabangngan an cacairiranan 6.

6. DDOPOPS:S:MeMembmbererikikan an okoksisigegen n nanassal al cacanunull 7.

7. DDOPOPS: mS: melelakakukukan pan pemembeberirian dan dararahah, me, mengngececekek instruksi, mencocokkan identitas, memberikan instruksi, mencocokkan identitas, memberikan darah, memonitor selama pemberian, evaluasi, darah, memonitor selama pemberian, evaluasi, reaksi tranfusi

reaksi tranfusi 8.

8. DDOPOPS: mS: melelakakukukan pan pererititononiial pal pararasasininttesesisis 9.

9.

10.

10.

Malang, ______________ 2020 Malang, ______________ 2020 M

Maahhaassiisswwaa,, PPeemmbbiimmbbiinngg,,

((IIIIS S NNUUR R AAFFIIFFAAHH)) ((ZZaaqqqqi i UUbbaayyddiillllaahh))

DAFTAR ISI DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN

LEMBAR PENGESAHAN..................... 22 LEMBAR PENILAIAN

LEMBAR PENILAIAN........................ 33 DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.............................. 44 BAB I. LAPORAN PENDAHULUAN

BAB I. LAPORAN PENDAHULUAN...6...6

(4)

A

A.. DDeeffiinniissii..........................66 B

B.. EEttiioollooggii..........................66 C

C.. KKllaassiiffiikkaassii........................... 77 D

D.. TTaandnda a ddaan Gn Geejajalala..................... 99 E

E.. PPaattooffiissoollooggii........................ 99 F.

F. PePememeririksksaaaan Pn Penenununjajangng...10...10 G

G.. PPeennatataalalaksksaannaaanan........................ 1111 H.

H. KonKonsep Assep Asuhauhan Kepn Keperaerawatwatan (Fan (FOKOKUS PADUS PADA KASUA KASUS)S)...13...13

Pemeriksaan fisik Pemeriksaan fisik ........................1414 I.

I. DiDiagagnonosa sa KeKepeperarawawatatan (n (SDSDKIKI))..................15...15 J.

J. LuaLuaran Kran Kepeeperawrawataatan (SLn (SLKI) daKI) dan Inten Intervervensi Knsi Kepeeperawrawatatan (San (SIKIIKI))...15...15 K

K.. DDaaftftaar r PPuusstatakaka.....................19...19 BAB II. ASUHAN KEPERAWATAN

BAB II. ASUHAN KEPERAWATAN..................21...21 A

A.. CCAASSE E RREEPPOORRTT........................ 2121 B.

B. PePengngkakajijian (Fan (Fococus Asus Assesesesemementnt))..................... 2222 C.

C. PePengngkakajijian (Fan (Fococus Asus Assesesesemementnt))..................... 2222 D

D.. AAnnaalliissa Da Daattaa........................25...25 E.

E. DiDiagagnonosa sa KeKepeperarawawatatan (n (SDSDKIKI))..................25...25 F.

F. LuarLuaran an KepeKeperawarawatan tan (SLK(SLKI) dI) dan an InteIntervensrvensi Ki Keperaeperawatwatan (an (SIKISIKI))...26...26 BAB III. INTERVENSI KEPERAWATAN (EVIDENCE BASE

BAB III. INTERVENSI KEPERAWATAN (EVIDENCE BASED NURSING)D NURSING)...30...30 A.

A. MaMasasalalah Keh Kepeperarawawatatann.....................3030 B.

B. IntIntervervesesi by Evii by Evidedence Bnce Baseased Nurd Nursinsing (Joug (Journarnal)l)...30...30 C.

C. DaDaftaftar Pr Pusustaktaka (a (SumSumbeber Rr Refeeferenrencece)).................. 3535 BAB IV. DIRECTLY OBSERVED PROCEDURAL SKILL (DOPS)

BAB IV. DIRECTLY OBSERVED PROCEDURAL SKILL (DOPS)...36...36 1.

1. TiTindndakakan pan pararasasinintetesisis uns untutuk ask asititeses...36...36 2.

2. TTeerarappi i okokssigigeenanassii..................... 3737 3

3.. PPeemmbbeeririaan n oobbaat t IVIV........................3838 4

4.. PPeemmaannggaannaan In Innfufuss........................ 3939 5

5.. TTrraannssffuussi i DDaarraahh........................... 4040 BAB V. MEET THE EXPERT (MTE)

BAB V. MEET THE EXPERT (MTE)..................44...44 Daftar Pustaka

Daftar Pustaka........................ 4545

(5)

BAB I. LAPORAN PENDAHULUAN BAB I. LAPORAN PENDAHULUAN

A.

A. DeDefifininisisi

Sirosis hepatis merupakan penyakit hati yang progresif yang ditandai dengan adanya Sirosis hepatis merupakan penyakit hati yang progresif yang ditandai dengan adanya fibrosis yang disebabkan oleh kerusakan hati kronis. Fibrosis hati dapat merusak fungsi hati fibrosis yang disebabkan oleh kerusakan hati kronis. Fibrosis hati dapat merusak fungsi hati dan menyebabkan

dan menyebabkan perubahperubahan an secara sruktursecara sruktural al sehingsehingga ga terjaterjadi di hiperthipertensi portal. Selamaensi portal. Selama ter

terjadjadinya inya penypenyakiakit t hathati i krokronisnis, , kemkematiatian an sel sel hepahepatostosit it menymenyebabebabkan kan perperadanadangan gan yangyang mengarah ke fibrosis. Selain itu, hilangnya fungsi dari hepatosit mengakibatkan kemampuan mengarah ke fibrosis. Selain itu, hilangnya fungsi dari hepatosit mengakibatkan kemampuan fungsi hati seperti memetabolisme bilirubin dan mensitesis protein berkurang (Black, 2014).

fungsi hati seperti memetabolisme bilirubin dan mensitesis protein berkurang (Black, 2014).

Sirosisi hepatis adalah penyakit kronis hepar yang irreversibel yang ditandai oleh Sirosisi hepatis adalah penyakit kronis hepar yang irreversibel yang ditandai oleh fibrosis, disorganisasi struktur lobus dan vaskuler, serta nodul degeneratif dari hepatosit fibrosis, disorganisasi struktur lobus dan vaskuler, serta nodul degeneratif dari hepatosit (Budhiarta, 2017).

(Budhiarta, 2017).

Sirosisi hepatis merupakan penyakit hati kronik dengan distensi struktur hepar dan Sirosisi hepatis merupakan penyakit hati kronik dengan distensi struktur hepar dan hilangnya fungsi hepar yang menyebabkan fibrosis hepar dimana jaringan yang normal hilangnya fungsi hepar yang menyebabkan fibrosis hepar dimana jaringan yang normal di

digagantntikikan an jajariringngan an paparurut t yayang ng teterbrbenentutuk k memelalalului i prprososes es bebertrtahahapap, , yayang ng dadapapatt mempengaruhi regenerasi sel-sel dan struktur normal hati dan dapat merusaknya sehingga mempengaruhi regenerasi sel-sel dan struktur normal hati dan dapat merusaknya sehingga secara bertahap dapat menghilangkan fungsinya (Putri, 2016).

secara bertahap dapat menghilangkan fungsinya (Putri, 2016).

B

B.. EEttiiolologogii

Pen

Penyeyebab bab sisirorosisis s belbelum um teteriridendentitififikaskasi i dedengangan n jejelalas. s. EtEtioiolologi gi sisirorosisis s hahatiti  bervariasi

 bervariasi secara secara geografis geografis yaitu yaitu infeksi infeksi hepatitis hepatitis C C kronis, kronis, hepatitis hepatitis B B kronis kronis dandan  penyakit

 penyakit hati hati karena karena mengonsumsi mengonsumsi alkohol. alkohol. Penyebab Penyebab sirosis hati sirosis hati sebagian sebagian besar besar adalahadalah  penyakit

 penyakit hati hati alkoholik alkoholik dan dan non non alkoholik alkoholik steatohepatitis steatohepatitis yang yang telah telah menjadi menjadi penyebabpenyebab utaman

utamana a penyakipenyakit t hati kronis di hati kronis di negara-negara-negara barat seperti Amerika negara barat seperti Amerika SerikaSerikat t sedangkasedangkann hepatitis B dan hepatitis C adalah penyebab utama sirosis hati di wilayah Asia Pasifik  hepatitis B dan hepatitis C adalah penyebab utama sirosis hati di wilayah Asia Pasifik  (Zhou et al., 2014).

(Zhou et al., 2014).

Fak

Faktotor r reresisiko ko ututamama a dardari i sisirorosisis s hehepatpatis is adadalalah ah memengngkonkonsusumsmsil il alalkokoholhol,, khususnya pada ketiadaan mutrisi yang tepat. Kilen dengan riwayat keluarag alkoholik  khususnya pada ketiadaan mutrisi yang tepat. Kilen dengan riwayat keluarag alkoholik  seharusnya menghindari alkohol karena peningkatan resiko.dengan demikian berhenti seharusnya menghindari alkohol karena peningkatan resiko.dengan demikian berhenti men

mengkongkonsumsumsi si alkalkohol ohol dapadapat t menmenjadjadi i upaupaya ya untuntuk uk menmenurunurunkan kan terterjadjadinya inya sirsirosiosiss hepatis. Jika pada klien dengan status nutrisi yang buruk kemungkinan kerusakan lebih hepatis. Jika pada klien dengan status nutrisi yang buruk kemungkinan kerusakan lebih  besar dan kerusakan

 besar dan kerusakan lebih parah. Hepalebih parah. Hepatitis virus adalah faktor resiko titis virus adalah faktor resiko primer untuk sirosisprimer untuk sirosis  postnekroti,

 postnekroti, yang yang mana mana pencegahan pencegahan hepatitis hepatitis melalui melalui vaksin vaksin dan dan menjaga menjaga kebersihankebersihan dengan baik menjadi kegiatan promosi yang penting (Black, 2014).

dengan baik menjadi kegiatan promosi yang penting (Black, 2014).

Faktor resiko yang lain adalah sirosis billier dengan kolestasis atau obstruksi Faktor resiko yang lain adalah sirosis billier dengan kolestasis atau obstruksi duktus empedu, pemakaian obat-obatan (seperti asetaminofen, methotreaxt/isoniazid) , duktus empedu, pemakaian obat-obatan (seperti asetaminofen, methotreaxt/isoniazid) , kongest

kongesti i hepatihepatik k dari gagal dari gagal jantunjantung g sisi kanan sisi kanan berat, kekurang alfa-antiberat, kekurang alfa-antitripstripsin, in, penyakipenyakitt infi

infiltratltratif(sif(sepertieperti, , amyloiamyloidosis, dosis, penyakipenyakit t simpansimpanan an glikogeglikogen/hemokn/hemokromatosromatosis), is), penyakipenyakitt

(6)

wils

wilson on dan dan defisdefisit it nutrinutrisi terkait si terkait jalan pintas jalan pintas jejenjejenum. um. KelebiKelebihan han dosisdosisi i asetamasetamiopeniopen ditentukan sebagai penyebab paling sering gagal hati akut (Black, 2014).

ditentukan sebagai penyebab paling sering gagal hati akut (Black, 2014).

C.

C. KlKlasasififikikasasii

Empat tipe sirosis hepatis menurut Black, 2014 Empat tipe sirosis hepatis menurut Black, 2014 Definisi

Definisi Etiologi Etiologi Patologi Patologi PengkajianPengkajian data

data

Diagnosis dan Diagnosis dan  prognosis  prognosis

intervensi intervensi Sirosis

Sirosis

postnekrotik postnekrotik //

makronudul makronudul ar.

ar.  

Kehilangan Kehilangan masif sel hati masif sel hati dan pola dan pola regenerasi sel regenerasi sel tidak teratur.

tidak teratur.

Pasca-akut Pasca-akut hepatitis hepatitis virus(tipe B virus(tipe B dan C), Pasca dan C), Pasca intoksikasi intoksikasi dengan kimia dengan kimia industri, industri,  beberapa  beberapa

infeksi infeksi dengan dengan gangguan gangguan metabolik.

metabolik.

Hatik Hatik kecil dan kecil dan nodular  nodular 

Hampir Hampir sama sama dengan dengan sirosis sirosis alkoholik alkoholik kecuali kecuali sedikitnya sedikitnya kehilangan kehilangan massa otot massa otot dan lebih dan lebih  jaundis  jaundis

Biopsi jarum hati Biopsi jarum hati menetapkan menetapkan

 peroses patologis,  peroses patologis,

dalam 5 tahun dalam 5 tahun 75% kematian 75% kematian dengan

dengan komplikasi, komplikasi,  peningkatan  peningkatan

serum serum

aminotranferase, aminotranferase,  peningkatan gama  peningkatan gama

globulin.

globulin.

Pengobatan Pengobatan komplikasi komplikasi sesuai sesuai

dengan yang dengan yang di butuhkan di butuhkan

Sirosis Sirosis biilier.

biilier.AliranAliran empedu turun empedu turun  bersamaan  bersamaan

dengan dengan

kerusakan sel kerusakan sel hepotosit hepotosit sekitar dan sekitar dan duktus duktus empedu empedu

Primer:

Primer:

Stasis kronis Stasis kronis empedu pada empedu pada duktus

duktus

interahepatik, interahepatik, implikasi implikasi  proses  proses

autoimun autoimun

Stadium Stadium awal awal  biopsi  biopsi

didapatkab didapatkab  proses  proses

inflamasi inflamasi dengan dengan nekrosis nekrosis sel dan sel dan duktus.

duktus.

Hepatosit Hepatosit hilang dan hilang dan menyisaka menyisaka n jaringan n jaringan  parut  parut

Letih, gatal Letih, gatal menyeluru menyeluru h, urine h, urine gelap, fases gelap, fases  pucat,  pucat,  jaundis,  jaundis,

aliran aliran empdu empdu terganggu terganggu

Kadar serum Kadar serum  bilirubin naik.

 bilirubin naik.

Awal : 3- Awal : 3- 10mg/100ml 10mg/100ml Akhir:

Akhir:

>50mg/100ml

>50mg/100ml Kenaikan tinggi Kenaikan tinggi alkalin fosfatase, alkalin fosfatase,  peningkatan gama  peningkatan gama

globulin, globulin,  peningkatan  peningkatan lemak darah.

lemak darah.

Ursodiol, Ursodiol,  pengobatan  pengobatan simtomatik simtomatik ( diet tinggi ( diet tinggi kalori, kalori, asupan asupan rendah rendah lemak lemak dengan 30- dengan 30- 40 g/ hari 40 g/ hari  jika masalsh  jika masalsh  berkembang,  berkembang, sholestyrami sholestyrami ne untuk ne untuk gatal, gatal, suplemen suplemen vitamin larut vitamin larut lemak 

lemak  Sekunder:

Sekunder:

Obstruksi Obstruksi duktus diluar duktus diluar hati

hati

Stadium Stadium akhir akhir menyerup menyerup ai sirosis ai sirosis  postnekrot  postnekrot

ik  ik 

Staetorhea, Staetorhea,  penurunan  penurunan

absorpsi absorpsi vitamin vitamin larut larut lemak, lemak, serum lipit serum lipit naik,

naik,

 peningkata  peningkata

n n

 penyimpan  penyimpan an kolestrol an kolestrol  pada

 pada  jaringan  jaringan

subkutran, subkutran, tanda tanda hipertensi hipertensi  porta  porta

Adanya Adanya

lipoprotein X, lipoprotein X,  peningkatan  peningkatan garam serum garam serum empedu, empedu,

hipoprotominemia hipoprotominemia , peningkatan , peningkatan antibodi antibodi

antimitokondria antimitokondria  pada kasus  pada kasus  primer,  primer,  peningkatan  peningkatan

serum tembaga serum tembaga  pada kasus primer   pada kasus primer 

Pengobatan Pengobatan untuk

untuk

mengurangi mengurangi obstruksi obstruksi mekanik  mekanik 

(7)

Sirosis Sirosis kardiak.

kardiak.  

Penyakit hati Penyakit hati kronis terkait kronis terkait dnegan gagal dnegan gagal  jantung sisi  jantung sisi kanan dan kanan dan  jangka  jangka  panjang  panjang

Penyakit Penyakit katup katup

atrioventrikul atrioventrikul er,

er,

 perikarditis  perikarditis konstriktif konstriktif lama lama

Awal Awal Pembesara Pembesara n hati n hati  berwaran  berwaran gelap oleh gelap oleh darah dan darah dan cairan cairan edema edema

Jaundis Jaundis ringan, ringan,  pembesara  pembesara n hati dan n hati dan asites pada asites pada orang orang dengan dengan gangguan gangguan  jantung  jantung  berat >10  berat >10

tahun tahun

 Nyeri perut  Nyeri perut kanan atas kanan atas selama selama kongesti kongesti akut akut

Pengingkatan Pengingkatan serum bilirubin serum bilirubin terkonjugasi, terkonjugasi,  peningkatan  peningkatan

sulfobroomofthale sulfobroomofthale in, penurunan in, penurunan serum albumin, serum albumin,  peningkatan  peningkatan

serum serum

aminotransferase, aminotransferase, oeningkatan alkali oeningkatan alkali fosfatase, biopsi fosfatase, biopsi hati.

hati.

Prognosis:

Prognosis:

 bergantung pada  bergantung pada  perjalanan

 perjalanan

 penyakit jantung  penyakit jantung

Penyebab Penyebab gagal gagal  jantung  jantung

kronis jika kronis jika mungkin mungkin

Dekompensas Dekompensas i karpulmonal i karpulmonal

Akhir Akhir Penebalan Penebalan kapsul hati kapsul hati dengan dengan terjadinya terjadinya  jaringan  jaringan  parut  parut

Kakeksia, Kakeksia, retensi retensi cairan, cairan, masalh masalh sirkulasi sirkulasi

Sirosis Sirosis alkoholik/

alkoholik/

Mikronodula Mikronodula rr

Bentuk nodul Bentuk nodul kecil akibat kecil akibat  beberapa agen  beberapa agen yang melukai yang melukai terus menerus terus menerus

Terkait Terkait dengan dengan

 penyalahguna  penyalahguna

an alkohol an alkohol

Tumpukan Tumpukan  jaringan  jaringan kolagen kolagen dan parut, dan parut, regenerasi regenerasi nodul nodul Sangat Sangat kecil, kecil, struktur struktur normal normal lobulus lobulus rusak  rusak 

Mungkin Mungkin tidak ada tidak ada gejala gejala untuk untuk  peride  peride

lama, onset lama, onset gejala gejala mungkin mungkin tersamar tersamar atau atau

mendadak.

mendadak.

Awal;

Awal;

lemah letih lemah letih kehilangan kehilangan BB,

BB, Akhir : Akhir : anoreksia, anoreksia, mual mual muntah, muntah, nyeri perut, nyeri perut, asites, asites, menstruasi menstruasi tidak

tidak teratur, teratur, impotensi, impotensi,  pembesara  pembesara n payudara n payudara  pada laki-  pada laki-

laki, laki,

hematemes hematemes is, spider is, spider angioma angioma

Biopsi hati:

Biopsi hati:

riwayat riwayat

 penyalahgunaan  penyalahgunaan

alkohol: AST alkohol: AST tinggi, bilirubin tinggi, bilirubin tinggi, anemia tinggi, anemia Prognosis:

Prognosis:

Adanya Adanya

komplikasi dan komplikasi dan terus-menerus terus-menerus  penyalahgunaan  penyalahgunaan

Dukungan Dukungan  primer:

 primer:

Koreksi Koreksi kekurangan kekurangan mineral dan mineral dan vitamin jika vitamin jika ada(misal ada(misal fosfat, fosfat, thiamin, thiamin,  pyridoxine,  pyridoxine,

vitamin K vitamin K dan mineral dan mineral (magnesium (magnesium dan fosfat), dan fosfat),  pengobatan  pengobatan komplikasi komplikasi sesuai sesuai kebutuhan kebutuhan (misal (misal feerrous feerrous sulfate untuk  sulfate untuk  anemia,

anemia, vasopresin vasopresin IV untuk IV untuk varises varises esofagus, esofagus, mengurangi/

mengurangi/

menahan menahan  protein  protein

untuk untuk

ensefalapati ensefalapati hepatikum hepatikum atau vitamin atau vitamin K untuk K untuk

(8)

kecenderung kecenderung an

an

 perdarahan  perdarahan

D.

D. TaTanda nda dadan Gn Gejejalalaa

Manifestasi klinis menurut (Nurarif & Kusuma, 2015) adalah:

Manifestasi klinis menurut (Nurarif & Kusuma, 2015) adalah:

1.

1. KeKelluhuhan pan pasasieienn -- PPrruurriittuuss

-- UUrriin n bbererwwararnna a gegellapap

-- UkUkururan lan liningkgkar par piningggganang meg meniningngkakatt

-- TurTurunnunnya sya selelerera maa makakan dan dan tun tururunnynnya bea berarat bat badadann

-- IktIkteruerus (s (kunikuning png pada ada kulkulit it dan dan matmata) ma) muncuuncul bel belaklakangaangann 2

2.. TTaandnda ka kllaassiik k 

-- HeHemamatetememesisis ds dan an atatau au memelelenana -- VVaarriissees s eessooffaagguuss

-- PeniPeningkangkatan tan waktwaktu pru protootombimbin adn adalaalah tah tanda nda yang yang leblebih kih khashas

-- EnsEnselelopaopati hepati hepatitititis s dedengangan n hephepatatititis fulmis fulmininan an akakut ut dadapat terpat terjajadi di dadalalam m wawaktktuu singkat dan pasien akan merasa mengantuk, delirium, kejang dan koma

singkat dan pasien akan merasa mengantuk, delirium, kejang dan koma -- OnseOnset enst enseloelopatpati hepai hepatititis dtis dengaengan gagal n gagal hathati kroni kronik leik lebih labih lambambat dan let dan lemahmah -- AAnnssiieettaass

E.

E. PaPatotofifisosolologigi Si

Sirorosisis s hehepapatitis s didibabagi gi memenjnjadadi i titiga ga jejeninis s yayaititu u sisirorosisis s lalaenennenec, c, sisirorosisisisi  pascanekrotik

 pascanekrotik dan dan sirosisi sirosisi biliaris. biliaris. Sirosisi Sirosisi laennec laennec disebabkan disebabkan oleh oleh konsumsi konsumsi alkoholalkohol kronis, alkohol menyebabkan akumulasi lemak dalam sel hati dan efek toksik langsung kronis, alkohol menyebabkan akumulasi lemak dalam sel hati dan efek toksik langsung terha

terhadap dap hati yang hati yang akan menekan akan menekan aktivaaktivasi dehidrogenase dan si dehidrogenase dan menghasmenghasilkab asetaldeilkab asetaldehidhid yang akan merangsang fibrosisi hepatis dan terbentuknya jaringan ikat yang tebal dan yang akan merangsang fibrosisi hepatis dan terbentuknya jaringan ikat yang tebal dan nodul yang

nodul yang beregeneberegenerasi. Sirosisrasi. Sirosisi i pascanepascanekrotikrotik k disebadisebabkan oleh bkan oleh virus hepapatitvirus hepapatitis is B, B, C,C, infeksi dan intoksifikasi zat kimia pada sirosisi ini hati mengkerut, berbentuk tidak  infeksi dan intoksifikasi zat kimia pada sirosisi ini hati mengkerut, berbentuk tidak  teratur, terdiri dari nodulus sel hati yang dipisahkan oleh jaringan parut dan diselingi oleh teratur, terdiri dari nodulus sel hati yang dipisahkan oleh jaringan parut dan diselingi oleh  jaringan

 jaringan hati. hati. Sirosisi Sirosisi biliaris biliaris disebabkan disebabkan disebabkan disebabkan oleh oleh statis statis cairan cairan empedu empedu padapada duktus inthrahepatikum, autoimun dan obstruksi duktus empeddu di ulu hati. Dari ketiga duktus inthrahepatikum, autoimun dan obstruksi duktus empeddu di ulu hati. Dari ketiga macam sirosis

macam sirosisi i tersetersebut but mengakimengakibatkan distorsi arsitebatkan distorsi arsitektur sel ktur sel hati dan hati dan kegagalkegagalan an fungsfungsii hati (Agustin, 2013).

hati (Agustin, 2013).

Distorsi arsitektur hati mengakibatkan obstruksi aliran darah portal ke dalam Distorsi arsitektur hati mengakibatkan obstruksi aliran darah portal ke dalam hepar karena darah sukar masuk ke dalam hati. Sehingga meningkatkan aliran darah bali hepar karena darah sukar masuk ke dalam hati. Sehingga meningkatkan aliran darah bali vena portal dan tahanan pada aliran darah portal yang akan menimbulkan hipertensi vena portal dan tahanan pada aliran darah portal yang akan menimbulkan hipertensi

(9)

 portal

 portal dan dan terbentuk terbentuk pembuluh pembuluh darah darah kolateral kolateral portal portal (esofagus (esofagus lambung lambung rektumrektum umbilikus). Hipertensi portal meningkatkan tekanan hidristatik di sirkulasi portal yang umbilikus). Hipertensi portal meningkatkan tekanan hidristatik di sirkulasi portal yang akan mengakibatkan cairan berpindah dari sirkulasi portal ke ruang peritoneum (asites).

akan mengakibatkan cairan berpindah dari sirkulasi portal ke ruang peritoneum (asites).

Penurunan volume darah ke hati menurunkan inaktivasi aldosteron dan ADH sehingga Penurunan volume darah ke hati menurunkan inaktivasi aldosteron dan ADH sehingga aldosterin dan ADH meningkat di dalam serum yang akan meningkatkan retensi natrium aldosterin dan ADH meningkat di dalam serum yang akan meningkatkan retensi natrium dan air dapat menyebabkan edema (Agustin, 2013).

dan air dapat menyebabkan edema (Agustin, 2013).

Kerusk

Keruskan an fungsi hati fungsi hati terjaterjadi di penurunapenurunan n metabometabolisme bilirubin lisme bilirubin (hipe(hiperbilirbilirubin)rubin) me

meninimbumbulklkan an ikikteterurus s dan dan jajaundundicice. e. TeTergrganangguggunynya a fufungsngsi i memetatabobolilik, k, penpenururunaunann me

metatabolbolisisme me lelemamah h pepememecahcahan an lelemamak k memenjnjadadi i eneenergrgi i titidak dak adada a sesehihingngga ga teterjrjadadii kel

keletietihan, han, penpenurunurunan an sinsintestesis is plaplasma sma proproteitein n tertergangganggunygunya a fakfaktor tor pempembekubekuan an dardarahah meningkatkan resiko perdarahan, penurunan konversi ammonia sehingga ureum dalam meningkatkan resiko perdarahan, penurunan konversi ammonia sehingga ureum dalam da

dararah h memeniningkngkat at yanyang g akaakan n memengangakikibatbatkan kan ensenselelopaopati ti hephepatatikikumum. . TerTergangangguggunyanya metabolik steroid yang akan menimbulkan eritema palmar, atrofi testis, ginekomastia.

metabolik steroid yang akan menimbulkan eritema palmar, atrofi testis, ginekomastia.

Penurunan produksi empedu sehingga lemak tidak dapat ditemukan dan tidak dapat Penurunan produksi empedu sehingga lemak tidak dapat ditemukan dan tidak dapat dicerna usus halus yang akan meningkatkan peristaltik. Defisisensi vitamin menurunkan dicerna usus halus yang akan meningkatkan peristaltik. Defisisensi vitamin menurunkan sintesis vitamin A, B, B12 dalam hati yang akan menurunkan produksi sel darah merah sintesis vitamin A, B, B12 dalam hati yang akan menurunkan produksi sel darah merah (Agustin, 2013).

(Agustin, 2013).

F.

F. PePememeririksksaan aan PePenunnunjajangng

Pemeriksaan penunjang menurut (Price & Wilson, 2012) : Pemeriksaan penunjang menurut (Price & Wilson, 2012) :

a.

a. RaRadidiolologiogis s a. a. FotFoto o polpolos os ababdomdomenen. . TujTujuanuannya nya : : untuntuk uk dadapat memppat mempererlilihathatkakann densitas klasifikasi pada hati , kandung empedu, cabang saluran-saluran empedu dan densitas klasifikasi pada hati , kandung empedu, cabang saluran-saluran empedu dan  pancreas juga dapat memperlihatkan ad

 pancreas juga dapat memperlihatkan adanya hepatomegalimegali atau asites nyata.anya hepatomegalimegali atau asites nyata.

 b.

 b. Ultrasonografi Ultrasonografi (USG) (USG) Metode Metode yang yang disukai disukai untuk untuk mendeteksi mendeteksi hepatomegalimegalihepatomegalimegali atau kistik didalam hati.

atau kistik didalam hati.

c.

c. CT CT scscan an PenPencicitrtraaaan n berberesesololususi i titinggnggi i padpada a hathati, i, kankandundung g emempepedu, du, papancrncreaeas, s, dadann limpa; menunjukan adanya batu, massa padat, kista, abses dan kelainan struktur:

limpa; menunjukan adanya batu, massa padat, kista, abses dan kelainan struktur:

sering dipaki dengan bahan kontras.

sering dipaki dengan bahan kontras.

d.

d. MagnetMagnetik Reik Resonance sonance ImaginImaging (Mg (MRI) RI) (Pengam(Pengambilan bilan gambar gambar organ)organ) e.

e. PemPemakaiakaian sama dengan sama dengan CT scan tetan CT scan tetapi memapi memiliiliki kepekki kepekaan lebiaan lebih tinggh tinggi, juga dapi, juga dapatat me

mendndetetekseksi i alaliriran an dadararah h dan dan susumbmbatatan an pepembmbululuh uh dardarah; ah; non non ininvavasisive. ve. 12 12 2.2.

Laboratorium Laboratorium a.

a. EksEkskrekresi hatsi hati dan empedi dan empedu : u : MengMengukur keukur kemammampuan hatpuan hati untuk mengi untuk mengonjonjugasugasi dani dan mengekskresi pigmen empedu, antara lain

mengekskresi pigmen empedu, antara lain

BilBiliruirubin bin serserum um dirdirek ek (Te(Terkorkonjunjugasigasi) ) MeniMeningkangkat t apabapabila ila terterjadjadi i ganggangguanguan ekskresi bilirubin terkonjugasi (Nilai normalnya 0,1-0,3 mg/dl).

ekskresi bilirubin terkonjugasi (Nilai normalnya 0,1-0,3 mg/dl).

Bilirubin serum indirek (Tidak terkonjugasi) Meningkat pada keadaan hemolitik Bilirubin serum indirek (Tidak terkonjugasi) Meningkat pada keadaan hemolitik  dan sindrom Gilbert (Nilai normalnya 0,2-0,7 mg/dl).

dan sindrom Gilbert (Nilai normalnya 0,2-0,7 mg/dl).

(10)

Bilirubin serum total Bilirubin serum direk dan total meningkat pada penyakitBilirubin serum total Bilirubin serum direk dan total meningkat pada penyakit hepatoseluler (Nilai normalnya 0,3-1,0 mg/dl).

hepatoseluler (Nilai normalnya 0,3-1,0 mg/dl).

 b.

 b. Metabolisme ProteinMetabolisme Protein

ProtProtein ein serserum um tottotal al : : sebsebagiagian an besbesar ar protprotein ein serserum um dan dan proproteitein n pembpembekuaekuann disintesis oleh hati sehingga kadarnya menurun pada berbagai gangguan hati.

disintesis oleh hati sehingga kadarnya menurun pada berbagai gangguan hati.

(Nilai normalnya 6-8 gr/dl) Albumin serum (Nilai normalnya : 3,2-5,5 gr/dl) (Nilai normalnya 6-8 gr/dl) Albumin serum (Nilai normalnya : 3,2-5,5 gr/dl) Globulin serum (Nilai normalnya : 2,0-3,5 gr/dl)

Globulin serum (Nilai normalnya : 2,0-3,5 gr/dl)

Massa Protrombin (Nilai normalnya : 11-15 detik) Meningkat pada penurunanMassa Protrombin (Nilai normalnya : 11-15 detik) Meningkat pada penurunan sin

sintestesis is proprotrotrombimbin n akiakibat bat kerkerusakusakan an sel sel hathati i ataatau u berberkurkurangnangnya ya absabsorporpsisi vitamin K pada obstruksi empedu. Vitamin K penting untuk sintesis protrombin vitamin K pada obstruksi empedu. Vitamin K penting untuk sintesis protrombin Prothrombin time (PT) memanjang (akibat kerusakan sintesis protombin dan Prothrombin time (PT) memanjang (akibat kerusakan sintesis protombin dan faktor pembekuan)

faktor pembekuan)

BiBiopopsi si hehepar par dadapat pat mememamaststikikan an didiagnagnososis is bibila la pempemererikiksasaan an seserurum m dadann  pemeriksaan radiologis tak dapat menyimpulkan

 pemeriksaan radiologis tak dapat menyimpulkan G.

G. PePenatnatalalakaksasanaanaann  b.

 b. Penatalaksanaan Sirosis Hati dengan Hematemesis dan aPenatalaksanaan Sirosis Hati dengan Hematemesis dan atau Melenatau Melena

Pasien dengan hematemesis dan atau melena dapat diberikan asam traneksamat Pasien dengan hematemesis dan atau melena dapat diberikan asam traneksamat dan vitamin K. Asan traneksamat digunakan untuk pengobatan perdarahan saluran dan vitamin K. Asan traneksamat digunakan untuk pengobatan perdarahan saluran cerna bagian

cerna bagian atas. Asam atas. Asam tranektraneksamat mengikat samat mengikat plasmplasminogen selama inogen selama trombotrombogebesigebesis,s, mengganggu pengikatan plasminogen dan fibrin, menghambat fibrinolisis sehingga mengganggu pengikatan plasminogen dan fibrin, menghambat fibrinolisis sehingga dapat memberikan efek antifibrinolitik dan mendorong pembentukan trombus dan dapat memberikan efek antifibrinolitik dan mendorong pembentukan trombus dan hemostasis (Ko et al., 2017).

hemostasis (Ko et al., 2017).

Asa

Asam m tratraneksneksamaamat t digdigunakunakan an secsecara ara perperoraoral l dan dan intintravravena ena lamlambat bat ataatau u infinfusus secara terus menerus. Dosis parenteral biasanya diubah menjadi oral setelah beberapa secara terus menerus. Dosis parenteral biasanya diubah menjadi oral setelah beberapa hari dan injeksi intravena awal dapat diikuti dengan infus secara terus menerus.

hari dan injeksi intravena awal dapat diikuti dengan infus secara terus menerus.

Penggunaan perdarahan jangka pendek, dosis oral yang digunakan 1 sampai 1,5 g Penggunaan perdarahan jangka pendek, dosis oral yang digunakan 1 sampai 1,5 g (atau 15 sampai 25 mg/kg) 2 sampai 4 kali sehari. Dosis injeksi intravena lambat (atau 15 sampai 25 mg/kg) 2 sampai 4 kali sehari. Dosis injeksi intravena lambat yaitu 0,5 sampai 1 g (atau 10 mg/kg) 3 kali sehari. Asam traneksamat diberikan yaitu 0,5 sampai 1 g (atau 10 mg/kg) 3 kali sehari. Asam traneksamat diberikan melalui infus secara terus menerus dengan kecepatan 25 sampai 50 mg/kg setiap hari melalui infus secara terus menerus dengan kecepatan 25 sampai 50 mg/kg setiap hari (Sweetman, 2009). Vitamin K merupakan kofaktor penting dalam proses sintesis hati (Sweetman, 2009). Vitamin K merupakan kofaktor penting dalam proses sintesis hati  protrombin (faktor

 protrombin (faktor II) dan II) dan faktor pembekuan faktor pembekuan darah (faktor darah (faktor VII, IX, VII, IX, X, protein X, protein C danC dan S)

S). . DoDosisis s vivitatamimin n K K yanyang g didiberberikikan an yaiyaitu tu 0,0,5 5 mg mg sasampmpai ai 5 5 mg mg sesecacara ra ininjejeksksii intravena lambat atau sampai dengan 5 mg secara oral (Sweetman, 2009).

intravena lambat atau sampai dengan 5 mg secara oral (Sweetman, 2009).

c.

c. PenaPenataltalaksaksanaaanaan Sirosn Sirosis Hatis Hati dengai dengan Varin Varises Esses Esofaofagusgus Pas

Pasien ien dengdengan an varvariseises s esoesofagfagus us dapadapat t menmenggunggunakan akan proprofilfilaksaksis is utautama ma yaiyaitutu nonselektif β-bloker. Terapi obat vasoaktif untuk menghentikan atau memperlambat nonselektif β-bloker. Terapi obat vasoaktif untuk menghentikan atau memperlambat  perdarahan

 perdarahan adalah adalah okreotid, okreotid, digunakan digunakan secara secara rutin rutin pada pada awal awal penatalaksanaanpenatalaksanaan  pasien. Okreotid d

 pasien. Okreotid diberikan secara iberikan secara iv bolus 50 iv bolus 50 mcg diikuti dengamcg diikuti dengan pemberian n pemberian infus 50infus 50

(11)

mc

mcg/g/jajam, m, didiberberikikan an seselalama ma 5 5 harhari i sesetetelalah h teterjrjadadi i perperdadararahahan n vavaririseses s akuakut t dandan dil

dilakukakukan an pempemantantauan auan terterhadahadap p hiphipogloglikeikemia mia dan dan hiphipergergliklikemiemia. a. PengPenggunagunaanan vasopresin atau kombinasi vasopresin dengan nitrogliserin tidak direkomendasikan vasopresin atau kombinasi vasopresin dengan nitrogliserin tidak direkomendasikan unt

untuk uk pasipasien en perdperdaraarahan han varvariseises s karkarena ena dapadapat t menmenyebayebabkan bkan vasovasokonskonstritriksi ksi nonnon selektif, iskemia atau infark miokard, aritmia, iskemia mesenterika, atau kecelakaan selektif, iskemia atau infark miokard, aritmia, iskemia mesenterika, atau kecelakaan serebrovaskular. Pada pasien dengan tanda infeksi 23 atau asites terapi antibiotik  serebrovaskular. Pada pasien dengan tanda infeksi 23 atau asites terapi antibiotik  ha

harurus s didigugunaknakan an lelebibih h awaawal l untuntuk uk memencencegagah h sesepspsis is padpada a papasisien. en. DiDiberberikikanan norfl

norfloxacin peroral 400 mg oxacin peroral 400 mg dua kali sehari dan dua kali sehari dan ciprofciprofloxaciloxacin n secara iv (Wells et secara iv (Wells et al.,al., 2015).

2015).

d.

d. PenaPenataltalaksaksanaaanaan Siron Sirosis Hsis Hati deati dengan Asngan Asiteitess Per

Perawaawatatan n asasitites es sesekunkunder der ununtutuk k hihipepertrtensensi i porportatal l mememimililiki ki panpantatangnganan mengonsumsi alkohol, pembatasan natrium dan diuretik. Batasan natrium klorida mengonsumsi alkohol, pembatasan natrium dan diuretik. Batasan natrium klorida hingga 2

hingga 2 g/harig/hari. . Terapi diuretTerapi diuretik dimulai dengan ik dimulai dengan dosis tunggal spirondosis tunggal spironolakton 100 mgolakton 100 mg dan furosemid 40 mg dangan target penurunan berat badan tiap harinya maksimum dan furosemid 40 mg dangan target penurunan berat badan tiap harinya maksimum 0,5 kg. Dosis masing-masing dapat ditingkatkan secara bersamaan dengan cara tetap 0,5 kg. Dosis masing-masing dapat ditingkatkan secara bersamaan dengan cara tetap mempertahankan rasio 100:40 mg hingga mencapai dosis tiap harinya maksimum mempertahankan rasio 100:40 mg hingga mencapai dosis tiap harinya maksimum furosemid 160 mg dan spironolakton 400 mg (Wells et al., 2015).

furosemid 160 mg dan spironolakton 400 mg (Wells et al., 2015).

e.

e. PenatalPenatalaksanaan aksanaan SirosiSirosis Hati s Hati dengan Spodengan Spontaneus ntaneus BacterBacterial Perial Peritoniitonitis (tis (SBP)SBP)

TerTerapi api AlbAlbumiumin n SBP SBP diddidiagiagnosa nosa dengdengan an adaadanya nya sejsejumlumlah ah neutneutrofrofil, il, yaiyaitutu 250/mm3 dalam cairan asites. Angka kematian di rumah sakit sekitar 20%.

250/mm3 dalam cairan asites. Angka kematian di rumah sakit sekitar 20%.

Angka kematian dapat dikaitkan dengan dampak sitokin proinflamasi pada Angka kematian dapat dikaitkan dengan dampak sitokin proinflamasi pada sistem kardiovaskular yang akhirnya mengarah pada gagal ginjal dan kadang- sistem kardiovaskular yang akhirnya mengarah pada gagal ginjal dan kadang- kada

kadang ng pada pada mulmultiotiorgargan. n. OleOleh h karkarena ena ituitu, , diadiagnosgnosis is dan dan pengpengobatobatan an dindinii san

sangat gat pentpenting ing untuntuk uk menmencegacegah h kerkerusausakan kan hemohemodindinamiamik. k. AlbAlbumiumin n harharusus di

dibeberirikan kan dedengangan n dodosisis s 1,5 1,5 g/g/kgkgBB BB papada da hahari ri pepertrtamama a dan dan kemkemudiudian an 11 g/kgBB pada hari ketiga. Dari data yang tersedia menunjukkan bahwa efek  g/kgBB pada hari ketiga. Dari data yang tersedia menunjukkan bahwa efek  yang paling mencolok diperoleh pada pasien dengan gagal hati berat, yaitu yang paling mencolok diperoleh pada pasien dengan gagal hati berat, yaitu memiliki serum bilirubin diatas 4 mg/dl dan serum kreatinin diatas 1 mg/dl memiliki serum bilirubin diatas 4 mg/dl dan serum kreatinin diatas 1 mg/dl (Bernardi et al., 2014).

(Bernardi et al., 2014).

Terapi Atibiotik Empiris Pasien dengan SBP dapat dilakukan pencegahanTerapi Atibiotik Empiris Pasien dengan SBP dapat dilakukan pencegahan deng

dengan an menemenerimrima a terterapi api antantibiibiotiotik k spespektrktrum um lualuas s sebasebagai gai perperlinlindungdunganan terhad

terhadap ap bakterbakteri i EscherEscherichia coli, ichia coli, KlabsKlabsiella pneumoniae, dan iella pneumoniae, dan StreptStreptococcucococcuc  pneumoniae.

 pneumoniae. Pemberian Pemberian obat obat sefotaksim sefotaksim 2 2 g g setiap setiap 8 8 jam, jam, atau atau sefalosporinsefalosporin gene

generasrasi i ketketiga iga selselama ama 5 5 harhari i 24 24 mermerupakupakan an pilpilihaihan n untuntuk uk pengpengobatobatan.an.

Ofloxacin 400 mg peroral setiap 12 jam setara dengan pemberian secara IV Ofloxacin 400 mg peroral setiap 12 jam setara dengan pemberian secara IV ce

cefofotataxixim. m. PasPasieien n yanyang g seselalamamat t dadari ri SBSBP P harharus us memeneneririma ma prprofofililakaksisiss antibiotik dalam jangka waktu yang panjang dengan norfloxacin 400 mg atau antibiotik dalam jangka waktu yang panjang dengan norfloxacin 400 mg atau trimetoprim-sulfametoksazol berkekuatan ganda (Wells et al., 2015).

trimetoprim-sulfametoksazol berkekuatan ganda (Wells et al., 2015).

(12)

f.

f. PenaPenataltalaksaksanaaanaan Sirosn Sirosis Hatis Hati dengai dengan Ensefn Ensefaloalopatpati Hepati Hepatikik

Terapi Laktulosa Untuk mengurangi konsentrasi amonia dalam darah padaTerapi Laktulosa Untuk mengurangi konsentrasi amonia dalam darah pada  pasien

 pasien HE HE maka maka asupan asupan protein protein harus harus dibatasi dibatasi (sambil (sambil mempertahankanmempertahankan asu

asupan pan kalkaloriori) ) samsampai pai keadkeadaan aan memmembaibaik. k. AsuAsupan pan proproteitein n dapadapat t ditditititrasrasii kem

kembalbali i berberdasdasararkan kan totoleleraransnsi i sesebabanyanyak k 1 1 hihingngga ga 1,1,5 5 kgkg/h/harari. i. UnUntutuk k  mengurangi konsentrasi amonia dalam darah pada pasien HE, dapat diberikan mengurangi konsentrasi amonia dalam darah pada pasien HE, dapat diberikan laktulosa dimulai pada 45 mL peroral setiap jam atau 300 mL sirup laktulosa laktulosa dimulai pada 45 mL peroral setiap jam atau 300 mL sirup laktulosa dengan 700 mL air selama 60 menit. Dosis kemudian dapat dikurangi menjadi dengan 700 mL air selama 60 menit. Dosis kemudian dapat dikurangi menjadi 15 hingga 30 mL peroral setiap 8 jam sampai 12 jam (Wells et al., 2015).

15 hingga 30 mL peroral setiap 8 jam sampai 12 jam (Wells et al., 2015).

Terapi Antibiotik Rifaximin merupakan antibiotik oral spektrum luas diserapTerapi Antibiotik Rifaximin merupakan antibiotik oral spektrum luas diserap secara minimal, dengan aktivitas melawan anaerob gram negatif dan gram secara minimal, dengan aktivitas melawan anaerob gram negatif dan gram  positif

 positif dan dan anaerob anaerob di di usus usus yang yang telah telah terbukti terbukti setara setara atau atau lebih lebih unggulunggul dibandi

dibandingkan dengan ngkan dengan agen lain agen lain dalam pengobatan HE. Pengobatan rifaximidalam pengobatan HE. Pengobatan rifaximinn 550 mg dua kali sehari selama 6 bulan (Jawaro et al., 2016).

550 mg dua kali sehari selama 6 bulan (Jawaro et al., 2016).

TerTerapi api L-OL-Ornirnithithine ne L-AL-Aspaspartartate te (LO(LOLA) LA) TerTerapi api L-OL-Ornirnithithine ne L-AL-Aspaspartartatete (LOLA) merupakan

(LOLA) merupakan senyawa garam senyawa garam yang yang menstimenstimulasi transcarbmulasi transcarbamolyasamolyasee ornithine dan coabamoyl phosphate synthetase dan merupakan substrat untuk  ornithine dan coabamoyl phosphate synthetase dan merupakan substrat untuk   pembentukan

 pembentukan urea. LOLA urea. LOLA bekerja bekerja dengan dengan cara cara merangsang merangsang sintesis glutaminsintesis glutamin di otot rangka dan mengakibatkan penurunan amonia (Leise et al., 2014).

di otot rangka dan mengakibatkan penurunan amonia (Leise et al., 2014).

LOLA telah dievaluasi menjadi terapi alternatif jangka pendek yang aman, LOLA telah dievaluasi menjadi terapi alternatif jangka pendek yang aman, ef

efekektitif, f, dan dan dapdapat at diditotoleleraransnsi i dedengangan n babaik ik papada da papasisien en sisirorosisis s dendengagann ensefalopati hepatik yang stabil dan pasien kronis (Jawaro et al., 2016).

ensefalopati hepatik yang stabil dan pasien kronis (Jawaro et al., 2016).

H.

H. Konsep Konsep Asuhan Asuhan KeperawKeperawatan (atan (FOKUS PFOKUS PADA KAADA KASUS)SUS)

PengkajianPengkajian 1.

1. IdIdenentitififikakasi klsi klieienn

Meliputi nama, tempt tanggal lahir, jenis kelamin, status kawinn, agama pendidikan, Meliputi nama, tempt tanggal lahir, jenis kelamin, status kawinn, agama pendidikan,  pekerjaan, alamat, No RM, dan d

 pekerjaan, alamat, No RM, dan diagnose medis.iagnose medis.

2.

2. RiRiwaywayat keat kesesehathatan sean sekarkarangang

Biasanya klien datang dengan keluhan lemah atau letih,otot lemah, anoreksia, kembung, Biasanya klien datang dengan keluhan lemah atau letih,otot lemah, anoreksia, kembung,  perut

 perut terasa terasa tidak tidak enak, enak, keluhan keluhan perut perut terasa terasa semakin semakin membesar, membesar, berat berat badan badan menurun,menurun, gangguan buang air kecil, gangguan buang air besar, sesak napas.

gangguan buang air kecil, gangguan buang air besar, sesak napas.

3.

3. RiRiwaywayat at keskesehehatatan dan dahahululuu Klien dengan

Klien dengan sirossirosis is hepais memilihepais memiliki ki riwayariwayat t penyalapenyalahgunaan alcohol hgunaan alcohol dalam jangkadalam jangka wakt

waktu u yang yang lamlama, a, sebesebelumlumnya nya ada ada riwriwayaayat t hepahepatittitis is krokronisnis, , riwriwayat ayat gagagagal l janjantuntung,g, riwayat pemakaian obat-obatan, merokok.

riwayat pemakaian obat-obatan, merokok.

4.

4. RiRiwaywayat keat kesesehathatan kean keluluarargaga

Adanya keluarga yang menderita penyakit hepatitis atau sirosis hepatis.

Adanya keluarga yang menderita penyakit hepatitis atau sirosis hepatis.

(13)

Pemeriksaan fisik Pemeriksaan fisik  1

1.. WWaajjaahh

Terdapat bintik-bintik merah, ukuran 5-20 mm, ditengahnya tampak pembuluh darah, Terdapat bintik-bintik merah, ukuran 5-20 mm, ditengahnya tampak pembuluh darah, suatu arteri kecil yang kadang-kadang dapat teraba berdenyut disebut spider nevy (angio suatu arteri kecil yang kadang-kadang dapat teraba berdenyut disebut spider nevy (angio laba-laba).

laba-laba).

2

2.. MMaattaa

Konjungtiva tampak pucat, sklera ikterik.

Konjungtiva tampak pucat, sklera ikterik.

3

3.. MMuulluutt Bau

Bau napanapas s khas khas disdisebabebabkan kan karkarena ena penipeningkangkatan tan konskonsententrasrasi i dimdimetietil l sulsulfidfide e akiakibatbat  pintasan

 pintasan porto porto sistemik sistemik yang yang berat. berat. Membran Membran mukosa kering mukosa kering dan ikterus. dan ikterus. Bibir Bibir tampak tampak   pucat.

 pucat.

4

4.. HHiidduunnnngg

Terdapat pernapasan cuping hidung Terdapat pernapasan cuping hidung 5

5.. TThhoorraaxx aa.. JJaannttuunngg

Inspeksi Inspeksi : : biasanya biasanya pergerakan pergerakan apeks apeks kordis kordis tidak tidak terlihatterlihat

Palpasi Palpasi : : biasanya biasanya apeks apeks kordis kordis tidak tidak terabateraba

Pelkusi Pelkusi : : biasanya biasanya tidak tidak terdapat terdapat pembesaran pembesaran jantungjantung

Auskultasi Auskultasi : : biasanya biasanya normal, normal, tidak tidak ada ada bunyi bunyi suara suara ketigaketiga  b.

 b. Paru-paruParu-paru

Inspeksi Inspeksi : : biasanya biasanya pasien pasien menggunakan menggunakan otot otot bantu bantu pernapasanpernapasan

Palpasi Palpasi : : biasanya biasanya vremitus vremitus kiri kiri dan dan kanan kanan samasama

Perkusi Perkusi : : biasanya biasanya resonance, resonance, bila bila terdapat terdapat efusi efusi pleura pleura bunyinya bunyinya redupredup

Auskultasi Auskultasi : : biasanya biasanya vesikuler vesikuler  cc.. AAbbddoommeenn

Inspeksi Inspeksi : : umbilicus umbilicus menonjol, menonjol, asites.asites.

PalpasPalpasi i : : sebagisebagian an besar besar penderipenderita ta hati hati mudah mudah teraba teraba dan dan terasterasa a keras. keras. NyeriNyeri tumpul atau perasaan berat pada epigastrium atau kuadran kanan atas.

tumpul atau perasaan berat pada epigastrium atau kuadran kanan atas.

Perkusi Perkusi : : dulnes.dulnes.

Auskultasi Auskultasi : biasanya : biasanya bising usus bising usus cepatcepat d.

d. EkEkststreremimitatass

Pada ekstremitas atas telapak tangan menjadi hiperemesis (erithema palmare).

Pada ekstremitas atas telapak tangan menjadi hiperemesis (erithema palmare).

Pada ekstremitas bawah ditemukan edema. cavilari revil lebih dari 2 detik.

Pada ekstremitas bawah ditemukan edema. cavilari revil lebih dari 2 detik.

ee.. KKuulliitt Karena

Karena fungsi hati fungsi hati tergaterganggu nggu mengakimengakibat bat bilibilirubin rubin tidak terkonjugasi sehingga tidak terkonjugasi sehingga KulitKulit tampak ikterus. Turgor kulit jelek .

tampak ikterus. Turgor kulit jelek . f.

f. PePememeririksksaaaan pn penenununjajangng

(14)

1)

1) UjUji fi faaaal hl hepeparar

Bilirubin menningkat (N: 0,2-1,4 gr%).Bilirubin menningkat (N: 0,2-1,4 gr%).

SGOT meningkat (N: 10-40 u/c).SGOT meningkat (N: 10-40 u/c).

SGPT meningkat (N: 5-35 u/c).SGPT meningkat (N: 5-35 u/c).

Protein total menurun (N: 6,6-8 gr/dl).Protein total menurun (N: 6,6-8 gr/dl).

Albumin menurun.Albumin menurun.

2

2)) UUSSGG

Gambaran USG tergantung pada tingkat berat ringannya penyakit. Pada tingkat Gambaran USG tergantung pada tingkat berat ringannya penyakit. Pada tingkat  permulaan

 permulaan sirosis sirosis akan akan tampak tampak hati hati membesar, membesar, permulaan permulaan irregular, irregular, tepi tepi hatihati tu

tumpmpulul, , . . PadPada a fafase se lalanjnjut ut teterlrlihihat at perperubaubahan han gagambmbar ar USUSG, G, yayaititu u tatampampak k   penebalan

 penebalan permukaan permukaan hati hati yang yang irregular. irregular. Sebagian Sebagian hati hati tampak tampak membesar membesar dandan sebagian lagi dalam batas nomal.

sebagian lagi dalam batas nomal.

3)

3) CT (cCT (chomhompuputed tted tomomogrographaphy)y)

Memberikan informasi tentang pembesaran hati dan aliran darah hepatic serta Memberikan informasi tentang pembesaran hati dan aliran darah hepatic serta obstruksi aliran tersebut.

obstruksi aliran tersebut.

4

4)) MMRRII

Memberikan informasi tentang pembesaran hati dan aliran darah hepatic serta Memberikan informasi tentang pembesaran hati dan aliran darah hepatic serta obstruksi aliran tersebut.

obstruksi aliran tersebut.

5)

5) AnAnalalisisa ga gas as dadararahh Ana

Analilisa sa gas gas dardarah ah ararteteririal al dapdapat at memengngungungkakapkapkan n gaganggngguan uan keskeseieimbmbanganganan ventilasi-pervusi dan hipooksia pada sirosis hepatis.

ventilasi-pervusi dan hipooksia pada sirosis hepatis.

I.

I. DiDiagnagnososa Ka Kepepererawaawatatan (n (SDSDKIKI)) 1)

1) Nyeri Nyeri akut akut berhububerhubungan dengan dengan angan agen cegen cedera dera fisifisiologisologis 2)

2) HipervHipervolemia olemia berhububerhubungan denngan dengan gangan gangguan megguan mekanismkanisme regue regulasilasi 3)

3) Pola napPola napas tias tidak efedak efektif bktif berhubungerhubungan dengan an dengan hambathambatan upaya nan upaya napasapas 4)

4) Resiko perfResiko perfusi gastrusi gastrointesointestinal tidtinal tidak efektif dibuak efektif dibuktikan dengan disfktikan dengan disfungsi hati (sungsi hati (sirosiirosiss hepatis)

hepatis) J.

J. Luaran Luaran KeperawKeperawatan atan (SLKI) (SLKI) dan dan InterIntervensi vensi KeperaKeperawatan watan (SIKI(SIKI))

 No.

 No. DiagnosaDiagnosa Keperawatan Keperawatan

L

Luuaarraan n ((SSLLKKII)) IInntteerrvveennssi i ((SSIIKKII)) 1

1.. NNyyeerri i aakkuut t bb//dd ag

agen en pepencncededereraa fisi

fisiologis ologis (sir(sirosisosis hepatis) (D.0077) hepatis) (D.0077)

Setelah dilakukan Setelah dilakukan tindakan keperawatan tindakan keperawatan selama 1x24 jam selama 1x24 jam

“tingkat nyeri”

“tingkat nyeri”

(L.08066) menurun (L.08066) menurun dengan kriteria hasil:

dengan kriteria hasil:

1

1.. KKeelluuhhaan n nnyyeerrii

Manajemen nyeri Manajemen nyeri (1.08238)

(1.08238) Observasi Observasi

-- Identifikasi lokasi,Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri intensitas nyeri

(15)

menurun menurun 2.

2. MeMeriringngis is memenunururunn 3.

3. GeGelilisasah h memenunururunn 4

4.. KKeessuulliittaan n ttiidduur  r   menurun

menurun 5

5.. FFrreekkuueennssi i nnaaddii membaik 

membaik  6

6.. PPoolla a ttiidduur  r   membaik 

membaik 

-- Identifikasi skala nyeriIdentifikasi skala nyeri -- Identifikasi respins nyeriIdentifikasi respins nyeri

non verbal non verbal

-- Identifikasi faktor yangIdentifikasi faktor yang memperberat dan

memperberat dan memperingan nyeri memperingan nyeri -- Monitor keberhasilanMonitor keberhasilan

terapi komplementer terapi komplementer yang sudah diberikan yang sudah diberikan -- Monitor efek sampingMonitor efek samping

 penggunaan analgesik  penggunaan analgesik

Terapeutik Terapeutik -- Berikan teknikBerikan teknik

nonfarmakologis untuk nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri mengurangi rasa nyeri (mis, hipnosis, terapi (mis, hipnosis, terapi musik, aromaterapi) musik, aromaterapi) -- Kontrol lingkungan yangKontrol lingkungan yang

memperberat rasa nyeri memperberat rasa nyeri (mis. Suhu ruangan, (mis. Suhu ruangan,  pencahayaan, kebisingan)  pencahayaan, kebisingan) -- Fasilitas istirahat danFasilitas istirahat dan

tidur  tidur 

-- Pertimbangkan jenis danPertimbangkan jenis dan sumber nyeri dalam sumber nyeri dalam  pemilihan strategi  pemilihan strategi meredakan nyeri meredakan nyeri Edukasi

Edukasi

-- Jelaskan penyebab,Jelaskan penyebab,  periode, dan pemicu  periode, dan pemicu

nyeri nyeri

-- Jelaskan strategiJelaskan strategi meredakan nyeri meredakan nyeri -- Ajarkan teknikAjarkan teknik

nonfarmakologis untuk nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri mengurangi rasa nyeri

(16)

Kolaborasi Kolaborasi

-- Kolaborasi pemberianKolaborasi pemberian analgesik, jika perlu analgesik, jika perlu 2

2.. HHiippeerrvvoolleemmiia ba b//dd gangguan

gangguan mekanisme mekanisme

regulasi (D.0022) regulasi (D.0022)

Setelah dilakukan Setelah dilakukan tindakan keperawatan tindakan keperawatan selama 1x24 jam selama 1x24 jam

“Keseimbangan

“Keseimbangan cairan” (L.03020) cairan” (L.03020) meningkat dengan meningkat dengan kriteria hasil:

kriteria hasil:

1.

1. EdEdemema a memenunururunn 2.

2. AsAsitites mes menenururunun 3

3.. BBeerraat t bbaaddaann membaik

membaik 4.

4. DeDenynyut nut nadadi rai radidialal membaik

membaik 5

5.. TTuurrggoor r kkuulliitt membaik

membaik

Mana

Manajemjemen en hipehipervorvolemlemiaia (1.03114)

(1.03114) Observasi Observasi

-- Periksa tanda dan gejalaPeriksa tanda dan gejala hi

hiperpervolvolememia ia (d(disispnepnea,a, edem

edema, a, JVP JVP menimeningkangkat,t, suara napas tambahan) suara napas tambahan) -- IdIdenentitififikakasi si pepenynyebebabab

hipervolemia hipervolemia

-- MMoonniittoor r iinnttaakke e ddaann output cairan

output cairan

-- Monitor efek diuretikMonitor efek diuretik Terapeutik 

Terapeutik 

-- TiTimmbabang ng beberrat at babadadann se

setitiap ap hahari ri papada da wawaktktuu yang sama

yang sama

-- Batasi asupan cairan danBatasi asupan cairan dan garam

garam

-- Tinggikan kepala tempatTinggikan kepala tempat tidur 30-40

tidur 30-4000 Edukasi Edukasi

-- AnAnjujurkrkan an memelalapopor r jijikaka h

haalluuaarraan n uurriin n < < 00,,55 mL/kg/jam dalam 6 jam mL/kg/jam dalam 6 jam -- AnAnjujurkrkan an memelalapopor r jijikaka

B

BB B bbeerrttaammbbah ah > > 1 1 kgkg dalam sehari

dalam sehari

-- AjaAjarkarkan n carcara a memmembatbatasiasi cairan

cairan Kolaborasi Kolaborasi

-- KoKolalaboborarasi si pepembmbereriaiann diuretik 

diuretik  3

3.. PPoolla a nnaappaas s ttiiddaakk efektif

efektif

 berhubungan  berhubungan

dengan hambatan dengan hambatan upaya napas upaya napas

Setelah Setelah dilakuakan dilakuakan tindakan tindakan

keperawatan 1x1 keperawatan 1x1  jam di

 jam di

Manajemen Jalan Manajemen Jalan Napas (I.01011) Napas (I.01011) observasi

observasi 1.

1. MoMoninitotor por pola nla napapasas (frekuensi,kedalaman, (frekuensi,kedalaman,

(17)

(D.0005)

(D.0005) harapakanharapakan ”pola”pola napas

napas membaik”

membaik”

dengan keriteral dengan keriteral hasil:

hasil:

1.

1. DisnpneaDisnpnea menurun menurun 2.

2. PenggunaanPenggunaan otot bantu otot bantu napas napas menurun menurun 3.

3. FrekuensiFrekuensi napas napas membaik membaik

usaha napas).

usaha napas).

2.

2. MoMoninitotor bur bunynyi nai napapass tambahn .Gurgling, tambahn .Gurgling, mengi, wheezing, mengi, wheezing, ronkhikering) ronkhikering) 3.

3. MoMoninitotor spr spututum (um (jujumlmlah,ah, warna,aroma)-

warna,aroma)- Terapeutik:

Terapeutik:

1.

1. PerPertatahahankankan n kepkepatatenaenann  jalannapas dengan  jalannapas dengan

head.till dan chin-lift head.till dan chin-lift (jaw-thrust jika curiga (jaw-thrust jika curiga traumaservikal)

traumaservikal) 2.

2. PoPosisisisikan kan sesemimi-f-fowlowlerer atau fowler 

atau fowler  3.

3. BeBeririkakan min minunum ham hangngatat 4.

4. LaLakukkukan fan fisisioioteterarapi dpi dadaada,,  jika perlu

 jika perlu 5.

5. LaLakukukakan n pepengnghihisasapapann lendirkurang dari 15detik  lendirkurang dari 15detik  6.

6. LaLakukkukan hian hiperperoksoksigigenenasasii sebelum penghisapan sebelum penghisapan endotrakeal

endotrakeal 7.

7. KeKeluluararkakan sumn sumbabatatann  benda pada dengan  benda pada dengan

forsep forsep 8.

8. BeBeririkan kan okoksisigengen, j, jikikaa  perlu

 perlu Edukasi:

Edukasi:

   1.

1. AnAnjujurkrkan an asasupupanan

cairan2000ml/hari, jika cairan2000ml/hari, jika tidakkontraindikasi tidakkontraindikasi 2.

2. AjAjararkakan ten teknknik bik batatukuk efektif-

efektif-   

Kolaborasi Kolaborasi 1.

1.

 pembeian bronkodilator,ekspekto  pembeian bronkodilator,ekspekto

ran, mukolitik, jika perlu ran, mukolitik, jika perlu 4

4.. RReessiikkoo  perdarahan  perdarahan dibuktikan dibuktikan

dengan gangguan dengan gangguan hati

hati

Setelah dilakukan Setelah dilakukan tindakan keperawatan tindakan keperawatan selama 1x24 jam selama 1x24 jam

“Tingkat Perdarahan”

“Tingkat Perdarahan”

(L.02017) membaik (L.02017) membaik dengan kriteria hasil:

dengan kriteria hasil:

1.

1. HeHemamatetemimisisiss menurun menurun 2.

2. PrPrdadararaahahan an ananusus menurun

menurun 3.

3. DiDiststenensi si ababdodomemenn

Pencegahan perdarahan Pencegahan perdarahan

Observasi Observasi

-- IdIdenentitififikakasi si pepenynyebebabab  perdarahan

 perdarahan

-- Periksa adanya dara padaPeriksa adanya dara pada mu

muntntah, ah, fefeseses, s, spspututumum,, dll

dll

-- PPeerriikkssa a uukkuurraan n ddaann karakter hematoma

karakter hematoma

-- MMoonniittoor r tteerrjjaaddiinnyyaa

(18)

menurun menurun 4

4.. HHeemmogogllobobiinn membaik  membaik  5.

5. TeTekakananan dn dararahah membaik  membaik  6

6.. NNaadi di apapiikakall membaik  membaik 

 perdarahan  perdarahan

-- Monitor nilai HB dan HtMonitor nilai HB dan Ht -- Monitor Monitor tekanan tekanan darahdarah -- MMoonniittoor r iinnttaakke e ddaann

output cairan output cairan

-- Monitor koagulasi darahMonitor koagulasi darah Terapeutik

Terapeutik

-- IstiIstirahatrahatkan kan daerah yangdaerah yang mengalami perdarahan mengalami perdarahan -- PePerrtatahahanknkan an akakseses s IIVV

line line

-- BerikaBerikan n komprekompres s dingindingin,,  jika perlu

 jika perlu Edukasi Edukasi

-- JeJellasaskakan n tatandnda-a-tatandndaa  perdarahan

 perdarahan

-- AnAnjujurkrkan an memelalapopor r jijikaka ada perdarahan

ada perdarahan

-- AAnnjjuurrkakan n mmeemmbbaattaassii aktivitas

aktivitas Kolaborasi Kolaborasi

-- PerPermbmbereriaian n cacairiran an jijikaka  perlu

 perlu

-- PePemmbbeerriiaan n ttrrananssffuussii darah

darah

-- PPeemmbbeerriiaan n oobbaatt  pengontrol perdarah

 pengontrol perdarah K.

K. DaDaftftar ar PuPuststakakaa

Agus

Agustintin, , D. (2013D. (2013).). Analisis  Analisis Praktik Praktik Klinik Klinik Keperawatan Keperawatan Kesehatan Kesehatan Masyarakat Masyarakat PerkotaanPerkotaan  Pada Pasien

 Pada Pasien Dengan Sirosis Dengan Sirosis Hepatis Di Ruang Hepatis Di Ruang PU 6 PU 6 Rumah Sakit Rumah Sakit Pusat Anggkatan Pusat Anggkatan Darat Darat  Gatot Soebroto Jakarta Pusat 

Gatot Soebroto Jakarta Pusat . Universitas Indonesia.. Universitas Indonesia.

Bernardi, M., Ricci, C. S., & Zaccherini, G. 2014. Role of Human Albumin in the Management Bernardi, M., Ricci, C. S., & Zaccherini, G. 2014. Role of Human Albumin in the Management

of Complicati

of Complications ons of of Liver CirrhosLiver Cirrhosis.is. Journal  Journal of of Clinical Clinical and and Experimental Experimental Hepatology,Hepatology, 1–10.

1–10. https://doi.org/10.1016/j.jceh.2014.08.007 https://doi.org/10.1016/j.jceh.2014.08.007    Bl

Blacack, k, J,J,M M et et alal.2.2014014.. Keperawatan  Keperawatan Medika Medika bedah. bedah. Manajemen Manajemen Klinis Klinis Untuk Untuk Hasil Hasil yang yang   Diharapkan.

 Diharapkan. Singapure: Elsevie Singapure: Elsevie

Budhiarta, D. M. F. (2017). Penatalaksanaan dan Edukasi Pasien Sirosis Hati dengan Varises Budhiarta, D. M. F. (2017). Penatalaksanaan dan Edukasi Pasien Sirosis Hati dengan Varises

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengetahui pengaruh pemberian ultrasound (US), mobilisasi saraf dan tendon gliding dapat mengurangi rasa nyeri, meningkatkan kekuatan otot, lingkup gerak sendi dan aktifitas

Tujuan: Untuk mengetahui manfaat pemberian Infra red, TENS, dan William’s Flexion Exercises dalam mengurangi nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi dan

A berhubungan dengan ketidakmamp uan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit Untuk mengurangi rasa nyeri yang dirasakan klien ketika bekerja 11. A mampu

Efektivitas Kombinasi Terapi Murottal Al-Qur‟an Dan Abdominal Stretching Exercise Untuk Mengurangi Nyeri Haid Pada Remaja Putri ... Standar Operasional Prosedur Kombinasi

Beberapa metode farmakologis yang telah disarank- an untuk mengurangi nyeri tenggorok setelah operasi termasuk pemberian obat - obatan pencegahan yang diberikan sebe- lum

Prosedur tindakan medik – Pada pelayanan primer kasus seperti ini dimasukkan dalam tindakan endodontik darurat untuk mengurangi rasa sakit(karena tekanan) akar tunggal

MetMetoa oa PePengungu$ur$uran %an %uanuant&tt&ta"a" Measurement atau pengukuran di sini diartikan sebagai pekerjaan untuk menghitung Measurement atau pengukuran di sini diartikan

Ajarkan tindakan nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri Kolaborasi Kolaborasi pemberian analgetik, jika perlu 2 Gangguna pola tidur D.0055 Definisi: Gangguan kualitas dan