PROGRAM STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN TAFSIR PROGRAM PASCASARJANA INSTITUT ILMU ILMU AL-QURAN (IIQ) JAKARTA. Ketiga tafsir tersebut dipilih sebagai kajian tematik karena dirasa saling melengkapi; Tafsir al-Munir memuat asbabun nuzul dan mufradat lughawiyat, sedangkan tafsir Fi Dzilalil Qur'an dan al-Misbah menjelaskan ayat-ayat interaksi antar umat beragama dengan memasukkan pertimbangan rasional yang lebih kental, sejalan dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, dalam skripsi ini digunakan tiga tafsir untuk menganalisis interaksi antar umat beragama, yaitu tafsir al-Munir, tafsir al-Misbah dan Tafsir fi Dzilalil Qur'an.
Oleh sebab itu, tafsiran ini tidak terhad kepada membicarakan hukum-hakam fiqh dalam pengertian yang terbatas dan sempit, tetapi diusahakan untuk memahami hukum dan peraturan yang boleh dirumuskan daripada ayat-ayat al-Quran. Tafsir Fi Zhilal Al-Qur'an yang merupakan kompilasi atau kodifikasi usaha dan kerja keras Sayyid Quthub sepanjang hayatnya. Beliau juga secara terang-terangan menunjukkan pelbagai kecenderungan dan goncangan yang tercetus dalam jiwanya untuk dapat hidup di bawah naungan dan bimbingan al-Quran. 12.
Menurut Sayyid Quthub, al-Quran diturunkan sebagai petunjuk kepada manusia ke arah kebaikan. Berdasarkan pemikiran tersebut, menurut Sayyid Quthub, kitab suci Al-Qur’an tidak dimaksudkan untuk dibaca dan dipelajari semata-mata, tetapi yang lebih utama dari semua itu adalah merealisasikan nilai-nilai Al-Qur’an. 'satu dalam hidup. Umat Islam pada awal zaman Islam, Sayyid Quthub berkata, menerima dan memahami al-Quran berhubung dan.
Bagi Sayyid Quthub, hidup di bawah naungan al-Quran bermakna bukan sahaja membaca dan mempelajari al-Quran, tetapi juga bagaimana hidup dalam suasana seperti ketika al-Quran diturunkan.
Pembatasan Masalah
Kerukunan umat beragama diperlukan bagi seluruh masyarakat agar mempunyai kehidupan yang lebih bermakna.
Perumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini secara praktis diharapkan dapat memberikan informasi dan memberikan kontribusi pemahaman yang lebih mendalam, terkait analisis kajian interpretatif tematik mengenai interaksi antar umat beragama. Memberikan referensi dan informasi bagi pembaca dan umat Islam yang akan mengkaji interaksi antar umat beragama.
Kajian Penelitian yang Relevan
Piagam Madinah (bentuk teks asli ada di lampiran)
Dalam akta perjanjian yang dikenal dengan Piagam Madinah, penyebutan Piagam Madinah adalah asy-shifah sebagai nama yang digunakan dalam akta tersebut, disebutkan sebanyak 8 kali (dalam pasal dua kali), 46 (tiga kali) sedangkan istilahnya "buku". : ditulis dua kali, masing-masing pada pembukaan dan penutup. Sekurang-kurangnya ada tiga istilah untuk penamaan sahif, yaitu: perjanjian (agreement), undang-undang (charter) dan konstitusi (constitution) 25 Pertama, perjanjian (agreement), istilah ini mengandung arti kesepakatan antara dua kelompok atau lebih, atau antar pemerintah untuk bekerja sama. Dinamakan demikian karena merupakan kesepakatan antara kaum Muhajirin dan Ansar yang merupakan komunitas Muslim dan antara kaum Muslim dan Yahudi serta sekutunya untuk menghindari konflik suku dan menjaga keamanan kota bersama.
Kedua, piagam (charter), istilah ini berarti suatu dokumen yang menjamin hak, wewenang dan kewajiban tertentu, baik itu piagam suatu badan yang menjalankan suatu negara, piagam universitas, piagam suatu badan hukum, atau piagam yang memberikan kekuatan. Suyuthi Pulungan, Asas-asas Pemerintahan dalam Piagam Madinah Dilihat dari Perspektif Al-Qur'an, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996), hal. Sebutan tersebut karena isinya mengatur tentang kewajiban sosial serta pembentukan persatuan dan kesatuan seluruh warga negara serta prinsip-prinsipnya untuk menghilangkan tradisi dan aturan suku yang buruk.
Ketiga, konstitusi. Istilah ini mengacu pada asas-asas dasar penyelenggaraan suatu bangsa atau pernyataan tidak langsung mengenai peraturan, lembaga, dan adat istiadat, baik tertulis maupun tidak tertulis. Dinamakan demikian karena mengandung prinsip-prinsip pengaturan kepentingan umum dan landasan sosial politik untuk menjadikan masyarakat dan pemerintah sebagai wadah persatuan masyarakat Madinah.
Declaration of Human Right (bentuk teks asli ada di lampiran)
Deklarasi ini mengesahkan 30 pasal tentang hak asasi manusia, yang dapat dikelompokkan menjadi: (a) hak pribadi (personal right), (b) hak milik (economic right), (c) hak persamaan hukum (human right to treatment). di bidang hukum dan pemerintahan), (d) Hak politik (hak asasi manusia politik), (e) Hak sosial dan budaya (social and culture right), (f) Hak prosedural (hak asasi manusia untuk mendapat perlakuan dan perlindungan peradilan. 26.
Metodologi Penelitian
Sumber Penelitian
Oleh kerana tujuan kajian ini adalah al-Quran, maka sumber utama yang digunakan ialah al-Quran al-Karim. Quraish Shihab, Tafsir al-Munir oleh Wahbah Zuhaili dan Tafsir fi Dzilal Al-Qur'an oleh Sayyid Quthub. Selain menggunakan kitab-kitab yang disebutkan di atas, kemungkinan penggunaan kitab-kitab Hadis, Kutubu Turats, buku-buku dan jurnal yang berkaitan dengan bahan pokok penelitian ini tidak tertutup, untuk menambah dan memperluas pembahasan.
Langkah-Langkah Penelitian
Langkah kedua, penulis mengkaji ayat-ayat yang telah dikumpulkan kemudian memilah-milahnya sesuai dengan sub-sub permasalahan yang dibahas. Proses langkah ini adalah pertama, penulis mencari lafadz yang mengacu pada interaksi antar umat beragama, kemudian mengkaji makna dan isinya tanpa melepaskan konteks ayat (munasabat), latar belakang turunnya wahyu, dan membahas pernyataan ayat tersebut. Nabi. Ketiga, penulis mencoba menginformasikan cara pandang dan tafsir Al-Qur'an mengenai analisis interaksi antar umat beragama agar para pembaca dapat mengetahui dengan jelas bagaimana berinteraksi secara tepat berdasarkan syariat terhadap non-Muslim.
Pada langkah ketiga, penulis menutup seluruh pembahasan dengan menjawab pokok permasalahan yang telah diidentifikasi, kemudian menyimpulkan.
Sistematika Penulisan
Bab ini berisi tentang pengertian interaksi antar umat beragama, ayat Al-Quran tentang interaksi antar umat beragama, interaksi antar umat beragama dalam perspektif PBB, interaksi antar umat beragama dalam perspektif Islam (termasuk konsep Piagam Madinah) dan interaksi antar umat beragama. umat beragama dari Pancasila dan UUD 45. Kemudian, Bab III mengkaji tentang pentingnya non-Muslim, keberagaman agama dan permasalahannya, dan faktor-faktor yang mendukung interaksi antar umat beragama (harmoni), serta faktor-faktor penyebab konflik antar umat beragama dan umat beragama. fanatisme agama. Sebelum menutup penulisan skripsi ini, Bab IV membahas tentang analisis interaksi antar umat beragama dari sudut pandang interpretatif, serta langkah-langkah yang tepat untuk membangun interaksi antar umat beragama yang baik dan benar sesuai Al-Quran.
Analisis kajian tafsiran tematik menurut Quraish Shihab, Wahbah Zuhaili dan Sayyid Quthub tentang interaksi antara agama. Al-Baqarah (2): 221 (Lelaki Islam mengahwini perempuan musyrik) bahawa terdapat beberapa perkara yang menjadi perkara penting dalam pengharaman perkahwinan antara orang Islam dan bukan Islam. Al-Maidah (5): 49 nasihat supaya berhati-hati dan tidak mengikut hawa nafsu orang bukan Islam dalam memutuskan perkara adalah kerana mereka adalah Yahudi dan mereka yang seperti mereka tidak henti-henti cuba menarik hati orang Islam dengan pelbagai cara.
Jangan menghina Tuhan agama lain Q.S.Al-An'am (6): 108 bahwa larangan mengkritik Tuhan agama lain adalah karena sudah menjadi fitrah manusia untuk melihat kebaikan pada apa yang diyakininya, dan sebagai umat Islam Tuhan mencela agama lain, maka mereka akan dibalas dengan hinaan yang dilontarkan kaum musyrik terhadap Rabb mereka Yang Maha Mulia dan Maha Agung. Sikap ini juga menunjukkan bahwa orang-orang yang mempunyai penyakit di hatinya menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpinnya. Nash juga memperingatkan umat Islam untuk tidak menjadikan pemimpin bagi orang-orang yang menggunakan agamanya (Islam) sebagai bahan olok-olok dan permainan.
Al-Mumlahanah (60): 8-9 Umat Islam boleh bekerjasama dengan non-Muslim asalkan mereka tidak bertengkar karena masalah agama. Dalam tataran yang lebih luas yaitu interaksi antar umat beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, nilai-nilai ajaran Islam menjadi sangat relevan untuk diterapkan guna mempersatukan seluruh umat manusia dalam satu kesatuan kebenaran dan keadilan. Interaksi antar umat beragama didasarkan pada kebutuhan sosial dimana satu sama lain saling membutuhkan dan saling membantu dalam memenuhi kebutuhannya.
Sebab interaksi antar umat beragama pada umumnya dapat terwujud apabila satu sama lain dapat saling menghormati dan menghargai.
Saran
Al-Quran adalah panduan umat Islam, maka pelajar dan lepasan Program Pasca Sarjana Pengajian Al-Quran dan Tafsir wajib mempelajarinya. Baik untuk kepentingan akademik, khazanah tentang tafsir al-Quran yang berkaitan dengan pergaulan umat beragama, agar fungsi dan manfaatnya dapat diterapkan dalam masyarakat. Abd Al-Hay Al-Farmawi, Al-Bidayah Fi Tafsir Al-Maudlu'I (Mesir: Maktabat Jumhuriyah Misr, 1977).
Abu Al-Fid Ismail Ibn Katsir, Tafsir Al-Qur‟an Al-Azhim, (Hierna Afgekort Ibn Katsir, Tafsir Al-Qur‟an Al-Azhim) (Al-Qahirah: Muassasah Al-Mukhtart, 2002). Ahmad Mustafa Al-Maraghi, Tafsir Al-Maraghi, (Mesir: Maktabah Mustafa Al-Bab Al-Halabi Wa Auladuh, 1983). Ali Mustafa Yaqub, Perbezaan Agama dalam Al-Qur’an dan Hadis, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2007), Set.. Imam Abi Muhammad Abd Al-Malk Ibn Hisyam, Al-Sirah Al-Nabawiyah, lihat Ibn Hisyam, Al- Sirah Al-Nabawiyah) (Beiroet: Dar Al-Kitab Al-Arabi, 2006), Deel I, Alirman Hamzah, Paradigma Orientalisme: Pengaruhnya Dan.
Perdamaian: contoh karya aktivis perdamaian di Indonesia, (Jakarta: Catholic Relief Service, 2003) Asep Muhammad Iqbal, Yahudi dan Kristen dalam Al-Quran,. Suyuthi Pulungan, Pokok-pokok Pemerintahan dalam Piagam Madinah Dalam Perspektif Al-Qur'an, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996). Kutowijoyo, Politik Identitas Umat Islam, (Panggilan: Mizan, 1997) Badan Penelitian, Pengembangan dan Pelatihan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.
Muhammad Mutawalli Sha'rawi, Tafsir As-Sha'rawi Bekymret Fadhilat Al-Sha'rawi Hawla Al-Qur'an Al-Karim. Nurcholis Madjid, "Religious Harmony, A Normative Review of Islam", i Indonesian Ulema Council, Religious Harmony: From the Perspective of the State, Human Rights and Religions, (Jakarta: Majelid Ulama Indonesia, 1996). Center for Religious Harmony, Religious Conflict Management, (forkortet PKUB, Conflict Management) (Jakarta: Center for Religious Harmony, 2003).
Qamaruddin Saleh, Dr., Asbab An-Nuzul, Latar Belakang Sejarah Turunnya Ayat-ayat Al-Quran (Bandung: CV. Diponegoro, Tt).