PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sementara itu, model bisnis organisasi berbasis pengetahuan terdiri dari individu organisasi yang memiliki kualifikasi pengetahuan yang dibutuhkan oleh organisasi untuk menciptakan keunggulan kompetitif (Blacker, 1995; Karreman et al, 2002). Pilihan informan adalah menentukan definisi model bisnis organisasi berbasis pengetahuan, mendeskripsikan dan mengembangkan konsep model. Tahapan ini dilakukan dengan melakukan wawancara dengan praktisi dan akademisi yang bertujuan untuk mendefinisikan konsep model bisnis organisasi berbasis pengetahuan.
Pengembangan materi wawancara dan FGD disesuaikan dengan konteks penelitian yaitu model bisnis organisasi berbasis pengetahuan. Diharapkan langkah ini akan menghasilkan model bisnis organisasi berbasis pengetahuan dengan validitas yang baik. Model bisnis organisasi berbasis pengetahuan yang dihasilkan dari tahap sebelumnya kemudian diuji untuk menilai akurasi model tersebut.
Hasil akhir dari penelitian ini berupa model bisnis organisasi berbasis pengetahuan yang diujicobakan dalam sebuah seminar. Model bisnis organisasi berbasis pengetahuan adalah integrasi lingkungan kompetitif, perubahan lingkungan internal organisasi dan pengembangan infrastruktur teknologi informasi.
TINJAUAN PUSTAKA
Resource Based Theory
Knowledge Based Theory
Model Bisnis
Studi Pendahuluan Yang Telah Dilaksanakan
TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
Tujuan Penelitian
Pada tahun pertamanya, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang model bisnis organisasi berbasis pengetahuan dan keterbatasannya sehingga model bisnis organisasi berbasis pengetahuan dapat dikembangkan. Definisi teoritis model bisnis dilakukan dengan cara pencarian literatur, sehingga model yang akan dikembangkan memiliki landasan teori yang kuat. Dari fase 1 terdapat gambaran pemahaman tentang model bisnis yang digunakan dalam organisasi pengetahuan.
Dari tinjauan literatur dan hasil penelitian sebelumnya, konsep utama model bisnis dipilih dan ditentukan, yang akan dideskripsikan dan dikumpulkan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan konsep yang akurat tentang model bisnis organisasi berbasis pengetahuan, yang dikembangkan berdasarkan studi teoritis sebelumnya. 10 dianalisis dengan interpretasi dan pengkodean data dan presentasi mereka dengan peta konseptual untuk akuisisi model bisnis organisasi berbasis pengetahuan.
Osterwalder & Pigneur membedakan inovasi model bisnis menjadi lima bagian, yaitu: Resource-driven, supply-driven, customer-driven, finance-driven, dan multiple epicenter. Resource-driven adalah inovasi yang berasal dari infrastruktur organisasi yang ada atau berkembang dalam kemitraan atau mengubah model bisnis. Platform/Network, model bisnis yang kegiatan utamanya berhubungan dengan networking dan sebagian besar perusahaan bergerak di bidang teknologi informasi.
Menurut Osterwalder & Pigneur (2010, p. 40) struktur biaya menjelaskan semua biaya yang diperlukan untuk menjalankan model bisnis. Hasil yang dicapai pada tahun pertama berupa draft model bisnis organisasi berbasis pengetahuan dan makalah yang dipresentasikan pada pertemuan nasional. Melalui FGD ini, instrumen berdasarkan literature review dan expert opinion dapat digunakan untuk mengukur model bisnis.
Model bisnis yang telah disusun sebelumnya direvisi dengan menghilangkan elemen, sistem, subsistem, konsep utama yang tidak sesuai dari model kemudian merumuskan kembali model bisnis menggunakan elemen, sistem, subsistem dan konsep utama yang relevan. Model bisnis organisasi berbasis pengetahuan dapat menciptakan keunggulan kompetitif organisasi melalui pemahaman dan alokasi aktivitas bisnis untuk menghasilkan keuntungan, meningkatkan kinerja aktivitas bisnis, meningkatkan perencanaan dan pelaksanaan aktivitas bisnis sesuai dengan strategi organisasi, meningkatkan inovasi dan keunggulan masa depan organisasi, berperan peran penting dalam organisasi e-proses-bisnis. Dampaknya akan terjadi perubahan internal organisasi untuk mengubah proses dan menyesuaikan model bisnis untuk mempertahankan daya saing organisasi.
METODE PENELITIAN
Metode
Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
Pengujian Keabsahan Data
Desain Penelitian
HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI
Hasil Yang Dicapai
Pengertian lain dari pemodelan proses bisnis adalah pendekatan lintas fungsi yang menggabungkan pekerjaan dan beberapa dokumen dalam satu institusi. Karena situasinya cukup rumit, model proses dapat dimasukkan dalam proses eksternal dalam organisasi dengan sistem termasuk dalam proses utama. Sedangkan tujuan pemodelan proses bisnis adalah untuk dapat menentukan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapai tujuan bisnis.
Selain pemodelan proses bisnis, juga dikenal sebagai diagram pemodelan proses bisnis, yang berguna sebagai alat untuk mencapai tujuan, tetapi itu bukan pekerjaan suatu proses. Hasil akhir dari diagram pemodelan proses bisnis dapat memperbaiki proses bisnis yang masih berjalan. Sedangkan fokus pemodelan proses bisnis adalah pada nilai tambah yang dapat meningkatkan layanan pelanggan dan mengurangi waktu yang tidak perlu.
Dalam pemodelan proses bisnis ada 2 jenis yaitu model awal dan situasi baru yang memiliki pandangan dan dapat digunakan untuk menganalisis, menguji dan mengimplementasikan proses. Dari sekian banyak pengertian dan ketentuan mengenai pemodelan proses bisnis, berikut adalah hasil dari proses pemodelan proses bisnis. Selain itu juga terdapat 3 jenis business process modeling yaitu proses manajemen, proses operasional dan supporting process yang saling berhubungan untuk membuat business process modeling menjadi lebih baik lagi.
Proses bisnis adalah prosedur bisnis untuk menangani permintaan bisnis, misalnya permintaan pinjaman di bank atau pesanan masuk di perusahaan pelayaran. Proses bisnis terdiri dari serangkaian aktivitas, yang terlibat di dalam atau di luar organisasi, yang bekerja sama untuk menghasilkan hasil bisnis bagi pelanggan atau organisasi. Urutan ini penting untuk sebagian besar aspek pemodelan proses bisnis, tetapi ada pengecualian untuk ini, terutama di tingkat operasi organisasi yang lebih tinggi.
Menurut Osterwalder & Pigneur (2010, hlm. 138-139), ide inovatif dalam model bisnis bisa datang dari mana saja. Menurut Osterwalder & Pigneur (2010, p. 26), saluran menggambarkan bagaimana perusahaan dapat menjalin komunikasi dengan pelanggannya dalam menyampaikan proposisi nilainya. Menurut Osterwalder & Pigneur (2010, p. 28), hubungan dengan pelanggan dibangun sesuai dengan segmen pelanggan, karena setiap segmen berbeda.
Menurut Osterwalder & Pigneur (2010, p. 30), arus pendapatan menunjukkan keadaan keuangan perusahaan yang diterima dari kas dari masing-masing segmen konsumen. Menurut Osterwalder & Pigneur (2010, p. 36), aktivitas inti menggambarkan aktivitas penting yang dilakukan oleh perusahaan agar bisnis yang dijalankan dapat berfungsi dengan baik.
Luaran Yang Dicapai
A historical comparison of resource-based theory and five schools of thought within industrial organizational economics: Do we have a new theory of the firm. Gambardella, A., and McGahan, A.M., 2010, Business model innovation: general purpose technologies and their implications for industry structure, Long Rang Planning, 43, pp.262-271. Xaio, 2009, Knowledge management audit framework and methodology based on processes, Journal of Technology Management in Chin, vol.
Morris, M., Schinduhette, M., and Allen, J., 2005, The Entrepreneurial Business Model: Towards a Unified Prefect, Journal of Business Research, 58, p. Stabell, 2007, Discovering new business models for knowledge-based organizations, Journal of Strategy and Leadership, Vol. Zhang Guoyou, Zhang Yueqiang and Wang Yiping, 2009, On the Reason for Business Model Innovation and the Mechanism of Transformation, International Symposium on Information Processing (ISIP 09), Huangshan, P.
RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA
Rencana Tahapan Berikutnya
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
2003 Open Innovation: The New Imperative for Creating and Profiting from Technology, Boston, MA: Harvard Business School Press. Business Mode: Theoretical Roots, Recent Developments and Future Research, IESE-University of Navarre Business School (WP-862; June 2010 - Rev.