Pendahuluan
Latar Belakang
Kawasan KBAK di Indonesia ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Geologi Nasional dan merupakan bagian dari Cagar Alam Geologi (Keputusan Menteri ESDM No. 32 Tahun 2016). KBAK ini merupakan bagian dari Kawasan Konservasi Nasional, sehingga pedoman kebijakan pengembangan, pemanfaatan, dan pengelolaannya diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. Aturan zonasi kawasan ini ditetapkan dengan ketentuan pemanfaatannya untuk kegiatan wisata tanpa pemandangan alam, ketentuan larangan pemindahan batu dan penggalian yang hanya dapat dilakukan untuk penelitian geologi dan arkeologi.
Keadaan penggunaan lahan yang ada saat ini tentunya sangat berbeda dengan yang diatur dalam ketentuan zonasi pada PP No. Dalam peruntukan yang berfungsi sebagai kawasan lindung ini sudah terdapat berbagai kegiatan budidaya, apalagi pada peruntukan ini cukup banyak terdapat kegiatan penambangan tradisional dan ilegal. Kondisi kerusakan ini semakin parah karena kawasan yang secara nasional dan regional di Provinsi Jawa Tengah ditetapkan sebagai kawasan lindung ini belum memiliki peraturan hukum formal yang mengatur pemanfaatannya secara lebih rinci.
Sementara dalam RTRW, belum ada aturan zonasi yang jelas di 3 kabupaten tersebut yang disusun sesuai peraturan perundang-undangan. Kesenjangan regulasi dalam ketentuan peraturan zonasi tersebut diharapkan dapat terisi dan kualitas RTRW sebagai instrumen pengarahan pemanfaatan ruang sekaligus sebagai instrumen pengendalian (dasar pemberian izin, pemberian izin, dan pemberian izin). insentif dan tindakan disuasif serta penerapan sanksi) akan lebih baik.
Tujuan dan Sasaran Penelitian
Ruang Lingkup
- Ruang Lingkup Wilayah
- Ruang Lingkup Materi
Ruang lingkup bahan penelitian ini adalah mengkaji Ketentuan Umum Peraturan Zonasi (KUPZ) di kawasan lanskap Karst Sukolilo Kabupaten Grobogan sebagai sarana pengarah pemanfaatan ruang dan sarana pengendalian. Peraturan zonasi dalam OP ini merupakan ketentuan yang mengatur syarat dan ketentuan pemanfaatan ruang. Peraturan zonasi kabupaten/kota merupakan penjabaran dari ketentuan umum peraturan zonasi yang dituangkan dalam rencana tata ruang kabupaten/kota.
Pola tata ruang yang ditetapkan dalam RTRW Kabupaten Grobogan untuk Kabupaten Klambu dan Brati meliputi Kawasan Lindung dan Kawasan Budidaya. Pada kawasan perencanaan terdapat kawasan lindung geologi berupa kawasan lindung karst yang merupakan bagian dari lanskap karst Sukolilo. Kawasan lindung menurut pasal 28 ayat (1) huruf a terdiri atas: kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya; kawasan cagar alam, cagar alam, dan cagar budaya;
Ketentuan umum peraturan zonasi pada kawasan lindung geologi sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf f, telah disusun dengan ketentuan sebagai berikut: kegiatan yang diperbolehkan mencakup kesadaran masyarakat akan manfaat kawasan lindung geologi. kawasan lindung di wilayah pesisir. dan pulau-pulau kecil, terdiri atas: kawasan konservasi pesisir dan pulau-pulau kecil, yang meliputi cagar pantai, cagar pulau-pulau kecil, taman pantai, dan taman pulau-pulau kecil; kawasan konservasi maritim, yang meliputi kawasan perlindungan adat maritim dan kawasan perlindungan budaya maritim; dan kawasan konservasi laut. Ketentuan umum dalam peraturan zonasi disusun berdasarkan: .. a) rencana tata ruang dan rencana pola tata ruang kawasan perkotaan;.
Kajian Teori dan Kebijakan
Kajian Teori
- Zonasi dan Peraturan Zonasi
Zonasi adalah pembagian lingkungan perkotaan menjadi zona-zona dan penetapan kontrol atas penggunaan ruang atau penegakan berbagai ketentuan hukum (Barnett, 1982). Aturan zonasi menurut Denny Zulkaidi dan Petrus Natalivan (2008) adalah ketentuan yang mengatur klasifikasi zona, aturan lebih lanjut mengenai penggunaan lahan dan tata cara pelaksanaan pembangunan. Zonasi adalah kegiatan membagi lingkungan perkotaan menjadi zona/kawasan fungsional dan menetapkan aturan pengendalian penggunaan ruang/ketentuan hukum yang berbeda-beda pada setiap zona (Barnett, 1982).
Tujuan utama ditetapkannya peraturan zonasi adalah untuk menjamin bahwa pembangunan yang akan dilaksanakan akan mampu mencapai standar mutu minimal (kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan) seperti yang diharapkan, kegiatan pembangunan baru tidak mengganggu pengguna ruang, nilai properti yang sudah ada. tidak akan mengganggu penurunan, pemeliharaan kualitas lingkungan dan penetapan nilai kualitasnya, serta penyediaan perangkat peraturan yang seragam untuk setiap zonasi (Denny Zulkaidi dan Petrus Natalivan, 2008). 13 Peraturan zonasi dalam praktiknya juga dapat digunakan untuk membatasi jenis dan lokasi bangunan, sehingga menghasilkan peraturan yang berlaku sama untuk setiap wilayah yang sama dalam suatu kabupaten, namun mungkin berbeda dari satu kabupaten ke kabupaten lainnya. Peraturan zonasi khusus untuk kawasan konservasi atau kawasan lindung akan lebih memuat kriteria upaya perlindungan sumber daya dan pada akhirnya mengarah pada pembuatan rencana peraturan untuk setiap kawasan (Farzam Hasti1at all, 2016).
Peraturan zonasi ini merupakan bagian penting dari prinsip-prinsip perencanaan, yang kini dianggap sebagai alat pengelolaan penting di kawasan lindung (Walther, 1986; Sabtini dkk, 2007). Peraturan zonasi sebagai alat dasar pengendalian pemanfaatan ruang harus disusun berdasarkan ketentuan zonasi yang baik dan akurat.
Kawasan Karst
Kajian Kebijakan
- Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
- Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan
Lokasi penelitian ini berada di Kawasan Bentang Alam Karst Sukolilo (KBAK), Kecamatan Klambu dan Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan. Secara administratif Kawasan Bentang Alam Karst Sukolilo (KBAK) terletak di Kecamatan Klambu dan Kecamatan Brati Kabupaten Grobogan. Kawasan lindung karst sesuai dengan zona inti KBAK Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Grobogan memerlukan perlindungan dari aktivitas yang dapat mengganggu kelestarian alamnya.
Ketentuan umum aturan zonasi pada kawasan lindung geologi (kawasan lanskap karst) di Kabupaten Grobogan adalah ketentuan peruntukan lahan pada kawasan KBAK Sukolilo di Kabupaten Grobogan khususnya di Kecamatan Klambu dan Brati. Sebagai langkah pelaksanaan amanah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Grobogan Tahun 2011-2031 pada kawasan lindung karst, maka zona inti KBAK memerlukan perlindungan dari aktivitas yang dapat mengganggu kelestarian alamnya. Peruntukan lahan lindung lokal adalah peruntukan ruang yang merupakan bagian dari kawasan lindung yang fungsi pokoknya melindungi sempadan sungai, kawasan sekitar waduk, dan kawasan sekitar sumber air.
Di wilayah sekitar mata air tersebar di wilayah Kecamatan Kambu dan Brati (Tabel Distribusi Mata Air). Kawasan Konservasi Geologi berupa karst masih dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pemukiman sepanjang tidak mengganggu fungsi perlindungannya;
Metode Penelitian
Tahapan-Tahapan Penelitian
Lokasi Penelitian
Peubah yang Diamati/Diukur (Parameter dan Variabel penelitian)
46 Kawasan lindung geologi lanskap Kasrst dalam peraturan perundang-undangan Indonesia telah ditetapkan sebagai kawasan yang mempunyai keunikan tersendiri terkait proses pembentukan dan fungsinya bagi keberlanjutan fungsi pengelolaan air.
Model yang Digunakan Model Penelitiank
Rancangan Penelitian
Ketentuan Umum Kawasan Bentang Alam Karst Sukolilo
Analisis Pengolahan dan Tabulasi Data
- Data Wilayah Administratif
- Data Kependudukan
- Analisis Pola Ruang
- Analisis Tata Guna Lahan
- Analisis Fisiografis
- Analisis Curah Hujan
- Analisis CAT (Cekungan Air Tanah)
- Analisis Mata Air
- Analisis Kegiatan Pertambagan
45 Dari kebijakan perencanaan struktur dan pola tata ruang yang dibahas terlihat bahwa di Kecamatan Klambu dan Brati ditetapkan sebagai kawasan lindung dan geologi, dan kawasan lindung plasma nutaf juga ditetapkan sebagai kawasan budidaya. Kawasan karst Grobogan selanjutnya ditetapkan sebagai kawasan lindung geologi pada tahun 2012, selanjutnya pada penelitian sebelumnya ditetapkan 3 zona perencanaan pemanfaatan dan pengembangan kawasan ini, yaitu zona inti, zona penyangga, dan zona pengembangan.
Penampang Sembadan Irigasi Tak Bertanggul
Penampang Sempadan Irigasi di Lereng
Penampang Perubahan Jalan Inspeksi
Rencana Pola Ruang Kawasan Penyangga KBAK dan
Rekayasa hidrogeologi terkait larangan penggalian/perubahan