• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF PELAPORAN KINERJA - agamkab.go.id

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF PELAPORAN KINERJA - agamkab.go.id"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PELAPORAN KINERJA

2018

(2)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kita persembahkan kepada Allah SWT, karena izin dan hidayahnya kita telah dapat menyelesaikan Pelaporan Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Tahun 2018.

Pelaporan Kinerja menginformasikan capaian kinerja Dinas Kesehatan terkait dengan proses pencapaian tujuan dan sasaran strategis yang telah ditetapkan dalam Perjanjian kinerja dengan Bupati dan Rencana Kinerja Tahun 2018, yang sekaligus merupakan laporan akuntabilitas kinerja Dinas Kesehatan dan merupakan mata rantai capaian kinerja dari tahun-tahun sebelumnya.

Pelaporan Kinerja Dinas Kesehatan Tahun 2018 ini memberikan informasi dan gambaran capaian program dan kegiatan dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat secara nyata, akurat, relevan dan transparan kepada masyarakat, dan pihak -pihak yang berkepentingan.

Akhir kata, kami berharap agar Pelaporan Kinerja Tahun 2018 dapat menjadi media pertanggungjawaban kinerja dan media evaluasi serta pedoman dalam perjanjian kinerja tahun berikutnya sehingga pelaksanaan pembangunan Kesehatan Kabupaten Agam tetap sesuai dengan koridor yang telah ditentukan.

(3)

BAB I PENDAHULUAN

A. Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Kesehatan

1. Tugas Pokok

Sebagaimana diatur dalam Perda Agam No. 11 Tahun 2016 Dinas Kesehatan Kabupaten Agam mempunyai tugas pokok yaitu Dinas Kesehatan melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan dibidang kesehatan.

2. Fungsi

Dalam menyelenggarakan tugas tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Agam mempunyai fungsi, sebagai berikut :

a. Perumusan kebijakan teknis dibidang kesehatan;

b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum dibidang kesehatan;

c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang kesehatan;

d. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(4)

B. Tenaga Kesehatan

Jenis dan jumlah Tenaga Kesehatan dibandingkan rasio kebutuhan tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan adalah sebagai berikut:

Tabel 1

Jumlah Dan Jenis Tenaga Kesehatan di Kabupaten Agam Tahun 2018 No Jenis Tenaga Jml Ratio (Sekarang) Ratio (Ideal) 1 Dokter Umum 46 8,3 Org/100.000 Pddk 40 Org/100.000 Pddk 2 Dokter Gigi 24 4,8 Org/100.000 Pddk 11 Org/100.000 Pddk 3 SKM 32 7,6 Org/100.000 Pdkk 49 Org/100.000 Pdkk 4 Bidan 368 60.6 Org/100.000 Pddk 100 Org/100.000 Pddk 5 Perawat 111 26.6 Org/100.000 Pddk 117 Org/100.000 Pddk 6 Apoteker 4 0,4 Org/100.000 Pddk 10 Org/100.000 Pddk 7 Asisten Apoteker 21 5.2 Org/100.000 Pddk 30 Org/100.000 Pddk 8 Sanitarian 18 3.8 Org/100.000 Pddk 40 Org/100.000 Pddk 9 Nutrisionis 24 3.9 Org/100.000 Pddk 22 Org/100.000 Pddk

10 Elektromedis 1 0.04 Org/Pusk 1 Org/Pusk

11 Rekam Medis 5 0.2 Org/Pusk 1 Org/Pusk

C. Sarana Kesehatan

Sarana Prasarana merupakan salah satu sumber daya penunjang dalam mencapai tujuan dan sasaran Dinas Kesehatan. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dan berdaya guna akan memudahkan SDM Dinas Kesehatan dalam melaksanakan setiap kegiatan dan program yang telah ditetapkan. Inventarisasi sarana dan prasarana di lingkungan Dinas Kesehatan dapat digambarkan sebagai berikut:

(5)

Tabel 2

Jenis Sarana Kesehatan di Kabupaten Agam Tahun 2018

NO JENIS SARANA JUMLAH

1 Puskesmas

a. Puskesmas Rawat Inap 11

b.Puskesmas Rawat jalan 12

c. Puskesmas Poned 7

d. Puskesmas dengan pelayanan persalinan 14 e. Puskesmas dengan kemampuan gawat darurat 14 f. Puskesmas dengan pelayanan laboratorium (Kimia Darah) 23 g. Puskesmas dengan klinik perawatan gizi buruk (TFC) 2

2 Pustu/Polindes/Poskesri 253

3 Mobil Puskesmas Keliling 35

Jumlah sarana kesehatan yang terdapat di Kabupaten Agam secara rinci dapat dijabarkan sebagai berikut:

a. Puskesmas

Puskesmas merupakan Pusat Kesehatan Masyarakat yang berada di Kabupaten Agam, Puskesmas Rawat jalan terdiri dari 12 buah, Puskesmas Rawat Inap terdiri dari 11 Puskesmas. 7 Puskesmas merupakan Puskesmas PONED yaitu Puskesmas Lubuk Basung, Tiku, Bawan, Maninjau, Matur, Pakan Kamis dan Puskesmas Baso, disetiap kecamatan sudah terdapat minimal 1 Puskesmas.

b. Pustu/Polindes/Poskesri

Pustu/Polindes/Poskesri dibangun supaya penduduk diwilayah kerjannya dapat mengakses pelayanan kesehatan dasar setiap hari. Diharapkan terjadinya percepatan dalam mewujudkan masyarakat desa dan kelurahan yang peduli, tanggap &mampu mengenali, mencegah serta mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi secara mandiri sehingga derejat kesehatan meningkat. Terdapat 128 buah Pustu(Puskesmas Pembantu), 81 buah Polindes (Pos Bersalin Desa) dan 44 buah Poskesri (Pos Kesehatan Nagari) yang tersebar di wilayah Kabupaten Agam.

c. Mobil Puskesmas Keiling

Mobil Puskesmas keliling merupakan sarana pelayanan kesehatan yang penting terutama untuk mencapai masyarakat yang berada di daerah terpencil. Saat ini jumlah mobil puskesmas keliling 35 unit dengan kondisi baik.

(6)

D. Strategic Issued

Tabel 3

Isu Stategis SDGs yang di Implementasikan secara Internasinal, Nasional dan Lokal

No

Isu Strategis

Dinamika Internasional Dinamika Nasional Dinamika Regional/Lokal

Lain- lain

1 2 3 4 5

Tujuan I : Memberantas

Kemiskinan dan Kelaparan

1 Balita Kekurangan gizi Balita Gizi Kurang Balita gizi kurang

2 Balita Gizi Buruk Balita Gizi Buruk Perawatan balita gizi buruk

3 Balita Pendek Balita Pendek Balita pendek

Tujuan 4 : Menurunkan Angka

Kematian Anak

1 Angka Kematian Bayi per 1.000

Kelahiran Hidup

Angka Kematian Bayi per

1.000 Kelahiran Hidup Angka kematian bayi

2 Angka Kematian Balita per 1.000

Kelahiran Hidup - Pelayanan kesehatan anak balita

Tujuan 5 : Meningkatkan

Kesehatan Ibu

1 Angka Kematian Ibu per 1.000 Kelahiran Hidup

Angka Kematian Ibu per

1.000 Kelahiran Hidup Angka Kematian Ibu

2 Proporsi kelahiran yang ditolong oleh

tenaga kesehatan

Proporsi kelahiran yang ditolong oleh tenaga kesehatan

Kelahiran yang ditolong oleh tenaga kesehatan di tempat pelayanan kesehatan 3 Proporsi wanita menikah usia 15-49

yang menggunakan alat KB - -

Tujuan 6 : Memerangi HIV/AIDS, Malaria dan Penyakit Menular lainnya

1 Penemuan kasus baru AIDS

Penemuan kasus baru AIDS Penemuan kasus baru AIDS

2 Penemuan kasus baru HIV Penemuan kasus baru HIV Penemuan kasus baru HIV

3 Angka penemuan kasus malaria

(Annual Malaria Incidence)

Angka penemuan kasus malaria (Annual Malaria Incidence)

Angka penemuan kasus malaria (Annual

Malaria Incidence)

3 Proporsi penemuan pasien

Tuberculosis (CDR) Proporsi penemuan pasien Tuberculosis (CDR)

Proporsi penemuan pasien Tuberculosis

(CDR)

4 Proporsi keberhasilan penyembuhan tuberculosis (SR)

Proporsi keberhasilan penyembuhan tuberculosis (SR)

Proporsi keberhasilan penyembuhan

tuberculosis (SR)

Tujuan 7 : Menjamin

Kelestarian Lingkungan Hidup

1 Proporsi keluarga terhadap air minum layak

Proporsi keluarga terhadap air minum layak

Proporsi keluarga terhadap air minum

layak

2 Proporsi keluarga terhadap air minum

perpipaan - -

3 Proporsi keluarga terhadap sumber air

minum non perpipaan terlindung - -

4 Proporsi Rumah Tangga dengan

sanitasi yang layak (Total)

Proporsi Rumah Tangga dengan sanitasi yang layak (Total)

Proporsi Rumah Tangga dengan sanitasi

yang layak (Total)

(7)

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

Perencanaan Kinerja merupakan rencana kinerja (performance plan) yang ingin diraih pada tahun berikutnya. Dalam menentukan kinerja tersebut perlu ditetapkan indicator kinerja yaitu sebagai berikut :

Tabel 4

Perjanjian Kinerja Tahun 2019

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET

2019 1 Meningkatnya kesehatan ibu dan bayi 1 Angka Kematian Ibu (AKI) per 100.000 KH

90

2 Angka kematian bayi per 1000 KH <13

3 Menurunkan prevalensi gizi kurang pada balita

<11,5 2 Meningkatnya lingkungan sehat 1 Persentase rumah yang memenuhi syarat kesehatan

88%

2 Persentase TPU (Tempat Pelayanan Umum) yang

memenuhi syarat kesehatan 78%

3 Persentase TPM (Tempat Pengolahan Makanan)

yang memenuhi syarat kesehatan 78%

3 Menurunnya angka kesakitan 1 Persentase penderita penyakit menular berobat sesuai

standar 100%

3 Persentase penderita penyakit tidak menular berobat

sesuai standar 100%

4 Meningkatkan kemandirian kesehatan masyarakat

1 Persentase rumah tangga ber-PHBS 74%

2 Persentase penduduk yang memiliki jaminan

kesehatan masyarakat 78%

5 Meningkatnya Mutu Pelayanan Kesehatan 1 Jumlah Puskesmas yang telah teraktreditasi 23

Dalam melaksanakan penetapan kinerja tersebut dikemas dengan program dan kegiatan sebagai berikut:

A. Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak

a. Kegiatan peningkatan kesehatan ibu b. Kegiatan peningkatan kesehatan anak c. Jaminan Persalinan

(8)

B. Program Perbaikan Gizi Masyarakat

a. Penanggulangan Kurang Energi Protein (KEP), Anemia gizi besi, Gangguan Akibat Kurang Yodiu (GAKY), kurang vitamin A dan kekurangan zat gizi mikro lainnya

b. Penanggulangan Kurang Energi Protein (KEP), Anemia gizi besi, Gangguan Akibat Kurang Yodiu (GAKY), kurang vitamin A dan kekurangan zat gizi mikro lainnya (DAK)

C. Program Pengembangan Lingkungan Sehat

a. Pengembangan Kabupaten Sehat b. Peningkatan kesehatan lingkungan c. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat D. Program Upaya Kesehatan Masyarakat

a. Pengadaan, peningkatan& perbaikan sarana dan prasarana Puskesmas dan jaringannya

b. Peningkatan pelayanan kesehatan khusus

c. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Dukungan Manajemen Kabupaten

d. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil, Melahirkan dan Nifas

e. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Pelayanan Kesehatan Anak f. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Pendidikan dan perbaikan gizi

g. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Pencegahan dan pengendalian penyakit h. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Kesehatan dasar

i. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Peningkatan akses masyarakat terhadap air minum dan sanitai

j. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Promosi kesehatan

k. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Distribusi obat dan e-logistik l. Pengelolaan Limbah B3

m. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tiku

n. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Muaro Putuih o. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Manggopoh p. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Lubuk Basung q. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Batu Kambing

(9)

r. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Bawan s. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Pasar Ahad t. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Maninjau u. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Koto Alam v. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Palembayan w. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Matur x. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) IV Koto y. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Malalak z. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Padang Lua aa. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Sungai Pua bb. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Biaro cc. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Lasi

dd. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Pakan Kamis ee. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Kapau ff. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Magek gg. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Baso

hh. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Padang Tarok ii. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Palupuh

E. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular

a. Penyemprotan/fogging sarang nyamuk b. Pelayanan vaksinasi balita dan anak sekolah

c. Pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular d. Peningkatan survelens epidemiologi & penanggulangan wabah e. Pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular (DAK) F. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat;

a. Pengembangan media promosi dan informasi sadar hidup sehat b. Penyuluhan masyarakat pola hidup sehat

c. Pembinaan Usaha Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat G. Program Pelayanan Kesehatan Penduduk miskin

a. Pelayanan operasi katarak

(10)

H. Standarisasi Pelayanan Kesehatan;

a. Pembangunan dan pemutakhiran data dasar dan standar pelayanan kesehatan b. Akreditasi Puskesmas

c. Peningkatan Manajemen Puskesmas

I. Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan;

a. Kemitraan asuransi pelayanan kesehatan masyarakat b. Kemitraan peningkatan kualitas dokter dan paramedis

c. Pemanfaatan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) J. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan

a. Peningkatan sarana dan prasarana layanan farmasi (DAK) b. Peningkatan Sarana dan Prasarana Kesehatan (DAK) K. Program Pengawasan Obat dan Makanan

a. Peningkatan pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya L. Program Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana

a. Penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana

M. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular

a. Pelayanan Pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular b. Peningkatan komunikasi dan edukasi dampak negative rokok c. Napza

d. Pelayanan Pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular (DAK)

(11)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Akuntabilitas kinerja merupakan media untuk menguraikan hasil kinerja serta evaluasi dan analisis akuntabilitas kinerja. Dalam Bab ini akan diuraikan mengenai keberhasilan, kegagalan, hambatan/kendala dan permasalahan yang dihadapi serta langkah-langkah antisipatif yang akan diambil Dinas Kesehatan Kabupaten Agam untuk lebih meningkatkan kinerja Dinas Kesehatan dimasa yang akan datang.

A. Capaian Kinerja Dinas Kesehatan

Pengukuran capaian kinerja dilakukan dengan melakukan perbandingan capaian kinerja sasaran, yaitu membandingkan antara rencana kinerja (performance plan) yang diinginkan dengan realisasi kinerja (performance result) yang dicapai. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap penyebab terjadinya perbedaan kinerja (performance gap) yang terjadi, serta tindakan perbaikan yang diperlukan dimasa mendatang. Rincian analisis capaian masing-masing sasaran dengan indikator-indikator kinerja yang dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Meningkatnya kesehatan ibu, bayi dan anak Tabel 5

Pencapaian indikator kinerja pada sasaran 1

No Indikator Kinerja Target Tahun 2018

Capaian

Persentase

1 Angka Kematian Ibu (AKI) per 100.000 KH

100 167,4 26,3%

2 Angka kematian bayi per 1000 KH

<13 9,6 126%

3 Menurunkan prevalensi gizi kurang pada balita

<11,5 10,27 110.6%

Sumber : Bidang Yankes Dinkes Agam

Dari tabel diatas dapat digambarkan pencapaian kinerja terbaik pada indicator kinerja angka kematian anak (126%%) sedangkan pencapaian kinerja terendah pada indicator kematian ibu (26.3%). Program/ kegiatan yang telah dilakukan dalam mengatasi kematian ibu adalah:

 Deteksi dini ibu hamil melalui kegiatan P4K dengan Stiker dan Buku KIA, dengan melibatkan Kader & Perangkat Desa

(12)

 Peningkatan kemampuan penjaringan ibu hamil melalui kegiatan Kemitraan Bidan dan Dukun

 Peningkatan akses ke pelayanan dengan Kunjungan Rumah

 Perubahan perilaku melalui Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil

 Peningkatan kualitas pelayanan melalui Pelayanan Antenatal Terpadu

Adapun distribusi dan penyebab kematian ibu dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 6

Tabel Distribusi dan Penyebab Kematian Ibu di Kabupaten Agam Tahun 2018

NO PUSKESMAS

PENYEBAB KEMATIAN IBU

PERDARAHAN

HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN

INFEKSI GANGGUAN METABOLIK**

LAIN- LAIN

1 Tiku 1

2 Muaro Putuih

3 Lubuk Basung 1 1

4 Manggopoh 5 Batu Kambing

6 Bawan 1

7 Pasar Ahad 1

8 Maninjau 9 Matur

10 Palembayan 1

11 Koto Alam

12 IV Koto 1

13 Malalak

14 Padang Luar 1

15 Sungai Pua 1 1

16 Biaro 17 Lasi

18 Pakan Kamis

19 Kapau 1

20 Magek

21 Baso 1

22 Padang Tarok 23 Palupuh

JUMLAH 3 4 1 1 3

(13)

Tabel 7

Pencapaian indikator kinerja pada sasaran 1

N o

Indikator Kinerja Tahun 2014

Tahun 2015

Tahun 2016

Tahun 2017

Tahun 2018 1 Angka Kematian Ibu (AKI) per

100.000 KH

169,9 65,9 93,4 133,4 167,4

2 Angka kematian bayi per 1000 KH

11,2 14,6 11,2 8,5 9,6

3 Menurunkan prevalensi gizi kurang pada balita

7,73 7,63 7,32 8,24 10,27

Trend realisasi indicator kinerja pada sasaran 1 pada indicator kinerja yang menunjukan peningkatan setiap tahun adalah indicator prevalensi gizi kurang pada balita. Balita gizi kurang a/ balita dgn status gizi kurang yg berdasarkan indikator BB/U dg nilai z-score : -2 SD s/d < -3 SD. Status gizi kurang ini sudah menginggatkan kita supaya lebih waspada terhadap tumbuh kembang balita. Beberapa penyebab yang dapat dirunut dari pendukung terjadinya balita gizi kurang adalah:

1. Deteksi dini tumbuh kembang balita di Posyandu ( data D/S balita) menurun dari tahun 2017 sebesar 78,58 % menjadi 60% Tahun 2018

2. Indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan dimasyarakat meningkat dari Tahun 2017 sebesar 6.42 % menjadi 7.49% Tahun 2018. Tingkat kedalaman dan keperahan kemiskinan menunjukkan pengeluaran keluarga miskin semakin jauh dari kewajaran sehingga kebutuhan pokok belum terpenuhi dengan baik. Balita yang berada di rumah tangga ini bisa dipastikan kebutuhan makan tidak sesuai dengan menu seimbang, makanan yang dikonsumsi hanya memenuhi syarat asal kenyang.

3. Informasi makanan instans semakin gencar di media masa. Contoh iklan kecap diperankan oleh anak saat makan nasi hanya dengan kecap, iklan bermacam merek permen serta iklan minuman yang siap seduh juga dibintangi oleh anak.

Iklan makanan/minuman ini ditontong oleh ribuan anak, yang secara spontan berkeinginan mencoba makanan/minuman tersebut. Alhasil makanan/minuman tersebut bukan menu seimbang, hanya mengandung makanan tinggi kalori, maka anak balita yang menkonsunsumsinya mengalami tumbuh kembang.

4. Pola asuh orang tua terkait jadwal, jumlah dan jenis makanan sesuai umur anak yang belum dipahami secara baik sehingga anak mendapatkan makanan

(14)

kurang sesuai dengan kebutuhan metabolismenya. Contoh anak diatas umur 1 tahun telah bisa diberikan makanan orang dewasa dengan takaran nasi setenggah orang dewasa, ikan sepotong, sayur setengah mangkuk dan sepotong kecil tempe.

Adapun perbandingan indicator kinerja Dinas Kesehatan dibandingkan dengan renstra kemenkes sebagai berikut:

Tabel 8

Pebandingan Pencapaian indikator sasaran 1

No Indikator Sasaran

Realisasi Tahun 2018

Target Kemenkes

2018

1 Angka Kematian Ibu (AKI) per 100.000 KH

167,4 306

6 Angka kematian bayi per 1000 KH 9,6 24

7 Menurunkan prevalensi gizi kurang pada balita

10,27 <15

Perbandingan realisasi indicator kinerja pada sasaran satu dengan target masih menunjukkan realisasi indicator masih diatas target renstra. Secara nasioal pencapaian kinerja Dinas Kesehatan berda dalam zona aman, namun secara kemanuasian kita berharap dan berupaya terus menghindari kematian bayi dan ibu.

Beberapa upaya yang telah dilakukan DInas Kesehatan adalah sebagia berikut:

 Mensosialisasikan adanya jaminan persalinan bagi ibu hamil yang tidak memiliki jaminan pelayanan kesehatan di nagari/kecamatan dan Puskesmas

 Melakukan advokasi tingkat kecamatan dan nagari untuk melaksanakan pogram perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K), sehingga masyarakat di sekitar ibu hamil memiliki respon yang cepat dan tepat membantu ibu hamil mendapatkan layanan persalinan

 Menambah wawasan dan pengetahuan ibu hamil dan ibu balita melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan dan kelas bumil terkait kehamilan dan melahirkan serta nifas, kelas ibu balita terkait pola asuh dan pola makan bayi dan balita (PMBA)

(15)

2. Meningkatnya Lingkungan Sehat

Tabel 9

Pencapaian indikator kinerja pada sasaran 2

No Indikator Kinerja Target Tahun 2018

Capaian

Persentase

1 Persentase rumah yang memenuhi syarat kesehatan

88% 89% 101.1%

2 Persentase TTU (Tempat Tempat Umum) yang memenuhi syarat kesehatan

78% 86,4% 110.7%

3 Persentase TPM (Tempat Pengolahan Makanan) yang memenuhi syarat kesehatan

78% 84,4% 108.2%

Sumber : Bidang Kesmas Dinkes Agam

Dari tabel diatas, indicator kinerja pada sasaran 2 telah melebihi target yang ditetapkan. Adapun program kegiatan yang telah dilakukan dalam mendukung pencapaian indicator kinerja diatas antara lain:

a. Pendataan, pengaasan dan pembinaan sanitasi dasar (SAB, jamban, sampah dan limbah)

b. Pengawasan dan pembinaan TP2M

c. Pengawasan dan pembinaan TP2 Pestisida d. Pengawasan dan pembinaan TTU

e. Pengawasan dan pembinaan Damiu f. Pengawasan dan pembinaan UKK

g. Pengawasan dan pembinaan kantin sekolah h. Pengambilan dan pemeriksaan sampel air i. Pengawasan dan pembinaan pasar

j. Klinik sanitasi k. STBM

l. Kunjungan rumah kasus berbasis lingkungan m. Pamsimas

n. Sanimas

(16)

Pencapaian indicator kinerja pada sasaran 2 lima tahunan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 10

Pencapaian indikator kinerja pada sasaran 2 N

o

Indikator Kinerja Tahun 2014

Tahun 2015

Tahun 2016

Tahun 2017

Tahun 2018

1 Persentase rumah yang memenuhi syarat kesehatan

79,1% 80,5% 84% 88,04% 89%

2 Persentase TTU (Tempat Tempat Umum) yang memenuhi syarat kesehatan

77,6% 71,5% 80.53% 85,26% 86,4%

3 Persentase TPM (Tempat Pengolahan Makanan) yang memenuhi syarat kesehatan

67,3% 71,2 77,6% 83,12% 84,4%

Tren lima tahunan masing masing indikatro kinerja pada sasaran 2 menunjukan peningkatan. Sehingga diharapka kedepan Kabupaten Agam menjadi Kabupaten sehat dengan kategori Swasta Saba Wistara dapat terwujud dengan sesegera mungkin.

Adapun realisasi capaian tahunan dibandingkan dengantarget kementerian kesehatn sebagai berikut:

Tabel 11

Pencapaian indikator kinerja pada sasaran 2

No Indikator Sasaran

Realisasi Tahun 2018

Target Kemenkes 2018

1 Persentase rumah yang memenuhi syarat kesehatan

89%

2 Persentase TTU (Tempat Tempat Umum) yang memenuhi syarat kesehatan

86,4% 56%

3 Persentase TPM (Tempat Pengolahan Makanan) yang memenuhi syarat kesehatan

84,4% 26%

Realisasi indicator sasaran diatas dibandingkan dengan target kemenkes sudah menunjukkan hasil yang mengembirakan, dimana persentase tempat tempat umum yang memenuhi syarat kesehatan di Kabupaten Agam sebesar 86,4% sedangkan target kemenkes sebesar 56%. Demikian juga dengan indicator persentase tempat pengolahan makanan yang memenuhi syarat kesehatan sebesar 84,4 % lebih tinggi dibandingkan dengan target kementerian kesehatan sebesar 26%.

(17)

3. Meningkatkan Upaya Pengendalian Penyakit Tabel 12

Pencapaian indikator kinerja pada sasaran 3 No Indikator Kinerja

Target

Tahun 2018

Capaian Persentase 1 Persentase pendrita penyakit

menular berobat sesuia standar

100% 100% 100%

2 Persentase penderita penyakit tidak menular berobat sesuai standar

100% 100% 100%

Sumber : Bidang P2P Dinkes Agam

Pencapaian indicator kinerja pada sasaran meningkatkan upaya pengendalian penyakit menular dan tidak menular berobat sesuai standar menunjukan hasil yang mengembirakan dengan realisasi pencapaian 100%. Hal ini berbanding lurus dengan keberhasilan penyuluhan kesehatan dan meningaktnya kesadaran masyarakat terkait bahaya penyakit menular.

Beberapa kendala yang dihadapi petugas kesehatan dilapangan terkait memutus rantai penyakit menular dan tidak menular di masyarakat:

a) Masih adanya stigma dimasyarakat yang menyatakan imunisasi haram b) Adanya larangan orang tua (Ayah) untuk memberikan imunisasi pada anak

yang dapat menyebabkan anak deman, sehingga mengurangi jam istirahat malam dan besok harinya tentu mengganggu aktifitas mencari nafkah.

c) Masih perlu himbauan dan sosialisasi pentingnya PSN ( pemberantasan sarang nyamuk) untuk membrantas penyakit DBD dibandingkan tingkat ketergantungan masyarakat pada kegiatan fogging.

d) Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat e) Masih kurangnya kesadaran remaja tentang bahaya narkotika dan HIV/AIDS

4. Meningkatkan Kemandirian Kesehatan Masyarakat Tabel 13

Pencapaian indikator kinerja pada sasaran 4

No Indikator Kinerja Target Tahun 2018 Capaian

Persentase

1 Persentase rumah tangga ber-PHBS 74% 80,6 108,9%

2 Persentase penduduk yang memiliki jaminan kesehatan masyarakat

78% 82,9 106,2

Sumber : Bidang Kesmas Dinkes Agam

(18)

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa capaian persentase rumah tangga ber-PHBS lebih tinggi (80,6%) dibandingkan dengan target (74%), sehingga persentase keberhasilan indicator kinerja menjadi 108%. Untuk capaian persentase penduduk yang memiliki jaminan kesehatan masyarakat lebih tinggi (82,9%) dibandingkan target 78%, sehingga persentase keberhasilan indicator kinerja menjadi 106,2%.

Tabel 14

Pencapaian indikator kinerja pada sasaran 4 N

o

Indikator Kinerja Tahun 2014

Tahun 2015

Tahun 2016

Tahun 2017

Tahun 2018 1 Persentase rumah tangga ber-PHBS 43,8% 69,5% 67,6% 77,02% 80,6%

2 Persentase penduduk yang memiliki jaminan kesehatan masyarakat

66,7 67 68,69 72,56 82,9%

Tren tahunan menunjukan capaian yang cukup mengembiran, dimana terjadi peningkatan capaian setiap tahunan. Persentase rumah tangga ber-PHBS tahun 2014 sebesar 43,8% terjadi peningkatan yang cukup signifikan di tahun 2018 sebesar 80,6%. Adapun upaya yang telah dilakukan tenaga kesehatan dalam meningkatkan persentase rumah tanggan ber-PHBS adalah:

a. Meningkatnya promosi kesehatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan baik secara langsung (penyuluhan) maupun tidak langsung/media promosi (baliho/spanduk, akrilit, leafleat, pin dan radio)

b. Ikut berpartisipasi dalam kegiatan pameran dalam rangka mempromosikan pola hidup sehat pada masyarakat

c. Diteksi dini kesehatan masyarakat melalui kegiatan Keluarga Sehat (KS)

d. Meningkatnya gebyar Germas secara lintas sector baik dipemerintahan maupun dimasyarakat untuk melakukan pola hidup sehat.

Jika dirunut pencapain persentase penduduk yang memiliki jaminan kesehatan dapat dipaparkan peningkatan capaiannya setiap tahun. Kepesertaan penduduk yang memiliki jaminan kesehatan tahun 2014 sebesar 66,7 jauh meningkat menjadi 82,9% Tahun 2018. Hal ini didukung semakin meningkatnya kesadaran masyarakat menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional.

(19)

5. Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Tabel 15

Pencapaian indikator kinerja pada sasaran 5

No Indikator Kinerja Target Tahun 2018

Capaian

Persentase

3 Jumlah Puskesmas yang telah teraktreditasi

23 22 95.6%

Sumber : Bidang SDK Dinkes Agam

Dari tabel diatas, indicator kinerja jumlah Puskesmas yang telah terakreditasi mencapai 95,6%, Pencapaian 100% terkendala oleh Puskesmas Palembayan yang tidak jadi di akreditasi karena gedung Puskesmas di bangun baru (existing) Tahun 2018.

Tabel 16.

Pencapaian indikator kinerja pada sasaran 5 N

o

Indikator Kinerja Tahun

2016

Tahun 2017

Tahun 2018

3 Jumlah Puskesmas yang telah teraktreditasi 4 16 22

Tren tahunan mengalami peningkatan pada indicator kinerja jumlah Puskesmas yang telah terakreditasi dari 4 Puskesmas tahun 2016 menjadi 18 Puskesmas (Tahun 2018). JIka dibandingkan target renstra Kemenkes, Kabupaten Agam sudah mengalami peningkatan yang signifikan dalam kegiatan akreditasi Puskesmas. Target renstra Kemenkes hanya menetapkan satu kecamatan memiliki minimal satu Puskesmas yang terakreditasi, sedangkan Puskesmas per Kecamatan di Kabupaten Agam sudah terakreditasi.

(20)

B. Realisasi Anggaran

Konsep Bloom dan Paradigma Sehat mempengaruhi prioritas upaya kesehatan yang berpengaruh pada masalah pembiayaan kesehatan. Berdasarkan UU RI No. 36 Tahun 2009 Pasal 171 dijelaskan sumber pembiayaan kesehatan dapat berasal dari Pemerintah, Pemerintah daerah, Masyarakat dan swasta. Anggaran DPA Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Tahun 2018 yang tersedia untuk mendukung pencapaian sasaran strategis akuntabiitas kinerja Tahun 2018 dengan rincian anggaran dan realisasi per sasaran strategis adalah sebagai berikut:

Tabel 17

Realisasi Anggaran pada Sasaran Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Tahun 2018

No Sasaran Strategis Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) %

1 Meningkatnya kesehatan ibu, bayi serta anak

5.438.694.000 1.981.546.420 36,4

2 Meningkatnya lingkungan sehat

304.780.000 294.445.500 96,6

3 Menurunkan angka kesakitan

535.990.000 432.458.710 80,61

4 Meningkatnya kemandirian kesehatan masyarakat

27.413.584.400 25.576.863.450 93,3

5 Meningkatnya Mutu Pelayanan Kesehatan

1.624.000.000 937.629.036 57.7

(21)

BAB IV PENUTUP

Pelaporan Kinerja merupakan gambaran keberhasilan atau kegagalan dalam pelaksanaan program. Beberapa aspek strategis yang menjadi pembahasan akuntabilitas kinerja telah mencapai target kinerja tahun 2018, namun perlu usaha yang berkelanjutan dan berkesinambungan unutuk mencapai derejat kesehatan yang optimal. Dengan adanya perbandingan antara pencapaian indikator kinerja per tahun dan antar tahun seta disandingkan Renstra Kemenkes akan memberikan alternatif langkah sejauh mana capaian kinerja lima tahunan dapat dicapai secara efisian dan efektif dari segi anggaran dan waktu.

Keberhasilan pencapaian akuntabilitas menggambarkan keberhasilan pelaksanaan pembangunan kesehatan yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Agam dengan dukungan lintas sektor baik pihak swasta dan masyarakat. Dan perlunya ditingkatkan kerja sama Dinas Kesehatan dengan lintas sektor terutama terkait pemberdayaan masyarakat peduli dan mandiri dengan kesehatan diri dan keluarganya.

Referensi

Dokumen terkait

[r]

The Academy takes the position that it is unwise and inappropriate for any group of citizens, religious or otherwise, to limit access of any young people to the means to understand the