• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF PENTINGNYA KOMUNIKASI Sulfitri Husain

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF PENTINGNYA KOMUNIKASI Sulfitri Husain"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PENTINGNYA KOMUNIKASI Sulfitri Husain

Arti dan Peran komunikasi

Komuniakasi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, dimanapun manusia berada pasti membutuhkan komunikasi. Tidak terlepas komunikasi yang di lakukan apakah bersifat verbal (lisan dan tulisan) ataupun non verbal (gerakan tangan, gesture tubuh, ekspresi wajah, dan intonasi suara). Istilah komunikasi sebagai ilmu berkembang pesat dan memasuki setiap dimensi keilmuan yang ada, sehingga wajar jika komunikasi dikatakan ilmu yang bersifat multidisiplin. Awalnya, komunikasi lebih dekat dengan dunia kewartawanan sehingga orang awam melihat komunikasi ini hanya sebatas liputan berita atau dunia perss semata. Namun, seiring perkembagan ilmu pengetahuan dan teknologi berbagai defenisi muncul terkait komunikasi sehingga mampu menjelaskan bahwa komunikasi tidak hanya sebatas apa yang di pahami oleh orang awam. Berbagai macam defenisi komunikasi oleh para ahli yang melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.

David K. Berlo merupakan salah satu ahli komunikasi asal Amerika yang melihat kegunaan komunikasi sebagai alat interaksi sosial yang juga bertujuan mengenal pribadi seseorang ataupun sikap orang lain. Ia juga menjelaskan bahwa komunikasi adalah proses mengirim, menerima, dan memahami pesan secara sengaja ataupun tidak sengaja baik secara verbal maupun non verbal (Sumartias, 2017). Hafied Cangara yang merupakan guru besar ilmu komunikasi Universitas Hasanuddin melihat komunikasi dari bahasa Latin communis yang berarti membuat atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih (Cangara, 2019). Dari berbagai sumber bacaan, komunikasi dapat dipahami sebagai:

1. Proses penyampaian pesan dan informasi kepada lawan bicara.

2. Alat interaksi yang digunakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

3. Siapa (who) mengatakan apa (what) kepada siapa (whom) dalam saluran/cara (channel) apa dan efek (effect) apa yang dihasilkan (Harold Laswell).

4. Cara penyampaian pesan yang dilakukan oleh sipengirim dan sipenerima pesan secara bergantian (Wilbur Schramm).

5. Communication is the process to modify the behavior of other individuals (komunikasi merupakan proses merubah perilaku seseorang) Carl Hovland.

6. Aktivitas menyeluruh dan berkelanjutan (Katherine Miller).

Selain defenisi oleh para ahli di atas, defenisi komunikasi juga di lihat dari 3 aspek yang di dalamnya mencakup etimologis, terminologis, dan paradigmatis (Suprapto Tomi, 2009). ke 3 aspek ini dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Pengertian Komunikasi dari aspek etimologis (asal usul kata), komunikasi berasal dari kata Latin

communication” yang bersumber dari kata “comminis” yang memiliki arti sama dengan apa yang disampaikan.s

2. Pengertian Komunikasi dari aspek terminologis (istilah), komunikasi adalah proses menyampaikan pesan atau pernyataan yang dilakukan oleh seseorang kepada pihak lain.

3. Pengertian Komunikasi dari aspek paradigmatis (kata yang memiliki arti atau cara pandang), komunikasi adalah penggabungan beberapa komponen yang saling berhubungan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Salah satu contoh komunikasi dalam aspek ini adalah dosen/guru dalam proses mengajar.

Pada dasarnya, beberapa defenisi yang dijelaskan oleh para ahli komunikasi melihat bahwa komunikasi merupakan bentuk interaksi dalam penyampaian pesan yang dilakukan secara terus menerus kepada orang lain dengan mempunyai maksud dan tujuan tertentu.

Ketika penyampaian pesan dalam berkomunikasi dilakukan secara baik dan benar dan penerima pesanpun menerima dengan baik, maka apa yang diharapkan dapat tercapai. Sebaliknya, jika pesan disampaikan tidak secara baik maka akan menimbulkan persoalan, dan juga ketika pesan yang disampaikan

(2)

tidak dipahami secara jelas maka akan menimbulkan miskomunikasi yang berujung konflik. Untuk itulah, dalam melakukan komunikasi setidaknya ada umpan balik yang terjadi agar dapat menentukan bahwa proses komunikasi berjalan dengan baik. Sehingga individu ataupun kelompok yang berinteraksi dapat memastikan bahwa pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan benar.Sebab pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial yang tak jarang luput dari kesalahan, sehingga dalam kehidupannya komunikasi 2 arah begitu penting dalam berinteraksi satu sama lain demi mencegah terjadinya kesalah pahaman.

Komunikasi merupakan hal penting dan memiliki peran dalam keseharian baik untuk pribadi, keluarga, interaksi, dan dalam lingkugan kerja. Ada beberapa peran penting yang terkandung dalam komunikasi, antara lain:

a. Transfer ilmu (Secara formal dan non formal)

Ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini dapat diperoleh dari berbagai sumber yang tidak hanya didapatkan secara formal melalui bangku sekolah ataupun perkuliahan, tetapi iformasi akan ilmu pengetahuan bisa didapatkan dari berbagai channel atau sumber. komunikasi formal digunakan untuk memberikan transfer ilmu dengan melibatkan banyak elemen seperti: tempat, keberadaan pendidik (guru atau dosen), peserta didik, waktu, informasi pendidikan (kurikulum), proses komunikasi, informasi pendidikan, pengelola pendidikan, serta tujuan yang akan dicapai selama proses transfer ilmu yang akan dicapai (Diana & Misran, 2021). Sedangkan transfer ilmu yang dilakukan secara non formal dapat dilakukan dengan cara kerja kelompok, berdiskusi, metode pembelajaran partisipatif, dengan menggunakan konsep belajar mandiridengan gaya komunikasi yang santai dan tidak terlalu mengikat.

Komunikasi adalah suatu ilmu, seni dan pekerjaan yang dapat digunakan oleh manusia untuk mencapai keinginannya. Ada 3 unsur penting yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan komunikasi yakni; sumber yang memberi informasi (receiver), saluran yang digunakan (media), dan sipenerima informasi (audience) (Inah, 2013).

b. Mengenali dunia luar

Memasuki abad 21, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang begitu cepat, interaksi sosialpun tidak lagi hanya sebatas dilingkungan sekitar, akan tetapi interaksi yang melintasi batas Negara bisa terjalin melalui komunikasi. Informasi terkait peristiwa yang terjadi di luar negeri dapat disaksikan melalui pemberitaan atau media online. Komunikasi dijadikan sebagai alat untuk mengetahui lebih dekat terkait sejarah, kebiasaan, dan hal lainnya yang ingin kita pelajari dari suatu Negara.

c. Penyampaian pesan

Komunikasi dalam berinteraksi antar sesama berperan menyampaiakn pesan. Dalam prosesnya, pesan yang disampaikan harus jelas dan tepat. Hal ini sering ditemukan dalam proses belajar-mengajar antara seorang dosen dan mahasiswanya, penyampaian pesan dalam proses mengajar harus efektif dan jelas agar isi dari materi perkulaihan dapat pahami dan diterima dengan baik oleh mahaiswa. Oleh karena itu, seorang dosen harus menyadari bahwa dalam proses belajar mengajar ia sedang berkomunikasi dalam menyampaiakan pesan.

Selain proses tesebut, melalui komunikasi, orang tua (Bapak/Ibu) senantiasa memberikan pesan moral kepada anaknya untuk selalu bersikap adil dan baik kepada sesama dengan cara berinteraksi dengan anak, berbagi gagasan dan ide, serta berbagi informasi sehingga membentuk sikap dan kebiasaan yang diharapkan.

d. Mencegah konflik

Kerap kali konflik muncul dan terjadi dalam suatu hubungan antar pribadi, kelompok, bahkan terjadi pada suatu organisasi. Konflik timbul disebabkan adanya komunikasi yang kurang baik sehingga membutuhkan teknik penyelesaian atau proses negoisasi yang dapat dipahami dan diterima oleh kedua belah pihak. Dalam hal mencegah terjadinya konflik, seseorang harus berkomunikasi dengan baik dan

(3)

menyampaiakan secara tepat dan sasarannya jelas denga terlebih dahulu mengetahui kondisi dan situasi pihak penerima pesan.

e. Hiburan

Dalam penyampaiannya, komunikasi membutuhkan seni sehingga menjadi media untuk seseorang bebas berekpresi. Seseorang yang berjiwa humoris saat berbicara akan lebih asik diajak berkomunikasi dibanding orang yang selalu serius. Ketika sseeorang merasa kecewa, sedih, putus asa, dan perasaan tidak nyaman, saat inilah dibutuhkan orang-orang yang dapat menghibur. Membaca puisi, bernyanyi, menonton, dan tertawa merupakan salah satu wujud dari tujuan komunikasi itu sendiri.

Selain beberapa peran komunikasi yang sudah di jelaskan sebelumnya, komunikasi juga memiliki fungsi dalam mencapai tujuan dari peran (Sedarmayandi, 2018), yakni:

a. Komunikasi berperan dalam mencapai saling pengertian b. Komunikasi dapat membangun kepercayaan

c. Komunikasi dijadikan alat dalam mengkoordinir tindakan d. Komunikasi dapat merancang strategi

e. melaksanakan pembagian kerja f. melaksanakan kegiatan kelompok

g. komunikasi digunakan untuk berbagi rasa

Komunikasi bukan sesuatu yang bersifat statis melainkan ada proses yang terus mengalami perkembangan. Komunikasi menghasilkan perubahan dalam usaha mencapai hasil dan tujuan, membutuhkan interaksi bersama, melibatkan person dan kelompok sehingga peran komunikasi juga semakin banyak. Adapun yang menjadi tujuan dalam berkomunikasi (Cangara, 2019) adalah sebagai berikut:

1.Mengubah sikap (to change the attitude) 2.Mengubah opini (to change the opinion) 3.Mengubah perilaku (to change the behavior) 4.Mengubah masyarakat (to change the society) Komunikasi dalam ilmu social dan ilmu eksakta

Komunikasi tidak hanya dibutuhkan oleh dunia kewartawanan semata. Akan tetapi, komunikasi diperlukan di berbagai kehidupan manusia dimana mereka itu akan bersentuhan langsung dengan bermacam persoalan yang tentunya akan dipahami hanya dengan melakukan komunikasi. Komunikasi juga tidak terbatas hanya pada perseorangan saja melainkan hingga ketingkat lembaga ataupun organisasi.

Berhasil tidaknya suatu lembaga atau organisasi tersebut terletak pada komunikasi yang dapat dipahami atau tidak. Perubahan zaman disertai ilmu dan teknologi yang semakin maju menyebabkan ilmu sosial dan ilmu eksakta juga berkembang. Untuk itu, komunikasi merupakan salah satu hal penting agar pesan yang diberi dapat sampai kepada si penerima dengan baik dan tanpa menimbulkan persoalan.

Dalam praktiknya, komunikasi dibutuhkan dalam ilmu-ilmu sosial dan ilmu eksakta, hal ini dapat dilihat bahwa setiap ilmu tersebut menggunakan komunikasi sesuai kebutuhan dari bidang tersebut.

1. Komunikasi dalam ilmu-ilmu social a. Ilmu Politik

Menurut Miriam Budiarjo, konsep pokok dalam ilmu Politik di pahami dalam bentuk Negara, kekuasaan, pengamabilan keputusan, kebijakan, alokasi atau distribusi. Komunikasi dalam ilmu politik terjadi pada proses penyampaian pesan yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang memiliki kepentingan semisal partai dalam melakukan kampanye secara langsung ataupun tidak langsung (penyampaian pesan melalui media cetak ataupun media elektronik) (Pureklolon, 2016).

Negara sebagai lembaga tertinggi memiliki kekuasaan untuk membuat berbagai macam kebijakan.

Proses pembuatan kebijakan ini membutuhkan komunikasi timbal balik, untuk mengetahui apa yang

(4)

menjadi keinginan, tuntutan, dan apakah sudah sesuai dengan kehendak rakyat. Kebijakan tidak akan di putuskan tanpa melalui prose komunikasi.

Contoh lain dari komunikasi dalam ilmu politik adalah jika seseorang ingin terpilih menjadi pemimpin membutuhkan massa untuk menyampaikan pesan visi misi yang dimilikinya. Dari penyampaian pesan ini akan menimbulkan respon positif dan respon negatif, tergantung dari tingkat kepercayaan masyarakat dengan melihat rekam jejak dan kinerja dari calon pemimpin tersebut.

b. Ilmu Pemerintahan

Komunikasi awalnya berlangsung pada masyarakat terbatas yang terjadi pada kumpulan orang-orang yang hidup berdekatan dalam skala kecil. Namun terjadi kemajuan dimana para peneliti komunikasi mulai konsen untuk mempelajari pemerintahan dengan itilah komunikasi pemerintahan (Abidin, 2016).

Komunikasi yang terjadi lebih kepada komunikasi antar manusia (human communication) yang memiliki saling ketergantungan dalam proses penyampaian pesan. Melalui komunikasi ini, aparatur pemerintah berbagi ide dan informasi yang tidak hanya diperuntukkan untuk kepentingan internal saja, tetapi juga disampaikan kepada pihak luar termasuk masyarakat.

Selain penyampaian informasi, komunikasi pemerintahan juga mengarah kepada fungsi regulatif yang terkait dengan aturan yang harus di patuhi yang ada dalam lembaga pemerintah. Proses komunikasi dalam hubungan kerja haruslah jelas dan dapat dipahami agar terjadi kesesuaian antara pihak yang diperintah dan yang memerintah. Dalam fase ini, tindakan komunikasi yang sifatnya membujuk (persuasif) lebih baik sebab menggerakkan pekerja dengan penuh pengabdian dalam menyelesaikan tugas yang di embannya.

c. Ilmu Hubungan Internasional

Hubungan internasional adalah ilmu yang bersifat global dan melampaui batas-batas ketatanegaraan.

Ilmu ini berkembang dinamis sesuai kemajuan yang dialami oleh manusia. Agar satu sama lain saling terkoneksi dibutuhkan komunikasi. Pada prosesnya, komunikasi dalam ilmu hubungan internasional memiliki pembahasan yang begitu luas. Tidak hanya sebatas komunikasi aktor yang terlibat, tetapi juga berbicara pendidikan, budaya, politik, kepentingan, dan fenomena lain yang melintasi batas Negara.

Peneliti komunikasi massa asal Jerman, Gerhard Maletzke, juga mendefenisikan komunikasi Internasional sebagai proses komunikasi yang terjadi antara berbagai negara atau bangsa yang melewati wilayah teritorial suatu Negara.

Selanjutnya dalam kajian ini, komunikasi internasional lebih kepada komunikasi yang dilakukan oleh komunikator yang disebut diplomat. Seorang diplomat harus memiliki kemampuan dalam menyampaikan pesan yang ditugaskan kepadanya. Selain memiliki wawasan luas, seorang diplomat harus memahami lawan bicara yang akan dihadapi agar pesan dari kepentingan Negara yang diwakilinya dapat dipahami.

2. Komunikasi dalam Ilmu Eksakta a. Ilmu Kedokteran

Komunikasi yang efektif memiliki peran penting pada proses penyelesaian masalah kesehatan pasien.

Dalam profesi medis, komunikasi yag tercipta antara dokter dan pasien merupakan salah satu hal yang berpengaruh dan mesti dipahami oleh seorang dokter. Seorang dokter yang melayani pasien degan keramahan secara signifikan akan memberikan rasa tenang dan seakan-akan penyakit yang diderita si pasien secara tiba-timba sembuh. Sebaliknya, jika pelayan seorang dokter kurang nyaman bagi si pasien, bukannya sembuh akan tetapi penyakit yang dideritinya dirasa tidak kunjung sembuh.

Salah satu hal penting dalam pelayan kesehatan menurut psikolog asal Inggris Dianne Claire Berry, seorang dokter harus memiliki keterampilan komunikasi yang baik. Komunikasi antar dokter dan pasien begitu penting selama proses pengobatan dan pemeriksaan. Komunikasi yang terbentuk diantara ke duanya merupakan bentuk komunikasi kesehatan yang bersifat interpersonal. Komunikasi dokter dengan pasiennya bertujuan untuk memperoleh keterangan riwayat atau penyebab penyakit dari pasien. Dari informasi yang diperoleh, maka dokter akan menentukan langkah pengobatan yang tepat untuk kesembuhan si pasien. Bagi si pasien, akan memperoleh informasi yang diharapkan terkait keluhan yang dideritanya (Larasati, 2019).

(5)

Dari komunikasi yang terjalin tadi, menjadikan si pasien paham akan dampak dari penyakit yang dideritanyaan, sehingga ia akan mengikuti anjuran dokter selama proses kesembuhannya. Melakukan pemeriksaan secara rutin, megkonsumsi obat secara tertatur, dan memeriksakan kondisi kesehatannya sesuai anjuran yang disampaikan.

b. Ilmu Kesehatan Masyarakat

Komunikasi kesehatan lebih fokus dalam mengajak masyarakat untuk hidup sehat. Memberikan informasi dan mempengaruhi proses kebijakan yang mengarah pada perbaikan dan peningkatan perilaku hidup sehat bagi individu dan masyarakat. Kajian komunikasi kesehatan lebih khusus karena hanya mengkaji persoalan kesehatan (Junaidi & Sukmono, 2018).

Defenisi komunikasi kesehatan menurut Notoatmodjo, adalah usaha positif memengaruhi perilaku kesehatan masyarakat yang dilakukan secara sistematis melalui metode dan prinsip komunikasi. Regulasi bisnis dalam bidang kesehatan, pencegahan penyakit, kebijakan pemeliharaan kesehatan, dan promosi kesehatan. Merupakan beberapa informasi yang sering disampaikan dalam komunikasi kesehatan baik dalam bentuk komunikasi interpersonal ataupun komunikasi massa. Penyampaian informasi didasarkan pada pertimbangan etika dan aspek ilmu pengetahuan untuk mengubah dan membuat kualitas kesehatan individu menjadi lebih baik (Harahap & Putra, 2019). Kesadaran individu tentang isu-isu dan persoalan kesehatan, resiko serta solusi kesehatan akan meningkat melalui komunikasi kesehatan yang disampaikan (Rahmadiana, 2012).

Sebagai contoh yang dihadapi saat ini adalah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) virus Covid-19 yang masih menjadi perhatian masyarakat dunia terlebih bagi Indonesia. Hingga pukul 12.00 WIB tanggal 19 Juni 2021, situasi covid 19 di Indonesia yang terkonfirmasi terpapar virus mencapai 1.976.172 orang, dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 1.786.143 orang dan sebanyak 54.291 pasien dinyatakan meninggal (Pasien Sembuh Terus Meningkat Menjadi 1.786.143 Orang, 2021). Upaya yang dilakukan dalam memutus rantai persebaran virus ini dibutuhkan informasi dan komunikasi kesehatan. Hal ini menjadi tanggungjawab bersama bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh lapisan masyarakat. Keberadaan tenaga medis merupakan faktor penting dalam upaya pencegahan penanganan wabah ini.

c. Biologi

Biologi atau ilmu hayati berasal dari bahasa Yunani, bio artinya hidup dan logos artinya ilmu adalah kajian yang mempelajari kehidupan, organisme hidup, dan persebarannya. Struktur tubuh manusia di pelajari dalam ilmu biologi, dalam ilmu ini ada yang disebut sistem faal yang mempelajari fungsi-fungsi organ pada tubuh manusia. Sistem ini menentukan kepribadian, kemampuan belajar, kecakapan dalam berinteraksi antar sesama melalui proses komunikasi. (Abidin, 2016)

Ketika seseorang melakukan pengamatan, mendengar, dan memahami, otak kemudian bekerja mentransfer apa yang diperolehnya. Setelah proses tersebut, apa yang tersimpan dalam otak akan dijadikan informasi yang digunakan baik untuk dirinya sendiri ataupun untuk orang lain. Tidak hanya manusia yang melakukan komunikasi, hewan sebagai mahluk hidup juga berinteraksi dengan caranya sendiri. Mencakar, meraung, dan mengeong merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan sebagai pertahanan diri dari serangan hewan lai.

d. Arsitek

Seorang arsitek sering kali menuangkan pesan dalam bentuk gambar yang kemudian nantinya baru akan dijelaskan maksud dari gambar tersebut. Dalam dunia arsitek, umumnya mengenal yang disebut komunikasi visual berupa maket, sketsa, gambar 3 dimensi, dan berbagai gambar lainnya.

Kemampuan berimajinasi sangat dibutuhkan agar dapat mendesain bangunan yang memiliki fungsi sesuai dengan kebutuhan. Dalam membuat bangunan, arsitek akan mengamati lokasi, memahami iklim sekitar, mendesain bangunan untuk memastikan kelayakan hunian. Sebagai contoh membangun wajah perkotaan di wilayah Makassar yang beriklim tropis, seorang arsitek harus memiliki kepekaan dengan

(6)

persoalan sekitar, lebih sustainable dan ramah lingkungan, serta mengikuti aturan tata kota sehingga konsep bangunan dapat dipahami melalui pesan-pesan dari bentuk dan gaya bangunan.

Komunikasi sebagai alat resolusi konflik

Konflik merupakan tindakan oleh salah satu pihak baik secara perorangan ataupun kelompok yang merugikan, menghalangi, dan menganggu orang lain sehingga menimbulkan ketidak nyamanan. Konflik juga diartikan sebagai pertentangan ide atau ketidak sepahaman diantara pihak yang ada. Dalam diri seseorang juga sering mengalami pertentangan misalnya ketika keinginan tidak sesuai dengan kemampuan atau harapan, bahkan terjadi gejolak dalam jiwa yang senantiasa selalu ingin memberontak. Jika hal ini tidak dapat diatasi maka menyebabkan gangguan psikologis atau kesehatan mental. Konflik dalam interaksi sosial masyarakat juga sering terjadi dan tak jarang pula konflik bisa berlangsung lama.

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya konflik, menurut ahli Sosiologi, Soerjono Soekanto hal tersebut disebabkan oleh 4 aspek, antara lain:

1. adanya perbedaan kebudayaan, 2. perselisihan antar sesama, 3. persaingan kepentingan, serta

4. adanya transformasi sosial yang cepat.

Konflik juga timbul akibat adanya perbedaan tujuan, ketergantungan, dan perbedaan pandangan.

Ketidaksamaan inilah yang menjadikan konflik itu muncul dan sering kali berlangsung lama. Jika hal ini terus dibiarkan maka akan menimbulkan kerugian baik secara pribadi ataupun kelompok. Akibatnya, terjadi perubahan kepribadian dan hancurnya nilai-nilai serta norma yang ada di masyarakat.

Dari apa yang ditimbulkan oleh konflik, maka diperlukan pemahaman terkait resolusi konflik yang tidak hanya harus dipahami sendiri, melainkan masyakarakat sosial terutama dalam pendekatan komunikasi (Nisa, 2015). Banyak defenisi terkait resolusi konflik, ada yang memahami bahwa resolusi konflik merupakan tindakan bersama dalam pemecahan suatu masalah (solve a problem together). Ada juga yang melihat resolusi konflik sebagai usaha dari kelompok yang bertikai untuk menangani penyebab konflik yang timbul dan berusaha membangun kembali hubungan baru yang bisa bertahan. Resolusi konflik juga dilihat sebagai keterampilan bernegosiasi dalam menyatukan perbedaan yang ada.

Kemampuan dalam resolusi konflik dapat dilihat dari pemahaman seseorang dalam melihat permasalahan secara objektif. Hal ini dilandasai rasa tanggung jawab untuk tidak memihak salah satu dari yang bertikai. Kemampuan komunikasi juga begitu penting dalam memahami, menganalisa persoalan, mendengarkan, dan memberi argumen. Keterampilan komunikasi ini sangat penting dalam sebuah resolusi konflik, sebab melalui komunikasi segala faktor dapat dipertemukan hingga akhirnya menemukan solusi terbaik.

Sebagai contoh solve a problem together yang berhasil di tangani melalui komunikasi yang baik adalah penanganan kerusuhan Poso yang terjadi pada tahun 1998. Salah satu konflik berkepanjangan yang bersumber dari Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA). Perpecahan yang berkembang menjadi kerusuhan agama ini bermula dari bentrokan kecil sekelompok pemuda dan menelan banyak korban jiwa.

Mengatasi bentrokan tersebut, Stakeholder yang terlibat dalam penangan Poso diantaranya Pemerintah Pusat (TNI dan POLRI), Pemerintah Provinsi (Kodam wirabuana, Korem 132 Tadulako, Polda Sulawesi Tengah), Pemerintah Kabupaten (Batalyon Infanteri 711 dan Polres Poso), dan tokoh masyarakat. Pada akhirnya berhasil diselesaikan melalui komunikasi yang baik di Malino Sulawesi Tengah. Saat itu, yang menjadi mediator adalah Jusuf Kalla yang masih menjabat sebagai wakil Presiden pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

(7)

Komunikasi dan problem

Tidak mudah melakukan komunikasi. Terkadang, ketika berkomunikasi kesalahpahaman sering muncul.

Komunikasi yang dipahami menjadi salah satu factor yang dapat menentukan kesuksesan dalam penyampaian pesan baik secara individu ataupun lembaga. Namun sebaliknya, jika salah memaknai pesan yang disampaikan maka akan terjadi miskomunikasi (miscommunication) yang akhirnya menimbulkan konflik baik secara pribadi ataupun kelompok. Miskomunikasi ini sering ditemukan dalam keseharian dimana seseorang dengan lawan bicara yang memiliki latar belakang dan kepentingan yang berbeda. Persoalan komunikasi lainnya terjadi dikarenakan berbagai faktor, seperti keterbatasan pengetahuan, latara belakang, perbedaan persepsi antara pengirim pesan dan penerima pesan, pengalaman serta perbedaan gaya bahasa yang digunakan.

Banyak kasus yang sering muncul dari adanya miskomunikasi, sebagai contoh:

Kasus Hirosima dan Nagasaki

Ketika Perang Dunia II yang berlangsung dari tahun 1939 hingga1945. Saat itu, Jepang diminta menyerah oleh Amerika Serikat. Jawaban Jepang kala itu mengatakan “mokosatsu”, yang artinya “tidak memberikan komentar sampai keputusan diambil.” Akan tetapi, kata mokosatsu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Kantor Berita Domei menjadi “ignore”, yang berarti

“tidak perduli.” Miskomunikasi ini akhirnya menjadi salah satu penyebab Hirosima dan Nagasaki dijatuhi bom atom dalam Perang Dunia II (Marpaung, 2020).

Kasus Covid-19

Pasien yang meninggal dalam status pengawasan di ruang isolasi RSUP Sanglah Denpasar, Bali. Merupakan warga negara asing (WNA) berusia 53 tahun yang masuk ke RSUP Sanglah Denpasar pada Senin (9/3/2020). Perempuan itu mengeluhkan gejala corona. WNA itu diperiksa tim RSUP Sanglah Denpasar sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Saat menjalani observasi di ruangan isolasi, tim medis menyebut pasien itu menderita hipertensi, diabetes, hiperteroid, dan penyakit paru obstruksi menahun.

Kesalahpahaman terjadi antara Pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah pusat terkait kondisi pasien positif virus corona (covid-19) yang meninggal dunia terebut. Pemprov Bali mengklaim tak mengetahui pasien yang merupakan warga negara Inggris ternyata positif corona.

Sementara Achmad Yurianto selaku Jubir Pemerintah dalam penanganan Corona berdalih bahwa dokter yang menangani memang tak wajib melapor ke pemda. Padahal, pemerintah telah mengatur protokol penanganan komunikasi terkait corona yang didalamnya telah menjelaskan komunikasi yang harus dilakukan olah pemda maupun pemerintah pusat. Pihak pemda sendiri juga telah menerima sosialisasi terkait protokol tersebut (Ihsanuddin, 2020).

Dari ke dua kasus di atas, diperlukan berbagai cara agar dapat berkomunikasi dengan baik sehingga tidak menimbulkan masalah dalam berinteraksi.

1. Sikap saling memahami, dalam berkomunikasi menangkap informasi atau pesan yang disampaiakn oleh lawan bicara begitu penting. Kedua belah pihak harus saling mengerti, si pembicara harus menyampaikan pesan secara baik, benar dan penuh kejelasan agar mudah dipahami oleh lawan bicara.

(8)

2. Menjadi pendengar yang baik. Saat lawan bicara sedang menyampaikan sesuatu, dengarkan hingga apa yang ingin disampaikannya selesai diucapkan. Jangan sesekali menyela pembicaraan karena akan menimbulkan ketidaknyamanan atau hilangnya konsentrasi oleh si pembicara.

3. Bersikap terbuka dan jujur. Ke dua sikap ini merupakan salah satu hal penting dalam komunikasi.

Keterbukaan dan kejujuran menjadikan ke dua komunikan (pembicara dan lawan bicara) merasa nyaman ketika berkomunikasi, sebeb sikap ini akan memudahkan untuk dapat diterima oleh orang lain sehingga muncul rasa saling menghargai.

4. Kebenaran informasi. Saat menjalin komunikasi, informasi yang benar berdasarkan fakta dan kenyataan yang ditemukan lebih diterima oleh lawan bicara dari pada informasi yang mengada-ada.

Seseorang yang menyampaiakan informasi tidak didasari oleh kebenaran akan menimbulkan persoalan dikemudian hari.

5. Bahasa tubuh. Berkomunikasi dengan orang lain tidaklah semudah apa yang diharapkan. Terkadang saat berkomunikasi lawan bicara merasa tidak nyaman dengan memperlihatkan bahasa tubuh semisal: bergeming, menoleh ke kiri dan ke kanan, mengerutkan kening, dan gelisah). Sehingga berkomunikasi harus memperhatikan bahasa tubuh baik si pebicara dan lawan bicara untuk dapat menciptakan suasana nyaman dan saling mengerti.

(9)

Daftar Pustaka

Abidin, Y. Z. (2016). Komunikasi Pemerintahan (1st ed.). Pustaka Setia Bandung.

Cangara, H. (2019). Pengantar Ilmu Komunikasi (4th ed.). Rajawali Pers.

Diana & Misran. (2021). Peran Komunikasi Dalam Manajemen Pendidikan. Journal of Islamic Education Management, 6(1), 1–8.

Harahap, R. A., & Putra, F. E. (2019). Buku ajar: Komunikasi Kesehatan (1st ed.).

Ihsanuddin. (2020). Istana Akui Ada Miskomunikasi dengan Pemprov Bali soal WNA Covid-19 yang Meninggal. Kompas.Com.

Inah, E. N. (2013). Peranan Komunikasi Dalam Pendidikan. Al-Ta’dib, 6(1).

file:///C:/Users/user/AppData/Local/Temp/299-533-1-SM-3.pdf

Junaidi, F., & Sukmono, F. G. (2018). Komunikasi Kesehatan: Sebuah pengantar Komprehensif (1st ed.). Prenada Media GROUP.

Larasati, T. (2019). Komunikasi Dokter-Pasien Berfokus Pasien pada Pelayanan Kesehatan Primer. JK UNILA UniversitasLampung, 3(1). https://doi.org/10.23960/jk%20unila.v3i1.2221

MARPAUNG, T. B. (2020). Miskomunikasi Dan Faktor Penyebabnya. RMOL SUMUT Republik Merdeka.

https://www.rmolsumut.id/miskomunikasi-dan-faktor-penyebabnya

Nisa, J. (2015). Resolusi Konflik Dalam Perspektif Komunikasi. SALAM: Jurnal Sosial & Budaya Syar-I, 2(1). https://doi.org/10.15408/sjsbs.v2i1.2240

Satuan Tugas Penanganan Covid. (2021). Pasien Sembuh Terus Meningkat Menjadi 1.786.143 Orang.

19. https://covid19.go.id/berita/pasien-sembuh-terus-meningkat-menjadi-1786143-orang Pureklolon, T. T. (2016). Komunikasi Politik. PT Gramedia Pustaka Utama.

Rahmadiana, M. (2012). Komunikasi Kesehatan : Sebuah Tinjauan. Jurnal Psikogenesis, 1(1).

Sedarmayandi. (2018). Komunikasi Pemerintahan (1st ed.). PT Refika Aditama.

Sumartias, S. (2017). Komunikasi Bisnis (3rd ed.). Universitas Terbuka.

Suprapto, T. (2009). Pengantar Teori dan Manajemen Komunikasi (1st ed.). MedPress.

Biografi Penulis

Sulfitri Husain merupakan anak pasangan Bapak Andi Husain Abdullah dan ibu Hj. Marwiah yang saat ini ke duanya telah almarhum. Fitri panggilannya adalah alumni Hubungan Internasional yang telah di karuniai 3 orang putra putri (Aira, serta si kembar Abisyar dan Adiba) dari pasangan Hery Mudrieq. Penulis kini aktif di beberapa organisasi diantaranya Keluarga perempuan Inspiratif Indonesia (KPII), Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia (KODEPENA), Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI Muda), dan Connecting Lecturers Cel Komunitas Dosen Lintas Negara (Cel-KODELN).

Selain aktif di oraganisasi, Penulis kelahiran Soppeng-Sulawesi Selatan mendedikasikan dirinya sebagai dosen tetap di Universitas Tadulako-Palu dan dosen luar biasa di Universitas Terbuka. Aktif dalam seminar nasional dan pertemuan ilmiah mempertemukannya dengan orang-orang hebat di seluruh wilayah yang berprofesi sebagai wirausaha, seniman, guru, dosen, notaris, dan duta besar. Sehingga kesempatan ini digunakan sharing pengetahuan dan pengalaman yang dituangkan kedalam tulisan berupa penelitian, pengabdian, jurnal, dan buku.

Referensi

Dokumen terkait

materi pelajaran pada hakikatnya adalah persan-pesan yang ingin kita sampaikan pada anak didik untuk dikuasai. Pesan yang disampaikan perlu dipahami oleh siswa, sebab manakala

Diseminasi adalah upaya yang dilakukan agar pesan yang ingin disampaikan dapat disebarkan diterima, dimaknai, dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam

penerimaan pesan antara 2 individu/ lebih dengan cara yang efektif sehingga pesan yang dimaksud..

Bila audiens benar-benar sangat tidak tertarik terhadpa pesan-pesan yang anda sampaikan, pesan-pesan persuasif (persuasive messages) dapat digunakan

Anggota menyampaikan pesan kepada Rizaldy melalui bahasa yang mudah dipahami dan tidak rumit, sehingga apa yang disampaikan bisa dipahami dan menanggapinya. Anggota

Status atau pesan dakwah yang disampaikan dapat berupa kisah nyata dari mahasiswa dan mengaplikasikan teknik komunikasi persuasif dalam kalimat yang digunakan sehingga diharapkan pesan

Pesan-pesan yang perlu disampaikan • Fakta yang benar tentang sebab penyakit kusta dan penularannya • Peran dan dukungan terhadap penderita Tidak mengucilkan penderita dan

Dengan menggunakan bahasa yang tepat, sobat mbois dapat memastikan bahwa pesan kalian terbaca dengan benar dan dipahami dengan baik, dan ini akan mendukung komunikasi yang efektif di