• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tehnik memberikan PENYULUHAN kusta bagi petugas kusta

N/A
N/A
Abas Basudin

Academic year: 2024

Membagikan "Tehnik memberikan PENYULUHAN kusta bagi petugas kusta"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

PENYULUHAN

(2)

PRINSIP PENYULUHAN

• Tujuan Penyuluhan Kusta

 Agar penderita, keluarga, masyarakat dan tokoh-tokoh

masyarakat memahami mengenai penyakit kusta dan turut

berperan aktif dalam program penanggulangan penyakit

kusta.

(3)

Sasaran Penyuluhan Kusta

Sasaran dapat dikelompokkan dalam 3 segmen :

Sasaran Primer : adalah orang yang diharapkan berperilaku seperti yang diharapkan.Misalnya penderita

Sasaran Sekunder : adalah orang yang bisa mempengaruhi sasaran primer. Misalnya tokoh masyarakat

Sasaran Tersier : sasaran yang mencakup orang-orang yang berpengaruh atau pengambil keputusan. Misalnya Pak Camat.

(4)

Metode, teknik atau media Penyuluhan Kusta

Cara memilih suatu metode, teknik atau media penyuluhan tentang penyakit kusta hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

Tujuan Penyuluhan

Kemampuan Penyuluh

Kemampuan sasaran penyuluhan

Besar-kecilnya kelompok sasaran

Waktu yang tersedia

Fasilitas yang tersedia

(5)

Penyuluhan Kepada Penderita Baru

Tujuan :

• Penderita mengetahui fakta yang benar tentang penyakit kusta, pengobatannya dan pentingnya berobat teratur

• Tindakan yang perlu dilakukan bila keadaan penyakit

bertambah berat

(6)

Isi Pesan Pada Penderita Baru

• Sebab penyakit

• Bisa disembuhkan dengan pengobatan teratur

• Efek samping obat

• Hal-2 yang perlu diwaspadai dan kemana mencari pertolongan

• Kegunaan kartu pengobatan dan jadwal pengambilan obat

berikutnya

(7)

Penyuluhan Kepada Keluarga Penderita Baru

Tujuan Penyuluhan

• Keluarga dapat membantu mengawasi keteraturan minum obat

• Keluarga mengetahui perlunya perawatan diri (jika

penderita yang anggota keluarga mengalami cacat)

(8)

Penyuluhan Kepada Penderita reaksi dan Keluarganya

Tujuan Penyuluhan

• Mengetahui dan memahami reaksi

• Mengerti langkah-langkah yang perlu dilakukan bila

terjadi reaksi.

(9)

Isi Pesan

Sebab terjadinya reaksi

Saat terjadinya reaksi

Bahaya reaksi

Peran penderita dan keluarganya dalam pengobatan reaksi kusta dan monitoring fungsi sarafnya

Peran penderita dan keluarga dalam mencari dan mengatasi faktor pencetus

(10)

Penyuluhan kepada penderita yang telah dinyatakan selesai pengobatan (RFT) & keluarga

Tujuan Penyuluhan

• Penderita memahami arti sembuh/RFT.

• Mewaspadai tanda-2 bahaya

• Penderita memahami cara

perawatan diri (bila ada cacat)

(11)

Isi Penyuluhan

Penderita tidak perlu makan obat MDT lagi

Obat bukan menyembuhkan cacatnya, (bagi penderita yang terlanjur mengalami cacat permanen)

cara merawat diri untuk mencegah bertambahnya cacat (gunakan leaflet yang sesuai)

(12)

Penyuluhan Kepada Masyarakat

Tujuan Penyuluhan

• Masyarakat mengetahui fakta yang benar tentang penyakit kusta.

• Masyarakat memahami beberapa istilah yang keliru

tentang kusta dalam masyarakat.

(13)

Pesan-pesan yang perlu disampaikan

• Fakta yang benar tentang sebab penyakit kusta dan penularannya

• Peran dan dukungan terhadap penderita (Tidak mengucilkan penderita dan keluarganya)

• Peran masyarakat dalam penanggulangan penyakit

kusta

(14)

ASPEK PENTING DALAM PENYULUHAN : ………

KOMUNIKASI

(15)

KOMUNIKASI

Adalah proses pertukaran informasi, pikiran, pendapat,

perasaan lewat kata-kata, isyarat, bahasa tubuh dari

pemberi pesan ke penerima pesan

(16)

UNSUR KOMUNIKASI

PESAN PESAN

SALURAN (MEDIA)

PENERIMA PESAN PEMBERI PESAN

UMPAN BALIK PESAN

(17)

KIP = Komunikasi Inter Personal

1. Komunikasi yang berlangsung dari satu orang ke orang lain. Misalnya pasien kusta dengan petugas kesehatan Puskesmas.

2. Sifatnya dua arah:

3. Cara: Verbal, Non Verbal.

(18)

Manfaat

1. Mengenal diri sendiri dan orang lain.

2. Menciptakan dan memelihara hubungan menjadi bermakna.

3. Mengubah sikap, kepercayaan, nilai-nilai dan perilaku orang lain.

4. Dapat membantu orang lain untuk mengenali dan memecahkan masalah yang dihadapi.

(19)

Keterampilan KIP

• Mengajukan pertanyaan

• Mendengar

• Memberikan pujian

• Memberikan nasehat

• Mengecek pemahaman

• Memilih dan menggunakan alat bantu

(20)

Keterampilan mengajukan pertanyaan

• Pertanyaan tertutup

Dimulai dg kata: Apakah?, Sudahkah, Perlukah?, Maukah?

• Pertanyaan terbuka

Apa?, Mengapa?, Bagaimana?

(21)

KETERAMPILAN MENDENGARKAN YANG BAIK

Ada keinginan untuk mendengarkan masalah penderita

Memandang mata penderita

Menunjukkan minat terhadap masalah yang disampaikan oleh penderita

Empati (Merasakan apa yang sedang dirasakan penderita )

Menafsirkan emosi dan perasaan

Mengajukan pertanyaan

Mengungkapkan hal yg sama dengan kata2 lain yang sederhana

Memadukan berbagai hal yg didengar

Tidak menggurui

(22)

CARA UNTUK BISA MENDENGAR DENGAN BAIK

Sabar

Sediakan waktu

Perhatikan dengan baik

Ada kesiapan untuk mendengarkan

Tidak bereaksi berlebihan terhadap informasi

Tidak bereaksi berlebihan terhadap penderita

Tidak pura-pura mendengarkan

Tidak asyik dengan pikiran sendiri

(23)

Keterampilan memberikan pujian

• Pujian perlu diberikan kepada

penderita yang telah berbuat sesuatu yg bermanfaat

• Manfaat pujian : Sangat berguna

untuk memotivasi dan meningkatkan kepercayaan diri

(24)

Keterampilan memberikan nasehat

Nasehat diberikan untuk:

• Mencegah tindakan atau perilaku yg dapat merugikan atau membahayakan

• Memperbaiki perilaku yang salah

• Cara : nasehat harus diberikan secara jelas dan hati-hati

(25)

Keterampilan mengecek pemahaman

• Tujuan: untuk memastikan pesan yang disampaikan dimengerti

• Cara: Bertanya

Bila diperoleh jawaban yg tidak jelas, ajukan pertanyaan dengan bentuk lain.

• Puji penderita yang sudah memahami dengan baik.

(26)

Keterampilan memakai bahasa sederhana

• Sedapat mungkin menggunakan bahasa sehari-hari

• Jangan menggunakan istilah-2 medis

• Gunakan kalimat yg singkat, sederhana dan

jelas.

(27)

Keterampilan memilih dan menggunakan alat bantu

Gunakan media seperti leaflet, Poster, lembar balik.

Leaflet, utk sasaran yg dpt membaca, baik di rumah maupun di Puskesmas

Poster, ditempel di papan/dinding atau utk penyuluhan

Lembar balik, digunakan utk

penyuluhan per-orangan/kelompok kecil.

(28)

ROLE PLAY

• Dibagi 3 kelompok dengan masing masing topik

1. Pasien baru dengan kondisi mengalami reaksi berat 2. Advokasi ke pengambil kebijakan (kecamatan)

3. Penyuluhan di masyarakat

• Yang menjadi observer adalah untuk kelompok 1 adalah kelompok 2, kelompok 2 di observasi kelompok 3,

kelompok 3 diobservasi kelompok 1

(29)

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

Memberikan informasi kepada tenaga medis mengenai jumlah kasus baru kusta tahun 2010, tipe kusta, gambaran klinis penyakit kusta yang sering muncul dan tingkat kecacatan

Penyakit kusta adalah penyakit yang memberi stigma yang sangat besar pada masyarakat, sehingga penderita kusta menderita tidak hanya karena penyakitnya saja, tetapi juga dijauhi

Berdasarkan hasil analisis hubungan dukungan keluarga dengan depresi penderita kusta diketahui bahwa dari 21 responden yang tidak mendapat dukungan keluarga, 20

Berdasarkan hasil penelitian tentang hubungan tingkat pengetahuan tentang penyakit kusta dengan perilaku personal hygiene pada penderita kusta di Puskesmas Padas

Persepsi tentang penyakit kusta terdiri atas empat yaitu : Persepsi tentang beratnya penyakit kusta adalah respons atau tanggapan penderita terhadap beratnya atau tidaknya

Penyakit kusta adalah penyakit yang memberi stigma yang sangat besar pada masyarakat, sehingga penderita kusta menderita tidak hanya karena penyakitnya saja, tetapi juga dijauhi

Berdasarkan hasil penelitian tentang hubungan tingkat pengetahuan tentang penyakit kusta dengan perilaku personal hygiene pada penderita kusta di Puskesmas Padas

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan peran keluarga dengan harga diri pada penderita penyakit kusta di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Kecamatan