Kepada masyarakat umum sebagai sumber informasi tentang berbagai jenis tanaman obat dan jenis obat yang dihasilkan oleh Prajuru Pura Tamba Waras. Obat yang diproduksi oleh Prajuru Pura Tamba Waras ada dua jenis yaitu obat minum dan obat pijat.
Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Dengan Metode Ahp-Vikor Dalam Penentuan Pengembangan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Batubulan dengan nilai preferensi sebesar 0,96 merupakan desa wisata yang dapat dibantu untuk mengembangkan ekowisata pedesaan. Sistem Pendukung Keputusan menggunakan metode AHP-VIKOR untuk menentukan pengembangan ekowisata pedesaan dapat membantu pengambil keputusan dalam permasalahan penentuan penerima bantuan pengembangan wisata desa secara cepat dan mudah.
Implementasi Pengungkapan Csr Dalam Menunjang Kinerja Keuangan Dan Non Keuangan Art Shop Di Bali
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan pengungkapan CSR dalam mendukung kinerja finansial dan non finansial Artshop di Bali. Setelah melakukan checklist, selanjutnya akan dihitung Corporate Social Responsibility Index (CSRi) untuk mengetahui tingkat implementasi pelaksanaan CSR (Angela, 2015).
Intergrasi Konservasi Keanekaragaman Hayati Dalam Ekosistim Subak Sebagai Warisan Budaya Dunia
Namun artefak subak yaitu sawah juga mengandung sejumlah potensi sumber daya alam hayati yang juga dapat dieksploitasi. Sumber daya alam (keanekaragaman) yang melimpah baik di darat, air maupun di udara merupakan salah satu modal dasar pembangunan. Sumber daya alam hayati terdiri atas sumber daya alam tumbuhan dan sumber daya alam hewani, termasuk mikroorganisme.
Kondisi ini mengakibatkan pemanfaatan sumber daya hayati secara berlebihan untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya yang lebih konkrit untuk melestarikan keberadaan sumber daya hayati tersebut. Konservasi sumber daya hayati pada hakikatnya adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin keberlangsungan persediaannya dengan tetap menjaga dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya.
Sedangkan di Indonesia, peraturan yang mengatur tentang perlindungan keanekaragaman hayati adalah undang-undang no. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Pembuatan “Sajeng Tabuh” Dari Fermentasi Ubi Jalar (Ipomea batatas L.) Untuk Meningkatkan Kemandirian
Pemanfaatan ubi ungu dan ubi kuning (madu) sebagai tanaman lokal dalam produksi “Sajeng Tabuh” juga mendukung petani dalam menggairahkan kegiatan pertanian untuk menanam tanaman tersebut sebagai komoditas pemasaran yang menjanjikan (Gambar 2). Sajeng Tabuh” terbuat dari ubi ungu dan ubi kuning (madu), dibersihkan dan dikupas, kemudian dicuci dengan air bersih. Jus pita dari ubi ungu disebut “BeremTabuh” dan sari pita dari ubi kuning (madu) disebut “Arak Tabuh”.
Dari perkiraan analisa tersebut terlihat bahwa ubi ungu dan ubi kuning (madu) dapat menghasilkan alkohol pada proses fermentasinya sebagai bahan dasar pembuatan “Sajeng Tabuh”. Pemanfaatan sumber daya alam ubi jalar dalam pembuatan Sajeng Tabuh akan mendorong kemandirian kearifan lokal berbasis ajaran agama Hindu. Ubi jalar ungu memiliki kandungan alkohol rata-rata sebesar 1,3773%, dan ubi jalar kuning (madu) memiliki kandungan alkohol rata-rata sebesar 3,9904%.
Hasil analisis proksimat tape berbahan dasar ubi ungu dan ubi kuning mempunyai kandungan karbohidrat yang cukup tinggi, sebagai bahan dasar pembuatan tape dan “Sajeng Tabuh”.
Application of vegetative mulch in vanilla plantation is crucial for mitigating the impact of drought during dry
Pemberian mulsa dari bahan tanaman pada perkebunan panili sangat penting untuk mitigasi
Under wet season conditions, vanilla was first shown to produce a new root system in cuttings supplemented with grass clippings, dry leaf mulch and in control cuttings on day 14 post-transplant. Cutting added fern clippings and taro clippings was first shown to produce a new root system at day 21 and day 28 post-transplant. Bud bursting was first observed on day 28 post-transplant when cutting added grass, fern, dry leaf and control.
Cut added taro cuttings were first found to show budding on day 70 after transplanting. First, under dry season condition, vanilla was found to produce new root system on day 22 after transplanting. For example, under dry season condition, cuttings of added coconut shells were found to achieve 100% root growth on day 43 and continue to grow.
During the dry season, the addition of grass clippings also did not inhibit the initial growth of the root system (Figure 5).
Identifikasi potensi pantai mekayu sebagai kawasan ekowisata pesisir
Berdasarkan hasil penelitian, identifikasi potensi Pantai Mekayu sebagai kawasan ekowisata pesisir dapat dilihat dari komponen daya tarik wisata; Upaya masyarakat dalam mewujudkan ekowisata pesisir harus diimbangi dengan pemahaman masyarakat terhadap potensi kawasan pesisir Pantai Mekayu. Keindahan Pantai Mekayu didukung oleh hamparan pantai yang luas (Gambar 1), vegetasi pantai yang subur (Gambar 5), pasir hitam berkilauan, ombak dan arus yang aman (Gambar 2), tingkat abrasi yang rendah, dan panorama matahari terbenam yang mempesona (Gambar 2). . 4).
Budaya masyarakat setempat menjadi bagian dari komponen daya tarik wisata yang terlihat dari upacara adat dan keagamaan yang dilakukan di kawasan pesisir Pantai Mekayu. Banyak pengguna jalan yang menggunakan fasilitas rest area dan salah satunya berada di dekat kawasan pantai Pantai Mekayu (Gambar 8). Kawasan Pesisir Pesisir Mekayu mempunyai potensi besar untuk menjadi kawasan ekowisata pesisir berbasis masyarakat lokal.
Kawasan pesisir Pantai Mekayu mempunyai potensi yang besar untuk dijadikan kawasan ekowisata ditinjau dari daya tarik wisata, komponen fasilitas dan pelayanan penunjang, serta peraturan dan kebijakan pariwisata yang ada.
Analisis Dan Pemetaan Persebaran Fasilitas Kesehatan Di Denpasar Bali Menggunakan Sistem Informasi
Geografis (Sig) Tahun 2018
Analysis And Mapping The Spread Of Health Facilities In Denpasar Bali Using The Geographical Information
Perangkat Pendukung Penelitian
- Pengumpulan Data
- Pencarian Koordinat Lokasi Faskes
- Pengolahan Koordinat Lokasi Faskes
- Analisis Pola Persebaran Titik Koordinat dengan Analisis Tetangga Terdekat ( Nearest Neighbor Analysis)
Setelah lokasi fasilitas kesehatan diketahui, dilakukan proses penentuan koordinat menggunakan Google Eart dengan menggunakan teknik kartometri. Titik-titik koordinat ini diperlukan untuk menganalisis data sebaran lokasi fasilitas kesehatan yang akan diolah menggunakan Arcview 3.3. Setelah menentukan koordinat lokasi masing-masing fasilitas kesehatan, data tersebut kemudian diolah menggunakan Arcview 3.3 yang bertujuan untuk menganalisis data spasial untuk mendapatkan data peta lokasi fasilitas kesehatan di Denpasar tahun 2018.
Analisis pola sebaran titik koordinat dengan Analisis Nearest Neighbor. Tahapan penentuan sebaran titik koordinat institusi pelayanan kesehatan dengan menggunakan analisis ini adalah sebagai berikut (Peter Haggett di Bintarto). Pencarian nilai Ju diperoleh dari hasil perhitungan rata-rata jarak ke lokasi tetangga terdekat kemudian dibagi dengan banyaknya titik lokasi yang diamati (n).
Nilai Jh diperoleh dengan membagi luas titik lokasi pencarian (a) dengan jumlah titik lokasi pengamatan (n).
Pemetaan dengan menggunakan Arcview 3.3
- Dokter Gigi
- Dokter
- Klinik Pratama
- Klinik Utama
- Puskesmas
- Rumah Sakit
Berdasarkan kategori sebaran nilai T pada kontinum nilai analisis tetangga terdekat, sebaran apotek masuk dalam kategori cluster. Berdasarkan kategori sebaran nilai T pada kontinum nilai analisis tetangga terdekat, maka sebaran Dokter Gigi masuk dalam kategori acak atau acak. Berdasarkan kategori sebaran nilai T pada kontinum nilai analisis tetangga terdekat, sebaran dokter masuk dalam kategori acak atau arbitrer.
Berdasarkan kategori sebaran nilai T pada kontinum nilai analisis tetangga terdekat, sebaran klinik Pratama termasuk dalam kategori acak atau acak. Berdasarkan kategori sebaran nilai T pada kontinum nilai analisis tetangga terdekat, sebaran apotek masuk dalam kategori acak. Tingkat sebaran faskes di wilayah Denpasar berdasarkan nilai T cenderung acak, sebagian faskes terkonsentrasi di wilayah Denpasar Barat dan Timur.
Selain itu dari segi akses terhadap fasilitas kesehatan bagi BPJS termasuk dalam kategori baik, hal ini sejalan dengan penelitian Muninjaya (2004) yang berpendapat bahwa jaminan kesehatan harus mampu mencakup seluruh masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan. mudah dan dekat dengan akses.
Potensi Aktivitas Antioksidan Pada Bunga Telang (Clitoria ternatea L)
A Sauca Sunia Widyantari
Bunga kupu-kupu (clitoria ternatea L) merupakan salah satu jenis tanaman merambat yang banyak dijumpai di pekarangan rumah atau di pinggir sawah/perkebunan. Bunga telang dikenal dengan berbagai nama seperti bunga teleng (Jawa), Butterfly pea atau blue pea (Inggris), Mazerion Hidi (Arab). Sebagai tanaman penutup tanah, bunga kupu-kupu (Clitoria ternatea L) dapat menutupi tanah dengan baik pada umur 4-6 minggu setelah tanam.
Hal ini menunjukkan bahwa daun dan bunga telangi mempunyai aktivitas antioksidan terhadap radikal bebas seperti DPPH, radikal hidroksil dan hidrogen peroksida. Minuman kombucha bunga telang dengan waktu fermentasi tetap menunjukkan kadar total flavonoid yang signifikan. Potensi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L) sebagai sumber antioksidan dan pewarna alami pada es krim.
Pengaruh lama fermentasi terhadap total asam yang dititrasi, total flavonoid dan aktivitas antioksidan Bunga Telang Kombucha (Clitoria ternatea L).
Wisata Alam Dan Pendidikan Lingkungan Di Kebun Raya Bali
Penulis bertujuan untuk memberikan penjelasan deskriptif mengenai wisata alam dan edukasi lingkungan hidup di Kebun Raya Bali. Pertimbangan pemilihan lokasi antara lain: Kebun Raya Bali merupakan kawasan penelitian yang mengalami dinamika perkembangan menarik, yaitu adanya kegiatan pengembangan wisata alam dan pendidikan lingkungan hidup. Wisata alam dan edukasi lingkungan hidup di Kebun Raya Bali dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik eksternal maupun internal, yang dapat menjadi insentif atau penghambat.
Sosialisasi dilakukan secara luas kepada pihak-pihak yang berkepentingan dan pihak terkait lainnya untuk mensosialisasikan program dan kegiatan wisata alam dan edukasi lingkungan hidup di Kebun Raya Bali.Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan dapat menarik dukungan dari berbagai pihak. Ada 2 jenis edukasi yang bisa diberikan oleh pihak Kebun Raya Bali, yang pertama adalah edukasi seperti terlihat pada gambar dibawah ini. Selain pemanduan, program pendidikan di Kebun Raya Bali merupakan program jasa pendidikan lingkungan hidup, yang membedakan pemanduan dengan pendidikan lingkungan hidup adalah jasa pemandu hanya memberikan informasi sesuai itinerary saja.
Ekowisata di Kebun Raya Bali dikemas dalam program bimbingan dan pendidikan lingkungan hidup yang dilakukan di luar sekolah dengan tujuan untuk mengembangkan literasi lingkungan.
Daya Hambat Perasan Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Salmonella typhi
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui daya hambat sari buah mengkudu dan konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Terdapat korelasi positif sangat nyata (p0,01) antara konsentrasi sari buah mengkudu dengan zona hambat terhadap pertumbuhan bakteri S. Untuk mencari antibiotik yang murah dan praktis, dilakukan penelitian untuk mengetahui daya hambat buah mengkudu. . jus buah terhadap pertumbuhan bakteri S.
Hasil analisis korelasi menggunakan uji korelasi product moment pada taraf signifikansi =0,05 menunjukkan terdapat hubungan (hubungan) positif sangat nyata antara konsentrasi ion sari buah dengan zona penghambatan pertumbuhan bakteri S Berdasarkan hasil Berdasarkan penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa jus buah Mengkudu dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Uji daya hambat ekstrak daun dan buah Mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli (Skripsi).
Pengaruh Pemberian Jus Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap Demam Tifoid pada Tikus Putih (Rattus novergicus L.) (Skripsi).
Studi daya daya dukung lingkungan di kawasan pariwisata nusa penida-bali
Sudipa
Daya dukung tanah dan air dihitung dengan mempertimbangkan ketersediaan dan kebutuhan sumber daya air bagi penduduk dan wisatawan di daerah penelitian. Analisis daya dukung lahan pertanian perlu dilakukan untuk mengetahui kemampuan lahan dalam menyediakan pangan guna memenuhi kebutuhan penduduk pada suatu wilayah dan waktu tertentu (Moniaga, 2011). Ketersediaan air bagi penduduk menunjukkan indikator daya dukung air bagi lingkungan, khususnya bagi penduduk dan seluruh aktivitas kehidupannya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan lahan, kebutuhan lahan dan daya dukung lahan, serta mengetahui ketersediaan air dari curah hujan, sumber mata air dan persediaan air tanah, kebutuhan air bagi penduduk dan wisatawan, serta mengetahui status air. daya dukung kawasan wisata nusa penida. Keadaan daya dukung lahan diperoleh dari perbandingan antara ketersediaan lahan (SL) dan kebutuhan lahan (DL) (Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2009). Perhitungan kebutuhan lahan didasarkan pada pedoman penentuan daya dukung air suatu lahan (KLH, 2008) yaitu pada level 3.
Daya dukung air dihitung dengan mempertimbangkan ketersediaan dan kebutuhan sumber daya air bagi penduduk dan wisatawan di wilayah penelitian.