• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF SKRIPSI - metrouniv.ac.id

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PDF SKRIPSI - metrouniv.ac.id"

Copied!
103
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Keberadaan usaha jasa laundry merupakan salah satu bentuk kegiatan usaha yang dilakukan oleh pelaku usaha. Tanggung Jawab Hukum Bidang Binatu (Studi Pada Fitha Laundry Kelurahan Ganjar Asri Kecamatan Metro Barat)”.

Pertanyaan Penelitian

Kasus-kasus tersebut berdampak pada konsumen yaitu hak-hak konsumen tidak terpenuhi, dan badan usaha tidak memenuhi kewajibannya dengan benar. Hak konsumen adalah hak atas kenyamanan dan keamanan Badan usaha tidak memenuhi kewajiban yang telah diperjanjikan dan tidak sesuai dengan yang dijanjikan/dijamin, dan kesalahan badan usaha atau aktor melanggar janji atau memanggil default.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian Relevan

UU Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999” 9 Studi ini mengkaji bagaimana tanggung jawab pelaku usaha laundry terhadap konsumen yang mengalami kerugian? Berdasarkan pemaparan tesis di atas, dapat dipahami adanya perbandingan yang mendasar yaitu pembahasan tanggung jawab pelaku usaha laundry terhadap konsumen.

LANDASAN TEORI

Akad

  • Pengertian Akad
  • Jenis Akad
  • Rukun dan Syarat Akad
  • Lahir, Pelaksanaan, dan Berakhirnya Akad
  • Prestasi dan Wanprestasi
  • Klausula Baku

Valeria Ayu Iko Riri Roman Bintara Putri Fakultas Hukum Universitas Katolik Soegijapranata Semarang yang membahas tentang “Pelaksanaan tanggung jawab pengusaha laundry kepada konsumen berdasarkan 9 Valeria Ayu Iko Riri Roman Bintara Putri” Pelaksanaan tanggung jawab pelaku laundry kepada konsumen berdasarkan tentang undang-undang tentang perlindungan konsumen no. 8 tahun", tesis kelulusan.

Tanggung Jawab Hukum

  • Pengertian Tanggung Jawab Hukum
  • Kriteria Tanggung Jawab Hukum
  • Prinsip Tanggung Jawab Hukum
  • Tujuan Tanggung Jawab Hukum

Menurut Sayed Kotb, “Islam berlandaskan asas tanggung jawab timbal balik dalam bentuk variasi. Menurut Munir Fuady, Indonesia, sebagai penganut sistem hukum Eropa kontinental, mengenal kriteria tanggung jawab hukum sebagai berikut: 31. Tanggung jawab mutlak (tidak salah) dalam arti yang sangat terbatas terdapat dalam pasal 1367 KUH Perdata.

Asas tanggung jawab bersalah (culpable responsibility atau culpable responsibility) merupakan asas yang cukup umum digunakan dalam hukum pidana dan perdata. Prinsip tanggung jawab mutlak (strict liability) sering disamakan dengan prinsip tanggung jawab mutlak. Ada pendapat bahwa strict liability adalah asas pertanggungjawaban yang menyatakan bahwa kesalahan bukanlah faktor yang menentukan.

Prinsip kewajiban dengan pembatasan (limitation of liability principle) sangat disukai oleh para pelaku usaha untuk dimasukkan sebagai klausula pengecualian dalam perjanjian baku yang mereka buat.

Bisnis Laundry

  • Pengertian Bisnis Laundry
  • Rukun dan Syarat Bisnis
  • Badan Hukum Laundry
  • Tujuan Bisnis Laundry

Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa rukun dan syarat usaha merupakan syarat sahnya usaha laundry. Badan hukum dikatakan sebagai subjek hukum karena terdiri dari sekelompok orang yang melakukan perbuatan hukum (tasharruf). Badan hukum adalah analogi keberadaan manusia sebagai subjek hukum. Ketentuan menjadikan badan hukum sebagai subjek hukum tidak boleh bertentangan dengan asas-asas perjanjian yang terkandung dalam Al-Quran dan As-Sunnah.

Meskipun atas nama badan hukum, seseorang menjalankan kewenangan perusahaan, namun tanggung jawab vertikal tetap kembali pada praktik masing-masing individu. Pasal 1(2) Kompendium Hukum Dagang Syariah menyatakan bahwa: “badan hukum adalah orang perseorangan, persekutuan, atau badan usaha, baik yang berbadan hukum maupun tidak, yang mempunyai daya dukung hukum untuk mendukung hak dan kewajiban.” Badan hukum adalah perkumpulan orang-orang yang saling bekerja sama dan atas dasar itu membentuk suatu kesatuan yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh undang-undang. Badan hukum adalah pembela hak yang tidak berjiwa (bukan manusia) dan merupakan fenomena sosial, yaitu fenomena nyata, sesuatu yang dapat dituliskan ke dalam hukum.

Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa tujuan usaha laundry dalam praktek laundry pada dasarnya dilakukan untuk membantu masyarakat mencuci pakaian dengan lebih mudah dan menginginkan sesuatu yang praktis.

Tanggung Jawab Hukum Dalam Bisnis Laundry

Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta memperoleh barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan syarat serta jaminan yang dijanjikan; Hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur ​​tentang syarat dan jaminan barang dan/atau jasa; Hak untuk memperoleh ganti rugi dan/atau tukar jika barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya;

Hak untuk menerima pembayaran sesuai dengan kesepakatan mengenai syarat dan nilai tukar barang dan/atau jasa yang diperdagangkan; Hak untuk memulihkan nama baik apabila secara hukum terbukti bahwa kerugian konsumen bukan disebabkan oleh barang dan/atau jasa yang diperdagangkan; Pelaku usaha harus bertanggung jawab apabila terjadi kelalaian atau kesalahan dalam produksi yang merugikan konsumen, maka konsumen juga harus bertanggung jawab apabila melakukan kesalahan.Akibat hukum inilah yang melahirkan hak dan kewajiban bagi subjek hukum, oleh karena itu timbul akibat hukum karena proses hukum yang diikuti dengan sanksi.

Dalam Pasal 1307 KUH Perdata “Penetapan denda dimaksudkan untuk mengganti biaya, kerugian dan bunga yang diderita kreditur karena tidak dipenuhinya perjanjian pokok”.

METODE PENELITIAN

  • Jenis dan Sifat Penelitian
  • Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Perusahaan laundry hanya memberikan jawaban jika pakaian diharapkan untuk ditukar dengan pengguna laundry lain dan meminta diberi waktu 2 hari untuk mencari pakaian yang hilang. Setelah itu, laundromat hanya mengganti setengah harga pakaian yang hilang kepada Yeni dan merasa tidak puas dengan pertanggungjawaban yang dilakukan oleh laundromat. Jelas dari tanggapan pihak laundry tidak ada jaminan tanggung jawab yang akan dilakukan, dimana pihak laundry akan mengembalikan pakaian yang hilang jika ada konsumen lain yang mengembalikan pakaian yang diyakini telah tertukar.

Jadi, dalam hal ini pihak laundry wajib mengganti kerugian baik materi maupun non materi. Artinya pihak laundry tidak memahami asas tanggung jawab hukum dalam usaha laundry yang timbul karena perjanjian/kontrak adalah kewajiban berdasarkan kesepakatan yaitu kewajiban membayar kerugian akibat perbuatan yang tidak sesuai dengan perjanjian. Sehingga atas kerusakan yang terjadi pada pakaian, pemilik laundry atau laundry tidak bertanggung jawab mengganti konsumen.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab IV, disimpulkan bahwa Pertanggungjawaban Hukum dalam Usaha Laundry belum dilakukan oleh Jasa Laundry Fitha Laundry Kelurahan Ganjar Asri Kecamatan Metro Barat.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Sekilas Tentang Fitha Laundry

Berada di lokasi yang sangat strategis membuat Fitha Laundry ramai dikunjungi konsumen karena berada di lingkungan sekolah dan sangat mudah dijangkau warga sekitar karena berada di pinggir jalan. Layanan yang tersedia di Fitha Laundry ada empat layanan dengan sistem yang berbeda diantaranya pertama layanan laundry reguler yang menawarkan layanan dengan harga ekonomis. Layanan laundry biasa adalah laundry dengan harga Rp.5000/kg. Layanan ini memakan waktu sekitar 3-5 hari.82.

Layanan ini dikenakan biaya Rp 6000/kg Layanan laundry ekspres merupakan salah satu yang paling banyak digunakan oleh konsumen karena waktu pengerjaannya yang cepat. Layanan ini biayanya Rp 8000/kg, memang tidak semua pakaian bisa di-dry clean, hanya pakaian yang terbuat dari bahan khusus atau label, harga tergantung dari bahan pakaian yang dicuci. Layanan ini menjanjikan penyelesaian barang dalam waktu 2-3 hari setelah menempatkan barang di laundry dan biaya layanan ini Rp 3500/kg.

Tanggung Jawab Hukum dalam Usaha Laundry Fitha Laundry Kelurahan Ganjar Asri Kecamatan Metro Barat.

Tanggung Jawab Hukum Dalam Bisnis Laundry di

Yang pertama berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh Yeni sebagai pengguna laundry di Fitha Laundry. Yeni merupakan pengguna jasa Fitha Laundry, sudah hampir 1 tahun menjadi pelanggan Fitha Laundry, Yeni memilih jasa Fitha Laundry karena lokasinya cukup strategis dan pelayanannya cukup ramah. Dari kasus di atas dapat dilihat bahwa Fitha Laundry belum memenuhi ketentuan yang berlaku dalam menjalankan usahanya.

Sempat mengalami kerugian saat mencuci baju di Fitha Laundry, kasus yang menimpa Selfi, kronologis Selfi adalah seorang mahasiswa yang meminta ganti rugi kepada pemilik Fitha Laundry karena bajunya rusak yaitu warna baju lain luntur. Dari kasus di atas dapat dilihat bahwa Fitha Laundry dalam menjalankan kegiatannya tidak mengindahkan peraturan yang ada yaitu Pasal 1366 KUH Perdata yang menyatakan bahwa “setiap orang bertanggung jawab, tidak hanya atas kerugian yang diakibatkan oleh kerugian tersebut. , tetapi juga atas kerugian yang disebabkan oleh kelalaian atau kecerobohan.” 88 Hal ini terlihat dari kurangnya inisiatif dari pihak laundry untuk mengecek satu persatu pakaian konsumen untuk mencegah terjadinya pemutihan dimana tidak semua konsumen mengetahui bahan yang dapat luntur atau rawan luntur. Budi adalah pengguna jasa di Fitha Laundry, sudah hampir 2 tahun menjadi pelanggan di Fitha Laundry. Bud memilih jasa di Fitha Laundry karena di lokasi tersebut hanya ada satu laundry, dan pelayanannya cukup ramah.

Berdasarkan kasus tersebut, Fitha Laundry dalam menjalankan usahanya melanggar peraturan yang ada yaitu Pasal 1366 KUH Perdata.

Analisis

Kekeliruan yang dimaksud adalah unsur yang bertentangan dengan undang-undang 92 Karena pada kasus yang menimpa konsumen yaitu pada saat menerima pakaian ternyata pakaian tersebut tidak ada menurut keterangan dari laundry. ada orang lain yang mengambilnya, tetapi tidak menggunakan nota, dan penatu mengantarkan pakaian yang telah dicuci tanpa sepengetahuan konsumen, hal ini merupakan kesalahan yang diakibatkan oleh kelalaian dan kecerobohan yang mengakibatkan kerugian konsumen. Sesuai dengan waktu yang telah ditentukan yaitu pada tanggal 26.04.2018 customer datang untuk mengambil baju yang sudah dicuci, kemudian terjadi juga dengan Budi pada tanggal 04.01.2018, baju yang dia cuci sebagian hilang yaitu celana merk Loiss Levis . , konsumen tidak menemukan pakaian tersebut, kemudian terjadi perselisihan antara laundry dan konsumen, memorandum tersebut menjelaskan poin ketiga yang tertulis. Kami tidak melakukan komplain setelah meninggalkan tempat penjualan." Atas dasar itu, konsumen meminta ganti rugi kepada penatu, tetapi penatu hanya mengganti setengah dari kerugian konsumen.

Saat selfie dicek ternyata ada kerusakan berupa baju yang luntur, dan selfie mencoba konfirmasi ke laundry setelah terjadi kerusakan pada baju tersebut. Namun pihak laundry membantah bahwa kerusakan tersebut bukan disebabkan oleh pihak laundry, melainkan karena kelalaian konsumen yang tidak memberitahukan terlebih dahulu bahwa pakaian tersebut luntur, dan hal tersebut dijelaskan pada poin kedua slip laundry” laundry sudah luntur karena sifat kain dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu bukan tanggung jawab kami", berarti bisa dilihat bisa terjadi ya. Dalam hal ini, pihak laundry harus bertanggung jawab atas kelalaian atau kecerobohan dalam klausula baku nota fitha laundry, dan diatur menurut pasal KUH Perdata, dimana pihak laundry harus bertanggung jawab jika terjadi kesalahan yang merugikan. konsumen.

Putri, Valeria Ayu Iko Riri Roman Bintara “Pelaksanaan Tanggung Jawab Pelaku Usaha Laundry Terhadap Konsumen Berdasarkan UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun”.

PENUTUP

Kesimpulan

Dan itu diatur dalam pasal 36,37,38 Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah, serta dalam pasal 313 angka (2) “jika ma'jur (barang) rusak selama pelaksanaan akad yang tidak terjadi karena kelalaian musta'jir (konsumen), maka mu'ajir (penatu) wajib menggantinya.

Saran

Gambar

FOTO DOKUMENTASI
Foto 1. Fitha Laundry
Foto 3. Tempat Pengambilan Laundry
Foto 4. Tempat Pengambilan Laundry
+6

Referensi

Dokumen terkait

Pasal 1867 KUH Perdata yang berbunyi: “Pembuktian dengan tulisan dilakukan dengan tulisan (akta) autentik suatu akta autentik jual beli tanah dapat dibatalkan

Cessie merupakan salah satu cara pengalihan piutang atas nama kepada pihak ketiga yang diatur dalam Pasal 613 KUH Perdata (Perdata, n.d.).Dalam pasal 613 KUH Perdata

Namun seringkali Nota Kesepahaman dibuat berdasarkan ketentuan pada Pasal 1338 ayat (1) KUH Perdata yang berbunyi: “Semua persetujuan yang dibuat secara sah

Ketentuan tersebut diatur di dalam Pasal 1551 ayat (2) KUH Perdata yang berbunyi: “Ia harus selama waktu sewa menyuruh melakukan pembetulan- pembetulan pada barang yang

"Persekutuan firma adalah setiap persekutuan perdata yang didirikan untuk menjalankan perusahaan dengan nama bersama".. Pengertian finna menurut pasal 1618 KUH Perdata

Pemborong bertanggung jawab atas tindakan orang-orang yang ia pekerjakan.53 Menurut KUH perdata Pasal 1601b berbunyi: “Pemborongan pekerjaan adalah perjanjian dengan mana pihak yang

Hal ini bertentangan dengan ketentuan dalam KUH Perdata Pasal 852 berbunyi Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.: “Anak-anak atau sekalian keturunan mereka, biar dilahirkan dari lain-lain

Perjanjian jual beli bersifat konsensual yang ditegaskan dalam Pasal 1458 KUH-Perdata, yang berbunyi: “Jual beli dianggap sudah terjadi setelah mereka mencapai kata sepakat tentang