Nama Dosen
Nama Dosen : Ni’ma : Ni’ma Meilani,SKM.,M.KeMeilani,SKM.,M.Kess
SURVEILANS KESEHATAN MASYARAKAT SURVEILANS KESEHATAN MASYARAKAT
Oleh Oleh NAMA
NAMA : : MEGAWATIMEGAWATI NPM
NPM : : 1471006614710066 KELAS
KELAS : : CC
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN
BAUBAU BAUBAU
2017 2017
Tugas 1 Tugas 1 1.
1.
Jelaskan perbedaan monitoring dan surveilansJelaskan perbedaan monitoring dan surveilans 2.
2.
Jelaskan hambatan-hambatan pelaksanaan surveilans epidemiologi di IndonesiaJelaskan hambatan-hambatan pelaksanaan surveilans epidemiologi di Indonesia 3.
3.
Sebut dan jelaskan ruang lingkup surveilansSebut dan jelaskan ruang lingkup surveilans 4.
4.
Sebutkan alasan surveilans diperlukanSebutkan alasan surveilans diperlukan 5.
5.
Sebutkan tujuan surveilansSebutkan tujuan surveilans 6.
6.
Sebutkan manfaat surveilansSebutkan manfaat surveilans 7.
7.
Jelaskan secara singkat sejarah dan definisi surveilansJelaskan secara singkat sejarah dan definisi surveilans Jawab :
Jawab : 1.
1.
Perbedaan monitoring dan surveilansPerbedaan monitoring dan surveilans
Monitoring yaitu pengamatan secara intermiten atau episodik sedangkan surveilans yaitu Monitoring yaitu pengamatan secara intermiten atau episodik sedangkan surveilans yaitu pengamatan secara kontinyu
pengamatan secara kontinyu 2.
2.
Ada beberapa hambatan surveillans epidemiologi, dintaranya:Ada beberapa hambatan surveillans epidemiologi, dintaranya:
a.
a.
Kerjasama lintas sektoralKerjasama lintas sektoral
Surveillens epidemiologi harus bekerjasama dengan berbagai sektor yang berkaitan Surveillens epidemiologi harus bekerjasama dengan berbagai sektor yang berkaitan dengan kesehatan, kerjasama tersebut membutuhkan partisipasi yang penuh untuk dengan kesehatan, kerjasama tersebut membutuhkan partisipasi yang penuh untuk tecapainya pemecahan masalah kesehatan, kadang kala sektor yang lain mempunyai tecapainya pemecahan masalah kesehatan, kadang kala sektor yang lain mempunyai pertisipasi yang rendah dalam kerjasama lintas sektoral tersebut.
pertisipasi yang rendah dalam kerjasama lintas sektoral tersebut.
b.
b.
Partisipasi masyarkat rendahPartisipasi masyarkat rendah
Surveillens epidemiologi yang memang menangani masalah kesehatan masyrakat Surveillens epidemiologi yang memang menangani masalah kesehatan masyrakat eharusnya benar-benar menggali informasi dari masyarakat dan penanganannyapun eharusnya benar-benar menggali informasi dari masyarakat dan penanganannyapun hasrus dengan masyarakat, sering dijumpai partsipasi masyarakat dalam pengambilan hasrus dengan masyarakat, sering dijumpai partsipasi masyarakat dalam pengambilan informasi dari petugas kesehatan berbelitbelit dan cenderung enutup-nutupi.
informasi dari petugas kesehatan berbelitbelit dan cenderung enutup-nutupi.
c.
c.
Sumber dayaSumber daya
Hambatan yang paling menonjol dari hasil penelitian ini adalah sumber daya manusia.
Hambatan yang paling menonjol dari hasil penelitian ini adalah sumber daya manusia.
Hambatan yang berhasil di identifikasi berdasarkan persepsi renponden adlah sebagai Hambatan yang berhasil di identifikasi berdasarkan persepsi renponden adlah sebagai berikut:
berikut:
Jumlah tenaga yang kurang untuk mengcover kegiatan PEJumlah tenaga yang kurang untuk mengcover kegiatan PE
Banyaknya tugas rangkap.Banyaknya tugas rangkap.
Sarana Komputer, biasanya komputer bergantian untuk menyelesaikan tugas lain.Sarana Komputer, biasanya komputer bergantian untuk menyelesaikan tugas lain.
d.
d.
Ilmu pengetahuan dan teknologiIlmu pengetahuan dan teknologi
Surveillans epidemiologi membutuhkan teknologi teknologi untuk mempercepat deteksi Surveillans epidemiologi membutuhkan teknologi teknologi untuk mempercepat deteksi din, analisis penanggulangan dan penanggulangan masalah kesehaatan, kondisi di din, analisis penanggulangan dan penanggulangan masalah kesehaatan, kondisi di lapangan seringkali tenologi di laboratorium sering lambat
lapangan seringkali tenologi di laboratorium sering lambat sehingga mengganggu tahapsehingga mengganggu tahap deteksi dini dan penanganan kasus akan terlambat.
deteksi dini dan penanganan kasus akan terlambat.
e.
e.
KebijakanKebijakan
Seringkali kebijakan dari pemerintah dirasa masih menghambat dalam pelaksanaan Seringkali kebijakan dari pemerintah dirasa masih menghambat dalam pelaksanaan surveilans. Contohnya saja baru ditangani apabila memang sudah menjadi KLB.
surveilans. Contohnya saja baru ditangani apabila memang sudah menjadi KLB.
Birokrasi pemerintahan yang rumit sering menjadi kendala dalam melakukan surveilans.
Birokrasi pemerintahan yang rumit sering menjadi kendala dalam melakukan surveilans.
Kebijakan yang belum dipahami petugas juga menjadi kendala dalam pelaksanaan Kebijakan yang belum dipahami petugas juga menjadi kendala dalam pelaksanaan surveilans.
surveilans.
f.
f.
DanaDana
Kegiatan surveilans ini tidak membutuhkan dana yang sedikit juga. Sering kali Kegiatan surveilans ini tidak membutuhkan dana yang sedikit juga. Sering kali permasalahan dana menjadi penghambat dalam melakukan surveilans.
permasalahan dana menjadi penghambat dalam melakukan surveilans.
g.
g.
Jarak dan TransportasiJarak dan Transportasi
Lokasi yang jauh dari perkotaan dan minimnya transportasi membuat kegiatan Lokasi yang jauh dari perkotaan dan minimnya transportasi membuat kegiatan surveilans terhambat. Sering kali jarak membuat kegiatan surveilans berlangsung surveilans terhambat. Sering kali jarak membuat kegiatan surveilans berlangsung
berhari-hari
berhari-hari karena karena transportasi transportasi yang yang minim minim dan dan jarak jarak yang yang jauh. jauh. Kondisi Kondisi jalan jalan jugajuga mempengaruhi.
mempengaruhi.
3.
3.
Ruang lingkup surveilans yiatuRuang lingkup surveilans yiatu a.
a.
Surveilans epidemiologi penyakit menularSurveilans epidemiologi penyakit menular
Merupakan analisis terus menerus dan sistematis terhadap penyakit menular dan faktor Merupakan analisis terus menerus dan sistematis terhadap penyakit menular dan faktor risiko untuk mendukung upaya pemberantasan penyakit menular.
risiko untuk mendukung upaya pemberantasan penyakit menular.
b.
b.
Surveilans epidemiologi penyakit tidak menularSurveilans epidemiologi penyakit tidak menular c.
c.
Merupakan analisis terus menerus dan sistematis terhadap penyakit tidak menular danMerupakan analisis terus menerus dan sistematis terhadap penyakit tidak menular dan faktor risiko untuk mendukung upaya pemberantasan penyakit tidak menular.
faktor risiko untuk mendukung upaya pemberantasan penyakit tidak menular.
d.
d.
Surveilans epidemiologi masalah kesehatanSurveilans epidemiologi masalah kesehatan
Merupakan analisis terus menerus dan sistematis terhadap masalah kesehatan dan faktor Merupakan analisis terus menerus dan sistematis terhadap masalah kesehatan dan faktor risiko untuk mendukung program-program kesehatan tersebut
risiko untuk mendukung program-program kesehatan tersebut e.
e.
Surveilans epidemiologi kesehatan lingkungan dan perilakuSurveilans epidemiologi kesehatan lingkungan dan perilaku Merupakan analisis
Merupakan analisis terus menerus dan terus menerus dan sistematis terhadap penyakit sistematis terhadap penyakit dan faktor dan faktor risikorisiko untuk mendukung program penyehatan lingkungan
untuk mendukung program penyehatan lingkungan f.
f.
Surveilans epidemiologi kesehatan matraSurveilans epidemiologi kesehatan matra
Merupakan analisis terus menerus dan sistematis terhadap masalah kesehatan dan faktor Merupakan analisis terus menerus dan sistematis terhadap masalah kesehatan dan faktor risiko untuk upaya mendukung program kesehatan matra
risiko untuk upaya mendukung program kesehatan matra 4.
4.
Alasan surveilans diperlukanAlasan surveilans diperlukan a.
a.
Beban penyakit tinggi, sehingga merupakan masalah penting kesehatan masyarakatBeban penyakit tinggi, sehingga merupakan masalah penting kesehatan masyarakat b.
b.
Terdapat tindakan kesmas yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebutTerdapat tindakan kesmas yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut c.
c.
Data relevan mudah diperolehData relevan mudah diperoleh d.
d.
Hasil yang diperoleh sepadan dengan upaya yang dilakukan (pertimbangan efisiensi)Hasil yang diperoleh sepadan dengan upaya yang dilakukan (pertimbangan efisiensi) 5.
5.
Tujuan surveilansTujuan surveilans
a.
a.
Memprediksi dan mendeteksi dini epidemi (outbreak)Memprediksi dan mendeteksi dini epidemi (outbreak)
b.
b.
Memonitor, mengevaluasi dan memperbaiki program pencegahan dan pengendalianMemonitor, mengevaluasi dan memperbaiki program pencegahan dan pengendalian penyakit.
penyakit.
c.
c.
Memasok informasi untuk penentuan prioritas, pengambilan kebijakan, perencanaan,Memasok informasi untuk penentuan prioritas, pengambilan kebijakan, perencanaan, implementasi, dan alokasi sumber daya kesehatan.
implementasi, dan alokasi sumber daya kesehatan.
d.
d.
Monitoring kecenderungan penyakit endemis dan mengestimasi dampak penyakitMonitoring kecenderungan penyakit endemis dan mengestimasi dampak penyakit dimasa mendatang
dimasa mendatang e.
e.
Mengidentifkasi kebutuhan riset dan investigasi lebih lanjut.Mengidentifkasi kebutuhan riset dan investigasi lebih lanjut.
6.
6.
Manfaat surveilansManfaat surveilans a.
a.
Dapat menjelaskan pola penyakit yang sedang berlangsungDapat menjelaskan pola penyakit yang sedang berlangsung b.
b.
Dapat melakukan monitoring kecenderungan penyakit endemisDapat melakukan monitoring kecenderungan penyakit endemis c.
c.
Dapat mempelajari riwayat alamiah penyakitDapat mempelajari riwayat alamiah penyakit d.
d.
Dapat memberikan informasi dan data dasar untuk proyeksi yankes dimasa datangDapat memberikan informasi dan data dasar untuk proyeksi yankes dimasa datang e.
e.
Dapat memantau pelaksanaan & daya guna program pengendalianDapat memantau pelaksanaan & daya guna program pengendalian f.
f.
Dapat membantu menetapkan prioritas masalah kesehatanDapat membantu menetapkan prioritas masalah kesehatan g.
g.
Dapat mengidentifikasi kelompok risiko tinggiDapat mengidentifikasi kelompok risiko tinggi 7.
7.
Sejarah dan definisi surveilansSejarah dan definisi surveilans
Ada enam masa perkembangan surveilans Ada enam masa perkembangan surveilans a.
a.
Abad Ke Empat Belas dan Lima BelasAbad Ke Empat Belas dan Lima Belas
Dimulainya beberapa tindakan yang dianggap sebagai tindakan surveilans antara lain Dimulainya beberapa tindakan yang dianggap sebagai tindakan surveilans antara lain pada
pada tahun tahun 1348 1348 saat saat terjadi terjadi wabah wabah penyakit penyakit pneumonia pneumonia (Pneumonia (Pneumonia plague)plague) diangkatlah pengawas kesehatan di negara republik
diangkatlah pengawas kesehatan di negara republik Venesia yang tugasnya mendeteksiVenesia yang tugasnya mendeteksi dan menolak penumpang yang terkena penyakit ini. Lalu tahun 1377 di Marseilles dan dan menolak penumpang yang terkena penyakit ini. Lalu tahun 1377 di Marseilles dan di Venise tahun 1403 dilakukan tindakan penahanan atau dikenal sebagai tindakan di Venise tahun 1403 dilakukan tindakan penahanan atau dikenal sebagai tindakan karantina yang pertama kali dilakukan bagi penderita dan yang diduga sebagai penyebar karantina yang pertama kali dilakukan bagi penderita dan yang diduga sebagai penyebar
penyakit ini.
penyakit ini.
b.
b.
Abad Ke Enam belasAbad Ke Enam belas Undang
Undang – – undang kematian di London atau lebih dikenal dengan “London Bills ofundang kematian di London atau lebih dikenal dengan “London Bills of Mortality” pada tahun 1532, namun untuk bidang kesehatan masyarakat beberapa abad Mortality” pada tahun 1532, namun untuk bidang kesehatan masyarakat beberapa abad kemudian manfaat ilmiahnya baru dirasakan, dan di perkenalkan oleh Jhon Graunt kemudian manfaat ilmiahnya baru dirasakan, dan di perkenalkan oleh Jhon Graunt c.
c.
Abad Ke Tujuh BelasAbad Ke Tujuh Belas
Pada abad ini pencatatan dilakukan secara sporadis dan hanya dilakukan bila ada wabah Pada abad ini pencatatan dilakukan secara sporadis dan hanya dilakukan bila ada wabah pes, y
pes, yang dang dilaporkan setip ilaporkan setip minggunya minggunya tentang orangtentang orang – – orang yang dikubur dan penyebab orang yang dikubur dan penyebab kematiannya, lalu di susun laporan statistik kematian dari beberapa paroki dan kematiannya, lalu di susun laporan statistik kematian dari beberapa paroki dan interpretasikan bagaimana keadaan
interpretasikan bagaimana keadaan wabah pes di wabah pes di kota london. kota london. Laporan ilmiah Laporan ilmiah pertamapertama disusun oleh Jhon Graunt pada tahun 1
disusun oleh Jhon Graunt pada tahun 1662, 662, beliau memperlajari konsep jumlah dan polabeliau memperlajari konsep jumlah dan pola penyakit
penyakit secara secara epidemiolagis, epidemiolagis, dalam dalam buku buku yang yang berjudulberjudul Natural Natural and and PoliticalPolitical Observation on the Bills of Moryality
Observation on the Bills of Moryality d.
d.
Abad Ke Delapan BelasAbad Ke Delapan Belas
Tahun 1776 Johan Peter Frank Melaksanakan tindakan surveilans dengan mengangkat Tahun 1776 Johan Peter Frank Melaksanakan tindakan surveilans dengan mengangkat polisi kesehatan
polisi kesehatan di Jerman, di Jerman, yang yang tugasnya tugasnya berkaitan dengan berkaitan dengan pengawasan kesehatan pengawasan kesehatan anakanak sekolah, pencegahan Kecelakaan, pengawasan kesehatan ibu dan Anak, pemeliharaan sekolah, pencegahan Kecelakaan, pengawasan kesehatan ibu dan Anak, pemeliharaan sanitasi air dan limbah. Yang dikemudian disusun menjadi buku yang menyajikan secara sanitasi air dan limbah. Yang dikemudian disusun menjadi buku yang menyajikan secara jelas dan rinci tentang kebijaksanaan dalam kesehatan.
jelas dan rinci tentang kebijaksanaan dalam kesehatan.
e.
e.
Abad ke Sembilan BelasAbad ke Sembilan Belas
Dalam buku “ Superintendant of statistical Departement of the General Registrar’s Dalam buku “ Superintendant of statistical Departement of the General Registrar’s Office” pada tahun 1839 –
Office” pada tahun 1839 – 1879 di Inggris William Farr mengumpulkan, mengolah, 1879 di Inggris William Farr mengumpulkan, mengolah, menganalisa, dan menginterpretasikan statistik Vital serta menyebarluaskan hasilnya menganalisa, dan menginterpretasikan statistik Vital serta menyebarluaskan hasilnya dalam bentuk laporan mingguan, bulanan, da tahunan. Karena Wiliian Farr dikenal dalam bentuk laporan mingguan, bulanan, da tahunan. Karena Wiliian Farr dikenal sebagai pendiri Konsep Surveilans secara modern
sebagai pendiri Konsep Surveilans secara modern
f.
f.
Abad Dua PuluhAbad Dua Puluh
Peningkatan pemakaian konsep surveilans untuk pendekatan epidemi dan pencegahan Peningkatan pemakaian konsep surveilans untuk pendekatan epidemi dan pencegahan penyakit mulai dikenal pada abad dua puluh. Sebenarnya beberapa ne
penyakit mulai dikenal pada abad dua puluh. Sebenarnya beberapa negara sudah mulaigara sudah mulai dari tahun 1878, dan tahun 1925 di amerika semua negara bagaian harus melaporkan dari tahun 1878, dan tahun 1925 di amerika semua negara bagaian harus melaporkan beberapa penyak
beberapa penyakit seperti penyakitit seperti penyakit – – penyakit infeksi, demam kuning, pes dan cacar air. penyakit infeksi, demam kuning, pes dan cacar air.
Dan untuk saat ini penyakit yang dilaporkan bertambah banyak termasuk HIV dan Dan untuk saat ini penyakit yang dilaporkan bertambah banyak termasuk HIV dan AIDS.
AIDS.
Definsis Surveilans Definsis Surveilans
CDC (1996): Pengumpulan, analisis dan interpretasi data kesehatan secara sistematis dan CDC (1996): Pengumpulan, analisis dan interpretasi data kesehatan secara sistematis dan terus-menerus, yang diperlukan untuk perencanaan, implementasi dan evaluasi upaya terus-menerus, yang diperlukan untuk perencanaan, implementasi dan evaluasi upaya kesehatan masyarakat, dipadukan dengan diseminasi data secara tepat waktu kepada pihak- kesehatan masyarakat, dipadukan dengan diseminasi data secara tepat waktu kepada pihak- pihak yang perlu mengetahuiny
pihak yang perlu mengetahuinyaa
Tugas 2 Tugas 2 1.
1.
Sebut dan jelaskan 3 elemen surveilansSebut dan jelaskan 3 elemen surveilans 2.
2.
Sebutkan sumber data surveilansSebutkan sumber data surveilans 3.
3.
Sebutkan sumber daya yang harus ada dalam pelaksanaan surveilansSebutkan sumber daya yang harus ada dalam pelaksanaan surveilans 4.
4.
Jelaskan tentang indikator data yang dibutuhkan dalam surveilansJelaskan tentang indikator data yang dibutuhkan dalam surveilans Jawab :
Jawab : 1.
1.
Elemen Surveilans YaituElemen Surveilans Yaitu a.
a.
Pengumpulan DataPengumpulan Data
Dikumpulkan secara sistematis & seragamDikumpulkan secara sistematis & seragam
Pengumpulan data mempunyai format tersendiri yang akurat & objektifPengumpulan data mempunyai format tersendiri yang akurat & objektif
Data dapat bersifat harian, mingguan, bulanan & tahunanData dapat bersifat harian, mingguan, bulanan & tahunan
Dilakukan secara pasif & aktifDilakukan secara pasif & aktif
Data yang dikumpulkan disesuaikan dengan tujuan dari sistem surveilansData yang dikumpulkan disesuaikan dengan tujuan dari sistem surveilans b.
b.
Analisis dan interpretasiAnalisis dan interpretasi
Melalui teknik analisis : epidemiologi dan statistikMelalui teknik analisis : epidemiologi dan statistik
Analisis secara epidemiologi : orang, tempat dan Analisis secara epidemiologi : orang, tempat dan waktuwaktu
Analisis yang tidak lengkap akan menghasilkan interprestasi epidemiologi yangAnalisis yang tidak lengkap akan menghasilkan interprestasi epidemiologi yang kurang baik, misal data kejadian dan distribusi penyakit tidak jelas
kurang baik, misal data kejadian dan distribusi penyakit tidak jelas c.
c.
Feedback dan diseminasiFeedback dan diseminasi
Sumber data ySumber data yang ang diperlukan untuk diperlukan untuk SE termasuk RSE termasuk RS, Puskesmas, LS, Puskesmas, Laboratoriumaboratorium untuk statistik dan lain-lain
untuk statistik dan lain-lain
Data direkomendasikan sebagai hasil kegiatan SE disampaikan kepada pihak-pihakData direkomendasikan sebagai hasil kegiatan SE disampaikan kepada pihak-pihak yang dapat melakukan tindakan penanggulangan penyakit/ uapaya peningkatan yang dapat melakukan tindakan penanggulangan penyakit/ uapaya peningkatan kesehatan atau pertukaran data dalam jejaring SE.
kesehatan atau pertukaran data dalam jejaring SE.
2.
2.
Sumber data surveilansSumber data surveilans a.
a.
Data MortalitasData Mortalitas b.
b.
Data MorbiditasData Morbiditas c.
c.
Data EpidemikData Epidemik d.
d.
Laporan LaboratoriumLaporan Laboratorium e.
e.
Laporan investigasi kasus secara individualLaporan investigasi kasus secara individual f.
f.
Laporan investigasi epidemikLaporan investigasi epidemik g.
g.
Survey khususSurvey khusus h.
h.
Informasi binatang sebagai reservoir dan vektorInformasi binatang sebagai reservoir dan vektor i.
i.
Data demografiData demografi j.
j.
Data LingkunganData Lingkungan 3.
3.
Sumber daya yang harus ada dalam pelaksanaan surveilansSumber daya yang harus ada dalam pelaksanaan surveilans a.
a.
Sumber daya manusiaSumber daya manusia b.
b.
Sumber daya saranaSumber daya sarana c.
c.
Sumber daya pembiayaanSumber daya pembiayaan 4.
4.
indikator data yang dibutuhkan dalam surveilansindikator data yang dibutuhkan dalam surveilans
Diperlukan sebagai standar untuk menjawab suatu permasalahan kesehatan agar dapat Diperlukan sebagai standar untuk menjawab suatu permasalahan kesehatan agar dapat dibuat suatu keputusan.
dibuat suatu keputusan.
Bertujuan untuk mengembangkan strategi dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat Bertujuan untuk mengembangkan strategi dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat Kegunaan Indikator:
Kegunaan Indikator:
Menentukan batasan suatu masalahMenentukan batasan suatu masalah
Menentukan keseriusan suatu masalahMenentukan keseriusan suatu masalah
Sebagai alat evaluasi kegiatanSebagai alat evaluasi kegiatan
Tugas 3 Tugas 3 1.
1.
Sebutkan langkah-langkah surveilansSebutkan langkah-langkah surveilans 2.
2.
Sebutkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengumpulan data surveilansSebutkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengumpulan data surveilans 3.
3.
Sebutkan cara analisis data dan kegunaan analisis data dalam pelaksanaan surveilansSebutkan cara analisis data dan kegunaan analisis data dalam pelaksanaan surveilans 4.
4.
Sebutkan tujuan dan sasaran dilakukannya diseminasi informasi dalam pelaksanaanSebutkan tujuan dan sasaran dilakukannya diseminasi informasi dalam pelaksanaan surveilans
surveilans 5.
5.
Sebutkanlan pembagian tugas dalam kegiatan surveilans mulai dari tingkat puskesmasSebutkanlan pembagian tugas dalam kegiatan surveilans mulai dari tingkat puskesmas kabupaten/kota, tingkat provinsi dan tingkat nasional
kabupaten/kota, tingkat provinsi dan tingkat nasional Jawab :
Jawab : 1.
1.
langkah-langkah surveilans yaitulangkah-langkah surveilans yaitu a.
a.
Spesifikasi tujuan surveilansSpesifikasi tujuan surveilans b.
b.
Penentuan definisi kasusPenentuan definisi kasus c.
c.
Menentukan sumber dataMenentukan sumber data d.
d.
Pengumpulan dan pengolahan dataPengumpulan dan pengolahan data e.
e.
Analisis dan interpretasi dataAnalisis dan interpretasi data 2.
2.
hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengumpulan data surveilanshal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengumpulan data surveilans a.
a.
kasus yang tepat, sesuai kriteriakasus yang tepat, sesuai kriteria b.
b.
pencatatan cermat, jangan banyak missing dan tidak b pencatatan cermat, jangan banyak missing dan tidak bisa dibacaisa dibaca c.
c.
format tersedia dengan baik dan cukupformat tersedia dengan baik dan cukup d.
d.
instrumen dimengerti petugasinstrumen dimengerti petugas e.
e.
penyimpanan data yang baik, penyimpanan data yang baik, kebenaran,ketepatan, dan kelengkapankebenaran,ketepatan, dan kelengkapan f.
f.
harus ada sistem pengiriman yang benar dan jelasharus ada sistem pengiriman yang benar dan jelas
3.
3.
Cara analisis data dan kegunaan analisis data dalam pelaksanaan surveilansCara analisis data dan kegunaan analisis data dalam pelaksanaan surveilans a.
a.
Cara analisisCara analisis
Dilakukan dengan cara mendeskripsikan data epidemiologi untuk mendapatkan Dilakukan dengan cara mendeskripsikan data epidemiologi untuk mendapatkan gambaran umum dengan melihat distribusi berdasarkan waktu, tempat dan orang
gambaran umum dengan melihat distribusi berdasarkan waktu, tempat dan orang Dilakukan dengan tampilan tabel, grafik, maping
Dilakukan dengan tampilan tabel, grafik, maping b.
b.
Kegunaan analisis dataKegunaan analisis data
Mengidentifkasi pola penykitMengidentifkasi pola penykit
Mengidentifikasi penyebab penyakit atau kematianMengidentifikasi penyebab penyakit atau kematian 4.
4.
Tujuan dan sasaran dilakukannya diseminasi informasi dalam pelaksanaan surveilansTujuan dan sasaran dilakukannya diseminasi informasi dalam pelaksanaan surveilans a.
a.
TujuanTujuan
Memberikan informasi tentang tingkat risikoMemberikan informasi tentang tingkat risiko
Memberikan informasi tentang luas atau besarnya risikoMemberikan informasi tentang luas atau besarnya risiko b.
b.
Sasaran dilakukannya desiminasiSasaran dilakukannya desiminasi Keluarnya keputusan
Keluarnya keputusan 5.
5.
Pembagian tugas dalam kegiatan surveilans mulai dari tingkat puskesmas kabupaten/kota,Pembagian tugas dalam kegiatan surveilans mulai dari tingkat puskesmas kabupaten/kota, tingkat provinsi dan tingkat nasional
tingkat provinsi dan tingkat nasional a.
a.
Tingkat PuskesmasTingkat Puskesmas
Diskusi kasus (mulai dari awal, membuat definisi kasus) Diskusi kasus (mulai dari awal, membuat definisi kasus)
Pengobatan (upaya preventif,promotif)Pengobatan (upaya preventif,promotif)
Pelaporan (proses pengumpulan data)Pelaporan (proses pengumpulan data)
Analisis sederhana (analisis secara sederhana di tingkat puskesmas)Analisis sederhana (analisis secara sederhana di tingkat puskesmas) b.
b.
Tingkat kabupaten/Kota dan provinsiTingkat kabupaten/Kota dan provinsi
AnalisisAnalisis
Investigasi (dilihat hasil atau gambaran analisis)Investigasi (dilihat hasil atau gambaran analisis)
Konfirmasi (kepada pemberi laporan)Konfirmasi (kepada pemberi laporan)
PelaporanPelaporan
Tindakan pencegahan dan penanggulanganTindakan pencegahan dan penanggulangan
Perencanaan dan danaPerencanaan dan dana
Umpan balikUmpan balik c.
c.
Tingkat nasionalTingkat nasional
Analisis (secara keseluruhan)Analisis (secara keseluruhan)
Investigasi (sudah tercapai atau belum)Investigasi (sudah tercapai atau belum)
KonfirmasiKonfirmasi
PelaporanPelaporan
Tindakan pencegahan dan penanggulanganTindakan pencegahan dan penanggulangan
Perencanaan dan danaPerencanaan dan dana
Umpan balikUmpan balik
Tugas 4 Tugas 4 1.
1.
Sebutkan masalah umum yang biasa terjadi dalam surveilansSebutkan masalah umum yang biasa terjadi dalam surveilans 2.
2.
Sebutkan tujuan dari evaluasi surveilansSebutkan tujuan dari evaluasi surveilans 3.
3.
Sebutkan 2 jenis evaluasi surveilansSebutkan 2 jenis evaluasi surveilans 4.
4.
Sebut dan jelaskan atribut sistem surveilansSebut dan jelaskan atribut sistem surveilans 5.
5.
Jelaskan mengapa atribut kesederhanaan dalam surveilans saling berkaitan dengan atributJelaskan mengapa atribut kesederhanaan dalam surveilans saling berkaitan dengan atribut akseptability dan time lines ?
akseptability dan time lines ? Jawab :
Jawab : 1.
1.
Masalah umum surveilans:Masalah umum surveilans:
a.
a.
Data sering tidak tepat waktuData sering tidak tepat waktu b.
b.
Data tidak lengkapData tidak lengkap c.
c.
Data tidak representatifData tidak representatif 2.
2.
Tujuan dari evaluasi surveilansTujuan dari evaluasi surveilans
Menjamin bahwa permasalahan kesehatan kesehatan dipantau secara efektif & efisienMenjamin bahwa permasalahan kesehatan kesehatan dipantau secara efektif & efisien
Mengetahui kualitas informasi yang dihasilkan oleh sistem surveilansMengetahui kualitas informasi yang dihasilkan oleh sistem surveilans
Mengetahui peran & dampak surveilans dalam menunjang tujuan program kesehatan &Mengetahui peran & dampak surveilans dalam menunjang tujuan program kesehatan &
pembuatan kebijakan pembuatan kebijakan
Mengetahui kelebihan & kekurangan sistem surveilans yang sedang berjalan Mengetahui kelebihan & kekurangan sistem surveilans yang sedang berjalan
Mengetahui manfaat surveilans bagiMengetahui manfaat surveilans bagi stakeholder stakeholder 3.
3.
Jenis evaluasi surveilansJenis evaluasi surveilans a.
a.
Evaluasi sistem surveilansEvaluasi sistem surveilans b.
b.
Evaluasi data/Analisis surveilansEvaluasi data/Analisis surveilans 4.
4.
Atribut sistem surveilansAtribut sistem surveilans a.
a.
Kesederhanaan (simplicity), menyangkut struktur dan kemudahan operasionalnya.Kesederhanaan (simplicity), menyangkut struktur dan kemudahan operasionalnya.
b.
b.
Fleksibel (flexibility), dapat beradaptasi/menyesuaikan diri dengan perubahan informasiFleksibel (flexibility), dapat beradaptasi/menyesuaikan diri dengan perubahan informasi yang diperlukan atau perubahan pelaksanaan tanpa harus merubah seluruh alur system yang diperlukan atau perubahan pelaksanaan tanpa harus merubah seluruh alur system yang sudah ada.
yang sudah ada.
c.
c.
Dapat diterima (acceptability), merupakan refleksi dari individu atau perorangan danDapat diterima (acceptability), merupakan refleksi dari individu atau perorangan dan organisasi atau unit untuk ikut serta dalam system surveilans.
organisasi atau unit untuk ikut serta dalam system surveilans.
d.
d.
Sensivitas (Sensivity), sensivitas dapat dilihat Sensivitas (Sensivity), sensivitas dapat dilihat terhadap dua tingkatan : 1) Pada tindakanterhadap dua tingkatan : 1) Pada tindakan laporan kasus, proporsi dari masalah kesehatan yang dapat diketahui oleh system laporan kasus, proporsi dari masalah kesehatan yang dapat diketahui oleh system surveilans dapat diamati dan dinilai dengan ukuran tertentu. 2) Sistem dapat dinilai surveilans dapat diamati dan dinilai dengan ukuran tertentu. 2) Sistem dapat dinilai terhadap kemampuannya untuk mengetahui epidemic dan tingkat kebenarannya dalam terhadap kemampuannya untuk mengetahui epidemic dan tingkat kebenarannya dalam menentukan masalah kesehatan terhadap masalah yang sebenarnya ada dalam menentukan masalah kesehatan terhadap masalah yang sebenarnya ada dalam masyarakat..
masyarakat..
e.
e.
Nilai ramal Nilai ramal positif (predictive positif (predictive value positive), value positive), adalah propoadalah proporsi dari rsi dari penduduk penduduk yang yang dapatdapat diidentifikasi sebagai kasus, yang dapat dinilai oleh system surveilans tersebut yang diidentifikasi sebagai kasus, yang dapat dinilai oleh system surveilans tersebut yang sesungguhnya mempunyai masalah kesehatan. Dan seberapa nilai kebenaran tersebut sesungguhnya mempunyai masalah kesehatan. Dan seberapa nilai kebenaran tersebut dapat dihasilkan oleh system surveilans.
dapat dihasilkan oleh system surveilans.
f.
f.
Representative, system dikatakan representative bila secara benar dapatRepresentative, system dikatakan representative bila secara benar dapat menggambarkan : 1) Kejadian dari masalah kesehatan sepanjang waktu 2) Distribusi menggambarkan : 1) Kejadian dari masalah kesehatan sepanjang waktu 2) Distribusi masalah tersebut menurut tempat dan orang
masalah tersebut menurut tempat dan orang g.
g.
Ketepatan waktu (timeliness), dapat dinilai dari Ketepatan waktu (timeliness), dapat dinilai dari waktu yang diperlukan untuk mengikutiwaktu yang diperlukan untuk mengikuti alur system tersebut atau ketepatan waktu dalam memberikan informasi yang alur system tersebut atau ketepatan waktu dalam memberikan informasi yang memerlukan tindakan segera.
memerlukan tindakan segera.
5.
5.
Atribut kesederhanaan dalam surveilans saling berkaitan dengan atribut akseptability danAtribut kesederhanaan dalam surveilans saling berkaitan dengan atribut akseptability dan time lines karena kesederhanaan erat kaitannya dengan time lines sehingga akan time lines karena kesederhanaan erat kaitannya dengan time lines sehingga akan mempengaruhi jumlah sumber daya atau sumber dana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan mempengaruhi jumlah sumber daya atau sumber dana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan sistem surveilans itu.
sistem surveilans itu.
Tugas 5 Tugas 5
1.
1.
Jelaskan yang di maksud dengan KLB,WABAH dan SCREENINGJelaskan yang di maksud dengan KLB,WABAH dan SCREENING 2.
2.
Sebutkan kriteriaKLB dan kriteria WABAHSebutkan kriteriaKLB dan kriteria WABAH 3.
3.
Jelaskan mengapa WABAH berarti KLB tapi tidak semua KLB adalah WABAHJelaskan mengapa WABAH berarti KLB tapi tidak semua KLB adalah WABAH 4.
4.
Sebutkan tujuan penyelidikan KLBSebutkan tujuan penyelidikan KLB 5.
5.
Jelaskan cara pelacakan atau penentuan KLBJelaskan cara pelacakan atau penentuan KLB 6.
6.
Sebutkan dan jelaskan dasar pemikiran di lakukan SCREENINGSebutkan dan jelaskan dasar pemikiran di lakukan SCREENING 7.
7.
Sebutkan tujuan dan sasaran dalam pelaksanaan SCREENINGSebutkan tujuan dan sasaran dalam pelaksanaan SCREENING 8.
8.
Sebut dan jelaskan macam-macam SCREENINGSebut dan jelaskan macam-macam SCREENING 9.
9.
Sebutkan syarat-syarat yang harus di perhatikan dalam melakukan SCREENINGSebutkan syarat-syarat yang harus di perhatikan dalam melakukan SCREENING Jawab :
Jawab : 1.
1.
Pengertian KLB, WABAH dan SCREENINGPengertian KLB, WABAH dan SCREENING a.
a.
Pengertian KLBPengertian KLB Kejadian Luar
Kejadian Luar Biasa (KLB) Biasa (KLB) adalah timbulnyadalah timbulnya suatu a suatu kejadiankesakitan/kematian dankejadiankesakitan/kematian dan atau meningkatnya suatu kejadian kesakitan/kematian yang bermakna secara atau meningkatnya suatu kejadian kesakitan/kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu kelompok penduduk dalam kurun waktu tertentu (Undang- epidemiologis pada suatu kelompok penduduk dalam kurun waktu tertentu (Undang- undang Wabah, 1969).
undang Wabah, 1969).
b.
b.
Pengertian WABAHPengertian WABAH
Wabah adalah peningkatan kejadian kesakitan/kematian, yang meluas secara cepat baik Wabah adalah peningkatan kejadian kesakitan/kematian, yang meluas secara cepat baik dalam jumlah kasus maupun luas daerah penyakit, dan dapat menimbulkan malapetaka.
dalam jumlah kasus maupun luas daerah penyakit, dan dapat menimbulkan malapetaka.
(Undang-undang Wabah, 1969).
(Undang-undang Wabah, 1969).
c.
c.
Pengertian SCREENINGPengertian SCREENING
Screening adalah suatu strategi yang di gunakan dalam suatu populasi untuk mendeteksi Screening adalah suatu strategi yang di gunakan dalam suatu populasi untuk mendeteksi penyakit pada
penyakit pada individu tanpa individu tanpa tanda-tanda atau gejala tanda-tanda atau gejala penyakit itu, penyakit itu, atau suatu uatau suatu usaha sertasaha serta aktif untuk mendeteksi atau mencari penderita penyakit tertentu melalui suatu tes atau aktif untuk mendeteksi atau mencari penderita penyakit tertentu melalui suatu tes atau
pemeriksaan yang
pemeriksaan yang secara sisecara singkat dan sngkat dan sederhana dapat ederhana dapat memisahkan mereka memisahkan mereka yang sehatyang sehat terhadap mereka yang kemungkinan besar menderita, yang selanjutnya di proses melalui terhadap mereka yang kemungkinan besar menderita, yang selanjutnya di proses melalui diagnosis dan pengobatan.
diagnosis dan pengobatan.
2.
2.
Kriteria KLB dan kriteri WABAHKriteria KLB dan kriteri WABAH a.
a.
Kriteri a KLBKriteri a KLB
Meningkatnya suatu kasus sebesar 3x berturut Meningkatnya suatu kasus sebesar 3x berturut turut selama 3 kurun waktu berturut-turut selama 3 kurun waktu berturut- turut.
turut.
Peningkatan kasus sebesar 2x lipat dibandingkan dengan rata-rata per bulan padaPeningkatan kasus sebesar 2x lipat dibandingkan dengan rata-rata per bulan pada tahun sebelumnya.
tahun sebelumnya.
Peningkatan CFR sebesar 50% bila Peningkatan CFR sebesar 50% bila dibandingkan dengan CFR bulan sebelumnya.dibandingkan dengan CFR bulan sebelumnya.
Peningkatan suatu kasus pada suatu wilayah yang telah dinyatakan endemis Peningkatan suatu kasus pada suatu wilayah yang telah dinyatakan endemis terhadapterhadap penyakit tersebut.
penyakit tersebut.
Munculnya kembali suatu kasus yang telah dinyatakan bebas selama 4 kurun waktuMunculnya kembali suatu kasus yang telah dinyatakan bebas selama 4 kurun waktu berturut-turut.
berturut-turut.
Munculnya suatu kasus yang sebelumnya tidak pernah teridentifikasiMunculnya suatu kasus yang sebelumnya tidak pernah teridentifikasi
Adanya atau munculnya kasus keracunan.Adanya atau munculnya kasus keracunan.
b.
b.
Kriteria WABAHKriteria WABAH
Meningkatnya suatu kasus sebesar 3x berturut-turut selama 3 kurun waktu berturut-Meningkatnya suatu kasus sebesar 3x berturut-turut selama 3 kurun waktu berturut- turut.
turut.
Peningkatan kasus sebesar 2x lipat dibandingkan dengan rata-rata per bulan padaPeningkatan kasus sebesar 2x lipat dibandingkan dengan rata-rata per bulan pada tahun sebelumnya.
tahun sebelumnya.
Peningkatan CFR sebesar 50% bila Peningkatan CFR sebesar 50% bila dibandingkan dengan CFR bulan sebelumnya.dibandingkan dengan CFR bulan sebelumnya.
3.
3.
Mengapa WABAH berarti KLB tapi tidak semua KLB adalah WABAHMengapa WABAH berarti KLB tapi tidak semua KLB adalah WABAH
Karena KLB hanya sebatas peningkatan kasus kesakitan atau kematian sedangkan WABAH Karena KLB hanya sebatas peningkatan kasus kesakitan atau kematian sedangkan WABAH bisa berarti peningkatan kasus kesakitan tau kematian dan menimbulkan malapetaka
bisa berarti peningkatan kasus kesakitan tau kematian dan menimbulkan malapetaka
4.
4.
Tujuan penyelidikan KLBTujuan penyelidikan KLB a.
a.
Tujuan Umum :Tujuan Umum :
Mencegah meluasnya (penanggulangan).Mencegah meluasnya (penanggulangan).
Mencegah Mencegah terulangnya terulangnya KLB KLB di di masa masa yang yang akan akan datang datang (pengendalian).(pengendalian).
b.
b.
Tujuan khusus :Tujuan khusus :
Diagnosis kasus yang terjadi dan mengidentifikasiDiagnosis kasus yang terjadi dan mengidentifikasi
penyebab penyakit penyebab penyakit
Memastikan bahwa keadaan tersebut merupakan KLBMemastikan bahwa keadaan tersebut merupakan KLB
Mengidentifikasikan sumber dan cara penularanMengidentifikasikan sumber dan cara penularan
Mengidentifikasi keadaan yang menyebabkan KLBMengidentifikasi keadaan yang menyebabkan KLB
Mengidentifikasikan populasi yang rentan atau daerah yang beresiko akan terjadiMengidentifikasikan populasi yang rentan atau daerah yang beresiko akan terjadi KLB
KLB 5.
5.
Cara pelacakan KLBCara pelacakan KLB a.
a.
Analisis Situasi AwalAnalisis Situasi Awal
Pada tahap awal pelacakan suatu situasi yang diperkirakan bersifat wabah atau situasi Pada tahap awal pelacakan suatu situasi yang diperkirakan bersifat wabah atau situasi luar biasa, diperlukan sekurang kurangnya empat kegiatan awal yang bersifat dasar dari luar biasa, diperlukan sekurang kurangnya empat kegiatan awal yang bersifat dasar dari pelacakan, yaitu:
pelacakan, yaitu:
1.
1.
Penentuan/Penegakkan DiagnosisPenentuan/Penegakkan Diagnosis 2.
2.
Penentuan adanya wabahPenentuan adanya wabah 3.
3.
Uraian keadaan wabahUraian keadaan wabah b.
b.
Analisis LanjutanAnalisis Lanjutan
Setelah melakukan analisis awal dan menetapkan adanya situasi wabah selain dilakukan Setelah melakukan analisis awal dan menetapkan adanya situasi wabah selain dilakukan tindak pemadaman wabah maka perlu dilakukan pelacakan lanjut serta analisis yang tindak pemadaman wabah maka perlu dilakukan pelacakan lanjut serta analisis yang berkesinambungan. Untuk itu
berkesinambungan. Untuk itu ada beberapa ada beberapa hal pokok hal pokok yang perlu mendapat yang perlu mendapat perhatianperhatian pada tindak lanjut tersebut:
pada tindak lanjut tersebut:
1.
1.
Usaha penemuan kasus tambahanUsaha penemuan kasus tambahan 2.
2.
Analisis dataAnalisis data 3.
3.
Menegakkan hipotesisMenegakkan hipotesis 4.
4.
Tindakan pemadaman wabah & tindak lanjutTindakan pemadaman wabah & tindak lanjut 6.
6.
Dasar pemikiran yg di lakukan SCREENINGDasar pemikiran yg di lakukan SCREENING a.
a.
Ice Berg PhenomenIce Berg Phenomen
Merupakan sebuah metafora (perumpamaan)
Merupakan sebuah metafora (perumpamaan) yang menekankan bahwa bagian yangyang menekankan bahwa bagian yang tak terlihat dari gunung es jauh lebih besar daripada bagian yang terlihat diatas air.
tak terlihat dari gunung es jauh lebih besar daripada bagian yang terlihat diatas air.
Artinya pada kebanyakan masalah kesehatan populasi, jumlah kasus pen
Artinya pada kebanyakan masalah kesehatan populasi, jumlah kasus penyakit yangyakit yang belum
belum diketahui diketahui jauh jauh lebih lebih banyak banyak daripada daripada jumlah jumlah kasus kasus penyakit penyakit yang yang telahtelah diketahui.
diketahui.
b.
b.
Early diagnosis & prompt treatmentEarly diagnosis & prompt treatment
Adalah tindakan upaya kesehatan yang dilakukan saat awal sakit suatu penyakit.
Adalah tindakan upaya kesehatan yang dilakukan saat awal sakit suatu penyakit.
c.
c.
Penderita mencari pengobatan setelah stadium lanjutPenderita mencari pengobatan setelah stadium lanjut d.
d.
Penderita tanpa gejala mempunyai potensi u/ menularkan penyakitPenderita tanpa gejala mempunyai potensi u/ menularkan penyakit 7.
7.
Tujuan dan sasaran dalampelaksanaan SCREENINGTujuan dan sasaran dalampelaksanaan SCREENING a.
a.
Tujuan SCREENINGTujuan SCREENING
Mendeteksi penyakit sedini mungkinMendeteksi penyakit sedini mungkin
Memperoleh keterangan epidemiologis penyakitMemperoleh keterangan epidemiologis penyakit
Memberikan gambaran kepada petugas kesehatan tentang sifat-sifat penyakitMemberikan gambaran kepada petugas kesehatan tentang sifat-sifat penyakit
Mendidik & membiasakan masyarakat untuk memeriksakan diri secara teraturMendidik & membiasakan masyarakat untuk memeriksakan diri secara teratur
& sedini mungkin
& sedini mungkin b.
b.
Sasaran SCREENINGSasaran SCREENING
Penyakit kronisPenyakit kronis
Keadaan yang potensial/Keadaan yang potensial/high riskhigh risk
8.
8.
Macam-macam SCREENINGMacam-macam SCREENING a.
a.
penyaringan SCREEN penyaringan SCREENINGING
Penyaringan yang melibatkan populasi secara keseluruhan Penyaringan yang melibatkan populasi secara keseluruhan b.
b.
Penyaringan multiple Penyaringan multiple
Penyaringan yang di lakukan dengan menggunakan beberapa teknik uji Penyaringan yang di lakukan dengan menggunakan beberapa teknik uji penyaringan pada saat yang sama
penyaringan pada saat yang sama c.
c.
Penyaringan yang d Penyaringan yang di targetkani targetkan Penyaringan
Penyaringan yang yang di lakukdi lakukan an pada pada kelompok-kelompok kelompok-kelompok yang yang terkena papterkena paparan aran yangyang spesifik.
spesifik.
d.
d. Penyaringan oportunistik Penyaringan oportunistik
Penyaringan yang dilakukan hanya terbatas pada penderita yang berkonsultasi Penyaringan yang dilakukan hanya terbatas pada penderita yang berkonsultasi kepada praktis kesehatan
kepada praktis kesehatan 9.
9.
Sebutkan Syarat-syarat yg harus di perhatikan dalam melaksanakan SCREENINGSebutkan Syarat-syarat yg harus di perhatikan dalam melaksanakan SCREENING a.
a.
Penyakit/masalah kesehatan yang akan di screening merupakan masalah yangPenyakit/masalah kesehatan yang akan di screening merupakan masalah yang berarti dalam masyarakat & dapat mengancam derajat kesmas
berarti dalam masyarakat & dapat mengancam derajat kesmas b.
b.
Tersedia fasilitas & biayaTersedia fasilitas & biaya c.
c.
Tes cukup sensitif & spesifikTes cukup sensitif & spesifik d.
d.
Kebijakan Kebijakan intervensi intervensi atau patau pengobatan engobatan yang yang akan akan dilkukan dilkukan setelah dsetelah dilaksanakanilaksanakan screening harus jelas
screening harus jelas e.
e.