PENDAHULUAN
Latar Belakang
Jadi meskipun sebuah karya sastra hanya berupa cerita fiksi, namun dapat memberikan manfaat bagi pembacanya. Sebagai salah satu bentuk karya sastra yang merupakan potret kehidupan masyarakat, novel dapat dinikmati, dipahami, dan digunakan oleh masyarakat. Karya Asma Nadia menawarkan banyak ruang untuk melihat kuatnya dominasi laki-laki dalam kehidupan sosial manusia, khususnya dalam upaya membentuk keluarga. Novel Catatan Hati Seorang Istri dan Muhasabah Cinta Seorang Istri karya Asma Nadia merupakan sebuah karya sastra yang tidak cukup hanya sekedar dinikmati namun perlu jawaban ilmiah.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Untuk mendeskripsikan tokoh wanita dalam novel Catatan Hati Seorang Istri note 8 dan Muhasabah Cinta a Istri note 2 karya Asma Nadia. Untuk menggambarkan perjuangan tokoh perempuan dalam novel Catatan Hati Seorang Istri Catatan 8 dan Muhasabah Seorang Istri Catatan 2 karya Asma Nadia.
Manfaat Penelitian
- Manfaat Teoretis
- Manfaat Praktis
Menambah wawasan kritik sastra feminis pada novel Indonesia khususnya novel Catatan Hati Seorang Istri dan Muhasabah Cinta Seorang Istri karya Asma Nadia.
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Hasil Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti mengkaji fenomena sosial dalam novel Catatan Hati Seorang Istri dan Muhasabah Cinta Seorang Istri dari sudut pandang yang sama yaitu perspektif feminis. Secara khusus, fenomena sosial dalam novel Catatan Hati Seorang Istri dan Muhasabah Cinta Seorang Istri dianalisis dari sudut pandang feminis liberal. Novel Catatan Hati Seorang Istri dan Muhasabah Cinta Seorang Istri merupakan karya Asma Nadia.
Tinjauan Teori dan Konsep
- Novel
- Unsur-Unsur Struktural Novel
- Tokoh Utama dan Tokoh Tambahan
- Tokoh Protagonis dan Tokoh Antagonis
- Tokoh Sederhana dan Tokoh Bulat
- Tokoh Statis dan Tokoh Dinamis
- Konstruksi Fenomena Sosial
- Hakikat Feminisme dalam Sastra
Dalam bidang kritik sastra di Indonesia, kritik sastra feminis merupakan salah satu jenis kritik sastra yang relatif baru. Kritik sastra feminis merupakan salah satu bentuk kritik sastra yang unik karena fokus pada persoalan keadilan (kesetaraan) gender yang berkaitan dengan tokoh (fiksi, drama, atau puisi) yang muncul dalam karya pengarangnya. Kritik sastra feminis bermula dari keinginan kaum feminis untuk mengkaji karya-karya penulis perempuan masa lalu guna mewujudkan citra perempuan dalam karya penulis laki-laki.
Suharto dan Sugihastuti (2002:7) berpendapat bahwa kritik sastra feminis memandang sastra dengan kesadaran khusus, kesadaran bahwa ada gender yang banyak hubungannya dengan budaya, sastra, dan kehidupan kita. Kritik sastra feminis ada beberapa macam, yaitu kritik ideologi, kritik gynocritical, kritik sastra feminis sosial, kritik sastra psikoanalitik, kritik feminis lesbian dan kritik feminis rasial atau etnis.
Kerangka Pikir
Kemudian kritikus sastra lesbian akan memutuskan apakah definisi ini dapat diterapkan pada pengarang atau pada teks karyanya. Kemudian yang terakhir adalah kritik feminis rasial atau etnis, yang berupaya mendapatkan pengakuan bagi para penulis etnis dan karya-karyanya, baik dalam studi perempuan maupun dalam sastra tradisional dan feminis.
METODE PENELITIAN
- Pendekatan Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Baca
- Teknik Catat
- Teknik Analisis Data
- Pengecekan Keabsahan Temuan
Analisis data termasuk dalam perspektif feminis dalam novel Catatan Hati Seorang Istri dan Muhasabah Istri Cinta Seorang Istri Karya Asma Nadia. Menarik kesimpulan tentang penggambaran sosok dan perjuangan perempuan dalam novel Catatan Hati Seorang Wanita karya Asma Nadia. Tokoh suami dalam novel CHSI digambarkan sebagai seorang suami yang tidak bertanggung jawab terhadap keluarga dan istrinya.
Kutipan di atas mengandung pesan yang menjadi inti cerita dalam novel CHSI ini. Berdasarkan penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa ada dua bentuk perjuangan tokoh perempuan dalam novel CHSI. Tokoh perempuan dalam novel MCSI karya Asma Nadia adalah perempuan yang menentang budaya patriarki yang mengekang perempuan.
Kisah dalam novel MCSI karya Asma Nadia hanya sebatas kehidupan suami istri dalam rumah tangganya. Pesan dalam novel MCSI karya Asma Nadia tidak jauh berbeda dengan novel CHSI. Perjuangan tokoh perempuan dalam novel MCSI antara lain mempertahankan hak individu tanpa mengabaikan tugas dan kewajibannya sebagai istri.
Tokoh perempuan dalam novel CHSI adalah Nejla, digambarkan sebagai sosok yang tertindas dalam kehidupan rumah tangganya. dia menolak ketika dia merasa martabatnya sebagai seorang istri diturunkan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMAHASAN
Hasil Penelitian
- Hasil Analisis Novel CHSI Karya Asma Nadia
- Tema
- Latar
- Penokohan
- Alur
- Amanat
- Hasil Analisis Novel MCSI Karya Asma Nadia
Dalam novel CHSI disebutkan secara khusus beberapa tempat yang menjadi latar cerita. Berdasarkan kutipan yang diuraikan di atas, dapat disimpulkan bahwa latar belakang cerita dalam novel CHSI adalah lingkungan sosial sehari-hari, khususnya keluarga dengan suasana yang tidak harmonis dan tertekan. Selain tidak bertanggung jawab, tokoh laki-laki dalam novel CHSI juga mempunyai sifat pemarah, seperti yang tergambar pada kutipan berikut.
Berdasarkan kutipan di atas, tokoh suami dalam novel CHSI adalah seorang suami yang mengabaikan istrinya, mengeksploitasinya, dan memperlakukannya dengan tidak adil. Berdasarkan uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa suami dalam novel CHSI adalah sosok yang tidak bertanggung jawab, pembohong, pengkhianat, pemalas, pemarah dan selalu kasar. Berdasarkan kutipan tersebut dapat kita simpulkan bahwa tokoh ustadz dalam novel CHSI mempunyai kepribadian yang santun, bijaksana dan memahami ajaran agama.
Kedua bentuk perjuangan tokoh perempuan dalam novel CHSI tersebut mewakili ideologi feminisme liberal yang menuntut persamaan hak antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan bermasyarakat. Kutipan di atas merupakan ungkapan Tria, tokoh utama novel MCSI tentang suami dan rumah tangganya, Tria menganggap suaminya adalah pelengkap yang membuatnya merasa sempurna sebagai seorang istri. Dari kutipan di atas diketahui ada beberapa tempat yang menjadi latar novel MCSI karya Asma Nadia. Tempat-tempat tersebut antara lain di dalam rumah, di jalan raya, dan di jembatan yang tidak jauh dari rumah.
Berdasarkan kutipan di atas terlihat bahwa tokoh suami dalam novel MCSI karya Asma Nadia mempunyai kepribadian yang tenang, sabar, santai, acuh tak acuh, lemah lembut, tabah, penuh kasih sayang dan perhatian terhadap istrinya. Selanjutnya pesan ketiga dalam novel ini adalah perempuan mempunyai hak untuk mengambil keputusan dan menentukan nasibnya sendiri. Tokoh wanita dalam novel MCSI adalah Tria, tokoh utama. Tria digambarkan memiliki karakter yang kompleks sehingga ia juga masuk dalam kategori protagonis.
Pembahasan
Kedua tokoh perempuan, baik dalam novel CHSI dan MCSI karya Asma Nadia, serta perjuangan kedua tokoh perempuan tersebut mencerminkan ideologi feminisme liberal. Tema perceraian dalam novel CHSI menjadi lebih jelas dengan keterlibatan beberapa tokoh tambahan seperti pegawai pengadilan agama. Latar suasana dalam novel CHSI dapat digambarkan berdasarkan perasaan tokoh utama selama berkonflik dengan suaminya.
Tokoh laki-laki dalam novel CHSI antara lain bersifat kasar, pengkhianat, pembohong dan tidak menghargai istri yang telah bekerja ikhlas untuk menuruti keinginannya. Nejla sebagai tokoh protagonis dalam novel CHSI merupakan representasi perempuan yang tertindas dalam lingkungan sosial, khususnya dalam lingkungan keluarga. Tokoh perempuan dalam novel CHSI memperjuangkan feminisme, termasuk menentang segala bentuk penindasan terhadap dirinya.
Alur pada novel CHSI merupakan alur terbalik sedangkan pada novel MCSI menggunakan alur campuran. Amanat yang terkandung dalam novel CHSI adalah perempuan harus mempertahankan hak dan martabatnya, harus mampu hidup mandiri tanpa bergantung pada orang lain. Tokoh perempuan dalam novel MCSI karya Asma Nadia adalah Tria, digambarkan sebagai perempuan yang cerdas, pekerja keras, imajinatif, romantis, namun juga keras kepala.
Fenomena sosial dalam novel CHSI dan MCSI dianalisis berdasarkan perspektif feminis liberal, sehingga hanya dibatasi pada perjuangan perempuan untuk mempertahankan hak-hak individu dalam kehidupan bermasyarakat.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Secara keseluruhan, novel CHSI dan MCSI karya Asma Nadia merupakan kumpulan cerita pendek tentang rumah tangga dan badai yang terkandung di dalamnya. Novel CHSI menghadirkan tragedi yang menyayat hati dalam rumah tangga, perempuan diposisikan sebagai pihak yang tertindas dan berjuang melawan penindasan tersebut, seperti terlihat pada catatan 8 yang menjadi fokus kajian penelitian ini. Berbeda dengan CHSI, novel MCSI merupakan kumpulan cerita tentang perempuan sebagai pihak yang mempunyai kedudukan setara dengan laki-laki dalam segala aspek kehidupannya, dengan hak-haknya sebagai makhluk sosial di lingkungan domestik tanpa mengurangi kewajiban dan kodratnya seperti yang terlihat pada catatan 2.
Novel CHSI karya Asma Nadia khusus dikembangkan dari tema perceraian, sedangkan novel MCSI karya Asma Nadia dikembangkan dari tema keluarga harmonis. Latar cerita novel CHSI karya Asma Nadia adalah rumah, pengadilan agama, dan ruang seminar, sedangkan latar cerita dalam novel MCSI adalah rumah, jalan, dan jembatan. Tokoh dalam novel CHSI adalah Nejla Humaira, suami, pejabat pengadilan agama, ustadz dan dokter. Sedangkan novel MCSI menyampaikan pesan bahwa perempuan harus berani mengemukakan pendapat, membela hak-hak individu berupa hak berpendapat dan berekspresi.
Tokoh perempuan dalam novel CHSI adalah Nejla, digambarkan sebagai sosok yang tertindas dalam kehidupan rumah tangganya. Bentuk perjuangan tokoh perempuan dalam novel MCSI dalam perjuangan feminisme adalah mempertahankan hak berpendapat, berekspresi, dan hak mengambil keputusan.
Saran
Berkaitan dengan dunia pendidikan, perjuangan tokoh perempuan dalam novel CHSI dan MCSI karya Asma Nadia dalam mewujudkan feminisme, maka dapat digali nilai-nilai pengembangan karakter yang dapat ditanamkan pada diri siswa yaitu saling menghargai. hak dan kewajiban setiap orang tanpa diskriminasi berdasarkan ras atau agama dan gender. Catatan dari Hati Seorang Istri berkisah tentang sepasang suami istri yang hidup dalam sebuah keluarga selama 10 tahun. Inilah Nejla Humaira, seorang istri yang sangat sabar dan menyayangi suami dan anak-anaknya dengan sepenuh hati, itulah kodratnya sebagai seorang istri dan ibu dari anak-anaknya.
Tak ada kebahagiaan di dalamnya, yang ada hanya kebohongan dan pengkhianatan yang mengiringi kehidupan Nejla bersama suami yang sangat dicintainya. Nejla harus tinggal bersama anaknya di lingkungan lain, sementara suaminya menikmati semua fasilitas yang diberikan istrinya. Tanpa rasa malu sedikit pun, sang suami meminta Nejla membeli tanah, rumah, dan mobil atas namanya.
Sikap suaminya yang dinilainya tak biasa itu justru membuat Nejla bertanya-tanya, namun ia urungkan dengan alasan harus percaya pada suaminya. Bahkan, suaminya lebih berperan sebagai asisten ketika Tria mulai sibuk dan kesulitan sekaligus mengerjakan naskah yang sedang dikerjakannya. Tria yang seorang perfeksionis masih mampu menyadari kelemahannya dalam mengurus rumah tangga, sedangkan suaminya dengan tenang dan sabar menunjukkan bahwa Tria adalah istri yang sempurna.
Untuk memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd), penulis menulis skripsi dengan judul “Fenomena Sosial dalam Novel Catatan Hati Seorang Istri dan Muhasabah Cinta Seorang Istri Karya Asma Nadia”.