DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN KEMENTERIAN KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
PPKED FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS HASANUDDIN
PEMANFAATAN
BARANG MILIK DAERAH
Dr. Andi Kusumawati, SE., M.Si., Ak., CA.,AseanCPA
Pasal 69 AYAT (6)
Ketentuan mengenai Pedoman Teknis dan Administrasi Pengelolaan Barang Milik Negara /Daerah diatur dengan Peraturan Pemerintah
DASAR HUKUM PENGELOLAAN BMN / BMD
• Menkeu menetapkan
Kebijakan Umum
Pengelolaan BMN
• Mendagri menetapkan Pedoman Teknis
Pengelolaan BMD
• Pengganti PP No. 6 Tahun 2006
• Perubahan PP Nomor 27 Tahun 2014
UU NO 1 TAHUN
2004
PP NO 6 TH 2006 jo PP NO
38 TH 2008
PP NO 27 TH 2014 PP NO 28 TH
2020
SKEMA PROGRAM PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH
1. Masih terdapatnya barang milik daerah
yang belum
terinventarisasi secara benar.
2. Kualitas SDM pengelola BMD pada tingkat pengurus barang, penyimpan barang dan petugas akuntansi di SKPD, UPTD dan UPTLTD yang masih perlu ditingkatkan.
3. Kurang memadainya informasi potensi optimalisasi aset yang layak dipromosikan 4. Sistem informasi
manajemen aset tetap yang masih perlu ditingkatkan.
1.Program Pelayanan Administrasi
Perkantoran.
2.Program Peningkatan
Sarana dan
Prasarana Aparatur 3.Program Peningkatan
Kapasitas
Sumberdaya Aparatur 4.Program Peningkatan
Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian
Pelaksanaan
Kebijakan Kepala Daerah
5.Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan
Keuangan Daerah
1. Meningkatnya
Pelayanan PBD kepada SKPD dan Masyarakat
2. Meningkatnya
Kualitas LKPD, khususnya pada neraca aset, dan dicapainya WTP 3. Meningkatnya
kontribusi terhadap pendapatan asli daerah
1. Pengadministrasian barang milik daerah yang didukung dengan Sistem Informasi Manajemen aset Tetap.
2. Penggunaan dan Pemanfaatan barang milik daerah secara optimal
3. Pelaksanaan
monitoring dan evaluasi
penatausahaan, pembinaan
pengelolaan barang milik daerah, penghapusan, serta melaksanakan
tuntutan ganti rugi.
Permasalahan
Pengeloaan BMD Pelaksanaan
Pengelolaan BMD Hasil yang
diharapkan Program Pengelolaan
BMD
3
Prinsip-Prinsip Pemanfaatan BMD
Definisi Pemanfaatan Barang Milik Daerah
Pasal 1 angka 10 PP 28/2020
Pemanfaatan adalah pendayagunaan Barang Milik Negara/Daerah yang tidak digunakan untuk
penyelenggaraan tugas dan fungsi
Kementerian/Lembaga/satuan kerja perangkat daerah dan/atau optimalisasi Barang Milik Negara/Daerah
dengan tidak mengubah status kepemilikan.
Pemanfaatan Barang Milik Daerah
▪ Berdasarkan Pasal 78 ayat (1) Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah disebutkan bahwa pemanfaatan BMD dilaksanakan oleh:
▪ Pengelola Barang dengan persetujuan Gubernur/
Bupati/Walikota, untuk barang milik daerah yang berada dalam penguasaan Pengelola Barang.
▪ Pengguna Barang dengan persetujuan Pengelola
Barang, untuk barang milik daerah berupa sebagian
tanah dan/atau bangunan yang masih digunakan oleh
Pengguna Barang, dan selain tanah dan/atau bangunan.
Prinsip BMD
▪ Berdasarkan Pasal 78 ayat (2) s.d (4), Pasal 79 dan Pasal 80 Permendagri Nomor 19 Tahun
2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.
▪ Pemanfaatan BMD dilaksanakan berdasarkan pertimbangan teknis dengan memperhatikan kepentingan daerah dan
kepentingan umum.
▪ Pemanfaatan BMD dapat dilakukan sepanjang tidak
mengganggu pelaksanaan tugas dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan daerah.
▪ Pemanfaatan barang milik daerah dilakukan tanpa memerlukan persetujuan DPRD.
▪ Biaya pemeliharaan dan pengamanan BMD serta biaya
pelaksanaan yang menjadi objek pemanfaatan dibebankan pada
mitra pemanfaatan.
Lanjutan…
▪ Biaya persiapan pemanfaatan BMD sampai dengan penunjukkan mitra Pemanfaatan dibebankan pada APBD.
▪ Pendapatan daerah dari pemanfaatan BMD merupakan penerimaan daerah yang wajib disetorkan seluruhnya ke rekening Kas Umum Daerah.
▪ Pendapatan daerah dari pemanfaatan BMD dalam rangka penyelenggaraan pelayanan umum sesuai dengan tugas dan fungsi Badan Layanan Umum Daerah merupakan penerimaan daerah yang disetorkan seluruhnya ke rekening kas Badan Layanan Umum Daerah.
▪ Pendapatan daerah dari pemanfaatan BMD dalam rangka selain penyelenggaraan tugas dan fungsi Badan Layanan Umum Daerah
merupakan penerimaan daerah yang disetorkan seluruhnya ke rekening Kas Umum Daerah.
▪ BMD yang menjadi objek pemanfaatan dilarang dijaminkan atau digadaikan.
▪ BMD yang merupakan objek retribusi daerah tidak dapat dikenakan sebagai
objek pemanfaatan barang milik daerah
Bentu-bentuk dan Prosedur
Pemanfaatan Barang Milik Daerah
Bentuk Pemanfaatan Barang Milik Daerah
Sewa
Pinjam Pakai KSP
BGS/BSG
KSPI
PEMANFAATAN BMN/D
Dalam rangka mendukung program percepatan pembangunan infrastruktur Indonesia, peran
Barang Milik Negara dioptimalkan melalui penambahan bentuk baru Pemanfaatan Barang Milik Negara yaitu Kerja Sama Terbatas Untuk
Pembiayaan Infrastruktur.
(PP Nomor 28 Tahun 2O20)
PENGERTIAN SEWA
Sewa adalah Pemanfaatan Barang Milik Negara/Daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dan menerima imbalan uang tunai.
12
SEWA
Tanah dan/atau bangunan yang sudah diserahkan oleh Pengguna Barang kepada
Kepala Daerah
Tanah dan/atau bangunan yang sudah diserahkan oleh Pengguna Barang kepada
Kepala Daerah
Sebagian tanah dan/atau bangunan yang masih digunakan oleh Pengguna
Barang
Sebagian tanah dan/atau bangunan yang masih digunakan oleh Pengguna
Barang
Selain tanah dan/atau bangunan
Selain tanah dan/atau bangunan
Pelaksana
Pelaksana
Pelaksana
Pengelola Barang
Pengguna Barang
Pengguna Barang
Persetujuan
Persetujuan
Persetujuan
Pengelola Barang
Pengelola Barang
Gubernur/
Bupati/Walikota
Subyek Sewa:
Pihak Lain Subyek
Sewa:
Pihak Lain
Jangka Waktu:
5 Thn dan dpt diperpanjang Dapat lebih dari
5 Thn untuk Kerja Sama Infrastruktur,
kegiatan dng arakteristik
usaha memerlukan
waktu sewa lebih dari 5 thn.
Dan ditentukan lain dalam UU Jangka Waktu:
5 Thn dan dpt diperpanjang Dapat lebih dari
5 Thn untuk Kerja Sama Infrastruktur,
kegiatan dng arakteristik
usaha memerlukan
waktu sewa lebih dari 5 thn.
Dan ditentukan lain dalam UU
Formula tarif/besaran
sewa:
⮚Tanah dan/atau bangunan
ditetapkan oleh Gubernur/Bupati/
Walikota
⮚Selain tanah dan/atau
bangunan
ditetapkan oleh Gubernur/Bupati/
Walikota dgn berpedoman pada kebijakan
pengelolaan BMD
Formula tarif/besaran
sewa:
⮚Tanah dan/atau bangunan
ditetapkan oleh Gubernur/Bupati/
Walikota
⮚Selain tanah dan/atau
bangunan
ditetapkan oleh Gubernur/Bupati/
Walikota dgn berpedoman pada kebijakan
pengelolaan BMD
Penyetoran uang sewa harus
dilakukan sekaligus secara
tunai paling lambat 2 (dua)
hari kerja sebelum ditandatangani perjanjian sewa
BMD.
Kecuali, penyetoran uang
sewa BMD utk kerjasama infrastruktur dpt dilakukan secara
bertahan dgn persetujuan Pengelola Barang
Penyetoran uang sewa harus
dilakukan sekaligus secara
tunai paling lambat 2 (dua)
hari kerja sebelum ditandatangani perjanjian sewa
BMD.
Kecuali, penyetoran uang
sewa BMD utk kerjasama infrastruktur dpt dilakukan secara
bertahan dgn persetujuan Pengelola Barang
SEWA
PENGERTIAN PINJAM PAKAI
Pinjam Pakai adalah penyerahan Penggunaan barang antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah atau antar Pemerintah Daerah dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima imbalan dan setelah jangka waktu tersebut berakhir diserahkan kembali kepada Pengelola Barang .
15
PINJAM PAKAI
PEMERINTAH PUSAT PEMERINTAH
PUSAT
PEMERINTAH DAERAH PEMERINTAH
DAERAH PEMERINTAH
DAERAH PEMERINTAH
DAERAH PEMERINTAH
DAERAH PEMERINTAH
DAERAH
Jangka waktu Pinjam Pakai
BMD:
Paling lama 5 (lima) tahun
dan dapat diperpanjang 1
(satu) kali.
Jangka waktu Pinjam Pakai
BMD:
Paling lama 5 (lima) tahun
dan dapat diperpanjang 1
(satu) kali.
DEFINISI KERJA SAMA PEMANFAATAN
Kerja Sama Pemanfaatan adalah
pendayagunaan Barang Milik Negara/Daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dalam rangka peningkatan penerimaan negara
bukan pajak/pendapatan daerah dan sumber pembiayaan lainnya.
17
KERJASAMA PEMANFAATAN KERJASAMA PEMANFAATAN
Mengoptimalkan daya guna dan hasil guna BMD
Meningkatkan pendapatan daerah
KERJASAMA PEMANFAATAN KERJASAMA PEMANFAATAN
Tanah dan/atau bangunan yang sudah diserahkan oleh Pengguna Barang kepada
Kepala Daerah
Tanah dan/atau bangunan yang sudah diserahkan oleh Pengguna Barang kepada
Kepala Daerah
Sebagian tanah dan/atau bangunan yang masih digunakan oleh Pengguna
Barang
Sebagian tanah dan/atau bangunan yang masih digunakan oleh Pengguna
Barang
Selain tanah dan/atau bangunan
Selain tanah dan/atau bangunan
Pelaksana
Pelaksana
Pelaksana
Pengelola Barang
Pengguna Barang
Pengguna Barang
Persetujuan
Persetujuan
Persetujuan
Pengelola Barang
Pengelola Barang
Gubernur/
Bupati/Walikota
KERJASAMA PEMANFAATAN KERJASAMA PEMANFAATAN
Tidak tersedia atau tidak cukup tersedia dana dalam APBD untuk memenuhi biaya operasional, pemeliharaan, dan/atau perbaikan yang diperlukan thdp BMD tsb
⮚ Bayar kontribusi tetap setiap tahun selama jangka waktu pengoperasian;
⮚ Pembagian
keuntungan hasil KSP ke Rek. Kas Daerah
MITRA
KSP
MITRA
TENDER
KSP
Penunjukkan Langsung
BMD yang bersifat khusus.
Pengguna Barang terhadap BUMN/D yang memiliki bidang dan/atau wilayah
kerja tertentu
TI M TI M
Gubernur/Bupati/
Walikota (Tanah dan/atau bangunan)
Pengelola (selain Tanah dan/atau
bangunan) Persetujuan
Pengelola Barang
Dalam hal KSP berupa tanah dan/atau Bangunan, dapat berupa bangunan berikut fasilitasnya max 10% dari total penerimaan kontribusi tetap dan pembagian keuntungan
⮚ mempunyai spesifikasi tertentu sesuai per-UU- an;
⮚ Tingkat kompleksitas khusus (bandar udara, pelabuhan laut, kilang, instalasi tenaga listrik dan bendungan/waduk)
⮚ Barang yang ditetapkan oleh KDH
KERJASAMA PEMANFAATAN
1. Infrastruktur transportasi meliputi pelabuhan laut, sungai dan/atau danau, bandar udara, terminal, dan/atau jaringan rel dan/atau stasiun kereta api;
2. Infrastruktur jalan meliputi jalan jalur khusus, jalan tol, dan atau jembatan tol;
3. Infrastruktur sumber daya air meliputi saluran pembwa air baku dan/atau waduk/bendungan;
4. Infrastruktur air minum meliputi bangunan pengambil air baku, jaringan transmisi, jaringan distribusi, dan/atau instalasi pengolahan air minum;
5. Infrastruktur air limbah meliputi instalasi pengolah air limbah, jaringan pengumpul dan/atau jaringan utama, dan atau sarana persampahan yang meliputi pengangkut dan/atau tempat pembuangan;
6. Infrastruktur telekomunikasi meliputi jaringan telekomunikasi;
7. Infrastruktur ketenagalistrikan meliputi pembangkit, trnasmisi, distribusi dan/atau instalasi tenaga listrik; dan/atau
8. Infrastruktur minyak dan/atau gas bumi meliputi instalasi pengolahan, penyimpanan, pengangkutan, transmisi, dan/atau distribusi minyak dan/atau gas bumi.
1. Infrastruktur transportasi meliputi pelabuhan laut, sungai dan/atau danau, bandar udara, terminal, dan/atau jaringan rel dan/atau stasiun kereta api;
2. Infrastruktur jalan meliputi jalan jalur khusus, jalan tol, dan atau jembatan tol;
3. Infrastruktur sumber daya air meliputi saluran pembwa air baku dan/atau waduk/bendungan;
4. Infrastruktur air minum meliputi bangunan pengambil air baku, jaringan transmisi, jaringan distribusi, dan/atau instalasi pengolahan air minum;
5. Infrastruktur air limbah meliputi instalasi pengolah air limbah, jaringan pengumpul dan/atau jaringan utama, dan atau sarana persampahan yang meliputi pengangkut dan/atau tempat pembuangan;
6. Infrastruktur telekomunikasi meliputi jaringan telekomunikasi;
7. Infrastruktur ketenagalistrikan meliputi pembangkit, trnasmisi, distribusi dan/atau instalasi tenaga listrik; dan/atau
8. Infrastruktur minyak dan/atau gas bumi meliputi instalasi pengolahan, penyimpanan, pengangkutan, transmisi, dan/atau distribusi minyak dan/atau gas bumi.
Jangka Waktu KSP paling lama 30 (tiga puluh) tahun sejak perjanjian ditandatangani dan dapat diperpanjang
Jangka Waktu KSP paling lama 30 (tiga puluh) tahun sejak perjanjian ditandatangani dan dapat diperpanjang
KECUALI
Jangka Waktu 50 (lima puluh) tahun
dan dapat diperpanjang Jangka Waktu 50 (lima puluh) tahun
dan dapat diperpanjang
22
PENGERTIAN BGS/BSG
Bangun Guna Serah adalah Pemanfaatan Barang Milik Negara/Daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya, kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati, untuk selanjutnya
diserahkan kembali tanah beserta bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya setelah berakhirnya jangka waktu.
Pasal 1 angka 14
Bangun Serah Guna adalah Pemanfaatan Barang Milik Negara/Daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya, dan setelah selesai pembangunannya diserahkan untuk didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang disepakati.
Pasal 1 angka 15
Pengguna Barang memerlukan bangunan dan fasilitas bagi
penyelenggaraan pemerintahan daerah untuk kepentingan pelayanan umum dalam rangka penyelenggaraan tugas
dan fungsi
Pengguna Barang memerlukan bangunan dan fasilitas bagi
penyelenggaraan pemerintahan daerah untuk kepentingan pelayanan umum dalam rangka penyelenggaraan tugas
dan fungsi
Tidak tersedia atau tidak cukup tersedia dana dalam APBD untuk penyediaan bangunan dan
fasilitas tersebut
Tidak tersedia atau tidak cukup tersedia dana dalam APBD untuk penyediaan bangunan dan
fasilitas tersebut
PERTIMBANGAN PELAKSANAAN
BGS/BSG
BGS/BSG BGS/BSG
Dilaksanakan oleh
Dilaksanakan oleh
Pengelola Barang
Dng mengikutsertakan Pengguna Sesuai Tugas dan Fungsinya (Mulai tahap persiapan, pelaksanaan pembangunan sampai
penyerahan hasil BGS/BSG
Pengelola Barang
Dng mengikutsertakan Pengguna Sesuai Tugas dan Fungsinya (Mulai tahap persiapan, pelaksanaan pembangunan sampai
penyerahan hasil BGS/BSG
Persetujuan Persetujuan
GUBERNUR/BUPATI/WALI KOTA
GUBERNUR/BUPATI/WALI KOTA
PELAKSANA BGS/BSG
Jangka waktu paling lama 30 thn sejak perjanjian ditandatangani (Tidak ada perpanjangan)
Jangka waktu paling lama 30 thn sejak perjanjian ditandatangani (Tidak ada perpanjangan)
Penetapan mitra melalui Tender Penetapan mitra melalui Tender
Biaya persiapan dan biaya pelaksanaan BGS/BSG setelah di tetapkan, menjadi beban mitra
Biaya persiapan dan biaya pelaksanaan BGS/BSG setelah di tetapkan, menjadi beban mitra
PRINSIP UMUM PELAKSANAAN BGS/BSG
BMD berupa Tanah yang status Penggunaannya ada di Pengguna Barang dan telah direncanakan untuk penyelenggaraan tugas dan fungsi Pengguna Barang, dapat dilakukan BGS/BSG setelah diserahkan kepada Gubernur/Bupati/Walikota
BMD berupa Tanah yang status Penggunaannya ada di Pengguna Barang dan telah direncanakan untuk penyelenggaraan tugas dan fungsi Pengguna Barang, dapat dilakukan BGS/BSG setelah diserahkan kepada Gubernur/Bupati/Walikota
IMB atas nama Pemerintah Daerah
IMB atas nama Pemerintah Daerah
Hasil BGS/BSG harus digunakan langsung untuk penyelenggaraan tugas dan fungsi Pemerintah Daerah paling sedikit 10%
Hasil BGS/BSG harus digunakan langsung untuk penyelenggaraan tugas dan fungsi Pemerintah Daerah paling sedikit 10%
PRINSIP UMUM PELAKSANAAN BGS/BSG
Mitra BSG menyerahkan objek BSG kepada Gubernur/Bupati/Walikota setelah selesainya pembangunan
Mitra BSG menyerahkan objek BSG kepada Gubernur/Bupati/Walikota setelah selesainya pembangunan
Hasil BSG yang diserahkan kepada Gubernur/Bupati/Walikota untuk ditetapkan sebagai Barang Milik Daerah
Hasil BSG yang diserahkan kepada Gubernur/Bupati/Walikota untuk ditetapkan sebagai Barang Milik Daerah
Setelah jangka waktu berakhir obyek BGS/BSG terlebih dahulu diaudit oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah sebelum penggunaannya ditetapkan oleh
Gubernur/Bupati/Walikota.
Setelah jangka waktu berakhir obyek BGS/BSG terlebih dahulu diaudit oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah sebelum penggunaannya ditetapkan oleh
Gubernur/Bupati/Walikota.
Mitra BSG dapat mendayagunakan BMD tsb, sesuai jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian
Mitra BSG dapat mendayagunakan BMD tsb, sesuai jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian
Dilarang menjaminkan, mengadaikan atau memindahtangankan :
✔ Tanah yang menjadi Obyek BGS/BSG
✔ Hasil BGS yang digunakan langsung untuk Penyelenggaraan tugas dan fungsi Pemerintah Daerah
✔ Hasil BSG
Dilarang menjaminkan, mengadaikan atau memindahtangankan :
✔ Tanah yang menjadi Obyek BGS/BSG
✔ Hasil BGS yang digunakan langsung untuk Penyelenggaraan tugas dan fungsi Pemerintah Daerah
✔ Hasil BSG
Wajib Memelihara Objek BGS/BSG Wajib Memelihara Objek BGS/BSG
Wajib Membayar Kontribusi ke Rekening Kasda , Setiap Tahun, Besaran konstribusi berdasarkan Tim Yang Dibentuk Pejabat yang Berwenang
Wajib Membayar Kontribusi ke Rekening Kasda , Setiap Tahun, Besaran konstribusi berdasarkan Tim Yang Dibentuk Pejabat yang Berwenang
KEWAJIBAN MITRA BGS/BSG
DEFINISI KERJA SAMA PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR
▪ Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur adalah kerja sama antara Pemerintah dan Badan Usaha untuk kegiatan penyediaan infrastruktur sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan
28
▪ Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur adalah kerja
sama antara Pemerintah dan Badan Usaha untuk
kegiatan penyediaan infrastruktur sesuai dengan
ketentuan Peraturan Perundang-undangan
PELAKSANA KERJASAMA PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR
Tanah dan/atau bangunan pada Pengelola
barang/pengguna barang Tanah dan/atau bangunan
pada Pengelola barang/pengguna barang
Sebagian tanah dan/atau bangunan yang masih digunakan oleh Pengguna
Barang
Sebagian tanah dan/atau bangunan yang masih digunakan oleh Pengguna
Barang
Selain tanah dan/atau bangunan
Selain tanah dan/atau bangunan
Pelaksana
Pelaksana
Pelaksana
Pengelola Barang/
Pengguna Barang
Pengguna Barang
Pengguna Barang
Persetujua n
Persetujua n
Persetujuan
Gubernur/
Bupati/Walikota
Gubernur/
Bupati/Walikota Gubernur/
Bupati/Walikota
KERJASAMA PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR
⮚ Jangka Waktu KSPI paling lama 50 (lima puluh) tahun dan dapat diperpanjang;
⮚ Penetapan mitra KSPI dilaksanakan sesuai ketentuan Per-UU-an;
⮚ Pembagian kelebihan keuntungan disetor ke Kasda;
⮚ Formula dan/atau besaran pembagian kelebihan keuntungan ditetapkan oleh KDH;
⮚ Mitra KSPI menyerahkan obyek KSPI dan barang hasil KSPI pada saat berakhirnya jangka waktu KSPI;
⮚ Barang hasil KSPI menjadi BMD sejak diserahkan kpd Pemda sesuai Perjanjian
⮚ Jangka Waktu KSPI paling lama 50 (lima puluh) tahun dan dapat diperpanjang;
⮚ Penetapan mitra KSPI dilaksanakan sesuai ketentuan Per-UU-an;
⮚ Pembagian kelebihan keuntungan disetor ke Kasda;
⮚ Formula dan/atau besaran pembagian kelebihan keuntungan ditetapkan oleh KDH;
⮚ Mitra KSPI menyerahkan obyek KSPI dan barang hasil KSPI pada saat berakhirnya jangka waktu KSPI;
⮚ Barang hasil KSPI menjadi BMD sejak diserahkan kpd Pemda sesuai Perjanjian
BADAN USAHA BADAN USAHA
PT PT BUMN BUMN BUMD BUMD
KOPERASI KOPERASI
PEMERINTA H
PEMERINTA
H
Rencana tender diumumkan
di media massa nasional
Lanjut mekanisme Tender
Pengumuman ulang di media massa nasional
Seleksi Langsung
Penunjukkan Langsung
Lanjut mekanisme
Tender
3 peserta atau lebih
Peserta < 3
3 peserta atau lebih
2 Peserta
1 Peserta
gaga l
gaga l
PEMILIHAN MITRA BGS/BSG DAN KSP
Contoh SOP Pemanfaatan BMD
SOP Pengelolaan BMD Pro v.SulSel
SOP Pemanfaatan BM
D Prov.DIY
33
TERIMA
KASIH Semoga Bermanfaat
Wassalam … … … …