• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pedoman Skripsi Jurkep 2025 (1)

N/A
N/A
Jisoo

Academic year: 2025

Membagikan "Pedoman Skripsi Jurkep 2025 (1)"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan iii KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadhirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-NYA Pedoman Penulisan Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Jakarta III dapat diselesaikan. Proses penyusunan Pedoman Penulisan Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Jakarta III terlaksana berkat kerja sama yang baik di antara seluruh jajaran manajemen Poltekkes Kemenkes Jakarta III.

Pedoman ini merupakan acuan bagi mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan tugas akhir atau penulisan skripsi mahasiswa, acuan bagi dosen pembimbing dalam memberikan arahan dan bimbingan kepada mahasiswa serta pedoman bagi penguji dan pengelola program studi dalam melaksanakan kegiatan tugas akhir mahasiswa.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan pedoman penulisan skripsi mahasiswa. Semoga pedoman ini dapat memberikan manfaat sesuai fungsinya dalam keterlaksanaan kegiatan akademik dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan sehingga dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas sesuai kebutuhan stakeholder.

Selanjutnya kami mengharapkan saran dan masukan untuk kesempurnaan pedoman ini.

Bekasi, Januari 2025 Ketua Jurusan Keperawatan

Mia Fatma Ekasari, M.Kep., Ns., Sp.Kep.Kom.

NIP. 197405132002122001

(5)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan iv VISI DAN MISI

VISI

Pada tahun 2028 menghasilkan Ners yang unggul dalam Asuhan keperawatan lanjut Usia dengan menerapkan ilmu dan teknologi Keperawatan

MISI

1. Menyelenggarakan pendidikan Program Sarjana Terapan dan Program Studi Pendidikan Profesi Ners Program Profesi Ners generalis yang berkarakter dan berjiwa enterpreuneur, berwawasan global, mampu memberikan pelayanan keperawatan yang bermutu tinggi melalui penguasaan ilmu dan teknologi, unggul dalam keperawatan lanjut usia dan mampu melaksanakan praktik mandiri keperawatan sesuai dengan kewenangannya.

2. Melakukan penelitian keperawatan yang dapat menghasilkan ilmu dan teknologi terapan yang mengedepankan pelayanan keperawatan lanjut usia.

3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil penelitian dengan mengunggulkan peningkatan kesehatan lanjut usia.

4. Mengembangkan kemitraan secara profesional dalam bidang pendidikan dan pelayanan keperawatan baik dalam lingkup nasional maupun global.

(6)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan v TIM PENYUSUN

DOSEN JURUSAN KEPERAWATAN POLTEKKES KEMENKES JAKARTA III

(7)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan vi DAFTAR ISI

SK DIREKTUR i

KATA PENGANTAR iii

VISI DAN MISI iv

TIM PENYUSUN v

DAFTAR ISI vi

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang 1

B. Tujuan 2

BAB II KETENTUAN UMUM 3

A. Petapan Pembimbing 3

B. Kriteria Pembimbing 3

C. Tugas Pembimbing 4

D. Persyaratan Pembimbing Skripsi 5

E. Beban Bimbingan 5

F. Bobot SKS Skripsi 6

G. Hak dan Kewajiban Pembimbing Skripsi 6

H. Hak dan Kewajiban Mahasiswa 7

I. Proses Penunjukkan Pembimbing 7

J. Penguji Skripsi 8

K. Pergantian Pembimbing Skripsi 8

L. Hak Kepengarangan 9

M. Keaslian Penelitian 9

BAB III PROSEDUR PENGAJUAN SKRIPSI 10

A. Persyaratan Skripsi 10

B. Mekanisme Bimbingan 10

C. Pengajuan Kaji Etik Penelitian 10

D. Seminar Proposal 10

E. Ujian Sidang Skripsi 13

F. Penilaian Ujian 15

G. Ketentuan Kelulusan 16

H. Penyerahan Skripsi 17

BAB IV TATA CARA PENULISAN 19

A. Bagian Awal 19

B. Bagian Inti 25

C. Bagian Akhir 35

BAB V PEDOMAN PENGETIKAN 37

A. Kertas 37

B. Pengetikan 37

C. Jenis Huruf 37

D. Spasi dan Nomor Halaman 38

(8)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan vii

BAB VI TEKNIK PENULISAN 41

A. Cara Penulisan 41

B. Cara Penulisan Kutipan dan Daftar Pustaka 42

C. Cara Penyajian Tabel dan Gambar 48

D. Penggunaan Bahasa dan Tanda Baca 50

BAB VII ETIK PENELITIAN KESEHATAN 52

BAB VIII PENUTUP 54

LAMPIRAN

(9)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Karya ilmiah adalah serangkaian kegiatan penulisan yang didasarkan pada pengkajian atau penelitian ilmiah yang ditulis secara sistematis menggunakan bahasa dan prinsip-prinsip ilmiah. Tulisan atau laporan tertulis ini memaparkan hasil penelitian atau pengkajian suatu masalah. Data, simpulan dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dapat dijadikan acuan (referensi) bagi akademisi ataupun ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.

Dalam dunia pendidikan di perguruan tinggi, penulisan sebuah karya ilmiah merupakan suatu tugas akhir yang wajib dilakukan sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan jenjang Diploma III, Diploma IV/ Sarjana, dan Pasca Sarjana. Karya ilmiah yang dipersyaratkan untuk memperoleh gelar sarjana (jenjang Sl/ DIV) disebut dengan skripsi.

Skripsi merupakan tugas akademik yang harus diselesaikan oleh mahasiswa sebelum menyelesaikan tahap akademik sesuai dengan pencapaian kompetensi yang tertera dalam standar kompetensi. Skripsi adalah karya ilmiah hasil penelitian mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan atau Program Profesi di bawah pengawasan atau pengarahan dosen pembimbing, untuk memenuhi kriteria- kriteria kualitas yang telah ditetapkan sesuai keilmuannya masing-masing.

Mengacu kepada Profil lulusan terkait profil sebagai peneliti dan capaian pembelajaran lulusan Sarjana Terapan Keperawatan, maka lingkup penelitian wajib yang harus dilakukan oleh mahasiswa semester akhir adalah penelitian terapan yang bertujuan untuk menghasilkan suatu inovasi atau pengembangan yang akan

(10)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 2 diterapkan dalam praktik keperawatan untuk menyelesaikan masalah kesehatan pada tatanan pelayanan kesehatan.

Penelitian terapan adalah penelitian yang dilakukan dengan mengangkat sebuah masalah yang ada dengan tujuan untuk memecahkan masalah dan mengembangkan solusi dari masalah yang ada. Solusi yang dikembangkan dapat berbentuk inovasi berupa teknologi maupun produk yang dapat langsung diaplikasikan atau diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penelitian terapan keperawatan adalah salah satu jenis penelitian yang bertujuan menghasilkan inovasi atau produk yang memberikan solusi atas permasalahan secara praktis, dan akan diaplikasikan atau diterapkan dalam pelayanan keperawatan / kesehatan

B. Tujuan

Untuk memperoleh keseragaman penulisan, maka perlu dibuat Panduan Penyusunan Tugas Akhir yang memuat teknik penulisan proposal dan hasil penelitian. Diharapkan panduan ini akan memberi arahan bagi mahasiswa, dosen, dan pengelola Prodi Sarjana Terapan di lingkungan Poltekkes Kemenkes Jakarta III.

Adapun tujuan penelitian terapan adalah untuk menghasilkan inovasi atau produk yang memberikan solusi atas permasalahan secara praktik, dan akan diaplikasikan atau diterapkan dalam pelayanan keperawatan/kesehatan. Penelitian ini mengarah pada roadmap penelitian dosen pembimbing, dan/atau visi misi program studi, dan/atau transformasi kesehatan

(11)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 3 BAB II

KETENTUAN UMUM

A. Penetapan Pembimbing

1. Setiap mahasiswa akan dibimbing oleh dua pembimbing yaitu pembimbing utama dan pembimbing pendamping.

2. Pembimbing skripsi ditetapkan dengan Surat Keputusan (SK) direktur berdasarkan usulan dari jurusan/ program studi.

3. Pembimbing proposal adalah pembimbing utama, dan pembimbing skripsi adalah pembimbing utama (atau disebut sebagai pembimbing I) dan pembimbing pendamping (atau disebut sebagai pembimbing II)

B. Kriteria Pembimbing

1. Pembimbing Utama, adalah tenaga pengajar tetap yang ada di Poltekkes Kemenkes Jakarta III, memiliki jabatan fungsional serendah-rendahnya asisten ahli dan/atau memiliki ijazah S-2/Sp-1, memiliki bidang keahlian yang sesuai dengan keilmuan program studi dan/atau bidang kesehatan.

Pembimbing Utama bertanggungjawab atas substansi materi, pelaksanaan di lapangan, hasil penelitian dan pembahasan.

2. Pembimbing Pendamping, adalah tenaga pengajar tetap, yang ada di Poltekkes Kemenkes Jakarta III, yang sudah memiliki jabatan fungsional asisten ahli dan/atau memiliki ijazah S-2/ Sp-1. Pembimbing pendamping membantu pembimbing utama dalam hal tata penulisan seperti konsistensi, kesinambungan, sistematika, tata bahasa dan penulisan kepustakaan. Pembimbing pendamping bertanggungjawab terhadap metodologi penelitian, dan teknis penulisan atas skripsi yang dibimbing.

(12)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 4 C. Tugas Pembimbing

1. Membantu mahasiswa dalam memilih topik dan membuat proposal sejak penunjukan pembimbing ditetapkan. Jangkauan topik hendaknya disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa, sumher daya dan jangka waktu yang tersedia

2. Membantu mahasiswa dalam mempertimbangkan altematif-altematif pendekatan masalah sehingga dapat menentukan kerangka konsep dan atau mengembangkan model teoritis sebelum memulai penulisan/ penelitian.

3. Membantu mahasiswa dalam memilih metode penelitian untuk menguji kerangka konsep, pemecahan masalah, dan atau model teoritis yang dikembangkan.

4. Memberi petunjuk kepada mahasiswa dalam mencari bahan pustaka dan/

atau pengumpulan data sekunder.

5. Membantu mahasiswa dalam kelancaran pelaksanan penelitian. Bila dianggap perlu pembimbing dapat meminta bantuan ahli lain sebagai narasumber.

6. Dalam memonitor tugas dan bimbingan digunakan lembar bimbingan proposal dan lemhar himhingan skripsi. Lembar ini selalu dibawa mahasiswa pada saat herkonsultasi dengan pemhimhing. Pembimbing harus menandatangani dan menulis catatan yang penting di dalam lembar bimbingan tersebut.

7. Memberikan motivasi pada mahasiswa selama menyelesaikan skripsi mulai dari penyusunan proposal, seminar proposal, penulisan hasil sampai ujian siding termasuk memberi arahan terkait publikasi hasil penelitian.

8. Melakukan advokasi pada mahasiswa apabila menghadapi kesulitan selama proses penyelesaian skripsi.

9. Memberikan penilaian selama proses bimingan, seminar proposal dan siding skripsi.

10. Memberikan persetujuan dan pengesahan pada skripsi mahasiswa.

(13)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 5 D. Persyaratan Pembimbing Skripsi

1. Terdaftar sebagai dosen tetap di Poltekkes Kemenkes Jakarta III.

2. Penyusunan karya ilmiah skripsi mahasiswa dibimbing oleh 2 (dua) orang dosen pembimbing yang memiliki keahlian dalam bidang keperawatan.

3. Pembimbing utama adalah dosen tetap di Poltekkes Kemenkes Jakarta III serendah-rendahnya memiliki jabatan fungsional asisten ahli dan/atau memiliki ijazah S-2/Sp-1, memiliki bidang keahlian yang sesuai dengan keilmuan program studi dan/atau bidang kesehatan. Pembimbing utama bertanggung jawab atas substansi materi pelaksanaan di lapangan, hasil penelitian dan pembahasan.

4. Pembimbing Pendamping, adalah tenaga pengajar tetap, yang ada di Poltekkes Kemenkes Jakarta III, yang sudah memiliki jabatan fungsional asisten ahli dan/atau memiliki ijazah S-2/ Sp-1. Pembimbing pendamping membantu pembimbing utama dalam hal tata penulisan seperti konsistensi, kesinambungan, sistematika, tatabahasa dan penulisan kepustakaan. Pembimbing pendamping bertanggungjawab terhadap metodologi penelitian, dan teknis penulisan atas skripsi yang dibimbing.

E. Beban Bimbingan

1. Jumlah mahasiswa yang dibimbing oleh dosen sebagai pembimbing utama maksimal 4 mahasiswa dan sehagai pembimbing pendamping maksimal 4 mahasiswa atau sesuai dengan kuota.

2. Tugas dan wewenang pembimbing utama dalam penyusunan skripsi mulai proposal, ujian sampai dengan naskah akhir diperhitungkan sebagai Beban Kerja Dosen sesuai dengan SK Kepala Badan PPSDM No.

HK.03.02/3/5579/2021 tentang Pedoman Penghitungan Behan Kerja Dosen Poltekkes Kemenkes, yaitu 0,5 sks sebagai pembimbing utama dan 0,25 sks sebagai pembimbing pendamping.

(14)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 6 F. Bobot SKS Skripsi

Mata Kuliah Skripsi ini mempunyai bobot kredit 4 sks dengan perhitungan jumlah jam kegiatan auntuk penyelesaian tugas sebagai berikut: 4 sks x 170 menit x 16 minggu (termasuk ujian proposal dan ujian hasil).

= 10880 menit /60 = 181,33 jam

= 181,33 jam / 16 mingg = 11,33 jam / minggu

Berdasarkan perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa jumlah jam yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan penulisan skripsi adalah 11,33 jam/minggu atau rata-rata membutuhkan waktu 1,9 jam per-hari dengan 6 hari kerja atau sampai 1,6 jam perhari dengan 5 hari kerja.

G. Hak dan Kewajuban Pembimbing Skripsi 1. Hak Pembimbing Skripsi

a. Menerima penghargaan dalam bentuk Behan Kinerja Dosen (BKD) dan publikasi ilmiah.

2. Kewajiban Pembimbing Skripsi

a. Menyediakan waktu dan tempat yang cukup untuk bimbingan dan konsultasi dengan mahasiswa bimbingannya.

b. Memberikan pertimbangan atau saran-saran dan menandatangani lembar bimbingan proposal skripsi hingga laporan skripsi sekurang- kurangnya 12 kali pada mahasiswa bimbingan.

c. Memantau perkembangan proses pelaksanaan penelitian hingga penyusunan naskah lengkap.

d. Memberi persetujuan tentang waktu pelaksanaan sidang proposal skripsi dan sidang skripsi.

e. Menandatangani proposal skripsi, laporan akhir skripsi dan naskah publikasi.

f. Wajib hadir saat ujian proposal dan ujian skripsi.

g. Mencegah pelanggaran etika dalam penelitian dan penulisan skripsi.

(15)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 7 H. Hak dan Kewajiban Mahasiswa

1. Hak Mahasiswa

a. Mendapatkan waktu dan tempat yang cukup untuk konsultasi sekurang kurangnya 12 kali (proposal minimal 6 kali, dan hasil 6 kali) dan mendapatkan tanda-tangan pada lembar bimbingan proposal skripsi dan laporan skripsi.

b. Mendapatkan pertimbangan dan saran-saran, serta mendapatkan tanda tangan pembimbing pada lembar bimbingan proposal skripsi, laporan skripsi dan naskah publikasi.

c. Mendapatkan pemantauan perkembangan proses pelaksanaan di lapangan hingga penyusunan naskah lengkap.

2. Kewajiban Mahasiswa

a. Menyusun proposal, melaksanakan penelitian, menulis laporan lengkap, mengikuti ujian sesuai ketentuan serta menulis naskah publikasi secara lengkap.

b. Mempertimbangkan saran dan masukan pembimbing.

c. Menjaga moral dan menghindarkan diri dari pelanggaran etika.

d. Menyerahkan laporan dan naskah publikasi kepada pembimbing, penguji, perpustakaan Poltekkes, dan instansi terkait/ lokasi penelitian sesuai dengan kebutuhan.

e. Menyelesaikan skripsi dengan sungguh-sungguh dan tepat waktu sesuai jadwal.

f. Mentati peraturan sesuai dengan aturan akademin dan wahana penelitian.

I. Proses Penunjukan Skripsi

Mahasiswa mengajukan minat skripsi kepada penanggung jawab mata kuliah (skripsi). PJ mata kuliah (skripsi) memetakan proposal yang masuk berdasarkan bidang peminatan. Ketua program studi mengajukan SK pembimbing

(16)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 8 kepada ketua jurusan, kemudian ketua jurusan mengajukan permohonan SK tersebut ke Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta III.

J. Penguji Skripsi

Tim penguji sebanyak 3 orang, terdiri dari 1 (satu) orang pembimbing utama (sebagai moderator), 2 (dua) orang penguji yang terdiri dari 1 (satu) orang penguji di luar pembimbing dan 1 (satu) orang pembimbing pendamping yang kemudian berperan sebagai penguji yang ditetapkan dengan Surat Keputusan (SK) Direktur. Nama penguji pada ujian skripsi adalah sama dengan SK Direktur, namun demikian dimungkinkan adanya penggantian penguji dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

K. Pergantian Pembimbing Skripsi

1. Pergantian pembimbing dimungkinkan apabila terjadi hal-hal sebagai berikut:

a. Apabila pada saat jadwal melakukan bimbingan, pembimbing memiliki kesibukan dan tidak berada di tempat selama berturut-turut 2 minggu.

b. Proses bimbingan tidak berjalan secara efektif atau tidak terdapat kesesuaian pendapat antara peserta dengan pembimbing

2. Persyaratan:

a. Mendapat persetujuan dari ketua program studi b. Kesediaan dari dosen pembimbing pengganti 3. Prosedur pergantian pembimbing skripsi

a. Permintaan pergantian pembimbing dapat diajukan oleh mahasiswa ataupun pembimbing yang bersangkutan dengan menyampaikan surat permohonan tertulis dengan menyertakan alasan yang dapat diterima kepada ketua program studi.

b. Berdasarkan permohonan tersebut akan dibuat surat kepada ketua jurusan untuk pengajuan dosen pembimbing pengganti.

(17)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 9 c. Ketua jurusan mengusulkan perubahan SK pembimbing kepada

direktur.

L. Hak Kepengarangan

Skripsi yang dihasilkan dapat diterbitkan dalam majalah atau jumal ilmiah. Penerbitan ini dilakukan dengan mengacu pada ketentuan penulisan karya tulis ilmiah dan merupakan salah satu hak cipta yang harus dilindungi. Mengenai penerbitan skripsi, hak kepengarangan berada pada mahasiswa. Bila mahasiswa ingin memanfaatkan skripsinya menjadi naskah yang akan dipublikasikan, maka mahasiswa menjadi pengarang pertama, sedangkan pembimbing utama dan pendamping menjadi pengarang kedua dan ketiga. Laporan skripsi atau tugas akhir diunggah ke repository perguruan tinggi (perpustakaan). Skripsi yang dipublikasikan pada jurnal terakreditasi maka lembar bukti submit perlu dilampirkan.

M. Keaslian Penelitian

Keaslian penulisan karya tulis atau riset berupa penjelasan tentang hasil penelitian terkait penelitian yang sudah pemah dilaksanakan sebelumnya oleh peneliti lain. Pada penelitian dijelaskan perbedaan antara penelitian sebelumnya dengan penelitian yang dilakukan saat ini.

(18)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 10 BAB III

PROSEDUR PENGAJUAN SKRIPSI

A. Persyaratan Skripsi

Mahasiswa Poltekk:es Kemenkes Jakarta III dapat mengajukan skripsi setelah memenuhi syarat akademik sebagai berikut:

1. Mahasiswa yang sekurang-kurangnya berada pada awal semester VIII bagi mahasiswa regular.

2. Syarat minimal IPK 3.00.

3. Telah lulus mata kuliah metodologi penelitian dan statistic.

4. Mahasiswa telah mengikuti sidang skripsi lainnya sebagai audience sebanyak 3 kali dengan melampirkan bukti sebagai audience.

B. Mekanisme Bimbingan

Lembar bimbingan skripsi merupakan alat komunikasi antara mahasiswa dengan pembimbing serta alat monitoring bagi manajemen program studi dalam memantau kemajuan proses penulisan skripsi mahasiswa. Proses bimbingan dimulai pada awal semester VIII. Bila sampai akhir semester VIII mahasiswa belum melaksanakan seminar proposal, maka akan dilakukan evaluasi terhadap mahasiswa dan proses bimbingan yang telah dilaksanakan. Proses bimbingan dapat dilakukan secara daring maupun luring berdasarkan kesepakatan pembimbing.

C. Pengajuan Kaji Etik Penelitian

Kode etik adalah seperangkat norma yang perlu diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah. Norma ini berkaitan dengan pengutipan dan perujukan, perijinan terhadap bahan yang digunakan, dan penyebutan sumber data.

Dalam menulis karya ilmiah, merujuk atau mengutip sebuah tulisan merupakan kegiatan yang tidak dapat dihindari. Kegiatan ini justru dianjurkan karena dapat

(19)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 11 mengembangkan informasi/ ilmu yang diperoleh. Dalam menggunakan bahan dari sumber lain penulis wajib meminta ijin kepada pemilik bahan tersebut.

Permintaan ijin dapat dilakukan secara tertulis atau dengan cara menyebutkan nama penulis sumber pada tulisan yang dibuat. Penulis harus menghindarkan diri dari tindak kecurangan yang disebut plagiarism berupa pengambilan tulisan atau pemikiran orang lain yang diakui sebagai hasil tulisan atau pemikirannya sendiri, sehingga penulis wajib membuat dan mencantumkan pernyataan bahwa karya tersebut bukan merupakan hasil plagiarism.

Standar etik penelitian kesehatan yang melibatkan subyek manusia telah dikembangkan dalam banyak pedoman sejak 1947 dengan Nuremberg Code sebagai awal standar etik melakukan penelitian melibatkan subyek manusia.

Standar ini diperkuat dalam Deklarasi Helsinki tahun 1964. Pada tahun 2000 di Edinburgh berupa Intemational Ethical Guidelines for Biomedical Research Involving Human Subject oleh CfOMS (Counsil for Intemational Organizations of Medical Sciences) serta Guidelines for Good Clinical Practice oleh WHO (World Health Organization) dan ICH (Intemational Committees of Health).

Standar intemasional tersebut mensyaratkan adanya kajian ilmiah dan etik terhadap penelitian yang melibatkan manusia sebagai subyek penelitian, untuk menjaga tegaknya etika serta terpeliharanya rasa hormat dan perlindungan terhadap subyek penelitian.

Adapun penelitian yang membutuhkan pemyataan layak etika (ethical clearance) adalah:

1. Seluruh penelitian/ riset yang menggunakan manusia sebagai subyek penelitian, baik penelitian yang melakukan pengambilan spesimen, ataupun yang tidak melakukan pengambilan spesimen.

2. Penelitian yang menggunakan binatang sebagai subyek.

3. Penelitian yang menggunakan Bahan Biologi Tersimpan (BBT), misalnya: sediaan mikroskopik (slides) histopatologi, sitologi, sumsum tulang, serum dan komponen darah, serta jaringan hasil

(20)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 12 biopsi atau operasi yang disimpan dalam deep-freezers di rumah sakit atau di laboratorium klinik.

4. Mahasiswa wajib menyertakan surat keterangan lolos kaji etik. Proposal yang sudah disetujui oleh pembimbing wajib diusulkan kepada komisi etik penelitian untuk memperoleh surat keterangan lolos kaji etik.

Pengusulan kaji etik dapat dilakukan pada Komisi Kaji Etik Poltekkes Kemenkes Jakarta III ataupun yang diselenggarakan oleh lembaga/

institusi lainnya yang sejenis.

D. Seminar Proposal

Mahasiswa menyusun proposal penelitian dengan arahan dan bimbingan pembimbing. Format proposal pada dasamya sama dengan format skripsi disertai jadwal pelaksanaan penelitian pada bagian akhir naskah usulan. Proposal yang telah disetujui oleh tim pembimbing harus dipresentasikan dalam seminar proposal. Penguji seminar proposal terdiri dari ketua penguji yaitu pembimbing utama dan anggota penguji yaitu pembimbing pendamping. Seminar proposal sifatnya terbuka sehingga dapat dihadiri oleh mahasiswa lain. Seminar proposal dapat dilakukan secara daring maupun blended.

Seminar proposal dilakukan pada semester VIII. Syarat untuk mengajukan seminar proposal adalah:

1. Proposal penelitian telah mendapatakan persetujuan dari pembimbing utama dan pendamping untuk diseminarkan.

2. Menyerahkan naskah proposal sejumlah 2 (dua) eksemplar tanpa dijilid kepada pembimbing utama dan pembimbing pendamping selambat- lambatnya dua hari kerja sebelum hari pelaksanaan seminar proposal.

Penilaian seminar ditetapkan atas dasar penguasaan materi, cara pemaparan dan kualitas penelitian. Kategori yang digunakan adalah diterima, diterima dengan perbaikan atau ditolak. Mahasiswa diberikan waktu perbaikan proposal penelitian selama 1 (satu) minggu setelah seminar proposal.

(21)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 13 Hasil masukan pada waktu seminar dicatat dan digunakan untuk menyempurnakan proposal sehingga layak untuk melanjutkan penelitian. Setelah pembimbing menyatakan proposal layak dilaksanakan, barulah penelitian dapat dilaksanakan. Pada saat menyerahkan perbaikan proposal, mahasiswa diwajibkan mengisi lembar bukti penyerahan perbaikan proposal yang ditandatangani oleh pembimbing.

E. Ujian Sidang Skripsi

1. Syarat Ujian Sidang Skripsi

a. Sudah lulus seminar proposal dan telah mengumpulkan perbaikan proposal

b. Disetujui oleh pembimbing untuk mengikuti ujian skripsi

c. Minimal 8 (delapan) minggu setelah penyerahan perbaikan hasil seminar proposal

d. Sudah mengikuti bimbingan skripsi minimal sebanyak 12 kali dari penulisan proposal hingga hasil akhir karya ilmiah

e. Menyerahkan copy skripsi yang akan diujikan sebanyak 3 eksemplar dan dijilid.

2. Pelaksanaan Ujian

a. Ujian sidang dapat dilakukan apabila mahasiswa telah menunjukkan bukti cek plagiat skripsi kepada pembimbing I. Besaran plagiat yang masih dapat ditoleransi adalah ≤ 30%.

b. Mahasiswa melaksanakan ujian sidang skripsi yang diuji tim penguji.

c. Pelaksanaan ujian paling dilaksanakan sesuai jadwal ujian yang ditetapkan. Bila terjadi perubahan jadwal, maka harus berdasarkan kesepakatan semua penguji. Naskah skripsi harus telah didistribusikan ke penguji maksimal 2 (dua) hari kerja sebelum jadwal ujian yang ditetapkan.

d. Mahasiswa hadir 15 menit sebelum ujian berlangsung.

(22)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 14 e. Mahasiswa menggunakan seragam dan jas almamater.

f. Ujian skripsi dianggap sah bila terdapat 3 penguji:

1) Penguji 1 adalah dosen sesuai bidang keilmuan yang sama dan bukan pembimbing.

2) Penguji 2 adalah dosen pembimbing pendamping 3) Penguji 3 (moderator) adalah pembimbing utama

g. Jika penguji berhalangan hadir dalam ujian skripsi, maka pada keadaan tertentu tugas penguji dapat diambil alih oleh dosen lain dengan persetujuan Ketua Program Studi.

h. Syarat penguji: minimal asisten ahli, dan/atau memiliki gelar magister dalam bidang keperawatan dan/atau kesehatan, menguji sesuai dengan bidang keilmuan/keahliannya, serta minimal sudah pengalaman mengajar selama 3 tahun.

i. Pembimbing utama dalam pelaksanaan ujian skripsi bertugas sebagai moderator. Moderator bertugas menanyakan kepada masing-masing penguji apakah skripsi tersebut sudah layak untuk diuji saat itu.

Pembimbing utama dapat menjelaskan kepada penguji utama hal-hal yang berhubungan dengan skripsi tersebut, misalnya proses penelitian, hal-hal yang dialami mahasiswa dalam melaksanakan penelitian dan penulisan dalam proses penyusunan, serta hal-hal yang berhubungan dengan mahasiswa selama pendidikan secara umum.

j. Dalam kondisi tertentu, ujian skripsi dapat dilaksanakan secara blended.

k. Ujian berlangsung paling sedikit 60 menit per mahasiswa. Sidang dipimpin oleh pembimbing utama (Moderator). Pembagian waktu tersebut adalah sebagai berikut:

Pembukaan oleh moderator : 5 menit Penyajian oleh mahasiswa : 15 menit

Tanya jawab : 30 menit

Penutup : 10 menit

(23)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 15 l. Pelaksanaan ujian sidang skripsi didokumentasikan dalam bentuk Berita

Acara Pelaksanaan Ujian.

m. Pemberian sanksi kepada mahasiswa dilakukan bila mahasiswa melakukan tindakan plagiat (melebihi batas besaran plagiat yang dapat ditoleransi). Sanksi dapat berupa penggantian judul penelitian ataupun pembatalan skripsi.

F. Penilaian Ujian

Penilaian ujian skripsi dilakukan dengan memperhatikan lima (5) materi penilaian. Masing-masing materi penilaian memiliki item penilaian dan diberikan bobot penilaian sebagai berikut:

1. Penyajian lisan

a. Kemampuan mahasiswa dalam batas waktu yang diberikan, untuk menyajikan intisari penulisan dengan jelas dan ringkas

b. Efektifitas penggunaan alat bantu komunikasi 2. Sistematika penulisan

a. Kesinambungan antar alinea, antar bab dalam susunan atau urutan tulisan

b. Tidak adanya pengulangan yang tidak perlu

c. Susunan bahasa, penggunaan istilah asing dan keajegan istilah d. Penulisan daftar pustaka dan rujukan serta konsistensinya 3. Isi tulisan

a. Kejelasan dan kepadatan pengungkapan isi.

b. Relevansi teori, konsep dan bahan terhadap permasalahan yang dikemukakan, ketepatan penggunaan cara pengumpulan data, analisis dan pembahasan permasalahan yang dihadapi, penarikan kesimpulan serta ketepatan saran-saran yang diajukan.

c. Cara penyajian tabel, gambar dan data pada umumnya.

(24)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 16 4. Simpulan dan saran

a. Simpulan yang dibuat harus berdasarkan hasil yang didapat dari penelitian.

b. Saran yang dibuat harus spesifik dan dapat dilaksanakan.

5. Tanya jawab

a. Kemampuan menjawab secara sistematis, jelas dan masuk akal dalam kaitannya dengan pertanyaan yang diajukan.

b. Penguasaan mahasiswa dalam pengetahuan yang ada kaitannya dengan skripsi.

Masing-masing penguji memberikan nilai kepada mahasiswa. Setelah nilai dari masing-masing penguji terkumpul, penguji kedua menghitung nilai rata- rata. Angka rata-rata ditulis dengan dua desimal di belakang koma. Selanjutnya nilai rata-rata ini akan ditulis pada form yang telah tersedia. Adapun presentasi penilaian adalah sebagai berikut :

1) Penilaian proses bimbingan : 20%

2) Penilaian proposal : 30%

3) Sidang akhir : 50%

a) Penulisan karya ilmiah : 60%

b) Presentasi dan tanya jawab : 40%

G. Ketentuan Kelulusan

1. Segera setelah moderator menyatakan ujian selesai, mahasiswa ujian dipersilahkan untuk keluar ruang sidang, untuk memberi waktu kepada para anggota penguji berdiskusi menentukan apakah mahasiswa lulus atau tidak.

2. Nilai lulus adalah gabungan dari nilai yang diberikan oleh para penguji dengan batas untuk lulus adalah A - (80) . Pemimpin sidang akan membacakan nilai-nilai yang masuk tanpa menyebut nama penguji. Nilai

(25)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 17 akhir ujian skripsi terdiri dari nilai naskah skripsi (60%) dan pemaparan/presentasi (40%).

3. Hasil ujian dikategorikan sebagai berikut:

a. Lulus tanpa syarat

Mahasiswa dengan hasil ujian skripsi lulus tanpa syarat dapat mencetak dan menjilid skripsi langsung untuk dikumpulkan.

b. Lulus dengan syarat perbaikan

Mahasiswa wajib memperbaiki sesuai dengan saran dan masukan pembimbing. Waktu untuk memperbaiki, mencetak, menjilid skripsi dan mengumpulkan sesuai ketentuan pengumpulan skripsi tidak lebih dari 5 hari sejak selesai ujian.

c. Tidak lulus

Bila mahasiswa dinyatakan tidak lulus akan dilakukan evaluasi oleh dosen pembimbing. Mahasiswa diperkenankan melakukan proses bimbingan. Mekanisme penentuan kelulusan menyesuaikan dengan hasil evaluasi antara dosen pembimbing dan ketua program studi.

4. Perbedaan Nilai

a. Nilai ujian diperoleh dari rata-rata nilai yang diberikan oleh semua penguji.

b. Perbedaan nilai diantara penguji tidak boleh lebih dari 12,5 (pada rentang nilai 0-100).

c. Jika terjadi perbedaan lebih dari 12,5 maka penguji akan membahas dan memusyawarahkan hal ini bersama tim penguji untuk memperoleh kesepakatan.

d. Penilaian menggunakan formulir ujian proposal dan ujian sidang.

H. Penyerahan Skripsi

Skripsi yang sudah diperbaiki harus disahkan dari pembimbing. Mahasiswa mengisi lembar bukti penyerahan perbaikan skripsi. Jarak waktu antara ujian skripsi

(26)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 18 dengan penyerahan ke sekretariat adalah paling lambat 4 (empat) minggu. Jumlah skripsi yang harus diserahkan adalah sejumlah:

1. Masing-masing pembimbing dan penguji satu buah soft file lembar persetujuan skripsi yang sudah ditanda-tangani oleh pembimbing dan penguji.a

2. Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Jakarta III 1 (satu) eksemplar dan Softcopy dalam format Word dan Pdf (dalam CD).

3. Menyerahkan bukti submitted manuscript dari salah satu jurnal ilmiah keperawatan atau kesehatan.

(27)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 19 BAB IV

TATA CARA PENULISAN

A. Bagian Awal

1. Halaman Sampul

Sebagai halaman terdepan yang pertama terbaca dari suatu karya ilmiah, Halaman Sampul harus dapat memberikan informasi singkat, jelas dan tidak bermakna ganda (ambigu) kepada pembaca tentang karya ilmiah tersebut yang berupa judul skripsi, identitas penulis, institusi, dan tahun pengesahan.

a. Halaman Sampul Tugas Akhir, secara umum, mempunyai karakteristik sebagai berikut.

1) Halaman Sampul Skripsi terbuat dari karton tebal dilapisi kertas linen warna merah maroon.

2) Semua huruf dicetak dengan tinta kuning emas dengan spasi tunggal ( single) dan ukuran sesuai dengan contoh di lampiran.

3) Setiap pergantian bah diberi kertas pembatas wama sesuai dengan wama halaman sampul dengan logo Poltekkes Kemenkes Jakarta III pada bagian tengah dengan diameter 5 cm.

b. Ketentuan halaman sampul:

1) Judul skripsi

Judul skripsi secara lengkap yang diketik dengan huruf kapital kecuali nama species tetap menggunakan kaidah penulisan species sesuai bahasa latin. Judul terdiri dari maksimal 20 kata.

Jenis huruf Times New Roman, Font 14 (disesuaikan dengan panjang judul), tebal (bold). Diketik simetris di tengah (center).

Judul tidak diperkenankan menggunakan singkatan, kecuali nama atau istilah (contoh: PT, UD, CV) dan tidak disusun dalam

(28)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 20 kalimat tanya serta tidak perlu ditutup dengan tanda baca apapun.

2) Tulisan: Skripsi

Tulisan: Skripsi, diketik dengan huruf kapital, jenis huruf Times New Roman, Font 12, tebal (bold).

3) Logo

Logo Poltekkes Kemenkes Jakarta III dengan diameter 5 cm, dicetak dengan wama emas.

4) Nama dan NIM

Nama dan Nomor Induk Mahasiswa, diketik dengan huruf kecil kecuali huruf pertama setiap kata menggunakan huruf besar. Jenis huruf Times New Roman, Font 12, tebal (bold).

5) Tahun disahkannya tugas akhir

Nama Program Studi, Jurusan dan Poltekkes diketik dengan huruf kapital, jenis huruf Times New Roman, Font 12, tebal (bold).

6) Penulisan punggung halaman

Penulisan pada punggung halaman sampul adalah: nama, NIM, judul tugas akhir, tahun, teks SKRIPSI. Informasi yang dicantumkan seluruhnya menggunakan huruf besar, dengan jenis huruf Times New Roman 12 poin, dan ditulis di tengah punggung halaman sampul (center alignment). Sisakan/dikosongkan bagian bawah punggung 5 cm untuk menempel label perpustakaan. Semua huruf ditulis dengan spasi tunggal (line spacing = single) tanpa nomor halaman. Halaman sampul muka tidak boleh diberi siku besi pada ujung-ujungnya.

2. Halaman Judul

a. Secara umum informasi yang diberikan pada Halaman Judul sama dengan Halaman Sampul, tetapi pada Halaman Judul, dicantumkan

(29)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 21 informasi tambahan, yaitu untuk tujuan dan dalam rangka apa karya ilmiah itu dibuat.

b. Dengan no halaman (romawi kecil)

c. Semua huruf ditulis dengan spasi tunggal (line spacing = single) dan ukuran sesuai dengan contoh pada lampiran.

3. Halaman Persetujuan

a. Halaman persetujuan ujian proposal

Halaman ini memuat persetujuan pembimbing bahwa proposal skripsi siap untuk diuji. Halaman ini disertakan pada naskah yang akan diujikan. Bila proposal skripsi sudah selesai diujikan dan direvisi, halaman ini tidak disertakan lagi.

b. Halaman persetujuan perbaikan skripsi

Halaman ini memuat persetujuan pembimbing bahwa skripsi telah direvisi sesuai dengan masukan para tim penguji. Halaman ini disertakan pada naskah perbaikan skripsi.

c. Halaman persetujuan ujian skripsi

Halaman ini memuat persetujuan pembimbing bahwa skripsi siap untuk diuji. Halaman ini disertakan pada naskah yang akan diujikan. Bila skripsi sudah selesai diujikan dan direvisi, halaman ini tidak disertakan lagi

4. Halaman Pengesahan

Halaman Pengesahan berfungsi untuk menjamin keabsahan karya ilmiah.

Pada "Halaman Pengesahan" perlu ditambahkan pemyataan "lolos uji etik penelitian" bila subjek penelitian makhluk hidup atau benda mati yang hams dijaga hak asasinya atau dihormati.

Halaman pengesahan proposal menunjukkan bahwa naskah proposal telah disetujui oleh para pembimbing (setelah melewati ujian/ seminar proposal). Dilampirkan pada naskah proposal yang akan dikumpulkan sebagai arsip proposal di Program Studi. Sedangkan halaman

(30)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 22 pengesahan skripsi menunjukkan bahwa naskah skripsi telah diuji dan berisi tandatangan para penguji serta ketua prodi. Halaman pengesahan ditulis dengan spasi tunggal (line spacing =single), tipe Times New Roman 12 poin.

5. Surat Pernyataan

Halaman ini berisi pemyataan tertulis bahwa penulis tidak melakukan kegiatan plagiat dan orisinalitas dalam penulisan skripsi dan siap menerima sanksi sesuai peraturan jika terbukti melakukan plagiat. Surat pemyataan ini juga ditanda tangani oleh penulis diatas materai 10.000. Halaman ini ditulis dengan spasi ganda (line spacing = double), tipe Times New Roman 12 poin dengan posisi di tengah-tengah halaman (center alignment)

6. Abstrak / Abstract

a. Abstrak merupakan ikhtisar suatu tugas akhir yang memuat permasalahan, tujuan, metode penelitian, hasil, dan kesimpulan. Abstrak dibuat untuk memudahkan pembaca mengerti secara cepat isi tugas akhir untuk memutuskan apakah perlu membaca lebih lanjut atau tidak. Ketentuan penulisan abstrak adalah:

b. Minimum 75 kata dan maksimum 250 kata dalam satu paragraf, diketik dengan tipe Times New Roman 12 poin, spasi tunggal (line spacing = single).

c. Abstrak disusun dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

d. Setiap versi bahasa mengikuti ketentuan butir b.

e. Kata ABSTRAK ditulis di tengah halaman dengan huruf kapital tanpa tanda titik.

f. Jika memungkinkan, pengetikan untuk abstrak Bahasa Indonesia dan Inggris diletakkan dalam satu halaman.

g. Nama Mahasiswa (tanpa NIM) dan Program Studi ditulis di atas abstrak dengan tambahan informasi berupa Judul Tugas Akhir

(31)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 23 h. Abstrak memuat: 1) latar belakang, 2) tujuan penelitian, 3) metode yang

digunakan, 4) hasil yang diperoleh, 5) simpulan, dan 6) saran.

i. Di bagian bawah Abstrak dituliskan Kata Kunci. Abstrak dalam Bahasa Indonesia, Kata Kunci diberikan dalam Bahasa Indonesia.

j. Abstrak dalam Bahasa Inggris (abstract), Kata Kunci diberikan dalam Bahasa Inggris (dicari padanan katanya). Jumlah kata kunci berkisar 3 (tiga) sampai 5 (lima) kata. Semua istilah asing, kecuali nama, dicetak miring (italic).

k. Isi abstrak ditentukan oleh keilmuan masing-masing.

7. Kata Pengantar

Halaman Kata Pengantar memuat pengantar singkat atas karya ilmiah dan ucapan terima kasih atau penghargaan kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penyusunan Skripsi. Sebaiknya, ucapan terima kasih atau penghargaan tersebut juga mencantumkan bantuan yang mereka berikan, misalnya bantuan dalam memperoleh masukan, data, sumber informasi, serta bantuan dalam menyelesaikan tugas akhir.

Ketentuan penulisan halaman kata pengantar adalah sebagai berikut:

a. Semua huruf ditulis dengan tipe Times New Roman 12 poin, spasi 1,5 (line spacing = I. 5 lines).

b. Judul Kata Pengantar atau Ucapan Terima Kasih ditulis dengan tipe Times New Roman 12 poin, dicetak tebal dan huruf besar.

c. Urutan pihak-pihak yang diberi ucapan terima kasih dimulai dari pihak luar, lalu keluarga atau teman.

d. Jarak antara judul dan isi Kata Pengantar/ Ucapan Terima Kasih adalah 2 x spasi.

e. Pada bagian akhir teks (pojok kanan bawah) dicantumkan kata Penulis tanpa menyebut nama terang.

(32)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 24 8. Daftar Isi

a. Judul DAFTAR ISI diletakkan di tengah halaman, huruf kapital dan tanpa titik.

b. Semua huruf ditulis dengan tipe Times New Roman 12 poin dengan spasi tunggal (line spacing= single).

c. Halaman daftar isi memuat judul bab (heading 1 ), judul subbab (heading 2), dan judul anak subbab (heading 3) yang disertai dengan nomor halaman tempat pemuatannya di dalam teks. Semua judul bab diketik dengan huruf capital dan dicetak tebal, sedangkan judul subbab diketik dengan huruf kecil kecuali huruf pertama tiap kata dan pada anak sub bab menggunakan huruf kecil semua kecuali huruf pertama pada kata pertama. Agar daftar isi singkat dan jelas, judul subbab dan judul anak subbab boleh tidak ditulis.

d. Jarak antara judul dengan isi Daftar Isi adalah 2 x spasi.

9. Daftar Tabel

Judul DAFTAR TABEL diketik dengan huruf kapital tanpa tanda titik.

Halaman daftar tabel memuat nomor tabel, judul tabel, serta nomor halaman untuk setiap tabel. Judul tabel harus sama dengan judul tabel yang terdapat pada naskah. Judul tabel yang memerlukan lebih dari satu baris diketik dengan spasi tunggal sedangkan jarak antara judul tabel satu dengan lainnya diberi jarak 2 x spasi.

10. Daftar Gambar

Judul DAFTAR GAMBAR diketik di tengah halaman dengan huruf kapital dan tanpa tanda titik. Pada halaman daftar gambar dicantumkan nomor gambar, judul gambar, dan nomor halaman tempat pemuatannya dalam naskah. Judul gambar yang memerlukan lebih dari satu baris diketik dengan spasi tunggal sedangkan jarak antara judul gambar satu dengan lainnya diberi jarak 2 x spasi.

(33)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 25 11. Daftar Lain (rumus, simbol, singkatan dan istilah)

Bila dalam naskah skripsi banyak menggunakan tanda lain yang memiliki makna esensial (misalnya singkatan, simbol dan sebagainya), maka perlu ada daftar tersendiri mengenai berbagai tanda tersebut

12. Daftar Lampiran

Judul DAFTAR LAMPIRAN diketik di tengah halaman dengan huruf kapital dan tanpa tanda titik. Pada halaman daftar lampiran dicantumkan nomor lampiran, judul lampiran, dan nomor halaman tempat pemuatannya dalam naskah. Judul lampiran yang memerlukan lebih dari satu baris diketik dengan spasi tunggal sedangkan jarak antara judul lampiran satu dengan lainnya diberi jarak 2 x spasi.

B. Bagian Inti

1. Bab I Pendahuluan a. Latar Belakang

Merupakan hal-hal yang melatarbelakangi mengapa masalah timbul.

Adanya masalah merupakan syarat mutlak suatu penelitian sehingga perlu dilakukannya suatu penelitian untuk memecahkan masalah tersebut.

1) Empat komponen latar belakang masalah yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

a) Adanya fenomena/kesenjangan permasalahan yang akan diteliti.

Masalah dalam penelitian merupakan suatu kesenjangan atau gap antar harapan (Das Solien) yang seharusnya terjadi dengan kenyataan (Das Sein) yang sebenamya terjadi.

b) Relevansi dan intensitas pengaruh masalah yang diteliti terhadap aspek ilmu dengan segala akibat yang ditimbulkannya.

c) Keserasian pendekatan metodologis yang digunakan.

(34)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 26 d) Gambaran kegunaan hasil penelitian.

2) Dari pihak peneliti, pengungkapan bagian ini dapat didasarkan atas pertanyaan- pertanyaan berikut:

a) Tentang topik yang diteliti, apa-apa saja informasi yang telah diketahui, baik teoritis maupun faktual

b) Berdasarkan informasi yang diperoleh, adakah ditemukan adanya permasalahan;

c) Dari permasalahan yang dapat diidentifikasi, bagian mana yang menarik untuk diteliti;

d) Apakah mungkin secara teknis masalah itu diteliti.

b. Rumusan Masalah

Rumusan masalah hendaknya disusun secara singkat, padat, jelas, lugas dan dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Rumusan masalah yang baik adalah bersifat spesifik dengan menyebutkan variable penelitian.

Bila variabel bebas lebih dari satu, rumusan masalah boleh hanya satu. Namun bila variabel terikat lebih dari satu, maka rumusan masalah yang dibuat harus terpisah (lebih dari satu).

c. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian. Isi dari tujuan penelitian mengacu pada isi dari rumusan masalah penelitian. Perbedaannya terletak pada cara merumuskan kalimatnya, yaitu rumusan masalah dirumuskan menggunakan kalimat tanya sedangkan tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk kalimat pemyataan. Tujuan penelitian dapat dituangkan dalam bentuk tujuan umum dan tujuan khusus.

1) Tujuan umum

Tujuan umum menunjukkan maksud secara umum dilakukannya penelitian, yaitu menjawab pertanyaan yang dirumuskan dalam rumusan masalah.

(35)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 27 2) Tujuan khusus

Tujuan khusus berisi maksud untuk menjawab pertanyaan penelitian, sehingga tujuan khusus konsisten dengan pertanyaan penelitian. Tujuan khusus dibuat dalam kalimat pemyataan, konsisten dengan pertanyaan penelitian baik jumlah dan urutannya, bersifat spesifik (menyebutkan variabel penelitian), bila variabel bebas lebih dari satu maka tujuan khusus penelitian boleh disatukan sedangkan bila variabel tergantung lebih dari satu maka tujuan khusus penelitian harus dipisah.

d. Manfaat Penelitian

Bagian ini menunjukkan pentingnya hasil penelitian terutama bagi pengembangan ilmu (manfaat akademik) atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas (manfaat praktis).

e. Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian berisikan tentang sejauh apa penelitian tersebut akan dilaksanakan.

f. Keaslian Penelitian

Minimal menyertakan 5 artikel dari jurnal nasional dan atau internasional yang relevan dengan ruang lingkup penelitian dengan terbitan 5 sampai dengan 10 tahun terakhir.

2. Bab II Tinjauan pustaka a. Konsep Teori

Tinjauan pustaka memuat deskripsi teoritis tentang objek (variable) yang akan diteliti. Sumber pustaka yang digunakan dapat berupa:

1) Jumal penelitian, disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks, majalah ilmiah, serta berbagai terbitan resmi pemerintah dan lembaga lain

2) Sumber dari intemet dapat digunakan sepanjang ada nama penulis/ institusi sebagai penanggungjawab

(36)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 28 3) Anonymous (tanpa nama) hanya diperbolehkan sebagai pemicu penelitian, tidak boleh sebagai acuan di dalam tinjauan pustaka, sehingga letaknya adalah di dalam pendahuluan (latar belakang) Tinjauan pustaka dapat diangkat dari berbagai sumber. Namun lebih baik jika bersumber dari kepustakaan primer yaitu bahan pustaka yang isinya bersumber pada temuan penelitian. Sumber kepustakaan sekunder dapat digunakan sebagai penunjang. Pemilihan bahan pustaka yang akan dikaji didasarkan pada dua kriteria, yaitu prinsip kemutakhiran dan prinsip relevansi. Prinsip kemutakhiran sangat penting karena ilmu berkembang dengan cepat. Sebuah teori yang efektif pada suatu periode mungkin sudah ditinggalkan pada periode berikutnya. Prinsip relevansi diperlukan untuk menghasilkan kajian pustaka yang erat kaitannya dengan masalah yang diteliti.

Pengelolaan daftar rujukan wajib menggunakan aplikasi/web reference manager. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan adalah program MENDELEY. Penulisan gaya citasi mengikuti APA 7th.

b. Kerangka Teori

Kerangka teori merupakan kumpulan teori yang tersusun secara sistematis yang mendasari dirumuskannya permasalahan dan hipotesis penelitian (bila ada). Teori tersebut dihimpun dari hasil kajian pustaka dan penelitian pendahuluan yang dilakukan peneliti. Dengan demikian, bila dalam bab tinjauan pustaka peneliti melakukan identifikasi dan interpretasi terhadap semua teori yang relevan dengan tema penelitian, maka dalam subbab kerangka teori peneliti memaparkan hasil kajian tersebut dalam bentuk skema sistematis.

3. Bab III Metodologi Penelitian a. Kerangka Konsep

Kerangka konsep merupakan simpulan tentang kajian pustaka yang antara lain berupa argumentasi untuk menyusun hipotesis penelitian

(37)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 29 yang akan diajukan. Dalam membuat kerangka konsep meliputi gambaran hubungan variabel serta sintesis hubungan tersebut dari beberapa teori sehingga memperjelas dirumuskannya permasalahan (pertanyaan penelitian) dan hipotesis penelitian.

b. Hipotesis Penelitian

Tidak semua penelitian memerlukan hipotesis penelitian. Penelitian yang bersifat eksploratif dan deskriptif tidak membutuhkan hipotesis.

Hipotesis merupakan jawaban sementar terhadap masalah penelitian yang secara teoritis perlu diuji kebenarannya. Hipotesis penelitian diajukan setelah peneliti melakukan kajian pustaka (Bab II), karena hipotesis penelitian adalah rangkuman dari kesimpulan teoritis yang diperoleh dari kajian pustaka. Hal inilah yang menjadi alasan rumusan hipotesis penelitian dituliskan setelah disusun kerangka konsep.

Hipotesis hanya dibuat untuk penelitian analitik. Rumusan hipotesis sebaiknya merupakan kalimat deklaratif, konsisten dengan pertanyaan penelitian/ tujuan khusus, hipotesis menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih tetapi hanya dengan satu variabel tergantung.

Hipotesis dapat diuji secara empiris.

c. Desain Penelitian

Desain penelitian adalah desain yang dipilih oleh peneliti dalam melakukan penelitian. Desain penelitian yang digunakan harus dapat menguji hipotesa penelitian. Penentuan desain penelitian ini juga dapat menuntun peneliti dalam menentukan kesimpulan.

d. Variabel Penelitian

Variabel adalah semua faktor yang berperanan dalam proses penelitian.

Terdapat berbagai macam jenis variabel yang ditentukan oleh landasan teoritis dan ditegaskan dalam hipotesis penelitian. Oleh karena itu

(38)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 30 setiap jenis penelitian mempunyai batasan untuk setiap variabel yang berbeda.

1) Variabel tergantung/ terikat

Variabel yang keadaannya tergantung dari variabel yang lain.

Dalam pengklasifikasian variabel, variabel inilah yang menjadi pusat permasalahan.

2) Variabel bebas

Variabel yang ditentukan dan dipelajari pengaruhnya (menjadi penyebab) variabel tergantung.

e. Definisi operasional

Definisi istilah diperlukan apabila diperkirakan akan timbul perbedaan pengertian atau ketidakjelasan makna bila tidak diberikan penegasan istilah. Istilah yang perlu diberi penegasan adalah beberapa istilah yang berhubungan dengan konsep pokok yang terdapat di dalam skripsi. Definisi istilah disampaikan secara langsung, dan lebih dititikberatkan pada pengertian yang diberikan oleh peneliti. Definisi operasional adalah definisi dari variabel-variabel yang diukur/ diamati menyangkut arti, cara mengukur, kategori/

kriteria dan skala pengukuran. Definisi operasional bukan definisi teoritis.

f. Lokasi dan waktu penelitian

Merupakan tempat dan waktu penelitian berlangsung. Pada penelitian yang dapat memberikan kesan negative terhadap lokasi/institusi penelitian sebaiknya identitas lokasi penelitian dirahasiakan dan disamarkan dengan informasi yang sifatnya umum. Contoh: Penelitian tentang kejadian kesalahan pemeriksaan laboratorium di suatu rumah sakit, lokasi penelitian dapat disebutkan di sebuah RS di Jakarta tanpa menyebutkan namanya.

(39)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 31 g. Populasi dan sampel

1) Populasi adalah semua subjek penelitian yaitu semua unit/ individu yang menjadi sumber data penelitian. Sebutan subyek penelitian tergantung pada cara pengambilan datanya. Dalam survey sumber data lazim disebut responden dan dalam penelitian kualitatif disebut informan. Subjek penelitian hams jelas identitasnya dan juga karakteristik populasi dalam sampel hams representatif.

2) Identifikasi dan batasan populasi atau subjek penelitian.

Populasi adalah kumpulan unit/individu yang akan diteliti/diperoleh datanya. Populasi harus didefinisikan dengan jelas apa/siapa, dimana, dan kapan waktunya.

Contoh: Populasi adalah wanita hamil trimester III, bekerja, tinggal di daerah Jatiwama Bekasi, Bulan Agustus 2017

3) Sampel

Keterwakilan sampel merupakan kriteria terpenting dalam pemilihan sampel terkait saat melakukan generalisasi hasil penelitian sampel terhadap populasinya. Jika keadaan sampel semakin berbeda dengan karakteristik populasinya, maka semakin besar kemungkinan kekeliruan dalam generalisasinya. Agar keterwakilan tersebut dapat terjamin maka dua hal yang sangat penting berikut harus diperhatikan dengan seksama:

a) Besar sampel

Menentukan besar sampel yang baik adalah apabila risiko akibat pengambilan sampel (sampling error) dapat diketahui. Hal ini dapat ditentukan apabila pengambilan sampel dilakukan menurut probability sampling. Dalam suatu penelitian masih dimungkinkan pengambilan sampel secara nonprobability sampling (tidak dapat digeneralisasi) seperti selective, quota,

(40)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 32 convenience, accidental, purposive (judgemental), snowball sampling, dsb.

b) Prosedur dan teknik pengambilan sampel

Teknik pengambilan sampel yang memenuhi syarat keterwakilan sampel atas populasinya dengan pengambilan sampel secara acak (random) dengan prosedur sebagai berikut:

➢ Pembuatan sampling frame yaitu daftar nomor urut dan identitas populasi.

➢ Pengambilan anggota sampel (sejumlah sampling size) menurut metode tertentu (simple random, systematic random, stratified random, cluster random, multistage random dan probability proportional to size/PPS).

➢ Pengambilan sejumlah n elemen dari N elemen menggunakan cara lotere, tabel bilangan random atau menggunakan komputer

h. Kriteria Inklusi dan Eksklusi

Kriteria inklusi dan eksklusi dibuat karena alasan teknis dan untuk pengendalian variabel eksternal (confounding variable). Penjelasan yang akurat tentang karakteristik populasi penelitian (kriteria inklusi dan eksklusi) perlu diberikan agar besar sampel dan cara pengambilannya dapat ditentukan secara tepat yang bertujuan agar sampel yang dipilih benar-benar representatif, dalam arti dapat mencerminkan keadaan populasi sebenarnya.

i. Prosedur Penelitian

Menguraikan tentang berbagai langkah yang ditempuh, instrument dan bahan yang digunakan serta teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data. Pada penelitian eksperimental, sub bab ini berisi uraian mengenai macam spesifikasi bahan dan alat yang

(41)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 33 digunakan. Untuk alat dan bahan hams disebutkan secara lengkap spesifikasi teknis dari alat yang digunakan dan karakteristik bahan yang dipakai. Pada penelitian non eksperimental, pada bagian ini dikemukakan instrument yang digunakan untuk mengukur variable yang diteliti dan juga dipaparkannya prosedur pengembangan instrument pengumpul data.

Dengan demikian akan terlihat apakah instrument yang digunakan sesuai dengan variabel yang diukur. Sebuah instrument yang baik juga hams memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Apabila instrumen yang digunakan tidak dibuat sendiri oleh peneliti, tetapi ada kewajiban untuk melaporkan tingkat validitas dan reliabilitas instrument yang digunakan. Hal ini yang perlu diungkapkan dalam instrumen penelitian adalah cara pemberian skor atau kode terhadap masing-masing butir pertanyaan/ pemyataan.

j. Teknik Penyajian Data

Pada bagian ini dijelaskan bagaimana cara menyajikan data hasil yang diperoleh sebelum hasil tersebut diolah dan dianalisis. Umumnya data disajikan dalam bentuk tabel. Penyajian data dalam bentuk tabel harus menyesuaikan dengan pedoman penulisan tabel.

k. Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Pada teknik pengolahan data dijelaskan mengenai teknik yang digunakan dalam mengolah data hasil yang diperoleh pada penelitian. Apakah diolah secara manual atau diolah menggunakan program komputer. Pada teknik analisis data diuraikan jenis analisis statistik yang digunakan pemilihan jenis analisis data sangat ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dengan tetap berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai atau hipotesis yang hendak diuji. Oleh karena itu yang pokok untuk diperhatikan dalam analisis data adalah ketepatan teknik analisisnya bukan

(42)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 34 kecanggihannya. Dilihat dari metodenya, ada dua jenis statistik yang dapat dipilih yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Dalam statistik inferensial terdapat statistik parametrik dan statistik non parametrik.

4. Bab IV Hasil dan Pembahasan a. Hasil Penelitian

Pada subbab ini menampilkan semua hasil penelitian yang relevan dengan tujuan dan hipotesisnya. Sebelum menyajikan data hasil penelitian mahasiswa juga dapat memaparkan gambaran umum tempat penelitian seperti lokasi, data demografi dan ke khasan tempat penelitian. Penyajian hasil penelitian umumnya berupa tabel, namun dapat juga berupa grafik, gambar/ foto, maupun bentuk penyajian data lainnya. Bila menggunakan analisis statistik, maka perlu disajikan mengena1:

1) Bunyi hipotesis statistik (Ho dan Ha)

2) Kesimpulan hasil analisis / uji statistik. Print out atau hasil perhitungan statistik secara rinci dimuat sebagai lampiran.

b. Pembahasan dan Keterbatasan Penelitian

Pada subbab pembahasan membahas tentang jawaban masalah penelitian atau menunjukkan bagaimana tujuan penelitian dicapai, menafsirkan semua temuan penelitian, mengintegrasikan temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan, memodifikasi teori yang ada atau menyusun teori serta menjelaskan implikasi lain dari hasil penelitian, termasuk keterbatasan penelitian dan kemungkinan dilakukan penelitian lanjutan sebagai konfirmasi atau yang bersifat memperdalam. Bagian ini juga memuat terkait dengan keterbatasan penelitian. Mahasiswa dapat mengemukakan terkait kelemahan, kekurangan dan keterbatasan penelitiannya.

(43)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 35 5. Bab V Simpulan dan Saran

a. Simpulan

Isi dari simpulan penelitian lebih bersifat konseptual dan hams terkait langsung dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Simpulan terikat secara substansi dengan berbagai temuan penelitian yang mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Konsistensi isi dan tata urutan harus sama antara rumusan masalah, tujuan penelitian, hasil yang diperoleh dan simpulan.

b. Saran

Saran yang diberikan sebaiknya selalu bersumber pada temuan penelitian, pembahasan, dan simpulan hasil penelitian. Saran yang baik bersifat rinci dan operasional sehingga orang lain yang akan mengikuti saran tersebut tidak mengalami kesulitan dalam menafsirkan atau melaksanakannya. Saran yang diajukan sebaiknya bersifat spesifik, dapat ditujukan kepada institusi pendidikan, lembaga pemerintah atau swasta terkait, atau pihak lain yang dianggap layak.

C. Bagian Akhir

Pada bagian akhir memuat hal-hal yang mendukung atau terkait erat dengan uraian yang terdapat pada bagian inti. Bagian akhir terdiri dari daftar pustaka, pemyataan keaslian tulisan dan lampiran-lampiran.

1. Daftar Pustaka

Pustaka yang dimasukkan ke dalam daftar pustaka harus sudah disebutkan dalam teks (bagian inti). Bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan ke dalam daftar pustaka. Semua bahan pustaka yang disebutkan dalam bagian inti skripsi harus dicantumkan dalam daftar pustaka.

2. Lampiran

(44)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 36 Lampiran berisi berbagai keterangan yang dipandang penting untuk skripsi, seperti daftar riwayat hidup peneliti, surat perijinan penelitian, penjelasan sebelum penelitian (PSP), surat persetujuan menjadi responden (informed consent), pemyataan telah melaksanakan inform consent, kaji etik penelitian (ethical clearance), dokumentasi, tabulasi data/hasil analisis, instrument lengkap, dan lampiran lain yang dianggap perlu. Untuk mempermudah saat membaca, setiap lampiran harus diberi nomor urut lampiran dengan menggunakan angka dan diberi judul. Pada pemyataan keaslian tulisan berisi ungkapan penulis bahwa isi skripsi yang ditulisnya bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau pikiran orang lain yang diakui sebagai hasil tulisan atau pemikirannya sendiri. Mengakui karya orang lain sebagai karya sendiri merupakan tindak kecurangan yang lazim disebut Plagiarisme.

(45)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 37 BAB V

PEDOMAN PENGETIKAN A. Kertas

Jenis kertas : HVS

Wama : putih polos

Ukuran : A4 (21.5 cm x 29.7 cm)

Berat : 80 gram

Jumlah isi : maksimal 60 halaman B. Pengetikan

1. Pencetakan dilakukan pada satu sisi kertas (single side) 2. Posisi penempatan teks pada tepi kertas:

a. Batas kiri : 4 cm dari tepi kertas b. Batas kanan : 3 cm dari tepi kertas c. Batas atas : 4 cm dari tepi kertas d. Batas bawah : 3 cm dari tepi kertas

3. Setiap halaman pada naskah tugas akhir, mulai abstrak sampai daftar referensi hams diberi "auto text" pada footer dengan tulisan Poltekes Kemenkes Jakarta III (Arial 10 poin cetak tebal), ditulis pada posisi rata kanan (align right).

4. Huruf yang tercetak dari printer hams berwama hitam pekat dan seragam.

C. Jenis Huruf

1. Jenis huruf dan font

Naskah skripsi diketik menggunakan komputer dengan huruf Times New Roman, font 12 cpi (12 humf/ character per inchi) atau 28-30 baris per halaman. Khusus untuk catatan kaki, keterangan gambar, keterangan tabel, indeks, header, footer menggunakan font 10.

(46)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 38 2. Penggunaan huruf

a. Huruf normal

Huruf normal digunakan untuk penulisan teks induk, abstrak, kata kunci, tabel, gambar, bagan, catatan, dan lampiran

b. Huruf miring (italic)

Huruf miring digunakan untuk penulisan:

1) Bahasa asing termasuk bahasa daerah 2) Istilah yang belum lazim

3) Bagian penting

4) Judul buku, jumal, majalah dan surat kabar dalam daftar Pustaka 5) Nama latin seperti nama genus atau species makhluk hidup c. Huruf tebal (bold)

Huruf yang dicetak tebal digunakan untuk penulisan judul bab (heading 1) dan judul subbab (heading 2).

d. Huruf dengan garis bawah (underline)

Huruf yang diberi garis bawah digunakan sebagai penegasan dalam hal- hal yang amat khusus.

D. Spasi dan Nomor Halaman 1. Spasi Antar Baris

a. Jarak antar baris diketik dengan spasi ganda (2 spasi), kecuali abstrak, keterangan gambar, grafik, lampiran, tabel dan daftar pustaka dicetak dengan spasi tunggal (1 spasi)

b. Semua judul (heading) termasuk judul tabel, judul gambar yang melebihi satu baris diketik dengan jarak spasi tunggal (1 spasi)

c. Jarak antara akhir judul bab (heading 1) dengan awal judul subbab (heading 2) adalah 4 spasi

(47)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 39 d. Jarak antara judul subbab (heading 2) dengan teks di bawahnya adalah 2 spasi. Namun jarak akhir teks dengan judul subbab (heading 2) yang baru adalah 3 spasi.

e. Jarak antara paragraf satu dengan lainnya dalam teks adalah 2 spasi f. Jarak antar pustaka satu dengan lainnya dalam daftar pustaka adalah 2

spasi.

2. Spasi Antar Kata

Spasi antara dua kata tidak boleh terlalu renggang. Spasi yang dibolehkan maksimal sama dengan ukuran satu huruf. Agar spasi antar kata cukup rapat, kata yang terletak di pinggir jika perlu diputus menurut suku katanya mengikuti kaidah bahasa Indonesia yang baku. Berikut contoh teks dengan spasi antar kata rapat dan kurang rapat. Contoh: Spasi antar kata pada teks ini terlalu lebar sehingga tidak tampak rapi. Ini adalah contoh yang salah. Spasi antar kata pada teks ini cukup rapat sehingga tampak rapi dan mudah dibaca. Ini adalah contoh yang benar.

3. Paragraf

Awal paragraf dimulai dari tepi kiri bidang pengetikan. Sesudah tanda baca titik, titik dua, titik koma dan koma hendaknya diberi satu ketukan kosong. Jarak antar paragraph 2 x spasi.

4. Nomor Halaman

a. Halaman pada bagian awal skripsi (sebelum bah 1) diberi nomor halaman angka romawi kecil yang letaknya di bagian bawah tengah (2.5 cm dari tepi bawah kertas).

b. Khusus untuk halaman judul, penomorannya tidak ditulis, tetapi tetap diperhitungkan.

c. Nomor halaman pada bagian inti dan bagian penutup skripsi yang letaknya di bagian atas kanan (1.5 cm dari tepi atas kertas dan 3 cm dari tepi kanan kertas) kecuali halaman pertama tiap bah nomor

(48)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 40 halaman diletakkan pada bagian bawah tengah (2.5 cm dari tepi bawah kertas).

d. Penomoran halaman tidak diberi imbuhan apapun.

(49)

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 41 BAB VI

TEKNIK PENULISAN

A. Cara Penulisan

1. Naskah/ teks pada skripsi terdiri atas bah dan subbab. Teknik penulisan dan cara penomoran adalah sebagai berikut:

2. Judul bab menggunakan huruf besar semua dan dicetak tebal (bold).

Ditempatkan pada bagian muka tiap bah pada bagian atas tepat di Tengah-tengah. Nomor urutannya menggunakan angka romawi besar.

3. Judul subbab. Menggunakan huruf besar pada tiap huruf yang berada di awal kata dan dicetak tebal (bold). Penomorannya menggunakan abjad dengan hurufbesar.

4. Judul anak subbab. Menggunakan huruf besar hanya pada huruf pertama pada kata pertama dan tidak dicetak tebal (bold) atau normal.

Penomorannya menggunakan angka.

5. Bila anak subbab memiliki bagian lagi (anak sub-subbab) penomoran menggunakan abj ad dengan huruf kecil.

6. Bila anak sub-subbab memiliki bagian lagi (anak sub-sub-subbab) penomeran menggunakan angka dengan tutup kurung tanpa titik.

7. Bila anak sub-sub-subbab memiliki bagian lagi (anak sub-sub-sub•

subbab) penomorannya menggunakan huruf kecil dengan tutup kurung tanpa titik.

8. Bila point 6 memiliki bagian lagi maka penomorannya menggunakan angka dengan kurung buka dan kurung tutup tanpa titik.

9. Bila point 7 memiliki bagian lagi maka penomorannya menggunakan huruf kecil dengan kurung buka dan kurung tutup tanpa titik.

(50)

Referensi

Dokumen terkait

Tinjauan Pustaka agar memuat: (1) landasan teori yang dijadikan dasar berpikir, semua variabel/istilah dalam judul agar dijelaskan secara rinci, mengacu pada dasar

Dengan demikian harapan kami Buku PEDOMAN MENULIS SKRIPSI STIE YPN ini dapat dijadikan sebagai pedoman dasar penyelenggaraan kegiatan yang dipakai sebagai acuan

pedoman oleh mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dalam penulisan Laporan Kerja Praktek;.. dan acuan bagi dosen pembimbing dalam proses pembimbingan

Penulisan nama mencakup nama penulis yang diacu dalam uraian, daftar pustaka, nama yang lebih dari satu suku kata, nama dengan garis penghubung, nama yang diikuti dengan

Disamping itu buku pedoman ini bermanfaat bagi dosen pembimbing sebagai acuan yang dapat dijadikan pedoman dalam membimbing mahasiswa dalam penyusunan Proposal dan Penelitian

Lebih lanjut, secara garis besar, bagian penting yang harus ada dan ditulis di dalam Daftar pustaka acuan adalah: (1) nama penulis, yang ditulis dengan urutan nama

Daftar pustaka hanya memuat pustaka yang dirujuk dalam usulan penelitian dan disusun ke bawah menurut abjad nama akhir penulis pertama dan tahun terbit seperti contoh pada Lampiran

TINJAUAN PUSTAKA Kemukakan state of the art dalam bidang yang diteliti, peta jalan penelitian pengusul yang mengacu kepada RIP atau bidang unggulan perguruan tinggi sebagai acuan