Instrumen untuk ketua GPK (Ibu Dessy Anggraini)
1. Sejak kapan Bapak/Ibu menjabat sebagai Ketua GPK di sekolah ini?
2. Apa saja tanggung jawab utama Ketua GPK di lingkungan sekolah inklusif?
3. Bagaimana Bapak/Ibu mengoordinasikan tugas-tugas GPK di tiap kelas, khususnya kelas 3?
4. Bagaimana sistem kerja sama antara Ketua GPK dengan Kepala Sekolah dan guru-guru kelas?
5. Apakah Ketua GPK ikut menyusun atau mengevaluasi program kerja GPK tiap tahun?
6. Apa strategi umum GPK dalam membimbing anak tunagrahita agar lebih mandiri di sekolah?
7. Apakah ada panduan atau modul khusus yang digunakan GPK untuk membentuk kemandirian anak tunagrahita?
8. Bagaimana Ketua GPK memantau perkembangan kemandirian anak-anak tersebut, terutama di kelas 3?
9. Apakah GPK diberi ruang untuk merancang kegiatan mandiri anak, misalnya latihan merapikan alat tulis, makan sendiri, atau menyelesaikan tugas akademik?
10. Bagaimana cara Ketua GPK mengevaluasi kinerja GPK di kelas-kelas inklusif?
11. Apakah GPK secara rutin menyampaikan laporan perkembangan anak tunagrahita kepada Ketua GPK?
12. Sejauh mana keterlibatan orang tua dalam mendukung program kemandirian anak tunagrahita menurut pengamatan Bapak/Ibu?
13. Apa saja kendala umum yang dihadapi oleh para GPK dalam membimbing anak tunagrahita di kelas 3?
14. Bagaimana solusi atau pendekatan yang biasanya digunakan Ketua GPK untuk mengatasi tantangan tersebut?
15. Apa harapan Bapak/Ibu terhadap peran GPK di masa depan?
16. Menurut Bapak/Ibu, apa yang dibutuhkan agar GPK bisa lebih efektif dalam membentuk kemandirian anak tunagrahita?