PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Apakah terdapat pengaruh budaya kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Majene? Apakah budaya kerja, pelatihan dan kompensasi berpengaruh secara simultan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Majene? Diantara variabel budaya kerja, variabel pelatihan dan kompensasi mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Majene.
Tujuan Penelitian
Apakah ada pengaruh pelatihan terhadap kinerja pegawai di kantor Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Majene? Untuk mengetahui apakah budaya kerja, pelatihan dan kompensasi berpengaruh secara simultan terhadap kinerja pegawai pada kantor Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Majene. Untuk mengetahui variabel manakah yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap kinerja pegawai pada kantor Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Majene.
Manfaat Penelitian
KAJIAN PUSTAKA
Manajemen Sumber Daya Manusia
- Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia
- Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
Tanpa sumber daya manusia, faktor-faktor produksi lainnya tidak dapat berfungsi secara maksimal untuk mencapai tujuan lembaga. Sudah menjadi tugas manajemen sumber daya manusia untuk mengelola manusia seefektif mungkin, untuk dapat memperoleh unit sumber daya manusia yang puas dan dipecat. Disiplin merupakan fungsi penting dalam pengelolaan sumber daya manusia dan menjadi kunci tercapainya tujuan, karena tanpa disiplin yang baik sulit mencapai tujuan yang maksimal.
Budaya Kerja
- Pengertian Budaya Kerja
- Terbentuknya Budaya Kerja
- Fungsi Budaya Kerja
- Indikator Budaya Kerja
- Tujuan dan Manfaat Budaya Kerja
- Nilai-Nilai Budaya Kerja
Dari uraian sebelumnya dapat disimpulkan bahwa budaya kerja merupakan suatu falsafah sebagai nilai-nilai yang menjadi ciri, kebiasaan, dan pendorong setiap individu dalam lingkungan kerja organisasi. Namun nilai-nilai akan terseleksi secara perlahan dan akan terjadi perubahan yang pada akhirnya akan muncul budaya kerja yang diinginkan. Hal ini terjadi ketika budaya kerja tidak dapat mengatasi permasalahan lingkungan eksternal dan integrasi internal.
Pelatihan
- Pengertian Pelatihan
- Faktor yang Mempengaruhi Pelatihan
- Analisis Kebutuhan Pelatihan
- Metode Pelatihan
- Tujuan Pelatihan
- Manfaat Pelatihan
- Indikator Pelatihan
Dukungan manajemen yang maksimal: dukungan pimpinan yang unggul sangat berguna agar program pelatihan dan pengembangan dapat berjalan dengan baik tergantung fungsinya. Magang sebagai metode pelatihan dan pengembangan memungkinkan peserta untuk mengintegrasikan teori yang dipelajari di kelas dengan praktik komersial. Program pelatihan dan pengembangan dirancang untuk meningkatkan kinerja kerja, mengurangi ketidakhadiran dan keluarnya karyawan, serta meningkatkan kepuasan kerja.
Kompensasi
- Pengertian Kompensasi
- Sistem Kompensasi
- Bentuk Kompensasi
Pegawai yang bekerja menerima imbalan berupa gaji yang dapat mereka nantikan dalam kehidupannya. Pegawai yang berkomitmen bekerja pada organisasi akan menerima jasa berupa kompensasi finansial dan non finansial. Metode ini menghubungkan gaji secara langsung dengan prestasi kerja yang ditunjukkan oleh karyawan yang berkepentingan.
Kinerja
- Pengertian Kinerja
- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja
- Penilaian Kinerja
- Manfaat Penilaian Kinerja
- Metode Penilaian Kinerja
- Produktifitas Kerja
- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas
Umpan balik dari pelaksanaan pekerjaan yang bermanfaat bagi pegawai, manajer dan spesialis personalia berupa kegiatan untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja pegawai. Kinerja pekerjaan yang buruk dapat mengindikasikan kesalahan dalam informasi analisis informasi, jadwal personalia, atau komponen lain dari sistem informasi manajemen personalia. Evaluasi yang tepat terhadap kinerja tenaga kerja akan memastikan bahwa keputusan ketenagakerjaan internal dibuat tanpa diskriminasi.
KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS
Hipotesis Penelitian
Terdapat dugaan bahwa variabel budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan Perencanaan Daerah Republik Majena (Bappeda). Variabel pelatihan diasumsikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan Perencanaan Daerah Republik Majena (Bappeda). Variabel kompensasi diasumsikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan Perencanaan Daerah Republik Majena (Bappeda).
Variabel budaya kerja yang paling dominan diduga mempengaruhi kinerja pegawai pada Kantor Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Majene. Ada atau tidaknya pengaruh variabel budaya kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Perencanaan Daerah Kabupaten Majene. Ada atau tidaknya pengaruh variabel pelatihan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Perencanaan Daerah Kabupaten Majene.
Ada atau tidaknya pengaruh variabel kompensasi terhadap kinerja pegawai pada Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Majene. Artinya budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Majene. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dengan uji t berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Majene.
Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang (bersama-sama) signifikan antara budaya kerja, pelatihan dan kompensasi terhadap kinerja pegawai pada Dinas Perencanaan Daerah Kabupaten Majene.
Definisi Operasional Variabel
METODE PENELITIAN
Tempat dan Waktu Penelitian
Populasi dan Sampel
Teknik Pengumpulan Data
Wawancara diperlukan untuk mendukung kedua data di atas, jika diperlukan untuk melengkapi data biasanya diberikan kepada pihak yang mewakili instansi, seperti
Jenis dan Sumber Data
H1 : b1 ≠ 0 yang berarti X1 secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Y atau terdapat pengaruh variabel budaya kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Perencanaan Daerah Kabupaten Majene. H1 : b2 ≠ 0 yang berarti X2 berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Y atau terdapat pengaruh variabel pendidikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Perencanaan Daerah Kabupaten Majene. H1 : b2 ≠ 0 yang berarti X2 berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Y atau terdapat pengaruh variabel kompensasi terhadap kinerja pegawai pada Dinas Perencanaan Wilayah Kabupaten Majene.
Uji F berfungsi untuk menguji variabel budaya kerja, pendidikan dan kompensasi apakah ketiga variabel yang diteliti berpengaruh secara simultan terhadap kinerja pegawai Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Majene. Karena Fhitung sebesar 17,645 berarti variabel independen (X) yang meliputi budaya kerja, pelatihan dan kompensasi secara simultan berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Badan Perencanaan Daerah. Nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0,576 yang berarti variabel independen (X) yang meliputi budaya kerja, pelatihan dan kompensasi mempunyai kontribusi terhadap kinerja pegawai pada Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Majene sebesar 57,6%, sedangkan sisanya sebesar 42,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
Budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di kantor Bappeda daerah. Artinya kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Perencanaan Daerah Republik Majena, dimana kompensasi merupakan imbalan yang diterima pegawai atas pelaksanaan tugasnya. Artinya budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Majena, sehingga semakin tinggi budaya kinerja pegawai maka akan semakin tinggi pula kinerja pegawainya.
Artinya pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Majene, sehingga semakin kuat pelatihan pegawai maka akan meningkatkan kinerja pegawai. Artinya kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Majene, sehingga semakin kuat kompensasi pegawai maka akan meningkatkan kerja pegawai. Pengaruh budaya kerja dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bogor.
Teknik Analisis Data
Pengujian Data
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pembahasan Hasil Penelitian
Hal ini disimpulkan karena dari hipotesis yang dilakukan diperoleh persamaan regresi yaitu Y Dan karena nilai r hitung > r tabel maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh positif dan signifikan sebesar 57,6% antara budaya kerja terhadap kinerja karyawan pada perusahaan. wilayah Bappeda. Jadi budaya kerja merupakan kunci keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya, sehingga dapat dikatakan budaya kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Artinya pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Perencanaan Daerah Kabupaten Majene, dimana pelatihan merupakan proses pembentukan pengetahuan atau keterampilan tentang cara-cara suatu pekerjaan sebagai akibat dari keterlibatan pegawai dalam melaksanakan tugas pekerjaan. Hal ini disimpulkan karena dari hipotesis yang dilakukan diperoleh persamaan regresi yaitu Y Dan karena nilai r hitung > r tabel maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh positif dan signifikan sebesar 57,6% antara pelatihan dengan kinerja. pegawai Bappeda Kabupaten.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Ernawan (2014) yang berjudul Pengaruh Komunikasi Dalam Organisasi, Pelatihan Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Bank Muamalat Cabang Surakarta. Hal ini disimpulkan karena diperoleh persamaan regresi dari hipotesis yang dilakukan yaitu Y Sedangkan budaya kerja mempunyai pengaruh yang lebih kuat dalam menentukan kinerja pegawai dibandingkan dengan pelatihan dan kompensasi dengan kata lain rendahnya kinerja pegawai di Badan Perencanaan Daerah Majena. wilayah ditentukan oleh budaya kerja yang kurang memuaskan, unsur kompensasi, dan unsur pelatihan yang menempati kategori sedang masih dimiliki atau dianut oleh karyawan.
Bagi peneliti tingkat lanjut dapat menjadi rujukan atau referensi dalam melakukan penelitian mengenai budaya kerja, pelatihan dan kompensasi kinerja pegawai pada objek penelitian lainnya.
KESIMPULAN DAN SARAN
Keterbatasan Penelitian
Untuk memperoleh hasil penelitian yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, seorang peneliti memerlukan ketelitian dan kehati-hatian. Namun setinggi apapun tingkat ketelitian dan keakuratan seorang peneliti, pasti akan ada kesalahan atau kekeliruan kecil yang tidak dapat dihindari. Penelitian ini menggunakan alat ukur/instrumen yang berisi daftar pernyataan untuk mengukur suatu fenomena dimana dalam proses pengumpulan datanya dan responden memberikan penilaian terhadap pernyataan tersebut kemudian mengukurnya berdasarkan skala likert, termasuk tidak menutup kemungkinan bahwa responden Jawabannya dipengaruhi oleh unsur subjektivitasnya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang tidak mempunyai kendali variabel sehingga kebenaran hubungan yang dihipotesiskan didasarkan pada keyakinan penemuan melalui pengujian hipotesis.
Saran
Pengaruh budaya kerja, kemampuan dan komitmen terhadap kinerja dosen pada perguruan tinggi di Kabupaten Maros. Penerapan nilai-nilai dasar budaya kerja, prinsip budaya organisasi, budaya kerja pemerintahan yang baik dan benar”, Jurnal Sasi, Vol. Pengaruh pelatihan kerja terhadap kinerja pegawai (Penelitian pada pegawai PT Pos Indonesia (Persero) cabang Kota Kediri ).
Kerahasiaan identitas Anda dalam hal ini terjamin, sehingga tidak ada yang bisa disalahkan. Untuk setiap pertanyaan, pilihlah jawaban yang menurut Anda paling sesuai dengan pilihan Anda dengan memberi tanda centang (√) pada salah satu dari lima kolom jawaban. 2 Penghasilan tambahan yang saya terima (uang SPPD, biaya kegiatan) sesuai dengan pangkat dan jabatan saya. 3 Gaji pokok dan tunjangan saya.
4 Penghasilan tambahan yang saya terima (uang SPPD, biaya kegiatan) sesuai dengan syarat/kebutuhan pekerjaan saya. EKONOMI DAN SUMBER DAYA ALAM PEMBANGUNAN DAERAH DAN MANUSIA INFRASTRUKTUR KAWASAN & PERENCANAAN WILAYAH, PENGENDALIAN DAN EVALUASI PEMBANGUNAN DAERAH SUB KAWASAN SUMBER DAYA ALAM, PENGEMBANGAN ARSIP PEMBANGUNAN. SUB BIDANG PEKERJAAN UMUM DAN PERENCANAAN LINGKUNGAN, SUB BIDANG EKONOMI PUBLIK, SUB BIDANG PEKERJAAN UMUM DAN PELAYANAN PUBLIK, SUB BIDANG LINGKUNGAN HIDUP & KEHUTANAN.
SEKRETARIS KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL, SUB WILAYAH DATA DAN INFORMASI, SUB WILAYAH PERENCANAAN DAN PEMBIAYAAN, SUB WILAYAH PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN.