• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEK KELOMPOK 9 FIX

N/A
N/A
Sergio Elhanderi

Academic year: 2024

Membagikan "PEK KELOMPOK 9 FIX"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Mata Kuliah: Dosen Pengampu:

Profesi dan Etika Keguruan Dr. Suci Yuniati,M.Pd

ORGANISASI ASOSIASI KEPROFESIAN

Disusun Oleh:

Kelompok 9

FEBRIANI (12110523897) NELDA GUSMELY (12110520204)

KELAS 6B

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM

RIAU

2024

(2)

i

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Allah SWT. karena berkat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat waktu untuk mata kuliah Profesi dan Etika Keguruan dengan judul “Organisasi Asosiasi Keprofesian”.

Makalah ini kami susun untuk memenuhi tugas mata kuliah Profesi dan Etika Keguruan dengan dosen pengampu ibu Dr. Suci Yuniati,M.Pd.

Kami pun mengetahui makalah yang kami susun ini jauh dari kata sempurna dan masih terdapat banyak kekurangan, sehingga kami berharap kritik dan saran dari pembaca agar dikemudian hari kami bisa membuat makalah yang lebih baik dan berkualitas. Kami harap makalah ini bisa meningkatkan pengetahuan dan berguna bagi pembaca sekalian.

Pekanbaru, 13 Februari 2024

Kelompok 9.

(3)

ii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 2

C. Tujuan ... 2

BAB II PEMBAHASAN ... 3

A. Eksistensi Organisasi ... 3

B. Visi dan Misi Organisasi ... 5

C. Fungsi dan Tujuan Organisasi ... 6

D. Peran Organisasi ... 7

BAB III PENUTUP ... 8

A. Kesimpulan ... 8

B. Saran ... 8

DAFTAR PUSTAKA ... 10

(4)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Profesi merupakan sebuah bidang pekerjaan tertentu yang dinilai telah memenuhi suatu kiteria. Misalnya, guru yang mana dapat digolongkan sebagai profesi dikarenakan memenuhi syarat umum sutau pekerjaan yang dapat digolongkan kedalam suatu profesi. 1 Adapun asosiasi keprofesian adalah entitas yang memainkan peran kunci dalam memajukan praktik terbaik, memfasilitasi pertukaran pengetahuan, dan memperkuat komunitas professional di berbagai bidang. Asosiasi keprofesian ini juga memiliki peran penting dalam membentuk dan memeliara profesionalisme. Selain itu, asosiasi keprofesian juga berperan dalam mengadvokasi kepentingan anggota dalam suatu kebijakan.

Adapun asosiasi keprofesian dalam tenaga pendidik seperti guru bisa bertujuan untuk mendukung dan memperkuat praktik pengajaran yang efektif yang dapat mengembangkan professional seorang tenaga pendidik dan juga memungkinkan dapat melakukan pertukaran ide dan praktik pembelajaran terbaik untuk meningkatkan pengalaman belajar peserta didik.

Di Indonesia sendiri ada istilah organisasi yang mana sebuah wadah profesi dengan istilah lainnya seperti ikatan, persatuan, serikat, dan lain sebagainya. Hal ini dapat dilihat dari berbagai penggabungan. Misalnya, dalam bidang pendidikan terdapat beberapa organisasi seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI), dan sebagainya. PGRI sendiri sebagai organisasi profesi keguruan memiliki peranan dan tanggung jawab menjaga, memelihara, dan mengembangkan profesi keguruan.

1 Erica Nurmayati,dkk,Peran Organisasi Profesi Guru di SMP 7 Balikpapan,Jurnal Fusion, vol 3 No 2,2023:164.

(5)

2 B. Rumusan Masalah

1. Apa Eksistensi Organisasi?

2. Apa Visi dan Misi Organisasi?

3. Apa Fungsi dan Tujuan Organisasi?

4. Apa Peran Organisasi?

C. Tujuan

1. Mengetahui tentang Eksitensi Organisasi.

2. Mengetahui tentang Visi dan Misi Organisasi.

3. Mengetahui tentang Fungsi dan Tujuan Organisasi.

4. Mengetahui tentang Peran Organisasi.

(6)

3 BAB II PEMBAHASAN A. Eksistensi Organisasi

Kelahiran suatu organisasi asosiasi keprofesian ini tidak terlepas dari adanya perkembangan berbagai jenis bidang pekerjaan, dikarenakan organisasi pada dasarnya dapat terbentuk karena adanya pengembangan pada bidang perkerjaan. Beberapa motif dasar kelahiran organisasi ini bervariasi, seperti ada yang bersifat sosial, politik ekonomi, kultur pandangan atau falsafah tentang sistem nilai. Akan tetapi, pada umumnya belatar belakang solidaritas diantaranya pengembangan bidang pekerjaan yang bersangkutan atas dasar dorongan dari dalam diri mereka sendiri (secara intrinsic) atau karena tuntutan dari lingkungan sekitar (secara esktrinsik). Jika dilihat secara intirnsik, hal tersebut biasanya adanya permasalahan senasib, dalam artian kesadaran atas kebutuhan untuk berkehidupan secara layak sesuai dengan bidang pekerjaan yang diampunya baik secara sosial psikologis maupun secara ekonomi kultural.

Sedangkan dilihat secara ekstrinsiknya, pada umunya teerdorong oleh tuntutan dari luar, adanya persaingan, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2 Adapun pengertian organisasi itu sendiri ialah suatu sistem yang terdiri dari pola aktivitas kerjasama yang dilakukan secara teratur oleh sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan. Adapun unsur-unsur dari suatu organisasi ialah sistem, pola aktivitas, sekelompok orang, dan adanya tujuan. 3 Organisasi juga bisa disebut sebagai sebuah struktur koordinasi terencana yang formal, melibatkan dua orang atau lebih dalam rangka mencapai tujuan bersama yang ditandai dengan adanya hubungan kewenangan dan tingkatan pembagian tenaga kerja.

2 Sagala,Syaiful.2009. Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan. Bandung : Alfabeta.

3 Nurjan,Syarifan.2015. Profesi Keguruan: Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Samudra Biru.

Hal:112.

(7)

4

Bentuk organisasi profesi gurur ataupun organisasi dalam bidang pendidikan beragam bentuknya. Hal ini dikarenakan bentuk organisasi para pengemban tugas keprofesionalan itu ternyata cukup bervariasi. Berikut beberapa bentuk keorganisasian profesi guru anatara lain sebagai berikut: 4

1. Persatuan (union), anatara lain Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Australia Education Union, Singapore Teacher’s Union, National Union of the Teaching Profession Malaysia, Japan Teacher’s Union.

2. Federasi (federation), antara lain: All India Federation of Teacher’s Organisation, Bangladesh Teacher’s Federation, Federation of Elementary Education Teacher’s Association of Thailand.

3. Aliansi (alliance), antara lain: Alliance of Concered Teacher’s Philipine.

4. Asosiasi (association) yang terdapat dikebanyakan negara.

Adapun organisasi profesi di Indonesia yang anggotanya berprofesi sebagai guru adalah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Di mana lahir pada tanggal 25 November 1945, setelah 100 hari proklamasi kemerdekaan Indonesia. Awal mula organisasi ini dikenal dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang berdiri pada tahun 1912, kemudian berganti nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) pada tahun 1932. Sejalan dengan perkembangan organisasi PGHB, berkembang pula beberapa organisasi baru anatar lain Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa(PGD), Persatuan Guru Ambachs School (PGAS), Perserikatan Normal School (PNS), Hogere Kweek School Bond (HKSB), di samping itu juga terdapat juga organisasi guru yang bercorak keagamaan, kebangsaan dan lainnya seperti Christelijke Onderwijs Vegerening (COV), Katolieke Onderwijs Bond(KOB), dan lain sebagainya.

4 Ananda,Rusydi.2019. PROFESI KEGURUAN (PERSPEKTIF SAINS DAN ISLAM). Depok:

PT.RAJAGRAFINDO PERSADA. Hal:213-214.

(8)

5

Akhirnya pada tahun 1932 nama PGHB diubah menjadi PGI.

Perubahan nama ini mengejutkan pemerintah Belanda, dikarenakan kata

“Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan yang tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.

B. Visi dan Misi Organisasi

Pernyataan visi dan misi yang baik menyajikan keunikan organisasi, alasan keberadaan, dan mendorong pelbagi stakeholder bergerak untuk mencapai tujuan bersama. Selain itu pernyataan misi yang baik dapat memungkinkan pengalokasian sumber daya organisasi yang terfokus pada yang mengharuskan organisasi untuk menyampaikan pernyataan sulit yang ditujukan. 5

Pernyataan visi dan misi yang baik harus mempertimbangkan berbagai unsur penting yang harus menjadi pertimbangan sebelum pernyataan visi dan misi dirumuskan. Adapun beberapa unsur-unsur dalam visi dan misi, anatara lain sebagai berikut:

1. Audiens sasaran(target audience), unsur ini menghendaki rumusan visi dan misi menyatakan kepada siapa rumusan ini ditujukan atau siapa stakeholder dari organisasi ini.

2. Rentang cakupan, dimana ada pernyataan visi dan misi yang akan demikian singkat diungkapkan dalam satu kalimat, namun ada pula yang panjang, di dalamnya mencakup rumusan tentang visi, misi, filsafat, tujuan, rencana, dan juga strategi.

3. Bahasa yang akan digunakan dalam rumusan visi dan misi.

Penggunaan kalimat dan pemilihan kata harus sedemikian rupa sehingga memenuhi standar perumusan visi dan misi yang baik.

Adapun unsur yang lainnya yang harus dipertimbangkan adalah bahwa pernyataan visi dan misi harus bertahan dalam jangaka waktu tertentu

5 Yusuf Hamdan, Pernyataan Visi dan Misi Perguruan Tinggi, Volume. XVII, No.1,hal:93

(9)

6

sehingga tidak cepat usang dan tetap memiliki makna bagi keberadaan organisasi dalam jangka waktu yang lama. Perumusan pertanyaan misi bukan hal yang mudah karena hal itu harus dilakukan sebagai dari proses perencanaan strategi organisasi. Proses ini harus dimulai dari analisis mengenai lingkungan, kemudian diikuti oleh pengembangan dan pembuatan skala prioritas sasaran dan tujuan. Setelah dua langkah ini, maka misi yang akan dirumuskan menjadi lebih jelas. 6

C. Fungsi dan Tujuan Organisasi

Organisasi asosiasi keprofesian bukan hanya sebagai ciri dari suatu profesi kependidikan, tetapi juga memiliki fungsi yang bermanfaat bagi anggotanya. Diantaranya sebagai berikut :

a) Fungsi pemersatu

Artinya adanya dorongan yang menggerakkan para profesional untuk membentuk suatu organisasi keprofesian. Terdapat motif yang bervariasi, seperti bersifat sosial, politik ekonomi, kultural dan falsafah tentang sistem nilai serta intrinsik dan ekstrinsik. Secara intrinsik, para profesional terdorong oleh keinginannya mendapatkan kehidupan layak, sesuai dengan tugas profesi yang diembannya. Sedangkan secara ekstrinsik, mereka terdorong oleh tuntunan masyarakat pengguna jasa suatu profesi yang semakin hari semakin kompleks. Sehingga, Fungsi organisasi asosiasi keprofesian sebagai pemersatu mengacu pada perannya dalam menyatukan para anggotanya untuk mencapai tujuan bersama dan meningkatkan solidaritas di dalam profesi tersebut.7

b) Fungsi peningkatan kemampuan profesional

Menurut Hendarman & Suherman (2017), Fungsi peningkatan kemampuan profesional dari organisasi asosiasi keprofesian mencakup penyediaan pelatihan, seminar dan sumber daya lainnya yang membantu

6 Ibid hal: 95

7 Suyanto. 2018. Profesi Kependidikan: Teori dan Praktik. Bandung: Rajawali Pers.

(10)

7

anggotanya untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam bidang keprofesian tertentu. Ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan yang diberikan oleh para profesional dan menjaga standar yang tinggi dalam profesi tersebut.

Sedangkan fungsi organisasi asosiasi keprofesian menurut UU No.

14 tahun 2005, meliputi sebagai berikut ; untuk memajukan profesi, meningkatkan kompetensi, meningkatkan karier, meningkatkan wawasan kependidikan, perlindungan profesi, kesejahteraan dan pengabdian kepada masyarakat.

D. Peran Organisasi

Organisasi asosiasi keprofesian memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk dan mengatur praktik terbaik di bidang mereka. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Smith dan Jones (2019), organisasi-organisasi ini menjadi sumber utama informasi bagi para profesional dalam bidang mereka. Selain itu, mereka juga bertanggung jawab untuk memfasilitasi hubungan profesional yang kuat, memungkinkan anggota untuk berkolaborasi dan bertukar pengetahuan. Melalui berbagai kegiatan seperti konferensi dan seminar, organisasi-organisasi ini juga memberikan kesempatan kepada para profesioanal untuk terus mengembangkan keterampilan mereka.

Selain itu, Muhammad Ali berpendapat peranan organisasi asosiasi keprofesian guru dalam proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan formal di sekolah. Dimana, terdapat interaksi antara komponen- komponen, antara lain yaitu guru, isi atau materi pelajaran dan siswa. Interaksi antara kegitasnya melibatkan sarana dan prasarana, seperti metode, media dan penataan lingkungan tenpat belajar, sehingga terciptas situasi belajar mengajar yang memungkinkan tercapainya tujuan yang telah direncanakan sebelumnya.

Dengan demikian, peran organisasi asosiasi keprofesian sangatlah penting dalam meningkatkan praktik dan standar dalam bidang yang bersangkutan.

(11)

8 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Organisasi asosiasi keprofesian, seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), memiliki eksistensi yang penting dalam mendukung dan mengembangkan bidang profesi guru. Kelahiran organisasi ini sering kali dipengaruhi oleh dorongan baik dari dalam diri para profesional itu sendiri maupun oleh tuntutan dari lingkungan eksternal. Berbagai bentuk organisasi profesi guru, seperti persatuan, federasi, aliansi, dan asosiasi, hadir untuk memenuhi kebutuhan solidaritas, pengembangan kemampuan profesional, dan pemberdayaan anggotanya.

Visi dan misi yang jelas dan terfokus adalah kunci untuk membimbing organisasi menuju pencapaian tujuan bersama. Pernyataan visi dan misi yang baik harus mempertimbangkan audiens sasaran, rentang cakupan, dan bahasa yang digunakan agar relevan dan memberdayakan. Perumusan visi dan misi harus berkelanjutan dan tetap relevan dalam jangka waktu yang panjang, serta menjadi bagian dari proses perencanaan strategis organisasi.

Fungsi dan tujuan organisasi keprofesian, seperti PGRI, meliputi penyatuan anggota, peningkatan kemampuan profesional, pemajuan profesi, perlindungan profesi, dan pengabdian kepada masyarakat. Organisasi- organisasi ini memainkan peran penting dalam membentuk praktik terbaik, mengatur standar profesi, dan memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan kolaborasi antara para profesional.

B. Saran

Berdasarkan pembahasan materi diatas, kami sebagai penulis berharap dengan makalah ini dapat menambah ilmu, pengetahuan, wawasan, masukan, dan memotivasi bagi para calon guru agar meningkatkan literasi mengenai teori belajar dan dapat diterapkan saat mengajar nanti. Demikian makalah yang telah kami selesaikan, kami sebagai penulis menyadari bahwa

(12)

9

makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Maka dari itu kami memohon maaf apabila terdapat kesalahan kata atau penulisan pada makalah ini.

(13)

10

DAFTAR PUSTAKA

Ananda,Rusydi.2019. PROFESI KEGURUAN (PERSPEKTIF SAINS DAN ISLAM). Depok:

PT.RAJAGRAFINDO PERSADA. Hal:213-214.

Erica Nurmayati,dkk,Peran Organisasi Profesi Guru di SMP 7 Balikpapan,Jurnal Fusion, vol

3 No 2,2023:164.

Nurjan,Syarifan.2015. Profesi Keguruan: Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta:

Samudra Biru.

Hal:112.

Pudjosumedi, Dr. As., M.Ed. dkk. 2013. Profesi Pendidikan. Jakarta :Uhamka Press.

Sagala,Syaiful.2009. Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan.

Bandung : Alfabeta.

Smith, A.,& Jones, B. (2019). The Role of Professional Association Organizations in Shaping Industry Practies. Journal of Professional Development, 10(2), 45-60.

Yusuf Hamdan, Pernyataan Visi dan Misi Perguruan Tinggi, Volume. XVII, No.1,hal:93

Suyanto. 2018. Profesi Kependidikan: Teori dan Praktik. Bandung: Rajawali Pers.

Referensi

Dokumen terkait