• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAJARI LINGUISTIK ARAB MODERN

N/A
N/A
AATHIFAH AL FARROS

Academic year: 2024

Membagikan "PELAJARI LINGUISTIK ARAB MODERN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

“LINGUISTIK ARAB MODERN”

Diajukan untuk memenuhi tugas perkuliahan pada mata kuliah Linguistik modern dan penerapannya dalam pembelajaran bahasa Arab

Dosen Pengampu Mata Kuliah:

Dr. Nandang Sarip Hidayat, MA

Disusun Oleh : Aathifah Al Farros

NIM.22290725923

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB PASCASARJANA

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU T.A 2023/2024

(2)

i

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, yang menghendaki datangnya ilmu dan yang memberi kesehatan rohani dan jasmani sehingga saya masih dapat menuntut ilmu dan menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Allahumma Shalli Ala Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad tak lupa senantiasa dicurahkan kepada penghulu junjungan alam yang senantiasa mendoakan serta membawa umatnya kepada agama yang disempurnakan dan zaman yang berlimpah ruah dengan keilmuan yakni Rasulullah Muhammad SAW.

Syukur sedalam-dalamnya saya haturkan kepada ustadz Dr. Nandang Sarip Hidayat, MA yang telah mengajarkan, membimbing serta memberi masukan kepada kami mahasiswa, khususnya terkait mata kuliah linguistik modern dan penerapannya dalam pembelajaran bahasa Arab yang saat ini beliau ampu. Di samping itu pula saya ucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pihak yang membantu saya hingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah ini.

Dalam penyusunan makalah ini dilain sisi upaya yang saya lakukan, saya merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun pada materi, mengingat kemampuan yang saya miliki saat ini. Untuk itu sangat diharapkan masukan dari berbagai pihak sangat saya harapkan demi perbaikan selanjutnya.

Pekanbaru, 10 Oktober 2023

Penulis

(3)

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 1

C. Tujuan Masalah ... 2

BAB II PEMBAHASAN ... 3

A. Hakikat Linguistik Arab Modern ... 3

B. Ruang Lingkup dan Metodologi Linguistik Arab Modern ... 4

C. Objek Kajian Linguistik Arab Modern ... 4

1. Fonologi (يميظنتلا تاوصلأا ملع) ... 4

2. Morfologi (يفرصلا ماظنلا) ... 6

3. Sintaksis (يئانبلا ماظن) ... 8

4. Semantik (ةللادلا ملع) ... 10

D. Tujuan Linguistik Arab Modern ... 11

E. Manfaat Linguistik Arab Modern ... 12

BAB III PENUTUP ... 13

A. Kesimpulan ... 13

B. Saran ... 13

DAFTAR PUSTAKA ... 14

(4)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bahasa adalah sarana yang digunakan makhluk sosial seperti manusia untuk berkomunikasi satu sama lain dan anggota lain dari komunitas mereka. Bahasa merupakan alat komunikasi yang selalu digunakan manusia untuk berinteraksi dengan orang lain, untuk bertukar pengalaman, untuk saling belajar, serta untuk meningkatkan dan memperdalam kemampuan intelektualnya. Bahasa merupakan sarana yang dengannya manusia dapat mengkomunikasikan berbagai macam informasi serta pikiran, pengalaman, gagasan, pendapat, keinginan, dan harapannya.1

Menilik kembali perbincangan seputar bahasa, para pakar linguistik telah banyak menorehkan pemikirannya untuk sekedar mendefinisikan apa hakikat dari bahasa itu sendiri. Dalam hal ini, Ronald Wardhaugh dalam bukunya “An Introduction to Sociolinguistics” menyatakan secara singkat bahwa: “Language is what the members of particular society speak” (bahasa adalah sesuatu yang dikatakan oleh sekelompok masyarakat sosial).2 Dengan adanya peranan penting dari suatu bahasa dan berangkat dari adanya kajian linguistik modern Ferdinand De Saussure tentang linguistik inilah yang menjadi satu tonggak niatan untuk sejenak menilik kembali peranan kajian linguistik modern dalam pembelajaran bahasa asing terutama bahasa arab bagi masyarakat non penutur bahasa arab.

Dalam makalah ini penulis akan menyajikan kajian mengenai linguistik arab modern yang akan membahas dari definisi, ruang lingkup dan metodologi, kemudian apa saja objek kajian dalam linguistik arab modern ini hingga apa manfaat kita mempelajari linguistik arab modern ini.

B. Rumusan Masalah

1. Apa definisi dari linguistik Arab Modern?

2. Apa ruang lingkup serta metodologi dari linguistik Arab Modern?

1 Okarisma Mailani and others, ‘Bahasa Sebagai Alat Komunikasi Dalam Kehidupan Manusia’, Kampret Journal, 1.1 (2022), 1–10 <https://doi.org/10.35335/kampret.v1i1.8>.

2 Restu Budiansyah Rizki, ‘Kajian Linguistik Modern Strukturalis Dalam Pembelajaran Bahasa Arab’, Alsina : Journal of Arabic Studies, 2.2 (2020), 173 <https://doi.org/10.21580/alsina.2.2.4968>.

(5)

2

3. Apa saja objek kajian linguistik Arab Modern?

4. Apa tujuan mempelajari linguistik Arab Modern?

5. Apa Manfaat mempelajari Linguistik Arab Modern?

C. Tujuan Masalah

1. Mengetahui apa definisi dari linguistik Arab Modern

2. Mengetahui apa ruang lingkup serta metodologi dari linguistik Arab Modern 3. Mengetahui apa saja objek kajian linguistik Arab Modern

4. Mengetahui apa tujuan mempelajari linguistik Arab Modern 5. Mengetahui apa Manfaat mempelajari Linguistik Arab Modern

(6)

3 BAB II PEMBAHASAN

A. Hakikat Linguistik Arab Modern

Linguistik menurut Doktor Nawwal Muhammad Atiyyah adalah istilah tentang ilmu yang mempelajari bahasa, ilmu itu yang menjadikan bahasa sebagai objek kajiannya. Menurut Doktor Muhammad Daud, linguistik adalah ilmu yang mempelajari bahasa sebagai kajian ilmiah yang bertumpu atau berprinsip pada ketelitian, kejelasan, integratif, dan metodologis, serta memelajari bahasa itu sendiri. Kemudian menurut John Lyonh linguistik adalah penyelidikan bahasa melalui pengamatan yang teratur dan empiris yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya serta mengacu pada teori umum struktur bahasa.3 Dapat disimpulkan bahwa linguistik merupakan ilmu yang mengamati bahasa sebagai kajian ilmiah dengan pengamatan yang terstruktur dan empiris

Kata modern biasanya mengacu pada sesuatu yang baru. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata modern sendiri mempunyai arti terkini atau terbaru. Modern bisa juga diistilahkan sebagai kontemporer.4

Ferdinand de Saussure, ditumpukan sebagai bapak linguistik modern. Bukunya yang paling terkenal adalah Cours de Linguistique generale. Buku ini umumny dianggap sebagai landasan linguistik kontemporer. Beberapa istilah yang ia gunakan akhirnya menjadi terminologi standar di bidang linguistik. Bahasa, juga dikenak sebagai lidah ucapan yang disebut parole.5

Kemudian dapat ditarik makna bahwa linguistik arab modern ialah ilmu yang mengkaji bahasa Arab baik dari segi ucapan, leksikal, gramatikal dan fonologi bahasanya.

3 Muhammad Azhar and Agustiar Abbas, ‘Pengantar Linguistik Modern’, OSF Preprints, Https://Doi.Org/10.31219/Osf.Io/Vxp96, I.2 (2022), 1–11 <https://jurnal.stain- madina.ac.id/index.php/almaany/article/view/1009>.

4 Andi Rosa, Tafsir Kontemporer, ed. by Agus Ali Dzawafi (Banten: LP2M UIN Banten, 2021).

5 Jonathan Culler, SAUSSURE, ed. by Rochayah and Siti Suhayati (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta, 1996).

(7)

4

B. Ruang Lingkup dan Metodologi Linguistik Arab Modern

Ruang lingkup linguistik Arab Modern ialah 1) Fonologi, 2) Morfologi, 3)Sintaksis/Ilmu Nahwi dan 4) Semantik/ Ilmu Dalalah. Sedangkan metodologi linguistik Arab Modern ialah:6

1. Linguistik Komparatif ( نرقلما ةغللا ملع)

Bidang linguistik yang mengkaji bahasa dengan metode perbandingan/

membandingkan antara satu bahasa dengan bahasa yang lain yang masih satu rumpun.

2. Linguistik Deskriptif (يفصولا ةغللا ملع)

Bidang linguistik yang mengkaji bahasa pada masa tertentu dan digunakan pada suatu keadaan tertentu atau kajian bahasa dari aspek bunyi, bentuk struktur dan leksikalnya.

3. Linguistik Historis (يخيراتلا ةغللا ملع)

Bidang linguistik yang mengkaji, menyelidiki perkembangan dan perubahan suatu bahasa dari masa ke masa.

4. Linguistik Kontrastif (يلباقتلا ةغللا ملع)

Kajian sistematis terhadap pasangan bahasa untuk mengenali perbedaan dan persamaan diantara keduanya. Metode ini pada awalnya digunakan untuk menentukan rumpun bahasa. Pada tahun 1957, Robert Lado meletakkan dasar penggunaan analisis kontrastif dalam pemerolehan bahasa kedua sebagai metode untuk membantu mengatasi kesulitan pembelajaran bahasa.

C. Objek Kajian Linguistik Arab Modern 1. Fonologi (

يميظنتلا تاوصلأا ملع

)

a. Pengertian

Kata fonologi (bahasa Indonesia) diserap dari bahasa Inggris, yaitu

phonology” yang artinya sama dengan arti yang terdapat dalam bahasa

6 Humaidi Humaidi, ‘Linguistik Modern Persepektif Doktor Mahmud Fahmi Al-Hijazi’, Al-Fathin: Jurnal Bahasa Dan Sastra Arab, 3.01 (2020), 13 <https://doi.org/10.32332/al-fathin.v3i01.2001>.

(8)

5

Indonesia, yaitu “Bidang ilmu linguistik yang menyelidiki bunyi-bunyi bahasa menurut fungsinya.7

Menurut Verhaar, fonologi adalah “Bidang khusus dalam linguistik yang mengamati bunyi-bunyi suatu bahasa tertentu menurut fungsinya untuk membedakan makna leksikal dalam bahasa tersebut. Kridalaksana menyebutkan yang dimaksud dengan fonologi yaitu: “Bidang dalam linguistik yang menyelidiki bunyi-bunyi bahasa menurut fungsinya.8

Obyek penelitian fonologi disebut dengan fonem. Menurut Umar, fonem adalah:9

اهيلإ ريبعتلا ةلسلس ئزجت نكمي يتلا ىرغصلا زيمتلما ةدحولا

“Unit terkecil yang berbeda di mana serangkaian ekspresi dapat dibagi”

Verhaar mengatakan, fonem adalah satuan bunyi yang mempunyai fungsi untuk membedakan kata dari kata yang lain. Samsuri mengatakan, bahwa fonem adalah bunyi-bunyi yang membedakan arti atau pengertian. Maka fonem dapat diartikan sebagai kesatuan bunyi yang terkecil dalam sistem bunyi-bunyi bahasa yang dapat berfungsi dalam membedakan makna.

b. Identifikasi fonem

Identifikasi fonem adalah upaya atau proses untuk mengetahui sebuah bunyi termasuk fonem atau tidak. Proses dilakukan dengan mencari sebuah satuan bahasa (sebuah kata) yang mengandung bunyi, lalu membandingkannya dengan satuan bahasa yang lain yang mirip dengan satuan bahasa yang pertama.

Kalau keduanya ternyata berbeda makna, maka dapat ditentukan bunyi itu adalah fonem.10

Contoh dalam bahasa Indonesia misalnya, kata larang dibandingkan dengan kata lalang. Keduanya memilki kemiripan bunyi bahkan jumlahbunyi nya sama (6 bunyi). Perbedaan antara kedua hanya antara bunyi /r/ pada kata pertama dan bunyi /l/ pada kata kedua. Perbedaan kedua bunyi ternyata dapat

7 Rai Bagus Triadi and Ratna Juwitasari Emha, Fonologi Bahasa Indonesia, Rineka Cipta, Jakarta (Banten: UNPAM Press, 2021) <https://repository.unpam.ac.id/8977/1/SIN0072_FONOLOGI BAHASA INDONESIA-full.pdf>.

8 Ida Hamidah, ‘Pemerolehan Bahasa Pada Anak Usia 3,5 Tahun Berdasarkan Aspek Fonologi’, Jurnal Ilmiah SPS

Pendidikan Bahasa Indonesia, 1 No 1.1 (2018), 1–21

<https://www.academia.edu/download/57269813/PEMEROLEHAN_BAHASA_PADA_ANAK_USIA_3_5__1.pdf>.

9 Salim Saputra, ‘Learning Al-Qur ’ an Language from a Phonological Perspective’, EDUCATE, 1.2 (2023), 88–95.

10 NFN Suparman and NFN Nurliana, ‘SISTEM FONOLOGI BAHASA TAE (The Phonology System of Tae Language)’, Kandai, 18.1 (2022), 44 <https://doi.org/10.26499/jk.v18i1.3450>.

(9)

6

membedakan arti. Oleh karena itu, dalam bahasa Indonesia, /r/ dan / l / adalah fonem, karena berfungsi dalam membedakan makna.

c. Klasifikasi fonem

Dalam kajian fonologi, fonem dapat diklasifikasikan kepada dua:

pertama, fonem segmental, dan kedua, fonem supra segmental.11 Menurut Kridalaksana, yang dimaksud dengan fonem segmental adalah fokal dan konsonan dalam fonologi. Yang dimaksud dengan supra segemental adalah jalinan atau susunan bunyi yang dapat membedakan arti suatu kata dengan kata yang lain. Sementara yang dimaksud dengan segmen adalah satuan bahasa yang diabstraksikan dari suatu kontinium wicara atau teks, misalnya fon atau fonem sebagai satuan bunyi, morf atau morfem sebagai satuan gramatikal.

2. Morfologi (

ي فرصلا ماظنلا

)

a. Pengertian

Secara etimologi, kata morfologi (bahasa Indonesia) diserap dari bahasa Inggris

morphology”. Dalam bahasa Arab istilah morfologi disebut An-Nizham As- Sharfy atau Ilmu Al Isytiqaq.12 Yaitu perubahan bentuk kata menjadi bermacam- macam bentuk untuk mendapatkan makna yang berbeda-beda. Tanpa perubahan dimaksud, makna yang berbeda itu tidak akan muncul.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan, morfologi berarti

“Cabang linguistik tentang morfem dan kombinasi-kombinasinya atau bagian dari struktur bahasa yang mencakup kata dan bagian-bagian kata. Pengertian yang sama dikemukakan Kridalaksana, yaitu “Bidang linguistik yang mempelajari morfem dan kombinasi-kombinasinya. Atau dengan kata lain bagian dari struktur bahasa yang mencakup kata dan bagian-bagiannya.13

Dengan demikian, dapat diketahui bahwa morfologi merupakan salah satu kajian linguistik yang mempelajari perubahan-perubahan kata dan bagian- bagiannya secara gramatikal pada setiap bahasa. Dengan demikian, satuan

11 Triadi and Emha.

12 Sakholid Nasution, Pengantar Linguistik Bahasa Arab, ed. by Moh Kholison (Sidoarjo: Lisan Arabi, 2017).

13 Saida Gani and Berti Arsyad, ‘KAJIAN TEORITIS STRUKTUR INTERNAL BAHASA (Fonologi, Morfologi, Sintaksis, Dan Semantik)’, `A Jamiy : Jurnal Bahasa Dan Sastra Arab, 7.1 (2019), 1 <https://doi.org/10.31314/ajamiy.7.1.1- 20.2018>.

(10)

7

terkecil dalam morfologi adalah morfem (suku kata). Kata “tulis” misalnya, bisa dirubah menjadi “menulis, tertulis, tulisan, tulisan-tulisan, dll”

b. Morfem

Yang dimaksud dengan morfem adalah: “Satuan bahasa terkecil yang maknanya secara relatif stabil dan yang tidak dapat dibagi atas bagian bermakna yang lebih kecil. Morfem dalam bahasa Arab adalah hurf-hurf yang bermakna dan berfungsi secara gramatikal, seperti hurf-hurf jar, naşab, dan hurf-hurf jazm.14 Semua hurf dimaksud sebenarnya memiliki makna, tetapi tidak bisa dipahami, kecuali ia telah masuk dalam sebuah kalimat. Gabungan morfem- morfem inilah yang nantinya akan membentuk kata.

Morfem dibagi menjadi tiga jenis:15

1) Morfem bebas (

رحلا ميفرولما

), yaitu morfem yang bisa digunakan secara bebas. Contohnya:

ملاع ،باتك ،ملق ،ميظع

2) Morfem terikat (

ديقلما ميفرولما

), yaitu morfem yang tidak dapat dipakai secara mandiri tetapi harus bersambung dengan morfem lain. Contohnya:

- تا untuk jama’ muannas saaliim (

تانمؤم

)

- ني dan نو untuk jama’ mudzakkar saalim (

نونمؤم

)

- ة untuk menunjukkan muannas (

ةنمؤم

)

3) Morfem zero (

بلاسلا ميفرولما

), yaitu morfem yang tidak diucapkan dan juga tidak dituliskan, tetapi tersembunyi atau dibuang karena huruf illah, seperti dhamir mustatir dan harkat i’rab yang muqaddaroh.

c. Morfologi bahasa Arab (

قاقت شلإا

)

Kata Isytiqaq ialah bentuk mashdar dari

قتشي – قتشإ

yang berarti memperoleh, mengambil, mengasal. Secara istilah Isytiqaq adalah yang membentuk kata dari kata yang lain dengan berbagai perubahan, namun memiliki hubungan makna. Istiqaq dibagi menjadi tiga macam:16

1) Al-Isytiqaq Al-Shagiir

14 Nasution.

15 Nasution.

16 Ahmad Royani and Erta Mahyudin, Kajian Linguistik Bahasa Arab, 2020.

(11)

8

Yaitu proses pembentukan beberapa kata dari sebuah kata dasar dengan tetap memperhatikan kesamaan urutan morfem tetap seperti yang terdapat pada kata dasarnya. Seperti morfem

بتك

, urutan mofrem tetap-nya adalah sebagai berikut: ك adalah urutan pertama,

ت

urutan kedua, dan

ب

urutan

ketiga. Berbagai kata bisa dibentuk dari ketiga morfem tetap tersebut.

Dengan demikian, Isytiqaq Shagir mencakup

يوغللا فيرصت

dan

فيرصت يحلاطصلإا

.

2) Al-Isytiqaq Al-Kabiir

Yaitu, sebuah proses pembentukan kata dalam bahasa Arab dengan cara membolak-balik posisi morfem te tapnya, sehingga dapat menimbulkan kata dan makna baru, namun antara satu sama lain memiliki keterkaitan makna.

Contoh, kata

دمح

/hamida/ bisa dibentuk menjadi

حدم

/madaha/ yaitu menukar posisi fonem م /mim/ dari tengah ke depan. Kata

دمح

/hamida/

berati ‘memuji, berterimakasih’ kata

حدم

/madaha/ juga berarti ‘memuji’.

3) Al-Isytiqaq Al-Akbar

Al-Isytiqaq Al-Akbar juga biasa disebut dengan Al-Ibdaal (

لادبلإا

) yaitu

menukar huruf sebuah kata dengan huruf yang lain yang mirip dari segi makhrajnya atau cara mengartikulasikannya sehingga lebih mudah untuk diucapkan. Contohnya menukar و menjadi ا dari asal kata موف menjadi ماق .

3. Sintaksis (

يئانبلا ماظن

)

a. Pengertian

Dalam bahasa Indonesia disebut “sintaksis” yang juga diduga kuat diserap dari bahasa Inggris, dengan arti ‘cabang linguistik yang mempelajari susunan kalimat dan bagian-bagiannya’ Atau singkatnya disebut ‘ilmu tata kalimat’.

Kridalaksana menjelaskan definisi sintaksis sebagai “Pengaturan dan hubungan antara kata dengan kata, atau dengan satuan-satuan yang lebih besar dari itu

(12)

9

dalam bahasa.” Ia menambahkan, bahwa “Satuan terkecil dalam bagian ini (sintaksis) adalah kata”.17

Dalam bahasa Arab, pengaturan antar kata dalam kalimat, atau antar kalimat (

ةلمجلا

) dalam klausa atau wacana merupakan kajian

ملع وحنلا

. Bahkan

hubungan itu tidak hanya menimbulkan makna gramatikal, tetapi juga memengaruhi baris (

لكش

) akhir masing-masing kata yang kemudian disebut dengan

بارعإ

. Namun demikian, perlu diingat, bahwa ilmu nahwu lebih luas dari i’râb, dan i’râb hanya bagian dari pembahasan ilmu.18

b. Sintaksis bahasa Arab

1) Fungsi sintaksis bahasa Arab

Dalam bahasa Arab fungsi kata itu diklasifikasikan sesuai dengan jenis

بارعإ

– nya. Adapun fungsi-fungsi sintaksis dalam bahasa Arab sesuai dengan jenis

بارعإ

– nya terbagi kepada:19

a) Al-Marfu’aat

Fungsi-fungsi sintaksis dalam bahasa Arab dimana baris (syakal) akhir setiap fungsi-fungsi tersebut ber-

بارعإ

rafa’. Di antara fungsi-fungsi dimaksud adalah sebagai berikut:

- Ism Kaana - Khabr Inna - Al Mubtada’

- Al- Khabr - Al Faa’il - Naaibul Faa’il b) Al Mansubaat

Fungsi-fungsi sintaksis dalam bahasa Arab dimana baris (syakal) akhir setiap fungsi-fungsi tersebut ber-

بارعإ

nashab. Di antara fungsi-fungsi dimaksud adalah sebagai berikut:

- Khabr Kaana - Ism Inna - Al Maf’ul Bih

17 Gani and Arsyad.

18 Nasution.

19 S Jubaidah, ‘Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Melalui Media Pembelajaran Nahwu Berbasis PowerPoint Interaktif’, Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, Dan , 1 (2021), 83–90

<http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/prosiding_fbs/article/view/24188>.

- Al Maful Muthlaq - Al Maf’ul Liajlih - Al Maf’ul Ma’ah

(13)

10 - Al Maf’ul Fiih

c) Al Majruraat

Fungsi-fungsi sintaksis dalam bahasa Arab dimana baris (syakal) akhir setiap fungsi-fungsi tersebut ber-

بارعإ

Jar. Di antara fungsi-fungsi dimaksud adalah sebagai berikut:

- Al Majrur biharf Jar - Al Majrur bil Idhafah d) At-Tawaabi’

Pada dasarnya At-Tawaabi’ bukanlah termasuk fungsi-fungsi sintaksis dalam bahasa Arab, karena posisinya dalam kalimat hanya mengikuti salah satu fungsi-fungsi sintaksis tersebut di atas. Dengan demikian, dia tidak memiliki

بارعإ

yang pasti, karena sangat tergantung kepada

بارعإ (

fungsi) yang diikutinya. Fungsi-fungsi dimaksud adalah sebagai berikut:

- Al-Na’t - Al Athaf - Al Taukiid - Al Badl

c. Kategori sintaksis bahasa Arab

Kategori sintaksis bahasa Arab dibagi kepada tiga, yaitu:

مسا

(nomina),

لعف

(verba), dan

فرح

(Preposisi). Ketiganya disebut dengan

ةملكلا ماسقأ (

jenis-jenis kalimat).

4. Semantik (

ةللادلا ملع

)

a. Pengertian

Istilah semantik pertama sekali muncul pada tahun 1883 M. oleh ilmuan Prancis yang bernama Breal, melaui artikelnya yang diberi judul: “Le Lois Intellectuelles du Language”. Umar mendefinisikan semantik yakni :20

20 Nasution.

(14)

11

ىنعلما ةيرظن لوانتي يذلا ةغللا ملع نم عرفلا كلذ وأ ،ىنعلما سردي يذلا ملعلا وأ .ىنعلما ةسارد هنأب

“semantik adalah studi tentang makna, atau ilmu yang mempelajari tentang makna atau merupakan cabang linguistik yang mengkaji tentang teori makna”

Kemudian apakah makna dan arti berbeda? Menurut kamus besar bahasa Indonesia makna adalah arti, maksud, dan pengertian. Dengan kata lain makna dan arti tidak lah beda. Namun dalam kajian linguistik ternyata kedua istilah ini berbeda. Dalam bahasa Arab arti disebut dengan

ىنعلما

sedangkan

makna disebut dengan

ةللادلا

.

b. Jenis-Jenis Semantik

Menurut Verhaar, ada dua jenis makna yaitu makna leksikal dan makna gramatikal.21

- Makna leksikal

Makna leksikal adalah makna dasar setiap kata sebelum kata itu digunakan dalam sebuah kalimat. Oleh karena itu, inilah pada hakiatnya yang disebut dengan arti (arti leksikal).

- Makna gramatikal

Menurut Djadjasudarma, makna gramatikal adalah makna yang menyangkut hubungan intra bahasa, atau makna yang muncul sebagai akibat berfungsinya kata di dalam kalimat.

D. Tujuan Linguistik Arab Modern

Tujuan mempelajari linguistik modern seperti yang diungkapkan oleh Dr. Ali Wafi adalah:22

1. Memahami hakikat bahasa, cara kerjanya, dan bagian-bagian penyusunnya.

2. Memahami cara kerja bahasa dalam kehidupan sehari-hari.

3. Untuk memahami hubungan antara linguistik dan fenomena lain dan bagian dari kehidupan, seperti sosial, psikologis, sejarah, geografis, ilmu alam, psikologi, biologi, antropologi, dll.

21 Gani and Arsyad.

22 Azhar and Abbas.

(15)

12

4. Untuk memahami bagaimana bahasa telah berubah di berbagai bagian masyarakat, negara yang berbeda, dan waktu yang berbeda.

5. Untuk menunjukkan kepada orang-orang bagaimana struktur kaidah bahasa sehingga orang lain dapat memahaminya dengan lebih baik

E. Manfaat Linguistik Arab Modern

Manfaat linguistik modern bagi penggunanya antara lain:23

1. Membantu dalam menyelesaikan pekerjaan mereka dan melakukan tanggungjawab.

2.

Akan membantu para peneliti, kritikus sastra, dan orang-orang yang pada umumnya tertarik untuk lebih memahami karya sastra.

3.

Sangat penting bagi mereka yang bekerja di bidang pendidikan bahasa.

4.

Bagi penyusun kamus akan menemukan bahwa memiliki pengetahuan linguistik sangat membantu.

5.

Orang-orang yang menyusun buku sekolah benar-benar perlu memiliki banyak pengetahuan linguistik di kepala mereka. Kalimat-kalimat yang digunakan dalam penyusunan buku teks perlu disesuaikan agar sesuai dengan tingkat pemahaman siswa yang akan membaca buku tersebut.

23 Liliana Muliastuti, ‘Bahasa Dan Linguistik’, in Linguistik Umum, 2014, pp. 1–42

<http://repository.ut.ac.id/4729/3/PBIN4101-M1.pdf>.

(16)

13

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Linguistik modern adalah ilmu yang mempelajari bahasa itu sendiri, baik dari segi penggunaan bahasa sebagai ujaran (parole) maupun struktur leksikal, gramatikal, dan fonologis bahasa (langue) . Objek kajian linguistik modern adalah komponen penyusun bahasa, fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik. Tujuan mempelajari linguistik modern adalah untuk memahami hakikat, fenomena bahasa, dan unsur-unsur pembentuk bahasa sehingga berguna untuk komunikasi individu dalam kehidupan sosial masyarakat.

B. Saran

Demikian makalah ini saya buat dengan baik, semoga dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi para pembaca. Mohon maaf jika didapati ejaan dalam penulisan kata dan kalimat yang kurang benar maupun kurang jelas, tentu saya sangat mengharapkan saran dan masukan dari para pembaca guna memperbaiki makalah saya kedepannya. Sekian, semoga dapat diterima dan saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya.

(17)

14

DAFTAR PUSTAKA

Azhar, Muhammad, and Agustiar Abbas, ‘Pengantar Linguistik Modern’, OSF Preprints, Https://Doi.Org/10.31219/Osf.Io/Vxp96, I.2 (2022), 1–11 <https://jurnal.stain- madina.ac.id/index.php/almaany/article/view/1009>

Culler, Jonathan, SAUSSURE, ed. by Rochayah and Siti Suhayati (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta, 1996) Gani, Saida, and Berti Arsyad, ‘KAJIAN TEORITIS STRUKTUR INTERNAL BAHASA

(Fonologi, Morfologi, Sintaksis, Dan Semantik)’, `A Jamiy : Jurnal Bahasa Dan Sastra Arab, 7.1 (2019), 1 <https://doi.org/10.31314/ajamiy.7.1.1-20.2018>

Humaidi, Humaidi, ‘Linguistik Modern Persepektif Doktor Mahmud Fahmi Al-Hijazi’, Al- Fathin: Jurnal Bahasa Dan Sastra Arab, 3.01 (2020), 13 <https://doi.org/10.32332/al- fathin.v3i01.2001>

Ida Hamidah, ‘Pemerolehan Bahasa Pada Anak Usia 3,5 Tahun Berdasarkan Aspek Fonologi’, Jurnal Ilmiah SPS Pendidikan Bahasa Indonesia, 1 No 1.1 (2018), 1–21

<https://www.academia.edu/download/57269813/PEMEROLEHAN_BAHASA_PADA _ANAK_USIA_3_5__1.pdf>

Jubaidah, S, ‘Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Melalui Media Pembelajaran Nahwu Berbasis PowerPoint Interaktif’, Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, Dan …, 1 (2021), 83–90 <http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/prosiding_fbs/article/view/24188>

Mailani, Okarisma, Irna Nuraeni, Sarah Agnia Syakila, and Jundi Lazuardi, ‘Bahasa Sebagai Alat Komunikasi Dalam Kehidupan Manusia’, Kampret Journal, 1.1 (2022), 1–10

<https://doi.org/10.35335/kampret.v1i1.8>

Muliastuti, Liliana, ‘Bahasa Dan Linguistik’, in Linguistik Umum, 2014, pp. 1–42

<http://repository.ut.ac.id/4729/3/PBIN4101-M1.pdf>

Nasution, Sakholid, Pengantar Linguistik Bahasa Arab, ed. by Moh Kholison (Sidoarjo: Lisan Arabi, 2017)

Rizki, Restu Budiansyah, ‘Kajian Linguistik Modern Strukturalis Dalam Pembelajaran Bahasa Arab’, Alsina : Journal of Arabic Studies, 2.2 (2020), 173

<https://doi.org/10.21580/alsina.2.2.4968>

(18)

15

Rosa, Andi, Tafsir Kontemporer, ed. by Agus Ali Dzawafi (Banten: LP2M UIN Banten, 2021) Royani, Ahmad, and Erta Mahyudin, Kajian Linguistik Bahasa Arab, 2020

Saputra, Salim, ‘Learning Al-Qur ’ an Language from a Phonological Perspective’, EDUCATE, 1.2 (2023), 88–95

Suparman, NFN, and NFN Nurliana, ‘SISTEM FONOLOGI BAHASA TAE (The Phonology System of Tae Language)’, Kandai, 18.1 (2022), 44

<https://doi.org/10.26499/jk.v18i1.3450>

Triadi, Rai Bagus, and Ratna Juwitasari Emha, Fonologi Bahasa Indonesia, Rineka Cipta,

Jakarta (Banten: UNPAM Press, 2021)

<https://repository.unpam.ac.id/8977/1/SIN0072_FONOLOGI BAHASA INDONESIA- full.pdf>

Referensi

Dokumen terkait

Kenyataan tersebut memperlihatkan bahwa mahasiswa tidak memiliki pemahaman dasar yang baik tentang kajian linguistik, yang seharusnya mereka peroleh pada semester

Kemudian frasa ِ ضَمْلا ُسْأَر merupakan gabungan dari nomina ُسأَر artinya kepala, sedangkan nomina ُ ضاا yang artinya harta, dan jika disandingkan

Bukan hanya mengenai negeri pertama mana komunitas Semit berasal, para sejarawan dan pakar bahasa pun berselisih pendapat mengenai bahasa pertama yang digunakan oleh

D. Apabila kata benda bentuk jamak berjenis kelamin laki-laki yang ditandai dengan akhiran ﻦﻮ - [-ūn] menjadi obyek penderita, maka akhirnya berubah menjadi ﻦﻴ - [-īn]. •

Pengetahuan kaidah bahasa sangat diperluka dalam pembuatan kamus, karena akan sangat berbeda jika aplikasi kamus digital tersebut dibuat oleh orang yang mempunyai

a) Lahirnya kamus-kamus bahasa Arab yang menggunakan sistem fonetik pada abad ke-2 hijriyah dan menjadi landasan penyusunan kamus bagi generasi setelah khalil. b)

Menurut anda bagaimana jika Departemen Sastra Arab menerapkan sistem lingkungan bahasa dengan tujuan untuk memotivasi agar mahasiswa mampu berbicara bahasa Arab. -

Karena itu ketika mempelajari tentang lafazh dan makna, seorang hendaklah memperhatikan unsur-unsur di atas seperti yang telah diisyaratkan oleh Ibn Jinni dalam