IDENTITAS NASIONAL
Identitas Nasional Indonesia :
1. Bahasa Nasional atau Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia2.
2. Bendera negara yaitu Sang Merah PutiH 3. Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya 4. Lambang Negara yaitu Pancasila
5. Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika 6. Dasar Falsafah negara yaitu Pancasila
7. Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD 1945
8. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat 9. Konsepsi Wawasan Nusantara
10. Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai Kebudayaan Nasional Burung Garuda
Burung Garuda adalah lambang utama dari Pancasila. Burung Garuda melambangkan kekuatan dan gerak yang dinamis.
Hal ini terlihat dari sayapnya yang mengembang dan menandakan siap terbang. Sayap ini memberi arti dinamika dan semangat untuk menjunjung tinggi nama baik bangsa dan negara Indonesia.
Cengkeraman Kaki Burung Garuda
Kaki Burung Garuda yang kokoh dan mencengkeram serta bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika ini berarti meski berbeda-beda, tetapi satu jua. Seloka dari Buku Sutasoma karya Empu Tantular ini menjadi slogan Indonesia.
Slogan ini bermakna bahwa Indonesia memiliki kekuatan bangsa yang satu, meski terdapat banyak perbedaan. Mulai dari suku, agama, ras, budaya, dan lainnya.
Warna Emas
Warna emas pada Burung Garuda melambungkan keagungan. Artinya, bangsa Indonesia senantiasa menjunjung tinggi martabat bangsa yang bersifat agung dan luhur.
Jumlah Bulu
Bulu pada Burung Garuda terdiri dari 17 helai di sayap kanan dan kiri yang menandakan tanggal kemerdekaan Indonesia.
Sementara bulu di ekor Burung Garuda ada delapan, yang menandakan bulan kemerdekaan Indonesia, yaitu Agustus.
Sedangkan bulu di pangkal ekor Burung Garuda ada 19 dan bulu di leher Burung Garuda ada
45, ini melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia, yakni 1945.
Perisai
Perisai di dada Burung Garuda melambangkan perjuangan dan perlindungan. Sebab, perisai merupakan alat yang kerap dibawa ketika seorang prajurit berperang dan melindungi diri dari musuh.
Di dalam perisai, ada garis melintang yang melambangkan garis Khatulistiwa yang ada di Indonesia. Di dalam perisai juga ada lima bagian yang menandakan sila ke-1 sampai ke-5.
Sila ke-1
Bunyi: Ketuhanan Yang Maha Esa Lambang: Bintang
Makna: Cahaya kerohanian yang berasal dari Tuhan kepada setiap manusia Sila ke-2
Bunyi: Kemanusiaan yang adil dan beradab Lambang: Rantai
Makna: Bangsa Indonesia saling terikat erat, saling bahu-membahu, dan saling membutuhkan Sila ke-3
Bunyi: Persatuan Indonesia Lambang: Pohon beringin
Makna: Indonesia merupakan negara yang teduh, sehingga seluruh masyarakatnya dapat 'berteduh' di bawah naungan negara. Makna lain juga berupa keragaman suku bangsa yang menyatu di bawah nama Indonesia
Sila ke-4
Bunyi: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Lambang: Banteng
Makna: Masyarakat Indonesia suka berkumpul dalam arti musyawarah untuk melahirkan suatu keputusan
Sila ke-5
Bunyi: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Lambang: Padi dan kapas
Makna: Syarat utama keadilan adalah mencapai kemakmuran rakyat yang merata, yaitu
pangan dan sandang
NILAI KEBANGSAAN DALAM PANCASILA
Nilai-nilai kebangsaan Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, nilai-nilai semangat juang perlu diangkat kembali. Khususnya nilai-nilai yang terkandung dalam UUD 1945. Contoh sikap positif yang berkaitan dengan nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam UUD 1945 adalah: Nilai religius Nilai kemanusiaan Nilai produktivitas Nilai keseimbangan Nilai demokrasi Nilai kesamaan derajat Nilai ketaatan hukum
1. Nilai religius Nilai-nilai kebangsaan sesuai UUD 1945 dari segi religi antara lain:
1. Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama dan kepercayaan masing- masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
2. Hormat menghormati serta bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
3. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
4. Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaan kepada orang lain.
2. Nilai kemanusiaan Nilai-nilai kebangsaan sesuai UUD 1945 dari segi kemanusiaan antara lain:
1. Mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban antara sesama manusia.
2. Saling mencintai sesama manusia.
3. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
5. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
6. Berani membela kebenaran dan keadilan.
7. Bangsa Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia internasional maka harus
mengembangkan sikap saling hormat-menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.
3. Nilai produktivitas Nilai-nilai kebangsaan sesuai UUD 1945 dari segi produktivitas antara lain:
1. Perlindungan terhadap masyarakat dalam beraktivitas menuju kemakmuran.
2. Sarana dan prasarana yang mampu mendorong masyarakat untuk kreatif dan produktif.
3. Terciptanya undang-undang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
4. Nilai keseimbangan Nilai-nilai kebangsaan sesuai UUD 1945 dari segi keseimbangan antara lain:
1. Menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang proporsional, 2. tidak memaksakan kehendak, saling toleransi, tolong-menolong,
3. rukun, damai, menghormati, perbedaan agama dan kepercayaan, 4. persahabatan, serta membela dan melindungi yang lemah
5. . Keseimbangan antara kehidupan jasmani dan rohani.
5. Nilai demokrasi Nilai-nilai kebangsaan sesuai UUD 1945 dari segi demokrasi antara lain:
1. Kedaulatan berada di tangan rakyat, berarti setiap warga negara memiliki kebebasan yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pemerintahan sehingga dapat terwujud persatuan dan kesatuan Indonesia.
2. Pilar utama dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa dalam masyarakat
6. Nilai kesamaan derajat Nilai-nilai kebangsaan sesuai UUD 1945 dari segi kesamaan derajat antara lain:
1. Setiap warga negara memiliki hak, kewajiban dan kedudukan sama di depan hukum.
2. Upaya penegakan HAM, terutama: Hak mengeluarkan pendapat Kebebasan beragama Perlindungan dan kepastian hukum Bebas dari perlakuan tidak manusiawi Hak mendapatkan kehidupan yang layak Hak mendapatkan pendidikan Hak mendapatkan pelayanan kesehatan Aman dari ancaman ketakutan
7. Nilai ketaatan hukum Nilai-nilai kebangsaan sesuai UUD 1945 dari segi ketaatan hukum antara lain:
1. Setiap warga negara tanpa pandang bulu wajib menaati setiap hukum dan peraturan yang berlaku.
2. Lembaga-lembaga penegak hukum juga wajib menaati hukum dan peraturan yang berlaku agar: Lebih independen Tidak terkontaminasi dengan kekuasaan atau politik praktis Persamaan di depan hukum (equality before the law) dapat terwujud