Nama : Moh Jauhariyanto Npm : 2021501024 Prodi : Ilmu Komputer
TUGAS UAS PKN
1. JELASKAN IMPLEMENTASI NILAI2 PANCASILA DALAM KEBIJAKAN EKONOMI?
2. JELASKAN HUBUNGAN PANCASILA DENGAN UUD 1945 KHUSUSNYA PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA?
3. JELASKAN APA FUNGSI DARI GOTONG ROYONG DALAM PENGEMBANGAN SOSIAL BUDAYA?
4. APAKAH NILAI2 GOTONG ROYONG MASIH PERLU DIPERTAHANKAN JIKA MASIH PERLU DIPERTAHANKAN APA ALASANNYA DAN BAGAIMANA CARA
MENSOSIALISASIKANNYA?
5. BUATLAH CONTOH KEGIATAN KEMAHASISWAAN TENTANG BELA NEGARA DAN TOLONG SAUDARA BERIKAN SUMBANGAN PIKIRAN BAGAIMANA SEBAIKNYA BELA NEGARA BAGI MAHASISWA DAN SEKALIGUS SEBAGAI SANTRI?
JAWABAN
1. Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan ekonomi bertujuan untuk menciptakan sistem ekonomi yang adil, berkeadilan, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan. Beberapa nilai-nilai Pancasila yang dapat diimplementasikan dalam kebijakan ekonomi antara lain:
a. Ketuhanan Yang Maha Esa: Implementasi nilai ini dapat tercermin dalam prinsip-prinsip ekonomi yang menjunjung tinggi moralitas dan etika, serta mengakui pentingnya
tanggung jawab sosial dalam aktivitas ekonomi.
b. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Dalam kebijakan ekonomi, implementasi nilai ini dapat mengutamakan kesejahteraan dan keadilan sosial, dengan memperhatikan
perlindungan terhadap hak asasi manusia, kesetaraan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
c. Persatuan Indonesia: Implementasi nilai ini dapat tercermin dalam upaya menciptakan kesetaraan ekonomi antarwilayah, antarindustri, serta membangun kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan di dalam negeri.
d. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan: Implementasi nilai ini memperkuat perlindungan dan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan ekonomi, serta mendorong transparansi, akuntabilitas, dan good governance dalam semua aspek ekonomi.
e. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Implementasi nilai ini dapat tercermin dalam redistribusi kekayaan, pemerataan akses terhadap sumber daya ekonomi,
perlindungan terhadap kaum yang rentan, serta pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
2. Hubungan Pancasila dengan UUD 1945, khususnya Pancasila sebagai Dasar Negara Pancasila sebagai Dasar Negara tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, menunjukkan kedudukan dan arti penting Pancasila dalam sistem hukum dan pemerintahan Indonesia. Hubungan antara Pancasila dengan UUD 1945 adalah sebagai berikut:
a. Pancasila sebagai Filosofi Dasar Negara: Pancasila menjadi pandangan hidup, landasan moral, dan ideologi bangsa Indonesia. UUD 1945 memuat prinsip-prinsip yang dibangun berdasarkan nilai-nilai Pancasila sebagai pijakan utama dalam pembentukan sistem negara dan hukum di Indonesia.
b. Pancasila sebagai Sumber Hukum: Pancasila diakui sebagai sumber hukum tertinggi di Indonesia. UUD 1945 menjadi payung hukum yang mengatur segala aspek kehidupan negara dan masyarakat, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.
c. Pancasila sebagai Pedoman Pembangunan Negara: UUD 1945 mengarahkan
pembangunan negara Indonesia sesuai dengan tujuan dan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila menjadi panduan dalam perumusan kebijakan, program, dan proyek pembangunan nasional.
d. Pancasila sebagai Landasan Kehidupan Bermasyarakat: UUD 1945 mengamanatkan bahwa masyarakat Indonesia hidup berdasarkan Pancasila. Hal ini berarti semua warga negara wajib menjunjung tinggi dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta dalam hubungan antarindividu, antarkelompok, dan antarlembaga.
3. Gotong royong memiliki peran penting dalam pengembangan sosial budaya masyarakat. Berikut adalah beberapa fungsi gotong royong dalam konteks pengembangan sosial budaya:
a. Meningkatkan Solidaritas dan Kebersamaan: Gotong royong memperkuat ikatan sosial antarindividu dan kelompok dalam masyarakat. Dalam prosesnya, gotong royong menciptakan rasa saling percaya, mengurangi kesenjangan sosial, dan memperkuat hubungan antarwarga.
b. Mendorong Kemandirian dan Keberdayaan: Gotong royong melibatkan partisipasi aktif seluruh anggota masyarakat dalam berbagai kegiatan. Hal ini membantu mengembangkan kemandirian dan keberdayaan masyarakat dalam mengatasi berbagai masalah sosial budaya yang dihadapi.
c. Membangun Soliditas dan Identitas Budaya: Melalui gotong royong, masyarakat dapat mempertahankan dan mengembangkan warisan budaya serta nilai-nilai tradisional yang berharga. Gotong royong menjadi wahana untuk memperkuat soliditas dan keberagaman budaya di dalam masyarakat.
d. Mengatasi Masalah Bersama: Gotong royong memungkinkan masyarakat bekerja sama dalam mengatasi berbagai masalah sosial budaya yang dihadapi, seperti kemiskinan, bencana alam, atau permasalahan lingkungan. Kolaborasi dan partisipasi aktif masyarakat dalam gotong royong menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan tersebut.
4. Nilai-nilai gotong royong perlu dipertahankan karena memiliki beberapa alasan dan manfaat yang signifikan dalam kehidupan masyarakat. Ada Beberapa alasan yang kami ketahui mengapa nilai- nilai gotong royong masih relevan dan cara mensosialisasikannya:
1. Menguatkan Persatuan dan Toleransi: Gotong royong mendorong kolaborasi dan kerjasama antarmasyarakat yang beragam. Dengan mensosialisasikan nilai gotong royong, masyarakat dapat memperkuat persatuan, mengurangi konflik, serta memupuk sikap saling menghormati dan toleransi terhadap perbedaan.
2 Mengatasi Masalah Bersama: Dalam masyarakat yang menerapkan nilai gotong royong, berbagai masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan dapat diatasi secara bersama-sama.
Mensosialisasikan nilai gotong royong melalui penyuluhan, pendidikan, dan kegiatan kolaboratif dapat membangkitkan kesadaran masyarakat untuk mengatasi masalah bersama.
3 Meningkatkan Kesejahteraan: Gotong royong mendorong kesejahteraan bersama dengan memperkuat solidaritas sosial dan pembagian hasil yang adil. Dengan mensosialisasikan nilai gotong royong, masyarakat dapat lebih peduli terhadap kepentingan bersama dan berupaya menciptakan kondisi yang lebih adil dan sejahtera.
4 Mengembangkan Kebersamaan dan Jiwa Sosial: Mensosialisasikan nilai gotong royong melalui pendidikan formal dan informal, serta melalui kegiatan kemasyarakatan, dapat membantu mengembangkan jiwa sosial dan kebersamaan pada generasi muda. Ini akan membawa dampak positif dalam membentuk karakter masyarakat yang lebih inklusif dan bertanggung jawab.
5. Menurut Perpekstif kami ada beberapa kemahasiswaan tentang bela negara dapat melibatkan mahasiswa dan santri dalam upaya menjaga kedaulatan, keutuhan, dan martabat bangsa.
- Seminar dan Diskusi: Mahasiswa dan santri dapat mengadakan seminar atau diskusi tentang pentingnya bela negara dalam konteks sosial, politik, dan keamanan nasional. Kegiatan ini dapat membuka wawasan, memperdalam pemahaman, dan memicu sumbangan pikiran terkait peran mahasiswa dan santri dalam menjaga keutuhan negara.
- Pengabdian Masyarakat: Mahasiswa dan santri dapat melibatkan diri dalam program pengabdian masyarakat yang berfokus pada kegiatan bela negara. Misalnya, mereka dapat terlibat dalam kegiatan penggalangan dana untuk korban bencana, memberikan bantuan pendidikan kepada anak-anak di daerah terpencil, atau mengorganisir program kesadaran keamanan lingkungan.