• Tidak ada hasil yang ditemukan

Abstract. Keyword : Social Economy of the community, Social Assistance, Sapapait Samamanis.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Abstract. Keyword : Social Economy of the community, Social Assistance, Sapapait Samamanis."

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

1

Program Sapapait Samamanis : Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Sindanglaya Kecamatan Tanjungsiang

Kabupaten Subang Dimasa Pandemi COVID-19

Tina Amalia), Anisa Mufidah Sufendi 2)Fariz Rachman Syambudi3) Opik Sadurrofik4)Tio Hendy Laksono5) Laila Listiana Ulya6)

1) E-mail: [email protected]2) E-mail:[email protected] 3) E-mail:

[email protected] 4) E-mail: [email protected]5) E-mail:[email protected]

6) E-mail: [email protected],id

Abstract

Coronavirus (COVID-19) is an infectious disease caused by a new version of the coronavirus that was discovered at the end of 2019. The very rapid spread of Covid19 in society caused Indonesia to implement social restrictions, which led to changes in the socio-economic community. The socio-economic changes that have occurred have motivated the government to make policies by providing social assistance to residents affected by Covid-19. However, in practice, in the field of social assistance from the government, this has not been fully targeted, therefore the youth of RW 02 Sindanglaya Village, Subang Regency, initiated a program called "Sapapait Samamanis". This program aims to provide assistance to people who have not received social assistance from the government. The method of implementation is the fundraising stage, the data collection stage and the assistance distribution stage. The result of this activity was that the community received assistance in the form of basic necessities.

Keyword : Social Economy of the community, Social Assistance, Sapapait Samamanis

Abstrak

Coronavirus (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus versi baru yang ditemukan pada akhir 2019 lalu. Penyebaran covid-19 yang sangat masif di masyarakat menyebabkan di Indonesia melakukan pembatasan sosiaal yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial ekonomi masyarakat. Perubahan sosial ekonomi di masyarakat ini menyebabkan pemerintah membuat kebijakan yaitu dengan memberikan bantuan sosial kepada warga yang terdampak. Namun dalam pelaksanaan dilapangan bantuan sosial dari pemerintah ini belum sepenuhnya sesuai sasaran, oleh karena itu pemuda RW 02 Kampung Kalapa Desa Sindanglaya Kabupaten Subang menggagas sebuah program yaitu "Sapapait Samamanis".

Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang belum menerima bantuan sosial dari pemerintah. Metode pelaksanaan nya yaitu memberikan bantuan berupa paket sembako kepada warga yang dmulai dari tahap penggalangan dana tahap pendataan hingga tahap pembagian bantuan. Hasil dari kegiatan ini yaitu masyarakat mendapatkan bantuan berupa sembako.

Kata kunci : Sosial Ekonomi masyarakat, Bantuan Sosial, Sapapait Samamanis

(2)

2

PENDAHULUAN

Coronavirus (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus versi baru yang ditemukan pada akhir 2019 lalu (WHO, 2020) Sebagian besar gangguan yang dialami oleh individu yang terinfeksi virus COVID-19 akan mengalami penyakit pernapasan ringan hingga sedang dan sembuh tanpa memerlukan perawatan khusus. (World Meters Info, 2020)

Prosentase penularannya lebih cenderung pada individu usia lanjut dan mereka yangmemiliki riwayat masalah medis seperti kardiovaskular, diabetes, penyakit pernapasan kronis, dan kanker di mana lebih cenderung mengembangkan infeksi virus COVID-19 menjadi penyakit yang lebih serius. (World Meters Info, 2020)

Pemerintah Indonesia menerapkan beberapa langkah seperti menganjurkan warganya untuk tetap berada di rumah hingga pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau disingkat PSBB, meskipun memang kebijakan tersebut menunjukkan adanya pembatasan kebebasan sipil masyarakat untuk berkumpul (Liputan6, 2020) serta adanya kemunduran dalam kinerja masyarakat dalam sektor ekonomi yang pada akhirnya berujung pada jatuhnya perekonomian pada skala nasional

(Hadiwardoyo, 2020),

Tak hanya dari segi kesehatan, wabah COVID-19 juga berdampak pada sektor lainnya, yaitu sosial dan ekonomi. Seperti pernyataan yang dipaparkan dalam salah satu video yang diunggah di kanal Youtube oleh Nas Das Official yang berjudul Be Careful of The Next 2 Years, yaitu pernyataan yang mengungkapkan COVID- 19 tak hilang dimuka bumi setidaknya selama 2 tahun yang berdampak pada kondisi sosial yaitu kemiskinan dan kehilangan pekerjaan, maka kedua hal tersebut bisa saja terjadi di Indonesia berdasarkan pemaparan studi berikut.

Menurut studi yang dilakukan oleh Suryahadi et.al (2020) yang memprediksikan tingkat kemiskinan rata-rata Indonesia akan meningkat di akhir tahun 2020 dehingga peningkatan tersebut akan menyebabkan sekitar 8 juta penduduk akan mengalami kemiskinan baru akibat wabah ini.

Maka dari itu karena adanya perubahan sosial ekonomi di masyarakat menyebabkan pemerintah menerapkan beberapa kebijakan untuk membantu masyarakat di tengah pandemi covid 19 ini seperti salah satunya adalah kebijakan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat. namun dalam prakteknya bantuan sosial dari pemerintah ini belum

(3)

3

sepenuhnya tepat sasaran diimana untuk kasus di desa Sindanglaya sendiri dalam pemberian bantuan sosial tahap 1 berupa apa uang senilai Rp. 600.000 yang mendapatkan bantuan sosial tersebut hanya 125 orang dan untuk warga RW 02 sendiri yang menerima bantuan hanya 29 orang. Dalam sasaran 9 orang yang menerima bany sosial dari pemerintah di RW 2 ini sendiri belum sepenuhnya tepat karena sebetulnya masih ada warga lain yang kondisi sosial ekonominya sangat terdampak oleh penduduk bumi namun tidak mendapatkan bantuan sosial itu sendiri. maka dari itu dari banyaknya polemik yang terjadi dari bantuan sosial dari pemerintah karang taruna RW 02 menggagas sebuah program yaitu program

"Sapapait Samamanis".

Program ini merupakan program pemberian bantuan kepada masyarakat yang belum menerima bantuan dari pemerintah yang terdampak covid 19 dan sumber dana untuk program ini berasal dari warga lain yang berkenan untuk memberikan bantuan, bantuan bisa berupa uang ataupun bahan bahan sembako seperti beras.

A. PELAKSANAAN DAN METODE

METODE

Program Sapapait Samamanis ini dapat meningkatkan gotong royong antar warga dan juga membantu menstabilkan sosial ekonomi masyarakat, program ini merupakan pemberian bantuan kepada masyarakat atau warga yang belum menerima bantuan sosial dari pemerintah yang terdampak oleh pandemi covid 19.

Metode pelaksanaan dalam program ini adalah pembagian paket sembako kepada warga di RW 02. kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Kalapa Desa Sindanglaya Kecamatan tanjungsiang Kabupaten Subang

Tahap selanjutnya adalah pendataan warga penerima

program

Kemudian tahap terakhir adalah tahap pembagian bantuan program

yang berupa paket sembako Tahap pelaksanaan diawali dengan

tahap penggalangan dana bantuan dari masyarakat yang akan

memberikan sumbangan

(4)

4

pada 5 Agustus 2020. .

B. HASIL DANPEMBAHASAN

Program Sapapait Samamanis ini melalui berbagai tahapan yaitu tahap penggalangan dana bantuan, tahap pendataan warga, dan tahap pembagian bantuan.

Tahapan Penggalangan Dana

Pada tahap penggalangan dana ini karang taruna RW 02 berkoordinasi dengan seluruh seluruh RT yang ada di RW 02.

Koordinasi ini dilakukan untuk meminta bantuan ketua RT untuk ikut serta dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat sosialisasi ini berupa penjelasan tentang bagaimana program ini akan dilaksanakan dan untuk selanjutnya langsung kepada mendatangi setiap rumah untuk dimintai dana atau ada beberapa juga yang mendatangi ketua RT secara langsung untuk memberikan bantuan, bantuan yang diterima dari warga pun tidak hanya berupa uang adapun warga yang menyumbangkan berupa beras. tahapan koordinasi dengan ketua RT dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2020 yang kemudian dilanjutkan dengan penggalangan dana yang juga dilakukan oleh ketua RT setempat dengan cara mendatangi setiap rumah-rumah warga, pemilihan ketua RT

untuk penggalangan daerah dipilih karena warga akan lebih menghormati dan menghargai ketua RT dan akan lebih mendengarkan apa yang Ketua RT sampaikan kemudian warga akan lebih mudah mencerna tentang program ini.

penggalangan dana ini dilakukan secara bertahap yaitu dari mulai tanggal 29 Juli hingga tanggal 31 Juli. Dari penggalangan dana tersebut terkumpul uang sebesar Rp.

1.025.000 dan juga tambahan pemberian dari warga 2 kg telur beserta 5 kg beras.

Tahap Pendataan Warga

Tahap pendataan warga ini dilakukan terlebih dahulu dengan menentukan berbagai macam kriteria warga penerima program ini.

Adapun kriteria untuk warga penerima program bantuan ini adalah : 1) Belum menerima bantuan sosial dari pemerintah 2).

Keluarga bergantung pada penghasilan harian (pengahasilan tidak tetap) 3).

Terkena PHK atau sudah tidak memiliki pekerjaan.

Setelah menetapkan kriteria-kriteria barulah kemudian mulai ke tahap pendataan warga tahap pendataan dengan membuat skala prioritas urutan 1 sampai dengan selanjutnya dan kemudian dengan memperhatikan hasil Dana yang sudah terkumpul pada akhirnya tim karang taruna

(5)

5

juga tim satgas serta RT dan juga RW memutuskan untuk yang menjadi sasaran untuk program ini adalah 80 warga. Maka dari itu dalam proses pendataan dibuatlah data warga dari mulai urutan 1 sampai 80 dan juga masih ada urutan di bawahnya jadi ketika urutan 1 sampai 80 ini ada yang sekiranya tidak memenuhi kriteria barulah urutan yang ada di bawah ini bisa masuk kedalam urutan skala prioritas.

Dalam prosesnya ini tentunya ditemui berbagai macam kesulitan-kesulitan seperti adanya perbedaan pendapat antara karang taruna dan juga RT maupun RW, perbedaan pendapat ini terkait dengan dengan urutan skala prioritas namun solusinya adalah ketika menemui berbagai macam perbedaan pendapat ini dilakukan diskusi tentang siapa saja yang berhak menerima atau yang lebih layak untuk menjadi skala prioritas penerima bantuan

Tahap Pembagian Bantuan

Tahap pembagian bantuan ini dilakukan pada tanggal 5 Agustus 2020 dimana dimulai dengan terlebih dahulu menyiapkan paket paket sembako paket sembako yang dibagikan berisi beras telur minyak goreng dan mie instan, setiap warga akan mendapatkan satu paket tersebut.

Pada saat tahap pembagian

menggunakan metode di mana dibagi tiga kelompok yang akan membagi yaitu tim satgas covid Desa, tim karang taruna dan juga oleh RT serta RW. Setelah dibagi tim tersebut bertugas membagikan bantuan- bantuan kepada warga dan pemberian bantuan berjalan secara lancar tanpa menemui hambatan Respon warga saat dibagikan bantuan pun cukup baik, warga menerima dan menyambut bantuan tersebut dimeskipun sempat dijumpai warga yang menolak diberikan bantuan tersebut dan ketika warga tersebut menolak maka bantuan tersebut diberikan kepada orang lain sesuai dengan skala prioritas yang sudah ditentukan.

Program ini yang awalnya hanya dilakukan di lingkungan RW 02 kemudian diadopsi oleh seluruh RW yang ada di desa Sindanglaya yang pada akhirnya setiap RW di desa Sindanglaya melakukan program tersebut. Kemudian setelah dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2020, program Ini selanjutnya akan dilaksanakan kembali namun belum ada pembicaraan lebih lanjut mengenai kapan program ini akan dilaksanakan, namun sudah ada rencana dari karang taruna maupun dari tim satgas covid desa untuk melakukan program ini kembali, karena masih banyaknya warga yang belum mendapatkan program bantuan ini dan juga

(6)

6

masih banyaknya pula warga yang terdampak oleh pandemi covid 19 ini.

Dokumentasi

Gambar 1. Proses pendataan warga

Gambar 2. Proses pengumpulan hasil penggalangan dana

Gambar 3. Sembako yang akan dibagikan

Gambar 4. . Proses pengemasan paket bantuan

Gambar 5. Proses pembagian Bantuan

C. PENUTUP Simpulan dan saran

Program Sapapait Samamanis ini yang dilakukan di lingkungan RW 02 Desa Sindanglaya Kecamatan Tanjungsiang Kabupaten Subang, diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membagikan paket bantuan sembako karena belum semua warga yang membutuhkan menerima paket bantuan sosial dari pemerintah. Kemudian an-nur g ini juga dapat meningkatkan tingkat kepedulian masyarakat juga gotong royong di antara masyarakat di mana masyarakat yang mampu

(7)

7 dapat memberikan bantuannya kepada

masyarakat lain yang membutuhkan.

Saran dari pelaksanaan program ini adalah perlu adanya perbaikan oleh pemerintah dalam sasaran penerima bantuan sosial sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial maupun ketidakstabilan sosial di masyarakat. Kemudian dalam pelaksanaan program ini pun perlu adanya kerjasama lagi antara karang taruna maupun RT RW terutama dalam hal penentuan skala prioritas menerima bantuan agar benar-benar sesuai dengan keadaan warga dan benar sesuai warga yang harus menjadi skala prioritas penerima bantuan.

D. DAFTARPUSTAKA

“Covid-19 Coronaviruses Pandemic,” Diakses pada 23 Agustus 2020

https://www.worldometers.info/coronavius /;

Wang Zhou, ed., Coronavirus Prevention Handbook (Wuhan: Hubei Science and Technology Press, 2020)

Liputan6.com. Nekat Nongkrong Saat Pandemi Corona Covid-19, ABG Dihukum Dorong Motor. Diperoleh dari Liputan 6 Diakses

pada 23 Agustus 2020

https://www.liputan6.com/otomotif/read/4 233477/nekat-nongkrong-saat-pandemi- corona-covid-19-abg-dihukum-dorong- motor

Hadiwardoyo, W. (2020). Kerugian Ekonomi Nasional Akibat Pandemi COVID-19.

Baskara Journal of Business &

Entrepeneurship, 83-92.

Suryahadi, Asep et al. 2020. The Impact of COVID-

19 Outbreak on Poverty: An Estimation for Indonesia. SMERU. Working Paper. The SMERU Research Institute : Jakarta.

World Health Organization, “Coronavirus,” last modified 2020, Diakses pada 23 Agustus 2020, https://www.who.int/health- topics/coronavirus#tab=tab_1.

YouTube. Be Careful Of The Next 2 Years. Diakses pada 23 Agustus 2020

(8)

BUDIDAYA CABAI RAWIT DI ERA PANDEMI MENGGUNAKAN METODE HIDROPONIK DI DESA CIKUMPAY, KABUPATEN PURWAKARTA 1 BUDIDAYA CABAI RAWIT DI ERA PANDEMI

MENGGUNAKAN METODE HIDROPONIK DI DESA CIKUMPAY, KABUPATEN PURWAKARTA

Bagas Adhi Saputra1, Romi Fauzan Al Baihaki2, Mukhammad Toni3, Nurani Amal Pamuji4, Khairul Aziz5, Laila Listiana Ulya6

Fakultas Bahasa dan Seni UNNES1, Fakultas Ilmu Sosial UNNES2, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNNES3, Fakultas Teknik UNNES4,

Fakultas Ekonomi UNNES5 , Pembimbing6

Email: [email protected]1,

[email protected]2, [email protected]3, [email protected]4,

[email protected]5, [email protected]6

ABSTRAK

Ketersediaan pangan merupakan syarat keharusan dari tercapainya status ketahanan pangan di suatu negara. Untuk memperoleh ketersediaan pangan yang cukup diperlukan pemanfaatan segala sumber daya lahan yang ada secara baik dan terencana, termasuk lahan pekarangan. Hidroponik adalah lahan budidaya pertanian tanpa menggunakan media tanah, sehingga hidroponik merupakan aktivitas pertanian yang dijalankan dengan menggunakan air sebagai medium

untuk menggantikan tanah. Informasi tentang perkembangan sistem hidroponik di Indonesia masih sangat minim, hal ini disebabkan oleh kurangnya penyuluhan tentang kelebihan sistem hidroponik pada lahan sempit. Pembuatan media bertanam cabai dengan konsep hidroponik tidak terlalu sulit, begitu pula dengan bahan-bahan yang digunakan cukup mudah untuk didapatkan. Dari sisi ekonomi cukup murah, secara teknis pembuatan media tanam hidroponik cukup mudah. Oleh karena itu, pelaksana

(9)

BUDIDAYA CABAI RAWIT DI ERA PANDEMI MENGGUNAKAN METODE HIDROPONIK DI DESA CIKUMPAY, KABUPATEN PURWAKARTA 2 KKN UNNES BMC-19 menginisiasi

program budidaya tanaman cabai secara hidroponik sebagai bentuk pengabdian kepada warga Desa Cikumpay RT 10 RW 03. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan lansung kepada warga dengan pembekalan terkait bagaimana cara melakukan budidaya secara baik dan benar.

Sehingga diharapkan para warga mengerti dan memahami prosesi dari tahap awal sampai pada tahap akhir.

Dengan adanya kegiatan ini, selain warga mendapatkan ilmu kami sebagai fasilitator pula mendapatkan feedback berupa perhatian ataupun respon positif sehingga output yang ingin dicapai dapat terpenuhi. Setelah beberapa hari, media tanam yang telah kami demonstrasikan mulai terlihat perubahan dari segi pertumbuhan sehingga perawatan dan pengontrolan secara intensif serta berkala menjadi utama penentu kualitas hasil budidaya.

Kata kunci: Hidroponik, Tanaman Cabai, Lahan Sempit

PENDAHULUAN

Indonesia terletak pada garis astronomis 6° Lintang Utara – 11°

derajat Lintang Selatan dan antara 95°

Bujur Timur – 121° Bujur Timur.

Sehingga Indonesia memiliki iklim tropis yang membuat sinar matahari selalu menyinari sepanjang tahun.

Negara yang memiliki iklim tropis biasanya terdapat flora yang tumbuh dengan baik, salah satunya adalah cabai rawit. Cabai rawit atau dengan nama latin Capsicum annuum Bird’s Eye’ merupakan tanaman holtikutura yang dapat berkembang tumbuh dengan baik di lingkungan tropis.

Hasil dari tanaman ini bisa langsung dimanfaatkan bagi manusia karena relatif lebih aman untuk dikonsumsi tentu dengan memperhatikan takaran yang benar. Selain mudah untuk dibudidayakan, tanaman jenis ini kaya akan manfaat diantaranya : membantu proses detoksifikasi, mencegah terjadinya pembekuan darah, melancarkan proses metabolisme serta menjaga kesehatan mata.

Morgan (1999) mengatakan bahwa budidaya cabai rawit pada umumnya membutuhkan media tanah yang luas seperti hal nya untuk persawahan yang biasa dilakukan oleh para petani.

(10)

BUDIDAYA CABAI RAWIT DI ERA PANDEMI MENGGUNAKAN METODE HIDROPONIK DI DESA CIKUMPAY, KABUPATEN PURWAKARTA 3 Alternatif yang mungkin bisa

dilakukan adalah dengan metode hidroponik yang tanpa membutuhkah tanah sebagai medianya. Akan tetapi tetap membutuhkan media lain lain sebagai penopang seperti pasir, kerikil, arang sekap dan sabut kelapa terutama air atau zat mineral bagi kelangsungan hidup bagi tanaman.

Sistem hidroponik memiliki banyak keuntungan (1) Tumbuh dan berproduksi tanaman lebih terjamin.

(2) Perawatan lebih praktis dan kontrol akan potensi gangguan hama lebih terjaga. (3) Efisiensi penggunaan pupuk. (4) Tanaman yang mati lebih mudah untuk digantikan.

(5) Metode kerja lebih hemat dan terstandarisasi. (6) Tanaman dapat tumbuh dengan pesat. (7) Hasil penanaman lebih tinggi dibandingkan ketika melakukan penanaman di tanah. (8) Harga jual tanaman hidroponik lebih tinggi. (9) Beberapa jenis tenaman dapat dibudidayakan walaupun di luar musim. (10) Risiko kebanjiran, erosi, kekeringan, atau ketergantungan dengan kondisi alam bisa dihindari. (11) Dapat dilakukan pada lahan atau ruang yang sempit terbatas. (Ida, Roidah A ,2014).

Sedangkan menurut Prayitno,Wahyu A dkk. (2017) berdasarkan hasil penelitiannya terkait penggunaan metode hidroponik, mengemukakan bahwa salah satu faktor keberhasilan dalam menggunakan metode ini terletak pada bagaimana cara si pemilik untuk menjaga dan merawat tanamannya. Dengan memastikan sirkulasi serta memberikan penyiraman air sebagai nutrisi utama bagi tanaman secara tepat dan kecukupan menjadi hal penting yang perlu dilakukan sehingga dapat menghasilkan kualitas terbaik.

Tak bisa dipungkiri walaupun metode ini tidak membutuhkan tanah sebagai media utamanya, akan tetapi nutrisi maupun media pendukung lain sangatlah dibutuhkan, terlepas dari peran si pemilik terutama ketika membudidayakan tanaman cabai rawit.

METODE PELAKSANAAN KEGIATAN

1. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan sosialisasi pembudidayaan cabai hidroponik yang diselenggarakan oleh pelaksana KKN UNNES BMC-19 dengan melibatkan warga RT 10 RW 03 dilaksanakan di

(11)

BUDIDAYA CABAI RAWIT DI ERA PANDEMI MENGGUNAKAN METODE HIDROPONIK DI DESA CIKUMPAY, KABUPATEN PURWAKARTA 4 Desa Cikumpay Kecamatan Campaka

Kabupaten Purwakarta. Kegiatan ini dilaksanakan sejak bulan Juli sampai dengan Agustus 2020.

2. Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan adalah bibit tanaman cabai rawit, media tanam berupa sekam bakar dan pupuk kandang. Alat yang digunakan antara lain adalah gelas plastik, sekop, alat tulis, dan kamera.

3. Metode Pelaksanaan

Tahap awal dilakukan analisis situasi dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Penyelesaian permasalahan yang dihadapi masyarakat khususnya di tengah masa pandemi ini dilakukan melalui sosialisasi budidaya dengan hidroponik. Setelah tim mahasiswa memiliki kesepakatan dengan pihak warga untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi warga di tengah masa pandemi ini, dilakukan metode penyuluhan, pelatihan, dan demonstrasi budidaya tanaman cabai rawit hidroponik.

Metode kegiatan yang dilakukan dalam pemberdayaan kelompok sasaran adalah dengan metode partisipasif dan aksi yang warga RT 10 RW 03 Desa Cikumpay. Dalam

kegiatan ini pelaksana KKN UNNES BMC-19 bertindak sebagai fasilitator.

Materi pada saat penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan diberikan melalui pembelajaran orang dewasa (andragogi), dengan rasio 30

% teori dan 70 % praktik.

Pembelajaran bagi orang dewasa harus sesuai dengan prinsip- prinsip dasar pembelajaran orang dewasa.

Prinsip-prinsip tersebut seperti nilai manfaat, sesuai dengan pengalaman, kesesuaian dengan masalah yang dihadapi, praktis, sesuai dengan kebutuhan, menarik, dan partisipasi aktif dalam belajar.

PEMBAHASAN

1. Definisi Secara Umum

Pengertian tanaman hidroponik secara umum adalah tanaman yang ditanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah, melainkan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman untuk bisa tumbuh. Jadi tanaman hidroponik tidak ditanam di media tanah melainkan media lain seperti bata merah, rockwool, kerikil, arang sekam dan sebagainya.

2. Pelaksanaan dan Hasil

(12)

BUDIDAYA CABAI RAWIT DI ERA PANDEMI MENGGUNAKAN METODE HIDROPONIK DI DESA CIKUMPAY, KABUPATEN PURWAKARTA 5 Pada awalnya, pelaksana melakukan

sosialisasi kepada warga Desa Cikumpay RT 10 RW 03 terkait dengan program sosialisasi mengenai hidroponik cabai rawit. Respon masyarakat sangat positif adanya program kerja ini.

Setelah itu, pelaksana menentukan waktu untuk memulai pelaksanaan prorgram kerja ini dan kemudian diberitahukan kepada warga Desa Cikumpay RT 10 RW 03.

Tiba waktunya pendemoan program kerja hidroponik cabai rawit yang dilakukan di halaman rumah pelaksana. Proses penyemaian biji cabai rawit pada media sekam bakar.

Perbandingan antara sekam bakar dengan pupuk kandang yang kami gunakan adalah 1 : 1, setelah semua tercampur rata kemudian dimasukkan kedalam wadah yang sudah disiapkan, sembari menaburkan benih benih cabai rawit secara merata dan teratur, setelah semuanya selesai dilakukan, proses selanjutnya yaitu menunggu pertumbuhan benih, didiamkan beberapa hari di tempat yang lembab serta tidak terpapar sinar matahari secara langsung, setelah itu benih benih mulai menunjukkan pertumbuhan.

Setelah beberapa hari berlalu, kini benih benih yang sudah mulai tumbuh bisa dipindahkan ke media selanjutnya yaitu media hidroponik yang terbuat dari Gelas Plastik Bekas, juga yang utama yaitu pemberian materi kepada warga terkait pemilihan media yang cocok, teknik penanaman, dan proses perawatan yang tentunya sangat penting untuk kedepannya, agar warga dapat melakukannya sendiri dirumah masing masing, kegiatan yang dilakukan di halaman rumah, terlihat warga sangat antusias terhadap kegiatan ini.

Kegiatan ini sangat penting karena kita masih bisa melakukan kegiatan menanam meskipun dengan lahan yang terbatas yang dilakukan dengan metode lain yaitu metode hidroponik.

Gambar 1. Proses Pemberian Pupuk yang sudah tercampur kedalam wadah, serta penanaman bibit secara tersusun rapi

(13)

BUDIDAYA CABAI RAWIT DI ERA PANDEMI MENGGUNAKAN METODE HIDROPONIK DI DESA CIKUMPAY, KABUPATEN PURWAKARTA 6 Gambar 2. Proses hasil semaian yang

sudah dipindahkan kedalam Botol Bekas sebagai alat hidroponik

SIMPULAN

1. Kegiatan yang dilakukan adalah pembekalan, penyuluhan, pelatihan dan demontrasi.

2. Hasil yang telah dicapai dalam kegiatan ini adalah warga RT 10 RW 03 dan masyarakat sekitar Desa Cikumpay telah memahami dan telah melaksanakan budidaya tanaman cabai merah dalam pot.

3. Pertumbuhan dan produksi cabai merah dalam pot juga bisa tinggi jika dilakukan dengan cara yang tepat.

4. Masyarakat memperlihatkan respon yang positif dalam kegiatan ini, terlihat dari partisipasi aktif dan antusias mereka mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir pelaksanaan.

DAFTAR PUSTAKA

Prayitno, W. A. (2012). Sistem Monitoring Suhu, Kelembaban, dan Pengendali Penyiraman

Tanaman Hidroponik

menggunakan Blynk Android.

Circulation Research, 110(10), 292–297.

https://doi.org/10.1161/CIRCRE SAHA.112.270033

Roidah, I. S. (2014). Pemanfaatan Lahan Dengan Menggunakan Sistem Hidroponik. Jurnal Universitas Tulungagung BONOROWO Tahun, 1(2), 43–

50. Retrieved from file:///C:/Users/ASUS/Download s/14-22-1-SM.pdf

http://berkebun.web.id/pengertiantana man-hidroponik-adalah/ [diakses pada 18 Agustus 2020 pukul 22.50]

http://cookshabit.com/readarticles/ma nfaat-sayur-sayuranbagi-tubuh- manusia/15 [diakses pada 18 Agustus 2020 pukul 22.30]

https://id.wikipedia.org/wiki/Sayuran [diakses pada 18 Agustus 2020 pukul 22.22]

https://id.wikipedia.org/wiki/Akuapo nik [diakses pada tanggal 21 Agustus 2020 pukul 02.15]

http://berkebun.web.id/pengertiantana man-hidroponik-adalah/ [diakses pada 22 Agustus 2020 pukul 22.47]

(14)

KKN Bersama Melawan Covid-19

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

PELATIHAN BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK DI DESA TEMIYANGSARI, KECAMATAN KROYA, KABUPATEN INDRAMAYU

Kiki Mulyadiᵃ (Manajemen) [email protected]

Dewi Endang Ayuᵈ (Manajemen) [email protected]

Ridayatᵇ (Geografi) [email protected]

Dicko Agustianᶜ (Geografi) [email protected]

Angga Farhan Fuadiᶱ (Pendidikan Ekonomi) [email protected]

Laila Listiana Ulyaᶠ (Pembingbing) [email protected] Universitas Negeri Semarang, Indonesia

(15)

ABSTRAK

Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan kelompok tani perempuan khususnya dalam budidaya sayuran organik dan pemanfaatan pupuk limbah hewan. rendahnya pengetahuan dan ketrampilan dalam membudidayakan sayuran organik merupakan masalah yang dihadapi oleh kelompok tani perempuan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berbentuk penyuluhan, pelatihan dan pembuatan demplot sayuran organik. Kegiatan yang dilakukan terbagi dalam beberapa tahapan antara lain Pertemuan awal dengan kelompok, penyerahan alat dan bahan pendukung kegiatan budidaya, persiapan alat dan bahan peyuluhan dan pelatihan, penyuluhan budidaya sayuran organik, penyuluhan hama dan penyakit, pelatihan pembuatan pupuk organik serta pembuatan demplot tanaman sayuran. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah peningkatan kemampuan dan pemanfaatan pupuk limbah hewan dan budidaya sayuran organik.

Kata Kunci : Kelompok tani perempuan, budidaya, sayuran organik

PENDAHULUAN

Indonesia adalah Negara Agraris yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani. Para petani biasanya memiliki lahan berupa sawah ataupun ladang sebagai tempat untuk mengolah berbagai macam tanaman yang menjadi bahan pokok seperti padi, jagung, cabai, dan sebagainya.

Desa Temiyangsari merupakan desa yang terletak di Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Desa ini memiliki luas wilayah 1.136.938 hektar dengan tata guna lahan untuk pemukiman, sawah, tegalan, hutan rakyat/kebun, hutan negara dan lainnya.

Luas tanah yang dijadikan tanah sawah 506.159 hektar. Iklim di desa Temiyangsari

memiliki curah hujan yaitu 225 Mm dengan jumlah bulan hujan 6 bulan serta suhu rata- rata harian sekitar 22-32° C. Jumlah penduduk 8.791 jiwa (laki-laki 4.429 jiwa dan perempuan 4.362 jiwa) yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan buruh tani. Terdapat sejumlah permasalahan di Desa Temiyangsari yang diidentifikasi oleh Pemerintah Desa Temiyangsari (2020), yaitu pendapatan warga yang rendah (rata-rata kurang dari Rp 10.000/kapita/hari), tingkat pendidikan formal masyarakat rata-rata tamat sekolah dasar, dan banyakanya pengangguran.

Program penyuluhan dan pelatihan budidaya sayuran organik dilaksanakan bagi kelompok ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai petani cabai merah.

(16)

Kelompok ibu-ibu tani ini aktif bekerja membantu suami di lading sayur cabai merah, mulai dari pembersihan lahan, pemanenan dan pengumpulan buah cabai merah untuk dijual. Kelompok ini juga aktif dalam budidaya tanaman dengan memanfaatkan lahan kosong di samping sayur cabai merah dengan menanam berbagai tanaman seperti padi dan singkong, dimana hasil dari budidaya tersebut selain dikonsumsi sebagian lagi dijual ke pasar, hasilnya untuk menopang ekonomi keluarga petani. Hasil tersebut sangat membantu terutama saat saat harga kopra mengalami penurunan harga jual (Republika.co.id, 2018).

Minimnya pengetahuan dan ketrampilan dalam membudidayakan sayuran organik, diketahui dari hasil diskusi pada saat dilakukan survei awal, selain itu dari tanaman milik kelompok tani pertumbuhannya terlihat tidak optimal karena tidak menggunakan pupuk, pengaturan jarak tanam yang tidak tepat, penyiangan tidak dilakukan secara optimal, belum dilakukan pengendalian hama dan penyakit. Selain itu tanaman budidaya yang terlihat dalam kondisi tidak subur akibat dari rendahnya ketersediaan unsur hara bagi tanaman selain itu pemahaman yang minim tentang penggunaan pupuk oleh anggota kelompok menjadi faktor penyebab

rendahnya produksi tanaman yang dibudidayakan.

Salah satu faktor untuk meningkatkan produksi tanaman budidaya adalah dengan pemberian pupuk, baik pupuk kimia maupun pupuk organik.

berpendapat bahwa pupuk organik merupakan hasil fermentasi dari bahan- bahan organik berupa sisa tanaman, ternak yang diproses menjadi bentuk padat atau cair sehingga dapat memperbaiki sifat fisik dan biologi tanah (Dewanto dkk, 2013).

Selain itu Sayur organik merupakan salah satu sumber nutrisi yang dibutuhkan oleh manusia. Ada beberapa kandungan gizi pada sayur yang tidak terdapat pada sumber bahan makanan lain. Sayur mengandung banyak serat yang memiliki banyak peranan dalam proses pencernaan. Serat dapat melancarkan perncernaan serta dapat mencegah dan mengurangi resiko timbulnya beberapa penyakit (Jahari dan Sumarno, 2001).

Sebagian besar petani di Desa Temiyangsari masih menerapkan konsep pertanian alami, dimana dalam budiaya tanamannya masih sedikit menggunakan pupuk baik pupuk kimia maupun pupuk organik. Hal ini selain dipengaruhi oleh pola pikir dan pengetahuan petani, minimnya akses untuk memperoleh bantuan pupuk juga menjadi kendala utama.

(17)

Limbah rumah tangga maupun limbah pertanian, kotoran ternak sampai saat ini belum dimanfaatkan oleh anggota kelompok, hal ini terjadi karena rendahnya pengetahuan anggota. Padahal limbah rumah tangga yang sebagian besar adalah sampah organik dapat dijadikan bahan untuk pupuk organik (Anonimous, 2019).

Usaha mengatasi hal tersebut dilakukan dengan memanfaatkan limbah kotoran (Anonimous, 2019). Salah satu kelebihan dari sistem pertanian organik adalah penggunaan pupuk organik buatan sendiri yang dapat mengurangi biaya operasional dalam usaha budidaya tanaman (Roidah, 2013).

Peningkatan produksi sayuran juga akan mengurangi ketergantungan masyarakat akan sayuran dari luar daerah, sedangkan upaya untuk melatih petani memproduksi sendiri pupuk organik dari pemanfaatan hasil kotoran hewan diharapkan mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia bahkan membatasi penggunaan pupuk organik kemasan yang didatangkan dari luar daerah.

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memperkuat ketrampilan dan kemampuan kelompok tani perempuan khususnya tentang budidaya sayuran organik dan meningkatkan kemampuan petani perempuan memanfaatkan limbah dari kotoran hewan untuk dijadikan sebagai

bahan baku pupuk organik. Manfaat dari kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini adalah meningkatnya kemampuan kelompok tani khususnya tentang budidaya sayuran organik sehingga dapat pula meningkatkan pendapatan keluarga.

METODE PELAKSANAAN Tahapan Pelaksanaan

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di desa Temiyangsari Kecamatan Kroya dan berlangsung pada bulan Julil 2020 saat dilakukannya KKN BMC UNNES 2020.

Bahan dan alat yang dibutuhkan selama kegiatan pelatihan, penyuluhan dan pembuatan demplot adalah pupuk organik, bibit sayuran, sterofom dan bahan penunjanglainnya untuk pembuatan peralatan tanam. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dengan beberapa metode antara lain metode penyuluhan, metode pelatihan, dan pembuatan demplot sayuran organik. Selanjutnya tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan sebagai berikut :

1. Pertemuan Awal dengan Kelompok 2. Persiapan dan Penyerahan Alat dan Bahan Pendukung Kegiatan Budidaya 3. Penyuluhan Budidaya Sayuran Organik 4. Penyuluhan Hama dan Penyakit

(18)

5. Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik 6. Pelatihan Pembuatan Media Budidaya 7. Pelatihan Penanaman Budidaya Cabai Merah didalam Sterofom

8. Penyuluhan Cara Merawat Cabai Merah Diseterofom Yang Baik Hingga Panen

HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Persiapan

Tahap awal pelaksanaan program pengabdian ini dilakukan dilakukan dengan menyusun rencana kegiatan penyuluhan dan pelatihan, dalam bentuk diskusi awal bersama anggota. Selanjutnya dilakukan persiapan meliputi penyiapan bahan dan peralatan penyuluhan dan pelatihan.

Penyuluhan Budidaya Sayuran Organik Sebelum dilakukan penyuluhan kami terlebih dahulu membagi daftar pertanyaan kepada anggota untuk dilakukan penggalian informasi tentang pengetahuan budidaya sayuran organik.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi budidaya sayuran organik, yang dilakukan melalui metode penyuluhan dan diskusi. Beberapa hal penting yang disampaikan mengenai teknik budidaya antara lain kegiatan persiapan lahan, media tanam, jenis-jenis pupuk

organik, teknik pembibitan, pindah tanam, pengendalian hama dan penyakit, pemupukan dan pengendalian gulma.

Setelah pelaksanaan penyuluhan budidaya sayuran organik anggota akan mempraktekkan secara bersama pada lahan demplot yang telah disediakan. Selain itu kami juga memperkenalkan jenis jenis pupuk organik kepada anggota antara lain pupuk kandang, pupuk hijau, dan kompos.

Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Pupuk organik yang diperkenalkan bagi petani merupakan pupuk berbahan sederhana dengan bahan yang dapat dijumpai di sekitar lingkungan petani dan memiliki manfaat yang sangat besar bagi para petani seperti halnya pupuk kompos kotoran hewan, selain dapat diproduksi sendiri juga mudah dalam pengerjaannya.

Prosesnya kami mengedukasi cara membuat kompos yang baik untuk dijadikan pengganti pupuk kimia.

Pelatihan Penanaman Budidaya Cabai Merah didalam Sterofom

Kegiatan pelatihan penanaman budidaya cabai merah didalam Sterofom dilakukan pada sterofom yang telah di lubangi dengan solder dan aqua gelas yang telah di proses untuk dijadikan media tanam yang dikombinasikan dengan sterofom, di mana seluruh peserta terlibat langsung.

Kegiatan diawali dengan menyiapkan

(19)

bahan dan bibit, dilanjutkan dengan pengisian tanah, pupuk organik dan bahan penunjang lainnya untuk di tanami sayur cabai merah. Setelah itu dilakukanlah penanaman bibit cabai kedalam aqua gelas yang telah siap ditanami dan di masukan kedalam sterofom yang telah diisi air.

Setelah penanaman selesai kami mengedukasi cara merawat dan menjaga sayur cabai merah hingga dapat di panen dengan baik.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan pelatihan bagi kelompok tani perempuan di Desa Temiyangsari Kecamatan Kroya, dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Tingkat partisipasi anggota kelompok yang tinggi memberikan dampak positif bagi pelaksanaan program pengabdian ini, terlihat dari kegiatan penyuluhan dan pelatihan dapat berjalan secara baik dan diikuti oleh seluruh peserta.

2. Penyuluhan tentang budidaya sayuran secara organik telah meningkatkan pengetahuan peserta, yang ditunjukkan dengan adanya perubahan pengetahuan tentang budidaya sayuran secara organic seperti sayur cabai merah.

DAFTAR PUSTAKA

Anonimous (2019). Mengolah Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik, Urban Hidroponik.

Available at:

http://www.urbanhidroponik.com/2 016/11/membuatpupuk-organik- limbah-rumah-tangga.html (Accessed: 1 April 2019).

Dewanto dkk (2013). ‘Pengaruh Pemupukan Anoragnik dan Organik Terhadap Produksi Tanaman Jagung Sebagai bahan Pakan’, Jurnal Zootek, 32(5), pp. 1–8.

Jahari, AB, Sumarno, I (2001).

Epidemiologi konsumsi Serat di Indonesia. Bogor. Gizi Indonesia.

Republika.co.id (2018). Harga Kopra Anjlok , Petani di Halmahera Utara. Available at:

https://www.republika.co.id/berita/

nasional/daerah/18/11/21/piiy7q40 9-hargakopra-anjlok-petani-di-

(20)

halmahera-utara-boikot-jalan (Accessed: 25 March 2019).

Roidah I S (2013). ‘Manfaat Penggunaan Pupuk Organik Untuk Kesuburan Tanah’, Bonorowo, 1(1), p. 13.

Gambar

Gambar 3. Sembako yang akan  dibagikan
Gambar  1.  Proses  Pemberian  Pupuk  yang  sudah  tercampur  kedalam  wadah,  serta  penanaman  bibit  secara  tersusun rapi

Referensi

Dokumen terkait

Sistem pelayanan pelanggan yang berjalan saat ini pada PT Sahabat Kreasi Muda masih berjalan dengan mengunakan aplikasi google untuk mengisi keluhan pelanggan

Exposure to her TV interview (vs. Twitter page) heightened social presence, inducing stronger parasocial interaction (PSI) and more favorable candidate evaluations among those lower

Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat kemiripan sekuen asam amino antara protein PAT, Barnase dan Barstar dengan sekuen asam amino protein toksin dalam

Dari data yang diperoleh di daerah penelitian didapatkan jenis batuan berupa andesit basaltik piroksen yang hadir sebagai batuan terobosan dangkal dan andesit basaltik

Distribusi frekuensi adalah untuk mengetahui tentang penyebaran jawaban responden dari kuesioner yang disebarkan pada pegawai Kantor Pelayanan Pajak Pratama

Hubungan antara kadar nitrogen media tanam dan bobot segar tanaman bawang daun sama seperti parameter tinggi tanaman dan jumlah daun dimana terjadi peningkatan bobot

Untuk mengurangi keasaman dalam biji kakao selama fermentasi dengan pencelupan biji kakao di dalam air kapur jenuh yang akan difermentasi secara berskala (selang

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara kreativitas dengan prestasi belajar matematika, sementara kemampuan penalaran