• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelajari tentang Keputihan

N/A
N/A
Joma@ Matrutty

Academic year: 2023

Membagikan "Pelajari tentang Keputihan"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

Implementasi manajemen pelayanan antenatal dengan tepung albus di Puskesmas Benteng Ambon menggunakan manajemen 7 langkah Varney sesuai dengan kompetensi dan kewenangan kebidanan. Dapat memberikan/merumuskan rencana aksi asuhan kebidanan langsung pada pasien flour albus di Puskesmas Benteng Ambon hal. Dapat mengapresiasi pelayanan kebidanan yang diberikan kepada pasien tepung albus di Puskesmas Benteng Ambon.

Dapat mendokumentasikan seluruh temuan dan tindakan kebidanan yang dilakukan pada pasien melabus di Puskesmas Benteng Ambon. Sebagai bahan masukan bagi institusi pendidikan dalam pelaksanaan proses asuhan prenatal asuhan kebidanan dengan tepung albus dan sebagai acuan bagi rekan-rekan mahasiswa kebidanan dalam penyusunan artikel ilmiah selanjutnya yang relevan dengan artikel ilmiah tersebut. Semoga menambah pengetahuan dan ketrampilan penulis serta menjadi tambahan yang sangat berharga dalam penerapan asuhan kebidanan hingga asuhan kebidanan pada pasien flour albus.

Fluor albus/keputihan adalah suatu tanda dan gejala yang ditandai dengan keluarnya cairan yang tidak biasa dari alat kelamin wanita, tidak berdarah, berbau atau tidak, dan disertai rasa gatal setempat. Sedangkan keputihan yang tidak normal (patologis)/flourish albus biasanya disebabkan oleh infeksi/peradangan yang terjadi akibat mencuci vagina dengan air kotor, pemeriksaan dalam yang tidak tepat, penggunaan alat pembersih vagina yang berlebihan, pemeriksaan yang tidak higienis, dan adanya benda asing di dalam vagina. vagina. vagina.Selain infeksi, keputihan juga bisa disebabkan oleh masalah hormonal, celana yang tidak menyerap keringat, dan penyakit menular seksual. Keputihan atau tepung putih berwarna putih merupakan gejala keluarnya cairan selain darah dari alat kelamin wanita.

Flour albus merupakan suatu keadaan yang dapat terjadi secara fisiologis dan dapat menjadi patologis flour albus akibat infeksi mikroba penyakit.

Tinjauan Khusus Tentang Flour Albus dalam kehamilan 1. Dampak flour albus pada kehamilan

Bedanya dengan keputihan, cairan yang keluar dari vagina berwarna putih susu, kuning atau hijau, seperti lendir, kental/encer, dan berbau atau tidak. Namun jumlahnya sedikit dan biasanya meninggalkan noda pada celana dalam yang merupakan salah satu gejala keputihan. Karena dengan kondisi ini ada kemungkinan terjadinya infeksi, jika tidak segera mendapat pengobatan dapat mengakibatkan pelunakan leher rahim dan persalinan akan terjadi sebelum waktunya.

Seorang wanita lebih rentan mengalami keputihan saat hamil, karena pada saat hamil terjadi perubahan hormonal yang salah satu dampaknya adalah peningkatan jumlah produksi cairan dan penurunan keasaman vagina, serta perubahan kondisi pencernaan. mempengaruhi peningkatan risiko keputihan terutama yang disebabkan oleh infeksi jamur.Selama belum terjadi persalinan dan selaput ketuban masih utuh, dimana janin masih terlindungi oleh selaput ketuban dan cairan ketuban yang steril, umumnya terjadi tidak ada efek infeksi vagina langsung yang menyebabkan keputihan pada janin. Beberapa keputihan pada kehamilan berbahaya karena dapat menyebabkan kelahiran prematur (prematuritas), ketuban pecah dini (ECM) atau bayi dengan berat badan lahir rendah (kurang dari 2500 gram). Secara umum, sabun khusus vagina dan air bersih serta menjaga pakaian dalam tetap kering dan bersih sudah cukup.

Hanya saja hal tersebut tidak mungkin dilakukan karena belum ada penelitian mengenai dosis yang aman untuk ibu hamil. Dan yang terpenting, bila keputihan tidak kunjung sembuh dengan pengobatan biasa (antibiotik dan antijamur), perlu diperhatikan bahwa keputihan tersebut disebabkan oleh penyakit ganas seperti kanker serviks. Meningkatnya kadar hormon estrogen dan aliran darah ke vagina seringkali menjadi penyebab ibu hamil mengalami keputihan.

Bersihkan dari arah depan ke belakang setiap kali buang air kecil atau besar karena dapat membantu mengurangi kontaminasi mikroorganisme dari saluran kemih dan anus.

STUDI KASUS

MARET 2019

  • LANGKAH 1 : IDENTIFIKASI DATA DASAR Data Subjektif
  • LANGKAH II : IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH AKTUAL
  • LANGKAH III :IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
  • LANGKAH IV : TINDAKAN SEGERA/KOLABORASI
  • LANGKAH V : RENCANA/INTERVENSI Tujuan
  • LANGKAH VI: IMPLEMENTASI Tanggal 20 maret 2019
  • LANGKAH VII: EVALUASI Tanggal 20 maret 2019

Pasien : Tidak ada riwayat penyakit berat seperti jantung, diabetes melitus (DM), hepatitis, TBC dan asma. Sejak tiga hari yang lalu, pasien mulai mengeluhkan lendir berwarna putih kekuningan, bau amis, dan gatal pada alat kelamin. 5. Riwayat reproduksi. Pola makan ibu teratur dengan frekuensi 3 kali sehari dengan nasi, sayur, lauk pauk dan buah. Ibu minum 7-8 gelas sehari.

Diagnosis dasar : GIV P1I A1, usia kehamilan 26 minggu dengan riwayat keputihan : ibu mengatakan keputihan sejak 3 hari yang lalu berwarna putih kekuningan, kental dan berbau busuk, disertai rasa gatal. Tidak ada bekas luka operasi Tidak ada nyeri tekan Terlihat keluarnya cairan kental berwarna putih kekuningan. Cairan yang keluar berwarna putih kekuningan, kental dan meninggalkan bekas pada celana dalam disertai bau dan gatal.

Sang ibu mengatakan sudah beberapa lama mengalami keputihan, namun pada minggu pertama hingga hari keempat, ibu masih mengalami keputihan yang berwarna putih, kental, dan terkadang terasa gatal. Keputihan atau tepung albus merupakan keputihan yang tidak disertai darah. Keputihan akibat infeksi biasanya disertai rasa gatal pada vagina dan sekitar bibir luar vagina. Keputihan ditandai dengan keluarnya cairan dalam jumlah banyak, berwarna kuning, hijau, merah hingga coklat (karena bercampur darah), berwarna putih seperti susu basi.

Wanita yang mengalami keputihan seperti ini yang disebut dengan keputihan patologis, umumnya mempunyai keluhan seperti rasa tidak nyaman karena gatal dan berbau tidak sedap/amis (Citrawati, MD, 2014:9). Tanda-tanda keputihan yang tidak normal antara lain kelebihan lendir dan infeksi. Tidak ada tanda-tanda infeksi seperti perubahan warna cairan dari putih kekuningan menjadi kuning kehijauan atau coklat, berbusa dan disertai nyeri tekan pada vulva dan sekitarnya serta terdapat bau yang tidak sedap.

Berikan ibu obat antibiotik (Metrodinazol) dan cairan antiseptik vagina serta anjurkan ibu untuk selalu ingat minum dan menggunakan obat yang diberikan yaitu 2 kali sehari. Rasional: Metronidazol merupakan obat keputihan yang aman diberikan pada ibu hamil usia kehamilan 26 minggu (trimester kedua) untuk mengatasi infeksi. Jelaskan pada ibu bahwa keputihan yang dialaminya saat ini disebabkan oleh ibu yang kurang menjaga kebersihan sekitar alat kelaminnya.

Keputihan kental berwarna putih kekuningan sudah hilang: keputihan tidak lagi berwarna kuning, keputihan tidak banyak dan kental serta tidak berbau amis lagi, ibu tidak lagi khawatir dengan keputihannya yang dapat menimbulkan efek berbahaya bagi kesehatan. melahirkan dan anaknya. Tidak ada tanda-tanda infeksi, kondisi lendir tetap sama, tidak ada kelainan.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Sebagai tenaga kesehatan khususnya bidan diharapkan selalu berusaha meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih profesional berdasarkan manajemen kebidanan sebagai tanggung jawabnya jika terjadi tuntutan hukum. Bidan yang merawat klien diharapkan menjadikan manajemen kebidanan dan pendokumentasian perawatan sebagai tanggung jawab jika ada tuntutan hukum.

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu penyakit yang di alami oleh wanita usia subur adalah keputihan, adalah kondisi vagina saat mengeluarkan cairan atau lendir yang menyerupai nanah yang

Terjadinya keputihan patologis pada remaja disebabkan karena kurang baiknya perilaku (pengetahuan, sikap dan tindakan) remaja dalam menjaga kebersihan daerah

1) Perubahan Tingkah Laku Keputihan (Fluor albus) yang disebabkan oleh jamur lebih cepat berkembang di lingkungan yang hangat dan basah maka untuk membantu penyembuhan menjaga

Mencuci vagina dengan air kotor, pemeriksaan dalam yang tidak benar, penggunaan pembilas vagina yang berlebihan, pemeriksaan yang tidak higienis, dan adanya benda asing dalam

Berdasarkan hasil uji chi-square hubungan penggunaan sabun pembersih kewanitaan dengan kejadian keputihan (Flour Albus) dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) hasil perhitungan

Peradangan vagina atau yang sering di kenal dengan sariawan pada vagina terjadi karena disebabkan oleh infeksi jamur candida yang dapat terjadi secara alami di

Burke (2006), menyatakan bahwa ada beberapa penyebab keputihan. Keputihan fisiologis terjadi ketika pada masa ovulasi. Selain itu keputihan juga disebabkan oleh adanya infeksi