Berdasarkan pengertian di atas, terdapat benang merah yang dapat kita tarik, yaitu bahwa penelitian merupakan suatu proses pengembangan ilmu pengetahuan melalui serangkaian kegiatan ilmiah. Berbagai teori dalam sains terbuka untuk diuji kembali kebenarannya, hal ini menunjukkan bahwa sains tidak selalu menggunakan teori yang sesuai dengan kenyataan. Dalam ilmu pengetahuan, 'pengendalian' mempunyai banyak arti, salah satunya adalah pengendalian diartikan sebagai peneliti yang secara sistematis mencoba memisahkan variabel-variabel yang mungkin menjadi 'penyebab' fenomena yang diteliti dari variabel-variabel lain yang dianggap menyebabkan terjadinya fenomena tersebut. penyebab. '.
Yang perlu ditegaskan adalah para ilmuwan kurang memperhatikan penjelasan metafisika karena sains berurusan dengan hal-hal yang dapat diamati dan diuji secara terbuka (publik).
PENELITIAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Penelitian Berdasar Pendekatan
Berdasarkan pendekatan pelaksanaan penelitian, penelitian dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu penelitian longitudinal dan penelitian cross-sectional (pendekatan cross-sectional). Sekaligus, peneliti mencatat cara berpikir anak sekolah dasar secara bersamaan yaitu kelas I, II, III, IV, V dan VI dari sepuluh sekolah dasar. Berdasarkan pendekatan analitis, penelitian dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.
Hal ini tidak berarti bahwa pendekatan kualitatif sama sekali tidak menggunakan dukungan data kuantitatif, namun penekanannya bukan pada pengujian hipotesis, melainkan pada upaya menjawab pertanyaan penelitian melalui cara berpikir yang formal dan argumentatif.
Penelitian Berdasar Kedalaman Analisis
Penelitian dengan pendekatan kualitatif menekankan pada analisis proses inferensi deduktif dan induktif, serta analisis dinamika hubungan antar fenomena yang diamati, dengan menggunakan logika ilmiah.
Penelitian Berdasar Tujuan
Penelitian dan Pengembangan (R&D) Penelitian ini dilakukan ketika kita ingin melakukan pengembangan di suatu bidang, misalnya dalam pembelajaran. Contoh lain yang bisa kita lihat dengan jelas adalah apa yang sering dilakukan dalam sebuah perusahaan. Dalam suatu perusahaan terdapat departemen yang tugasnya meneliti hasil, berusaha meningkatkan kualitas dalam skala kecil, dan jika ternyata hasilnya lebih baik, terapkan dalam skala luas.
Beberapa tahun kemudian, peneliti lain melakukan penelitian yang sama untuk memverifikasi keabsahan hasil penelitian yang dilakukan peneliti sebelumnya.
Penelitian Berdasar Penggunaan
Penelitian dasar adalah suatu bentuk penelitian yang bertujuan untuk menambah pengetahuan ilmiah atau menemukan bidang penelitian baru tanpa tujuan praktis tertentu. Artinya, hasil penelitian tidak serta merta bermanfaat, kecuali untuk jangka panjang. Penelitian terapan merupakan suatu bentuk penelitian yang bertujuan untuk menambah pengetahuan ilmiah dengan tujuan praktis.
Misalnya penelitian untuk mendukung peningkatan prestasi belajar, penelitian untuk mendukung kebijakan pengambilan keputusan dalam pembelajaran, dan lain sebagainya.
Penelitian Berdasar Sifat Permasalahan
Pengetahuan tentang hubungan sebab-akibat dalam penelitian eksperimental merupakan syarat mutlak, sedangkan penelitian non-eksperimental dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau sekedar gambaran suatu variabel. Artinya dalam penelitian eksperimen tujuannya adalah suatu akibat (variabel terikat) hanya disebabkan oleh sebab (variabel bebas) yang diteliti, bukan oleh faktor lain. Dari ciri-ciri tersebut, ciri yang paling menonjol dalam penelitian eksperimen adalah perlakuan dan pengendalian subjek penelitian.
Selain variabel pengendali yang dianggap mencemari hasil penelitian, penting juga untuk memiliki kelompok kontrol sebagai kelompok pembanding dalam penelitian eksperimen.
Penelitian Kepustakaan (library research)
Penelitian Lapangan
Penelitian mengenai pengaruh metode pengajaran dan metode experiential learning terhadap kinerja belajar siswa sebaiknya menggunakan penelitian lapangan eksperimental. Dalam meneliti perkembangan belajar anak autis, sebaiknya menggunakan penelitian lapangan jenis studi kasus. Penelitian tentang peningkatan prestasi belajar melalui penggunaan media gambar sebaiknya menggunakan penelitian lapangan dengan jenis penelitian tindakan kelas.
LATAR BELAKANG MASALAH PENELITIAN
Permasalahan penelitian juga bisa bersumber dari pengalaman pribadi, kejadian di lingkungan sekitar, kejadian di alam, dan lain sebagainya. Apapun sumber yang kita pilih untuk suatu masalah penelitian, yang tidak kalah pentingnya dalam kaitannya dengan masalah penelitian adalah bagaimana menggambarkan masalah tersebut sebagai latar belakang masalah penelitian tersebut. Salah satu strategi pembelajaran yang mendukung pencapaian kompetensi siswa pada kurikulum 2013 adalah strategi pembelajaran kooperatif.
Berdasarkan uraian di atas, tersirat bahwa alasan penting umum penggunaan strategi pembelajaran kooperatif adalah untuk mendukung implementasi kurikulum 2013; dan alasan yang sangat penting adalah untuk mencapai kompetensi dalam kurikulum 2013. Contoh menggunakan ilustrasi di atas: Apakah strategi pembelajaran kooperatif berpengaruh terhadap pencapaian kompetensi siswa MI? Berdasarkan rumusan masalah di atas, pengumpulan data dilakukan melalui: penerapan strategi pembelajaran kooperatif di kelas (alat: modul sebagai panduan pembelajaran kooperatif); dan melihat kinerja siswa (alat: rapor).
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka pengujian dapat dilakukan dengan mengolah data yang telah dikumpulkan yaitu dengan melihat kinerja kompetensi siswa yang memperoleh strategi pembelajaran kooperatif (kelompok eksperimen) dengan kinerja kompetensi siswa yang tidak memperoleh strategi pembelajaran kooperatif (eksperimental). kelompok). kelompok kontrol). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh strategi pembelajaran kooperatif terhadap pencapaian kompetensi siswa MI. Bagi kepala sekolah sebagai pengambil kebijakan, mendorong kepala sekolah untuk menetapkan aturan bagi gurunya untuk menggunakan strategi pembelajaran kooperatif sesering mungkin (disesuaikan dengan sifat materi dan keadaan siswa). Kepala sekolah juga membuat kebijakan agar guru secara berkala mengikuti pelatihan strategi pembelajaran.
Harus disampaikan alasan-alasan yang kuat mengapa suatu permasalahan penting untuk diteliti, yang dijabarkan dalam latar belakang permasalahan penelitian. Jika sudah dipahami dengan baik, mari kita lanjutkan ke tahap berikutnya yaitu pengujian teori-teori yang berkaitan dengan masalah penelitian.
KAJIAN TEORI
Misalnya judul penelitian kita adalah: hubungan pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa. Berdasarkan judul tersebut, kita dapat mengidentifikasi variabel penelitian yaitu ‘pola asuh orang tua’ dan ‘prestasi belajar’. Oleh karena itu teori yang perlu kita bangun adalah teori tentang 'pola pengasuhan orang tua' dan.
Misalnya, setelah kita menyatakan pentingnya keberhasilan akademik kepada para ahli, kita harus mengacu pada pendapat para ahli tersebut untuk menyimpulkan pentingnya keberhasilan akademik dari sudut pandang kita. Begitu pula ketika kita telah berbicara tentang pengukuran prestasi belajar menurut pendapat para ahli atau dari berbagai sumber, maka kita harus menarik kesimpulan tentang pengukuran yang dimaksud, dan sebagainya, dengan mengacu pada pendapat para ahli. Oleh karena itu, nama variabel penelitian berdasarkan judul adalah: gaya pengasuhan dan prestasi akademik.
Dengan demikian, materi bacaan hanya terfokus pada hal-hal yang sesuai dengan variabel tersebut, yaitu pola asuh orang tua dan kinerja belajar. Dalam konteks judul di atas, peneliti harus memilih definisi pola asuh dan prestasi belajar dari berbagai sumber bacaan, dan peneliti menentukan definisi mana yang paling sesuai untuk penelitian. Berdasarkan contoh di atas, yang dimaksud dengan kerangka konseptual adalah model konseptual variabel pola asuh orang tua (variabel bebas) dengan prestasi belajar (variabel terikat); Hubungan variabel pola asuh orang tua dengan prestasi belajar.
Kerangka konseptual yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) Variabel penelitian yang akan diteliti harus jelas; Semakin profesional gurunya, maka semakin baik pula prestasi belajar siswanya; sebaliknya, semakin kurang profesional guru maka semakin buruk pula prestasi belajar siswanya.
METODE PENELITIAN
Populasi dan Sampel Penelitian
Berdasarkan judul tersebut maka data yang perlu kita kumpulkan adalah data pola asuh orang tua (orang tua siswa yang diteliti) dan data hasil belajar. Anggapan bahwa skala dan angket adalah sama sangatlah wajar mengingat keduanya merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan serangkaian pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk menjawabnya. Subjek melengkapi skala tersebut, dan data yang lengkap pada skala tersebut menunjukkan kecenderungan keagamaan subjek.
Pertanyaan atau pernyataan dalam kuesioner merupakan pertanyaan langsung yang diarahkan pada informasi mengenai data yang akan diungkapkan. Wawancara terstruktur adalah wawancara yang dilakukan secara sistematis sesuai dengan urutan data yang dibutuhkan sehingga dalam pelaksanaannya digunakan pedoman wawancara. Dalam membuat pedoman wawancara, kita tidak bisa begitu saja membuat pedoman, melainkan harus mengacu pada teori atau konsep yang telah dikembangkan untuk memperoleh data yang dapat mendukung penelitian.
Dalam praktiknya, ketika kita melakukan wawancara jenis ini, kita bisa mengajukan pertanyaan dengan bebas dan tidak sistematis, bisa dimulai dari mana saja, yang terpenting data yang diperlukan bisa didapat. Wawancara tatap muka merupakan wawancara yang dilakukan oleh kita sebagai peneliti yang bertemu dengan orang yang akan diwawancarai (subyek penelitian). Dengan mempertimbangkan hal-hal di atas diharapkan kita dapat mengungkap data-data yang kita butuhkan sehingga hasil penelitian dapat sesuai dengan yang diharapkan.
Pengumpulan data dilakukan secara online sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang sesuai dengan penelitian tradisional. Setelah wawancara selesai, data termasuk hasil wawancara dan data profil responden dikirimkan ke komputer pusat melalui email. Memahami aturan yang berlaku akan membantu mempercepat pencarian data yang kita butuhkan.
Analisis statistik deskriptif merupakan statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau mengilustrasikan data yang dikumpulkan sebagaimana adanya, tanpa bermaksud menarik kesimpulan umum atau generalisasi.
HASIL PENELITIAN
Metode tersebut digunakan ketika kita ingin mengetahui jumlah hasil maksimal dari sekumpulan hasil yang ada. Hasil tabel diatas menunjukkan uji normalitas data y yang sebelumnya telah diuji secara manual dengan uji Liliefors dan Kolmogorov-Smirnov. Dasar pengambilan keputusan dalam uji homogenitas adalah: jika nilai signifikansi < 0,05 maka varians dua atau lebih kelompok populasi data dianggap sama.
Jika nilai signifikansinya > 0,05 maka varians dua atau lebih kelompok data populasi dikatakan sama. Jika nilai signifikansi > 0,05 maka disimpulkan terdapat hubungan linier yang signifikan antara variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y). Sebaliknya jika nilai signifikansinya < 0,05 maka disimpulkan tidak terdapat hubungan linier antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y).
Jika nilai F hitung lebih kecil dari F tabel maka kesimpulannya terdapat hubungan linier yang signifikan antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y). Sebaliknya jika nilai F hitung lebih besar dari F tabel maka kesimpulannya tidak terdapat hubungan linier antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y). Karena nilai F hitung lebih kecil dari F tabel maka dapat disimpulkan terdapat hubungan linier yang signifikan antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y).
Poin-poin di atas dilengkapi dengan temuan penelitian berdasarkan nilai korelasi (r) yang diperoleh. Seperti di atas, bagian bullet di atas diisi dengan temuan penelitian berdasarkan nilai selisih (t) yang diperoleh.
DAFTAR PUSTAKA