• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAJARI TEORI PENDUDUK

N/A
N/A
MNM

Academic year: 2023

Membagikan "PELAJARI TEORI PENDUDUK"

Copied!
152
0
0

Teks penuh

Buku Teori Kependudukan ini merupakan landasan Kajian Demografi, tanpa ilmu dasar tersebut mustahil dapat mengembangkan kajian lanjutan dalam bidang kependudukan. Oleh karena itu, penulis menerima dengan tangan terbuka segala saran dari para pembaca agar kami dapat menyempurnakan buku Teori Kependudukan ini.

Konsep dan Definisi Demografi

Definisi Demografi

Definisi Demografi Menurut Para Ahli

Komponen Demografi

Selain data kematian atau mortalitas yang berasal dari data registrasi penduduk, terdapat sumber data lain yang dapat dijadikan sumber untuk menghitung atau menentukan status kematian suatu penduduk. Berbeda dengan data yang diperoleh dari hasil registrasi, data yang diperoleh dari sensus penduduk dan survei dapat digunakan untuk menghitung angka kematian dengan menggunakan metode tidak langsung.

Ruang Lingkup dan Manfaat Analisis Demografi

Ruang Lingkup Analisis Demografi

Ukuran dan Variabel Demografi

Ukuran dalam Demografi

Variabel Demografi

Jenis kelamin merupakan salah satu variabel demografi yang mempengaruhi perubahan komposisi penduduk.Perubahan penduduk juga dapat ditentukan oleh Sex Ratio (RJK). Sex Ratio (RJK) merupakan perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan per 100 penduduk perempuan. Bonus demografi adalah suatu keadaan dimana jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) di suatu daerah lebih besar dibandingkan dengan jumlah penduduk usia non-produktif (< 15 tahun dan > 64 tahun).

Jumlah penduduk adalah pertambahan jumlah penduduk pada suatu tempat, sedangkan pertumbuhan penduduk adalah jumlah penduduk yang dipengaruhi oleh kematian, kelahiran, dan migrasi penduduk.

Sumber Data Kependudukan

Definisi Sumber Data

Sumber datanya adalah data statistik yang dikeluarkan oleh instansi resmi, pemerintah, maupun badan swasta atau perseorangan, data tersebut dapat dalam berbagai bentuk, grafik, angka, tabel dan berbagai jenis data statistik lainnya. Jadi untuk sumber data kependudukan di Indonesia terdapat lembaga resmi pemerintah yang bertugas mengumpulkan, mempublikasikan dan mengolah data yaitu BPS (Badan Pusat Statistik). Sebagai badan statistik resmi pemerintah Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan beberapa metode pengumpulan data.

Pentingnya Sumber Data

Data yang ditampilkan berasal dari data sekunder, melalui beberapa proses pengumpulan data, baik dengan mengisi kuesioner atau formulir, atau melalui survei yang lebih kompleks, setelah dilakukan. Selain itu, kualitas sumber daya manusia petugas seringkali kurang memadai, misalnya karena kurangnya kesadaran mereka akan manfaat dari data yang mereka kumpulkan sehingga berdampak pada komitmen mereka dalam menjalankan tugasnya. Mengetahui sumber data dan segala permasalahan yang terkait dengan pengumpulannya, serta mengetahui cara menilai keakuratan data, akan membantu pengguna data menilai kualitas data yang digunakan.

57 Perencana pembangunan di bidang kependudukan harus mampu memilih sumber data yang akan digunakan agar sesuai dengan rencana apa yang akan dibuat.

Sumber-sumber Data Kependudukan

Migrasi neto merupakan selisih antara jumlah orang yang masuk dengan jumlah orang yang keluar suatu daerah, dengan persamaan sebagai berikut. Migrasi bersih: perbedaan antara jumlah orang yang masuk dan jumlah orang yang meninggalkan suatu wilayah. Sensus de facto: pengumpulan data kependudukan yang menyasar setiap orang yang tinggal di suatu wilayah tertentu.

Sensus de jure: pengumpulan data kependudukan yang ditujukan hanya kepada semua orang yang resmi bertempat tinggal di suatu daerah.

Ukuran dan Variabel Demografi

Definisi Mobilitas Penduduk (Migrasi)

Mobilitas penduduk merupakan perpindahan atau perpindahan secara horizontal dari suatu daerah ke daerah lain dengan adanya faktor pendorong, faktor penarik dan dalam berbagai bentuk. Perbedaan antara mobilitas penduduk tetap dan mobilitas penduduk sementara terletak pada ada atau tidaknya niat untuk menetap di wilayah sasaran. Apabila seseorang berangkat ke daerah lain, padahal semula bermaksud kembali ke daerah asalnya, maka perpindahan itu hanya bersifat sementara.

Migrasi adalah perpindahan tempat tinggal seseorang dari satu negara ke negara lain dan biasanya di luar batas administrasi karena biasanya mereka tinggal di negara baru, sehingga migrasi disebut dengan migrasi permanen.

Alasan Seseorang Melakukan Mobiltas Penduduk

Setelah lulus kuliah, mereka akan memilih untuk tetap tinggal di daerah studi atau kembali ke daerah asalnya untuk bekerja di daerah asalnya. Tidak sedikit masyarakat yang lebih memilih tinggal di wilayah perantauannya karena faktor pendorong dan terbiasa dengan kondisi sosial/budaya di wilayah perantauannya. Ada juga yang beranggapan bahwa hasil pendidikan lebih dihargai di wilayah perantauannya dibandingkan di wilayah asalnya.

Keputusan untuk pindah secara teoritis dipengaruhi oleh teori kebutuhan dan stres.

Macam-Macam Mobilitas Penduduk

Biasanya pada pagi hari, banyak warga yang tinggal di pinggiran kota yang berpindah ke pusat kota untuk bekerja. Bila mobilitas mudik tanpa bermalam di daerah tujuan atau dengan kata lain waktu yang dihabiskan kurang dari 24 jam. 81 pekerjaan di wilayah Jakarta, mereka akan berangkat pada pagi hari untuk bekerja dan akan kembali ke wilayah Bogor pada sore hari untuk kembali ke rumah masing-masing.

Salah satu contohnya adalah seorang mahasiswa Universitas Padjadjaran yang kampung halamannya di kota bandung, mereka mempunyai rumah di kawasan bandung dan juga mempunyai kos-kosan di kawasan Jatinangor.

Perilaku Mobilitas Penduduk

Mobilitas permanen timbul karena pelaku mobilitas ingin meninggalkan daerah asalnya dan mempunyai niat untuk tinggal di daerah tujuan. Perpindahan penduduk (sirkulasi) yang bersifat tidak permanen ini juga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu komuter dan dapat tinggal atau menumpang di daerah tujuan. Faktor yang paling dominan mempengaruhi seseorang untuk bermigrasi adalah sulitnya memperoleh pekerjaan dan pendapatan di daerah asal serta kemungkinan memperoleh pekerjaan dan pendapatan yang lebih baik di daerah tujuan.

Para migran cenderung memilih daerah dimana teman atau kerabatnya tinggal di daerah tujuan.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Mobilitas Penduduk 85

Mobilitas penduduk terjadi karena adanya disparitas pembangunan dan disparitas berbagai fasilitas sosial ekonomi antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Selain perubahan pola perilaku pedesaan, mobilitas penduduk juga dapat meningkatkan pendapatan di daerah asal, seperti disampaikan Abustam yang menjelaskan bahwa pendatang sementara, khususnya yang melakukan gerakan melingkar, memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga di desa. dengan mengirim dan membawa uang. Adanya kebijakan yang berupaya membatasi arus mobilitas penduduk, khususnya dari desa ke kota, merupakan wujud keprihatinan atas dampak negatif mobilitas penduduk.

Dampak positif mobilitas penduduk bagi daerah tujuan adalah pendatang menjadi pelaku pembangunan dan menjadi pekerja sektor informal yang mampu menggerakkan roda perekonomian.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

  • Definisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
  • Pilar-Pilar Pokok Indeks Pembangunan Manusia
  • Komponen Indeks Pembangunan Manusia
  • Cara Menghitung Komponen indeks dan IPM
  • Hubungan Antar Variabel
  • Manfaat Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia (HDI) adalah ukuran perbandingan harapan hidup, pendidikan dan standar hidup di semua negara. Indeks Pembangunan Manusia (HDI) diperkenalkan oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) pada tahun 1990 dan diterbitkan secara berkala dalam Laporan Pembangunan Manusia (HDR) tahunan. ), pembangunan manusia adalah suatu proses memperluas pilihan masyarakat (“a process of memperluas pilihan masyarakat"). Teori Indeks Pembangunan Manusia Dalam UNDP (United Nations Development Programme), pembangunan manusia adalah suatu proses memperluas pilihan manusia (“a process of expand people’s choice”).

Pembangunan manusia merupakan dasar untuk menentukan tujuan pembangunan dan menganalisis pilihan untuk mencapainya.

Piramida Penduduk

Definisi Piramida Penduduk

Piramida penduduk adalah grafik susunan penduduk berdasarkan umur pada suatu waktu tertentu yang berbentuk piramida. Selain itu, piramida penduduk juga mempunyai sumbu X atau horizontal dan sumbu Y atau vertikal. Bentuk piramida penduduk berbeda-beda di setiap negara, tergantung pada jumlah penduduk, jenis kelamin, dan usia penduduk di negara tersebut.

Tingkat penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat dengan mudah digambarkan atau ditampilkan berdasarkan data dan fakta yang terdapat pada piramida penduduk.

Macam-Macam Piramida Penduduk

Piramida penduduk yang luas itu sendiri memiliki lebih sedikit data mengenai penduduk muda dibandingkan penduduk lanjut usia. Jadi dapat dikatakan bahwa piramida ini menunjukkan jumlah penduduk antara kelompok muda dan tua relatif seimbang. Dengan demikian, pertumbuhan penduduk juga relatif rendah atau mendekati nol.Ciri-ciri piramida penduduk stasioner antara lain sebagai berikut.

Ciri khas piramida konstruktif ini adalah jumlah penduduk mudanya sedikit dan angka kelahirannya rendah.

Manfaat Piramida Penduduk

Data yang harus tersedia tidak hanya mengacu pada keadaan pada saat penyusunan rencana, tetapi juga tersedia data masa lalu dan masa kini dari hasil sensus dan survei, dan untuk kedepannya data tersebut harus diubah menjadi data yang dapat dijadikan acuan. proyeksi, yaitu perkiraan jumlah penduduk dan komposisinya pada masa yang akan datang. Proyeksi penduduk merupakan perhitungan jumlah penduduk (ditinjau dari komposisi umur dan jenis kelamin) pada masa yang akan datang berdasarkan asumsi mengenai arah perkembangan angka kelahiran, angka kematian dan migrasi. Proyeksi penduduk bukanlah prediksi jumlah penduduk di masa depan, melainkan merupakan perhitungan ilmiah yang didasarkan pada asumsi-asumsi terhadap komponen laju pertumbuhan penduduk, yaitu kelahiran, kematian, dan migrasi penduduk.

Proyeksi Penduduk Indonesia

Definisi Proyeksi Penduduk

Untuk dapat merencanakan pembangunan di segala bidang, diperlukan informasi mengenai kondisi kependudukan seperti jumlah penduduk, persebaran penduduk, dan komposisi penduduk menurut umur. Dalam beberapa dekade terakhir, pemerintah mewajibkan proyeksi jumlah penduduk sehubungan dengan tanggung jawabnya untuk memperbaiki kondisi sosial-ekonomi penduduk melalui pembangunan yang terencana. Mengingat semua rencana pembangunan, baik ekonomi maupun sosial, melibatkan pertimbangan jumlah dan karakteristik penduduk di masa depan, maka proyeksi mengenai jumlah dan struktur penduduk dianggap sebagai persyaratan minimum dalam proses perencanaan pembangunan.

Model-Model Proyeksi Penduduk

Asumsi dalam model ini adalah jumlah penduduk akan bertambah/berkurang dengan laju pertumbuhan yang tetap (dalam persen). Klosterman (1990) menyarankan para ahli demografi untuk mempelajari (menguji) model ini terlebih dahulu ketika menerapkannya pada suatu daerah. Model ini mengasumsikan bahwa proporsi penduduk di wilayah studi merupakan proporsi konstan terhadap luas dasar, dan proyeksi dibuat berdasarkan proporsi konstan tersebut.

Premis model ini adalah bahwa pangsa pertumbuhan penduduk di wilayah studi pada periode observasi akan sama dengan periode proyeksi.

Tabel 8.1 Skenario dalam model Parabolik
Tabel 8.1 Skenario dalam model Parabolik

Proyeksi Penduduk di Indonesia

Perlu diketahui bahwa dalam 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada tahun 2045 kita harus memikirkan apa yang akan terjadi, dan harus kita pikirkan mulai dari sekarang.

Kegunaan Proyeksi Penduduk

133 2) Di bidang kesehatan yaitu penentuan jumlah tempat tidur medis, dokter, dokter di rumah sakit yang dibutuhkan selama periode desain. Proyeksi penduduk: perhitungan jumlah penduduk (menurut komposisi umur dan jenis kelamin) pada masa yang akan datang berdasarkan asumsi arah perkembangan kelahiran, kematian dan migrasi. Repatriasi : perpindahan penduduk dari tempat tinggalnya sementara dan kembali ke negara asal.

Transmigrasi: perpindahan penduduk dalam suatu negara dari daerah padat penduduk ke daerah lain yang penduduknya lebih sedikit.

Gambar

Tabel 3.1: Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur Sebelum dan Setelah Pro Rating
Tabel 8.1 Skenario dalam model Parabolik

Referensi

Dokumen terkait

Manfaatnya adalah untuk menambah wawasan yang lebih luas tentang Demografi khususnya tingkat kematian kasar dan mengetahui perhitungan dengan melakukan uji regresi pengaruh

Dilihat dari definisi tersebut diatas angka kematian Balita adalah jumlah kematian bayi dan anak balita dalam kurun waktu 1 tahun yang dinyatakan sebagai angka

Angka kematian perinatal (Perinatal Mortality Rate, PMR) adalah jumlah kematian janin yang dilahirkan pada usia kehamilan 28 minggu atau lebih ditambah dengan jumlah kematian

Meningkatnya Angka Kematian Kasar (CDR) pada desa-desa yang mengalami kenaikan CDR dikarenakan banyak penduduk yang mempunyai struktur umur tua dan tingkat

Pada tahun 2002 – 2009, kecenderungan angka kamatian bayi (AKB) di Provinsi Jambi sejalan dengan kecenderungan angka kematian bayi (AKB) tingkat nasional.. ANALISIS PENENTUAN

Angka kematian perinatal adalah jumlah kematian janin yang dilahirkan pada usia kehamilan 28 minggu atau lebih ditambah dengan jumlah kematian bayi yang berumur kurang dari 7 hari

Jumlah Kematian Bayi menurut jenis kelamin di Kabupaten Flores Timur Tahun 2012 dapat dilihat pada Gambar berikut ini... Angka Kematian Ibu

DAFTAR SINGKATAN AKB : Angka Kematian Bayi ANC : Antenatal Care BAKESBANGPOL : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik BBLR : Berat Badan Lahir Rendah BKKBN : Badan Kependudukan