• Tidak ada hasil yang ditemukan

pelaksanaan himpunan data oleh guru bk untuk konseling karir

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pelaksanaan himpunan data oleh guru bk untuk konseling karir"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PELAKSANAAN HIMPUNAN DATA OLEH GURU BK UNTUK KONSELING KARIR DI KELAS XI SMK NEGERI 1 SOLOK

Oleh:

Junita SK Nanda NPM: 11060297

Mahasiswa Bimbingan dan Konseling STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya peserta didik yang belum paham dengan pelaksanaan himpunan data untuk konseling karir. Kegiatan himpunan data adalah upaya konselor untuk menghimpun, menggolongkan, dan menyatukan dalam bentuk tertentu. Himpunan data mencakup semua usaha untuk memperoleh data. Konselor perlu menghimpun data-data peserta didik terkait dengan hal-hal di atas termasuk data dan informasi-informasi lain yang diperlukan dalam pelaksanaan layanan. Penelitian ini ditujukan untuk melihat : 1) merencanakan himpunan data, 2) melaksanakan himpunan data, 3) mengevaluasi himpunan data, 4) menganalisis hasil evaluasi himpunan data, 5) menindak lanjuti himpunan data, dan 6) melaporkan himpunan data oleh guru BK untuk konseling karir di kelas XI SMK Negeri 1 Solok. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan lokasi penelitian di SMK Negeri 1 Solok. Adapun informan dalam penelitian ini berjumlah tiga orang. Satu orang informan kunci berinisial WD dan dua orang informan tambahan dengan inisial ID dan SM, penelitian ini dilakukan melalui teknik studi dokumentasi berupa RPL, observasi dan wawancara.

Keakuratan data dapat di uji dengan menggunakan triangulasi data, dari data yang terkumpul dianalisis dengan model interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pelaksanaan himpunan data untuk konseling karir sudah dilakukan oleh guru BK namun belum terlaksana dengan baik.

Kata kunci: Himpunan Data, Guru BK, Konseling Karir.

PENDAHULUAN

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah sekolah yang menyiapkan tenaga ahli sesuai dengan bidang yang diminati oleh peserta didik. SMK adalah bagian sistem pendidikan nasional yang bertujuan mempersiapkan tenaga yang memiliki keterampilan dan pengetahuan sesuai dengan kemampuan dan mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Menurut Prayitno (1997: 59) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu bentuk satuan

pendidikan menengah yang

menyelenggarakan program pendidikan tiga tahun setelah Sekolah Lanjutan Pertama (SMP). SMK merupakan suatu sekolah kejuruan yang memprioritaskan bidang keahlian dimana peserta didik mempelajari bidang yang mereka pilih, diberi arahan pelatihan untuk mengarahkan diri peserta didik ke dunia kerja, sesuai dengan keahlian yang dimiliki. Keahlian dapat diraih dengan memenuhi kompetensi peserta didik diberbagai bidang pengembangan yang

sesuai, baik pengembangan berdasarkan bakat, minat dan kemampuan serta kesesuaian dengan jurusan yang diambil.

SMK identik dengan pekerjaan atau okupasi- okupasi, karena di SMK peserta didik diasah memiliki keterampilan untuk dunia kerja nantinya. Karakteristik SMK dapat dilihat sekurang-kurangnya dari tiga segi yakni tujuan pendidikan, kurikulum dan peserta didiknya. Tujuan pendidikan yang ingin dicapai di SMK menurut UU RI No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 15 menjelaskan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.

Tujuan pendidikan di SMK tidak luput dari pencapaian tujuan Pendidikan Nasional. Prayitno, dkk (1997: 59-60) menjelaskan bahwa: SMK sebagai bagian dari pendidikan menengah dalam sistem Pendidikan Nasional bertujuan, mempersiapkan siswa untuk melanjutkan ke

(2)

jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan meluaskan dasar pendidikan dasar, meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam semesta, meningkatkan kemampuan siswa untuk dapat mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian, menyiapkan peserta didik untuk memasuki lapangan kerja dan pengembangan profesional.

Uraian di atas menjelaskan bahwa pendidikan kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berhubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya. Peserta didik yang menempuh pendidikan kejuruan dapat mengembangkan diri dan menyiapkan diri untuk memasuki lapangan kerja dan pengembangan profesional.

Konseling karir adalah proses pemberian bantuan terhadap peserta didik melalui layanan dan pendekatan, dengan tujuan mengasah kematangan karir peserta didik, dalam arti peserta didik dapat mengerti, menerima diri sendiri dan dunia kerja nantinya, kemudian memilih bidang karir, menyiapkan diri, memasukinya dan membina karir sesuai dengan potensi diri.

Konseling karir di sekolah membantu peserta didik memahami dirinya, dunia kerja dan memudahkan peserta didik menentukan pilihan karirnya, sehingga peserta didik memiliki kematangan karir.

Berdasarkan wawancara peneliti dengan guru BK pada tanggal 02 Maret 2015, peneliti mendapatkan informasi bahwa di SMKN 1 Solok sudah melalukan konseling karir. Di samping wawancara dengan Guru BK, peneliti juga mewawancarai tiga orang peserta didik kelas XI Komputer pada tanggal 02 Maret 2015. Peneliti memperoleh keterangan bahwa ketiga peserta didik tersebut belum paham kegunaan dari data, karena peserta didik tersebut belum sepenuhnya mendapatkan layanan sesuai dengan program BK di SMK tersebut.

Berdasarkan latar belakang di atas maka identifikasi masalah adalah Pemanfaatan himpunan data untuk konseling karir. Perencanaan karir siswa melalui layanan konseling karir. Pemahaman guru BK tentang konseling karir dalam kegiatan bimbingan dan konseling untuk siswa

SMK.Pelaksanaan himpunan data untuk konseling karir. Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka fokus penelitian ini adalah pelaksanaan himpunan data untuk konseling karir di SMK Negeri 1 Solok.

Berdasarkan fenomena dari hasil wawancara penulis dengan konselor dan beberapa peserta didik, terkait hal yang terjadi di SMK Negeri I Solok di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang“Pelaksanaan Himpunan Data oleh Guru BK untuk Konseling Karir di kelas XI SMK Negeri 1 Solok”.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif (qualitative research) dengan melakukan penelitian lapangan (field research). Penelitian ini memberikan gambaran yang faktual tentang keadaan dan fenomena yang ada pada subjek penelitian.

Penelitian ini mengunakan alat ungkap observasi dan wawancara, diharapkan peneliti lebih mudah mendeskripsikan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fenomena yang terkait dengan fokus penelitian. Penelitian ini akan mendeskripsikan secara kualitatif tentang bagaimana pelaksanaan himpunan data untuk konseling karir di SMK Negeri 1 Solok.

HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Merencanakan

Berdasarkan hasil wawancara di lapangan diperoleh informasi bahwa data yang dihimpun dari peserta didik yaitu data- data pribadi disesuaikan dengan pilihan menyangkut karir peserta didik dengan melihat berbagai bidang BK seperti individual, sosial, belajar. Perencanaan penetapan bentuk himpunan data peserta didik terkait dengan konseling karir adalah data yang akan di himpun. Penetapan di rencanakan berdasarkan pantauan kebutuhan peserta didik dan kegiatan BK lainnya, sekolah belum memiliki fasilitas yang cukup optimal . Sebelum melakukan himpunana data guru BK menyiapkan kisi-kisi dan instrument himpunan data yang guru BK butuhkan. Mengatur jadwal pelaksanaannya.

Menurut Tohirin (2007: 235-236) tahap perencanaan meliputi :

(3)

a. Menetapkan jenis dan klasifikasi data, serta sumbernya.

b. Menetapkan bentuk himpunan data.

c. Menetapkan dan menata fasilitas untuk penyelenggaraan himpunan data.

d. Menetapkan mekanisme pengisian, pemeliharaan dan penggunaan himpunan data.

e. Menyiapkan kelengkapan administrasi.

Apabila tahap di atas telah dilaksanakan oleh guru BK, maka perencanaan himpunan data dapat terlaksana dengan baik. Dalam kegiatan perencanaan akan berjalan dengan baik kalau guru BK sudah bisa menetapkan jenis dan klasifikasi data serta sumbernya, menetapkan bentuk himpunan data, menetapkan dan menata fasilitas untuk penyelenggaraan himpunan data, menetapkan mekanisme pengisian, pemeliharaan dan penggunaan himpunan data, dan menyiapkan kelengkapan administrasi.

Sebaliknya perencanaan tidak akan berjalan dengan maksimal apabila guru BK tidak bisa menetapkan jenis data, bentuk data, menetapkan mekanisme pengisian, dan menyiapkan kelengkapan administrasi.

Kenyataannya pada perencanaan himpuna data untuk konseling karir sekolah tersebut belum memiliki fasilitas yang cukup untuk merencanakan pelaksanaan himpunan data.

Menurut pendapat peneliti, pada tahap perencanaan kegiatan himpunan data ini sebagai guru BK sebaiknya menyiapakan segala sesuatu yang diperlukan guna terwujudnya tujuan dari pelaksanaan himpunan data. pada tahap perencanaan ini sebaiknya guru BK harus menyiapkan dan mempertimbangkan bagaimana pelaksanaan kegiatan himpuna data. Penetapan tujuan dari data yang dihimpun terkait dengan konseling karir haruslah dirumuskan dengan baik dan matang agar memudahkan melokasikan kemana data yang didapat itu diarahkan.

Penetapan waktu dan pertimbangan penggunaan fasilitas serta siapa saja pihak yang dilibatkan.

Sebelum kegiatan himpunan data dilakukan sebaiknya guru BK menyiapkan segala hal yang dibutuhkan sesuai alur operasional pelaksanaan himpunan data.

Pengolahan dari data yang didapat juga juga

harus difikirkan dengan baik. Perencanaan konseling yang di rencanakan guru BK sudah sesuai dengan yang semestinya hanya saja sekolah tersebut belum memiliki fasilitas yang cukup untuk pelaksanaan konseling karir. Sebaiknya sekolah tersebut menyediakan fasilitas tambahan untuk menunjang proses pelaksanaan konseling karir.

2. Melaksanakan

Berdasarkan hasil wawancara di lapangan diperoleh informasi bahwa cara guru SMK Negeri 1 Solok dalam menghimpun data peserta didik yaitu dengan membagikan daftar isian tentang diri peserta didik. mengumpulkan hasil tes minat dan tes bakat lalu melakukan perbandingan dengan hasil nilai rapor dan kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti. Mengolah secara manual karena belum memiliki sistem pengolahan data komputerisasi. Data yang diperoleh dari pelaksanaan himpunan data digunakan untuk penunjang penyusunan program dan penunjang pelaksanaan layanan BK.

Penggunaan data-data tersebut disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Digunakan untuk bahan pertimbangan pelaksanaan konseling karir. Cara memelihara data yang telah didapatkan dari peserta didik disimpan dalam file map. Masing-masing peserta didik diberikan satu map yang didalamnya memuat semua data yang dibutuhkan terkait dengan layanan BK.

Menurut Tohirin (2007: 235-236) tahap pelaksanaan meliputi :

a. Memetik data dan memasukannya ke dalam himpunan data sesuai dengan klasifikasi dan sistem etika yang ditetapkan.

b. Memanfaatkan data untuk berbagai jenis layanan konseling.

c. Memelihara dan mengembangkan himpunan data.

Apabila tahap di atas telah dilaksanakan oleh guru BK, maka pelaksanaan himpunan data dapat terlaksana dengan maksimal. Pelaksanaan himpunan data akan berjalan baik apabila guru Bk sudah bisa memetik data dan memasukkannya ke dalam himpunan data sesuai dengan klasifikasi dan sistem etika yang diterapkan, memanfaatkan data untuk berbagai jenis layanan konseling, dan memelihara dan mengembangkan himpunan data.

(4)

Sebaliknya pelaksanaan himpunan data tidak berjalan dengan baik jika guru BK belum bisa memetik data, memanfaatkan data, serta memelihara dan mengembangkan himpunan data. Dalam pengolahan data masih secara manual karena belum memiliki sistem pengolahan data komputerisasai.

Menurut pendapat peneliti, pelaksanaan himpunan data dimulai dengan pengambilan data dari peserta didik lalu mengelompokkan data tersebut kedalam klasifikasi jenis datanya. Selanjutnya data yang didapat diolah untuk melihat siapa dan bagaimana peserta didik. Data yang didapat digunakan sebagai bahan rujukan untuk penyusunan layanan dan penetapan kegiatan BK lainnya. Data yang didapat sebaiknya disimpan dan dipelihara dengan baik guna menjaga kerahasian dari data yang diperoleh.

3. Mengevaluasi

Berdasarkan hasil wawancara di lapangan diperoleh informasi bahwa evaluasi dari pelaksanaan himpunan data terkait dengan konseling karir adalah semua proses dari awal sampai akhir kegiatan. Pengkajian efesiensi sistematika dan penggunaan fasilitas yang digunakan yaitu saat sebelum dan setelah kegiatan dilaksanakan. Untuk memelihara kelengkapan data yang ada yaitu dengan merecap, mengarsipkannya dan menyimpan dalam satu tempat. Untuk keaktualannya selalu memperhatikan perkembangan peserta didik memantau dan menerima informasi dari orang-orang terdekat Untuk kebermanfaatan data yang yang dihimpun disesuaikan dengan kebutuhan dari data tersebut. Mencocokkan dengan keadaan peserta didik melalaui observasi langsung dan interaksi langsung dengan peserta didik bersangkutan.

Menurut Tohirin (2007: 235-236) tahap evaluasi meliputi :

a. Mengkaji efensiesi sistematika dan penggunaan fasilitas yang digunakan.

b. Memelihara kelengkapan, keakuratan, keaktualan dan kemanfaatan data dalam himpunan data.

Apabila tahap di atas telah dilaksanakan oleh guru BK dalam mengevaluasi himpunan data maka pengkajian efesiensi sistematika serta memelihara kelengkapan, keakuratan, keaktualan dan kemanfaatan data dalam

himpunan data dapat dilakukan dengan lancer. Sebaliknya pengevaluasian tidak akan terlaksana jika guru BK belum bisa memelihara kelengkapan, keakuratan, keaktualandan kemanfaatan data.

Menurut pendapat peneliti, pada tahap evaluasi ini pelaksana kegiatan himpunan data mengkaji setiap hal yang dilakukannya mulai dari proses hingga tahap akhir dari pelaksanaan kegiatan itu. Evaluasi proses dilakukan guna mengevaluasi proses yang dilakukan apakah telah sesuai dengan tahap operasional pelaksanaan kegiatan himpunan data atau belum. Evaluasi tidak hanya diperuntukkan bagi peserta didik namun juga guru BK sebagai pelaksana dari kegiatan himpunan data itu. Selanjutnya melakukan evaluasi hasil untuk melihat gambaran hasil dari data yang didapat.

Evaluasi sangat penting dilakukan dalam setiap kegiatan untuk meninjau kembali kesalah-kesalahan atau hambatan-hambatan yang didapatkan saat kegiatan berlangsung.

4. Menganalisis Hasil Evaluasi Berdasarkan hasil wawancara di lapangan diperoleh informasi bahwa hasil analisis evaluasi himpunan data yang diperoleh dari setiap kegiatan yang dilakukan masih belum optimal dan maksimal, baik dari proses maupun hasil yang diinginkan.

Menurut Tohirin (2007: 235-236) melakukan analisis terhandal hasil evaluasi berkenaan dengan kelengkapan, keakuratan, keaktualan, kemanfaatan data, serta efisiensi penyelenggaraannya.

Apabila guru BK sudah bisa melakukan analisis evaluasi himpunan data berkenaan dengan kelengkapan, keakuratan, keaktulan, kemanfaaatan data, serta efesiensi penyelenggaraannya maka penganalisisan hasil evaluasi bisa dilakukan oeh guru BK.

Sebaliknya jika guru BK belum bisa menganalisis hasil evaluasi maka pelaksanaan himpuna data belum berjalan dengan semestinya.

Menurut pendapat peneliti, melakukan analisis hasil evaluasi perlu dilakukan untuk dapat merembukkan tindakkan apa yang harus dilakukan terhadap data yang telah didapat. Analisis hasil evaluasi guna untuk melihat kelengkapan data, keakuratan, keaktualan, kemanfaatan data serta efesiensi penyelenggaraan. apakah data yang didapat benar-benar fakta mengenai kondisi peserta didik atau hanya

(5)

rekayasa, apakah data yang diperoleh lengkap untuk bahan rujukan atau belum, apakah data yang diisi oleh beserta didik diisi dengan sungguh-sungguh atau hanya bermain-main dengan kegiatan himpunan data yang dilakukan, apakah kegiatan tersebut efektif atau tidak kondusif. Untuk itu dilakukan analisi hasil agar dapat menggambarkan pencapaian terhadap data yang diperoleh sehingga dapat menjadi bahan rujukan dalam penyusunan tindakkan berikutnya.

5. Menindak Lanjuti

Berdasarkan hasil wawancara di lapangan diperoleh informasi bahwa bentuk klasifikasi data yang akan lakukan untuk tindak lanjut oleh guru BK SMK Negeri 1 Solok seperti membedakan data pribadi peserta didik dengan data kelompok belum dapat guru BK laksanakan karena keterbatasan keadaan yang ada. Tindakan yang akan guru BK lakukan terkait dengan hasil yang diperoleh disesuaikan dengan masing-masing hasil peserta didik.

Memperbaiki kesalahan-kesalahan yang tidak disadari saat proses pelaksanaan layanan dilakukan. Melakukan pengecekan kembali terhadap data-data tersebut dan menanyakan kembali kepada peserta didik yang bersangkutan. Untuk mengaktualkan data yang diperoleh dengan memantau dan memonitoring peserta didik secara langsung disekolah dan meminta informasi dari berbagai pihak terkait seperti wali kelas, guru mata pelajaran dan teman dekatnya. Data yang didapat digunakan untuk menunjang pelaksanaan layanan konseling, digunakan sebagai bahan rujukkan untuk mengembangkan dan menetapkan karir yang tepat dan sesuai dengan potensi, bakat dan minat peserta didik. Media yang digunakan dalam pelaksanaan tindak lanjut adalah media yang dapat menunjang pelaksanaan layanan data, misalnya system komputerisasi untuk pengolahan data. Pihak-pihak yang akan dilibatkan dalam pengadaan tindak lanjut pelaksanaan himpunan data terkait dengan konseling karir adalah orangtua, wali kelas, guru mata pelajaran, teman dekat

Menurut Tohirin (2007: 235-236) tahap tindak lanjut meliputi :

a. Bentuk, klasifikasi dan sistematika data.

b. Kelengkapan, keakuratan dan keaktualan data.

c. Kemanfaatan data.

d. Penggunaan teknologi.

e. Teknis penyelenggaraan.

Apabila guru BK bisa menindak lanjuti proses pelaksanaan himpunan data dengan baik dengan membentuk, mengklafikasi, menggunakan teknologi dan teknis penyelenggraan maka penindak lanjuti bisa maka pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar. Sebaliknya jika hal tersebut belum bisa dilaksanakan dengan baik maka pelaksanaan himpunan data belum terlaksana dengan semestinya.

Menurut peneliti, tindak lanjut sangat perlu dilaksankan untuk setiap kegiatan BK. Tindak Lanjut merupakan bentuk pemberian perlakuan terhadap kegiatan yang dilakukan. Selain itu tindak lanjut juga merupakan sebagai penghapus kesalahan-kesalahan yang dilakukan pada proses terdahulu. Tanpa tindak lanjut kegiatan sebelumnya hanya akan tergantung sampai pada tahapan itu saja dengan demikian kegiatan awal akan sia-sia. Tindak lanjut juga berarti meninjau ulang keberhasilan dari kegiatan yang dilakukan dengan memperbaiki teknis penyelenggaraan yang belum sesuai dengan alur operasional.

6. Melaporkan

Berdasarkan hasil wawancara di lapangan diperoleh informasi bahwa yang dilaporkan adalah semua kegiatan yang dilakukan dan siapa saja pihak yang dilibatkan, selain itu hasil yang diperoleh, hasil evaluasi, analisis evaluasi, bentuk tindak lanjut yang dilakukan, kendala-kendala atau hambatan yang terjadi saat pelaksaan, waktu pelaksanaan, sasaran, tujuan. Yang dipersiapkan dalam penyusunan laporan pelaksanaan adalah semua hal terkait dengan kegiatan himpunan data yang dilakukan, seperti RPL, Lapelprog, tindak lanjut, alat evaluasi, hasil pelaksanaan himpunan data.

Laporan pelaksanaan himpunan data disampaikan kepada para steakholder seperti kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran, ketua komite, koordinator BK, dan orang tua. Laporan ini disampaikan secara lisan per bulan, saat rapat kerja semesteran/Tahunan.

Menurut Tohirin (2007: 235-236) tahap penyusunan laporan meliputi :

a. Menyusun laporan (secara berkala) kegiatan HD.

b. Menyampaikan laporan kepada pihak terkait.

(6)

c. Mendokumentasikan laporan.

Apabila guru Bk sudah menyusun laporan, menyampaikan laporan dan mendokumentasikannya maka proses pelaksanaan himpunan data dapat berjalan.

Sebaliknya pelaksanaan himpunan data tidak akan lengkap jika pelaporan tidak dilaksanakan oleh guru BK.

Menurut Peneliti, dalam penyusunan laporan yang harus diperhatikan adalah kelengkapan administrasi terkait dengan kegiatan yang kita laksanakan seperti RPL, Lapelprog, alat dan hasil evaluasi, dokumentasi kegiatan serta rancangan program terkait dengan program yang dijalankan yaitu pelaksanaan himpunan data.

Pelaporan kegiatan yang dilakukan sangat penting sebagai bentuk pertanggung jawaban terhadap kegiatan yang dilakukan. Selain itu pelaporan sangat penting untuk menghindari prasangka negative terhadap keberadaan BK disekolah. Bentuk pelaporan kegiatan ini dapat diperkuat dengan menunjukkan dokumentasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan pada tanggal 12 Agustus-20 Agustus 2015 tentang pelaksanaan himpunan data untuk konseling karir di SMK Negeri 1 Solok, dapat diambil kesimpulan bahwa:

1. Merencanakan

a. Data yang dihimpun dari peserta didik yaitu data- data pribadi disesuaikan dengan pilihan menyangkut karir peserta didik dengan melihat berbagai bidang BK seperti individual, sosial, belajar.

b. Sekolah belum memiliki fasilitas yang cukup optimal .

2. Melaksanakan

a. Menghimpun data peserta didik yaitu dengan membagikan daftar isian tentang diri peserta didik.

mengumpulkan hasil tes minat dan tes bakat lalu melakukan perbandingan dengan hasil nilai rapor dan kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti.

b. Mengolah secara manual karena belum memiliki sistem pengolahan data komputerisasi

3. Mengevaluasi

Evaluasi dari pelaksanaan himpunan data terkait dengan konseling karir adalah semua proses dari awal sampai akhir kegiatan. Pengkajian efesiensi sistematika dan penggunaan fasilitas yang digunakan 4. Menganalisis Hasil Evaluasi

Hasil analisis evaluasi himpunan data yang diperoleh dari setiap kegiatan yang dilakukan masih belum optimal dan maksimal, baik dari proses maupun hasil yang diinginkan.

5. Menindak Lanjuti

a. Bentuk klasifikasi data yang akan lakukan untuk tindak lanjut seperti membedakan data pribadi siswa dengan data kelompok belum dapat saya laksanakan karena keterbatasan keadaan yang ada.

b. Untuk mengaktualkan data yang diperoleh dengan

memantau dan

memonitoring peserta didik secara langsung disekolah dan meminta informasi dari berbagai pihak terkait seperti wali kelas, guru mata pelajaran dan teman dekatnya.

6. Melaporkan

a. Persiapan dalam

penyusunan laporan pelaksanaan adalah semua hal terkait dengan kegiatan himpunan data yang dilakukan, seperti RPL, Lapelprog, tindak lanjut, alat evaluasi, hasil pelaksanaan himpunan data.

b. Laporan pelaksanaan

himpunan data

disampaikan kepada para stakeholders seperti kepala sekolah, wakil kepala

(7)

sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran, ketua komite, koordinator BK, orangtua. Laporan ini disampaikan secara lisan per bulan, saat rapat kerja semesteran/Tahunan.

Setelah peneliti melakukan penelitian tentang pelaksanaan himpunan data untuk konseling karir dalam bimbingan dan konseling, maka berikut ini saran dan harapan penulis kepada:

1. Guru Bk tetap mempertahankan dan meningkatkan pelaksanaan himpunan data dalam konseling karir.

2. Peserta didik diharapkan untuk selalu mengikuti kegiatan yang berkenaan dengan pelaksanaan himpunan data untuk konseling karir yang diselenggarakan oleh guru BK karena konseling karir ini sangat penting bagi peserta didik untuk memahami dirinya, memahami kemampuannya dan mampu menentukan pilihan pekerjaan yang sesuai dengan dirinya.

3. Kepala sekolah diharapkan menyediakan sarana, prasarana, alat dan perlengkapan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah serta memberikan jam yang cukup untuk guru BK agar program BK bisa berjalan dengan maksimal.

4. Pengelola Bidang Studi, sebagai dosen bimbingan dan konseling

lebih memperhatikan dan kesiapan mahasiswa bimbingan dan konseling dalam melaksanakan layanan konseling karir di sekolah sehingga pada sa’at mereka diturunkan kelapangan mereka benar-benar memiliki kemampuan.

5. MGBK, memantapkan WPKNS guru Bk melalui informasi yang di berikan pada saat MGBK.

6. Peneliti selanjutnya, diharapkan bisa melakukan penelitian lanjutan tentang pelaksanaan himpunan data untuk konseling karir.

KEPUSTAKAAN

Gani, Ruslan A. 1996. Bimbingan Karir.

Bandung: Angkasa.

Nasrularpansa. 2012. Pengertian SMK, (online)

http://wordpress.com/2012/03/29/pe ngertian-smk, diakses 23 April 2015)

Prayitno. 1997. Buku IV Pelayanan Bimbingan dan Konseling. Jakarta:

Ikrar Mandiriabadi.

Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi). Jakarta: Rajawali Pers.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan melihat beberapa hal yang terjadi di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh sosial media Terhadap keputusan