• Tidak ada hasil yang ditemukan

persepsi peserta didik tentang pelaksanaan

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "persepsi peserta didik tentang pelaksanaan"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PERSEPSI PESERTA DIDIK TENTANG PELAKSANAAN KUNJUNGAN RUMAH OLEH GURU BK

DI SMA NEGERI 1 LUBUK BASUNG Oleh:

Afdal Riko Putra (10060170)

Mahasiswa Bimbingan dan Konseling STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRACT

Based on the beginning study that researcher had done, had the information that the guidance of counselor teacher had not obtained a deep understanding in detailed the cause of the problem that experienced by the learners before home visit, had not been comprehend the function and the purpose of the home visit activity toward the solution of the problem the learners. This research was described: 1). The perception of the learners about the information of planning home visit activity to the parties concerned, 2). The perception of the learners about the home visit activity.

This research was descriptive quantitative with the population 25 of learners. The sample was collected by used total sampling technique. The tool that used to organize the data was used questionnaire. To analyze the data of the learners perception about the implementation of the home visit activity by the teacher of guidance of counseling at SMA N 1 Lubuk Basung by used the percentage analysis technique. The result of the data : 1). The learners perception about the information of home visit planning to the parties, the time of the implementation was the good category 36%, 2) the carry out the home visit met with the parents or the guardian was the good category 52%, discuss the problem of the learners was not very good 64%, completing the data was in 52% category, develop of the parents commitment was on good category 84%, record and summarize the result of the activity was on good category 52%. Based on the result of the research above, conclude that the learners perception about the home visit implementation by the guidance of counselor teacher at SMA N 1 Lubuk Basung was on good category.

Keywords: Perception Learners, Home Visits, Counselor

Pendahuluan

Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas bangsa. Melalui pendidikan diharapkan menghasilkan sumber daya manusia yang berwawasan luas, memiliki kreatifitas tinggi dan mampu bersaing. Jadi, pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mencakup semua aspek kehidupan.

Sesuai dengan Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1 Pasal 1 Ayat 1 menyatakan pendidikan adalah :

Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,

akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, bangsa dan negara.

Pendidikan identik dengan sekolah sebab sekolah merupakan salah satu tempat berlangsungnya proses pendidikan. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal bagi peserta didik untuk memperoleh pendidikan dan tempat menimba ilmu pengetahuan.

Pelaksanaan pendidikan bagi peserta didik mengacu kepada tercapainya tujuan Pendidikan Nasional yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya. Berdasarkan tujuan pendidikan nasional tersebut, salah satu upaya yang dilakukan sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan peserta didik adalah dengan menanamkan aspek kepribadian kepada peserta didik.

Untuk merealisasikan tujuan tersebut, seharusnya diberikan pelayanan yang optimal kepada peserta didik dalam proses pendidikan di sekolah. Dengan tercapainya tujuan yang optimal maka peserta didik akan

(2)

terhindar dari berbagai permasalahan.

Bimbingan dan Konseling (BK) merupakan komponen yang ikut andil dalam mencapai tujuan tersebut. Kegiatan pelayanan BK diberikan oleh seseorang yang terlatih dinamakan guru BK atau konselor kepada klien yang memerlukan bantuan sehingga klien dapat menjalani kehidupan yang membahagiakan.

Menurut Hamdani (2012:25) “Guru BK bertugas merencanakan program BK, memasyarakatkan program BK dan melaksanakan persiapan kegiatan BK, mengevaluasi proses dan hasil kegiatan layanan BK, menganalisis hasil evaluasi, mengadministrasikan kegiatan BK, mempertanggungjawabkan tugas dan kegiatan kepada koordinator guru BK”.

Sekolah harus menyediakan pelayanan BK, dimana pelayanan yang digunakan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan kegiatan pendukung sebagai penunjang pelaksanaan pelayanan BK yang optimal. Upaya bantuan terhadap peserta didik tidak hanya berlangsung di sekolah, tapi juga guru BK membutuhkan kerjasama dan bantuan serta komitmen dari pihak orangtua atau keluarga klien di rumah. Salah satu kegiatan pendukung yang dapat dilakukan adalah kunjungan rumah.

Menurut Prayitno (2004:315) kegiatan pendukung merupakan alat dan kelengkapan mengenai objek-objek berupa data, keterangan dan informasi terutama mengenai klien dan lingkungannya. Melalui kegiatan pendukung ini akan memberikan kemudahan di dalam menangani masalah peserta didik, salah satu kegiatan pendukung yang dilakukan oleh guru BK adalah kegiatan kunjungan rumah.

Dalam melaksanakan kegiatan kunjungan rumah harus dilakukan secara cermat, mulai dari perencanaannya sampai dengan akhir kegiatan ini. Kelancaran dan hasil-hasil kegiatan kunjungan rumah ditentukan oleh kecermatan tersebut.

Menurut Prayitno (2006:14) operasional kegiatan kunjungan rumah adalah:

1. Perencanaan : (a) menetapkan kasus (dan klien yang mengalaminya) yang memerlukan, (b) meyakinkan klien akan pentingnya kunjungan rumah, (c) menyiapkan data atau informasi pokok yang perlu dikomunikasikan kepada keluarga, (d) menetapkan materi

kunjungan rumah (data yang perlu diungkapkan dan peranan masing-masing anggota keluarga yang akan ditemui), (e) menyiapkan kelengkapan administrasi.

2. Pelaksanaan : (a) mengkomunikasikan (rencana) kegiatan kunjungan rumah kepada pihak-pihak terkait, (b) melakukan kunjungan rumah: bertemu orang tua/wali/anggota keluarga lain, membahas masalah klien, melengkapi data, mengembangkan komitmen orang tua/wali/anggota keluarga lain, menyelenggrakan “konseling keluarga”

(jika diperlukan dan dimungkinkan), merekam dan menyimpulkan hasil kegiatan.

3. Evaluasi : (a) mengevaluasi proses pelaksanaan kunjungan rumah, (b) mengevaluasi kelengkapan dan keakuratan hasil kunjungan rumah serta komiten orang tua/ wali /anggota keluarga lain, (c) mengevaluasi penggunaan data hasil kunjungan rumah dalam pengentasan masalah klien.

4. Analisis hasil evaluasi : analisis terhadap efektifitas penggunaan hasil kunjungan rumah, khususnya pengentasan masalah klien.

5. Tindak lanjut : (a) mempertimbangkan apakah diperlukan kunjungan rumah ulang atau lanjutan, (b) mempertimbangkan tindak lanjut layanan dengan menggunakan data hasil kunjungan rumah yang lebih lengkap dan akurat.

6. Laporan : (a) menyusun laporan kegiatan kunjungan rumah, (b) menyampaikan laporan kepada pihak terkait, (c) mendokumentasikan laporan.

Kegiatan kunjungan rumah merupakan upaya mendeteksi keluarga dalam kaitannya dengan permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik. Kerjasama orang tua sangat diperlukan dengan melakukan kunjungan rumah. Hal ini untuk mengkomunikasikan kepada pihak keluarga tentang permasalahan yang dialami oleh peserta didik (klien).

Pelaksanaan kegiatan kunjungan rumah dapat membantu guru BK dalam pengentasan masalah peserta didik yakni dengan mengkomunikasikan permasalahan peserta didik dengan pihak keluarga untuk mencari pemecahan masalah peserta didik yang bermasalah.

(3)

Berdasarkan studi awal yang peneliti lakukan dengan guru BK di SMA Negeri 1 Lubuk Basung, selama melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan Bimbingan Konseling-Sekolah (PPLBK-S) pada bulan Juli-Desember 2013, diperoleh informasi bahwa guru BK belum mendalami secara rinci penyebab permasalahan yang dialami oleh peserta didik sebelum dilakukan kunjungan rumah, belum memahami perlunya dilakukan kegiatan kunjungan rumah terhadap penyelesaian masalah peserta didik.

Di lapangan juga diperoleh informasi bahwa dalam tahap pelaksanaan kegiatan kunjungan rumah belum sesuai, sehingga belum terlaksana secara optimal. Hal ini dikarenakan tidak adanya perencanaan yang matang oleh guru BK. Guru BK melakukan kegiatan kunjungan rumah hanya berdasarkan inisiatif sendiri tanpa persetujuan dari peserta didik yang bermasalah. Tidak meminta izin dan meyakinkan peserta didik pentingnya melakukan kunjungan rumah dalam penyelesaian masalah yang dimilikinya.

Dalam hal ini akan terjadi kesenjangan antara masalah yang terjadi pada diri peserta didik dengan penjelasan orang tua peserta didik di rumah, bahkan mereka membantah perkataan guru BK tentang masalah yang terjadi dengan anaknya di sekolah.

Setelah kegiatan kunjungan rumah yang dilakukan guru BK, banyak masalah peserta didik yang masih belum terentaskan, seperti adanya peserta didik yang tidak hadir ke sekolah dalam waktu yang lama tanpa keterangan, masih adaya peserta didik yang terlambat datang ke sekolah dan belum adanya evaluasi yang dilakukan oleh guru BK setelah melakukan kunjungan rumah.

Bahkan setelah kunjungan rumah ada orang tua peserta didik lebih memilih untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain, dengan alasan pihak sekolah dan guru BK terlalu mencampuri urusan keluarga mereka.

Berdasarkan hasil observasi di atas maka, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : “Persepsi Peserta Didik tentang Pelaksanaan Kunjungan Rumah oleh Guru BK di SMA Negeri 1 Lubuk Basung”.

Identifikasi Masalah

Berdasarkan latarbelakang masalah, maka dapat diidentifikasi permasalahan dalam penelitian ini adalah :

1. Adanya peserta didik yang tidak hadir ke sekolah pada waktu yang lama tanpa keterangan.

2. Guru BK melaksanakan kegiatan kunjungan rumah tanpa perencanaan terlebih dahulu.

3. Adanya guru BK yang melaksanakan kegiatan kunjungan rumah tanpa meminta izin kepada peserta didik terlebih dahulu.

4. Setelah kegiatan kunjungan rumah masih terdapat masalah yang belum terentaskan.

5. Masih ada peserta didik yang terlambat walaupun telah dilakukan kunjungan rumah.

6. Hasil kunjungan rumah belum efektif dalam mengatasi permasalahan peserta didik.

7. Evaluasi yang dilakukan guru BK terhadap kegiatan kunjungan rumah belum ditindak lanjuti.

Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana persepsi peserta didik tentang pelaksanaan kunjungan rumah yang dilakukan oleh guru BK di SMA Negeri 1 Lubuk Basung ?

Tujuan Penelitian

Sesuai dengan pertanyaan penelitian, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan:

1. Persepsi peserta didik tentang pengkomunikasian rencana kegiatan kunjungan rumah kepada pihak-pihak terkait.

2. Persepsi peserta didik tentang kegiatan kunjungan rumah.

Manfaat Penelitian

Diharapkan kegiatan penelitian ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, diantaranya bagi :

1. Guru BK, sebagai bahan untuk meningkatkan kinerja dan keterampilan

(4)

guru BK dalam menyelesaikan masalah peserta didik melalui kunjungan rumah.

2. Kepala sekolah dan guru untuk membantu menyelesaikan masalah peserta didik dan mendukung dalam menunjang pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling serta memfasilitasi berbagai keperluan yang dibutuhkan.

3. Koordinator BK, sebagai acuan bagi

koordinator BK dalam

menyelengarakan program bimbingan konseling untuk meningkatkan kinerja dan keterampilan guru BK dalam menyelesaikan masalah peserta didik.

4. Pimpinan program studi, sebagai masukan dalam upaya mempersiapkan calon guru BK yang profesional dalam hal mengatasi permasalahan peserta didik.

5. Peserta didik, agar masalah yang dihadapinya dapat dientaskan dengan baik.

6. Peneliti, sebagai bahan masukan untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam memahami peserta didik khususnya peran guru BK dalam menangani masalah peserta didik.

7. Peneliti selanjutnya, sebagai pedoman atau dasar penelitian lebih lanjut.

Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Menurut Menurut Sukmadinata (2010:72) “Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang paling dasar. Ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena yang bersifat alamiah ataupun rekayasa manusia”.Penelitian ini di lakukan di SMA Negeri 1 Lubuk Basung, dan pendapat peserta didik tentang pelaksanaan kegiatan kunjungan rumah terhadap guru BK.

Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik yang telah mendapatkan kegiatan kunjungan rumah yang dilaksanakan oleh guru BK. Menurut Mahmud (2011:154) “Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang

memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang akan diteliti”.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Total sampling merupakan teknik pengambilan sampel apabila semua populasi digunakan sebagai sampel. Jadi untuk sampel dalam penelitian ini peneliti mengambil semua populasi untuk dijadikan sampel. Menurut Riduwan (2012:56) “Sampel adalah bagian dari populasi yang memiliki ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti”.

Jenis dan Sumber Data

Jenis data pada penelitian ini menggunakan data interval. Menurut Riduwan (2010:85) data interval adalah

“Data yang menunjukkan jarak antara satu data dengan data yang lain dan mempunyai bobot yang sama”. Jadi, data yang diintervalkan adalah pendapat peserta didik tentang pelaksanaan kegiatan kunjungan rumah terhadap guru BK di SMA Negeri 1 Lubuk Basung.

Sumber data yang digunakan penelitian ini adalah data primer dan sekunder, menurut Bungin (2005:122) data primer adalah data yang diperolah secara langsung dari sumber data pertama di lokasi penelitian atau objek penelitian. Data yang diambil adalah data peserta didik yang mendapatkan kunjungan rumah dari guru BK. Sebaliknya, data sekunder menurut Bungin (2005:122) adalah data yang peroleh dari guru BK dan laporan pelaksanaan kegiatan kunjungan rumah peserta didik.

Jadi data primer dalam penelitian ini adalah data yang langsung diperoleh dari hasil angket yang diberikan kepada peserta didik yang mendapatkan kegiatan kunjungan rumah dari guru BK di SMA Negeri 1 Lubuk Basung yang akan menjadi sampel dalam penelitian nantinya yang berjumlah 25 orang. Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan dari sumber yang telah ada. Data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari himpunan data guru BK SMA Negeri 1 Lubuk Basung pada tahun pelajaran 2014/2015, yaitu data tentang peserta didik yang telah mendapatkan kunjungan rumah.

(5)

Alat Pengumpul Data

Alat yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data adalah angket atau kuesioner. Menurut Sugiyono (2009:199) “Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya”. Menurut Riduwan (2012:71)

“angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yang memberikan respon (responden) sesuai dengan permintaan pengguna”.

Teknik Analisis Data

Menurut Sugiyono (2011:334)

“analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain sehingga dapat mudah dipahami dan temuanya dapat diinformasikan ke orang lain”. Setelah semua data yang diperlukan diperoleh, langkah selanjutnya adalah menganalisis data tersebut sehingga dapat diinterprestasikan.

Data dikumpulkan, langkah selanjutnya adalah mengolah data dengan langkah sebagai berikut: 1) Verifikasi data, 2) Penskoran, 3) Menghitung persentase masing-masing frekuensi, 4) Menganalisis masing-masing data yang diperoleh.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian tentang persepsi peserta didik tentang pelaksanaan kunjungan rumah oleh guru BK di SMA Negeri 1 Lubuk Basung sebagai berikut:

1. Persepsi peserta didik tentang pelaksanaan kunjungan rumah oleh guru BK terkait dengan waktu pelaksanaan adalah:

Berdasarkan hasil pengolahan data tentang mengkomunikasikan rencana kegiatan kunjungan rumah kepada pihak- pihak terkait dilihat dari segi waktu pelaksanaan berada pada kategori kurang baik dengan persentase 40,00%.

2. Melakukan kunjungan rumah dilihat dari aspek bertemu orang tua/wali, membahas masalah peserta didik, melengkapi data, mengembangkan komitmen orang

tua/wali, merekam dan menyimpulkan hasil kegiatan.

Berdasarkan hasil pengolahan data melakukan kunjungan rumah dilihat dari segi bertemu orang tua atau wali berada pada kategori cukup baik dengan persentase 52,00%. Hasil pengolahan data saat melakukan kunjungan rumah dilihat dari segi membahas masalah peserta didik berada pada kategori baik dengan persentase 64,00%, sedangkan hasil pengolahan data tentang melakukan kunjungan rumah dilihat dari segi melengkapi data berada pada kategori cukup baik dengan persentase 52,00%, dan hasil pengolahan data tentang melakukan kunjungan rumah dilihat dari segi mengembangkan komitmen orang tua atau wali berada pada kategori cukup baik dengan persentase 48,00%. Selanjutnya hasil pengolahan data tentang melakukan kunjungan rumah dilihat dari segi merekam dan menyimpulkan hasil kegiatan berada pada kategori cukup baik dengan persentase 52,00%.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis data dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan mengenai persepsi peserta didik tentang pelaksanaan kunjungan rumah oleh Guru BK dilihat dari:

1. Mengkomunikasikan rencana kegiatan kunjungan rumah kepada pihak-pihak terkait, dilihat dari segi waktu pelaksanaan berada pada kategori kurang baik.

2. Melakukan kunjungan rumah, dilihat dari segi bertemu orang tua atau wali berada pada cukup baik.

3. Melakukan kunjungan rumah, dilihat dari segi membahas masalah peserta didik berada pada kategori baik.

4. Melakukan kunjungan rumah, dilihat dari segi melengkapi data berada pada kategori cukup baik.

5. Melakukan kunjungan rumah, dilihat dari segi mengembangkan komitmen orang tua atau wali berada pada kategori cukup baik.

6. Melakukan kunjungan rumah, dilihat dari segi merekam dan menyimpulkan hasil kegiatan berada pada kategori cukup baik.

(6)

Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas maka peneliti ingin mengajukan saran kepada:

1. Peserta didik

Bagi peserta didik agar tidak takut lagi jika guru BK melakukan kegiatan pendukung yaitunya kunjungan rumah.

2. Program Studi Bimbingan dan Konseling STKIP PGRI Sumatera Barat Bagi program studi sebagai bahan masukan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa sebagai calon guru BK dalam melaksanakan kegiatan kunjungan rumah.

3. Peneliti Selanjutnya

Bagi peneliti selanjutnya, agar dijadikan pedoman bagi penelitian yang berkaitan dengan masalah tersebut.

4. Peneliti

Sebagai bahan masukan bagi peneliti saat menjadi guru BK di sekolah nantinya untuk lebih bisa melakukan kegiatan kunjungan rumah dengan lebih baik lagi.

KEPUSTAKAAN

Bungin, Burhan. 2005. Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik serta Ilmu ilmu lainnya (Edisi kedua).

Jakarta: Kencana.

Hamdani. 2012. Bimbingan dan Penyuluhan. Bandung : Pustaka Setia.

Mahmud. 2011. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.

Prayitno. 2004. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling dan Konseling. Bandung : Rineka Cipta.

Prayitno. 2006. Seri Kegiatan Pendukung Konseling P.1-P.6. Padang : UNP.

Riduwan. 2012. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.

Riduwan. 2010. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2011. Metodologi Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung:

Alfabeta.

Sugiyono. 2009. Metodologi Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,

Kualitatif dan R&D). Bandung:

Alfabeta.

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2010.

Metodologi Penelitian Pendidikan.

Bandung: Rosda.

Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Referensi

Dokumen terkait

acuan di dalam melakukan penelitian tentang “Persepsi Peserta Tentang Pelaksanaan Pelatihan Keterampilan Inti Sebagai Kesiapan Resosialisasi Di Balai. Rehabilitas i

Berdasarkan diagram lingkaran di atas dapat diketahui bahwa persepsi peserta didik tentang kegiatan mengumpulkan data/informasi dalam pelaksanaan pendekatan saintifik

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa persepsi peserta didik tentang pelaksanaan layanan informasi mengenai pemahaman gaya

Dari hasil kajian yang penulis lakukan mengenai Persepsi Peserta Didik tentang Manajemen Pelayanaan Perpustakaan di SMA Ekasakti Pa- dang, dapat diambil

Berdasarkan diagram lingkaran di atas dapat diketahui bahwa persepsi peserta didik di SMP Se-Kecamatan Kretek tentang kegiatan mengasosiasi/menalar informasi dalam

KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tentang Persepsi Peserta Didik tentang Tujuan Informasi Karir yang Diberikan Guru Bimbingan dan Konseling Studi pada Peserta Didik Kelas XII di

Persepsi Guru BK tentang Karakteristik Peserta Didik pada Latar Belakang seperti Kultural Lokal, Status Sosial, Status Ekonomi dan Agama dalam Layanan Konseling Perorangan Berdasarkan

Persepsi peserta didik tentang pengolahan sampah sebagai ba- gian dari Pendidikan Ling- kungan Hidup Gambaran data tentang pen- dapat masyarakat mengenai pen- golahan sampah sebagai