• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelatihan Pembuatan Laporan Keuangan untuk Staff Keuangan UD Uni Timber

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Pelatihan Pembuatan Laporan Keuangan untuk Staff Keuangan UD Uni Timber"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Received : February 08, 2021 Accepted : February 12, 2021 Published : March 03, 2021

Conference on Community Engagement Project https://journal.uib.ac.id/index.php/concept

Memberikan Pelatihan Membuat Laporan Keuangan Kepada Staff Keuangan UD Uni Timber

Muhammad Donal Mon1, Stephanie Mulyadi2

Universitas Internasional Batam

Email korespondensi: [email protected]1, [email protected]2

Abstrak

UD Uni Timber menggunakan jasa pihak ketiga untuk membuat laporan keuangannya selama 19 tahun berdiri. Hal tersebut dapat mengakibatkan kerugian jika ada kecurangan atau kesalahan dari pihak ketiga dan tidak ada pihak perusahaan yang bertanggung jawab atas hal itu karena karyawan tidak mengerti bagaimana format laporan keuangan yang sesungguhnya. Oleh karena itu penulis melakukan pelatihan cara membuat laporan keuangan dengan benar untuk membantu mengembangkan kompetensi staff keuangan. Pelatihan dilakukan dengan melaksanakan pre-test untuk mengukur kemampuan staf keuangan kemudian dilakukan penjelasan dan simulasi praktik pembuatan laporan keuangan dan proses akuntansi dari suatu kasus mulai dari pencatatan sampai dengan penyusunan laporan keuangan. Hasil dari pelatihan adalah hasil post test yang dapat diisi oleh staf keuangan setelah pelatihan sehingga dapat membuktikan bahwa staff keuangan telah memahami pengetahuan dasar tentang cara untuk membuat laporan keuangan. Untuk PkM selanjutnya, direkomendasikan untuk membuat jadwal yang efektif untuk semua peserta dan dibutuhkan bantuan yang berlanjut untuk memastikan manajemen keuangan dan prosedur akuntansi dapat dilaksanakan dengan benar.

Keywords: Pelatihan, Laporan Keuangan, Kompetensi, UD Uni Timber.

(2)

Pendahuluan

Batam adalah salah satu kota di Kepri dengan letak yang strategis.

Kota ini dikelilingi oleh kepulauan lain yang menghasilkan beragam kayu seperti Lingga, Bintan, dan Meranti. Kayu yang dihasilkan memiliki kualitas tidak akan rusak diganggu semut putih dan cacing laut.

Kapal-kapal yang dibuat maupun rumah penduduk utuh meskipun sudah berusia 50 tahun.

Kualitas yang banyak diminati masyarakat ini memperoleh berbagai proyek maupun keperluan industri sehingga industry pengolahan ini di bagi dalam 4 kelompok yaitu Industri besar (jumlah tenaga kerja 100 orang atau lebih), Industri sedang (jumlah tenaga kerja 20-99 orang), Industri Kecil (jumlah tenaga kerja 5-19 orang), Industri rumah tangga (jumlah tenaga kerja 1-4 orang).

(Purwanti, 2017)

Meningkatnya proyek dan keperluan industri tentunya memerlukan laporan keuangan yang baik dan akurat untuk menghitung omzet perusahaan. Untuk hal ini, diperlukan karyawan yang kompeten dan dapat dipercaya dalam membuat laporan keuangan. Penyusunan laporan keuangan ini sangat krusial karena perusahaan bisa mengatur biaya operasional bisnis dan memahami hutang piutang untuk memhitung pajak. Apabila laporan keuangan UMKM terbengkalai sejak awal maka akan terjadi penundaan dalam menyadari adanya kecurangan.

Hal tersebut bisa membuat usaha menjadi pailit karena data tidak akurat dan kesulitan membuat kebijakan yang tepat terkait terpuruknya keuangan di perusahaan.

(Setyaningrum, 2019)

UMKM lain pernah melakukan upaya dalam mencatat laporan keuangan dengan menggunakan layanan software. Cara ini dapat memudahkan pelaku UMKM dalam menghitung laporan keuangan secara otomatis. Akan tetapi dengan bantuan layanan software butuh biaya yang lumayan besar dan tidak membantu meningkatkan kompetensi karyawan dalam memahami dasar keuangan.

(Wibawa et al., 2019)

Dengan tujuan untuk mengurangi resiko terjadi kesalahan tersebut dan meningkatan tingkat kompetensi staf keuangan UD Uni Timber, penulis tertarik untuk memberikan pelatihan cara untuk membuat laporan keuangan yang baik supaya staf keuangan dapat memahami pengetahuan dasar keuangan demi keuntungan karyawan dan perusahaan.

Masalah

UD Uni Timber merupakan supplier kayu terutama kayu meranti yang telah berdiri sejak 27 September 2001. UD Uni Timber termasuk UMKM dalam golongan industri pengolahan kecil karena banyak tenaga kerjanya hanya 5 orang. Akan tetapi, laporan keuangan UD Uni Timber di buat oleh pihak ketiga sejak UD Uni Timber berdiri. Hal ini membuat staf keuangan UD Uni Timber tidak bisa menyusun laporan keuangannya sendiri. Banyak resiko yang ditanggung pelaku UMKM jika hanya melakukan pencatatan tanpa pengetahuan yang tepat atau para pelaku tidak mengerti laporan yang disajikan oleh stafnya, contohnya dapat terjadi kecurangan dalam pencatatan, resiko kerugian akibat kesalahan pencatatan, dan resiko yang paling fatal adalah UMKM mengalami gulung tikar. Sehingga laporan keuangan yang tidak

(3)

mengacu pada pedoman akuntansi dapat membuat pelaku UMKM mengambil keputusan yang asal tanpa alasan yang kuat dan tepat.

Metode

Kegiatan pelatihan dirancang supaya peserta dapat memahami materi yang disampaikan secara keseluruhan untuk dimplementasikan dalam dunia kerja. Pelatihan dilakukan di UD Uni Timber yang terletak di Komp.Limindo Trade Centre (Samping Sekolah Bodhi Dharma), Batam Centre, Batam, Kepri. Pelatihan di lakukan selama dua kali selama 2 jam setiap pertemuan. Adapun metode yang digunakan adalah:

(a) Metode ceramah dimana peserta di berikan materi tentang cara membuat laporan keuangan bagi UMKM Sebelum menjelaskan materi, peserta mengerjakan soal pre test terlebih dahulu untuk mengetahui pengetahuan peserta tentang laporan keuangan sebelum dijelaskan materi cara membuat laporan keuangan.

(b) Metode tutorial dimana peserta diberikan latihan praktik penyusunan laporan keuangan dan proses akuntansi dari satu kasus mulai dari pencatatan sampai dengan penyusunan laporan keuangan.

(c) Metode diskusi dimana peserta pelatihan mendiskusikan permasalahan keuangan yang pernah dihadapi oleh UMKM selama ini. Langkah ketiga ini berlangsung saat penyampaian materi dan latihan praktik dilakukan. Setelah kegiatan ini, peserta akan mengerjakan soal post test untuk mengukur pengetahuan peserta setelah pelaksanaan pelatihan(BZ et al., 2018)

Pembahasan

(1) Penulis melakukan observasi dengan survei ke lapangan untuk mencari tempat yang tepat melakukan kerja praktek ini.

Pencarian dilakukan sejak bulan September 2020. Setelah penulis mendapat tempat untuk melakukan kerja praktek, penulis mewawancarai pemilik UMKM mengenai masalah utama yang sedang dihadapi. Kemudian penulis menyusun proyek proposal dan membuat materi pelatihan tentang cara membuat laporan keuangan. Kerja praktek dilaksanakan dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 di UD Uni Timber berlokasi di Komp.Limindo Trade Centre (Samping Sekolah Bodhi Dharma),Batam Centre, Batam, Kepri. Pada tahap ini, penulis melakukan pelatihan kepada staf keuangan UD Uni Timber sebanyak 2 orang sesuai dengan materi yang berisi informasi dasar tentang akuntansi dan cara untuk membuat Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, Neraca, Laporan Arus Kas.

(2) Luaran dari proyek ini yaitu berupa pelatihan kepada staf keuangan UD Uni Timber yang dapat membantu meningkatkan kompetensi staf keuangannya untuk membuat laporan keuangan perusahaan sendiri. Berikut adalah materi pelatihan yang akan disampaikan penulis dalam kerja praktek ini:

a. Materi persamaan akuntansi dimana di dalam ini menjelaskan unsur dasar akuntansi yang terdiri dari unsur aktiva, pasiva, ekuitas.

Sebelum memulai pelatihan, para peserta berpikir akuntansi hanya sekedar pencatatatn transaksi debit dan kredit atau uang keluar

(4)

dan masuk, dengan mengikuti pelatihan ini maka mereka sudah memahami makna persamaan akuntansi bahkan dapat memilih dan memilah mana yang termasuk aktiva, kewajiban dan ekuitas.

b. Materi pembuatan laporan keuangan dan pengelolaan keuangan untuk UMKM. Materi yang diberikan pada kegiatan pelatihan pembuatan atau penyusunan laporan keuangan menggunakan ketentuan yang terbaru diantaranya Standar akuntansi keuangan. Sebelum mengikuti pelatihan, para peserta masih berpikir laporan keuangan merupakan pencatatan transaksi debit dan kredit. Ketika ada selisih maka selisih positif dianggap sebagai laba sedangkan selisih negatif dianggap rugi.

Setelah pelatihan mereka mulai memahami bahwa laporan keuangan terdiri dari 5 macam yakni: Laporan neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal dan laporan arus kas.

(Ningtiyas, 2017)

c. Evaluasi keberhasilan dari pelatihan ini adalah dilakukan pre test sebelum pelatihan dan post test setelah pelatihan ini dengan membagikan 10 pertanyaan tentang rancangan dan praktik dasar akuntansi keuangan dan pelaporan keuangan.

(5)

(3) Keunggulan dari luaran pelaksanaan Kerja Praktek ini adalah jumlah dana yang dikeluarkan untuk meningkatkan kompetensi karyawan lebih kecil dibandingkan membeli software untuk membuat laporan. Selain biaya yang lebih kecil, pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi karyawan yang dapat menguntungkan bagi individual karyawan tersebut beserta perusahaan.

Kelemahan dari luaran pelaksanaan Kerja Praktek ini adalah materi yang disampaikan hanya sekedar pengetahuan dasar atas cara untuk membuat laporan keuangan, untuk yang lebih detil dapat di jelaskan oleh ahli pada bidangnya. Hasil dari pelatihan ini dapat diterapkan didalam perusahaan untuk jangka waktu yang lama jika karyawan bersedia untuk latihan dan belajar dengan tekun untuk mendalami cara membuat laporan keuangan yang baik.

Simpulan

(1) Tingkat ketercapaian target kegiatan dilapangan adalah 90%

karena peserta pelatihan melakukan pre test yang sebelumnya belum mengerti tentang cara membuat laporan keuangan masih kurang dan tidak bisa mengisi test tersebut, setelah pelatihan peserta sudah bisa menjawab soal pre-test dan tambahan soal yang disediakan dengan benar. Akan tetapi masih ada beberapa jawaban yang masih belum akurat.

(2) Dampak dari pelatihan ini adalah staf keuangan UD Uni Timber menambah pengetahuan tentang cara untuk membuat laporan keuangan yang dapat meningkatkan kompetensi karyawan tersebut yang akan bermanfaat kepada perusahaan karena dengan memiliki karyawan yang kompeten dapat mengurangi kesalahan yang dapat terjadi disaat membuat laporan keuangan, jika ditingkatkan lagi maka staf keuangan UD Uni Timber dapat membuat laporan keuangan secara mandiri yang dapat mengurangi beban untuk jasa pihak ketiga untuk membuat laporan keuangan.

(3) Rekomendasi dari hasil pengamatan selama proses pelatihan, maka rekomendasi dan tindak lanjut dari pelatihan ini adalah sebagai berikut:

- Dibutuhkan bantuan yang berlanjut untuk memastikan manajemen keuangan dan prosedur akuntansi dapat dilaksanakan dengan benar.

- Mengevaluasi pelatihan secara konsisten untuk mengetahui tingkat peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan sebagai pengarahan

(6)

bagi penyelenggara untuk melaksanakan pelatihan berikutnya, baik materi

pelatihan maupun

implementasinya.

(4) Ucapan Terima Kasih

Pengabdian masyarakat ini didukung oleh UD Uni Timber sebagai subjek dalam pelaksanaan pelatihan dan kesediaannya untuk berkoordinasi dan saling berbagi kendala yang dimiliki dan diskusi mengenai solusi yang dapat membantu. Terima kasih juga kepada dosen pembimbing saya Dr.Muhammad Donal Mon, SE., MM yang telah membimbing dan memberikan masukan untuk menyelesaikan laporan ini.

Daftar Pustaka

BZ, F. S., Iskandarsyah, I., Evayani, E., & Afrianandra, C. (2018).

Pelatihan Akuntansi Dan Penyusunan Laporan Keuangan Bagi Manajer Dan Staf

Keuangan Koperasi Usaha Penanaman Dan Pengolahan Kopi Di Kabupeten Aceh Tengah Dan Bener Meriah.

Jurnal Terapan Abdimas, 3(2), 116.

https://doi.org/10.25273/jta.v3i2

.2801

Ningtiyas, J. D. A. (2017).

Penyusunan Laporan Keuangan UMKM Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah (SAK-EMKM) (Study Kasus Di UMKM Bintang Malam

Pekalongan). Riset & Jurnal Akuntansi, 2(1), 11–17.

Purwanti, E. (2017). Analisis

Pengetahuan Laporan Keuangan Pada UMKM Industri Konveksi Salatiga. Among Markati, 10(20), 55–72.

Setyaningrum, F. (2019). Strategi Laporan Keuangan Pada Usaha Mikro Kecil Dan Menengah.

Optima, 2(2), 14.

https://doi.org/10.33366/opt.v2i 2.1164

Wibawa, B. M., Baihaqi, I., Hanoum, S., Ardiantono, D. S., Kunaifi, A., Persada, S. F., Sinansari, P.,

& Nareswari, N. (2019). Model Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Cloud Bagi Pelaku UMKM. Sewagati, 3(3), 51–56.

https://doi.org/10.12962/j26139 960.v3i3.5962

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga penulis dapat menyusun skripsi iniyang berjudul “Pengaruh Pelatihan Kerja, Kompetensi SDM dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada UD Afalia Jaya Tumpang Malang”

Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi mengenai posisi keuangan, operasional keuangan, arus kas BLU yang bermanfaat bagi para pengguna laporan keuangan dalam membuat

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan tentang pemahaman mengenai laporan keuangan berbasis standar Akuntansi Keuangan

Partisipasi masyarakat sasaran selama kegiatan Strategi Peningkatan Penjualan Melalui Pelatihan Digital Marketing dan Pelatihan Pembuatan Laporan Keuangan Melalui Aplikasi Buku Kas Pada

Melalui pelatihan dan pendampingan yang dilakukan kepada Asmarandhana tentang visi misi dan pembuatan laporan keuangan harapannya melahirkan ibu ibu rumah tangga yang mandiri, bermental

Setelah dilakukannya pelatihan pembuatan laporan keuangan sederhana, kami melakukan evaluasi berupa saran terhadap laporan keuangan yang telah dibuat toko dunia plastik selama ini yang

Menambah pengetahuan dan pemahaman para pengusaha Usaha Mikro, Kecil dan Menengah UMKM dibidang akuntansi, serta dapat membuat pencatatan transaksi sampai pembuatan laporan keuangan

Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pemahamann Akuntansi dan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan terhadap Penyusunan Laporan Keuangan Pelaporan Keuangan UMKM adalah kelengkapan aspek yang