LAPORAN PBK (Pembelajaran Berwawasan
Kemasyarakatan)
LAPORAN
PRAKTIK PEMBINAAN PROGRAM KEPEMUDAAN
TENTANG
PELATIHAN MEMBUAT BAKSO
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan
Yang Dibimbing Oleh Bapak Drs. Sunarto Hapsoyo, M.Pd
Oleh NAMA : - NIM : -
KELAS : VII / A
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS TERBUKA UPBJJ MALANG FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI S-1 PGSD
KELOMPOK BELAJAR DINAS PENDIDIKAN
LEMBAR PENGESAHAN
Judul : “PRAKTIK PEMBINAAN PROGRAM KEPEMUDAAN TENTANG PELATIHAN MEMBUAT BAKSO
Disusun Oleh :
Nama : -
NIM : -
Kelas : VII / A
Pokjar : Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek UPBJJ-UT : Malang
Laporan ini telah diterima dan disahkan oleh tutor mata kuliah Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan pada :
Hari : ………
Tanggal : ………
Sebagai persyaratan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan Program S1 PGSD Guru Kelas Swadana Pokjar Dinas Pendidkan Kabupaten Trenggalek UPBJJ-UT Malang Tahun Akademik 2010.1
Telah diperiksa dan disetujui oleh:
Instuktur Mata Kuliah
Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan
Drs. Sunarto Hapsoyo, M.Pd NIP.
Mengesahkan, Kepala UPBJJ-UT Malang
Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M.Sc.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan kepemudaan adalah program pendidikan yang susunan utamanya adalah pemuda yang enerjik dan produktif. Generasi yang kreatif bukan generasi plagiat yang mengubah hasil karya orang lain demi kepentingannya sendiri.
Oleh sebab itu penting kiranya kita sebagai pemuda ikut serta mengisi kemerdekaan ini walau tanpa bela bangsa tapi kita isi dengan kegiatan positif berstandar kepemudaan di dalam masyarakat yang majemuk ini.
Aset utama pembangunan bangsa adalah pemuda, dipundak dan ditangan mereka beban pembangunan dibebankan, oleh karena itu hidup matinya suatu bangsa tergantung dari pemudanya. Kita lihat banyak pemakai narkoba maupun ephoria sex bebas kebanyakan dari para pemuda pelakunya. Untuk itu diperlukan konsep yang segar agar dapat menggerakkan motivasi dan kreativitas pemuda untuk lebih maju dalam artian kepada hal yang lebih positif.
Sehinggga ditemukan konsep yang benar-benar segar maka motivasi pemuda tergerak secara otomatis menuju sesuatu yang berguna bagi kemajuan daerah. Dan karena hal itu penulis mengadakan praktek pembinaan kepemudaan lewat pelatihan membuat “Bakso”. Praktik pembianan pemuda ini kami selenggarakan bekarjasama dengan lembaga kepemudaan yang ada di Desa Watuagung.
Apabila lembaga kepemudaan di Desa Watuagung dikelola dan
kemajuan daerah. Untuk mengoptimalkan lembaga kepemudaan di desa, kami selaku praktikan mengadakan pembinaan kepemudaan lewat pelatihan membuat
“Bakso”, adapun tempat yang digunakan untuk pelatihan membuat “Bakso” di Desa Watuagung Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalak.
1.2 Tujuan Umum Pelatihan Kepemudaan Membuat Bakso
Setelah pelatihan selesai diharapkan warga belajar dapat meningkatkan potensi dan wirausahawan, kepeloporan, dan kepemimpinan dalam pembangunan dengan modal yang relatif sedikit dengan memanfaatkan sesuatu yang ada di sekitar secara maksimal dan memadai.
1.3 Tujuan Khusus Pelatihan Membuat Bakso
Pelatihan ini paling tidak bisa memberikan ketampilan dan pengetahuan kepada warga belajar agar dapat :
a. Menyebutkan bahan-bahan untuk membuat bakso dengan benar.
b. Menyebutkan secara runtut cara-cara membuat bakso dengan benar.
c. Mempraktekkan cara membuat bakso dengan benar.
1.3 Alasan dan Manfaat Pelatihan
Alasan pemilihan lokasi dan jenis Pelatihan Kepemudaan membuat bakso adalah dikarenakan Desa Watuagung Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek menyimpan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) usia produktif yang sangat banyak dan belum bekerja.
Manfaat yang dapat dipetik dari pelatihan ketrampilan ini dalam jangka panjang bisa memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan keluarga,
membangun desa dan negara pada umumnya lewat penciptaan lapangan kerja baru subsektor kewirausahaan.
BAB II
PELAKSANAAN PROGRAM
2.1 Identitas Warga Belajar
No Nama L/P Usia
Tamatan Status
Perkawinan Sosial Ekonomi SD SMP SMA Ortu
Blm.
Kawi n
kawi n
1. Dian A. P 22 - - √ √ - Pedagang
2. Danu Wardoyo L 28 - - √ √ - Pedagang
3. Nisa Arum P 25 - - √ - √ Pedagang
4. Nurlaili P 30 - - √ - √ Pedagang
5. Saiful Anam L 23 - - √ √ - Tani
6. Mia Dinata P 32 - - √ √ - Tani
7. Bela Citra S. P 20 - - √ √ - Tani
2.2. Tempat dan Waktu Pelaksanaan.
2.2.1 Tempat Pelaksanaan
Praktik pembinaan program kepemudaan dilaksanakan di salah satu rumah warga belajar yaitu di rumah Saiful Anam, Desa Watuagung RT. 02 RW. 01 Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.
2.2.2 Waktu Pelaksanaan.
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2010 sampai dengan 31 Mei 2010, pada pukul 13.00 WIB sampai selesai. Dengan alokasi waktu adalah sebagai berikut:
a. Jadwal sosialisasi program praktik membuat Bakso
No
Perte- muan
Hari/Tanggal Tempat Materi Waktu
1. - Senin,
24 Mei 2010
Rumah Kepala Desa
Watuagung
Konsultasi tentang persiapan pelaksanaan program dengan kepala Desa Watuagung
2 jam
2. - Selasa,
25 Mei 2010
Kantor UDP Kec.
Watuagung
Konsultasi dengan pejabat pendidikan luar sekolah tentang pelaksanaan pragram praktek pembuatan bakso.
2 jam
3. - Rabu,
26 Mei 2010
Rumah Saiful Anam
(Ds.
Watuagung)
Penjaringan warga belajar yang akan dibina membuat bakso.
Mencatat/mendata warga belajar yang menjadi peserta praktek membuat bakso.
2 jam
b. Jadwal Pelaksanaan Program Praktek Warga Belajar
No
Perte- muan
Hari/Tangg al
Tempat Materi Waktu
1. I Kamis,
27 Mei 2010
Rumah Saiful Anam
(Ds.
Watuagung)
1.Mengadakan pertemuan untuk mengenalkan dengan warga belajar
2.Melakukan pendataan ulang warga belajar.
3.Memberi penjelasan dan maksud tujuan membuat membuat bakso dengan warga belajar.
4.Penjelasan bahan-bahan untuk membuat bakso dengan warga belajar.
2 jam
2. - Jumat,
28 Mei 2010 - Waisak(libur) -
3. II Sabtu, 29 Mei 2010
Rumah Saiful Anam
(Ds.
Watuagung)
1.Mempersiapkan bahan- bahan untuk membuat membuat bakso.
2.Menjelaskan langkah- langkah pembuatan membuat membuat bakso.
3.Melaksanakan demonstrasi secara berurutan cara
membuat membuat
membuat bakso sampai selesai.
4.Evaluasi hasil
4 jam
4. - 30 Mei 2010Minggu, - Lbur -
5. III Senin,
31 Mei 2010
Rumah Saiful Anam
(Ds.
Watuagung)
1. Penjelasan ulang cara pembuatan bakso.
2. Melakukan demonstrasi secara urut dan terperinci dalam pembuatan bakso.
3. Evaluasi terakhir
4. Perpisahan dengan warga belajar
4 jam
2.3 Materi Pelatihan / Kegiatan Praktek pembuatan bakso a. Bahan – bahan:
1.
½
kg daging sapi2. 1 sendok teh baking soda (pengembang) 3. Garam secukupnya
4. Bumbu – bumbu (merica, bawang merah, bawang putih, dan penyedap rasa) 5. Tepung tapioka
6. Air
b. Alat :
1. Pisau cincang 2. Landasan kayu 3. Panci
4. Kompor 5. Pisau kecil
6. sendok 7. baskom
c. Cara Membuat bakso
1. cincang daging dengan menggunakan pisau cincang yang tajam di atas landasan kayu. Selama mencincang, tambahkan air dan garam.
2. Semua bumbu-bumbu (bawang putih, merica, dan garam serta bawang merah) dihaluskan. Setelah halus dimasukkan atau dicampurkan ke dalam daging cincang.
3. Campurkan tepung tepung tapioka sebagai bahan penambah ke dalam adonan daging cincang, sambil diaduk ditambahkan air secukupnya sampai adonan bercampur merata.
4. Lakukan pencetakan adonan dalam bentuk bulat-bulat dengan memakai sendok sambil dimasukkan ke dalam air panas.
5. Tunggu beberapa menit sampai bulatan bakso itu matang, yaitu tampak pada waktu bulatan tersebut mengapung diatas air. Setelah itu, barulah bakso diangkat dan ditiriskan.
6. Setelah itu buatlah kuah bakso.
2.4 Strategi dan Deskripsi Jalannya Kegiatan dari Awal Sampai Akhir No Perte-
muan
Hari/
Tanggal Tempat Materi Waktu
1. - Senin,
24 Mei 2010
Rumah Kepala Desa Watuagung
Konsultasi tentang persiapan pelaksanaan program dengan kepala Desa Watuagung
2 jam
25 Mei 2010 Kec.
Watuagung
pendidikan luar sekolah tentang pelaksanaan pragram praktek pembuatan bakso.
3.
- Rabu,
26 Mei 2010
Rumah Saiful Anam
(Ds.
Watuagung)
Penjaringan warga belajar yang akan dibina membuat bakso.
Mencatat/mendata warga belajar yang menjadi peserta praktek membuat bakso.
2 jam
4. I Kamis,
27 Mei 2010
Rumah Saiful Anam
(Ds.
Watuagung)
1.Mengadakan pertemuan untuk mengenalkan dengan warga belajar 2.Melakukan pendataan ulang warga
belajar.
3.Memberi penjelasan dan maksud tujuan membuat membuat bakso dengan warga belajar.
4.Penjelasan bahan-bahan untuk membuat bakso dengan warga belajar.
2 jam
5. - 28 Mei 2010Jumat, - Waisak(libur) -
6. II Sabtu,
29 Mei 2010
Rumah Saiful Anam
(Ds.
Watuagung)
1.Mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat membuat bakso.
2.Menjelaskan langkah-langkah pembuatan membuat membuat bakso.
3.Melaksanakan demonstrasi secara berurutan cara membuat membuat membuat bakso sampai selesai.
4.Evaluasi hasil
4 jam
7. - Minggu,
30 Mei 2010 - Libur -
8. III Senin,
31 Mei 2010
Rumah Saiful Anam
(Ds.
Watuagung)
1. Penjelasan ulang cara pembuatan bakso.
2. Melakukan demonstrasi secara urut dan terperinci dalam pembuatan bakso.
3. Evaluasi terakhir
4. Perpisahan dengan warga belajar
4 jam
BAB III
TEMUAN DAN HASIL
3. 1 Temuan / Hasil Evaluasi Proses 3.1.1. Praktik Hari Pertama
No Nama Evaluasi proses Jml
Keaktifan Kerja sama
Kebera- nian
Produkti- fitas
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1. Dian A. 3 3 3 2 11
2. Danu Wardoyo 1 1 1 2 5
3. Nisa Arum 2 3 3 2 10
4. Nurlaili 2 2 2 2 8
5. Saiful Anam 1 1 1 1 4
6. Mia Dinata 3 3 3 2 11
7. Bela Citra S. 1 1 2 1 5
*penilaian berdasarkan pengamatan praktik pertama pada tanggal 29 Mei 2010
3.1.2. Pratik Hari Kedua
No Nama
Evaluasi proses Keaktifan Kerja Jml
sama
Kebera- nian
Produkti- fitas
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1. Dian A. 3 3 3 3 12
2. Danu Wardoyo 2 2 2 2 8
3. Nisa Arum 3 3 3 3 12
4. Nurlaili 3 2 3 2 10
5. Saiful Anam 1 2 2 1 6
6. Mia Dinata 3 3 3 3 12
7. Bela Citra S. 2 2 2 2 8
*penilaian berdasarkan pengamatan praktik kedua pada tanggal31 Mei 2010
Indikator penilain evaluasi proses.
Keaktifan ====> Nilai : 1. Pasif dalam mengikuti kegiatan 2. Aktif dengan bimbingan tutor 3. Aktif tanpa bimbingan tutor Kerjasama ===> Nilai: 1. Sulit bekerjasama
2. Bisa bekerjasama
3. Senang membantu teman Keberaniaan ===> Nilai: 1. Belum berani praktek
2. Berani praktik dengan bimbingan tutor 3. Berani praktik tanpa bimbingan tutor Produktifitas ===> Nilai: 1. Apabila 3X pratik belum berhasil
3. Apabila 1X pratik belum berhasil Skor nilai: 1. 12
12 X 10 = 10 7. 6
12 X 10 = 5 2. 11
12 X 10 = 9,2 8. 5
12 X 10 = 4,2 3. 10
12 X 10 = 8,3 9. 4
12 X 10 = 3,3
4. 9
12 X 10 = 7,5 10. 3
12 X 10 = 2,5 5. 8
12 X 10 = 6,7 11. 2
12 X 10 = 1,6
6. 7
12 X 10 = 5,8 12. 1
12 X 10 = 0,8 Rentang nilai: 1. 9,2 – 10 = sangat baik
2. 8,3 – 9,1 = baik 3. 7,5 – 8,2 = cukup 4. 6,7 – 7,4 = kurang 5. 0 – 6,5 = sangat kurang
Skor / Rata-Rata = Praktik I+Praktik II 2
Nilai Akhir = Skor rata−rata
12 X 10
Hasil akhir pengamatan praktik I dan praktik II adalah sebagai berikut:
No
. Nama Praktik
I
Praktik
II Jumlah
Skor / rata-
rata
Nilai
Akhir Keterangan
1. Dian A. 11 12 23 11,5 9,6 Sangat baik
2. Danu W. 5 8 13 6,5 5,4 Sangat kurang
3. Nisa Arum 10 12 22 11 9,2 Sangat baik
4. Nurlaili 8 10 18 9 7,5 Cukup
5. Saiful Anam 4 6 10 5 4,2 Sangat kurang
6. Mia Dinata 11 12 23 11,5 9,6 Sangat baik
7. Bela Citra S. 5 8 13 6,5 5,4 Sangat kurang
3.3 Pembahasan
Menurut hasil pengamatan praktikan dengan melalui demonstrasi warga belajar tentang cara pembuatan bakso adalah sebagai berikut:
1. Dian A.
Dapat menerima dan memahami serta mengerti cara membuat bakso dan cepat mempraktekkannya dengan benar meskipun kerjanya kurang teliti. Tetapi hasil yang diperoleh dari pengolahannya sangat baik.
2. Danu W.
Dalam menerima praktek mudah memahami dan mengerti namun keaktifan kerja masih kurang sehingga hasil yang diperoleh dari pengolahannya belum bisa mencapai hasil yang diharapkan namun kerjanya baik.
3. Nisa Arum
Dapat menerima dan memahami serta mengerti meskipun keaktifan kurang membantu. Dengan keberanian dan kerjasamanya yang tinggi dapat mempraktekkan dengan membuat tape ketela walaupun dilaksanakan dengan 2 kali praktik.
4. Nurlaili
Dalam menerima bimbingan sangat aktif, namun dalam kerjasama masih kurang aktif, sehingga dalam menyerap hasil praktek belum begitu berhasil,
sehingga pembuatan tape ketela kurang benar tetapi setelah pratek ulang hasilnya sangat baik.
5. Saiful Anam
Dalam menerima bimbingan masih kurang memahami, keaktifan kerja masih kurang, walaupun dalam melaksanakan kerjasama sangat baik. Tetapi dalam menyerap penjelasan dari praktek masih sangat kurang sehingga hasil yang dicapai dalam pembuatan bakso masih kurang.
6. Mia Dinata
Dalam menerima bimbingan mudah mengerti juga aktif mengikuti bimbingan serta kerjasama juga menunjang. Namun dalam hal hasil masih memerlukan dua kali praktek. Tapi pada akhirnya dapat melaksanakan praktek pembuatan bakso dengan hasil sangat baik.
7. Bela Citra S.
Dapat menerima dan memahami, mengerti dan dapat menyerap dengan cepat serta mempraktekkannya cara membuat bakso dengan cepat dan benar.
3.4 Gambaran Keaktifan
Cara merespon / cara mempraktekkan petunjuk yang diberikan dan antusiasme untuk datan mengikuti kegiatan 7 pemuda yang dibina:
No Nama Respon Materi Antusiasme
1. Dian A. 1. Mudah menerima materi.
2. Dapat mempratikkan membuat “Bakso” dengan benar.
3. Hasil kerja cukup bagus.
1.Aktif, kreatif, hadir tepat waktu.
2.punya etos kerja yang bagus
3.Terampil dan cekatan dalam melaksanakan tugas.
2. Danu W. 1.Mudah menerima materi.
2.Dapat mempratikkan
1.Aktif, kreatif, hadir tepat waktu.
membuat “bakso” dengan benar.
3.Hasil kerja cukup bagus.
2.punya etos kerja yang bagus
3.Terampil dan cekatan dalam melaksanakan tugas.
3. Nisa Arum 1.Mudah menerima materi.
2.Dapat mempratikkan membuat “bakso” dengan benar.
3.Hasil kerja cukup bagus.
1.Aktif, kreatif, hadir tepat waktu.
2.punya etos kerja yang bagus
3.Terampil dan cekatan dalam melaksanakan tugas.
4. Nurlaili 1.Mudah menerima materi.
2.Dapat mempratikkan membuat “bakso” dengan benar.
3.Hasil kerja cukup bagus.
1.Aktif, kreatif, hadir tepat waktu.
2.punya etos kerja yang bagus
3.Terampil dan cekatan dalam melaksanakan tugas.
5. Saiful Anam 1.Mudah menerima materi.
2.Dapat mempratikkan membuat “bakso” dengan benar.
3.Hasil kerja bagus.
1.Aktif, kreatif, hadir tepat waktu.
2.punya etos kerja yang bagus
3.Terampil dan cekatan dalam melaksanakan tugas.
6. Mia Dinata 1.Mudah menerima materi.
2.Dapat mempratikkan membuat “bakso” dengan benar.
3.Hasil kerja cukup bagus.
1.Aktif, kreatif, hadir tepat waktu.
2.Terampil dan cekatan dalam melaksanakan tugas.
7. Bela Citra S. 1.Mudah menerima materi.
2.Dapat mempratikkan membuat “bakso” dengan benar.
3.Hasil kerja sangat bagus.
1.Aktif, kreatif, hadir tepat waktu.
2.punya etos kerja yang bagus
3.kurang terampil dalam melaksanakan tugas.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Simpulan
Pemuda merupakan aset berharga bagi pembangunan suatu bangsa yang keberadaannya perlu mendapat apresiasi dan perhatian lebih dari semua pihak agar bisa menjadi daya guna bagi pembangunan bangsa dan negara. Untuk itulah diperlukan suatu konsep, tatanan, dan wadah yang tepat guna menumbuh kembangkan minat, bakat, motivasi dan juga kreatifitas pemuda.
Salah satu bentuk kegiatan positif untuk menumbuahkan kreatifitas tersebut adalah berupa pembekalan ketrampilan hidup yaitu pelatihan kepemudaan yang dalam hal ini pelatihan membuat bakso. Pelatihan ketampilan membuat bakso yang kami selenggarakan di Desa Watuagung Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek diikuti oleh tujuh (7) pemuda atau disebut sebagai Warga Belajar(WB).
Dalam pelaksanaan praktik/pelatihan membuat bakso tersebut tidak banyak mengalami kendala yang berarti karena warga belajar yang sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti pelatihan, serta peran serta Bapak Kepala Desa beserta perangkat Desa yang sangat proaktif, disamping dukungan dari warga sekitar.
4.2 Saran
4.2.1 Untuk Warga Belajar
Ditengah kompleksitas masalah ekonomi dan kependudukan yaitu berupa sulitnya mencari lapangan kerja baru, tingginya angka pengaanguran usia produktif bisa jadi ketrampilan membuat bakso ini merupakan win-win solution dari peliknya permasalahan ekonomi dan kependudukan yang mendera di masa sekarang.
Oleh karena itu dalam diharapkan warga belajar tidak patah semangat dan dapat menekuni serta menyukai apa yang sudah dimiliki saat ini berupa ketrampilan, kemampuan dan keahlian yang nantinya dapat dikembangkan dan ditularkan pada orang lain dengan hati yang tulus dan iklas guna membangun desa tercinta kearah yang lebih baik serta ikut mensukseskan gerakan kembali ke desa yang sudah digaungkan pemerintah sejak beberapa tahun yang lalu.
Kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki hendaknya terus ditingkatkan dan ditularkan pada orang lain sehingga nantinya bermanfaat baik bagi dirinya sendiri maupun juga bermanfaat bagi orang lain, bangsa dan negara pada umumnya.
4.2.2 Untuk Kepala Desa dan Perangkat Desa
Salah organisasi kepemudaan yang ada di Desa Watuagung adalah Karang Taruna. Keberadaan organisasi yang dalam hal ini sebagai wadah bagi para pemuda yang ada di Desa Watuagung jangan hanya sebatas Organisatoris, tetapi juga merupakan organisasi yang mampu menampung, memberi, dan mengapresiasi setiap kegiatan kepemudaan.
Diharapkan kepada Kepala Desa sebagai pemegang otoritas tertinggi di desa beserta perangkatnya mampu menghandle, merangsang setiap kegiatan yang diselanggarakan oleh Karang Taruna sehingga nantinya mampu menjadi sebuah organisasi kebanggaan bagi pemuda di Desa Watuagung.
Kegiatan kepemudaan semacam ini perlu mendapat porsi lebih dari desa berupa pemberian stimulus, baik yang berkaitan dengan dana maupun stimulus berupa motivasi serta kerjasama dengan kementerian UKM (Usaha Kecil dan Menengah) di tingkat Kabupaten Trenggalek guna pengembangan dan memperoleh kredit lunak usaha jangja panjang.
Pelaksanaan kegiatan kepemudaan secara terprogram, berkelanjutan dapat memberikan bekal kepada para pemuda guna memajukan desanya dan meningkatkan taraf hidup keluarga serta memberikan lapangan kerja baru yang sangat menjanjikan.
DAFTAR PUSTAKA
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah , 2002, Pendekatan Konstektual (Contextual Teacing and Learning), Jakarta.
Hatimah Ihat, dkk, 2008, Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan. Jakarta.