Pelayanan Pencatatan dan Pencatatan Nikah melalui website Sistem Informasi Pengurusan Perkawinan (SIMKAH) di KUA Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo (Tinjauan Efektivitas Hukum). Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pelayanan pencatatan dan pencatatan nikah melalui website SIMKAH di KUA Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo belum efektif. Adapun praktik Pelayanan Administrasi Pencatatan Nikah melalui SIMKAH di KUA Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo sudah dilaksanakan.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Telaah Pustaka
Sementara itu, penelitian ini lebih fokus pada implementasi layanan SIMKAH serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi dalam implementasi aplikasi SIMKAH di KUA. Dalam penelitian ini terdapat permasalahan terkait dengan cara pelayanan publik menerapkan SIMKAH pada KUA di Kecamatan Ciparay. Sementara itu, penelitian ini membahas implementasi layanan SIMKAH serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi dalam implementasi aplikasi SIMKAH.
Metode Penelitian
Oleh karena itu, peneliti harus menjaga dan menciptakan hubungan yang baik dengan informan agar sumber data yang diperoleh benar dan valid. Dalam penelitian, data berasal dari berbagai sumber yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik yang berbeda selama kegiatan penelitian. Sumber data primer adalah sumber data pertama atau utama.15 Sumber data primer dalam penelitian ini adalah KUA Penghulu Kecamatan Babadan dan masyarakat Kecamatan Babadan.
Sistematika Pembahasan
Merupakan teknik pengumpulan data dan sumber data yang ada, tujuan triangulasi bukan untuk menemukan kebenaran tentang suatu fenomena, melainkan untuk menambah pemahaman peneliti tentang apa yang telah ditemukan.
Efektivitas Hukum dan Peraturan SIMKAH, dalam bab ini berisi landasan teori yang menguraikan tentang teori efektivitas hukum
Kecamatan Babadan dan hasil survei menunjukkan pelaksanaan pencatatan dan pelayanan pencatatan perkawinan melalui SIMKAH di KUA Kecamatan Babadan serta faktor pendukung dan penghambat pelayanan SIMKAH di KUA Babadan.
Analisis Efektivitas Hukum tentang Pelayanan SIMKAH di KUA Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo, merupakan bab yang
Profil Umum KUA Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo 1. Sejarah Singkat dan Letak Geografis KUA Kecamatan Babadan
Kecamatan Babadan beralamat di Jalan Peternakan Nomor 01, Desa Pondok, Kecamatan Babadan, Provinsi Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Berdiri di atas tanah wakaf Masjidil Haram di Kecamatan Babadan yang telah disahkan pada tanggal 1 Mei 1995 dengan luas bangunan 135 m2. Wilayah kerja KUA Kecamatan Babadan meliputi 12 desa dan 3 kecamatan diantaranya : Desa Babadan, Desa Bareng, Desa Ngunut, Desa Polorejo, Desa Sukosari, Desa Trisono, Desa Lembah, Desa Purwosari, Desa Pondok, Desa Gupolo, Jepang Desa, Desa Czechok , Kelurahan Kertosari, Kelurahan Patihan Wetan dan Kelurahan Kadipaten.1.
Secara geografis Kecamatan Babadan merupakan daerah dataran rendah dengan luas 564 km2, terletak pada koordinat 7ᴼ 49' - 8ᴼ 20' LS dan 111ᴼ 7' - 111ᴼ 52' BT, dengan elevasi antara 150 dpl. Timur : Kecamatan Jangan, Kabupaten Ponorogo 2 Seiring berjalannya waktu dan terpenuhinya kebutuhan jabatan, pimpinan KUA di Kecamatan Babadan mengalami beberapa kali pergantian Kepala KUA, antara lain sebagai berikut. Secara umum KUA Kecamatan Babadan memiliki program kerja terkait dengan peningkatan pemahaman hukum, peraturan perundang-undangan, pelaksanaan undang-undang perkawinan dan munakahat.
Peran desa Modin di wilayah kecamatan Babadan masih sangat diperlukan dalam bidang keagamaan (agama Islam) di masyarakat antara lain urusan pemakaman, urusan perkawinan dan pelaksanaannya, urusan wakaf, pengurus masjid dan mushola, acara tahlil manajemen dan sebagainya. Melakukan pelayanan pendaftaran dan pencatatan nikah melalui website SIMKAH di KUA Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo.
Implementasi Pelayanan Pendaftaran dan Pencatatan Nikah Melalui Website SIMKAH di KUA Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo
13 Rizal Junaedi, Ramdani Wahyu Sururie, “Implementasi Sistem Informasi Manajemen Perkawinan (SIMKAH) di KUA Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang”, Jurnal Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum dan Keadilan Islam (Vol. 1 No. 2 , September 2020), 180. Selanjutnya, pemeriksaan data nikah calon mempelai di KUA, dimana akad nikah dilakukan oleh petugas KUA. Pelaksanaan akad nikah dan penyerahannya di tempat perkawinan, jika dilangsungkan di luar Kantor KUA, serta penyerahan buku nikah di KUA, jika perkawinan dilangsungkan di KUA.
Terkait penerapan SIMKAH di KUA Kecamatan Babadan, Sdr. Ahmad Mudjiono selaku ketua KUA Kecamatan Babadan menjelaskan hal tersebut. Penggunaan aplikasi SIMKAH di KUA Babadan sepenuhnya online yang dapat diakses di https://simkah4.kemenag.go.id.16. Berdasarkan informasi dari Bpk. Ahmad Mudjiono bahwa pelayanan pendaftaran dan pencatatan nikah di KUA kecamatan Babadan saat ini sudah berjalan dengan baik dan full online melalui SIMKAH, karena sebelumnya pencatatan dan pendaftaran di KUA kecamatan Babadan masih dilakukan secara manual yaitu dengan tulisan tangan oleh petugas KUA.
Menurut saya, tujuan penerapan SIMKAH di KUA Babadan adalah untuk memenuhi aturan atau undang-undang yang telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu penggunaan SIMKAH di setiap KUA di kecamatan setempat. Selama ini SIMKAH yang diterapkan di Kanwil Babadan ada 2 versi, yaitu SIMKAH online yang kemudian ditransisikan menjadi SIMKAH generasi ke-4. //simkah.kemenag.go.id/.
SIMKAH Gen 4 sudah diuji sebelum resmi diterapkan di Kantor Urusan Agama Kabupaten Babadan pada awal tahun 2023. Kantor Urusan Agama Kabupaten Babadan juga ikut serta dalam upaya memperkenalkan aplikasi SIMKAH seperti yang terlihat dari pernyataan Bapak Ahmad Mudjiono sebagai berikut. Sudah beberapa upaya yang kami (KUA) lakukan untuk memperkenalkan aplikasi SIMKAH, namun sebelum ke publik, aplikasi SIMKAH ini kami perkenalkan terlebih dahulu kepada petugas di KUA, agar semua operator di KUA Babadan bisa mengaksesnya, jangan tetap berpegang pada 1 atau 2 orang saja untuk menjalankan SIMKAH ini.
Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat dalam Penerapan Aplikasi SIMKAH di KUA Kecamatan Babadan
Meski ada juga masyarakat yang secara mandiri mendaftarkan pernikahannya melalui SIMKAH, namun mereka tetap meminta bantuan kepada Modi untuk pengurusan data fisik yang dibutuhkan KUA. Saya mendaftarkan pernikahan saya melalui SIMKAH, tetapi untuk menyerahkan dokumen yang diperlukan ke KUA saya meminta bantuan Modi. Terlihat bahwa sebelumnya responden ini mendaftarkan pernikahannya secara mandiri melalui SIMKAH, namun untuk menyerahkan dokumen fisik ke KUA untuk proses pengesahan, responden tetap meminta bantuan Modin setempat.
Pendaftaran dan pencatatan nikah di KUA Kecamatan Babadan tidak lagi dilakukan secara luring/manual atau manual, karena sejak dibuatnya SIMKAH, pencatatan dan pencatatan nikah dapat dilakukan secara online melalui aplikasi. Dengan adanya SIMKAH, maka administrasi khususnya di bidang pencatatan dan pencatatan perkawinan lebih tertata dan teratur. Salah satunya terkait buku nikah, kini SIMKAH meluncurkan kartu nikah digital yang bisa diunduh melalui SIMKAH.
Sarana dan prasarana yang memadai di Kantor Urusan Agama Kabupaten Babadan, seperti laptop dan komputer serta jaringan. Sejak hadirnya SIMKAH, sejak pendaftaran pertama, semua data tercatat secara online yang kemudian dikirim ke server. Basis data direkam secara online dan dikirim melalui server ini ketika aplikasi mengalami masalah/kesalahan/kerusakan, CUA tidak akan lagi memiliki basis data dan data dapat hilang.
Dari segi budaya, rata-rata masyarakat Kecamatan Babadan meminta modin untuk mendaftarkan dan mengurus surat nikahnya daripada mengurusnya sendiri.
Analisis Terhadap Implementasi Pelayanan Pendaftaran dan Pencatatan Nikah Melalui Website SIMKAH di KUA Kecamatan
Artinya keberadaan SIMKAH di KUA kecamatan sesuai dengan terbitnya Peraturan Direktur Jenderal Bimas Islam (Dirjen Bimas Islam) nomor DJ.II/369 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Informasi Tata Laksana Perkawinan Sistem di Kantor Kecamatan Urusan Agama (KUA). SIMKAH yang pertama kali diterapkan di Kantor Urusan Agama Kabupaten Babadan adalah SIMKAH Berbasis Web, sebelum akhirnya mengalami pembaharuan menjadi SIMKAH Gen 4. Selanjutnya terkait dengan pencatatan perkawinan dan pelayanan pencatatan oleh SIMKAH khususnya di Kantor Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo akan ditinjau melalui teori efektivitas hukum.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat efektifitas undang-undang ini antara lain faktor muatan hukum, faktor penegak hukum, faktor sarana atau fasilitas yang menunjang penegakan hukum, faktor masyarakat, dan faktor budaya. 3 Dapat dilihat berdasarkan beberapa data dan informasi yang diperoleh dari wawancara yang dilakukan peneliti dengan berbagai responden, bahwa jika ditelisik dari muatan hukumnya, penerapan SIMKAH pada Kantor Urusan Agama Kabupaten Babadan sudah sesuai dengan peraturan pemerintah, yaitu Dirjen Bimas Islam (Dirjen) Bimas Islam Nomor DJ.II/369 Tahun 2013, karena di KUA Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo SIMKAH telah dilaksanakan dengan baik dan ditegakkan sesuai dengan peraturan yang diberlakukan oleh pemerintah yaitu Dirjen Bimas Islam Nomor DJ.II/369 Tahun 2013 tentang Penerapan SIMKAH di Kantor Urusan Agama Kabupaten. Dilihat dari aparat penegak hukum, KUA sebagai aparat pelaksana memiliki tujuan terkait pelaksanaan SIMKAH di KUA Kecamatan Babadan. Dilihat dari faktor masyarakat, masyarakat di sekitar kecamatan Babadan rata-rata kurang mengetahui informasi mengenai keberadaan SIMKAH ini.
Juga menurut informasi dari Penghulu KUA Kecamatan Babadan yaitu Bpk. Ahmad Mudjiono, masyarakat tidak memiliki kewajiban untuk dapat menjalankan SIMKAH. Dilihat dari sarana dan fasilitasnya, KUA Kecamatan Babadan sudah memiliki sarana dan fasilitas yang cukup memadai antara lain adanya laptop atau komputer yang masih dalam kondisi sangat baik dan jaringan internet yang cukup lancar. Berdasarkan analisis di atas, mengenai pelaksanaan pencatatan dan pelayanan pencatatan perkawinan melalui SIMKAH pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Babadan belum efektif dan belum optimal.
Ditinjau analisis faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi SIMKAH di KUA Kecamatan Babadan.
Analisis Tentang Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat dalam Penerapan Aplikasi SIMKAH di KUA Kecamatan Babadan Ditinjau
Selain itu, KUA harus memiliki sarana dan prasarana yang sangat sesuai untuk mendukung penggunaan SIMKAH di KUA di kecamatan Babadan. KUA kabupaten Babadan sudah memiliki keduanya yaitu elektronik yang layak dan internet yang lancar, maka disini penggunaan SIMKAH di kantor KUA kabupaten Babadan sudah cukup baik dan optimal. Selain faktor pendukung, terdapat juga faktor penghambat dalam penggunaan SIMKAH di Kantor Urusan Agama Kabupaten Babadan, antara lain SIMKAH merupakan aplikasi online, semua data akan dimasukkan dan dicatat secara online untuk kemudian secara otomatis terkirim ke server.
Dilihat dari teori efektivitas hukum, pelaksanaan pencatatan dan pelayanan pencatatan perkawinan oleh SIMKAH di KUA Kecamatan Babadan masih belum efektif, karena tujuan SIMKAH belum tercapai, dimana masyarakat seharusnya dapat mencatatkan perkawinan secara mandiri. Dari sudut pandang masyarakat, di Kecamatan Babadan banyak yang tidak mengetahui atau bahkan tidak mengetahui informasi apapun mengenai keberadaan SIMKAH. Untuk meningkatkan pelayanan KUA bidang pencatatan nikah, diharapkan pemerintah dapat memberikan bantuan yaitu 1 unit Tab/Ipad untuk setiap KUA Kecamatan.
Penerapan Sistem Informasi Pengurusan Perkawinan (SIMKAH) untuk peningkatan pelayanan di KUA Kecamatan Gantarangkeke Kabupaten Bantaeng. Analisis Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Sistem Informasi Pengurusan Perkawinan Pada Kantor Urusan Agama Pengabuan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Aplikasi Sistem Informasi Pengurusan Perkawinan (SIMKAH) Studi Kasus KUA Nanga Pinoh Perspektif PMA Nomor 20 Tahun 2019".
Efektifitas Sistem Informasi Pengurusan Perkawinan (SIMKAH) dalam implementasi UU No. 24 Tahun 2013 di KUA Kecamatan Mejobo Kudus.