• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanenan 1 KEHUTANAN

N/A
N/A
M. Riqo Al'Ghifari@INTANYOGYA

Academic year: 2023

Membagikan "Pemanenan 1 KEHUTANAN"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Buku yang diacu :

Haryanto, 1991. Pemungutan Hasil

Hutan. Yayasan Pembina Fakultas

Kehutanan Universitas Gadjah Mada

(2)

Suparto, 1982:

Pemanenan kayu merupakan serangkaian kegiatan kehutanan yang mengubah pohon dan biomass lainnya menjadi bentuk yang dapat dipindahkan ke lokasi lain sehingga bermanfaat bagi kehidupan ekonomi dan kebudayaan masyarakat.

Gramel, 1988 :

Pemanenan kayu adalah pemanfaatan yang rasional dan

penyiapan suatu bahan baku dari alam menjadi sesuatu yang siap dipasarkan untuk bermacam-macam kebutuhan manusia

(3)

Conway, 1978:

Pemanenan kayu merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memindahkan kayu dari

hutan ke tempat penggunaan atau pengelolaan kayu.

ISTILAH LAIN PEMANENAN:

Eksploitas Hutan, Eksploitasi Hasil Hutan,

Pemungutan Hasil Hutan, Penebangan Hutan,

Logging, Pembalakan, Forest Harvesting

(4)

Pada saat pengertian pemanenan kayu mengalami perluasan yang lebih menekankan pada:

- Perencanaan sebelum pemanenan - Supervisi teknik

- Pengaturan setelah pemanenan kayu

Hal ini sebagai konsekuensi perubahan pendekatan manajemen hutan dari: Prinsip Kelestarian Hasil

(Sustained Yieid) ke Prinsip Pembangunan Hutan

Lestari (Sustainab Development of Forest)

(5)

TAHAPAN PEMANENAN KAYU

Wiradinata, 1989:

Proses pemanenan Kayu terdiri dari beberapa kegiatan yang masing-masing merupakan satu tahap dalam proses Produksi:

1. Operasi tunggak (stump operation), yaitu penebangan pohon dan pembentukan permulaan dari log.

2. Penyaradan, yaitu memindahkan batang kayu secara keseluruhan atau berupa log dari tempat penebangan ke tempat pengumpulan (landing). Pada umumnya

jarak yang ditempuh hanya beberapa ratus meter

Referensi

Dokumen terkait

sistem pemberian nomor pada jalur base line ; (4) pembuatan peta sebaran pohon dan peta kontur, pembuatan perencanaan pemanenan kayu di atas peta dan di lapangan; (5) pembuatan

Hasil tersebut menunjukkan bahwa dengan diterapkan teknik pemanenan kayu RITH dapat mengurangi/menekan kerusakan tegakan tinggal tingkat tiang dan pohon sebesar

analisis ini akan dihasilkan tambahan data atribut yang berguna untuk perencanaan pemanenan kayu,. yaitu : luas areal tebangan (ha), potensi petak tebang (m3), dan

maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruli teknik pemanenan kayu terhadap: (1) besamya kerusakan tegakan tinggal; (2) besamya derajat keterbukaan lahan; (3)

Dari analisis ini akan dihasilkan tambahan data atribut yang berguna untuk perencanaan pemanenan kayu, yaitu : luas areal tebangan (ha), potensi petak tebang (m3),

Kerusakan tegakan tingkat tiang dan pohon rata rata per hektar akibat pemanenan kayu teknik konvensional dan RIL masing masing sebesar 133,0 pohon (33,15%) dan 83,3 pohon

Dari hasil analisis finansial seperti pada Tabel 3 dapat diketahui bahwa pada tingkat suku bunga 16 % antara kegiatan pemanenan kayu teknik RIL dibandingkan dengan teknik

Menurut Elias (1993), kerusakan tegakan tinggal akibat pemanenan kayu dengan sistem TPTI adalah keru- sakan yang terjadi pada bagian tegakan yang sebenarnya tidak