Buku yang diacu :
Haryanto, 1991. Pemungutan Hasil
Hutan. Yayasan Pembina Fakultas
Kehutanan Universitas Gadjah Mada
Suparto, 1982:
Pemanenan kayu merupakan serangkaian kegiatan kehutanan yang mengubah pohon dan biomass lainnya menjadi bentuk yang dapat dipindahkan ke lokasi lain sehingga bermanfaat bagi kehidupan ekonomi dan kebudayaan masyarakat.
Gramel, 1988 :
Pemanenan kayu adalah pemanfaatan yang rasional dan
penyiapan suatu bahan baku dari alam menjadi sesuatu yang siap dipasarkan untuk bermacam-macam kebutuhan manusia
Conway, 1978:
Pemanenan kayu merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memindahkan kayu dari
hutan ke tempat penggunaan atau pengelolaan kayu.
ISTILAH LAIN PEMANENAN:
Eksploitas Hutan, Eksploitasi Hasil Hutan,
Pemungutan Hasil Hutan, Penebangan Hutan,
Logging, Pembalakan, Forest Harvesting
Pada saat pengertian pemanenan kayu mengalami perluasan yang lebih menekankan pada:
- Perencanaan sebelum pemanenan - Supervisi teknik
- Pengaturan setelah pemanenan kayu
Hal ini sebagai konsekuensi perubahan pendekatan manajemen hutan dari: Prinsip Kelestarian Hasil
(Sustained Yieid) ke Prinsip Pembangunan Hutan
Lestari (Sustainab Development of Forest)
TAHAPAN PEMANENAN KAYU
Wiradinata, 1989:
Proses pemanenan Kayu terdiri dari beberapa kegiatan yang masing-masing merupakan satu tahap dalam proses Produksi:
1. Operasi tunggak (stump operation), yaitu penebangan pohon dan pembentukan permulaan dari log.
2. Penyaradan, yaitu memindahkan batang kayu secara keseluruhan atau berupa log dari tempat penebangan ke tempat pengumpulan (landing). Pada umumnya
jarak yang ditempuh hanya beberapa ratus meter