ANDRE ANANTA BANGUN 18130101191
Tharmizi Hakim, SP.,MP Devi Andriani Luta, S.P., M.Agr
Pembimbing I Pembimbing II
PEMANFAATAN BERBAGAI JENIS LIMBAH PERTANIAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium
ascalonicum L.)
Untuk mengetahui pemanfaatan pemberian pupuk organik padat terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.).
Untuk mengetahui pemanfaatan pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.).
Untuk mengetahui interaksi pemberian pupuk organik padat dan pupuk organik cair terhadap
pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.).
Tujuan Penelitian
1
2
3
Ada pengaruh pemberian pupuk organik padat terhadap pertumbuhan dan produksi pada
tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.).
Ada pengaruh pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi pada tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.).
Ada interaksi pemberian pupuk organik padat dan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan
produksi pada tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.).
Hipotesa Penelitian
1
2
3
METODE PENELITIAN
Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan di Dusun XX
Jl. Merican No. 30, Desa Mulia Rejo, Kecamatan Sunggal,
Kabupaten Deli Serdang, Sumatera
Utara, dengan ketinggian tempat
±28 mdpl. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 sampai dengan
bulan Januari 2023
Bahan dan Alat Penelitian Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, bibit
bawang merah varietas Sanren F1, pupuk kotoran padat, pupuk organik cair. Bahan yang
digunakan dalam pembuatan pupuk organik padat yaitu kotoran kambing, sekam bakar,
ampas tebu, sabut kelapa, cangkang telur, EM4, dan molase. Bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk organik cair yaitu bonggol pisang, kulit nanas, air cucian beras,
tankos kelapa sawit, darah ayam, EM4, dan molase. Alat yang digunakan penelitian ini yaitu cangkul, gembor, koret, tali rafia, dan
timbangan. Alat yang digunakan dalam pembuatan pupuk organik padat yaitu pisau,
ember, terpal, dan timbangan. Alat yang digunakan dalam pembuatan pupuk organik
cair yaitu baskom, pisau, drum ukuran 100 liter, selang, botol mineral, dan timbangan.
Desain Penelitian
Desain penelitian ini
menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) Faktorial dengan
2 perlakuan. 16 kombinasi perlakuan dan 3 blok sehingga terdapat 48 plot penelitian yaitu:
Faktor I : Pemberian Pupuk Organik Padat dengan
symbol “K” terdiri dari 4 taraf pemberian, yaitu sebagai berikut :
K0 = 0 kg/plot (tanpa perlakuan)
K1 = 2 kg/plot K2 = 3 kg/plot K3 = 4 kg/plot
Faktor II : Pemberian Pupuk Organik Cair dengan
symbol “F” terdiri dari 4 taraf pemberian, yaitu sebagai berikut :
F0 = 0 ml (Tanpa Perlakuan)
F1 = 250 ml/1 liter air/plot F2 = 450 ml/1 liter air/plot F3 = 650 ml/1 liter air/plot
Pelaksanaan Penelitian
Pembuatan Pupuk Organik Padat Pembuatan Pupuk Organik Cair
Pembuatan pestisida nabati Persiapan Lahan
Pembuatan Plot
Pemberian Pupuk Organik Padat Pemberian Pupuk Organik Cair Pembuatan Patok Standart
Penanaman
Penentuan Tanaman Sampel
Pemeliharaan
Parameter yang diamati
Tinggi Tanaman Per Sampel (cm) Diameter Umbi Per Sampel (mm) Jumlah Anakan Per Sampel (anakan)
Berat Umbi Basah Per Sampel (g)
Berat Umbi Kering Per Sampel (g)
Konversi Produksi Bawang Merah (ha)
Laba Rugi Tanaman Bawang Merah (Rp)
Hasil Penelitian Tinggi Tanaman (cm)
Tabel 4. Rataan Tinggi Tanaman (cm) Bawang Merah Akibat Pemberian Pupuk Organik Padat Dan Pupuk Organik Cair Umur 2, 3, 4, 5 dan 6 Minggu Setelah Tanam.
Perlakuan Tinggi Tanaman
2 MST 3 MST 4 MST 5 MST 6 MST
Pupuk Organik Padat (K)
K0 = 0 kg/plot 20,07 cC 23,00 cC 27,05 cC 30,09 cC 34,27 cC
K1 = 2 kg/plot 21,41 bB 24,45 bB 28,51 bB 31,48 bB 36,07 bB
K2 = 3 kg/plot 22,22 bB 25,21 bB 29,19 bB 32,24 bB 36,84 bB
K3 = 4 kg/plot 24,30 aA 27,32 aA 31,36 aA 34,40 aa 39,00 aA
Pupuk Organik Cair (F)
F0 = 0 ml/liter air/plot 21,34 bB 24,42 bB 28,44 bB 31,46 bB 35,85 bB F1 = 250 ml/liter air/plot 21,56 bB 24,49 bB 28,47 bB 31,54 bB 35,92 bB F2 = 450 ml/liter air/plot 21,78 bA 24,74 bA 28,85 bA 31,80 bA 36,41 bA F3 = 650 ml/liter air/plot 23,31 aA 26,33 aA 30,35 aA 33,41 aA 38,01 aA
Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan berbeda tidak nyata pada taraf 5 % (huruf kecil) dan 1 % ( huruf besar) berdasarkan Uji Jarak Duncan (DMRT).
Gambar 1. Hubungan Antara Pemberian Pupuk Organik Padat Terhadap Tinggi Tanaman 6 MST.
Gambar 2. Hubungan Antara Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Tinggi Tanaman 6 MST.
Jumlah Anakan (anakan)
Tabel 5. Rataan Jumlah Anakan (anakan) Bawang Merah Akibat Pemberian Pupuk Organik Padat Dan Pupuk Organik Cair Umur 5, 6 dan 7 Minggu Setelah Tanam.
Perlakuan Jumlah Anakan
5 MST 6 MST 7 MST
Pupuk Organik Padat ( K )
K0 = 0 kg/plot 1,42 cC 2,28 cC 3,40 cC
K1 = 2 kg/plot 1,60 cB 2,59 cB 3,63 cB
K2 = 3 kg/plot 1,98 bB 2,98 bB 3,98 bB
K3 = 4 kg/plot 2,46 aA 3,47 aA 4,54 aA
Pupuk Organik Cair ( F )
F0 = 0 ml/liter air/plot 1,63 bB 2,46 bB 3,60 bB
F1 = 250 ml/liter air/plot 1,84 aA 2,85 aA 3,85 aA
F2 = 450 ml/liter air/plot 1,94 aA 2,95 aA 3,95 aA
F3 = 650 ml/liter air/plot 2,05 aA 3,06 aA 4,14 aA
Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan berbeda tidak nyata pada taraf 5 % (huruf kecil) dan 1 % ( huruf besar) berdasarkan Uji Jarak Duncan (DMRT).
Gambar 3. Hubungan Antara Pemberian Pupuk Organik Padat Terhadap Jumlah Anakan (anakan) 7 MST.
Gambar 4. Hubungan Antara Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Jumlah Anakan (anakan) 7 MST.
Diameter Umbi (mm)
Tabel 6. Rataan Diameter Umbi (mm) Bawang Merah Akibat Pemberian Pupuk Organik Padat Dan Pupuk Organik Cair.
Perlakuan Diameter Umbi (mm)
Pupuk Organik Padat ( K )
K0 = 0 kg/plot 25,92 cB
K1 = 2 kg/plot 26,88 bB
K2 = 3 kg/plot 27,92 bA
K3 = 4 kg/plot 29,39 aA
Pupuk Organik Cair ( F )
F0 = 0 ml/liter air/plot 26,39 bB
F1 = 250 ml/liter air/plot 26,51 bA
F2 = 450 ml/liter air/plot 28,57 aA
F3 = 650 ml/liter air/plot 28,65 aA
Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan berbeda tidak nyata pada taraf 5 % (huruf kecil) dan 1 % ( huruf besar) berdasarkan Uji Jarak Duncan (DMRT).
Gambar 5. Hubungan Antara Pemberian Pupuk Organik Padat Terhadap Diameter Umbi (mm).
Gambar 6. Hubungan Antara Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Diameter Umbi (mm).
Berat Umbi Basah Per Plot (g)
Tabel 7. Rataan Berat Umbi Basah Per Plot (anakan) Bawang Merah Akibat Pemberian Pupuk Organik Padat Dan Pupuk Organik Cair.
Perlakuan Berat Umbi Basah Per Plot (g)
Pupuk Organik Padat ( K )
K0 = 0 kg/plot 984,50 dD
K1 = 2 kg/plot 1254,33 cC
K2 = 3 kg/plot 1589,75 bB
K3 = 4 kg/plot 1783,67 aA
Pupuk Organik Cair ( F )
F0 = 0 ml/liter air/plot 1135,75 bB
F1 = 250 ml/liter air/plot 1477,58 aA
F2 = 450 ml/liter air/plot 1489,08 aA
F3 = 650 ml/liter air/plot 1509,83 aA
Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan berbeda tidak nyata pada taraf 5 % (huruf kecil) dan 1 % ( huruf besar) berdasarkan Uji Jarak Duncan (DMRT).
Gambar 7. Hubungan Antara Pemberian Pupuk Organik Padat Terhadap Berat Umbi Basah Per Plot (g).
Gambar 8. Hubungan Antara Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Berat Umbi Basah Per Plot (g).
Berat Umbi Kering Per Plot (g)
Tabel 8. Rataan Berat Umbi Kering Per Plot (g) Bawang Merah Akibat Pemberian Pupuk Organik Padat Dan Pupuk Organik Cair.
Perlakuan Berat Umbi Kering per Plot (g)
Pupuk Organik Padat ( K )
K0 = 0 kg/plot 776,00 cC
K1 = 2 kg/plot 1112,17 bB
K2 = 3 kg/plot 1283,42 bB
K3 = 4 kg/plot 1482,75 aA
Pupuk Organik Cair ( F )
F0 = 0 ml/liter air/plot 968,42 bB
F1 = 250 ml/liter air/plot 1184,25 bA
F2 = 450 ml/liter air/plot 1205,92 aA
F3 = 650 ml/liter air/plot 1295,75 aA
Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan berbeda tidak nyata pada taraf 5 % (huruf kecil) dan 1 % ( huruf besar) berdasarkan Uji Jarak Duncan (DMRT).
Gambar 9. Hubungan Antara Pemberian Pupuk Organik Padat Terhadap Berat Umbi Kering Per Plot (g).
Gambar 10. Hubungan Antara Pemberian Pupuk Organik Padat Terhadap Berat Umbi Kering Per Plot (g).
Konversi Per ha (ton/ha)
Tabel 9. Rataan Konversi Per Ha Bawang Merah Akibat Pemberian Pupuk Organik Padat Dan Pupuk Organik Cair.
Perlakuan Konversi Per Ha (ton/ha)
Pupuk Organik Padat (K)
K0 = 0 kg/plot 7,84 cC
K1 = 2 kg/plot 11,38 bB
K2 = 3 kg/plot 13,00 aA
K3 = 4 kg/plot 14,91 aA
Pupuk Organik Cair (F)
F0 = 0 ml/liter air/plot 10,28 bA
F1 = 250 ml/liter air/plot 11,93 aA
F2 = 450 ml/liter air/plot 12,06 aA
F3 = 650 ml/liter air/plot 12,87 aA
Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan berbeda tidak nyata pada taraf 5 % (huruf kecil) dan 1 % ( huruf besar) berdasarkan Uji Jarak Duncan (DMRT).
Gambar 9. Hubungan Antara Pemberian Pupuk Organik Padat Terhadap Konversi Per ha (ton/ha).
Gambar 10. Hubungan Antara Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Konversi Per ha (ton/ha).
Laba Rugi
Uraian Jumlah Satuan Harga@
Rp. Total
Pemasukan
Produksi Bawang Merah 56 kg 35.000 1.960.00
0
Jumlah Pemasukkan 1.960.00
Biaya Tetap 0-
Lahan :
Sewa Lahan 110 m2 100.000
Biaya Tidak Tetap Bahan :
Benih Bawang Merah 2 bungkus 50.000 100.000
EM 4 3 botol 20.000 60.000
Kotoran Kambing 10 kg 2500 25.000
Ampas Tahu 20 kg 5.000 100.000
Cangkang Telur 20 kg 5000 100.000
Molases 4 liter 15.000 60.000
Kegiatan/Tenaga Kerja/Upah :
Pembentukan Plot 48 plot 5208 250.000
Total biaya tetap 100.000
Total biaya tidak tetap 695.000
Jumlah Pemasukkan 1.960.00
0
Laba Rugi 1.165.00
0
Pembahasan
Pemanfaatan Pemberian Pupuk Organik Padat Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.).
Hasil analisis data statistik menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik padat berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, berat umbi basah per plot, berat umbi kering per plot, diameter umbi dan konversi per hektar. Hal ini mengindikasikan bahwa dosis pupuk organik padat dari limbah pertanian yang diberikan mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah. Ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman berada dalam keadaan cukup, maka hasil metebolismenya akan membentuk protein, enzim, hormon dan karbohidrat sehingga pembelahan sel akan berlangsung baik (Asri, 2019).
Pemanfaatan Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.).
Hasil analisis data statistik menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik padat berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, berat umbi basah per plot, berat umbi kering per plot, diameter umbi dan konversi per hektar.
Hal ini diduga kandungan nutrisi yang terdapat pada pupuk organik cair dapat memenuhi kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah.
Pertumbuhan tanaman yang baik dapat tercapai apabila nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman berada dalam bentuk tersedia, seimbang dan dalam konsentrasi yang optimum serta didukung oleh faktor lingkungan.
Interaksi Pemberian Pupuk Organik Padat Dan Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.).
Dari hasil penelitian setelah dianalisa secara statistik, bahwa interaksi pemberian pupuk organik padat dan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah menunjukkan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Dua faktor dikatakan berinteraksi apabila pengaruh suatu faktor perlakuan berubah pada saat penambahan faktor perlakuan lainya. Pertumbuhan tanaman yang optimal bisa terjadi jika unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersedia dalam bentuk yang memadai. Tingkat ketersediaan unsur hara yang memadai untuk tanaman sangat bergantung pada konsentrasi pemberiannya, dan dengan konsentrasi yang tepat, unsur hara yang cukup akan disediakan untuk tanaman.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Pemberian pupuk organik padat dan pupuk organik cair berbagai limbah pertanian terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah memberikan pengaruh sangat nyata pada semua parameter pengamatan. Dosis terbaik pada pupuk organik padat K3= 4 kg/plot dan pupuk organik cair 650 ml/liter air/plot.
Saran
Dosis yang digunakan pada penelitian ini sudah cukup baik untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang merah.
Untuk selanjutnya bisa dilakukan penelitian menggunakan dosis yang lebih bervariasi pada jenis bawang merah lainnya.