• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI DALAM PEMBANGUNAN JALAN

N/A
N/A
21-044-Annisa Zalsabilla Jahja

Academic year: 2025

Membagikan "PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI DALAM PEMBANGUNAN JALAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI DALAM

PEMBANGUNAN JALAN

Usage of Industrial Waste Products in

Road Construction

(2)

KELOMPOK 5

AZZUMA PRAMESWARI (21035010020)

FATMA MIRROHMATIL M

(21035010036)

M RAIHAN SINGGIH P (21035010043)

ANNISA ZALSABILLA J (21035010044)

IFTHAR RAMADHANA W

(21035010045)

MEMBUAT PPT

TRANSLATOR JURNAL INGGRIS

MENCARI JURNAL INGGRIS

MENCARI JURNAL INGGRIS

MENCARI JURNAL INDONESIA

(3)

Limbah Industri

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), industrialisasi berasal dari kata “industri”

yang berarti suatu kegiatan mengolah suatu barang dengan menggunakan peralatan berupa mesin. Industri erat kaitannya dengan kemajuan teknologi. Padahal penggunaan teknologi ini bisa dikatakan berkontribusi dalam penurunan kualitas lingkungan salah satunya yaitu pembuangan limbah industri.

Limbah hasil produksi dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk yaitu limbah padat, cair dan gas. Semua bentuk limbah tersebut berpotensi memicu dampak negatif, tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi proses produksinya. Pembuangan limbah yang dihasilkan dari Industri saat ini merupakan masalah besar. Limbah tersebut menimbulkan pencemaran lingkungan di daerah terdekat karena banyak kandungan dari limbah tersebut yang tidak dapat terurai secara alami.

(4)

Dampak Industrialisasi Terhadap Kualitas Lingkungan

A.

Masalah Kualitas Udara

B.

Masalah Kualitas dan Ketersediaan Air

Saat ini kegiatan industri telah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap masalah pencemaran udara. Karena secara umum kegiatan industri telah menghabiskan 37% energi dan menghasilkan 50% karbon dioksida, 90% sulfur dioksida dan berbagai bahan beracun lainnya.

Masalah yang dihadapi dalam konteks air yang menjadi masalah lingkungan utama bagi manusia di seluruh dunia adalah meningkatnya tingkat pencemaran sumber daya air yang ada dengan ribuan senyawa kimia yang dihasilkan oleh industri. Selain itu, industri juga menyebabkan tidak tersedianya air. dalam kehidupan manusia akibat konsumsi air yang sangat besar oleh berbagai perusahaan industri.

(5)

C.

Masalah Kualitas dan Ketersediaan Lahan

Dampak industrialisasi terhadap kualitas lahan dapat dilihat dari fakta bahwa kegiatan industri merupakan salah satu penyebab pencemaran tanah. Limbah penyebab pencemaran tanah tersebut berasal dari industri manufaktur, industri kecil, dan industri perumahan yang limbahnya dapat berupa limbah cair maupun padat. Limbah padat adalah limbah industri berupa padatan, lumpur, dan bubur yang berasal dari suatu pengolahan, seperti pengolahan pulp, gula, krayon, kertas, dll. Sedangkan limbah cair merupakan hasil dari suatu proses produksi, misalnya sisa-sisa industri pelapisan logam dan industri kimia lainnya.

Dampak industrialisasi terhadapkuantitastanah dapat dilihat dari adanya penyusutan tanah dari waktu ke waktu yang disebabkan oleh perkembangan industri. Di Yogyakarta misalnya, penyusutan lahan terjadi akibat alih fungsi lahan dari sektor pertanian ke sektor non pertanian termasuk industri. Data dari Badan Pusat Statistik Yogyakarta pada tahun 2016 membuktikan bahwa luas lahan pertanian di Yogyakarta dalam sepuluh tahun terakhir yaitu pada tahun 2006-2015 mengalami penurunan sebesar 4,82% dengan rata-rata laju penurunan sebesar 0,48% per tahun.

(6)

Dapatkah limbah industri dapat dimanfaatkan dalam pembangunan jalan?

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak yang telah mempertimbangkan bahwa limbah indsutri dapat digunakan untuk bahan jalan. Hal ini ditinjau dari hal pengerjaan, ekonomi, dan eco-lifestyle. Ketersediaan bahan pembangunan jalan yang biasa digunakan lama kelamaan semakin berkurang di alam. Di samping itu harga bahan tersebut juga meningkat.

Dengan mempertimbangkan hal itu, para ilmuwan mencari bahan alternatif untuk konstruksi jalan raya. Apabila bahan dari limbah industri ini cocok untuk konstruksi jalan raya, maka permasalahan polusi dari limbah industri bisa berkurang. Di India, hal ini sudah diuji dengan tujuan agar ekonomi bisa stabil.

Keuntungan yang bisa di dapat dengan hal ini adalah:

a. Membantu mengurangi limbah industri serta permasalahan yang ditimbulkannya.

b. Berguna untuk menghemat bahan alami dan melindungi lingkungan

(7)

Beberapa Jenis Limbah Industri Yang Digunakan Dalam Konstruksi Jalan raya

1.

Fly Ash

2.

Blast Furnace Slag (Tungku Ledak)

3.

Cement Kiln Dust (CKD)

4.

Phosphogypsum

(8)

FLY ASH

A. Penggunaan Fly Ash untuk semen Portland di konstruksi jalan raya Keuntungan dari menggunakan Fly Ash antara lain:

-> kekuatan maksimum beton lebih tinggi -> workability meningkat

-> mengurangi kemungkinan bleeding -> meningkatkan ketahanan

-> mengurangi biaya

(Sisa pembakaran batu bara yang sangat halus)

(9)

B. Penggunaan Fly Ash untuk menstabilkan base course pada konstruksi jalan raya

Keuntungan dari base campuran ini adalah:

-> Menggunakan bahan lokal

-> Memberikan campuran yang kuat dan awet -> Efisiensi energi meningkat

-> cocok menggunakan bahan daur ulang

-> bisa menggunakan peralatan konvesional

(10)

C. Penggunaan Fly Ash di Peningkatan pada tanah dalam konstruksi jalan raya Penggunaan Fly Ash dapat meningkatkan kondisi pada tanah, contohnya:

-> tidak perlu untuk membeli bahan mahal -> bisa menstabilkan sub grade

-> mengurangi atau menghilangkan perlunya memakai bahan alam

D. Penggunaan Fly Ash di Aspal untuk pengaplikasian konstruksi jalan raya Kelebihan menggunakan Fly Ash pada aspal antara lain:

-> mengurangi kemungkinan aspal akan retak atau pecah

-> biaya nya lebih murah

(11)

E. Penggunaan Fly Ash di Nat untuk pelapisan pada konstruksi jalan raya

Berikut adalah kelebihan dari penggunaan Fly Ash:

-> Digunakan untuk memperbaiki kerusakan tanpa harus menghapus trotoar atas

-> Bisa diselesaikan dengan cepat dan minim mengganggu lalu lintas

-> Meningkatkan Kekuatan maksimum

(12)

BLAST FURNACE SLAG / TUNGKU LEDAK

A. Penggunaan Tungku ledak sebagai pengikat semen untuk konstruksi jalan raya Kelebihan menggunakan bahan ini sebagai pengikat semen:

-> mengembangkan kekuatan yang lebih baik -> Dapat digunakan dalam konstruksi yang padat -> membutuhkan energi yang sedikit

-> Modal yang lebih rendah dibandingkan dengan semen -> menjadi alternatif untuk bahan pengikat semen

B. Penggunaan Tungku ledak sebagai agregat kasar untuk aspal dalam konstruksi jalan raya Kelebihan yang di dapat:

-> Biaya yang lebih rendah

-> cocok untuk jalan dengan lokasi dekat tanaman

(Berasal dari proses pelelehan besi yang beroperasi)

(13)

Cement Kiln Dust (CKD)

Cement Kiln Dust adalah hasil buangan dari proses pembuatan semen Portland.

Secara umum Cement Kiln Dust mirip dengan semen yang mengandung calcite, silicate, calcium sulphate.

A. Penggunaan Cement Kiln Dust untuk menstabilkan tanah di konstruksi jalan raya Kelebihan menggunakan Cement Kiln Dust:

-> efektif meningkatkan kekuatan tanah

-> mengurangi waktu pembuatan

(14)

B. Penggunaan Cement Kiln Dust sebagai

pengisi mineral aspal paving untuk konstruksi jalan raya

Cement Kiln Dust memiliki kelebihan sebagai berikut:

-> memenuhi kriteria untuk pengisi mineral

-> meningkatkan kestabilan dan kekerasan pada

aspal

(15)

Phosphogypsum

Phosphogypsum adalah produk sampingan produksi pupuk dari batuan fosfat.

Bahan bisa digunakan sebagai crushed base dan crushed aggregate

untuk aspal.

(16)

Dari bahan - bahan yang

disebutkan di atas masih banyak bahan lainnya yang bisa digunakan.

Tetapi kami bisa menyimpulkan bahwa bahan bahan tersebut bisa menjadi alternatif yang bagus untuk

konstruksi jalan terutama.

Selain itu bisa menjaga lingkungan kita dan menghemat bahan-bahan alami yang seiring berjalannya

waktu semakin menipis.

(17)

DAFTAR PUSTAKA

Usage of Industrial Waste Products in Village Road Construction (Tara Sen and Umesh Mishra)

Environmental Quality Protection in the Period of Industrialization to Realize Environmental-Based IndustryAdhi Putra SatriaLembaga Swadaya Masyarakat Green Camp Kabupaten Majalengka, Indonesia

POLUSI AIR TANAH AKIBAT LIMBAH INDUSTRI DAN LIMBAHRUMAH TANGGAAgnes Fitria Widiyanto, Saudin Yuniarno, KuswantoJurusan

Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman

MANAJEMEN PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI M. Nasir dan Edy Purwo SaputroFakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas

Muhammadiyah SurakartaSih HandayaniAMIK Cipta Darma Surakarta

Referensi

Dokumen terkait

Asisten Dosen Tidak Tetap pada Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, tahun 1985 - 1987 dalam Mata kuliah Manajemen Keuangan dan Akuntansi Keuangan

Perbedaan  mata  kuliah  rekayasa  sistem  informasi  dengan  mata  kuliah  analisa  perancangan  sistem  informasi  adalah  analisa  perancangan  sistem 

Mata kuliah ini bertujuan untuk membantu mahasiswa menguasai konsep teoretis sains alam, aplikasi matematika rekayasa, prinsip-prinsip rekayasa (engineering fundamentals),

KELAS PAGI SEMESTER II SEMESTER IV SEMESTER VI SEMESTER VIII MATA KULIAH MATA KULIAH MATA KULIAH MATA KULIAH DOSEN PENGAMPU DOSEN PENGAMPU DOSEN PENGAMPU DOSEN PENGAMPU I 08.00 -

Haryono Setiyo Huboyo, ST, MT Capaian Pembelajaran Mata Kuliah: Mahasiswa mampu menyusun konsep dan program simulasi rekayasa lingkungan di bidang air, tanah, maupun udara, mampu

Haryono Setiyo Huboyo, ST, MT Capaian Pembelajaran Mata Kuliah: Mahasiswa mampu menyusun konsep dan program simulasi rekayasa lingkungan di bidang air, tanah, maupun udara, mampu

Teknik Informatika Mata Kuliah/Kode : Sistem Berkas / TPL19 Sks 2 Prasyarat : -- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib program studi teknik informatika

Laporan praktikum tentang analisis struktur mikro dalam mata kuliah Rekayasa