• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemantauan dan Evaluasi Praktik Kerja Profesi Apoteker di Suku Dinas Kesehatan dan Puskesmas

N/A
N/A
Tria Yulinda

Academic year: 2024

Membagikan "Pemantauan dan Evaluasi Praktik Kerja Profesi Apoteker di Suku Dinas Kesehatan dan Puskesmas"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

F.1.4.13.6

MONITORING DAN EVALUASI PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER DI SUKU DINAS KESEHATAN DAN PUSKESMAS

Tempat PKPA : Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan dan Puskesmas Kebayoran Baru

Periode : 1 April – 8 Mei 2024

Nama Peserta : 1. Shiba Dwi Permata, S.Farm 2. Tria Yulinda, S.Farm

Preseptor : apt. Wahyu Lestorini, S.Farm Pembimbing PKPA : Dr. apt. Yunahara Farida, M.Si

No Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan Keterangan Terlaksana Belum

Terlaksana 1 Organisasi dan tata

kerja pemerintahan di Suku Dinas

Kesehatan

Tugas Pokok dan Fungsi Apoteker di Suku Dinas

Kesehatan dan Puskesmas Alur proses pembinaan pengawasan pengendalian terhadap sarana pelayanan Kesehatan kefarmasian

Alur proses perizinan sarana farmasi, makanan dan minuman

Pengelolaan bidang obat dan rekapitupasi LPLPO dari

puskesmas

2 Pengelolaan sediaan farmasi, alat

Kesehatan dan bahan medis habis pakai di Puskesmas

Perencanaan Perencanaan didasarkan

pada pola konsumsi dengan merekap laporan pemakaian

(2)

obat selama periode sebelumnya se-kecamatan dan berdasarkan pola penyakit di Puskesmas dengan memperhatikan stok penyangga/buffer stock dan waktu tunggu. Pemilihan obat mengacu pada Formularium Nasional dan Formularium Puskesmas.

Pengadaan Pengadaan dilakukan sesuai

dengan Perencanaan

Kebutuhan (RKO) dengan cara pembelian mandiri (sistem BLUD/Badan Layanan Usaha Daerah) secara e- Purchasing yaitu melalui sistem katalog elektronik (e- Catalogue) dan pembelian secara langsung (non e- Catalogue), serta berdasarkan permintaan untuk obat-obat program dan vaksin.

Penerimaan Penerimaan barang dilakukan

dengan memeriksa

kesesuaian barang dan faktur dengan Surat Pesanan ataupun Surat Permintaan (penerimaan obat dari Suku Dinas Kesehatan), meliputi kesesuaian item dan jumlah, nomor batch, serta expired date.

Penyimpanan Penyimpanan dilakukan

sesuai prinsip FEFO (First Expired First Out) dan FIFO (First In First Out). Sediaan farmasi dan BMHP disusun berdasarkan bentuk sediaan, farmakologi, alfabetis, obat LASA (Look Alike Sound Alike) disimpan berjeda dan diberikan label LASA berwarna kuning, obat high alert diberikan label berwarna merah, obat ARV, TB dan OOT disimpan dalam lemari terpisah, obat narkotika dan psikotropika disimpan dalam lemari kayu dengan kunci ganda. Untuk penyimpanan di gudang farmasi dengan memperhatikan pergerakan

(3)

stok, obat fast moving akan diletakkan dekat dengan pintu

keluar gudang agar

mempermudah pengambilan saat diperlukan.

Pemusnahan Pemusnahan dilakukan setiap

3 bulan sekali menggunakan jasa pihak ketiga. Obat yang akan dimusnahkan dipisahkan dan diserahterimakan kepada pihak ketiga bersama tim Kesehatan Lingkungan (Kesling) dengan disertai berita acara pemusnahan.

Pemusnahan obat narkotika dan psikotropika melibatkan pihak lain dari Suku Dinas Kesehatan sebagai saksi.

Pengendalian Pengendalian persediaan,

dilakukan dengan mencatat pemakaian obat dan BMHP pada sistem e-inventory di

ENA. Pengendalian

penggunaan, dilakukan dengan membuat LPLPO (Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat) yang dapat digunakan untuk melaporkan penggunaan obat disetiap bulannya, serta penanganan sediaan farmasi yang hilang, rusak, atau kadaluwarsa.

Pencatatan &

pelaporan

Pencatatan dan pelaporan dilakukan secara online meliputi pelaporan LPLPO

kepada Suku Dinas

Kesehatan pelaporan narkotika dan psikotropika melalui website SIPNAP, pelaporan obat TB melalui SITB, pelaporan obat ARV melalui SIHA, pelaporan vaksin melalui SMILE, serta pelaporan POR.

3 Pelayanan Farmasi Klinis

Skrining resep Pengkajian resep dilakukan

secara administratif, farmasetika, dan kajian klinis.

Dispensing Dispensing meliputi kegiatan

(4)

penyiapan obat, penulisan etiket, pengemasan obat dalam plastik obat,

pengecekan ulang,

penyerahan obat, dan pemberian informasi obat.

PIO Kegiatan PIO dilakukan

dengan memberikan informasi kepada pasien berdasarkan resep atau kondisi pasien.

PIO dapat dilakukan dengan menyediakan media informasi seperti brosur, leaflet dan lain- lain).

Konseling Pelayanan konseling

dilakukan pada pasien dengan pengobatan jangka panjang seperti pasien HIV dan TB yang dilakukan di ruang farmasi dengan menanyakan 3 prime question.

Pemantauan terapi obat

Kegiatan PTO dilakukan terbatas hanya pada pasien TB-RO dan HIV/AIDS dengan memantau kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat melalui sisa obat dan juga pasien diberikan kartu PTO yang telah diberikan poli masing-masing dan dibawa setiap kontrol ke dokter.

Pemantauan dan pelaporan efek samping obat

Monitoring efek samping obat dilakukan dengan mencatat informasi efek samping obat atau kejadian tidak diharapkan menggunakan buku pelaporan efek samping obat yang kemudian direkap setiap awal bulan. Kemudian mengisi form pelaporan efek samping obat dan mengirimkannya ke BPOM.

Evaluasi Penggunaan obat

Kegiatan evaluasi

penggunaan obat di

Puskesmas Kebayoran Baru belum terlaksana.

4 Manajemen SDM dan Sarana Prasarana Instalasi Farmasi di Puskesmas

Penjadwalan pelayanan dilakukan oleh apoteker penanggung jawab,

pembagian tugas untuk TTK, diberikan secara teratur, serta memiliki sarana dan

prasarana yang memadai.

(5)

5 Implementasi Quality and Safety Pelayanan Kefarmasian di

puskesmas

Penerapan dalam pemenuhan kualitas dan keamanan pelayanan kefarmasian di Puskesmas dilakukan dengan double checking resep sebelum penyerahan obat ke pasien untuk mencegah medication error. Selain itu penyimpanan obat di Gudang dipastikan secara berkala tidak melewati expired date (FEFO), disusun dengan memperhatikan penandaan LASA, dan obat diberikan dalam keadaan yang baik, tidak cacat, robek dan rusak.

Jakarta, 6 Mei 2024

Preseptor Pembimbing PKPA

apt. Wahyu Lestorini, S.Farm Dr. apt. Yunahara Farida, M.Si

Referensi

Dokumen terkait

yang telah berkenan memberikan berbagai saran sehingga. praktik kerja profesi apoteker di Puskesmas Keputih

Bapak dan Ibu staf Pengajar Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara yang selalu memberikan bimbingan, pengetahuan dan bantuan

selaku Ketua Program Studi Profesi Apoteker Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya yang telah mengupayakan terselenggaranya Praktik Kerja Profesi Apoteker ini sehingga

Semoga laporan PKPA di Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Instalasi Farmasi Kota Pariaman dan Puskesmas Sikapak ini dapat memberikan pengetahuan dan informasi bagi

Kebijakan Mutu Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Sudinkes Jakarta Barat mengutamakan kepuasan pelanggan dalam rangka mewujudkan masyarakat sehat, mandiri dengan sumber daya

Salah satu seksi di Suku Dinas Kesehatan Kotamadya Jakarta Utara adalah Seksi Sumber Daya Kesehatan yang membawahi Koordinator Standarisasi Manajemen Kesehatan, Farmasi,

Puji syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat-Nya laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker di Puskesmas Tambakrejo, Surabaya, pada

Praktek Kerja Profesi Apoteker PKPA Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya di Dinas Kesehatan Jawa Timur secara daring