• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemasaran dan Penerapan Teknologi dalam Industri Pakan

N/A
N/A
Gregoriana Dan

Academic year: 2024

Membagikan "Pemasaran dan Penerapan Teknologi dalam Industri Pakan"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH PEMSARAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI INDUSTRI PAKAN

OLEH:

GEGORIANA DAN 13210015

PROGRAM STUDI PETERNAKAN

FAKULTAS PERTANIAN, SAINS DAN KESEHATAN UNIVERSITAS TIMOR

KEFAMENANU 2024

(2)

KATA PENGANTAR

Puji Syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat-Nya saya masih diberikan nikmat sehingga dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini.

Makalah ini di susun oleh penulis dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari penulismaupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Makalah ini memuat tentang “PEMSARAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI DALAM INDUSTRI PAKAN”

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Industri Pakan. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.

Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Terima kasih.

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...2

DAFTRAR ISI...3

BAB I...4

PENDAHULUAN...4

1.1 Latar Belakang...4

1.2 Rumusan Masalah...5

1.3 Tujuan...5

BAB II...6

PEMBAHASAN...6

2.1 Pemasaran...6

2.2 Teknologi dalam Industri Pakan...8

2.3 Manfaat Perapan Teknologi dalam Industri Pakan...11

BAB III...13

PENUTUP...13

3.1 Kesimpulan...13

DAFTAR PUSTAKA...14

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Peningkatan kebutuhan protein hewani akan berkorelasi positif dengan peningkatan jumlah kebutuhan produksi ternak, sehingga akan merangsang peningkatan jumlah populasi ternak, yang tentunya akan meningkatkan kebutuhan pakan. Tumbuh kembangnya industri pakan juga akan didukung oleh ketersediaan bahan baku lokal yang melimpah, sehingga kendala impor dapat diatasi dan bukan merupakan suatu masalah yang besar dan ditakuti.

Melihat peranan dan kontribusi serta posisi subsektor peternakan dalam perekonomian nasional, maka pembangunan subsektor peternakan menjadi suatu alternatif pilihan bagi pemerintah dan masyarakat. Percepatan pembangunan peternakan juga akan menyediakan bahan pangan hewani atau menambah penawaran produk peternakan dan akan menciptakan pendapatan sebagaian besar masyarakat. Paradigma baru pembangunan peternakan dalam kerangka agribisnis memberikan peluang bisnis yang lebih banyak yang dapat di lakukan dan diberdayakan. Pengembangan industri pakan pada sub-sistem hulu merupakan bagian terpenting yang dapat menunjang keberhasilan pembangunan peternakan. Mengingat kebutuhan terhadap pakan tidak mungkin disubtitusi oleh sarana produksi yang lain.

Teknologi dalam industri pakan, haruslah mempertimbangkan ketersediaan bahan baku pakan, kontinuitas ketersediaan bahan baku, jumlah kebutuhan pakan untuk ternak, pangsa pasar, dan jarak pabrik pakan dengan bahan baku, serta jarak pabrik pakan dengan konsumen. Keberhasilan pembangunan peternakan memang tidak saja tergantung pada perkembangan industri pakan, karena sesungguhnya terdapat beragam integrasi yang masih perlu di satukan.

Industri pakan ternak merupakan komponen terpenting dari sekian banyak komponen penting lainnya dalam pengembangan subsektor peternakan.

Sehingga, investasi untuk pengembangan bisnis industri pakan dapat menjadi

(5)

salah satu faktor pendorong bagi tumbuh kembangnya ragam usaha peternakan dan tentunya dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.

1.2 Rumusan Masalah

1.apa pengertian dari pemasaran beserta aspek dalam pemasaran 2.bagaimana penerapan dan manfaat teknologi dalam industri pakan 1.3 Tujuan

1. untuk mengetahui pengertian dari pemsaran beserta aspek dalam pemasaran 2. untuk mengetahui penerapan dan fungsi teknologi dalam industri pakan

(6)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pemasaran

Pemasaran adalah serangkaian proses kegiatan atau aktivitas yang ditujukan untuk menyalurkan barang-barang atau jasa-jasa dari titik produsen ke titik konsumen.

Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan, dengan cara menciptakan, menawarkan serta mempertukarkan produk dan nilai dengan pihak lain.

Pemasaran Perusahaan peternakan sendiri adalah suatu usaha yang dijalankan secara teratur dan terus menerus pada suatu tempat dan dalam jangka waktu tertentu untuk tujuan komersial yang meliputi kegiatan menghasilkan ternak (ternak bibit/ternak potong), telur, susu, serta usaha penggemukan suatu jenis ternak termasuk mengumpulkan, mengedarkan, dan memasarkannya yang untuk tiap jenis ternak jumlahnya melebihi jumlah yang ditetapkan untuk tiap jenis ternak pada peternakan rakyat. Sedangkan Perusahaan di bidang Peternakan adalah suatu usaha yang dijalankan secara teratur dan terus menerus pada suatu tempat dan dalam jangka waktu tertentu untuk tujuan komersial, yang meliputi perusahaan pemotongan, pabrik pakan, dan perusahaan perdagangan sarana produksi peternakan.

Berdasarkan hasil survey, distribusi pemasaran pakan ternak dilakukan dengan dua metode, yaitu

1) metode penjualan langsung untuk anggota kelompok ternak setempat, dengan tujuan untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi;

2) metode tidak langsung, adalah suatu metode di mana dalam melakukan distribusi menjalin kerja sama dengan anggota maupun nonanggota kelompok ternak untuk menjadi agen dalam melakukan penjualan hasil produknya kepada konsumen.

a. Aspek Pemasaran

(7)

Pemasaran dapat dipelajari dari berbagai sudut pandang dan pendekatan yang berbeda. Seperti pendekatan fungsional atau fungsi pemasaran, pendekatan organisasional atau kelembagaan yang meliputi seluruh partisipan yang terlibat dalam pendekatan subsistem komoditas yang menggabungkan kedua pendekatan sebelumnya. Dalam pendekatan subsistem komoditas, analisis kelembagaan didasarkan pada identifikasi saluran pemasaran utama. Dimana analisis mengenai saluran pemasaran tersebut menyediakan pengetahuan yang sistematis bagaimana arus barang dan jasa mengalir dari titik asal (produsen) sampai titik akhir (konsumen). Pendekatan ini meliputi mengenai marjin dan biaya pemasaran.

Saluran pemasaran adalah cara atau sistem untuk menyampaikan produk yang dihasilkan oleh produsen kepada konsumen. Dalam saluran pemasaran terdapat lembaga-lembaga pemasaran seperti produsen (petani), pedagang pengumpul, pedagang antar kota dan sebagainya.

b. Strategi Pemasaran

Persaingan antar perusahaan pakan ternak terutama dalam mendapatkan mitra peternak, dengan pola distribusi yang sangat khas karena dijual melalui jaringan- jaringan pemasaran yang telah dibina dan dikelola setiap saat. Dalam skala besar, pasar sangat susah dimasuki namun pada skala kecil dimana perusahaan dapat melakukan penetrasi langsung pada para peternak, pasar masih sangat terbuka lebar.

Sistem yang dapat diterapkan dalam pemasaran pakan yang di produksi adalah sistem relasional atau relationship marketing. Sistem Relationship marketing merupakan suatu pendekatan yang menekankan pada usaha menarik dan mempertahankan pelanggan melalui peningkatan hubungan perusahaan dengan pelanggannya. Relationship marketing merupakan salah satu metode pemasaran pada pelanggan yang meningkatkan pertumbuhan jangka panjang perusahaan dan kepuasan maksimum pelanggan. Pelanggan yang baik merupakan suatu asset di mana bila ditangani dan dilayani dengan baik akan memberikan pendapatan dan pertumbuhan jangka panjang bagi suatu perusahaan.

Berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan, telah banyak peternak yang tertarik untuk meningkatkan manajemen pemeliharaan ternaknya, dengan

(8)

memanfaatkan hasil teknologi pengolahan pakan (menggunakan ransum komersial komplit dan konsentrat) untuk meningkatkan efisiensi usahanya.

Namun keinginan tersebut masih belum dapat terlaksana dengan baik, disebabkan karena harga pakan komersial yang ada saat ini masih terlalu mahal, dan belum adanya pendampingan yang intensif baik dari dinas terkait maupun produsen pakan, dalam menggunakan pakan komersial tersebut.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pemasaran pakan ternak:

Dari sudut pandang penjual:

1. Tempat yang strategis (place), 2. Produk yang bermutu (product), 3. Harga yang kompetitif (price), dan 4. Promosi yang gencar (promotion).

Dari sudut pandang konsumen:

1. Kebutuhan dan keinginan konsumen (customer 26 needs and wants), 2. Biaya konsumen (cost to the customer),

3. Kenyamanan (convenience), dan 4. Komunikasi (comunication).

2.2 Teknologi dalam Industri Pakan

Umumnya penggilingan biji-bijian, seperti jagung, sorghum, kacang kedelai, dan lain-lainnya bertujuan untuk memperkecil ukuran partikel, sehingga lebih mudah untuk pencampuran dalam penyusunan ransum, serta memperbesar luas permukaan pakan sehingga lebih mudah dicerna oleh enzim pencernaan.

Beberapa macam alat yang umum digunakan untuk memperkecil ukuran partikel atau untuk memperluas permukaan partikel per satuan berat partikel antara lain sebagai berikut ini.

1.Hummer mill, yaitu mesin penggilingan yang dilengkapi dengan saringan yang berdiameter berkisar antara 3-6 mm.

(9)

2. Disk mill, yaitu alat yang umumnya digunakan untuk ransum ayam petelur secara manual. Kecepatan penggilingan sangat tergantung dari jenis biji-bijian yang digunakan, kadar air, ukuran saringan, dan laju alir.

3. Roller mill, yaitu mesin pemecah pakan yang terdiri atas dua silinder dengan permukaan kasar yang berputar dan tanpa memerlukan penyaringan.

4. Roasting, mesin ini sudah dilengkapi dengan pemanas langsung dengan menggunakan api. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya cerna dan mematikan senyawa racun (suhu berkisar antara 140-180 0C)

5. Metode Ekstruksi, biasanya pada kacang kedelai, dimana biji-bijian dipaksakan masuk dalam uliran baja, sehingga akibat gesekan yang terjadi dapat timbul panas yang dipakai untuk memanaskan dan mengeringkan bahan. Extruder sering diberi uap panas sehingga dikenal dengan wet extruder.

Proses memperluas permukaan (bentuk tepung) bahan pakan sebelum difermentasi juga sangat membantu meningkatkan nilai cerna dari bahan pakan tersebut. Penghalusan ukuran melalui penggilingan atau penumbukantersebut menyebabkan molekul selulosa dapat lebih mudah menerima penetrasi enzim ekstraseluler dari mikroba (ternak ruminansia) untuk terurai menjadi monomer glukosa yang dapat diangkut melalui membran sel, dan digunakan sebagai sumber energi oleh mikroba. Proses memperbesar porositas molekul, seperti pembengkakan molekul selulosa dengan perendaman juga dapat meningkatkan kemudahan degradasi selulosa, sehingga tercapai fermentasi yang efisien.

Peralatan Industri Pakan Peralatan dalam industri pakan dapat dibedakan kedalam dua jenis, yaitu peralatan utama dan peralatan penunjang. Jenis peralatan utama merupakan peralatan yang meliputi mesin-mesin yang berperan utama dalam kegiatan produksi ransum. Peralatan utama meliputi: Hammer mill, timbangan (doosing weigh), Pelleter, Boiler, dan Steamer, Cooler, Crumbler, dan ayakan (Screening). Jenis peralatan penunjang berfungsi sebagai pembantu kelancaran proses produksi dalam industri pakan. Beberapa contoh peralatan penunjang adalah: silo/bin, conveyor, compressor, cyclone, dust filter, lift, forklift, dan generator.

(10)

Perkembangan teknologi di masa depan akan difokuskan pada nanotechnology, biotechnology, information technology, dan cognitive science, dengan fokus aplikasi pada bidang energi, pangan, kesehatan, dan lingkungan. Perkembangan tersebut akan berpengaruh pada perkembangan sektor industri nasional, sehingga perlu disiapkan sistem serta strategi alih teknologi dan inovasi teknologi yang sesuai, diantaranya peningkatan pembiayaan penelitian dan pengembangan termasuk sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan akademisi. Kebutuhan pakan akan meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah ternak, serta daya beli, dan tingkat pendidikan konsumen. Kebutuhan ini tidak hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga dari sisi kualitas, penyajian yang menarik, cepat dan praktis, serta standar higienisme yang lebih tinggi dan harga yang kompetitif dan terjangkau.

Kebutuhan akan produk pakan yang sehat, aman, dan halal juga semakin tinggi.

Penerapan teknologi dalam industri pakan telah menjadi sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi. Berikut adalah beberapa contoh teknologi yang digunakan dalam industri pakan:

1. Artificial Intelligence (AI): AI digunakan untuk meningkatkan otomasi dan kecepatan dalam proses produksi, serta untuk memprediksi dan mengantisipasi perubahan pasar dan kebutuhan konsumen. Dengan AI, industri pakan dapat lebih efektif dalam mengelola stok, mengoptimalkan produksi, dan meningkatkan kualitas produk.

2. Internet of Things (IoT): IoT memungkinkan industri pakan untuk memantau dan mengoptimalkan sistem produksi secara real-time, mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan efisiensi. Dengan IoT, industri pakan dapat memantau kondisi lingkungan, suhu, dan kelembaban yang mempengaruhi kualitas produk, serta mengoptimalkan proses produksi untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi.

3. 3D Printing: 3D Printing digunakan dalam industri pakan untuk menghasilkan prototipe dan suku cadang dengan biaya dan waktu yang lebih efisien. Dengan 3D Printing, industri pakan dapat lebih cepat dalam

(11)

mengembangkan dan menguji produk baru, serta mengurangi biaya produksi.

4. Robotics: Industrial robotics digunakan dalam industri pakan untuk meningkatkan otomasi dan kecepatan dalam proses produksi. Dengan robotics, industri pakan dapat mengurangi biaya produksi, meningkatkan kualitas produk, dan meningkatkan keamanan kerja.

5. Big Data: Big Data digunakan dalam industri pakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang terkait dengan produksi, konsumsi, dan pasar.

Dengan Big Data, industri pakan dapat lebih efektif dalam mengelola stok, mengoptimalkan produksi, dan meningkatkan kualitas produk.

Dengan menggunakan teknologi seperti AI, IoT, 3D Printing, robotics, dan Big Data, industri pakan dapat meningkatkan efisiensi, kualitas produk, dan keamanan kerja, serta meningkatkan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan pasar dan kebutuhan konsumen.

2.3 Manfaat Perapan Teknologi dalam Industri Pakan

Penerapan teknologi dalam industri pakan memiliki beberapa manfaat yang signifikan. Berikut adalah beberapa manfaatnya:

1. Meningkatkan Proses Produksi Pangan: Teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan robotics dapat mempercepat proses produksi pangan, meminimalkan kesalahan manusia, meningkatkan standar keselamatan, mengotomatisasi tugas, dan meningkatkan kualitas produksi. Dengan demikian, teknologi membantu bisnis makanan meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi kontaminasi pada produksi pangan.

2. Mengurangi Biaya: Teknologi seperti AI memungkinkan industri makanan dalam memprediksi tren dan cara-cara potensial untuk menciptakan produk terlaris. Kemampuan pemecahan masalah sistem AI didasarkan pada bagaimana teknologi meningkat berdasarkan analisis data umpan balik. Dengan demikian, AI membantu bisnis makanan meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

3. Meningkatkan Kualitas dan Keamanan Produk: Teknologi seperti AI dan robotics memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas dan

(12)

keamanan produk pangan. AI dapat digunakan untuk memantau dan mengendalikan proses pengolahan makanan dengan lebih akurat, yang pada akhirnya meningkatkan standar kualitas produk. Selain itu, AI juga memastikan hanya produk berkualitas tinggi yang mencapai konsumen, sementara proses sortir yang biasanya memakan waktu dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien.

4. Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas: Teknologi seperti AI dan robotics dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam industri pakan. AI dapat mengotomatiskan tugas dengan lebih cepat, sementara robotics dapat mengotomatisasi berbagai tugas dalam proses produksi 5. makanan, seperti pengemasan, penyortiran, dan pengiriman. Hal ini dapat

meningkatkan efisiensi dan produktivitas

6. Meningkatkan Kemampuan Prediksi: Teknologi seperti AI memungkinkan industri makanan dalam memprediksi tren dan cara-cara potensial untuk menciptakan produk terlaris. Dengan demikian, AI membantu bisnis makanan meningkatkan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan pasar dan kebutuhan konsumen

(13)

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan

Pemasaran adalah serangkaian proses kegiatan atau aktivitas yang ditujukan untuk menyalurkan barang-barang atau jasa-jasa dari titik produsen ke titik konsumen.

Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan, dengan cara menciptakan, menawarkan serta mempertukarkan produk dan nilai dengan pihak lain.

Sistem Relationship marketing merupakan suatu pendekatan yang menekankan pada usaha menarik dan mempertahankan pelanggan melalui peningkatan hubungan perusahaan dengan pelanggannya. Relationship marketing merupakan salah satu metode pemasaran pada pelanggan yang meningkatkan pertumbuhan jangka panjang perusahaan dan kepuasan maksimum pelanggan.

Penerapan teknologi dalam industri pakan memiliki beberapa manfaat yang signifikan. Berikut adalah beberapa manfaatnya: Meningkatkan Proses Produksi Pangan, Mengurangi Biaya, Meningkatkan Kualitas dan Keamanan Produk, Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas, Meningkatkan Kemampuan Prediksi.

(14)

DAFTAR PUSTAKA

Repository PPNP. (n.d.). TEKNOLOGI PENGOLAHAN PAKAN. Retrieved from http://repository.ppnp.ac.id/895/1/TEK%20PENGOLAHAN%20PAKAN.pf Journal UNHAS. (2023). Optimalisasi Produksi Perikanan Berkualitas Berbasis

Digital yang Berkelanjutan. Retrieved

from https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/download/31731/1 0759

Dinas Peternakan Probolinggo. (n.d.). Pakan Ternak. Retrieved from https://disnakkeswan.probolinggokab.go.id/front/beranda/detail_berita/173/s how

Training Eltasa. (2021). Peran Teknologi Pada Sektor Peternakan. Retrieved from https://trainingeltasa.com/peran-teknologi-pada-sektor-peternakan/

Prof. Dr. Ir. I gst. Nym. Gde bidura, ms, ipm. Buku ajar prof. Dr. Ir. I gst. Nym.

Gde bidura, ms, ipm fakultas peternakan universitas udayana denpasar 2017 teknologi dalam industri pakan. 2017

Bidura, G. (2017). Teknologi Dalam Industri Pakan. Program Studi Peternakan.

Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Denpasar.

Institut Pertanian Bogor, Bogor. Hasil Analisa Laboratorium Teknologi Industri Pakan. 2018. Fakultas Peternakan. Universitas Andalas.

Teknologi Pemanfaatan Mikroorganisme dalam Pakan untuk. Meningkatkan Produktivitas Ternak Ruminansia di Indonesia. Sebuah review. Wartazoa 15 (4):

173-186.

Pentingnya Memanfaatkan Teknologi di Segala Aspek bagi Pelaku Industri. 2021- 03-05

(15)

Referensi

Dokumen terkait

PENINGKATAN KUALITAS LIMBAH AGROINDUSTRI KULIT PISANG DENGAN BERBAGAI TEKNOLOGI PENGOLAHAN.. SEBAGAI

Peningkatan kapasitas produksi pakan ternak fermentasi dapat dilakukan melalui mekanisasi proses pencacahan bahan baku pakan ternak yang berupa rumput dan jerami.. Tulisan ini

Teknologi Pakan Ternak dan peserta (mitra dan anggota kelompok tani Alfa). Pembuatan Bak Silase dan Demonstrasi

Berpijak pada kepentingan memanfaatkan limbah industri kopi untuk bahan pakan ternak, hasil kulit kopi dari penerapan teknologi yang pertama hambatannya tidak sekompleks seperti

Inovasi pakan ternak merupakan upaya pemanfaatan bahan pakan lokal, limbah sayuran pasar, pertanian dan industri untuk menjaga ketersediaan pakan ternak

Diduga ada pengaruh secara parsial antara tingkat penerapan teknologi (bibit, kandang,pakan,kesehatan ternak dan pasca panen) dengan pendapatan anggota

Limbah organik di Indonesia yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan dalam susunan pakan ternak ruminansia di antaranya adalah limbah industri perkebunan

Potensi yang ada pada industri pakan adalah: (a) bahan baku (berangkasan kedelai) mudah di dapat dan murah, (b) telah lama berpengalaman usaha ternak, (c) teknologi pa- kan