1 MAKALAH PEMBELAJARAN KESEHATAN SOSIAL DAN EMOSIONAL
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah : kesehatan sosial dan emosional
DOSEN PENGAMPUH:
Suyatmin, M.Or
Disusun Oleh:
Vera Agustin (A852320016)
JURUSAN PENJAS:
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN MELAWI NANGA PINOH TAHUN: 2023/2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur senantiasa selalu kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan limpahan Rahmat, Taufik dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Shalawat serta salam tak lupa kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukan jalan kebaikan dan kebenaran di dunia dan akhirat kepada umat manusia.
Makalah ini di susun guna memenuhi tugas mata kuliah Kesehatan Sosial dan Emosional juga untuk khalayak ramai sebagai bahan penambah ilmu pengetahuan serta informasi yang semoga bermanfaat.
Makalah ini kami susun dengan segala kemampuan kami dan semaksimal mungkin.
Namun, kami menyadiri bahwa dalam penyusunan makalah ini tentu tidaklah sempurna dan masih banyak kesalahan serta kekurangan. Maka dari itu kami sebagai penyusun makalah ini mohon kritik, saran dan pesan dari semua yang membaca makalah ini terutama Dosen Mata Kuliah Kesehatan Sosial dan Emosional yang kami harapkan sebagai bahan koreksi untuk kami.
Nanga Pinoh, Mei 2024
Penyusun
ii DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 1
1.3 Tujuan Pembelajaran ... 2
BAB II PEMBAHASAN ... 3
2.1 Pengertian kesehatan sosial dan emosional ... 3
2.2 Upaya mendorong mendorong kesehatan sosial dan emosional pada anak ... 3
2.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan sosial dan emosional ... 4
2.4 Manfaat mengetahui kesehatan sosial dan emosional ... 6
2.5 Tujuan pembelajaran kesehatan sosial dan emosional ... 8
BAB III PENUTUP ... 9
3.1 Kesimpulan ... 9
Daftar Pustaka ... 10
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
Kesehatan sosial dan emosional adalah kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi kita serta membentuk koneksi sosial dan hubungan dengan dunia di sekitar kita. Kesehatan sosial emosional yang kuat memungkinkan seseorang untuk mengintegrasikan pikiran, emosi, dan perilaku mereka dengan cara yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik dalam hidup.Sebagai tempat pembelajaran dan pertumbuhan, sekolah adalah tempat yang ideal untuk mendukung kesehatan sosial dan emosional siswa, staf, dan guru serta menawarkan sumber daya dan peluang untuk membangun ketahanan.Kesehatan sosial bukan hanya bertujuan agar Anda dapat membangun hubungan yang baik dengan orang lain. Hal ini juga terbukti bisa memperkuat fungsi kekebalan tubuh, menjaga kesehatan jantung, dan menimbulkan rasa bahagia sehingga mengurangi risiko depresInteraksi sosial yang positif dapat meningkatkan kebahagiaan dan kepuasan hidup, sementara isolasi sosial dan konflik dapat merusaknya. Inilah mengapa menjaga kesehatan mental dalam kehidupan sosial sangat penting. Hubungan sosial yang sehat adalah kunci untuk menjaga kesehatan mental.Saat kesehatan mental terjaga, seseorang akan lebih mudah dalam menangani stres, berhubungan dengan orang lain, dan membuat pilihan.
B. RUMUSAN MASALAH
a) Pengertian kesehatan sosial dan emosional?
b) Mengetahui cara yang dilakukan untuk mendorong kesehatan sosial dan emosional?
c) Faktor-faktor mempengaruhi kesehatan sosial dan emosional?
d) Manfaat mengetahui kesehatan sosial dan emosional?
e) Tujuan pembelajaran kesehatan sosial dan emosional?
2 C. TUJUAN
a) Mengetahui pengertian tentang sosial dan emosional
b) Mengetahui cara mendorong kesehatan sosial dan emosional c) Untuk mengetahui faktor apa saja yang ada di sosial dan emosional d) Mengetahui manfaat dari kesehatan sosial dan emosional
e) Agar kita tau tujuan pembelajaran kesehatan sosial dan emosional
BAB II PEMBAHASAN
A.PENGERTIAN KESEHATAN SOSIAL DAN EMOSIONAL
Kesehatan sosial emosional adalah kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi kita serta membentuk koneksi sosial dan hubungan dengan dunia di sekitar kita. Kesehatan sosial emosional yang kuat memungkinkan seseorang untuk mengintegrasikan pikiran, emosi, dan perilaku mereka dengan cara yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik dalam hidup.”Perkembangan sosial pencapaian kematangan dalam hubungan atau interaksi sosial.
Dapat juga diartikan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma kelompok, tradisi dan moral agama. Sedangkan emosi merupakan faktor dominan yang mempengaruhi tingkah laku individu, dalam hal ini termasuk pula perilaku belajar. Emosi dibedakan menjadi dua, yakni emosi positif dan emosi negatif.
Emosi positif seperti perasaan senang, bergairah, bersemangat, atau rasa ingin tahu yang tinggi akan mempengaruhi individu untuk mengonsentrasikan dirinya terhadap aktivitas belajar.Kesehatan sosial-emosional termasuk sebuah aspirasi, dan kemungkinan besar bukan sesuatu yang dapat dicapai sepenuhnya oleh siapa pun. Kita harus merasa nyaman terusmenerus memperbaiki diri, bersikap reflektif, mawas diri, dan analitis, sekaligus menantang diri kita sendiri untuk memperdalam pemahaman dan menghadapi pengalaman masa lalu yang membentuk persepsi, perasaan, keputusan, dan reaksi kita saat ini Kesehatan mental adalah bagian besar dari kesehatan sosial-emosional, dan siapa pun yang mempelajari kesehatan mental tahu bahwa ada dua teori umum tentang perkembangan emosional dan kesehatan emosional yang juga berlaku untuk kesehatan sosial-emosionalsosial-emosional.
4 B. UPAYA MENDORONG KESEHATAN SOSIAL DAN EMOSIONAL PADA ANAK 1.sikap sosial
Bermain mendorong anak untuk meninggalkan pola berfikir egosentrisnya. Dalam situasi bermain anak bisa mempertimbangkan sudut pandang teman bermainya sehingga egosentrisnya bisa sedikit demi sedikit berkurang. Dalam permainan, anak belajar bekerjasama untuk tujuan bersama. Iapun terdorong untuk belajar berbagi, bersaing dengan jujur, menang atau kalah dengan sportif, mempertahankan haknya dan peduli terhadap hakhak orang lain. Lebih lanjut ia pun akan belajar makna kerja tim dan semangat tim.
2. Belajar berkomunikasi
Untuk dapat bermain dengan baik bersama orang lain, anak harus bisa mengerti dan dimengerti oleh teman-temanya. Hal ini mendorong anak untuk belajar bagaimana berkomunikasi dengan baik, bagaimana membentuk hubungan sosial, bagaimana menghadapi dan memcahkan masalah-masalah yang timbul dalam hubungan tersebut.
3. Belajar mengorganisasi
Saat bermain bersama orang lain, anak juga berkesempatan belajar berorganisasi. Bagaimana ia harus melakukan pembagian peran diantara mereka yang turut serta dalam permainan tersebut, misalnya siapa yang menjadi guru dan siapa yang menjadi muridnya.
4. Lebih menghargai
perbedaan/perbedaan orang lain Bermain memungkinkan bagi anak untuk mengembangkan kemampuan empatinya. Hal tersebut membantu anak membangun pemahaman yang lebih baik atas orang lain, lebih toleran, serta mampu berlapang dada terhadap perbedaanperbedaan yang dijumpai.
5. Menghargai harmoni dan kompromi
Saat dunianya semakin luas dan kesempatan berinteraksi semakin sering dan bervariasi maka akan tumbuh kesadaranya akan makna peran sosial, persahabatan,perlunya menjalin hubungan serta perlunya strategi dan diplomasi dalam berhubungan dengan orang lain.
C. FAKTOR-FAKTOR MEMPENGARUHI KESEHATAN SOSIAL DAN EMOSIONAL 1.Kondisi Fisik
Apabila keseimbangan tubuh terganggu karena kelelahan atau kesehatan yang buruk atau perubahan yang berasal dari perkembangan maka mereka akan mengalami emosi yang meninggi. Kondisi-kondisi fisik yang mengganggu antara lain :
a) Kesehatan yang buruk, di sebabkan karena gizi yang buruk, gangguan pencernaan atau penyakit. Masih menurut hurlock kondisi kesehatan yang buruk pada seseorang akan membuat dirinya menjadi terbatas di banding dengan orang yang sehat, taapalagi jika kondisi tersebut berlangsung lama.
b) Kondisi yang merangsang, seperti pengakit kulit termasuk rasa gatal apabila ada pada bagian tubuh yang terbuka bisa mengakibatkan seorang merasa minder dan menutup diri.
Gatal yang tak henti akan mengakibatkan kejengkelan pada individu dan dapat menimbulkan emosi yang tak terkontrol, terutama pada saat ingin mengahiri rasa sakitnya.
c) Gangguan kronis, seperti asma atau penyakit kencing manis. Penyakit kronis kerap membuat seorang putus asa.
d) Perubahan kelenjar, terutama pada saat masa puber.
2.Kondisi lingkungan
Ketegangan yang terus menerus, jadwal yang ketat dan terlalu banyak pengalaman yang menggelisahkan yang merangsang anak secara berlebihan akan berpengaruh pada emosi anak.
Berikut penjelasanya.
a) Ketegangan yang disebabkan oleh pertengkaran dan penyelisihan yang terus menerus.
Pertengkaran atau perselisihan dalam konteks hubungan sosial sebenarnya wajar akan tetapi jika konflik tersebut berlangsung secara terus.
6 b) Sikap orang tua yang selalu mencemaskan atau terlalu melindungi, over protective bisa mengakibatkan penolakan dari orang yang disayanginya. Seolah-olah rasa sayang dibalas dengan rasa benci. Karena sesungguhnya sudah menjadi sifat alamiah manusia tidak mau terlalu dilindungi dan diatur oleh pihak luar.
3.Faktor psikologis
misalnya keyakinan, diagnosis kesehatan mental, persepsi, kecanduan. Faktor sosial , misalnya hubungan, keluarga, budaya, pekerjaan, uang, perumahan.
a) Kegagalan dalam mencapai tingkatan aspirasi. Kegagalan berulang-ulang dapat mengakibatkan timbulnya keadaan cemas, sedikit atau banyak.
b) Kecemasan setelah pengamalan emosi tertentu yang sangat kuat. Sebagai contoh akibat lanjutan dari pengalaman menakutkan akan mengakibatkan anak merasa takut kepada setiap situasi yang mengancam.
c) Perlengkapan intelektual yang buruk, anak yang memiliki tingkat intelektual rendah rata-rata mempunyai pengendalian emosi yang kurang di bandingkan dengan anak yang pandai pada tingkat umur yang sama.
D. MANFAAT MENGETAHUI KESEHATAN SOSIAL DAN EMOSIONAL 1. Meningkatkan prestasi akademik
2. Meningkatkan kesadaran diri dan rasa percaya diri 3. Meningkatkan empati terhadap orang lain
4. Meningkatkan keterampilan membangun hubungan baik 5. Mengurangi tekanan emosional
Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh siswa apabila sekolah menerapkan pembelajaran sosial emosional. Apa saja manfaatnya? 1. Meningkatkan prestasi akademik
Melansir dari The Circle Education, pembelajaran sosial emosional dapat meningkatkan prestasi akademik siswa. Hal ini dikarenakan, ketika siswa merasa didengarkan dan dihormati di kelas, mereka dapat lebih mudah fokus pada pembelajaran dan merasa percaya diri dengan kemampuan mereka.SEL juga membuat perilaku siswa di sekolah menjadi lebih baik, meningkatkan kehadiran mereka di sekolah, dan memotivasi mereka untuk belajar.
2. Meningkatkan kesadaran diri dan rasa percaya diri
Social emotional learning juga dapat meningkatkan kesadaran diri dan rasa percaya diri siswa.
Sebab, SEL mendorong perubahan perkembangan di mana siswa yang biasanya bergantung pada orang lain dalam memutuskan bagaimana mereka bertindak dan bersikap, kini lebih percaya diri untuk menentukan arah mereka sendiri.Pembelajaran ini memungkinkan anak- anak untuk membangun rasa percaya diri dan percaya terhadap diri sendiri.Selain itu, pembelajaran sosial emosional juga meningkatkan kesadaran diri remaja dengan mengajari mereka untuk memperhatikan bagaimana tindakan dan keputusan mereka memengaruhi diri mereka sendiri dan orang lain.
3. Meningkatkan empati terhadap orang lain
Empati adalah kemampuan seseorang dalam memahami perasaan dan perspektif orang lain.
Empati juga sering dianggap sebagai keterampilan sosial inti. Sayangnya, kemampuan berempati sering diabaikan dalam kurikulum sekolah.Dengan menerapkan pembelajaran sosial emosional, akan mendorong siswa untuk mempertimbangkan perspektif dan perasaan teman sebaya, guru, dan orang tua mereka. Mempraktikkan empati adalah pintu gerbang untuk membangun keterampilan penting lainnya seperti penyelesaian konflik, komunikasi yang sehat, dan kebaikan terhadap orang lain.
4. Meningkatkan keterampilan membangun hubungan baik
8 dan melatih empati, mereka juga menjadi lebih terampil dalam membangun dan memelihara hubungan dengan baik. Ini berlaku dalam hal mengetahui bagaimana menjadi teman yang baik, mengenali emosi orang lain, dan terlibat dalam penyelesaian konflik.Pembelajaran ini juga mengajarkan siswa bagaimana cara bekerja sama yang baik dengan orang lain dan melatih kerja sama tim. Keterampilan bekerja sama yang baik tidak hanya bermanfaat untuk siswa di kelas saja, tapi juga dalam lingkungan sosial dan dunia kerja nantinya.
5. Mengurangi tekanan emosional
Menerapkan pembelajaran sosial emosional dapat mengurangi tekanan emosional yang dirasakan oleh siswa. Sebab, pembelajaran ini membekali siswa dengan kemampuan dalam mengatur diri sendiri, serta mengelola dan mengatasi emosi sehingga rasa cemas, depresi, dan stres yang dirasakan siswa dapat berkurang.
E. TUJUAN PEMBELAJARAN KESEHATAN SOSIAL DAN EMOSIONAL
Dalam menerapkan pembelajaran sosial emosional diperlukan kerja sama yang baik seluruh komunitas sekolah agar tujuan dari pembelajaran ini tercapai. Adapun tujuan SEL adalah sebagai berikut.
a) Memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa tentang diri sendiri dan orang- orang di sekitar mereka.
b) Membantu siswa dalam memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang akan membantu mereka dalam memahami emosi yang dirasakan, mengembangkan identitas mereka, dan menetapkan tujuan.
c) Mengurangi stress dan tekanan yang dialami dalam proses belajar.Siswa mampu mencapai kebahagiaan dan keberhasilan dalam hidup dengan keseimbangan antara kompetensi akademik dan sosial emosional.
BAB III KATA PENUTUP A. KESIMPULAN
proses dimana anak belajar beradaptasi untuk memahami situasi dan emosi dalam berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya, mendengarkan, mengamati dan meniru apa yang mereka lihat. yang berkaitan dengan pemahaman diri, empati terhadap orang lain, serta kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi secara efektif. Ini mencakup aspek-aspek seperti keterampilan sosial, regulasi emosi, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan.
Faktor yang sangat mempengaruhi perkembangan peserta didik pada usia remaja dan kanak kanak yaitu diantaranya: didikan orang tua, lingkungan sekitar tempat tinggal dan perlakuan guru di sekolah. Pengaruh sosio-emosional yang baik pada remaja terhadap diri sendiri yaitu untuk mengendalikan diri, memutuskan segala sesuatu dengan baik, serta bisa lebih matang merencanakan segala hal yang akan diputuskannya, sedangkan terhadap orang lain, yaitu mampu menjalin kerjasama yang baik, saling menghargai dan mampu memposisikan diri di lingkungan dengan baik. Agar seorang peserta didik dapat memiliki kecerdasan emosi dengan baik haruslah dibentuk sejak usia dini, karena pada saat itu amat sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan manusia selanjutnya. Sebab pada usia ini dasardasar kepribadian anak telah terbentu.
10 DAFTAR PUSAKA
Yusuf, Syamsu L.N. dan Nani M. Sugandhi. 2011. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada.
Denham, S. A. (1998). Emotional development in young children. Guilford Press.