PROCEEDINGS
PEMBELAJARAN PASCA PANDEMI COVID-19 DI SASTRA JERMAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Oryza Kumala Putri(1) ,Primardiana Hermilia Wijayati(2) Universitas Negeri Malang
[email protected], [email protected]
Abstrak: This paper is the result of research on the phenomenon of learning loss caused by a lack of interaction during online learning for students of the Department of German Language Education, State University of Malang. The purpose of this research is to describe learning loss due to lack of interaction of German Language Education students of State University of Malang during online learning. Learning loss is a phenomenon where students experience a decrease in knowledge. This research uses a descriptive method with a quantitative approach, then the data collection technique uses Purposive Random Sampling with a research sample of 2019- 2021 batch students, each of which consists of three batches which will be taken randomly.
Data were obtained using a questionnaire distributed using Google Form. Data analysis in this study used descriptive statistical techniques. The results showed that most students of the German Language Education Department experienced the phenomenon of learning loss due to lack of interaction during online learning during the COVID-19 pandemic.
Kata Kunci: learning loss, interaction
PENDAHULUAN
Pemerintah Indonesia saat ini telah menghapus peraturan mengenai PPKM, hal ini dilandasi oleh jumlah sebaran kasus covid-19 yang semakin melandai dan semakin tingginya kekebalan masyarakat Indonesia (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2022). Pemerintah Indonesia telah menghapus peraturan menggunakan masker, dengan persyaratan memiliki kondisi badan yang sehat, akan tetapi masih dianjurkan untuk menggunakan masker pada saat berapa di ruang tertutup atau pada saat menggunakan fasilitas umum untuk memperkecil resiko tertular virus (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, 2023). Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2022 mengenai Penyelenggaraan Pembelajaran di Perguruan Tinggi di Masa Pandemi COVID-19 Tahun Akademik 2022/2023 menjelaskan bahwa perguruan tinggi dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan memperhatikan protokol kesehatan (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 2022) Berdasarkan kebijakan tersebut, Universitas Negeri Malang memutuskan untuk memulai pembelajaran luring pada semester gasal 2022/2023 (Universitas Negeri Malang, 2022).
PROCEEDINGS
Pembelajaran tatap muka (luring) dinilai lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran daring, karena pembelajaran tatap muka akan lebih terpantau dengan kegiatan positif diberikan yang dilakukan dosen kepada mahasiswa (Mayasari et al., 2021). Perkuliahan tatap muka juga lebih diminati, karena interaksi antara dosen dengan mahasiswa lebih efektif, mengurangi miskomunikasi, serta mahasiswa dapat lebih terlibat dalam kegiatan dosen (Sy & Rahman, 2022). Perubahan pembelajaran menjadi pembelajaran daring, menuntut dosen untuk lebih kreatif dan inovatif, untuk mengisi perbedaan yang terjadi karena perubahan proses pembelajaran (Mila et al., 2021).
Kreatifitas yang dimiliki oleh dosen akan membantu efektifitas pembelajaran daring diantaranya untuk membantu mahasiswa beradaptasi dalam pembelajaran daring selain itu juga dapat menghasilkan suasana belajar yang menarik hingga mempermudah mahasiswa untuk menyerap materi pembelajaran (Mubarok, 2021).
Pembelajaran daring selama pandemi covid-19 ini juga telah membuat mahasiswa kehilangan motivasi untuk belajar (Izzatunnisa et al., 2021). Selama pembelajaran daring, dosen juga tidak mampu untuk selalu mengawasi mahasiswa selama proses pembelajaran dilakukan (Sadikin & Hamidah, 2020). Pembelajaran daring selama masa pandemi, menimbulkan kebiasaan- kebiasaan baru pada mahasiswa, seperti rendahnya respon serta keaktifan mahasiswa pada saat pembelajaran luring pasca-pandemi (Tauhidah & Rofi’ah, 2022). Selain itu, hal utama yang ditakutkan akan terjadi kepada mahasiswa adalah terjadinya learning loss (Cerelia et al., 2021).
Fenomena ini sering terjadi di negara yang memiliki sistem libur panjang, seperti Belanda (Broekman et al., 2021). Dalam hal pandemi covid-19, learning loss merupakan dampak dari pembelajaran daring, karena hal ini merupakan perubahan yang datang dengan tiba-tiba, sehingga mahasiswa tidak siap untuk menghadapi suatu perubahan proses pembelajaran (Ulfah et al., 2022).
Learning loss dapat ditandai dengan target capaian belajar yang tidak tercapai pada tingkat yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya (Pier et al., 2021). Di negara luar, learning loss biasa terjadi pada masyarakat yang memiliki ekonomi rendah karena tidak memiliki kemampuan untuk mengakses ponsel dan internet untuk belajar (Pratiwi, 2021).
Learning loss juga dapat diartikan dengan menurunnya ketertarikan belajar akibat kurangnya interaksi yang dilakukan selama pembelajaran (Muthmainnah & Rohmah, 2022). Selama proses pembelajaran daring, dosen menggunakan media virtual untuk menyampaikan materi pembelajaran, hal ini mengakibatkan penyampaian materi yang tidak maksimal (Ahmadi & Syahrani, 2022).
Penyampaian materi yang kurang maksimal banyak mahasiswa yang mengalami ketidakpahaman akan materi yang diberikan dosen, akan tetapi mahasiswa lebih memilih untuk bersikap pasif dalam jalannya pembelajaran daring dengan cara tidak merespon dosen dan memilih untuk mematikan kamera pada video conference, sehingga mengakibatkan dosen tidak mengetahui apakah materi yang disampaikannya sudah dipahami oleh mahasiswa atau belum (Marifa et al., 2021).
Dalam pembelajaran daring, mahasiswa mengalami banyak kendala, salah satunya adalah interaksi belajar (Assiddiqi & Soeryanto, 2021). Interaksi merupakan salah satu unsur penting dalam pembelajaran. Terdapat dua perbedaan interaksi selama pembelajaran sebelum pandemi (luring)
PROCEEDINGS
dan disaat pandemi (daring) yaitu interaksi yang dimiliki dosen dan mahasiswa serta antar mahasiswa sangat baik, sehingga mampu menumbuhkan serta mendorong motivasi mahasiswa untuk belajar, sedangkan interaksi pembelajaran di masa pandemi membuat mahasiswa menjadi ketergantungan akan membuka ponsel, sehingga menimbulkan ketergantungan atau hal negatif lainnya (Indriyani et al., 2021).
Datangnya pandemi covid-19 membuat pembelajaran harus dialihkan menjadi pembelajaran daring. Setelah pembelajaran kembali ke pembelajaran tatap muka, para dosen menyadari terjadinya learning loss yang dialami oleh para mahasiswa. Kelemahan mahasiswa dalam menguasai materi yang dipelajari ketika masa pandemi menyebabkan dosen harus mengulangi materi sebelumnya agar mahasiswa dapat mengikuti materi perkuliahan pada semester ini.
Permasalahan tersebut melatarbelakangi peneliti untuk melakukan penelitian yang berjudul
“Pembelajaran Pasca Pandemi COVID-19 di Sastra Jerman Universitas Negeri Malang”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan learning loss akibat interaksi yang dialami mahasiswa selama pembelajaran daring.
Saat ini sektor pendidikan di Indonesia mengalami perubahan dalam melakukan proses pembelajaran. Penelitian ini perlu dilakukan agar aspek-aspek learning loss salah satunya yaitu kurangnya interaksi dalam pembelajaran dapat diidentifikasi, sehingga dosen maupun mahasiswa dapat merencanakan strategi yang tepat menutupi ketertinggalan yang diakibatkan oleh fenomena learning loss yang dialami oleh mahasiswa di Departemen Sastra Jerman, Universitas Negeri Malang.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa Departemen Sastra Jerman Universitas Negeri Malang yang aktif dalam pembelajaran daring selama pandemi COVID-19. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Random Sampling. Teknik pengambilan sampel ini termasuk non-probabilitas karena peneliti telah memiliki penilaian tersendiri untuk memperoleh sampel yang representatif (Black, 2010). Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Departemen Sastra Jerman Angkatan tahun 2019 – 2021 yang mengalami perkuliahan daring selama masa pandemi, dan luring pasca pandemi. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa angkatan tahun 2019 hingga 2021 yang masing masing terdiri dari 3 angkatan yang diambil secara acak.
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk menjaring data dan informasi yang dimiliki oleh mahasiswa tentang mengenai interaksi yang dilakukan selama perkuliahan daring. Kuesioner merupakan salah satu metode dalam pengambilan data yang dilakukan dengan memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab (Sugiyono, 2017).
Peneliti menggunakan jenis kuesioner tertutup dan responden dapat memilih jawaban yang telah disajikan untuk memberikan kesempatan responden dalam mengungkapkan pendapat. Kuesioner akan disebarkan pada mahasiswa Departemen Sastra Jerman menggunakan Google Form. Analisis
PROCEEDINGS
data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik analisis deskriptif. Data yang diperoleh melalui kuesioner dianalisis dalam bentuk persentase.
HASIL
Kuesioner diberikan kepada mahasiswa tahun ajaran 2019 hingga 2021, berisi beberapa indikator dari interaksi edukatif untuk pembelajaran, diantaranya adalah tingkah laku, kesulitan belajar dan evaluasi interaksi selama pembelajaran (Halifah et al., 2016). Responden yang telah berpartisipasi dalam pengisian kuesioner ini total 111 mahasiswa dari tahun ajaran 2019 hingga 2021. Kuesioner memiliki beberapa pilihan jawaban yang masing-masing nilainya, yaitu Selalu (3), Kadang-kadang (2), serta Tidak pernah (1). Berdasarkan kuesioner yang diberikan kepada responden terkait interaksi yang dijalani selama pembelajaran daring, dapat ditemukan beberapa hal yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 1. Unsur Pembelajaran Daring
No Butir Pernyataan TS (1) KK (2) S (3)
f % f % f %
1
Saya membutuhkan adanya sebuah interaksi dalam proses pembelajaran daring.
0 0 24 22% 87 78%
2
Selama proses pembelajaran daring, saya
dan dosen melakukan interaksi . 4 4% 71 64% 36 32%
3
Saya melakukan diskusi selama pembelajaran daring dengan teman mahasiswa.
1 1% 68 61% 42 38%
6
Saya membaca materi yang disajikan
dosen di SIPEJAR. 16 14% 83 75% 12 11%
7
Saya memahami materi perkuliahan
selama pembelajaran daring. 0 0 69 62% 42 38%
Menurut tabel 1. Mahasiswa sebanyak 87 (78%) memilih pilihan jawaban (3) yang menjelaskan bahwa mahasiswa membutuhkan adanya interaksi dalam proses pembelajaran daring.
Pada pernyataan 2 terdapat sebanyak 71 (64%) mahasiswa yang menjawab pada pilihan (2) terkait interaksi dosen dengan mahasiswa selama pembelajaran daring. Selain itu, mahasiswa sebanyak 68 (61%) menyatakan bahwa jarang dilakukan diskusi selama proses pembelajaran daring. Pernyataan mengenai penggunaan SIPEJAR, memiliki sebanyak 81 (75%) mahasiswa yang menyatakan bahwa mereka jarang membaca materi yang disajikan dosen di SIPEJAR. Mahasiswa sebanyak 69 (62%) juga menyatakan bahwa pemahaman materi saat pembelajaran daring dirasa kurang.
PROCEEDINGS
Tabel 2. Unsur Tingkah Laku
No Butir Pernyataan TS (1) KK (2) S (3)
f % f % f %
4
Saya memilih untuk menyalakan kamera selama perkuliahan daring berlangsung karena tidak memahami materi yang disampaikan.
3 3% 72 65% 36 32%
5
Saya bermain ponsel selama
pembelajaran daring berlangsung. 7 6% 32 29% 72 65%
Pada tabel 2. Mahasiswa sebanyak 72 (65%) memilih poin (2) pada pernyataan 4 yang menyatakan bahwa mahasiswa memilih untuk sesekali menyalakan kamera selama perkuliahan karena tidak memahami materi yang disampaikan. Mahasiswa juga sering bermain ponsel, dapat dilihat dalam data pada pernyataan 5, terdapat 72 mahasiswa (65%) memilih pilihan (3) yang menjelaskan bahwa mahasiswa sering bermain ponsel saat pembelajaran.
PEMBAHASAN
Sebagian dari mahasiswa memerlukan adanya sebuah interaksi selama pembelajaran daring berlangsung. Kebutuhan interaksi terjadi karena tidak maksimalnya interaksi antara dosen dan mahasiswa serta kurangnya pelaksanaan diskusi antar mahasiswa saat berjalannya proses pembelajaran daring. Mahasiswa juga tidak menggunakan platform SIPEJAR secara maksimal sebagai platform interaktif. Tidak dilaksanakannya interaksi dengan baik, mengakibatkan kurang pahamnya mahasiswa akan materi yang diberikan oleh dosen selama pembelajaran daring. Hal ini sejalan dengan pendapat Pambudi dan Widiansyah bahwa interaksi dibutuhkan oleh mahasiswa dalam pembelajaran jarak jauh untuk membantu dalam pemahaman materi (Pambudi & Subhan Widiansyah, 2022).
Selama pembelajaran daring, mahasiswa hanya sesekali menyalakan kamera karena tidak memahami pembelajaran serta seringnya mahasiswa memainkan ponsel saat pembelajaran daring berlangsung. Hal ini selaras dengan pendapat Marifa dkk yang menjelaskan mahasiswa banyak yang memilih untuk bertingkah pasif selama pembelajaran daring dikarenakan kurang pahamnya materi yang disampaikan oleh dosen (Marifa et al., 2021).
Interaksi yang dialami oleh mahasiswa, secara umum memberikan pengaruh terhadap learning loss. Interaksi yang berjalan kurang maksimal, lalu diskusi yang kurang efektif, serta mahasiswa yang hanya sesekali menyalakan kamera dan bermain ponsel selama perkuliahan daring, telah menimbulkan kurangnya pemahaman materi pada mahasiswa. Penurunan pengetahuan mahasiswa terhadap beberapa materi ini dapat disebut dengan learning loss (Donnelly
& Patrinos, 2022).
PROCEEDINGS
KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kurangnya interaksi menimbulkan fenomena learning loss pada mahasiswa tahun ajaran 2019 hingga 2021 di Departemen Pendidikan Bahasa Jerman, Universitas Negeri Malang. Learning loss terjadi karena kurangnya pemahaman materi selama pembelajaran daring berlangsung. Hal ini diakibatkan oleh tidak berjalannya interaksi selama pembelajaran daring dengan maksimal. Interaksi merupakan poin penting dalam berjalannya pembelajaran jarak jauh atau daring. Interaksi yang kurang maksimal antara dosen dengan mahasiswa, jarang dilakukannya diskusi mahasiswa dengan mahasiswa lainnya, tidak memaksimalkan penggunaan platform SIPEJAR, hingga tingkah laku mahasiswa selama pembelajaran jarak jauh mampu menimbulkan kurangnya pemahaman materi.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, S., & Syahrani, S. (2022). Pelaksanaan pembelajaran di STAI RAKHA sebelum, semasa dan sesudah pandemi COVID-19. Journal of Education, 2(1).
Assiddiqi, D. R., & Soeryanto. (2021). Peluang menurunnya capaian hasil belajar (learning loss) dan alternatif solusinya: Kajian kasus pembelajaran online di era pandemi covid-19 di jurusan teknik mesin UNESA. Jurnal Pendidikan Teknik Mesin, 10(3).
Black, K. (2010). Business statistics: contemporary decision making (6th ed.). John Wiley & Sons.
Broekman, F., Smeets, R., Bouwers, E., & Piotrowski, J. (2021). Exploring the summer slide in the Netherlands. International Journal of Educational Research, 107.
Cerelia, J. J., Sitepu, A. A., & Toharudin, T. (2021). Learning loss akibat pembelajaran jarak jauh selama pandemi covid-19 di Indonesia. E-prosiding Seminar Nasional Statistika Departemen Statistika FMIPA Universitas Padjadjaran, 10, 27.
Donnelly, R., & Patrinos, H. A. (2022). Learning loss during covid-19: an early systematic review.
Prospect, 51(4), 601–609.
Halifah, R., Supriadi, & Rivaie, W. (2016). Analisis interaktif guru dan siswa meningkatkan motivasi belajar sosiologi siswa SMA Negeri 1 Singkawang. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 5(10).
Indriyani, L., Sutarna, N., & Fitriyani, Y. (2021). Analisis perubahan interaksi sosial siswa sekolah dasar di masa pandemi . Jurnal Lensa Pendas, 6(2).
Izzatunnisa, L., Suryanda, A., Kholifah, A. S., Loka, C., Goesvita, P. P. I., Agatha, P. S., &
Anggraeni, S. (2021). Motivasi belajar siswa selama pandemi dalam proses belajar dari rumah. Jurnal Pendidikan, 9(2).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). PPKM di Indonesia resmi dicabut.
https://www.kemkes.go.id/article/view/22123100001/ppkm-di-indonesia-resmi-dicabut.html Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. (2023,
June 13). Inilah ketentuan satgas tentang protokol kesehatan pada masa transisi endemi covid-19. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
PROCEEDINGS
https://www.menpan.go.id/site/berita-terkini/berita-daerah/inilah-ketentuan-satgas-tentang- protokol-kesehatan-pada-masa-transisi-endemi-covid-19
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2022, July 12). Penyelenggaraan pembelajaran di perguruan tinggi di masa coronavirus disease 2019 (covid-19) tahun akademik 2022/2023. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Dan
Kebudayaan Republik Indonesia.
https://dikti.kemdikbud.go.id/pengumuman/penyelenggaraan-pembelajaran-di-perguruan- tinggi-di-masa-pandemi-coronavirus-disease-2019-covid-19-tahun-akademik-2022-2023/
Marifa, K., Komariah, K., Hamidah, S., & Sugiyono, S. (2021). Hambatan pembelajaran daring dalam perkuliahan pada masa pandemi COVID-19. Prosiding Pendidikan Teknik Boga Busana, 16(1).
Mayasari, A., Supriani, Y., & Arifudin, O. (2021). Implementasi sistem informasi manajemen akademik berbasis teknologi informasi dalam meningkatkan mutu pelayanan pembelajaran di SMK. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. 4(5).
Mila, J., Ahdar, & Natsir, E. (2021). Problematika guru dan siswa dalam proses pembelajaran daring pada masa pandemi covid-19 di UPTD SMP Negeri 1 Parepare. Jurnal Pendidikan dan Budaya, 3(2).
Mubarok, M. N. (2021). Pengaruh proses pembelajaran e-learning dan kreativitas dosen terhadap efektivitas pembelajaran masa pandemi covid-19 di Institut PTIQ Jakarta [Institut PTIQ Jakarta].
Muthmainnah, A., & Rohmah, S. (2022). Learning Loss: analisis pembelajaran jarak jauh. Jurnal Kewarganegaraan, 6(1).
Pambudi, G. A. & Subhan Widiansyah. (2022). Dampak pembelajaran daring di masa pandemi terhadap pemahaman materi mahasiswa FKIP UNTIRTA. Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan, 1(5), 500–506.
Pier, L., Hough, H. J., Christian, M., Bookman, N., Wilkenfeld, B., & Miller, R. (2021). Covid-19 impacts on student learning: Evidence from interim assessments in California. Policy Analysis for California Education.
Pratiwi, W. D. (2021). Dinamika learning loss: guru dan orang tua. Jurnal Edukasi Nonformal, 2(1), 147–153. 2(1).
Sadikin, A., & Hamidah, A. (2020). Pembelajaran daring di tengah wabah covid-19: (Online Learning in the Middle of the Covid-19 Pandemic). Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, 6(2).
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sy, N. S., & Rahman, S. R. (2022). Persepsi dan preferensi mahasiswa terhadap pembelajaran luring dan daring pada mata kuliah botani tingkat rendah. Jurnal Biologi Dan Pembelajarannya, 4(1), 69–76.
PROCEEDINGS
Tauhidah, D., & Rofi’ah, N. L. (2022). Kendala pembelajaran tatap muka pasca pandemi COVID-19 siswa SMA pada pembelajaran biologi. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi, 8(1), 396–399.
Ulfah, Supriani, Y., & Arifudin, O. (2022). Kepemimpinan pendidikan di era disrupsi. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(1).
Universitas Negeri Malang. (2022). Pengumuman registrasi mahasiswa semester gasal tahun akademik 2022/2023 [mahasiswa lama]. Universitas Negeri Malang (UM).
https://um.ac.id/info-akademik/pengumuman-registrasi-mahasiswa-semester-gasal-tahun- akademik-2022-2023-mahasiswa-lama/