POPULASI CACING TANAH DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) AKIBAT
PEMBERIAN BAHAN ORGANIK DAN PUPUK HAYATI
POPULASI CACING TANAH DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) AKIBAT
PEMBERIAN BAHAN ORGANIK DAN PUPUK HAYATI
Sri Yusnaini Kushendarto M.A. Syamsul Arif
Annove Kurnia Arof
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS
LAMPUNG
LATAR BELAKANG
Lampung didominasi tanah Ultisol :
ciri tanah bersifat masam, kandungan bahan organik
rendah, hara yang tersedia rendah dan KTK rendah .
Lampung didominasi tanah Ultisol :
ciri tanah bersifat masam, kandungan bahan organik
rendah, hara yang tersedia rendah dan KTK rendah .
Perlu adanya upaya
peningkatan kesuburan tanah ultisol melalui
penambahan pupuk hayati dan jenis bahan organik.
Bahan Organik cacing tanah Sifat
Fisik, Kimia, dan Biologi Kesuburan tanah
Meningkat
Perlu adanya upaya
peningkatan kesuburan tanah ultisol melalui
penambahan pupuk hayati dan jenis bahan organik.
Bahan Organik cacing tanah Sifat
Fisik, Kimia, dan Biologi Kesuburan tanah
Meningkat Produksi Meningkat
Kerangka Pemikiran Kerangka Pemikiran
Tanah Ultisol Tanah Ultisol Sifat Fisik, Kimia,
Biologi Tanah Rendah
Sifat Fisik, Kimia, Biologi Tanah
Rendah Pupuk hayati
Pupuk hayati Bahan OrganikBahan Organik
Memperbaiki Struktur tanah Meningkatkan KTK
pH
Memperbaiki Struktur tanah Meningkatkan KTK
pH
Unsur Hara Tersedia Unsur Hara Tersedia Pertumbuhan Optimal Pertumbuhan Optimal
Produki Bawang Merah Meningkat Produki Bawang Merah Meningkat
Cacing Tanah Cacing Tanah
• Mempelajari pengaruh aplikasi pupuk hayati terhadap populasi cacing tanah pada pertanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.).
• Mempelajari pengaruh aplikasi bahan organik terhadap populasi cacing tanah pada pertanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.).
• Mempelajari pengaruh interaksi antara aplikasi pupuk
hayati dan bahan organik terhadap populasi cacing tanah pada produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.).
• Mempelajari pengaruh aplikasi pupuk hayati terhadap populasi cacing tanah pada pertanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.).
• Mempelajari pengaruh aplikasi bahan organik terhadap populasi cacing tanah pada pertanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.).
• Mempelajari pengaruh interaksi antara aplikasi pupuk
hayati dan bahan organik terhadap populasi cacing tanah pada produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.).
Tujuan Penelitian
Bahan dan Metode Bahan dan Metode
• Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan, mulai bulan September sampai dengan Desember 2017.
• Bibit bawang merah varietas Bima Brebes, pupuk kandang (kotoran sapi dan kotoran ayam), kompos jerami, baglog jamur tiram, dan pupuk hayati
• Cangkul, gembor, pisau, ember, sprayer,
plastik, penggaris, alat tulis, alat dokumentasi, patok, meteran, timbangan, paku payung dan peralatam untuk analisis laboratorium.
TEMPAT DAN WAKTU
BAHAN
ALAT
METODE PENELITIAN METODE PENELITIAN
• Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial 2 x 4 dan 3 kali ulangan
• Faktor 1 (PH) : B0 Tanpa Pupuk Hayati(Kontrol)
B1 (dengan pupuk hayati 5 ml/L)
• Faktor 2 : PS Pupuk Kandang Sapi (B0 20 ton /ha) PA Pupuk Kandang Ayam PJ Pupuk Kompos Jerami Padi
PB Pupuk Baglog Jamur
Analisis Data:uji Bartlet, Tukey,
Anara, dan BNT taraf nyata 5%
Pelaksanaan Penelitian Dan Variabel Pengamatan
• Persiapan Lahan (1,2 x 1 ) m
2• Aplikasi Pupuk Hayati dan Pupuk Organik
• Persiapan Bibit
• Penanaman
• Pemeliharaan
• Sampling Cacing Tanah (Vegetatif maksimum dan Panen)
• Variabel Pengamatan : Populasi (ind m
-2) dan
Biomassa (g m
-2) Cacing Tanah, KA tanah (%), suhu
0C, pH, C-org, bobot bawang merah basah
• Persiapan Lahan (1,2 x 1 ) m
2• Aplikasi Pupuk Hayati dan Pupuk Organik
• Persiapan Bibit
• Penanaman
• Pemeliharaan
• Sampling Cacing Tanah (Vegetatif maksimum dan Panen)
• Variabel Pengamatan : Populasi (ind m
-2) dan
Biomassa (g m
-2) Cacing Tanah, KA tanah (%), suhu
0C,
pH, C-org, bobot bawang merah basah
SAMPLING CACING TANAH
EARTHWORM SAMPLING
Monolith Spray mustard in monolith
Earthworm counting Earthworm collecting (Hand Sorting)
Hasil Penelitian Hasil Penelitian
Anara pengaruh aplikasi pupuk hayati dan jenis bahan organik terhadap populasi dan biomassa cacing tanah serta bobot umbi
basah bawang merah (Allium ascalonicum L.) Variabel Pengamatan Signifkasi
PH BO PHxBO
Populasi Cacing Tanah (37
Hst) tn tn *
Populasi Cacing Tanah (70
Hst) * * tn
Biomassa Cacing Tanah (37
Hst) tn * tn
Biomassa Cacing Tanah (70
Hst) * * *
Bobot Umbi basah Per
tanaman (g) * * *
Pengaruh Interaksi antara pupuk hayati dan jenis bahan organik terhadap populasi cacing tanah pada pertanaman bawang merah umur 37 HST.
Perlakuan
Bahan Organik Pukan
Ayam
Pukan Sapi
Baglog jamur
Kompos Jerami
Tanpa Pupuk Hayati (B0) 27 B 59 A 69 A 48 A
b a a ab
Dengan Pupuk Hayati (B1) 75 A 48 A 75 A 48 A
a b a b
BNT Taraf 5 % 27
Keterangan : Nilai tengah yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda berdasarkan uji nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%, huruf kecil dibaca horizontal dan huruf kapital dibaca vertikal.
Perlakuan Populasi Cacing Tanah (ind m-2) Pupuk Hayati
Tanpa Pupuk Hayati (BO) 62 (8) b
Dengan Pupuk Hayati (B1) 84 (9) a
BNT Taraf 5 % 1 Jenia Bahan Organik
Pupuk Kandang Sapi (PS) 87 (9) a
Pupuk Kandang Ayam (PA) 50 (7) b
Pupuk Jerami (PJ) 61 (8) b
Pupuk Baglog Jamur (PB) 91 (9) a
BNT Taraf 5 % 1
Keterangan : Nilai tengah yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda berdasarkan uji nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Angka-angka dalam kurung merupakan angka transformasi √x
Pengaruh pupuk hayati dan jenis bahan organik terhadap populasi
cacing tanah pada pertanaman bawang merah umur 70 HST.
Perlakuan Biomassa Cacing Tanah (gm-2) Pupuk Hayati 37 HST 70 HST
Tanpa Pupuk Hayati (BO) 3,18 a 4,87 b
Dengan Pupuk Hayati (B1) 3,51 a 6,55 a
BNT Taraf 5 % 1,06 1,67 Jenis Bahan Organik
Pupuk Kandang Sapi (PS) 2,61 b 7,23 a
Pupuk Kandang Ayam (PA) 2,56 b 3,63 b
Pupuk Jerami (PJ) 2,69 b 4,27 b
Pupuk Baglog Jamur (PB) 5,52 a 7,71 a
BNT Taraf 5 % 1,50 2,37
Keterangan : Nilai tengah yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda berdasarkan uji nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%
Pengaruh pupuk hayati dan jenis bahan organik terhadap biomassa
cacing tanah pada pertanaman bawang merah umur 37 dan 70 HST.
Perlakuan Bobot Umbi Per Tanaman (g) Pupuk Hayati
Tanpa Pupuk Hayati (BO) 127 b
Dengan Pupuk Mikroba (B1) 138 a
BNT Taraf 5 % 8
Bahan Organik
Pupuk Kandang Sapi (PS) 141 b
Pupuk Kandang Ayam (PA) 106 c
Pupuk Jerami (PJ) 112 c
Pupuk Baglog Jamur (PB) 166 a
BNT Taraf 5 % 11
Keterangan : Nilai tengah yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda berdasarkan uji nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%.
Pengaruh pupuk hayati dan jenis bahan organik terhadap bobot umbi
basah per tanaman bawang merah
PUKAN SAPI
PUKAN AYAM
BAGLOG JAMUR PUPUK JERAMI
N0 Perlakuan pH C-org (%) KA (%) Suhu (oC)
1 B0PS 6,51 1,09 25,01 28,27
2 B0PA 6,62 1,22 23,63 27,20
3 B0PBJ 6,73 1,17 22,17 28,93
4 B0PJ 6,72 1,25 20,81 28,00
5 B1PS 6,31 1,12 22,61 28,23
6 B1PA 6,39 1,17 21,86 28,77
7
8 B1PBJ
B1PJ 6,52
6,77 0,98
1,83 14,34
25,35 28,70
28,47
Perubahan beberapa sifat tanah akibat Pemberian Pupuk Hayati dan Bahan Organik
Perubahan beberapa sifat tanah akibat Pemberian Pupuk
Hayati dan Bahan Organik
Koefisien korelasi ( r) Populasi Cacing
Tanah (ind m-2) Biomassa cacing
Tanah (g m-2) BobotUmbi
basah (g) Bobot Umbi Kering (g)
pH 0,07 tn 0,03 tn 0,07 tn 0,10 tn
C-org (%) 0,08 tn 0,49* 0,68 * 0,63*
KA (%) -0,47 * -0,46* -0,41* 0,29 tn
Suhu (oC) 0,27 tn 0,38 tn 0,11 tn 0,009 tn
Populasi Cacing
Tanah 0,66 * 0,67 *
Biomassa
Cacing Tanah 0,73* 0,64*
Korelasi antara variabel pendukung dengan populasi dan biomasaa cacing Tanah, serta bobot umbi basah dan bobot umbi kering
Korelasi antara variabel pendukung dengan populasi dan biomasaa
cacing Tanah, serta bobot umbi basah dan bobot umbi kering
Kesimpulan Kesimpulan
• Aplikasi pupuk hayati dan pemberian berbagai jenis limbah organik mapu meningkatkan
populasi cacing tanah pada pertanaman
bawang merah, dan jenis bahan organik yang berasal dari baglog jamur tiram memberikan populasi dan biomasa serta produksi umbi terbaik dibandingkan bahan organik lainnya.
• Peningkatan populasi dan biomassa cacing
tanah akan meningkatkan bobot bawang merah basah.
• Aplikasi pupuk hayati dan pemberian berbagai jenis limbah organik mapu meningkatkan
populasi cacing tanah pada pertanaman
bawang merah, dan jenis bahan organik yang berasal dari baglog jamur tiram memberikan populasi dan biomasa serta produksi umbi terbaik dibandingkan bahan organik lainnya.
• Peningkatan populasi dan biomassa cacing
tanah akan meningkatkan bobot bawang merah
basah.